Mesin Mobil Bunyi Nging, Cek 3 Penyebab Berikut

Advertisement
Bunyi bunyian pada mesin bisa menandakan ada kerusakan pada salah satu komponen mesin, seperti bunyi yang terdengar seperti siulan (nging). Bunyi seperti ini bisa mengindikasikan adanya kerusakan pada laher pulley atau dibagian alternator.

Tapi anda tak perlu risau dulu karena bisa saja bunyi yang anda dengar ini bunyi yang normal. Jadi bagaimana cara mengecek penyebab mesin mobil bunyi nguing dan bagaimana cara mengatasinya ?

Mari kita bahas

Penyebab Mesin Bunyi Nging


1. Kerusakan bearing/laher pulley

Kalau anda lihat dibagian depan mobil, anda akan melihat lilitan belt yang menghubungkan banyak sekali pulley-pulley.

Ketika bearing salah satu pulley mengalami keausan, maka akan menimbulkan bunyi dari mulai bunyi gesekan, bunyi mendengung hingga bunyi nging sesuai material bearing.

Jadi hal pertama yang bisa menyebabkan mesin mobil anda bunyi adalah karena bearing atau laher salah satu pulley pada mesin mengalami keausan.

Tapi yang sulit itu mendeteksi pulley mana yang mengalami keausan. Karena setidaknya ada 5 pulley pada mesin, dari pulley crankshaft, pulley alternator, pulley pompa power steering, pulley kompresor, idler dan tensioner.

Jadi langkah untuk mendeteksinya,

  • Dalam kondisi mesin hidup buka kap mesin dan dengarkan dari area mana bunyi itu berasal
  • Kalau anda yakin bunyinya dari area belt anda harus memastikan pulley mana yang bunyi
  • Caranya bisa menggunakan obeng magnet, anda tingga menempelkan ujung obeng didekat pulley (dibagian blok silinder) lalu tempelkan ujung lainnya ke telinga. Jadi ini seperti stetoskop namun yang dideteksi adalah bunyi dari mesin.
  • Cek semua pulley pada mesin, nanti anda akan menemukan ada satu area yang memiliki bunyi paling jelas. Maka pulley itulah yang paling mungkin mengalami kerusakan.


Secara umum masalah ini tidak berbahaya karena tidak berhubungan langsung dengan kinerja mesin, jadi anda sebenarnya cukup mendeteksi sampai di kap mesin. Kalau anda yakin bunyinya berasal dari bagian belt dan intensitas bunyi tersebut semakin keras ketika mesin digas, maka itu memang berasal dari salah satu pulley.

Untuk mengatasinya harus diganti atau kalau kondisi bearingnya kering, cukup diolesi grease.

2. Kerusakan dioda rectifier pada dinamo ampere

Dioda rectifier adalah komponen untuk mengubah arus AC menjadi DC. Mungkin beberapa dari anda ada yang belum tahu, kalau dinamo ampere mobil sebenarnya menghasilkan arus AC sementara kelistrikan mobil menggunakan arus DC.

Sehingga perlu ada komponen penyearah seperti dioda rectifier.

Pada beberapa kasus, komponen elektronik ini mengeluarkan bunyi nging ketika mengalami gangguan. Tapi bunyinya hanya terdengar ketika mesin idle. Sementara saat digas, bunyinya tersamar bunyi mesin.

Untuk memastikannya lagi, dalam kondisi mesin menyala buka kap mesin dan pastikan kalau bunyi nging yang anda dengar seperti bunyi barang elektronika. Pastikan juga kalau sumber bunyinya berasal dari bagian dinamo ampere.

Setelah itu, matikan mesin dan coba lepas soket dinamo ampere. Hidupkan lagi mesin, kalau bunyinya hilang maka sudah pasti itu berasal dari rectifier.

Tapi ketika sudah tahu bahwa rectifiernya rusak, segera matikan mesin dan panggil tukang service dinamo. Hal itu karena dikhawatirkan pengisian aki tidak berjalan sehingga kalau dipaksakan jalan bisa jadi mogok di tengah jalan.

3. Bunyi nging dari kipas pendingin yang berputar dalam kecepatan tinggi

Bunyi nging ini juga bisa berasal dari kipas pendingin yang menyala dalam kondisi high speed. Contohnya ketika anda sedang ngebut di jalan tol, maka kipas lebih sering berputar di kecepatan tinggi. Namun harusnya bunyi ini tidak terlalu terdengar di kabin.

Kecuali kalau anda berada didepan mobil dalam kondisi mesin hidup dan panas, maka anda akan mendengarkan bunyi nguing dari kipas pendingin ini.

Bunyi ini normal selama bunyi yang didengar itu halus, tapi kalau bunyinya melengking maka itu bisa menandakan ada kerusakan pada laher kipas pendingin.

Ciri bunyi nguing karena kerusakan laher kipas pendingin, bunyinya hanya terdengar kadang-kadang saja karena bunyinya hanya muncul saat kipas nyala. Sementara kipas pendinging mobil itu nyala hanya saat suhu mesin panas.

Jadi untuk mendeteksinya, buka kap mesin dalam kondisi mesin hidup dan AC nyala. Lalu perhatikan kinerja kipas, ketika kipas nyala dan bunyi nging terdengar maka itu berarti laher kipas rusak. Solusinya, harus diganti baik diganti lahernya atau diganti satu set kipas.

Sama seperti point pertama, ini juga tidak terlalu berbahaya selama kipas masih berputar dengan normal. Tapi kalau bunyi itu sampai menghambat putaran kipas baru itu berbahaya.