Showing posts with label Tire and Suspension. Show all posts

3 Jenis Velg Sepeda Motor Yang Umum Digunakan Di Indonesia

Apabila anda mengikuti perkembangan kendaraan roda dua di Indonesia, mungkin anda akan menyadari kalau dulu motor itu kebanyakan menggunakan velg jari-jari tapi motor-motor sekarang hampir semuanya sudah dibekali velg racing dari pabrikan.

Lalu, kira-kira apa tujuannya ? apa kelebihan dan kekurangan baik velg jari-jari dan velg racing ?

Ternyata memang benar, setiap jenis velg memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka dari itu, kita bahas saja secara rinci jenis-jenis velg beserta karakter dan kelebihannya masing-masing.

Macam Macam Velg Motor


Ada tiga jenis velg sepeda motor yang umum digunakan di Indonesia, yakni ;

1. Spoke wheel



Spoke wheel adalah nama teknis dari velg jari-jari, dari penampakannya saja seperti tidak perlu dijelaskan secara panjang lebar, karena memang bentuknya sangat khas dengan jari-jari yang menghubungkan bagian rim dengan poros roda.

Kelebihan velg jari-jari antara lain ;

  • memiliki bobot yang ringan, karena mayoritas berat ada dibagian rim (lingkaran velg), sementara jari-jari memiliki bobot cukup ringan.
  • Harganya cukup murah, sehingga untuk motor yang masih menggunakan velg jari-jari sebagai velg bawaan pasti harganya lebih murah dari pada versi CW.
  • Bisa distel ulang, apabila velg kurang balance maka velg bisa distel menggunakan alat khusus dan tidak perlu mengganti velg baru.


Namun ada kekurangannya, velg ini memiliki desain yang bagi sebagian orang membosankan dan kurang sporty. Jadi tak heran, saat ini model jari-jari mulai ditinggalkan oleh pabrikan motor.

2. Cast wheel

Tipe kedua adalah velg CW atau kira sering menyebutnya sebagai velg racing. Velg CW adalah velg yang terbuat dari bahan baja tuang, artinya dari bagian rim (lingkaran velg) sampai bagian center velg dibuat menyatu dengan proses cor.

Hasilnya velg terkesan lebih solid dan karena menggunakan proses cor (pencetakan logam) maka bentuk atau style velg bisa diatur sesuka hati ingin seperti apa.

Kelebihan velg CW antara lain ;

  • Kuat karena menggunakan bahan baja yang di cor.
  • Desain lebih sporty.


Sementara kekurangannya, velg CW memiliki bobot lebih berat daripada velg jari-jari sehingga akselerasi motor bisa sedikit terhambat.

Lalu apa velg CW bisa distel ulang ?

secara teknis tidak karena desainnya sudah solid, namun apabila kurang balance velg bisa dipress agar lebih balance.

3. U shape rim (velg setengah lingkaran)



Dikalangan drag racer dan anak muda, jenis velg setengah lingkaran menjadi primadona untuk melakukan costum motor mereka.

Lalu apa sebenarnya velg setengah lingkaran itu ?

Pada dasarnya jenis ini sama seperti jenis yang pertama (red : spoke wheel) namun bentuk rim atau lingkaran velg sudah disederhanakan lagi menjadi seperti bentuk huruf U atau setengah lingkaran. Selain itu, bahan velg juga umumnya diganti menggunakan aluminium.

Kelebihan velg ini ada pada bobotnya yang paling ringan, karena bahan aluminium merupakan logam yang memiliki berat ringan.

Sementara kelemahannya, ada pada kekuatan velg itu sendiri. Terutama saat terkena benturan yang keras, velg sangat berpotensi bengkok bahkan patah. Selain itu, handling motor khususnya dijalan berlubang akan sangat tidak enak.

Sehingga penggunaan velg setengah lingkaran ini hanya terbatas pada keperluan drag race dan tidak direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari.

Mungkin itu saja artikel singkat tentang jenis velg beserta penjelasannya semoga bisa menambah wawasan kita semua.

5 Perbedaan Ban Bias dan Ban Radial

Dilihat dari konstruksinya, ban dibedakan menjadi dua tipe yakni ban dengan konstruksi radial dan ban bias. Keduanya memang terlihat sama secara sekilas, tetapi kalau kita bedah lebih dalam kita akan menemukan kalau kedua ban ini memiliki perbedaan.

Selain konstruksi ban yang berbeda, kelebihan dan penggunaan ban bias dan radial juga berbeda. Jadi silahkan simak artikel dibawah agar kita bisa tahu untuk apa ban bias dan untuk apa ban radial.

Perbedaan Ban Radial dan Bias


Secara umum, perbedaan kedua tipe ban ini hanya pada struktur benang. Tetapi, kami tuliskan 5 itu termasuk perbedaan performanya.

1. Struktur benang

Ban pada dasarnya dibuat dari beberapa lapisan, ada lapisan belt yang merupakan rangka ban, ada sidewall yang merupakan bagian samping ban, dan lapisan tread yang merupakan permukaan ban. Struktur benang ini, ada pada lapisan belt selaku rangka atau komponen pembentuk ban.

Pada ban tipe radial, bentuk struktur benang lurus dari sisi kanan ke sisi kiri. Dengan kata lain, serat benang yang melingkar ini hanya terdiri dari satu arah.

Sementara ban tipe bias, memiliki bentuk benang saling menyilang. Sehingga benang-benang tersebut kalau diamati akan membentuk sudut sekitar 40 – 60 terhadap sumbu roda.

2. Ketebalan ban

Serat benang pada ban radial, terbuat dari serat baja lentur. Akibatnya, lapisan pada belt ini tidak perlu tebal karena serat baja ini memiliki ketahanan yang baik. Sehingga ban radial memiliki ketebalan yang lebih tipis.

Sementara ban bias, terbuat dari serat nylon atau polyester. Dimana serat tersebut tak sekuat serat baja sehingga bagian belt roda dibuat dengan beberapa lapis. Hal ini menyebabkan ketebalan ban menjadi lebih tebal.

3. Daya cengkram

Secara umum, daya cengkram ban itu dipengaruhi oleh bentuk dari tread atau pola permukaan ban. Namun konstruksi ban juga sedikit berpengaruh terhadap daya cengkram ban. Untuk ban radial dengan serat baja lentur memiliki daya cengram lebih baik terhadap jalan karena secara umum ban lebih lentur.

Sementara pada ban bias yang memiliki serat ban tebal, daya cengkram ban sedikit dibawah ban radial.

4. Pemakaian

Ban radial dengan bentuk ban tipis, memiliki daya cengkram baik dan ringan cocok digunakan untuk sepeda motor dan kendaraan-kendaraan ringan.

Sementara ban bias dengan tipikal serat tebal, sangat cocok dipakai pada kendaraan berbobot seperti mobil-mobil komersial, bus dan truk.

Apabila ban radial digunakan pada kendaraan berbobot besar, maka bagian sidewall ban yang tidak kuat. Hal ini berkaitan dengan lapisan ban radial yang tipis, sebaliknya kalau ban bias dipakai pada kendaraan-kendaraan ringan maka akan handling kurang dan kenyamanan juga kurang karena ban lebih keras dan berat.

5. Fleksibelitas

Secara umum, ban radial lebih fleksibel karena memiliki lapisan yang tipis. Meski memiliki lapisan ban tipis, ban tidak bocor karena dibagian permukaan utama ada beberapa layer pelapis ban. Jadi untuk ban radial, bagian sidewall atau samping saja yang terlihat tipis.

Sementara ban bias, seluruh lapisan ban baik permukaan utama dan sidewall memiliki serat berlapis. Sehingga kurang fleksibel. Sebenarnya fleksibelitas ban diperlukan untuk kenyamanan, tetapi untuk kendaraan berbobot berat mungkin fleksibelitas akan dinomor duakan demi ketahanan ban.

Jadi, kesimpulannya

Ban radial dan ban bias merupakan ban yang memiliki penggunaan yang berbeda. Ban radial digunakan pada kendaraan-kendaraan ringan, sementara ban bias digunakan pada kendaraan-kendaraan berat.

Sekian artikel tentang perbedaan ban bias dan radial, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

5 Ciri Ban Mobil Anda Kempes, Patut Waspada !!

Salah satu indikator untuk mengecek kondisi keselamatan kendaraan adalah dibagian ban. Ban mobil harus dalam keadaan prima dengan tekanan angin yang sesuai.

Pada kenyataannya, pengemudi sering tidak mengetahui bahwa tekanan angin ban mobilnya berlebih atau kurang. ini dikarenakan untuk mengecek tekanan angin ban, perlu tire pressure gauge yang tak banyak orang memilikinya.

Sehingga, entah ban kempes atau tidak kita para pengemudi tetap jalan saja. Namun, anda patut waspada. Karena berkendara dengan ban kempes juga akan menimbulkan beberapa resiko.

Akibat ban mobil kempes namun tetap dipaksa jalan

  • Bagian samping ban akan retak
  • Kecepatan mobil terhambat
  • Konsumsi BBM meningkat
  • Resiko pecah ban


Apa hubungannya ban kempes dengan kecepatan mobil apalagi konsumsi BBM ?

Saat ban mobil kempes, maka bagian permukaan yang menyentuh jalan akan melebar karena tekanan dari berat body mobil. Sehingga luas penampang ban yang menyentuh aspal itu lebih lebar dari normalnya.

Semakin lebar penampang ban yang menyentuh aspal akan menyebabkan mobil lebih berat, sehingga mobil akan terasa lebih berat dan butuh ekstra bensin.

Lalu, apa tandanya bahwa ban mobil kita kempes ?

Ciri Ciri Ban Mobil Kempes

img : rubonit.be

1. Ban terasa lebih empuk

Perbedaan ban overpressure dengan ban underpressure bisa kita rasakan pada kenyamanannya. Kalau tekanan angin berlebihan, maka ban akan terasa keras sehingga berkendara juga terasa lebih kasar. Sebaliknya, saat ban kempes maka berkendara akan terasa lebih empuk (spongy).

2. Terdengar sedikit suara gemuruh saat mengemudi

Suara gemuruh ini disebabkan karena permukaan karet ban kempes yang menyentuh aspal. Sebenarnya, entah kempes atau tidak ban tetap terdengar suara gemuruh. Namun kalau ban kempes, suara gemuruh itu bisa terdengar hingga kabin karena permukaan ban yang menyentuh aspal itu lebih lebar.

3. Saat melintasi gundukan terasa keras

Ciri berikutnyam bisa anda rasakan ketika melewati polisi tidur atau gundukan atau jalan tidak rata. Ban yang kempes, itu tidak bisa memberi toleransi terhadap benda yang mengenainya. Artinya apabila anda melewati gundukan, maka bagian permukaan ban dalam bisa bersentuhan dengan velg.

Inilah yang menyebabkan berkendara terasa keras, serta berpotensi membuat ban bocor.

4. Mobil terasa lebih berat

Seperti yang ditulis diatas, ban yang kempes memiliki permukaan yang menyentuh aspal lebih lebar. Artinya, semakin lebar ban semakin berat pula mobil. Sehingga, dengan mesin yang sama maka kecepatan mobil akan sedikit terhambat dari biasanya.

5. Steer mobil kadang belok dengan sendirinya

Mungkin anda pernah merasakan hal ini, apabila salah satu ban depan mobil kempes maka kemudi mobil cenderung balik kesalah satu arah. Apabila ban depan kiri yang kempes, maka setir bisa balik kekiri sendiri. Begitu pula sebaliknya.

Saran kami, apabila anda menemui salah satu dari 5 gejala diatas segera pinggirkan mobil dan lihat secara visual. Apakah ada salah satu ban yang kempes.

Apabila ada ban kempes, segera cari pom bensin atau tukang tambal ban untuk mengisi angin ban. Apabila anda memaksakan, kemungkinan resiko yang disebutkan diatas akan anda alami.

Mungkin itu saja tips tentang tanda ban mobil kempes. Semoga menambah wawasan kita semua.

Ban Depan Mobil Miring, Ternyata Normal Bro,, Ini Penyebabnya

Saat kita menengok mobil dari sisi depan, tak jarang kita menemui kondisi ban depan yang tidak vertikal alias miring. Kita yang masih awam pun bingung, mengapa ban mobil bisa miring seperti itu dan apa efek serta penyebab ban mobil bisa demikian ?

Untuk membahas masalah ini, anda bisa simak bahasan dibawah ini.

Penyebab Ban Mobil Miring


Ternyata, ban mobil yang miring dilihat dari depan itu namanya camber. Camber sendiri merupakan sudut kemiringan roda yang dilihat dari bagian depan mobil. Dan sudut camber ini juga memiliki efek positif terhadap handling mobil.

Dilansir dari laman wikipedia, efek positif dari sudut camber adalah meningkatkan grip roda ketika berbelok full. Namun, sudut camber yang berlebihan (posisi roda yang terlalu miring) juga menimbulkan efek negatif, seperti ban yang habis sebelah.

Oleh sebab itu, sudut camber biasanya sudah diset secara fixed dari pabrikan (tidak bisa diubah). Tapi, beda halnya dengan sistem suspensi machperson yang banyak diaplikasikan pada mobil penumpang (LCGC, MPV, Mid-SUV). Sudut camber bisa berubah tergantung jarak mobil ketanah. Ini terjadi karena suspensi machperson menggunakan sebuah lengan ayun yang akan mengayunkan roda secara melintang.


  • Saat mobil diangkat menggunakan dongrak/car lift (hingga ban mengambang) maka posisi ban akan miring dimana sisi atas roda lebih keluar dibandingkan sisi dalam. Ini kita sebut sebagai camber positif.
  • Sedangkan saat mobil diturunkan dan roda semakin bergerak keatas, biasanya kemiringan roda akan berbalik dimana sisi bawah roda lebih keluar dibandingkan sisi atas roda. Ini kita sebut sebagai camber negatif.


Seperti yang dikatakan diatas, dalam nilai yang kecil sudut camber negatif bisa berefek baik bagi handling mobil. Tapi, ada hal yang membuat sudut camber negatif ini semakin besar, sehingga kalau dilihat kemiringan roda semakin jelas.

Hal tersebut antara lain ;

1. Pegas coil yang mulai lemah

Suspensi depan mobil entah machperson atau double wishbone, umumnya menggunakan pegas coil. Sifat pegas ini lentur, artinya kalau ada resistansi yang dikenakan maka pegas harus bisa memendek dan harus bisa kembali ke dimensi awal saat resistansi hilang.

Namun yang terjadi pada pegas lemah, itu pegas tidak mampu kembali ke dimensi awal saat resistansi/beban suspensi dihilangkan. Dengan kata lain panjang pegas menjadi lebih pendek. Tentu efeknya mobil akan lebih ceper dan pada suspensi machperson, ini akan memperbesar sudut camber menjadi semakin negatif.

2. Karet bushing shock breaker rusak

Fungsi bushing ini adalah sebagai peredam antara sistem suspensi (yang menempel pada knuckle roda) dengan body mobil. Sehingga getaran tidak diteruskan ke kabin mobil. Tapi, bushing yang rusak akan membuat posisi shock breaker sedikit berubah.

Imbasnya, ada pada sudut camber yang berubah sehingga ban mobil pun akan terlihat miring.

3. Pemotongan pegas coil

Sama kasusnya seperti pada point 1, dimana pegas yang semakin pendek akan membuat mobil semakin ceper. Dan apabila mobil tersebut menggunakan suspensi machperson, tentu sudut camber akan semakin besar.

4. Beban mobil berlebih

Semakin banyak dan semakin berat beban yang ada didalam mobil, akan semakin menekan mobil ke arah bawah. Akibatnya, mobil akan semakin ceper dan roda depan mobil pasti akan terlihat lebih miring. Ini adalah kondisi normal apabila anda sedang membawa beban. Dengan  catatan, roda kemiringan roda kembali ke posisi awal saat beban mobil dikurangi.

Kesimpulan

Jadi kesimpulannya, apabila anda melihat roda depan mobil miring saat mobil didongkrak itu adalah hal yang normal. Dalam kondisi mobil dibawah (tidak didongkrak dengan beban minim) maka kemiringan roda/camber akan sedikit, dengan kata lain ban akan sedikit miring. Ini juga hal yang normal.

Yang tidak normal, itu kalau ban terlihat miring secara berlebihan dengan kondisi mobil tanpa beban. Atau salah satu ban depan mobil posisinya lebih miring dari ban satunya, itu tandanya ada masalah pada sistem suspensi mobil anda. Segera bawa kebengkel untuk melakukan pengecekan.

Demikian artikel tentang penyebab ban depan mobil miring kedalam, semoga bisa menambah wawasan kita.

Ban Mobil Habis Sebelah, Apa Penyebabnya ?

Ban pada mobil dan motor berfungsi sebagai sepatu yang akan melindungi velg dari getaran jalan. Sehingga berkendara terasa halus tanpa ada getaran. Tapi, ban itu bisa aus atau kemakan. Penyebabnya tentu karena ban ini selalu bergesekan dengan jalan.

Dan yang sering terjadi, bentuk dari keausan ban ini juga kadang-kadang tidak merata. Misal ban yang habis atau aus hanya pada satu sisi.

Kira-kira apa penyebabnya ? mengapa ban bisa demikian ?

Ternyata pola keausan ban bisa menunjukan sebuah permasalahan. Dilansir dari bridgestonetire.com ban yang habis sebelah, bisa disebabkan oleh sudut camber yang terlalu besar.


Sudut camber adalah sudut kemiringan roda apabila dilihat dari bagian depan mobil. Ada dua macam sudut camber, yakni ;

  • Camber positif, bagian sisi atas roda lebih menonjol keluar dibandingkan sisi bawah roda.
  • Camber negatif, bagian sisi bawah roda lebih menonjol keluar dibandingkan sisi atas roda.


Keduanya sama-sama dapat membuat ban botak sebelah apabila sudutnya berlebihan. Definisi sudut camber yang terlalu besar itu kemiringan roda terlalu berlebih. Sehingga permukaan yang tertekan/menjadi tumpuan hanya sebagian saja. Inilah yang membuat bagian sebelah roda lebih mudah aus.

Apabila keausan ban ada pada sisi dalam, itu tandanya negative camber terlalu besar. Sementara kalau keausan ban ada pada sisi luar, itu tandanya positive camber terlalu besar. Sekarang, apa yang menyebabkan sudut camber terlalu besar ? bukannya sudut camber sudah di set secara fixed dari pabrikan.


Memang benar, sudut camber sudah disetting tetap oleh pabrikan. Namun, beberapa kondisi berikut dapat menyebabkan perubahan sudut camber.

Baca pula ; 5 Penyebab ban mobil bergelombang

1. Mobil sering membawa beban lebih

Khusus untuk mobil dengan sistem suspensi machperson, sudut camber dapat berubah-ubah sesuai jarak mobil ke tanah. Mengapa ? karena seperti itulah tipikal suspensi machperson. Semakin rendah jarak mobil dengan tanah, maka camber akan semakin negative.

Dan salah satu hal yang membuat mobil semakin rendah karena faktor beban didalam mobil yang berlebihan. Akibatnya, roda akan terlihat miring apabila dilihat dari depan mobil dengan bagian dalam ban menjadi tumpuan. Sehingga ban bagian dalam yang akan cepat botak.

2. Spring

Per atau spring kadang sering menjadi objek modifikasi bagi sebagian orang. Misal untuk membuat mobil semakin ceper biasanya dilakukan dengan memotong coil spring. Namun imbasnya, sudut camber akan berubah menjadi semakin negative (kecuali sistem susensi double wishbone).

Selain karena faktor modifkasi, per yang sudah lemah juga bisa menjadi penyebab mengapa negative camber pada roda depan mobil semakin besar.

Biasanya, ada gejala lain seperti bunyi gemuruh pada roda depan, guncangan mobil yang berlebih saat dikendarai dan steer yang biasanya belok sendiri ke salah satu arah.

3. Busing shock depan

img ; jaguarforum.com

Fungsi bushing adalah sebagai peredam antara lengan suspensi (dalam hal ini shock absorber) dengan body mobil. Sehingga getaran dari lengan shock absorber bisa diredam dan tidak merambat ke body mobil.

Namun saat bushing ini rusak, juga akan mendorong sedikit shock absorber keatas. Sehingga sudut camber akan sedikit lebih negative. Inilah yang bisa membuat ban mobil habis sebelah.

Gejalanya juga hampir sama seperti per yang lemah. Untuk mengecek kondisi bushing ini, anda perlu melihatnya secara langsung pada ujung atas shock absorber depan.

Jadi Kesimpulannya

Ban yang botak sebelah itu bisa mengindikasikan adanya masalah pada sistem suspensi mobil kita. Ketika anda mendeteksi salah satu ban depan mobil habis sebelah, segera lakukan pengecekan sistem suspensi pada roda tersebut.

Setelah suspensi beres, anda harus melakukan rotasi ban agar ban depan kembali seimbang.

Itulah sedikit penjelasan mengenai penyebab ban habis sebelah. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Berapa Umur Normal Ban Mobil ?

Salah satu komponen kendaraan yang paling penting adalah ban, komponen ini meski memiliki fungsi penting kadang juga sering disepelekan. Ada banyak kasus kecelakaan kendaraan akibat ban pecah atau karena ban selip.

Itu semua bisa berawal dari kondisi ban yang sudah kadaluarsa. Itu tandanya, ban mobil juga memiliki masa pakai. Lalu, berapa umur ban mobil secara normal ? dan kapan ban mobil harus diganti ?

Umur Ban Mobil Ternyata Cukup Lama

Dilansir dari situs michelin.in umur maksimal ban mobil itu bisa mencapai 10 tahun. Itu tandanya, kita bisa menggunakan ban mobil sampai 10 tahun lamanya tanpa diganti. Tapi itu adalah umur maksimal, artinya beberapa ban juga bisa berumur lebih singkat.

Ini karena ada banyak faktor yang mempengaruhi umur ban mobil antara lain ;

  • Intensitas pemakaian mobil, mobil yang sering digunakan otomatis umur bannya akan semakin singkat.
  • Faktor jalan (bergelombang, aspal terlalu panas, jalan berlubang, jalan penuh genangan air) juga menjadi faktor yang mempercepat umur ban.
  • Faktor cuaca (terkena air hujan, panas terik, hingga tumpahan bahan kimia di permukaan jalan).
  • Kesalahan spooring balancing.
  • Kualitas karet ban yang buruk.
  • Kebiasaan mengemudi yang buruk seperti ngebut, sering rem mendadak, suka drift, bisa memperpendek umur ban.


Ini artinya, untuk menyimpulkan apakah ban mobil kita masih baik atau perlu diganti tidak bisa menggunakan patokan umur atau jumlah kilometer. Namun, kita harus memperhatikan kondisi fisik ban untuk menyimpulkan apakah ban harus diganti atau masih bisa bertahan.

Ciri Ciri Ban Harus Diganti


Ada 5 ciri ban yang harus segeran diganti, antara lain ;

1. Ban sudah gundul dan berbulu

Ban gundul artinya, tebal thread ban itu kurang dari 1.6 mm. thread itu adalah garis-garis yang ada disepanjang permukaan ban, kalau kedalaman garis itu kurang dari 1.6 mm itu sudah masuk kategori ban gundul.

img ; autointhebox.com

Untuk mengetahui tebal thread, memang perlu pengukuran tapi pada beberapa ban biasanya terdapat thread wear indicator yakni berupa tonjolan ditengaj thread. Kalau tonjolan tersebut sudah rata dengan permukaan ban berarti ban perlu diganti.

2. Permukaan ban benjol (baik permukaan atas atau samping)


img ; pakwheels.com

Ban yang benjol dan bergelombang, sudah mengalami deformasi. Ini biasanya terjadi karena faktor cuaca (panas, pengaruh tumpahan bahan kimia dan kondisi jalan). Meskipun umur ban masih baru, anda patut menggantinya karena ini bisa membahayakan keselamatan berkendara.

3. Banyak lubang pada permukaan ban

Untuk ban tubeless yang katanya anti meledak, harus diwaspadai. Kalau ban tertusuk paku atau benda tajam, mungkin bisa ditambal. Tapi kalau bekas tambalan itu sudah lebih dari 5 tambalan per ban, lebih baik ganti saja ban tersebut demi kenyamanan dan keselamatan berkendara.

4. Kondisi ban sudah retak



Terkadang ada ban yang masih tebal, namun permukaan ban sudah retak. Ini juga terjadi karena faktor cuaca, biasanya terjadi pada mobil yang jarang dipakai. Memang, ban ini masih bisa dipakai tapi untuk jarak jauh lebih baik siapkan ban baru kalau anda tidak mau ban meletus ditengah jalan.

5. Umur ban sudah lebih dari 10 tahun

Ada juga ban yang mampu bertahan hingga lebih dari 10 tahun namun masih terlihat bagus. Secara teori ini tidak perlu diganti, tapi kalau anda akan menempuh perjalanan jauh ada baiknya mengganti ban berumur tersebut dengan ban yang baru.

Tips Saat Mengganti Ban Mobil

  • Pastikan anda ganti keempat roda secara bersama-sama.
  • Gunakan tipe ban yang sama untuk keempat roda (sesuai spesifikasi).
  • Agar ban lebih awet, lakukan rotasi ban agar keausan ban bisa lebih merata kesemua roda.
  • Cek juga tekanan ban agar tetap stabil.
  • Ban yang sudah aus, jangan dibuang karena masih bisa di recycle menjadi ban yang kembali normal.


Itu saja artikel singkat tentang umur ban mobil secara normal. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Ban Mobil Anda Bergelombang ? Ini 5 Penyebab + Solusinya

Fungsi ban pada mobil layaknya sepatu yang menyelimuti kaki kita. Pada mobil, ban ini bertugas untuk menyerap getaran dari permukaan jalan sehingga berkendara menjadi lebih nyaman dan aman.

Namun terkadang kita menemukan beberapa masalah seperti mobil yang bergetar, atau kemudi yang condong ke salah satu arah saat kita tidak memegang stir. Tentu ini akan mengganggu kenyamanan kita.

Ternyata salah satu penyebabnya ada pada ban yang tidak rata atau bergelombang. Lalu apa penyebab ban mobil tidak rata dan bagaimana cara mengatasinya ? simak ulasan dibawah.

Penyebab Ban Mobil Bergelombang


Ban mobil terbuat dari karet, sementara kita tahu kalau karet itu lunak (mudah aus). Sehingga dalam kurun waktu tertentu ban pasti akan aus (tire wear). Namun terkadang keausan ban tersebut terjadi secara tidak merata itulah yang kadang membuat mobil menjadi kurang nyaman dikendarai.

Dilansir dari Bridgestonetire.com ada beberapa tipikal keausan ban yakni ;

1. Keausan ban dibagian tengah


jual ban mobil achilles mobil
img : bridgestonetire.com

Kalau kita menemukan ban mobil kita botak tapi hanya dibagian tengahnya saja, itu menandakan tekanan angin ban terlalu tinggi. Sehingga bagian tengah ban akan lebih menonjol karena memang bagian tengah ban dibuat lebih tinggi.

Sehingga hanya bagian tengah ban yang bergesekan dengan permukaan jalan, inilah yang membuat bagian tengah ban akan aus lebih cepat.

Solusinya ; cukup atur tekanan angin ban sesuai yang direkomendasikan.

2. Keausan ban dibagian samping luar dan dalam

Kebalikan dari yang pertama, kalau tekanan angin berlebih maka bagian tengah akan lebih menonjol tapi kalau tekanan angin ban dibawah standar maka ban akan kempes. Saat ban kempes, maka lebar ban akan menjadi lebih besar karena bagian samping ban akan menjadi titik tumpu kendaraan.

Dengan kata lain, saat ban kempes bagian samping ban yang akan bergesekan dengan aspal sehingga keausan ban dibagian samping akan lebih cepat.

Solusinya sama seperti nomor 1.

3. Keausan ban dibagian luar saja

Apa penyebabnya kalau hanya bagian luar ban yang mengalami keausan ? ini artinya posisi ban tidak garis lurus dengan permukaan jalan. Dengan kata lain sisi atas ban lebih keluar daripada sisi bawah ban. Kondisi ini sering disebut dengan positive camber.

jual ban ring 16 murah
img : bridgestonetire.com

Positive camber memang diperlukan pada sistem suspensi machperson untuk mengantisipasi beban kendaraan yang berlebih. Namun kalau positive camber ini terlalu besar otomatis posisi ban miring dan bagian luar ban akan menjadi titik tumpu kendaraan sehingga bagian luar banlah yang akan lebih dulu mengalami keausan.

Baca pula Pengertian chamber, caster, dan toe pada roda mobil

Secara umum, camber memang sudah diset dari pabrik tapi ada beberapa hal yang dapat mengubah sudut positive camber ini seperti ;

  • Pegas suspensi yang terlalu keras
  • Ada penambahan panjang pada unit shock breaker
  • Kesalahan dalam pemasangan lower arm


Solusinya, anda perlu melakukan pemeriksaan kaki-kaki mobil dan lakukan spooring balancing.

4. Keausan ban dibagian dalam saja

Sementara kalau yang aus ada pada ban bagian dalam saja, maka ini artinya negative camber terlalu besar. Kebalikan dari positive camber, negative camber adalah kondisi dimana sisi bawah ban lebih keluar dibandingkan sisi atas ban.

Pada sistem suspensi machperson, negative camber secara otomatis terbentuk saat mobil terus tertekan kebawah melawan pegas suspensi. Hal-hal yang dapat menekan mobil kearah bawah antara lain ;

  • Beban mobil yang berlebih
  • Ada kerusakan bushing shock depan sehingga membuat panjang unit shock breaker lebih kecil.
  • Pegas suspensi yang sangat lemah


Keausan ban dibagian dalam ini lebih sering terjadi khususnya pada mereka yang sering membawa beban pada mobilnya. Solusi untuk masalah ini, yakni ;

  • Memperhatikan kondisi bushing, kalau rusak segera ganti.
  • Perhatikan kondisi spring dan shock absorber, kalau lemah segera ganti.
  • Perhatikan barang bawaan/beban yang masuk ke dalam mobil, pastikan tidak berlebihan.


5. Keausan ban yang acak dan tidak merata

Terakhir, terkadang ada kondisi dimana permukaan ban aus tapi tidak merata. Selain itu, permukaan ban juga cenderung berbulu seperti terkena gesekan. Ternyata ini disebabkan karena sudut toe yang tidak tepat.

penyebab ban mobil cepat rusak
img : bridgestonetire.com

Sudut toe adalah posisi roda dimana bagian sisi depan roda dan sisi belakang roda tidak lurus. Kalau sisi depan roda lebih keluar itu dinamakan “toe out”, sementara kalau sisi belakang roda lebih keluar dinamakan “toe in”.

Keduanya baik toe out atau toe in, diperlukan sebagai koreksi camber agar kendaraan mampu melaju sesuai arah yang dikehendaki. Namun sudut toe yang berlebihan justru akan menimbulkan gesekan antara permukaan jalan dan permukaan ban. Arah gesekan ini menyilang sehingga efek keausan yang ditimbulkan nampak seperti bergelombang.

Hal yang mempengaruhi sudut toe ini adalah penyetelan tie rod end. Kalau terlalu jauh, maka toe in akan terlalu besar. Sementara kalau terlalu dekat, toe out akan terlalu besar. Untuk mengatasi, anda perlu membawa mobil anda ke bengkel spooring balancing. Disitu akan dilakukan FWA (front wheel aligment) beserta penyeimbangan putaran roda.

Terakhir, jangan lupa untuk melakukan rotasi ban tiap kali servis agar keausan ban bisa lebih merata ke empat roda. Sehingga kalau semua roda sudah rata aus, anda bisa ganti keempat roda dengan yang baru.

Untuk biaya gantinya, tentu sangat bervariasi tergantung merk ban yang anda gunakan. Untuk merk dunlop dan brigestone tentu berbeda, tapi paling baik memang gunakan ban dengan merk dan spesifikasi sama seperti ban sebelumnya.

Karena tipe ban lama sudah teruji kekuatannya pas dengan performa mobil.

Itu saja artikel singkat tentang ban mobil bergelombang semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Bunyi Pada Roda Belakang Mobil, Cek 4 Penyebab Berikut

Sistem suspensi dibuat untuk membuat mobil nyaman dan aman dikendarai. Namun ibarat pepatah tak ada gading yang tak retak, sistem suspensi mobil terkadang juga masih meninggalkan permasalahan.

Salah satu masalah klasik pada sistem suspensi atau kaki – kaki adalah bunyi, bunyi yang dihasilkan pada kaki-kaki mobil juga beragam, ada bunyi seperti “gluduk gluduk” ada juga bunyi seperti “tek tek tek”.

Lantas apa penyebabnya ?

Penyebab Roda Belakang Mobil Bunyi


Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan bunyi pada roda belakang mobil, namun penyebab ini juga dipengaruhi oleh jenis suspensi mobil anda. Artinya, mobil dengan suspensi belakang torsion beam memiliki masalah yang berbeda dengan tipe full indipendent.

Beberapa komponen yang sering terkena masalah antara lain ;

1. Bushing Arm pecah/rusak


Bushing arm adalah karet yang menyangga batang penghubung stabilizer kiri dan kanan ke body. Batang ini terhubung dengan stabilizer kanan dan kiri, dan bushing arm dijadikan tumpuan sebelum menyentuh bagian body mobil.

Karena karet ini bersifat sebagai tumpuan maka karet akan menerima beban oksilasi dari roda. Beban inilah yang bisa memaksa bushing arm cepat rusak.

Umumnya, karet ini akan bertahan hingga beberapa tahun. Namun saat kondisi material karet bushing sudah tidak kuat menahan beban oksilasi yang terus menerus terjadi, maka karet akan pecah.

Saat karet pecah, maka akan ada ruang didalan bushing arm yang membuat batang stabilizer oblak. Inilah yang menimbulkan suara geluduk ketika anda melewati polisi tidur atau ketika melintasi jalan berlubang/tidak rata.

Untuk mengeceknya, anda perlu ngolong untuk melihat kondisi dari bushing arm. Bushing arm yang masih bagus itu memiliki kondisi yang solid dan tidak ada keretakan sedikitpun. Namun apabila ada garis keretakan maka bushing perlu diganti.

2. Rear stabilizer lemah

img by pelicanparts.com

Khusus pada mobil dengan penggerak roda depan dan menggunakan suspensi belakang tipe full indipendent maka anda akan menemui rear stabilizer bar.

Fungsi stabilizer ini adalah untuk menjaga agar poros roda kiri dan kanan pada roda belakang tidak keluar terlalu jauh.

Sama kasusnya dengan stabilizer depan, stabilizer belakang juga memiliki batas pemakaian. Sehingga, kalau engsel stabilizer sudah mulai lemas maka akan timbul bunyi gemuruh pada roda belakang mobil.

Cara mengatasinya, yaitu dengan melakukan penggantian. Saat anda telah mengganti stabilizer dengan yang baru, maka bunyi harusnya bisa hilang.

3. Shock absorber mati


Shock absorber atau shock breaker memiliki fungsi meredam rolling atau keolengan yang disebabkan beban oksiliasi dari suspensi. Bisa dikatakan, shock absorber ini bukan komponen yang berbentuk ulir, itu hanyalah pegas spiral.

Sementara shock absorber merupakan komponen berbentuk tabung. Baik pada kendaraan dengan tipe suspensi indipendent, torsion beam, multi link ataupun rigid axle, komponen ini pasti ada.

Dan apabila shock absorber mati maka penyerapan keolengan akibat oksiliasi akan berkurang. Sehingga akan menimbulkan suara “duk duk duk” akibat komponen didalam shock absorber yang saling bertumbukan.

Definisi shock breaker mati adalah kondisi dimana shcok breaker tidak memiliki daya tahan terhadap tekanan. Dengan kata lain, shock breaker akan langung amblas saat ditekan.

Normalnya, shock brekaer tetap amblas saat ditekan namun ada tahanan atau saat ditekan akan amblas secara pelan meski kita menekan shock dengan kuat.

Ciri lain yang menandakan shock breaker mati adalah adanya rembesan oli disekitar tabung shock breaker.

Solusinya mudah, anda hanya perlu melakukan penggantian shock absorber dengan yang baru dan masalah selesai.

4. Bearing roda aus

img by thesamba.com

Bearing roda atau lebih populer disebut laher adalah bantalan yang terletak pada roda mobil. Masing-masing roda memiliki satu unit laher yang fungsinya mengurangi gesekan poros roda terhadap axle housing.

Namun, terkadang bantalan ini mengalami kerusakan berupa goresan yang membuat putaranya terganggu. Sehingga akan berimbas pada bunyi yang konstan saat mobil bergerak. Dan bunyi ini akan semakin kencang apabila kita menambah kecepatan mobil.

Untuk memastikannya, coba dongkrak bagian roda yang bunyi lalu goyangkan roda mobil ke arah dalam. Apabila ada oblak, maka bisa dipastikan ada masalah pada bearing roda.

Solusinya beragam, kalau bearing hanya kekurangan pelumas mungkin bisa diperbaiki. Namun kalau ada luka pada bearing, mau tidak mau harus melakukan penggantian.


Demikian artikel mengenai penyebab bunyi pada roda belakang mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.