Cara Kerja Magnetic Switch Pada Motor Starter + Rangkaiannya

Advertisement
Seperti yang telah kita bahas pada artikel sebelumnya tentang cara kerja sistem starter, bahwa motor starter akan dialiri arus listrik langsung dari baterai tanpa melewati fuseblock pada mesin. Untuk itu diperlukan switch khusus sebagai pintu penghubung arus baterai dengan motor starter. Pintu ini kita kenal dengan nama magnetic switch atau solenoid. Lantas seperti apa cara kerja magnetic switch ? Simak artikel berikut.

Pengertian Magnetic Switch



Magnetic switch (starter solenoid) adalah komponen sistem motor starter yang berfungsi sebagai gerbang yang akan mengalirkan arus dari baterai. Kita tentu telah mengetahui bahwa arus yang diperlukan dalam proses engine cranking tentu sangat besar. Sehingga apabila arus baterai dialirkan melalui relay biasa, tentu akan menyebabkan panas berlebih yang dapat memicu kebakaran.

Namun, magnetic switch tidak seperti relay biasa, komponen ini memiliki ketahanan yang lebih besar  karena memiliki dimensi serta konstruksi yang berbeda dengan relay biasa meski memiliki prinsip kerja yang sama.

Prinsip kerja solenoid starter yaitu mengalirkan arus besar dari baterai dengan pemicu arus listrik yang lebih kecil. Arus pemicu ini biasanya terangkai dalam rangkaian pengontrol starter dari kunci kontak. Hal ini tentu mirip dengan relay yang menggunakan gaya tarik magnet untuk menghubungkan kontak.

Selain sebagai saklar, magnetic switch juga berfungsi untuk mengaitkan roda gigi pinion starter agar terhubung dengan fly wheel. Lantas bagaimana cara kerja komponen ini ? Terlebih dahulu kita bahas komponen pada solenoid starter berikut.

Komponen Magnetic Switch


Setiap sistem motor starter pasti dilengkapi dengan komponen saklar magnet ini. Tapi setiap mobil memiliki tipe yang berbeda. Secara umum, komponen didalam magnetic switch adalah sebagai berikut.


  • Pull in Coil. Pull in coil adalah kumparan yang berfungsi mendorong bagian plunger untuk bergerak maju.
  • Hold in Coil. Hold in coil terletak dibagian luar pull in coil, fungsinya untuk menahan plunger agar tetap pada posisinya.
  • Terminal. Terminal pada magnetic switch umumnya ada tiga buah. Terminal 30 yang terhubung langsung dengan baterai, terminal ST yang terhubung dengan rangkaian kontrol starter. Dan terminal motor yang terhubung dengan armature starter.
  • Switch side. Switch ini terbuat dari lempengan yang akan terhubung apabila plunger bergerak maju. Hubungan ini akan membuat terminal 30 dan terminal motor tersambung.
  • Plunger. Plunger adalah komponen yang terletak dibagian tengah solenoid. Fungsinya sebagai penggerak utama agar kontak starter terhubung dan juga menggerakan pinion gear.
  • Return Spring. Return spring atau pegas pengembali adalah pegas yang terletak di depan plunger yang berfungsi untuk mendorong plunger ke posisi semula jika proses cranking selesai.


Cara Kerja Solenoid Starter


Saklar magnet ini bekerja ketika ada aliran arus saat kunci kontak berada pada posisi ST. Dalam posisi normal, terminal 30 dan terminal motor terputus. Sehingga arus baterai pada terminal 30 hanya berada di ujung terminal.


Saat starter diaktifkan, maka ada aliran arus pemicu dari rangkaian kontrol menuju terminal ST pada solenoid starter. Arus itu akan dihubungkan ke pull in coil. Sehingga terjadi gaya electromagnetic di sekitar coil yang akan mendorong plunger untuk bergerak maju. Saat plunger telah mencapai posisi terjauh, arus pull in coil berpindah ke hold in coil. Sehingga gaya dorong akan berhenti namun plunger masih tertahan oleh hold in coil.

Saat bergerak maju, plat didepan plunger akan terdorong untuk menyentuh kedua terminal. Sehingga ada aliran arus dari terminal 30 yang melewati plat besi menuju terminal motor. Sehingga arus tersebut dapat terdistribusi ke rangkaian utama motor starter. Hasilnya motor akan berputar.

Di sisi belakang, gerakan plunger akan mendorong pinion gear agar terkait dengan fly wheel. Sehingga saat motor berputar, maka fly wheel juga ikut berputar.

Ketika kontrol starter dimatikan, maka hold in coil juga akan berhenti beroperasi. Akhirnya tidak ada lagi gaya yang menahan plunger. Saat ini return spring bertugas untuk mengembalikan posisi plunger ke posisi normal. Sehingga kontak antara terminal 30 dan terminal motor akan terputus. Sehingga motor akan berhenti berputar.

Demikian sekilas tentang cara kerja magnetic switch pada sistem motor starter. Semoga dapat membantu dan bermanfaat.