Ini Yang Menyebabkan Rantai Motor Bunyi Kletek Kletek

Advertisement
Saat sedang mengendarai sepeda motor kita sering mendengar suara berisik pada rantai motor. Suara itu kurang lebih terdengar seperti ini “kletek-kletek”. Tentu suara itu membuat motor kita terasa tidak nyaman.

Kira kira apa yang menyebabkan rantai motor mengeluarkan bunyi seperti itu dan bagaimana cara memperbaikinya ?

Masalah ini akan kita bahas secara mendalam.

Penyebab Rantai Bunyi Kletek Kletek


Ada beberapa hal yang menyebabkan rantai motor kita berbunyi, antara lain ;

1. Rantai kendor dan tidak distel


Ini yang paling sering menjadi penyebabnya, rantai motor yang terbuat dari logam akan mengalami pengendoran secara berangsur-angsur. Apalagi, dalam kinerjanya rantai akan terus tertarik sehingga lama kelamaan panjang rantai bisa bertambah.

Tapi yang membuat rantai berbunyi itu bukan karena pemuaiannya melainkan kita selaku pemilik motor tidak melakukan penyetelan gerak bebas rantai.

Rantai yang memuai atau bahasa lainnya “molor” itu merupakan hal yang wajar pada motor-motor tipe manual transmission. Oleh sebab itu, roda belakang motor dibuat dengan ada adjuster atau penyetel yang dapat memajukan atau memundurkan posisi roda belakang.

Adjuster itu berfungsi sebagai penyetel jarak bebas rantai.

Bagaimana cara menyetelnya, anda cukup kendorkan mur roda (jangan sampai lepas cukup kendorkan) lalu putar mur adjuster searah jarum jam, maka roda belakang motor akan semakin ke belakang. dan itu akan membuat rantai semakin kencang.

Intinya, dalam penyetelan rantai motor jumlah putaran mur adjuster kiri dan kanan harus sama. Lebih detailnya bisa anda simak pada artikel berikut panduan menyetel rantai sepeda motor.

2. Ada kotoran disekitar rantai

Kotoran entah itu debu, tanah, yang menempel pada rantai motor bisa membuat rantai berisik. Karena kotoran ini akan mengganjal gerakan rantai dengan gear.

Tapi mengapa kotoran itu bisa menempel pada rantai ?

Itu bisa karena motor menerjang genangan air, sehingga lumpurnya terbawa ke rantai. Atau bisa juga karena penggunaan oli sebagai pelumas, oli mesin disamping bagus untuk melumasi tapi juga mengundang debu untuk menempel.

Sehingga kalau rantai motor dilumasi menggunakan oli, maka debu jadi lebih mudah menempel pada rantai. Hasilnya rantai justru berbunyi.

Untuk mengatasi ini anda cukup membersihkan rantai motor.

Tapi kalau bisa gunakan cairan pembersih rantai yang bisa anda dapatkan di toko spare part. Cairan ini cukup mudah dan ampuh membersihkan segala kotoran pada rantai, tapi kalau tidak ada anda bisa gunakan solar atau bensin, kalau tidak ada juga anda bisa gunakan air sabun.

3. Rantai motor karatan


Rantai motor yang berkarat tidak Cuma menimbulkan bunyi tapi juga rentan putus. Oleh sebab itu ketika anda menemui bagian rantai motor yang karatan lebih baik ganti rantai dengan yang baru.

Cara mudah untuk mencegah rantai supaya tidak karatan adalah dengan menyemprotkan chain lube saat kondisi rantai kering. Jadi jangan semprotkan terus tapi hanya saat kondisi rantai kering.

Cairan ini tidak hanya berfungsi sebagai pelumas tapi juga berfungsi sebagai anti karat, dan licin terhadap debu sehingga tidak mengundang debu untuk menempel.

4. Gear rantai sudah lancip (aus)

Ketika rantai sudah distel, rantai sudah kinclong, sudah diberi chain lube pula namun bunyinya masih tetap muncul, besar kemungkinan gear rantai aus.

Kondisi ini akan membuat koneksi rantai dengan gear menjadi kurang klop sehingga ada getaran-getaran yang menimbulkan bunyi.

Untuk mengeceknya, anda bisa lihat ujung mata gigi pada gear rantai. Kalau sudah tidak rata satu sama lain, maka gear sudah aus dan harus diganti.