3 Ciri Pompa Power Steering Mobil Anda Rusak + Solusinya

Advertisement
Ada banyak masalah yang berkaitan dengan sistem power steering mobil salah satunya pada sektor pompa.

Namun gejala yang ditimbulkan biasanya samar-samar, artinya apa pompanya memang rusak atau rack steernya yang rusak gejalanya bisa sama saja.

Oleh sebab itu, ketika anda merasakan ada yang beda pada sistem power steering mobil anda, anda perlu mencari referensi sebanyak mungkin tentang power steering terutama kerusakan dibagian pompa power steering. Sehingga nantinya tidak ada salah estimas.

Dibawah akan kami berikan sedikit referensi tentang ciri yang mungkin dialami saat ada kerusakan pada unit pompa power steering beserta cara mengatasinya.

Ciri Ciri Pompa Power Steering Rusak


Secara umum, hanya ada tiga tanda apabila pompa power steering mobil rusak yakni ;

  • Setir berat
  • Bunyi dengung
  • Suara kasar/ngorok saat setir dioperasikan


Meskipun ada tiga, anda tak perlu menunggu ketiga tanda tersebut untuk muncul bersama-sama. Artinya segera lakukan perbaikan apabila muncul salah satu tanda.

Lalu bagian apa yang mengalami kerusakan ?

1. Seal pompa


Pompa power steering itu memompa fluida yang notabene fluida itu zat cair. Sehingga seal ini sangat amat diperlukan dalam pengoperasian pompa power steering. Fungsinya untuk menjaga supaya fluida atau minyak power steering tidak bocor saat mengalir dari satu bagian ke bagian lain.

Didalam pompa power steering sendiri tidak hanya ada satu seal tapi ada beberapa seal yang apabila salah satunya rusak maka minyak power steering bisa bocor sehingga menimbulkan bunyi ngorok hingga setir berat.

Jadi ketika anda merasakan power steering bunyi atau berat, coba cek reservoir oli power steeringnya apa kurang atau tidak. Kalau kurang, cek bagian pompanya terutama bagian sambungan pompa dengan selang, bagian sambungan pompa, dan bagian rotor pompa.

Biasanya kebocoran oli power steering akan meninggalkan bekas rembesa. Kalau ternyata tidak ada rembesan, cari kebocoran tersebut dikomponen lainnya entah diselang atau rack gear. Kalau ternyata rembesannya ada dikomponen selain pompa maka pompa aman.

2. Rotor pompa aus


Rotor pompa ini berfungsi seperti baling-baling yang mendorong minyak power steering supaya bisa mengalir ke steering rack untuk meringankan setir. Ketika rotor ini bermasalah atau baling-baling pada rotor sudah aus maka tekanan pompa menjadi kurang maksimal.

Sehingga setir akan terasa lebih berat.

Jadi, ketika anda merasa setir lebih berat dari biasanya cek reservoir pompanya pastikan minyak rem tidak kurang. Lalu putar setir dibarengi dengan mengegas mesin. Apabila ada perbedaan tingkat keringan setir maka itu tanda kalau rotor pompa sudah aus.

Lalu apa harus diganti satu unit pompanya atau hanya bagian tertentunya saja ?

Sebenarnya kita bisa mengganti hanya part yang rusaknya saja seperti sealnya dan rotornya saja. Tapi hanya ada sedikit bengkel yang berani melakukan hal ini, biasanya bengkel-bengkel spesialis power steering yang memang sudah berpengalaman.

Itu disebabkan pompa power steering cukup sensitif, jadi mengganti part didalam pompa power steering yang rusak tidak menjamin masalah hilang.

Jadi untuk lebih amannya, ganti unit pompa. Kalau urusan harga, memang mahal kecuali anda beli yang copotan mobil lain atau yang KW.