9 Penyebab Mobil Bergetar Saat Jalan + Solusinya

Advertisement
Kalau mobil anda terasa lebih bergetar dari biasanya, anda perlu waspada karena bisa saja komponen penting pada mobil anda sedang bermasalah.

Misalkan getaran pada mobil ketika jalan, bisa dikarenakan poros propeller yang bengkok. Tentu kondisi ini sangat berbahaya mengingat poros propeller itu berputar dengan RPM yang tidak rendah. Kalau bengkok apalagi sampai putus, bisa menyebabkan mobil terguling.

Namun gejala mobil bergetar tidak hanya terjadi karena faktor poros propeller, karena masih banyak komponen lain yang berpotensi menyebabkan mobil anda bergetar.

Diartikel ini, akan kita bahas secara mendalam semua komponen yang berpotensi menyebabkan mobil getar.

Penyebab Mobil Bergetar


jual engine mounting

1. Engine mounting rusak

Engine mounting adalah komponen yang menyangga mesin agar dapat berdiri di frame kendaraan. Setidaknya ada tiga buah engine mounting pada mesin (beberapa justru mempunyai empat buah) yang bertugas untuk menyangga mesin dan menjaga agar mesin tidak bergetar-getar saat menyala.

Pada engine mounting, terdapat karet peredam ditengahnya. Fungsi karet peredam ini adalah untuk meredam getaran pada mesin agar tidak sampai ke body mobil.

Namun, karena faktor usia dan panas mesin karet ini bisa sobek. Kalau demikian, getaran pada mesin bisa lebih besar dan bisa terasa hingga kedalam kabin.

Gejala awal, mobil akan sedikit bergetar ketika starter. Begitu pula saat awal akselerasi, mobil juga bergetar. Namun di RPM tinggi getaran mesin justru menghilang.

Untuk mengeceknya, coba anda goyangkan mesin menggunakan tangan. Kalau mesin mudah bergerak saat digoyangkan menggunakan tangan, maka itu tanda kalau salah satu engine mounting rusak. Solusinya dengan penggantian komponen.

2. Kampas kopling sangat tipis


service motor

Untuk mobil dengan manual transmission, kopling menjadi komponen penting. Tapi komponen ini pula sering menunjukan masalah. Seperti saat kampas kopling tipis.

Ketika kampas kopling tipis, maka akan ada getaran saat pedal kopling diangkat. Mungkin ketika pedal kopling dilepas sepenuhnya getaran akan hilang tapi begitu anda menekan kembali peda kopling dan melepasnya, getaran akan muncul diawal anda melepas kopling.

Ini merupakan tanda dari kampas kopling yang sudah tipis, anda harus segera menggantinya karena kalau tidak maka gejala seperti tenaga mesin ngempos, kopling sering selip akan muncul.

Baca juga : Rincian Harga dan Biaya Ganti Kampas Kopling Mobil

3. Permukaan kampas rem/piringan rem bergelombang


Sebenarnya masalah piringan rem yang tidak rata itu akan terasa gejalanya ketika direm, yakni mobil akan bergetar dan bunyi. tapi kalau kondisinya sudah parah, tidak direm pun getaran bisa muncul.

Ini terjadi khususnya pada kampas rem aftersales (bukan ori) terkadang ada beberapa pemilik mobil yang mengganti kampas rem ori dengan merk aftersales dengan alasan lebih bagus atau lebih murah. Tapi tidak semua kampas rem sesuai dengan bahan yang digunakan pada piringan rem.

Sehingga efek buruk seperti mobil bergetar pun akan muncul.

Selain dibagian kampas rem, baut kaliper yang kurang kencang atau baut braket kaliper yang kurang kencang juga menjadi salah satu faktor yang membuat mobil bergetar.

Baca juga : 5 Ciri Kampas Rem Mobil Habis

4. Bearing roda aus

Bearing roda atau laher berfungsi sebagai bantalan poros roda yang berputar dengan knuckle yang statis. Bantalan roda ini menggunakan serangkaian bantalan jarum dengan bentuk tirus. Kalau semua bantalan didalam bearing roda baik, maka bearing roda bisa berfungsi dengan normal.

Tapi kalau salah satu bantalan jarum ini bermasalah (misal aus atau bengkok) maka kinerja bearing juga ikut bermasalah. Sehingga mobil akan bergetar dan bunyi saat jalan. Getaran dan bunyi ini pun semakin terdengar kalau kecepatan mobil bertambah.

Untuk solusinya, anda perlu mengganti bearing roda. Tapi sebelum mengganti bearing roda, anda juga perlu cek kondisi pelumasnya. Karena bisa jadi masalah getar itu karena bearing roda kurang pelumas. Kalau ini masalahnya, anda tinggal melumuri bearing dengan grease secukupnya. Pastikan permukaan bearing bersih dari air dan debu.

5. Poros propeller bengkok


img : marinehowto.com

Seperti yang kita sebut diawal artikel, poros propeller yang bengkok akan sangat bahaya resikonya. Tapi apakah poros berbahan besi ini bisa bengkok ?

Tentu bisa, apalagi kalau mobil sering membawa beban yang berat. Kebengkokan poros propeller itu kasap mata artinya hanya bisa dilihat menggunakan alat ukur. Hal itu dikarenakan kebengkokan poros propeller itu menggunakan satuan milimeter.

Meski demikian, kebengkokan poros propeller 1 milimeter saja sudah bisa membuat mobil bergetar.

Solusinya juga perlu penggantian kalau kondisinya sudah benar-benar parah, tapi kalau kebengkokan masih kecil, mungkin di press masih bisa.

6. Bearing poros propeller dan universal joint aus

Untuk mobil RWD menggunakan poros propeller untuk menyambungkan putaran output transmisi ke gardan. Tapi sumbu antara transmisi dengan gardan itu selalu berubah-ubah karena transmisi ikut ke body dan gardan ikut ke roda (terubah-ubah oleh gerakan suspensi).

Sehingga diletakanlah dua buah universal joint. Meski sudah diberi universal joint, tetap saja getaran pada mobil RWD lebih terasa dibandingkan mobil FWD. apalagi kalau bearing pada universal joint bermasalah. Tentu getarannya akan semakin besar.

Kalau anda terbiasa menggunakan mobil FWD dan mencoba mobil RWD mungkin akan ada sedikit getaran (khususnya di kecepatan tinggi) dan itu masih wajar. Tapi kalau getaran yang dirasa lebih besar dibandingkan biasanya berarti ada masalah.

Untuk mengetahui apakah poros propeller atau universal joint bermasalah, anda tinggal merasakan sumber getaran. Kalau sumber getaran berasal dari bagian bawah tengah mobil berarti kedua komponen itu yang beresiko rusak.

7. Gardan bermasalah


jual kampas kopling

Koneksi antara dua roda gigi pasti akan menimbulkan getaran dan bunyi. oleh sebab itu ada oli didalam roda gigi tersebut. Namun kalau kondisi roda gigi sudah sama-sama aus, tentu meski diberi pelumas terbaikpun tetap saja menimbulkan getaran.

Inilah yang terjadi pada gardan, kalau kondisi mata gigi semua gigi didalam gardan aus maka bunyi dan getaran dari bagian belakang tengah akan terasa.

Solusinya, anda perlu mengganti mata gigi yang dinilai mengalami kerusakan. Atau masalah ini bisa karena oli didalam gardan belum pernah diganti.

Meski sepele, oli didalam gardan juga perlu diganti. Intervalnya sekitar 40 ribu KM. kalau sampai 100 ribu KM belum pernah diganti, wajar saja kalau timbul getaran.

8. Ban bergelombang/tidak balance

Kondisi ban sangat berpengaruh terhadap handling dan performa mobil. Jangankan bergelombang, ban dengan spek yang kuran tepat saja bisa menimbulkan efek samping pada mobil. Apalagi pada ban yang bergelombang ?

Selain ban yang bergelombang, velg yang kurang balance juga bisa menyebabkan mobil bergetar di RPM tertentu (biasanya di RPM tinggi).

Untuk solusinya, kalau ban bergelombang maka ganti ban tersebut dengan yang baru. Untuk velg, anda bisa balancing velg (beserta roda baru) ke bengkel spooring balancing.

9. Salah satu busi mati


Busi itu pemantik pada mesin bensin, tanpa busi mesin bensin tidak dapat menyala. Pada mobil, umumnya terdapat empat buah busi kalau salah satu mesin mati maka mesin akan pincang. Kondisi mesin pincang ini akan menyebabkan getaran mesin lebih besar karena tidak seimbang.

Sehingga efeknya, getaran tersebut sampai kedalam kabin. Meski demikian, kalau kita gas sampai RPM tinggi maka getaran itu semakin hilang.

Baca pula : Prosedure perawatan busi mobil

Untuk mengeceknya, coba hidupkan mesin pada posisi idle. Lalu perhatikan kinerja mesin, kalau mesin cenderung bergetar dengan suara yang tidak seimbang maka salah satu busi mati. Anda bisa mengganti salah satu busi tersebut atau main amannya mengganti semua busi.