Aki Motor Injeksi Tekor, Cek 3 Penyebab Sepele Berikut + Solusinya

Advertisement
Masalah aki yang tekor atau soak memang sudah sering sekali ditemui pada kendaraan tak terkecuali kendaraan seperti motor.

Efek aki yang tekor ini mungkin tidak terlalu terasa pada motor-motor berjenis underbone atau bebek. Namun pada jenis motor matic baru akan terasa efeknya. Bagi yang punya motor matic lalu akinya soak maka anda perlu turun dari motor, lalu menurunkan standar tengah, dan perlu dua atau tiga kali engkol.

Repot bukan ?

Apalagi pada motor injeksi, dimana semua kelistrikan mesin harus memerlukan suplai arus listrik.

Lantas apa yang menyebabkan aki tekor pada motor injeksi ?


1. Ada korsleting pada kabel body

Korsleting adalah hubungan antara arus positif langsung ke negative. Hubungan langsung ini akan membuat beda potensial kedua kutub baterai menjadi sama. Akibatnya tegangan aki langsung drop dengan waktu cepat.

Tegangan aki yang drop hingga dibawah 6 volt masuk dalam kondisi tekor karena tidak mampu memutar motor starter.

Terkadang korsleting ini terjadi pada lokasi yang tidak kita duga, contoh seperti yang sering dikeluhkan pengguna Honda Beat injeksi dimana tempelan kabel ke blok mesin cukup banyak ditemui.

Apabila kabel yang menempel ke mesin itu sampai terkelupas, maka kawat tembaga kabel dapat terhubung ke blok mesin yang merupakan masa atau negative dari aki. Sehingga memungkinkan terjadinya korsleting.

Untuk masalah ini, biasanya hanya masalah tegangan saja dan kondisi aki secara umum masih baik. Jadi solusinya cukup dengan mengisi ulang aki atau recharge.

2. Karena salah pemakaian

Menyalakan sepeda motor itu sangat mudah, kita tinggal menekan tombol start lalu mesin berhasil hidup dan motor bisa langsung dijalankan.

Namun ada beberapa kondisi dimana mesin motor mengalami susah start. Seperti yang sering terjadi pada Yamaha Mio J/Gt generasi pertama.

Saat kita melakukan start namun mesin tidak berhasil hidup, maka kita akan mengulanginya dengan kembali menekan tombol start hingga mesin hidup. Kalau dua kali start mungkin aki masing sanggup, namun kalau sampai 3 hingga 5 kali start mesin baru hidup itu akan berdampak pada aki motor anda.

Perlu diketahui, proses starting itu menyerap tenaga listrik yang cukup besar dari aki. Kalau ini dilakukan sampai berulang kali, maka tenaga listrik didalam aki akan diserap hingga hampir habis saat menghidupkan mesin.

Belum lagi dalam sehari motor bisa beberapa kali dihidupkan, pengisian aki pun berjalan lambat karena motor hanya hidup dalam beberapa menit dan jarang sampai 1 jam sebelum dimatikan kembali.

Pada satu titik aki motor akan mengalami drop voltage akibat input listrik tidak sebanding dengan output listrik.

Untuk urusan ini, biasanya menyerang pada elemen aki. Sehingga cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti air aki lalu di charge atau mengganti unit aki dengan yang baru.

Selengkapnya : Cara mudah ganti air aki basah motor & mobil

3. Faktor usia

Tak dipungkiri lagi bahwa aki itu memiliki batasan. Aki motor umumnya bisa bertahan hingga 5 tahun kalau pemakaian benar, namun lewat dari 5 tahun anda patut was-was karena aki bisa drop kapanpun.

Khususnya pada jenis aki kering yang sekarang marak digunakan pada motor injeksi, kalau aki drop atau tekor itu tegangannya dari semula 12 V bisa langsung turun ke 5 V. sehingga bisa menyebabkan system elektrik starter motor tidak bekerja.

Solusinya anda harus mengganti unit aki dengan yang baru, kalau bisa sesuaikan aki dengan kelistrikan motor anda. Maskudnya apabila ada banyak variasi lampu pada motor, pasti kebutuhan listriknya lebih besar. Untuk itu gunakan aki dengan AH (ampere hour) lebih besar. Label AH ini tertera pada body aki atau anda bisa menanyakannya langsung ke penjual aki ini.

Demikian artikel mengenai penyebab aki tekor pada motor injeksi, semoga bisa menambah wawasan kita.