9 Jenis Lampu Mobil Beserta Fungsinya Masing-Masing

Advertisement
Setiap mobil tidak hanya dilengkapi dengan satu lampu saja. Karena selain sebagai penerangan, lampu juga berfungsi sebagai pemberi isyarat untuk menunjang keselamatan berkendara.

Dan lampu-lampu mobil ini, juga memiliki regulasi tersendiri. Artinya kita tidak bisa mengganti lampu seenaknya tanpa memperhatikan fungsi dari lampu tersebut.

Misal untuk lampu rem itu harus bersinar merah karena menandakan “Stop”. Jadi kita tidak boleh mengganti lampu rem dengan sinar kuning apalagi biru. Selain lampu rem, apalagi jenis-jenis lampu pada mobil ?

Mari kita bahas diartikel berikut.

9 Jenis Lampu Pada Mobil



Ada 9 macam lampu pada eksterior mobil yang memiliki berbagai macam fungsinya masing-masing.

1. Lampu senja (lampu kota)

Lampu senja atau lampu kota adalah lampu yang membantu penglihatan pengemudi terhadap mobil didepannya saat cuaca tidak begitu cerah. Lampu kota ini, biasanya dihidupkan disiang hari pada saat cuaca mendung. Ini bertujuan untuk membantu pengemudi lain didepannya mengetahui bahwa ada mobil yang melintas.

Letak lampu senja, ada didalam lampu kepala. Lampu ini akan menyala pertama kali saat anda menekan saklar lampu utama.

Pada mobil modern, lampu senja sudah digantikan dengan perangkat DRL (daytime running light) yang umumnya menggunakan jenis lampu LED agar lebih futuristik dan hemat tenaga.

2. Lampu tail (stop lamp)

Stop lamp atau tail lamp, terletak pada bagian belakang mobil. Lampu ini akan menyala saat lampu senja menyala, artinya lampu tail dan lampu senja memiliki satu saklar. Fungsinya juga untuk membantu pengemudi lain dibelakang untuk menyadari keberadaan mobil.

Sinar lampu tail ini, berwarna merah tetapi agak redup (lebih redup dari lampu rem). Umumnya, lampu tail menggunakan bolam lampu dual filamen. Dimana satu filamen digunakan untuk lampu tail, dan filamen satunya dipakai untuk lampu rem.

Namun pada mobil modern, baik lampu tail atau rem sudah menggunakan rangkaian LED yang disusun menjadi garis lampu tertentu. Sehingga nampak lebih mewah dan futuristik.

Baca juga : Jenis-Jenis Bolam Lampu Pada Mobil

3. Lampu dekat (low beam)

Lampu dekat adalah lampu penerangan utama mobil yang berperan untuk menerangi area jalan didepan mobil. Dinamakan lampu dekat karena jangkauan sinar lampu cukup dekat, kira-kira dibawah 5 M. lampu ini dinyalakan saat mobil melintasi daerah ramai, daerah pemukiman, dan daerah yang memiliki pencahayaan cukup.

4. Lampu jauh (high beam)

Lampu jauh juga berfungsi sebagai penerangan utama mobil sama seperti lampu dekat, namun jangkauan high beam ini lebih jauh, bisa mencapai 10 M. sehingga lampu jauh ini sering dinyalakan ketika mobil melintasi jalan bebas hambatan, atau didaerah yang minim pencahayaan.

Bolam yang dipakai pada low beam dan high beam, umumnya satu bolam. Bolam yang digunakan biasanya berjenis halogen dual filamen. Dimana satu filamen digunakan untuk low beam, dan satu filamen lainnya digunakan untuk high beam. Untuk memperjauh jangkauan, ada tambahan reflektor didalam kotak lampu kepala.

Baca juga : rangkaian lampu kepala pada mobil dan motor

5. Lampu kabut (fog lamp)

Lampu kabut atau fog lamp berfungsi untuk menerangi area jalan yang berkabut. Sesuai namanya, lampu ini akan membantu pengemudi untuk melihat jalanan yang dipenuhi oleh kabut. Agar mampu menerangi permukaan jalan secara maksimal, fog lamp dipasangkan dibagian bumper bawah dengan sinar kuning terang.

Selain fog lamp depan, beberapa mobil juga dilengkapi dengan rear fog lamp dengan sinar merah terang. Fungsinya untuk memberi tanda ke pengemudi dibelakang terakait keberadaan mobilnya di area yang berkabut.

6. Lampu rem (brake light)

Fungsi lampu rem adalah untuk memberi sinyal ke pengemudi dibelakang bahwa mobil sedang mengerem. Lampu rem akan bersinar merah terang, lebih terang daripada lampu tail. Sehingga ketika lampu ini menyala, pengemudi dibelakang juga bersiap mengerem. Ini akan mencegah terjadinya miss communication antar pengemudi di jalanan.

Seperti yang dikatakan diawal, lampu rem biasanya menggunakan bolam yang tergabung dengan lampu tail. Ada yang menggunakan dual filamen, namun ada juga yang menggunakan single filamen. Untuk bolam dual filamen penjelasannya ada diatas.

Sementara untuk bolam single filamen, akan ada perbedaan tegangan yang mengalir saat lampu rem menyala. Artinya tegangan lampu rem itu lebih besar dari pada tegangan lampu tail. Sehingga sinar lampu juga akan ikut meningkat saat lampu rem diaktifkan.

7. Lampu sein (turn signal lamp)

Fungsi lampu sein adalah untuk memberi sinyal ke pengguna jalan lain bahwa mobil kita akan belok ke salah satu arah. Lampu ini akan bersinar kuning, karena itu identik peringatan dan kehati-hatian.

Lampu sein, dapat kedap-kedip karena ada flasher sebagai komponen tambahan yang akan menimbulkan efek flip-flop pada tegangan yang masuk ke lampu.

Baca juga : Rangkaian lampu sein pada kendaraan

8. Lampu Hazard

Tak jauh berbeda dengan lampu sein, lampu hazard juga merupakan lampu bersinar kuning yang berkedap-kedip. Tapi bedanya, lampu hazard akan mengedipkan keempat lampu sein (kanan kiri) secara bersamaan.

Fungsi lampu hazard adalah sebagai tanda bahaya, atau menandakan bahwa mobil sedang berada pada kondisi darurat. Lampu ini sering dinyalakan saat sebuah mobil mengantarkan seorang dalam kondisi gawat darurat, atau beberapa kondisi darurat lain.

9. Lampu mundur

Lampu mundur adalah lampu yang berfungsi sebagai penanda bahwa mobil akan bergerak mundur. Lampu ini terletak dibagian belakang mobil, dengan sinar kuning keputihan.

Lampu mundur, akan menyala secara otomatis saat kita memposisikan tuas transmisi ke posisi mundur.

Tambahan, Lampu kabin

Lampu kabin masuk ke salah satu jenis lampu pada mobil, namun lampu ini terletak didalam interior. Fungsinya untuk menerangi kabin mobil saat malam hari. Namun sinar lampu kabin ini berwarna kuning dan justru redup.

Ini disebabkan karena sinar lampu kabin yang terlalu terang dapat mengganggu pandangan pengemudi yang ada dibelakang mobil kita.