Jenis Jenis Transmisi Pada Kendaraan

Advertisement
Macam Transmisi - Fungsi perseneling atau populer disebut gigi adalah untuk mengatur kecepatan kendaraan. Bukannya kecepatan kendaraan diatur oleh gas ? pedal gas hanya mengatur RPM mesin, memang putaran mesin akan mempengaruhi kecepatan mobil namun torsinya tidak bisa diubah.

Inilah fungsi lain dari transmisi yakni untuk memanipulasi torsi pada roda mobil dengan mereduksi output mesin. Sehingga meski RPM mesin berada pada angka 2000 namun putaran roda sangat pelan, meski demikian tenaganya sanggup menarik dua buah kendaraan dibelakannya.

Fungsi fungsi dari sistem transmisi antara lain ;

  • Memperbesar torsi output mobil
  • Mengatur percepatan kendaraan
  • Memutuskan putaran mesin melalui posisi Netral.
  • Memperbesar RPM output mesin.


Dalam perkembangannya, sistem transmisi juga terbagi menjadi beberapa jenis. Apa saja ? didalam artikel ini kita akan membahas seluruh jenis transmisi baik manual maupun matic.


Macam Macam Transmisi Pada Kendaraan


1. Tipe Sliding Mesh
img by learnenginering.org

Tipe ini merupakan tipe awal dari transmisi. Menggunakan prinsip kerja yang cukup sederhana yakni pergeseran roda gigi (sliding) untuk mengatur percepatan output.

Dalam satu unit transmisi sliding terdapat beberapa komponen seperti input gear, counter gear dan sliding gear. Input gear akan memutar counter gear secara tetap. Untuk memasukan gigi satu, maka kita harus menggeser sliding gear kecepatan satu agar terkait dengan counter gear. Begitu pula dengan roda gigi kecepatan berikutnya.

Kelemahan sistem ini yakni proses pemindahan yang tidak halus dan tergolong sulit. Karena dalam kondisi putaran tinggi mengaitkan dua roda gigi yang putarannya berbeda itu sulit. Sehingga tipe ini sudah tidak lagi dipakai.

2. Tipe Constant Mesh


img by pistonheads.com

Secara konstruksi constan mesh memiliki kesamaan dengan sliding mesh, hal itu karena tipe ini dibuat sebagai versi penyempurnaan dari tipe sliding mesh.

Constant mesh menggunakan keterkaitan roda gigi tetap (constant) antara counter gear dan output gear. Namun output gear hanya bisa dihubungkan ke poros output melalui sebuah kopling yang disebut hub sleeve.

Cara kerjanya ketika mesin hidup, poros input akan memutar counter gear. Sementara itu counter gear diset agar selalu terhubung dengan output gear. Sehingga setiap kali counter gear berputar, output gear akan selalu berputar. Jumlah output gear tergantung dari banyaknya tingkat percepatan transmisi, untuk transmisi 4 percepatan maka terdapat 4 buah gigi output.

Gigi output ini bersifat mengambang dengan poros output atau tidak terkait dengan poros output. Sehingga ketika output gear berputar poros output tidak akan berputar. Kondisi ini disebut posisi Netral.

Ditengah output gear terdapat komponen bernama hub sleeve. Berbeda dengan output gear, hub sleeve terkait dengan poros output dan bisa bergerak maju mundur. Sehingga saat poros output berputar maka hub sleeve juga berputar. Fungsi komponen ini adalah sebagai pengait antara poros output transmisi dengan output gear.

Pada posisi gigi 1 maka hub sleeve 1 akan bergeser ke arah output gear kecepatan 1. Hub sleeve ini akan mengaitkan putaran output gear 1 dengan poros output sehingga poros output bisa berputar. Untuk kecepatan dua maka hub sleeve hanya bergerak ke lain arah untuk terhubung ke roda output gear lainnya.

3. Tipe Syncron Mesh


img by freeasestudyguides.com

Tipe synchron mesh, merupakan jenis transmisi yang banyak dipakai pada kendaraan manual saat ini. Hal itu dikarenakan proses pemindahan gigi pada tipe transmisi synchron mesh lebih halus dan enteng dari kita bayangkan.

Secara konstruksi dan prinsip kerja, sama persisi dengan transmisi tipe constant mesh. Hanya saja ada penambahan komponen diarea clutch hub yakni komponen pada perkaitan antara hub sleeve dan output gear.

Komponen ini berupa ring syncronizer. Ring ini berfungsi untuk menyamakan (syncrone) putaran hub sleeve dan output gear sebelum terkait. Ring tembaga ini memiliki ujung runcing yang ditujukan agar hub sleeve bisa terkait secara halus dengan output gear.

Mekanismenya, saat hub sleeve bergerak mendekati output gear maka akan terhubung terlebih dahulu dengan ring syncrone, ring ini akan menyamakan putaran output gear dengan hub sleeve. Sehingga begitu hub sleeve sampai ke output gear, akan lebih enteng.

Selengkapnya simak ; Cara kerja transmisi manual syncronmesh

4. Tipe Automatic Gear Shift
img by trucktrend.com

Tipe yang sering disebut sebagai transmisi otomatis ini, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ketiga tipe diatas. Hanya saja mekanisme dan cara kerja transmisi jenis ini berbeda sekali.

Transmisi matic ini menggunakan metode automatic gear shifting, atau perpindahan gigi secara otomatis. Sehingga tetap ada kecepatan 1, 2, dan seterusnya hanya saja proses pemindahan gigi berlangsung secara otomatis.

Siapa yang memindahkan ? yakni komponen controller dalam hal ini TCM ( Transmission Control Module) yang bertugas melalui tuas solenoid sebagai aktuatornya.

Namun, meski mengusung Automatic gear shifting tipe ini juga masih dilengkapi dengan tuas transmisi, tuas ini berfungsi untuk memposisikan pada posisi Netral, Park, Driving, Reverse dan M.

Pada posisi D atau driving, sistem transmisi akan bekerja secara otomatis. Namun pada mode M, kita bisa memindahkan kecepatan transmisi melalui tombol yang ada di dekat tuas transmisi. Bedanya dengan mobil manual adalah tipe ini tidak lagi menggunakan pedal kopling.

5. Tipe CVT
img  by thoughtco.com

Jenis ini juga masuk ke dalam transmisi matic bedanya dengan tipe diatas, yakni perpindahan gigi berlangsung secara variable. Sesuai namanya, CVT (Countinously Variable Transmission) menggunakan dua buah gear dengan variable diameter yang dihubungkan dengan sebuah belt.

Gigi tersebut dinamakan dive gear dan driven gear. Diameter kedua gear ini selalu berlawanan, artinya ketika diameter drive gear kecil maka diameter driven gear besar, dan ini menyebabkan putaran mesin direduksi dan torsinya juga bertambah.

Saat diameter drive gear membesar, maka diameter driven gear mengecil sehingga putaran output bisa disamakan dengan input dari mesin.

Besar kecilnya diameter kedua gear inu dipengaruhi oleh sebuah gaya sentrifugal yang berlaku sesuai kecepatan input. Sehingga ketika RPM mesin kecil, momen yang dihasilkan juga besar dengan tingkat reduksi besar. Semakin tinggi RPM mesin, tingkat reduksi semakin turun dan output transmisi juga semakin cepat.

Transmisi CVT sederhana bisa kita temui pada motor matic, mobil juga memiliki sistem CVT namun pada mobil biasanya sudah diberikan tambahan sistem agar mampu diposisikan pada mode N, R dan P.

Kelebihan transmisi CVT adalah kita tidak perlu melakukan perpindahan gigi karena sudah berlangsung otomatis, selain itu efek kedutan pada jenis transmisi diatas juga tidak dirasakan karena memang tidak ada perpindahan gigi. Untuk akselerasi bahkan bisa lebih cepat dibandingkan semua transmisi diatas.

Demikian artikel singkat mengenai macam macam transmisi pada kendaraan, semoga bisa bermanfaat.