5 Penyebab Mesin Diesel Kurang Bertenaga + Solusinya

Advertisement
Sebagai pemilik mobil, kita pastinya sangat sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada mobil kita. Apalagi jika kita termasuk orang awam yang belum mengerti seluk beluk mesin. Ada keluhan sedikit saja kita akan mencari tahu penyebannya kesana kemari. Salah satu keluhan yang sering terjadi pada Mobil Diesel yakni tenaganya yang terasa drop. Lantas apa saja penyebab mesin diesel kurang bertenaga dan bagaimana cara mengatasinya ?


Dalam sebuah mobil, ada berbagai sistem yang saling berkaitan untuk menunjang performa mobil agar maksimal. Jika salah satu sisi mengalami masalah, maka seluruh sistem akan terganggu. Hal ini lah yang terjadi ketika mobil anda kurang bertenaga. Bisa saja berasal dari mesin ataupun dari sistem lainya.


Secara umum ada tiga komponen utama dalam mobil, yakni


  • Mesin
  • Powertrain
  • Kelistrikan


Jika ketiga komponen diatas dalam keadaan OK, maka mobil anda tidak bermasalah dan mampu melaju dengan kencang. Namun jika salah satu masalah dari tiga komponen diatas mengalami failure maka bisa saja tenaga mobil anda akan loyo.


Kelompok mesin dan powertrain adalah dua komponen yang sering menimbulkan permasalahan terkait output mobil. Namun untuk sekarang dimana teknologi diesel comonrail telah menjamur, kelistrikan mobil terutama mesin lebih rewel.


Sehingga kita kerap dibuat bingung, dengan kondisi mesin masih baru namun tenaga hilang. Biasanya, hanya meninggalkan lampu check engine berwarna orange yang menyala pada dasboard.


Langkah awal untuk memastikan dari mana penyebab mobil diesel anda hilang tenaga, yakni dengan menganalisa histori dari mobil trersebut. Apakah gejala loss power ini muncul setelah anda melakukan perbaikan komponen tertentu ? bisa saja efek loss power tadi muncul akibat pemasangan komponen yang tidak sesuai.


Namun, jika history mobil anda baik-baik saja itu bertanda ada masalah baik pada sektor mesin maupun sektor powertrain. Apa penyebabnya ?



Penyebab Mobil Kurang Bertenaga


Ada banyak hal yang bisa menyebabkan sebuah kendaraan bermesin diesel loyo. Pertama penyebab pada daerah mesin.


1. Turbo Vane Bermasalah


Hampir semua mesin diesel produksi tahun 2000 keatas sudah mengadopsi sistem Turbo Intercooler. Fungsinya untuk memaksimalkan suplai udara bersuhu dingin ke ruang bakar agar tekanan kompresi yang dihasilkan cukup tinggi. Hasilnya HP mesin akan terdongkrak.


Pada mesin diesel terbaru, lebih modern lagi. Karena sudah dibekali teknokogi variable turbo van. Jika anda melihat body belakang Fortuner maka akan ada label VNT, atau VGT pada Pajero. Fungsinya untuk mengatur besaran tekanan udara yang disuplai oleh turbo ke mesin. Sehingga mesin mampu memaksimalkan RPM tertingginya.


Namun, saat komponen pengatur atau yang biasa kita sebut Solenoid turbo ini bermasalah, maka suplai udara ke ruang bakar juga bermasalah.


Solenoid bekerja membuka katup aliran udara saat mesin membutuhkan daya besar dan menutup aliran udara saat kondisi idle. Jika Solenoid tidak mampu membuka, maka aliran udara akan kurang atau underboost. Sehingga mesin akan berkurang tenaganya.


Kondisi solenoid valve yang bermasalah hanya bisa dideteksi menggunakan alat scan berbasis komputer. Untuk memperbaikinya, perlu dilakukan pembongkaran dan pembersihan komponen. Namun jika ada masalah pada sirkuit elektriknya, mau tidak mau anda harus mengganti komponen ini.


2. Tekanan Kompresi Menurun


Mesin diesel merupakan self combustion engine. Artinya pembakaran terjadi secara otomatis tanpa dipicu oleh busi. Pembakaran bisa terjadi karena tekanan kompresi yang begitu tinggi hingga suhunya melampaui titik bakar solar.


Namun, jika tekanan kompresi pada diesel turun maka pembakaran mesin berelangsung tidak sempurna. Sehingga tenaga mesin akan terasa loyo dan suara mesin juga terdengar ngobos.


Penurunan tekanan kompresi bisa disebabkan oleh keausan silinder dan ring kompresi. Dinding silinder yang aus, akan menyebabkan celah antara ring dengan silinder membesar. Sehingga saat langkah kompresi, udara dari ruang bakar banyak yang keluar lewat celah ini. Selengkapnya simak, Ciri-ciri mesin bocor kompresi


Solusinya, anda perlu membubut ulang silinder mesin dan mengganti satu set ring kompresi. Untuk melakukan pekerjaan ini, bisa memakan waktu lama karena posisi komponen ada di jantung mesin. Sehingga untuk melepasnya perlu dilakukan overhoule total.


3. Injektor Stuck/Macet


Ada dua jenis mesin diesel yakni Direct injection dan indirect injection. Perbedaannya hanya terletak pada ruang bakar. Namun untuk injektor, keduanya sama prinsipnya.


Injektor bekerja dengan mengabutkan solar bertekanan tinggi ke ruang bakar saat langkah usaha/pembakaran. Dalam hal ini tekanan injeksi haruslah besar, karena akan disemprotkan saat mesin sedang kompresi.


Jika ada gangguan pada injektor, misal terdapat sumbatan pada noozle injektor maka tekanan injeksi dan volume solar yang disuplai ke ruang bakar akan terganggu. Otomatis, pembakaran berlangsung kurang pas dan imbasnya pada kurangnya tenaga mesin.


Pada mesin diesel modern ada dua hal yang mempengaruhi hal ini, pompa injeksi dan injektor. Pompa injeksi pada common rail bersifat continued suply. Artinya akan memompa sedara terus menerus saat mesin hidup. Jika tekanan berkurang, otomatis hal diatas yang akan terjadi.


Sementara injektor, memiliki sebuah noozle yang tertutup oleh katup solenoid. Jika solenoid terbuka, maka solar bertekanan akan keluar mengabut karena lubang noozle sangat kecil tapi banyak (multipoint). Jika lubang noozle tersumbat debu/kotoran otomatis kejadiannya seperti diatas.


4. Kampas Kopling Habis


Jika anda punya mobil bertransmisi manual, anda pasti sering mengalami hal ini. Kampas kopling mobil berbeda dengan motor. pada kendaraan roda empat, kampas kopling yang dipakai berjensi single plate yang bersifat kering.


Cara kerjanya, saat pedal tidak ditekan maka kampas kopling akan tertekan oleh pressure plate sehingga daya mesin terhubung ke transmisi. Jika pedal ditekan, kampas kopling akan terbebas.


Terkadang, kita sering menggunakan kopling setengah. Dalam hal ini, posisi kampas kopling ngambang, terbebas juga tidak tertekan juga tidal maksimal.


Hasilnya, tenaga akan tersalurkan ke transmisi namun tidak sebesar RPM mesi, atau dengan kata lain ada gesekan antara kampas kopling dan plat. Dalam waktu singkat, kampas kopling akan termakan dan habis. Jika gejala kampas kopling tipis ini muncul maka tenaga mesin akan sulit tersalurkan ke transmisi walau pedal tidak tertekan sedikitpun.


5. Pengaruh Ban Besar




Ban dengan rim dan tapak lebar, memang terlihat kokoh dan gagah. Ban-ban seperti ini biasanya ada pada mobil-mobil SUV. Namun ban lebar, perlu tenaga lebih untuk menggerakanya.


Memang mesin diesel dikenal memiliki tenaga yang besar. namun lihat juga spesifikasinya. Mesin diesel berspesifikasi rendah jika digunakan untuk ban besar juga akan terasa berat.


Spesifikasi ban dari pabrikan sebenarnya sudah disesuaikan dari beberapa aspek, baik aspek keiritan atau aspek tenaga mesin. Jika kita melakukan perubahan spesifikasi ban maka akan ada pengaruh.


Apabila mesin diesel anda berkapasitas besar, mungkin pengaruhnya tidak akan terasa. Namun jika kapasitasnya kecil ?


Dari kelima penyebab mesin diesel loss power diatas, mungkin masih ada penyebab lain. Cara terbaik untuk mendeteksi letak masalah yakni dengan membawanya ke bengkel.


Untuk mesin diesel commonrail pasti akan dilakukan proses scanning untuk menentukan trouble shooting mesin. Juga pemeriksaan terkait chasis akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi powertrain apakah masih layak atau ada komponen yang perlu diganti.


Untuk penyebab keempat dan kelima, solusinya yakni replacing atau penggantian komponen. Jika hal ini diabaikan, masalah akan merembet ke sektor lain.


Demikian artikel kali ini mengenai penyebab mesin diesel kurang bertenaga. Semoga bisa menjadi referensi dan menambah wawasan otomotif kita.