Mencegah Mobil Terbakar Dengan 11 Langkah Mudah

Advertisement
Mencegah mobil terbakar - Kebakaran ternyata tidak hanya melalap bangunan namun kendaraan seperti mobil juga rentan terbakar secara tiba-tiba.

Penyebabnya pun bermacam-macam, ada yang dikarenakan faktor luar misal tabrakan atau karena kelalaian pengemudi itu sendiri. Imbasnya, keselamatan seluruh penumpang menjadi taruhan serta kerugian materi yang cukup besar.

Tentu anda tidak mau kalau itu terjadi pada mobil anda, oleh sebab itu tidak ada cara lain yang terbaik selain langkah preventif atau pencegahan.


Cara Mencegah Mobil Terbakar Di Jalan


Kebakaran tidak akan terjadi apabila tidak ada api, oksigen, dan bahan bajar di satu tempat. Ketika kebakaran terjadi entah pada motor, mobik ataupun bangunan itu dikarenakan tiga hal diatas berada di satu tempat.

Kalau pada mobil, penyebab utama mobil terbakar karena korsleting arus listrik. Korsleting ini akan menghasilkan percikan api, apabila percikan api tersebut jatuh ke komponen mesin yang mudah terbakar seperti pembungkus kabel, atau bahkan karburator maka api akan langsung membara.

Selain karena konsleting listrik, panas yang berlebihan juga bisa menimbulkan kebakaran. Misal pada bagian catalytic converter. Komponen ini terhubung langsung dengan knalpot dan gas buang yang memiliki suhu cukup tinggi.

Namun lokasi catalytic ini terkadang berdekatan dengan karpet pereda, suara mesin yang menempel pada body kendaraan. Apabila catalytic menempel pada karpet ini maka karpet akan berasap dan akhirnya terbakar.

Dari 2 penyebab utama tersebut kita bisa mencegahnya dengan melakukan hal-hal berikut ini ;

1. Gunakan lampu original apabila wiring belum dimodifikasi



Beberapa pemilik mobil sering melakukan modifikasi pada mobilnya. Modifikasi yang ringan adalah mengganti lampu bawaan mobil dengan lampu-lampu after sales.

Umumnya ini dilakukan untuk menghasilkan efek cahaya yang berbeda dari sebelumnya, ini boleh saja tapi yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi dari lampu tersebut.

Ada banyak bolam lampu dengan spesifikasi beragam, pastikan menggunakan bolam 12 Volt dengan kapasitas yang mendekati bolam aslinya.

Penggunaan bolam yang tidak sesuai dengan spesifikasi kelistrikan mobil dapat menyebabkan lampu panas dan akhirnya meleleh. Sehingga cukup rawan terjadi pembakaran.

2. Pakai lampu dengan kapasitas lebih tinggi apabila wiring sudah dimodifikasi

Cara lain yang sering digunakan untuk membuat lampu mobil lebih terang adalah dengan memodifikasi wiring lampu, misal memasang relay set lampu.

Cara ini akan membuat arus listrik yang mengalir ke lampu menjadi semakin besar. Namun kalau kita perbesar arus tanpa mengganti bolam itu yang beresiko.

Karena bolam standar mobil memiliki kapasitas yang telah diset, sehingga arus listrik yang mengalir itu melebihi kapasitas dari bolam tersebut.

3. Apabila ada kelistrikan tambahan pastikan melengkapinya dengan sekering dan relay



Lampu variasi juga sering ditambahkan ke mobil, seperti lampu grill atau lampu LED strip pada headlamp. Sama halnya dengan dua hal diatas, kalau pemasangan tidak memperhatikan kapasitas lampu maka bisa fatal.

Untuk mengamankan lampu dari kebakaran, gunakan fuse dan relay. Fuse akan melindungi kelistrikan dari kebakaran dengan memutuskan rangkaian ketika terjadi lonjakan aliran arus.

Sementara relay akan melindungi saklar dari potensi arus besar sehingga potensi panas yang dihasilkan tidak berlebihan.

4. Apabila ada sekering putus di fuse blok jangan ganti fuse tersebut dengan kapasitas lebih besar.

Sering kota menjumpai sebuah sistem kelistrikan mati, misal klakson mati pas dicek ternyata sekering putus.

Kalau sekering/fuse putus, beberapa orang akan mengganti fuse tersebut dengan fuse cadangan. Namun kalau setelah diganti ternyata fuse putus lagi, jangan ganti fuse yang putus dengan ukuran yang lebih besar.

Apa alasanya ?

Karena sekering putus itu menandakan adanya aliran arus listrik yang berlebih pada rangkaian kelistrikan. Biasanya aliran arus berlebih ini didefinisikan sebagai korsleting.

Kalau kita ganti sekering dengan kapasitas lebih besar maka arus besar justru akan terus mengalir tanpa dicegah. Sehingga rawan terjadi kebakaran.

5. Cek kabel dan konektor, kalau ada yang terkelupas segera dibalut

Kabel yang terkelupas menjadi penyebab lain yang juga cukup sepele. Kadang, kabel yang terkelupas bisa dikarenakan saat kita menyambung kabel namun isolasi kabel terkelupas.

Sehingga kawat tembaga bisa menyentuh blok mesin atau komponen mobil yang berbahan logam. Kita tahu sendiri kalau komponen mobil yang berbahan logam (konduktor) itu terhubung ke masa atau negatif baterai.

Selain dari faktor ketidaksengajaan, kadang ulah tikus juga bisa menyebabkan kabel terkelupas bahkan putus. Sehingga kita perlu sering-sering mengecek kondisi kap mesin mobil kita.

6. Rapikan kabel-kabel yang berantakan

Kabel yang rapi, itu biasanya terikat menjadi satu diddalam sebuah pelindung kabel. Sehingga tidak ada kabel yang mengekor secara berantakan.

Selain terlihat lebih rapi, cara ini juga memperkecil resiko korsleting karena semua kabel akan dilindungi oleh bahan seperti plastik keras. Namun kalau ada kabel variasi atau karena umum pelindung kabel tersebut rusak, anda bisa menggunakan selotip.

7. Jangan gunakan kabel diameter kecil sebagai kabel arus utama

Seperti selang air, kalau air yang dialirkan volumenya besar maka tidak tepat kalau menggunakan selang kecil. Kita perlu selang dengan diameter besar.

Kalau pada kelistrikan, kabel yang kecil akan cepat panas apabila dialiri arus listrik berkapasitas besar. Sehingga rawan terjadi lelehan isolator kabel yang membuat kabel terkelupas.

Beban seperti lampu dan klakson akan lebih tepat kalau menggunakan kabel berdiameter lebih besar.

8. Cek kabel baterai dan stater, pastikan kencang

Mungkin anda pernah mengalami dimana kabel starter terbakar yang menyebabkan kunerja motor starter terganggu. Salah satu penyebabnya itu karena koneksi terminal stater dengan kabel aki kurang kencang.

Sementara itu, dinamo stater kita tahu sendiri sebagai beban listrik yang memakan arus cukup besar. Sehingga kalau koneksi kabel kurang kencang akan menimbulkan peningkatan suhu disekitar koneksi yang kendor dan berpotensi menimbulkan kebakaran.

9. Pastikan catalytic converter tidak mengenai karpet peredam, bila perlu pasang pelindung

Sesekali anda harus mengintip bagian bawah mobil. Lihat bagian catalytic converter, pastikan komponen ini posisinya terbebas tidak berdekatan dengan karpet peredam atau komponen lain yang mudah terbakar.

Bila perlu lengkapi juga catalytic converter dengan pelindung panas.

10. Cek selalu koneksi selang bahan bakar

Selang bahan bakar mobil dari tanki menuju mesin rata-rata terbuat dari bahan mika. Sehingga lebih ringan namun kuat untuk hanya sekedar mengalirkan bensin bertekanan sedang.

Namun bahan ini kurang kuat terhadap lekukan dan tumbukan benda keras. Kalau pecah, bensin akan bocor dan membasahi bagian mobil. Lalu resikonya sudah pasti kebakaran karena bensin itu bahan bakar utama mobil yang mudah terbakar.

Selain dari selang, cek juga sambungan (fitting) selang bensin dengan filter atau dengan pipa delivery pada mesin. Pastikan sambungan ini kencang dan tidak bocor.

11. Selalu service mobil secara rutin

Service berkala selain berfungsi menjaga performa mesin, juga bermanfaat untuk mencegah masalah seperti korsleting. Karena saat melakukan service berkala, semua sistem pada mobil akan mengalami pemeriksaan. Sehingga akan diketahui apabila ada kerusakan.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai cara mencegah mobil terbakar. Semoga bisa menambah wawasan kita.