Motor Ngempos Saat Digas, Cek 7 Penyebab Berikut

Advertisement
Motor ngempos saat digas - Salah satu masalah sepeda motor yang bisa dibilang cukup menyebalkan adapah ketika power yang dihasilkan tidak seperti biasanya. Motor seolah tidak mau lari dan tertahan saat digas. Kira-kira apa penyebabnya ?

Tenaga motor dihasilkan dari mesin, sementara mesin motor menghasilkan energi putar dari proses pembakaran. Proses pembakaran didalam mesin ini, memerlukan beberapa materi seperti udara, bensin, dan api.

Pembakaran mesin akan berlangsung sempurna apabila ketiga materi tersebut dipenuhi dengan perbandingan yang ideal, untuk masalah mesin yang ngempos salah satunya bisa disebabkan karena proses pembakaran ini yang kurang pas.


Apa yang menyebabkan proses pembakaran mesin tidak pas ?


Ada banyak penyebabnya antara lain ;

1. Filter Udara Kotor, membuat sirkulasi udara terhambat


penyebab motor brebet di putaran tinggi
img by dyonbike.com

Fungsi utama filter udara adalah menyaring udara yang akan masuk kedalam ruang bakar. Filter ini akan bekerja dengan meletakan sebuah bus sebagai elemen filter ditengah saluran udara. Udara yang masuik ke saluran udara secara otomatis melewati saringan ini dan akan terejadi penyaringan.

Debu yang terbawa oleh aliran udara secara otomatis akan tertahan pada permukaan luar filter karena debu tersebut tidak mampu memasuki serat filter. Tapi, dalam waktu lama debu ini akan semakin menumpuk pada permukaan filter dan akan menjadi hambatan.

Saat debu pada permukaan filter menghabat laju udara menuju intake akan menyebabkan kurangnya suplai udara kedalam ruang bakar. Inilah yang menyebabkan pembakaran pada mesin kurang, dan tenaganya juga berkurang.

Solusinya : Cara membersihkan filter udara motor dengan tepat

2. Spul CDI yang tidak maksimal membuat api busi kurang besar

Fungsi CDI unit ini adalah untuk menyuplai sistem pengapian mesin. Pada sistem CDI, arus listrik sekunder akan menghasilkan tegangan yang tinggi melalui proses induksi. Proses induksi ini dipicu oleh sebuah capasitor yang mengeluarkan (discharge) arus dari magnetic.

Jika arus discharge ini kurang dari normalnya, maka api yang dihasilkan busi juga menjadi kurang besar. Arus discharge bisa berkurang karena faktor magnet motor yang mulai lemah atau karena Capasitor yang mulai berkurang kapasitasnya.

3. Kondisi busi yang berkerak dan hitam


penyebab motor ngempos saat putaran atas
img by axleaddict.com

Kerak pada ruang bakar merupakan hasil dari pembakaran mesin yang kurang sempurna. Jika kerak ini mengendap pada elektroda busi, maka busi ini juga akan terganggu proses kerjanya.

Hal itu akan menyebabkan lemahnya percikan yang dihasilkan, dan hasilnya seperti penyebab nomor dua.

Baca juga : Cara mengatasi busi motor yang hitam

4. Pilot jet yang mampet, memperburuk saluran bensin

Pada motor konvensional, sistem bahan bakarnya masih menggunakan karburator. Untuk menyalurkan bensin ke dalam intake, ada komponen bernama pilot jet yang terletak didalam karburator motor.

Saat pilot jet ini kotor, maka akan mampet dan menyebabkan aliran bensin menuju intake menjadi terhambat. Efeknya, campuran akan menjadi lebih kurus serta tenaga yang dihasilkan mesin menjadi semakin drop.

5. Tekanan kompresi yang turun

Penyebab motor ngempos berikutnya, ada dibagian tekanan kompresi. Memang, secara umum tekanan kompresi tidak diperlukan dalam syarat sebuah pembakaran. Tapi pada pembakaran mesin, tekanan kompresi sangat menentukan power hasil pembakaran dan tingkat keiritan bensin.

Ini karena pembakaran pada mesin terjadi dalam kondisi udara dan bensin yang terkompresi sehingga tekanan dan suhunya lebih tinggi. Pada kondisi ini, kedua material akan menjadi homogen ke bentuk gas, percikan api kecil saja bisa menimbulkan ledakan didalam ruang bakar. Ledakan itulah yang dipakai mendorong piston kebawah dan untuk terus melanjutkan siklus.

Tapi, jika tekanan kompresinya turun maka suhu dan tekanan yang dihasilkan saat langkah kompresi menjadi menurun. Itu membuat lemahnya power yang dihasilkan oleh pembakaran mesin.

6. Kampas kopling tipis

Kampas kopling menjadi salah satu komponen yang juga mempengaruhi output tenaga ke roda. Hal ini karena kopling berfungsi menghubungkan dan memutuskan tenaga mesin.

Kopling pada motor umumnya menggunakan tipe kopling gesek, kopling ini bekerja dengan menggesekan kampas kopling (sebuah plat dengan lapisan kasa) dengan roda gigi berbahan besi solid. Saat tuas kopling dilepas, maka kampas kopling akan tertekan kearah roda gigi oleh beberapa pegas. Akibatnya, putaran dari roda gigi bisa diteruskan ke kampas kopling karena permukaan kampas yang kasar.

Sementara pada saat tuas kopling ditarik, berlahan kampas akan rengang dengan roda gigi. Proses perenggangan kampas ini akan menyebabkan terjadinya gesekan, yang akan menggerus permukaan kampas kopling.

Sehingga akan ada kondisi dimana kampas kopling habis dan tidak mampu menerima putaran dari roda gigi (terjado selip) sehingga meski kita gas pol, motor seolah nahan dan tidak mau lar. Biasanya akan terdengar suara kasar dan meraung pada bagian mesin, beberapa juga disertai bau terbakar pada area mesin.

7. Ban mobil kempes atau bertapak lebar

Selain itu, faktor beban terkadang tidak diperhitungkan. Sekuat apapun motor kita apabila dipakai untuk membawa beban yang berlebihan diluar kemampuan motor sudah pasti akan memberatkan kinerja motor.

Bukan hanya mesin yang keberatan, tapi ban juga cenderung kempes. Ban yang kempes akan melebar tapaknya, hasilnya motor jadi lebih berat dan lagi menambah beban mesin. Sehingga tak heran apabila anda membawa beban berat pada motor disertai ban yang kempes, tenaganya akan terasa loyo.

Baca juga : ini standar tekanan angin ban motor

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai penyebab motor ngempos atau hilang tenaga saat digas RPM tinggi. Semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua.