7 Perbedaan Mesin Bensin Dan Diesel (Mana Lebih Unggul ?)

Advertisement
Ada dua jenis mesin yang umumnya digunakan pada mesin mobil yakni mesin bensin dan mesin diesel. Letak perbedaannya memang dari bahan bakar, kalau mesin bensin memakai bensin dan mesin diesel memakai solar.

Tapi apa perbedaannya hanya sebatas pada bahan bakar ? ternyata  tidak demikian. Ada banyak perbedaan antara mesin diesel dan mesin bensin. Lalu apa saja ?

Mari kita bahas dengan detail pada artikel dibawah.
perbedaan mesin diesel dan bensin


Perbedaan Mesin Bensin dan Mesin Diesel


Perlu diketahui dulu, kedua jenis ini sama-sama mesin pembakaran dalam yang artinya melakukan proses pembakaran secara tertutup (didalam ruang bakar). Sementara perbedaannya,

1. Bahan Bakar

Pertama, kita bahas dari yang termudah. Bisa kita lihat pada label ditutup bahan bakar mobil pasti ada tulisan bahan bakar yang digunakan. Mesin bensin atau gasoline engine menggunakan bahan bakar bensin. Sementara mesin diesel menggunakan bahan bakar tipe solar.

Apa bedanya bensin dan solar ? kedua bahan bakar ini memiliki sifat yang sama yakni sifat mudah terbakar. Tapi, bensin memiliki nilai oktane. Nilai ini akan menunjukan seberapa kuat bahan bakar tahan terhadap tekanan. Bensin dipakai karena mudah menguap sehingga lebih cepat menyatu dengan udara pada intake manifold dan tahan terhadap tekanan kompresi.

Untuk solar tidak ada nilai oktane tapi ada nilai cetane, nilai ini menunjukan ketahanan solar untuk terbakar dengan sendirinya. Solar memiliki karakteristik tidak gampang menguap dan memiliki titik nyala yang lebou rendah. Untuk itu tidak ada busi pada diesel.


2. Sistem Pengapian


img by learnenginering.org


Pengapian pada mesin bensin menggunakan busi sebagai pemantik api. Skemanya, ada sebuah rangkaian sistem pengapian yang digunakan untuk meningkatkan tegangan aki dari 12 V hingga 20 KV. Listrik tegangan tinggi tersebut akan diubah ke percikan api oleh busi pada timming yang pas.

Sementara pada diesel, mengusung "self ignition" atau mesin yang dapat melakukan pembakaran dengan sendirinya.

Bagaimana bisa ?

Ini karena rasio kompresi pada mesin diesel itu cukup tinggi melebihi rasio kompresi mesin bensin. efek dari tekanan kompresi tersebut, dapat membakar bahan bakar solar. Skemanya, saat langkah kompresi suhu dan tekanan udara didalam mesin menjadi cukup tinggi. Dalam kondisi ini, solar diinjeksikan kedalam ruang bakar sehingga solar tersebut akan terbakar oleh tekanan kompresi yang begitu tinggi.

3. Langkah kompresi

Langkah kompresi terjadi ketika piston bergerak dari bawah ke atas dalam kondisi semua katup menutup dan ruang silinder terisi materi, gerakan tersebut akan mempersempit ruang silinder sehingga materi (udara) didalam ruang silinder akan tertekan.

Bedanya, pada mesin bensin ada dua materi yang dikompresi yakni udara dan bensin. Dengan kata lain, saat langkah hisap udara sudah telebih dahulu bercampur dengan bensin. Saat langkah kompresi, penyempitan ruang silinder akan mengubah materi tersebut menjadi gas yang mudah meledak jika ada percikan api sedikit.

Sementara pada mesin diesel hanya udara yang dikompresi. Saat langkah hisap udara murni masuk dan penyempitan ruang silinder saat langkah kompresi akan meningkatkan tekanan dan suhu udara tersebut. Ketika akhir langkah kompresi atau saat piston mencapai titik atas, solar di keluarkan melalui injektor. Hasilnya, solar akan terbakar karena suhu didalam ruang bakar melebihi titik nyala solar.

4. Tekanan kompresi

Seperti yang disinggung di point kedua, tekanan kompresi kedua mesin ini juga berbeda. Mesin bensin memiliki rasio kompresi sekitar 8 - 11 : 1 atau 11 liter udara dipampatkan kedalam satu liter wadah. Sementara mesin diesel memiliki perbandingan kompresi 15 - 20 : 1 tergantung performa mesin dieselnya.

Mengapa berbeda ? ini berhubungan dengan sifat bahan bakar yang dipakai, diesel memikiki rasio kompresi lebih tinggi agar tekanan dan suhunya jauh meningkat. Suhu yang tinggi ini sangat diperlukan untuk penyalaan solar.

5. Performa Mesin

Performa menjadi salah satu pertimbangan oleh calon pembeli saat akan memilih sebuah mobil. Umumnya, semakin tinggi kapasitas mesin maka semakin tinggi pula performa yang disajikan. Memang benar, tapi antara kedua jenis mesin ini memiliki karakter performa yang beda.

Mesin bensin, dikenal dengan kecepatannya. Mesin ini mampu bekerja hingga 8.000 RPM (rotasi per menit) sehingga kecepatan kendaraan anda bisa menembus ratusan kilometer per jam. Sementata diesel dikenal dengan kekuatannya, mesin diesel memang memiliki top RPM yang rendah, mungkin berkisar 5.000 sampai 6.000 RPM tapi torsinya jauh meninggalkan mesin bensin.

Hal ini juga dipengaruhi oleh tekanan kompresi yang tinggi. Tingginya kompresi diesel membuat putaran piston lebih terhambat sehingga diesel tidak mampu mencapai RPM setinggi mesin bensin, sementara solar bisa menghasilkan daya ledak lebih tinggi didalam udara dengan suhu dan tekanan tinggi. Hal itu yang membuat mesin diesel cukup kuat membawa beban besar.

6. Emisi yang dihasilkan

Beda proses pembakaran beda pula emisinya, emisi akan dihasilkan oleh setiap proses pembakaran dimanapun tempatnya. Pada mesin, proses pembakaran juga akan menghasilkan emisi gas yang dikeluarkan melalui knalpot.

Tapi ada perbedaan antara mesin yang menggunakan bahan bakar bensin dan solar. Mesin berbahan bakar bensin, akan menimbulkan emisi berupa gas NOx. Gas yang tergolong asam ini kurang baik terhadap lingkungan dan faktor utama pemicu hujan asam. Namun, sebenarnya ada komponen pencegah yang diberi nama catalytic converter yang akan menyaring partikel-partikel NOx yang keluar dari exhaust valve.

img by autoevolution.com


Sementara mesin diesel menghasilkan emisi berwujud diesel particulate matter (DPM) gas ini akan berwujud asap hitam yang keluar dari knalpot mobil. Gas ini juga sama berbahaya tapi pada mesin diesel sudah dilengkapi dengan DPF (diesel particulate filter) dan EGR (exhaust gas recirculating) sehingga asap yang dihasilkan tidak terlalu gelap.

Baca pula ya :

7. Tingkat keiritan bahan bakar

Terakhir perbedaan mesin diesel dan bensin ada pada tingkat pemakaian bahan bakar karena salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang untuk memilih mobil juga berdasarkan konsumsi BBM. Disini, mesin diesel memiliki pemakaian bahan bakar jauh le bih irit dibandingkan bensin. Mengapa demikian ? hal tersebut dikarenakan air fuel ratio mesin diesel itu berkisar 22 : 1 atau 22 molekul udara banding satu molekul solar sementara mesin bensin memiliki AFR 14 : 1 atau 14 molekul udara banding satu molekul bensin.

Hal tersebut bisa anda lihat pada data pengetesan konsumsi mobil antara mesin diesel dan bensin berkapasitas sama. Dilansir Carvaganza, Toyota Innova yang menggunakan mesin bensin 2.0 L EFi ini memiliki konsumsi bensin berkisar 9 Km/liter. Sementara data dari autobild menunjukan Chevrolet captiva dengan mesin diesel 2.0 L Commonrail memiliki konsumsi solar sekitar 12,13 Km/liter.

Jelas, itulah sebabnya banyak mobil niaga dan komersial yang menggunakan diesel sebagai jantung pacunya. Selain bertenaga tinggi, lebih irit pula.

Selain 6 perbedaan diatas mungkin masih ada yang lainnya. Seperti suara yang dihasilkan dan perawatan Tapi, untuk suara sebenarnya sekarang sulit dibedakan antara suara mesin diesel dan bensin. Teknologi commonrail dan EFi nyatanya membawa pengaruh baik pada suara pembakaran yang dihasilkan.

Selain itu, mufler yang didesain lebih inovatif juga memiliki daya redam yang cukup baik sehingga kita tidak akan mendengar suara mesin dari dalam kabin.

Demikian artikel lengkap mengenai perbedaan mesin bensin dan diesel semoga bisa menambah wawasan kita semua.