7 Cara Mudah Merawat Aki Mobil Agar Lebih Awet

Advertisement
Berbeda dengan motor, aki pada mobil memiliki fungsi yang cukup vital. Karena aki menjadi sumber tenaga untuk menghidupkan mesin. Apabila energi didalam aki habis atau istilahnya tekor, maka mesin akan sulit dihidupkan.

Oleh sebab itu, sebagai pemilik mobil kita wajib memelihara aki mobil agar tetap prima dan pastinya bisa digunakan sebagai sumber tenaga.

Namun bagaimana kalau aki mobil tekor dan ngedrop ? aki tekor dan drop itu berbeda,

  • aki tekor adalah kondisi aki yang kekurangan daya listrik. Jadi meski tegangan 12 Volt, aki tidak mampu menghidupkan motor starter.
  • Sementara aki drop itu terjadi karena tegangan aki dibawah 10 Volt. Ketika aki di recharge, maka aki kembali normal. Tapi kalau keseringan drop bisa memoercepat aki tekor.



Penyebab aki mobil tekor


jual aki basah mobil termurah
img by polluxbattery.com


1. Kapasitas aki terlalu kecil

Sebuah mobil memiliki sumber arus listrik dari baterai dengan tegangan yang sama yakni 12 Volt. Namun daya semua aki pada setiap jenis mobil itu beda-beda.

Misal pada Toyota Avanza memiliki kapasitas 32 AH. Sementara di mobil lainya, bisa sampai 60 AH.

Tentu kapasitas ini sangat dipengaruhi oleh banyaknya beban kelistrikan pada mobil. Apabila anda memakai aki dengan AH lebih besar, itu tidak masalah asal tegangan tetap 12 Volt.

Tapi kalau anda mengganti aki dengan AH lebih kecil dari standar, inilah yang memicu aki cepat soak. Aki seolah dipakasa untuk mengeluarkan arus diluar batasnya, sehingga aki bisa rusak dengan cepat.

2. Mobil jarang dipanaskan

Hubungan pemanasa mobil dan aki ada pada sistem pengisian mobil. Untuk mobil dinas (setiap hari digunakan) ini bukan masalah serius, tapi beberapa orang menggunakan mobil hanya pada saat-saat tertentu.

Akibatnya mobil lebih sering terparkir dari pada digunakan. Jangan berpendapat kalau ini akan memperawet mobil, memang kalau dilihat secara fisik mobil bisa terlihat lebih mulus.

Tapi, untuk sistem kelistrikan dan mesin ini akan memberi efek negatif. Efek ini akan ditemukan pada aki. Aki tetap terhubung dengan komponen kelustrikan.

Akibatnya ada aliran listrik berjumlah kecil pada setiap rangkaian. Dengan kondisi mesin tidak dihidupkan maka tidak terjadi pengisian baterai, sehingga ketika nanti mesin distart keadaan baterai bisa drop.

3. Beban kelistrikan berlebihan

Sama halnya dengan penyebab yang pertama. Kalaupun anda menggunakan aki dengan spesifikasi standar tapi banyak aksesoris yang memerlukan energi listrik, aki akan cepat soak.

Itu karena beban kelistrikan pada mobil itu menjadi bertambah. Dengan aki spesifikasi standar, tidak mampu memenuhi kebutuhan listrik mobil,

4. Elektrolit baterai kurang
aki yuasa untuk mobil
img by news.mit.edu

Pada aki tipe basah baik tipe regular atau tipe AGM (maintenamce free) elektrolit atau biasa disebut air zuur menjadi element utama dalam proses penyimpanan arus listrik.

Bisa dibayangkan, kalau elektrolitnya kurang. Arus listrik yang tersimpan tidak bisa maksimal. Akibatnya aki tidak mampu memenuhi kebutuhan kelistrikan mobil.

5. Altenator bermasalah

Altenator berfungsi sebagai pengubah energi putar mesin menjadi energi listrik. Hasil energi listril tersebut, disalurkan ke baterai untuk proses recharge.

Saat proses ini berlangsung, mesin sedang menyala dan beberapa sistem kelistrikan masih diaktifkan.nDengan kata lain, arus dari altenator langsung digunakan untuk mengaktifkan sistem kelistrikan.

Apa yang terjadi kalau arus pengisian dari altenator berkurang ?

Tentu, aki keluar lebih besar dari pada arus masuknya. Sehingga aki bisa tekor.

6. Terkena radiasi panas mesin

Panas memang tidak secara langsung menimbulkan aki tekor. Tapi karena letak aki berada di ruang mesin, dimana pada tempat ini merupakan sumber panas mobil.

Panas yang teradiasi hingga ke bagian aki, akan mempengaruhi bentuk aki itu sendiri. Sehingga prose penyimpanan dan pengeluaran arus listrik akan terganggu.

7. Ventilasi aki tersumbat

Ventilasi berguha sebagai saluran udara dari dalam aki. Saluran ini digunakan untuk mengeluarkan gas ketika proses pengisian arus pada aki.

Untuk tipe aki regular/basah ventilasi ini biasanya terletak pada setiap tutup aki. Namun pada aki AGM/MF lokasi ventilasi ini tersembunyi dan sudah menggunakan sistem klep jadi tidak tumpah.

Yang menjadi kendala adalah ketika lubang ventilasi ini tertutup. Maka aki bisa mengembung, dan kapasitas yang mampu disimpan itu mengecil.

Kalau kapasitas yang mampu disimpan aki kecil, otomatis aki kekurangan arus dan akhirnya tekor.

Apa kita bisa melakukan recharge aki ?

Proses recharge aki dilakukan apabila aki nge-drop. Dengan kata lain kapaaitas aki masih normal namun tegangan aki kurang. Namun kalau aki tekor, atau kapasitas penyimpanan aki berkurang maka aki tidak bisa recharge.

Biasanya kalau diukur, tegangan normal 12 Volt. Namun untuk menghidupkan sistem kelistrikan seperti starter dan klakson, tidak akan sanggup.

Cara terbaik ketika aki tekor, adalah dengan mengganti elektrolit aki, lalu recharge aki. Namun kalau tipe aki yang dipakai adalah aki kering atau aki AGM, anda harus mengganti aki tersebut.

Itu karena aki kering dan aki AGM masuk ke maintenance free battery, yang tidak perlu melakukan perawatan. Aki MF ini memiliki bentuk body yang tertutup rapat sehingga kalau rusak kita tidak bisa melakukan apapun selain menggantinya.

Agar aki mobil awet dan tetap prima, anda bisa mengikuti 7 tips berikut ini.

1. Cek volume elektrolit aki (khusus aki basah)
2. Bersihkan terminal aki dari carbon
3. Pastikan permukaan aki bersih dari debu
4. Panaskan mesin secara rutin
5. Gunakan peredam panas pada aki
6. Jangan pasang akesoris yang memerlukan listrik besar
7. Pasang voltage stabilizer

Pemakaian stabilizer baterai akan sangat berguna apabila anda menggunakan jenis aki basah/regular. Karena kebanyakan aki ini tidak memiliki fitur stabilizator, sehingga voltage stabilizer berguna untuk menjaga arus listrik tetap stabil.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai penyebab aki mobil tekor dan cara merawat aki mobil, semoga bisa menambah wawasan kita semua.