Bagaimana Proses Terbentuknya Kabut ?

Advertisement

Saat kita melintasi daerah pegunungan di malam hingga pagi hari, kita sering menemukan kabut yang kadang mengganggu jarak pandang kita.

Tapi anda penasaran nggak sih, kabut ini sebenarnya apa dan bagaimana kabut bisa tiba-tiba muncul ?

Nah artikel ini akan menjelaskan secara tuntas proses pembentukan kabut.

img flickr.com

Kabut adalah awan di dekat permukaan

Jadi, kabut itu bisa dibilang seperti awan. Tapi bedanya, kabut itu ada didekat permukaan sementata awan terbentuk di langit.

Kenapa saya bilang kabut itu seperti awan ?

Karena baik awan atau kabut sama-sama tersusun dari tetesan air dengan ukuran yang sangat mikro.

Tetesan air ini berasal dari molekul air yang terkandung di udara yang mengalami pendinginan.

Jadi, kalau kita mempelajari bagaimana hujan itu terjadi, sebenarnya prosesnya hampir sama.

Dimulai ketika panas matahari menyinari daerah perairan. Maka suhu udara sekitar perairan tersebut naik, dan beberapa molekul air yang ada dipermukaan juga menguap.

Ini namanya proses evaporasi, saat proses ini terjadi, udara yang suhunya meningkat akan lebih mengembang sehingga udara tersebut mampu menampung lebih banyak molekul air dalam bentuk uap.

Jadi, air yang menguap itu ditampung oleh udara yang sudah mengembang hingga kondisinya jenuh. sehingga uap air mampu berpindah bersama udara.

Udara jenuh merupakan sebutan bagi udara yang menyimpan uap air hingga batas maksimalnya. Jadi misal suhu udara ini 30 derajat celcius, maka uap air yang terkandung sekitar 30 gr/m3.

Nah, selanjutnya udara yang berisi uap air tersebut mengalami pergerakan.

Ketika udara hangat tersebut melewati daerah yang bersuhu rendah, khususnya dipegunungan atau dimalam hari.

Suhu udara otomatis turun, sementara saat suhu udara turun, udara akan mengempis sehingga daya tampung airnya juga turun.

Udara dengan suhu 20 derajat celcius hanya mampu menampung 17 gr/m3 uap air.

Jadi, saat udara menjadi dingin ada uap air yang keluar dari udara. Uap air yang keluar ini tidak lagi berbentuk uap tapi sudah berbentuk tetesan air dengan ukuran yang bervariasi.

Apabila ukuran tetesan sekitar 0.5 mm, maka itu akan menjadi embun. Kalau ukuran tetesannya super mikro, maka tetesan air tersebut tidak akan jatuh kebumi dan dapat melayang seperti debu.

Tetesan air yang melayang di dekat permukaan tanah inilah yang kita kenal sebagai kabut.

Jadi kesimpulannya,
  • kabut adalah tetesan air yang ukurannya sangat kecil sehingga mampu melayang diudara.
  • Kabut hanya terbentuk ketika udara hangat yang jenuh berada di wilayah bersuhu dingin, semakin besar perbedaan suhunya maka semakin besar tebal pula kabut yang terbentuk.

Kabut akan hilang, ketika suhu udara disekitar kabut naik. Suhu udara yang naik, meningkatkan daya simpan airnya. Jadi tetesan air pada kabut dapat kembali terserap oleh udara sehingga kabut dapat menghilang.

Itulah sebabnya, kabut sering terjadi diwilayah pegunungan pada dini hari hingga siang hari.