2 Fungsi Penting Kiprok Pada Motor

Advertisement
Seperti judul yang tertulis diatas, kiprok pada sepeda motor ternyata memiliki fungsi yang cukup penting bahkan mengalahkan aki. Ini disebabkan karena kiprok merupakan komponen yang ada pada bagian pengisian arus listrik motor.

Sistem pengisian sendiri adalah rangkaian pengubah sebagian energi putar mesin menjadi energi listrik. Sehingga kebutuhan kelistrikan motor dari lampu hingga kelistrikan mesin dapat selalu terpenuhi dengan catatan kiprok ini masih normal.

Itulah mengapa kiprok dinilai cukup penting, kalau kiprok rusak biarpun aki motor baru tetap aki bisa soak. Karena aki hanya menampung arus listrik, kalau aki terus dipakai tanpa ada pengisian maka aki bisa soak dan motor bisa mogok.

Lantas, apa fungsi dari kiprok pada sepeda motor ?


Fungsi kiprok motor itu hanya ada dua yakni ;

  • Menyearahkan arus pengisian dari spull
  • Membatasi tegangan pengisian dari spull


1. Menyearahkan arus pengisian dari spull

Ada dua komponen utama sistem pengisian motor yakni spull dan kiprok. Spull berfungsi sebagai generator yang akan mengubah energi mekanik ke energi listrik menggunakan prinsip elektromagnetik.

Namun arus yang dihasilkan dari kiprok itu dalam bentuk “bolak-balik” atau AC (alternate current) sementara kelistrikan motor menggunakan arus searah atau DC (direct current). Oleh sebab itu kiprok akan berlaku sebagai rectifier atau penyearah arus listrik dari AC ke DC.

Bagaimana caranya ?

Kalau anda bedah komponen kiprok, maka anda akan melihat rangkaian dioda bridge. Dioda ini dapat memblok satu arah aliran listrik dan membuka ke arah lainnya. Sehingga arus yang bisa mengalir ke dioda itu hanya satu arah atau DC.

Baca pula warna kabel kiprok pada motor + artinya

2. Membatasi tegangan pengisian dari spull

Selain untuk menyearahkan arus listrik, kiprok juga berperan sebagai regulator atau pengatur tegangan pengisian. Mengapa tegangan pengisian perlu diatur ?

Ini karena tegangan listrik yang dihasilkan dari spull itu berbanding lurus dengan RPM mesin. Kalau RPM mesin rendah, otomatis tegangan dari spull juga rendah bahkan dibawah 12 V (itulah sebabnya lampu redup saat motor tidak digas). Namun kalau RPM mesin tinggi maka tegangan yang dihasilkan bisa melebihi 12 V. kita tahu sendiri kalau kelistrikan motor itu bekerja pada tegangan 12 V, kalau lebih maka lampu bisa gosong.

Dalam hal ini, kiprok akan membuang arus pengisian saat terdeteksi overcharge atau saat tegangannya melebihi 12 Volt. Sehingga semua komponen kelistrikan motor akan aman.

Apa yang terjadi kalau kiprok pada motor dilepas ?

Apabila komponen kiprok ini dilepas, kelistrikan motor tetap ada. Tapi anda perlu ingat, arus yang dihasilkan spull itu masih bolak-balik, sehingga kelistrikan motor yang harusnya DC berubah menjadi AC.


Tapi pada beberapa motor, ada yang menggunakan sistem kelistrikan AC. Contohnya pada Yamaha Vixion Lightning. Dimana lampu akan menyala secara otomatis saat mesin hidup.

Lampu ini dapat menyala, karena sumber arus dihubungkan langsung dari spull. Sehingga lampu dapat menyala saat mesin menyala dan terang redupnya, dipengaruhi oleh RPM mesin. Atau lampu akan redup saat idle RPM, namun lampu juga bisa terang saat motor digeber.

Apa yang terjadi kalau kiprok rusak ?

Karena komponen ini tersembunyi pada motor, maka saat terjadi kerusakan pun kita yang masih awam akan sedikit kesulitan dalam mendeteksinya. Tapi ada beberapa hal yang terjadi saat kiprok mulai rusak, antara lain ;

  • lampu redup, hal ini karena fungsi pembatas arus yang sudah kurang baik sehingga cenderung menghambat tegangan listrik dari spull
  • aki tekor, umur aki mungkin sampai 2 tahunan, tapi kalau belum 2 tahun lalu tekor mungkin itu pengaruh dari kiprok yang mulai rusak.
  • motor mogok tiba-tiba akibat kiprok putus sehingga kelistrikan motor pun terputus


Itu saja artikel singkat tentang fungsi kiprok pada motor, semoga bisa menambah wawasan kita semua.