Showing posts with label Bengkel Mobil. Show all posts

4 Penyebab Power Steering Berat dan Solusinya

Ada dua masalah utama pada sistem power steering, yakni berat dan bunyi. Dan kedua masalah ini bisa muncul secara bersama-sama.

Lalu apa penyebabnya dan bagaimana solusinya ?

Penyebab Power Steering Berat


Sistem power steering ada dua jenis, tipe hidrolik dan tipe elektrik. Untuk tipe hidrolik, bisa dikenali dengan adanya oli power steering. Sementara tipe elektrik tidak menggunakan oli power steering.

Ketika setir mobil anda terasa berat, antara power steering tipe hidrolik dan tipe elektrik jelas beda penyebabnya. Namun diartikel ini kita akan mengulas lebih detail pada power steering tipe hidrolik karena tipe ini yang masih banyak digunakan pada mobil.

Lalu apa penyebabnya ?

1. Oli power steering kurang

Oli power steering berfungsi sebagai fluida untuk menyalurkan energi dari pompa ke steering rack. Mungkin ada yang belum tahu, cara kerja power steering itu berawal dari pompa yang menghasilkan tenaga, tenaga tersebut disalurkan ke steering rack oleh oli power steering untuk meringankan beban pengemudian.

Ketika olinya kurang, maka sama halnya seperti rem yang masuk angin. Meski pompa bekerja dengan normal, namun tenaga di steering rack itu masih sangat kurang sehingga beban pengemudian tetap terasa berat.

Kondisi berkurangnya oli power steering bisa disebabkan karena ada kebocoran pada sirkulasi oli power steering. Kebocoran itu bisa terjadi di pompa, selang, klem selang ataupun di steering rack. Biasanya, akan ada tetesan oli dilantai.

Bagaimana solusinya ?

Ketika anda menjumpai oli power steering yang kurang, anda tidak bisa menambahkannya begitu saja karena kalau bocor maka perlu diperbaiki dulu komponen yang bocor tersebut. Jadi kalau memungkinkan, cari dimana titik kebocoran.

Titik kebocoran ini ditandai dengan adanya bekas rembesan yang dipenuhi debu basah. Kalau kebocoran terletak di selang, maka itu tidak terlalu parah. Anda bisa menambah oli power steering hingga penuh lalu membawa mobil ke bengkel untuk memperbaikinya.

Tapi kalau kebocorannya terletak pada steering rack atau pada pompa ataupun anda sendiri tidak mengetahuinya, maka cara aman adalah dengan menonaktifkan power steering. Caranya dengan melepas belt pompa power steering. Ini akan menonaktifkan sistem power steering, sehingga selama anda membawa mobil ke bengkel tidak ada masalah tambahan pada power steering namun setir akan terasa berat.

2. Kerusakan pada pompa power steering

Kerusakan ini bukan Cuma disebabkan karena oli power steering yang bocor, ketika anda merasakan power steering berat namun oli power steering masih normal maka ada kemungkinan pompa power steering yang rusak.

Karena kalau daya yang dihasilkan pompa kurang otomatis kekuatan power steering akan berkurang sehingga setir terasa berat.

Kerusakan ini bisa disebabkan karena keausan pada poros pompa atau kerusakan pada blade pompa. Kabar buruknya, pompa power steering itu sulit diperbaiki kalau rusak. Kalaupun bisa, maka itu bisa mengundang masalah lain.

Jadi kalau kena pompanya, cara paling aman adalah dengan melakukan penggantian.

Secara umum, kerusakan pompa tidak menimbulkan masalah lain namun kalau muncul bunyi kasar dari pompa power steering bisa jadi ada komponen yang bergesekan parah didalam pompa. Jadi kalau belum ada bunyi, anda bisa langsung bawa mobil ke bengkel untuk pengecekan lebih lanjut namun kalau disertai bunyi kasar non aktifkan dulu sistem power steering dengan cara diatas.

3. Selang power steering yang tertekuk

Masalah ini sering tidak disadari oleh pemilik mobil karena selang yang tertekuk ini biasanya tersembunyi. Tapi akibatnya, ini akan menghambat sirkulasi oli power steering sehingga setir mobil terasa berat.

Kejadian ini bisa terjadi karena selang terdorong oleh komponen lain, atau terjepit saat melakukan perbaikan komponen lain.

Kalau dibiarkan, maka ini akan menimbulkan masalah pada selang seperti selang yang bocor hingga pompa yang jebol. Jadi kalau anda menemukan masalah setir berat cek juga jalur selang power steeringnya apakah ada yang tertekuk atau tidak.

4. Kerusakan pada steering rack

Steering rack berfungsi sebagai aktuator yang meringankan beban pengemudian. Didalam steering rack ini terdapat control valve yang mengontrol aliran fluida, ada poros steer, ada juga seal steering rack.

Kerusakan pada salah satu komponen misal pada control valve akan membuat aliran fluida tidak beraturan, sehingga daya untuk meringankan pengemudian justru tidak terjadi. Begitu pula kalau poros steer aus, maka akan membuat setir berat hingga menimbulkan bunyi ketika setir dibelokan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah steering rack, anda perlu membawanya ke bengkel kepercayaan anda. pasalnya harus mobil harus diangkat untuk mengecek bagian bawahnya (posisi steering rack ada kolong mobil).

Kalau ternyata benar ada salah satu komponen didalam steering rack yang rusak, maka anda perlu mengganti satu set steering rack. Hal itu dikarenakan komponen ini sulit untuk diperbaiki, kalaupun bisa mungkin hanya bertahan dalam waktu singkat sebelum akhirnya rusak lagi.

Biaya yang diperlukan pada kerusakan steering rack ini bisa mencapai 2 juta rupiah.

3 Penyebab Elektrik Power Steering Berat dan Solusinya

Elektrik power steering adalah sistem yang dibuat untuk menggantikan hidrolik power steering. Perbedaan utamanya, EPS tidak lagi memerlukan perawatan alias maintenance free karena EPS tidak menggunakan oli atau fluida seperti pada power steering hidrolik.

Namun label maintenace free bukan berarti EPS bebas kerusakan juga, pasalnya ketika terjadi gejala kerusakan pada setir justru lebih sulit untuk mendeteksi apa masalahnya.

Contoh gejala yang paling klasik ada setir berat. Masalah ini kerap kali muncul pada power steering tipe hidrolik namun pada EPS ternyata masih juga muncul. Lalu apa penyebabnya ?

Penyebab Elektrik Power Steering Berat


Perlu diketahui dahulu, EPS bekerja menggunakan motor listrik. Kalau tipe hidrolik itu menggunakan pompa, namun pada EPS menggunakan motor listrik yang menggunakan sumber daya kelistrikan mobil.

Apapun yang mengganggu suplai listrik ke motor steering, dapat menyebabkan setir berat.

1. Arus yang masuk ke motor kurang

Seperti yang kami katakan diatas, karena sumber daya EPS menggunakan kelistrikan mobil maka apapun yang menghambat suplai listrik ke motor steering akan menyebabkan setir berat.

Contohnya apabila sekering putus atau terbakar, ini akan menhambat bahkan memutus aliran listrik dari aki ke motor steering. Sehingga motor steering tidak bisa bekerja dengan maksimal, inilah yang membuat kinerja EPS tetap terasa berat.

Selain masalah sekering, masalah berikut juga bisa menghambat suplai listrik ke motor steering
  • Soket EPS yang bekarat/penuh kerak
  • Ada masalah pada dinamo alternator
  • Kabel EPS terkelupas/putus

Untuk mengeceknya, coba anda lihat sekering motor power steering. Lokasinya ada di fuse box di ruang mesin, disitu ada kumpulan sekering lihat pada diagram sekeringnya untuk mencari tahu mana sekering motor power steering.

Setelah itu lepas dan teliti, sekering yang normal itu tidak gosong dan kawatnya masih tersambung.

Selain itu lihat juga indikator pada dashboar, biasanya indikator EPS akan menyala kalau ada masalah seperti ini. Kalau indikator EPS sudah muncul, maka jalan satu-satunya membawa mobil ke bengkel karena harus ada alat khusus untuk mencari tahu kerusakannya dimana.

Bagaimana kalau akinya tekor ?

Secara umum, aki tidak mempengaruhi kinerja EPS. Hal ini dikarenakan sistem EPS bekerja ketika mesin menyala, sementara ketika mesin menyala dinamo alternator sudah pasti menyuplai arus listrik. Sehingga meski akinya tekor, EPS dapat bekerja dengan normal. Kecuali kalau sistem pengisiannya yang rusak, maka selain EPS macet mesin juga akan mogok.

2. Kerusakan pada motor steering

Motor power steering pada dasarnya sama seperti motor listrik pada umumnya, yang menggunakan rotor dan stator. Ketika ada kerusakan pada salah satu komponen, maka kinerja motor listrik akan terganggu.

Biasanya yang sering rusak adalah bagian brush atau sikat didalam motor steering. Semakin lama digunakan, sikat ini akan mengalami pengikisan. Kalau sudah terkikis, maka sikat ini tidak mampu menyalurkan listrik ke rotor sehingga putaran motor steering menjadi lebih lemah.

Selain dibagian sikat, air juga dapat menghambat kinerja power steering. Air yang masuk ke motor power steering bisa menyebabkan kinerja motor menjadi lemah sehingga setir terasa lebih berat. Selain itu, air yang masuk ke rangkaian rack steering dapat menimbulkan bunyi karena air ini bisa menyebabkan karatan sehingga suatu saat setir akan terasa berat dan bunyi.

Kerusakan pada motor power steering masuk ke masalah berat karena untuk memperbaikinya kita perlu mengganti satu unit pompa kalau pompanya yang rusak dan satu unit rack steer kalau racknya yang kena.

Berapa biayanya ?

Tentu akan lebih mahal daripada kerusakan pada power steering hidrolik.

3. Settingan pada EPS

Yang belum banyak diketahui, beberapa mobil memiliki setingan EPS manual dan auto. Untuk setingan manual, biasanya ada dua mode yakni mode comfort dan mode sport.

Mode comfort artinya mengatur EPS agar setir menjadi lebih ringan, sementara mode sport digunakan ketika mobil berjalan pada kecepatan tinggi agar stabil, mode ini akan mengatur setir menjadi lebih berat.

Kalau mode auto, maka ketika mobil berjalan pelan setir akan terasa ringan namun kalau mobil mencapai kecepatan tertentu setir akan terasa berat.

Jadi cek dulu apakah mode EPS dimobil anda itu comfort atau sport. kalau anda merasa setir berat pada kecepatan tinggi, itu wajar. Tapi kalau setir terasa berat saat mobil berjalan pelan apalagi setingan EPS ada pada mode comfort maka itu artinya ada masalah.

Knalpot Mobil Keluar Asap Putih dan Air, Apa Penyebabnya ?

Asap mobil yang normal itu tidak berwarna kecuali pada mesin diesel yang asapnya agak pekat. Tapi pada mobil bermesin bensin, asap yang dihasilkan harusnya bening.

Ketika anda menjumpai asap mobil yang berwarna misal berwarna putih dan juga berair, maka patut diwaspadai karena kemungkinan ada masalah pada mesin mobil anda.

Lalu apa masalahnya ? simak sampai tuntas

Penyebab Knalpot Mobil Berasap Putih dan Keluar Air


Secara umum, knalpot yang berasap putih itu bisa disebabkan karena oli yang terbakar atau air pendingin yang ikut terbakar. Sementara air, bisa disebabkan karena pengembunan gas buang.

1. Air pendingin bocor ke ruang bakar atau ke exhaust system

Air pendingin yang bocor kedalam ruang bakar, akan ikut terbakar ketika proses pembakaran. Hasilnya, gas buang akan berwarna putih susu. Begitu pula kalau air pendingin bocor ke saluran exhaust, panas gas buang akan menguapkan air pendingin yang menyebabkan asap kendaraan berwarna putih.

Umumnya kebocoran air pendingin ini disebabkan karna crack atau retakan pada silinder mesin. Kalau pada mesin diesel turbo, kebocoran ini bisa terjadi di saluran pendingin turbocharger.

Tanda lain yang akan muncul, indikator suhu mesin naik. Ini disebabkan karena volume air pendingin semakin berkurang sehingga mesin akan semakin panas.

Anda patut waspada kalau menemui hal ini, karena kalau asap yang dihasilkan cukup banyak maka kebocoran sudah sampai ke level yang berbahaya. Sehingga anda harus segera ke bengkel untuk mengecek lebih lanjut.

2. Oli bocor ke ruang bakar

Selanjutnya, asap putih juga bisa disebabkan karena oli yang terbakar. Sama kasusnya seperti point pertama, oli ini bocor ke ruang bakar atau ke saluran exhaust sehingga ikut terbakar dan menghasilkan asap putih.

Namun ada sedikit perbedaan, asap putih karena bocor oli itu warnanya lebih kebiru-biruan. Sementara asap putih karena air pendingin berwarna putih pekat.

Masalah ini juga cukup berbahaya, karena kalau oli terus bocor maka oli didalam mesin akan habis. kalau oli habis, mesin bisa mengalami clocking atau macet yang mengharuskan untuk dilakukan turun mesin.

Baca juga : Ini Biaya Turun Mesin Pada Mobil

Penyebab oli bisa bocor ke ruang bakar, itu cukup beragam. Bisa karena silinder mesin yang aus, gasket bocor, klep bocor, atau ada crack pada dinding silinder. Biasanya ada gejala lain yang mengikutinya seperti tenaga mobil ngempos dan mesin susah dihidupkan dipagi hari.

3. Air juga bisa terbentuk karena pengembunan gas buang

Kalau anda ingat, salah satu ciri pembakaran yang sempurna adalah mengasilkan karbondioksida dan uap air. Mobil-mobil dahulu memang sulit mendapatkan pembakaran yang sempurna karena campuran antara fuel dan udara belum bisa di hitung secara ideal.

Namun sejak ada sistem injeksi, campuran udara dan bahan bakar bisa dibuat lebih ideal sehingga terjadilah pembakaran yang lebih sempurna.

Apabila knalpot mobil anda mengeluarkan air (bening) tanpa asap, itu tandanya mesin mobil anda dalam keadaan yang sangat bailk.

Dan apabila mobil anda mengeluarkan asap putih ditambah uap air, maka kondisi mesin baik-baik saja hanya mungkin ada kebocoran air pendingin atau kebocoran oli di saluran exhaust.

4. Ada sisa air didalam knalpot

Ini juga mungkin banyak tidak disadari oleh pemilik mobil. Air yang terperangkap didalam knalpot, itu bisa menguap karena panas gas buang. Hasil penguapan air ini adalah berupa asap yang sedikit berwarna putih.

Namun kondisi ini hanya berlangsung sesaat, setelah genangan air didalam knalpot habis maka asap putih akan hilang.

Meski terlihat tidak berbahaya, ada efek jangka panjangnya kalau ini dibiarkan. Air yang menggenangi knalpot apalagi terkena panas gas buang, akan menyebabkan knalpot cepat keropos. Sehingga akan menyebabkan knalpot berlubang.

Genangan air ini bisa berasal dari cipratan air hujan, atau masuk ketika anda mencuci mobil.

2 Penyebab Air Radiator Mendidih dan Cara Mengatasinya

Kondisi air radiator yang mendidih sering menimbulkan rasa khawatir pada pengemudi karena kondisi ini akan memberikan gambaran mesin yang terlalu panas sehingga dikhawatirkan ada sesuatu yang buruk pada mesin.

Tapi, apakah kalau air radiator mendidih itu tanda yang normal ? atau air radiator mendidih tersebut menunjukan masalah pada mesin ? kita akan membahasnya secara detail dibawah.

Secara umum, ada dua penyebab mengapa air radiator pada mobil anda bisa mendidih.

1. Mobil digunakan dalam waktu lama

img by miway.co.za

Mesin mobil menghasilkan tenaga yang berasal dari proses pembakaran bahan bakar. Selain tenaga, pembakaran itu juga menghasilkan panas. Sehingga ada sistem pendingin yang berfungsi menjaga suhu mesin agar tidak terlampau tinggi.

Namun, ketika kita gunakan mobil dalam waktu yang lama tanpa berhenti maka mesin akan terus bekerja. Ini artinya panas yang dihasilkan pun terus diakumulasikan.

Awalnya, suhu mesin masih bisa ditahan oleh sistem pendingin namun karena panas pada mesin terus dihasilkan maka itu akan menaikan suhu air pendingin. Sehingga dalam beberapa saat, air radiator bisa mencapai suhu 100 derajat celcius atau mendidih.

Pada kondisi ini, anda akan menemukan beberapa gejala seperti ;

  • Indikator suhu mesin hampir mencapai titik maksimal (garis merah)
  • AC terasa lebih panas
  • Kipas radiator berputar dalam kecepatan tinggi


Dalam kondisi ini, meski kipas radiator berputar dalam kecepatan tinggi tidak mampu untuk menurunkan suhu air radiator ke level suhu kerjanya.

Apa kondisi ini berbahaya ?

Bisa dikatakan tidak sama sekali selama anda cepat mendeteksinya, artinya ketika anda menyadari bahwa indikator suhu air pendingin naik dari level normal maka anda harus segera mematikan mesin untuk mendinginkan mesin.

Kalau dibiarkan bagaimana ?

Air radiator akan terus mendidih, dan sifat air yang mendidih akan menjadi uap. Sehingga kalau dibiarkan lama kelamaan air pendingin akan habis karena menguap. Sementara untuk mobil-mobil Eropa yang banyak menggunakan sistem pendingin tertutup, maka masalah itu akan membuat air radiator menyembur.

Hasil semburan air panas ini bisa saja merusak komponen elektronika mesin (seperti ECU dan sensor) selain itu selang radiator juga menjadi lunak karena terkena panas berlebih.

Jadi bagaimana solusinya ?


Kalau anda sedang berkendara keluar provinsi dan tiba-tiba anda menjumpai gejala ini maka hentikan mobil anda dengan segera. Buka kap mesin dan lihat kinerja mesin, ketika anda buka kap mesin lalu menjumpai hawa panas yang sangat terasa ditambah kipas radiator berputar dengan kecepatan tinggi segera matikan mesin.

Biarkan mesin dingin dengan sendirinya dan jangan sekali-kali menyiram atau mengelapnya dengan air dingin saat kondisi mesin masih panas. Alasannya, karena logam panas yang dikenakan air dingin bisa membuat logam tersebut retak atau setidaknya mengalami deformasi. Sehingga kedepannya kinerja mesin justru akan terganggu.

Jadi, cukup matikan mesin dan biarkan mesin mati selama kurang lebih 30 menit sambil anda beristirahat. Setelah 30 menit, maka suhu mesin akan menurun maka anda bisa lanjutkan perjalanan.

2. Kipas radiator mati

Penyebab kedua adalah karena faktor teknis dari sistem pendingin itu sendiri. Komponen yang berperan untuk menjaga suhu air radiator tetap normal adalah kipas radiator.

Cara kerja kipas radiator adalah dengan menghembuskan udara luar melewati radiator, sehingga hawa panas didalam radiator akan berpindah ke udara yang dihembuskan kipas. Hasilnya, suhu air radiator turun.

Namun, kalau kipasnya mati otomatis tidak ada komponen untuk mendinginkan air radiator. Sehingga tak butuh waktu lama anda akan menjumpai air radiator yang mendidih.

Cirinya pun sama, kali ini AC benar-benar tidak terasa dingin jutru terasa panas.

Kondisi ini masuk dalam kategori bahaya karena dampaknya adalah overheating.

Untuk solusinya, anda harus mengecek lagi bagian mana yang membuat kipas radiator mati. Apa dari sekeringnya, atau ada kabel yang putus atau karena kipasnya sendiri yang rusak. Setelah akar masalahnya ketemu, segera perbaiki.

Bagaimana solusinya kalau air radiator habis ?

Masalah ini sering muncul pada mobil-mobil yang menempuh perjalanan jauh. Seperti yang kita bahas dipoint pertama penyebab air radiator habis ini adalah karena air menguap akibat suhunya yang mencapai 100 derajat celcius.

img by bimmerinfo.com

Untuk mengatasinya, anda hanya perlu mengisi air radiator dengan air biasa (anda bisa gunakan air tanah atau air mineral atau apapun yang penting tidak mengandung kotoran padat).

Tapi ada teknik pengisiannya, saat mengisi air radiator, mesin harus dalam kondisi hidup.

  • Jadi pertama isi dulu air radiator hingga penuh
  • Hidupkan mesin
  • Tunggu beberapa saat maka air radiator akan berkurang, itu disebabkan karena air radiator mulai bersirkulasi
  • Isi kembali air radiator


Pada kondisi ini, anda harus memperhatikan sirkulasi air didalam radiator. Biasanya ada gelembung-gelembung yang keluar, gelembung itu menandakan masih ada udara didalam sistem pendingin. Dan udara itu juga perlu dikeluarkan.

Sehingga terus isi air ke radiator hingga tidak ada lagi gelembung-gelembung yang keluar.

Kalau masih ada udara didalam sistem pendingin, itu biasa disebut masuk angin. Ini akan membuat suhu mesin meningkat karena volume air radiator tidak terisi secara penuh.

3 Solusi Untuk Mengatasi Power Window Mobil Yang Macet

Dulu kaca mobil bisa dinaik-turunkan dengan memutar engkolan yang terletak di door trim. Namun sekarang, semua mobil hampir semuanya mengaplikasikan sistem elektrik power window.

Yaitu sistem power window yang dapat menaik turunkan kaca mobil hanya menggunakan tombol up/down.

Tentu sistem ini lebih efektif karena untuk menurunkan kaca jendela kita hanya perlu menekan saklar power window, maka secara otomatis kaca mobil akan turun.

Namun, perkembangan teknologi tersebut juga membawa potensi masalah baru. Salah satunya dibagian power window ini, kalau saat saklar power window kita tekan dan kaca tidak turun, apa yang terjadi ?

Inilah yang membuat kita bingung, tapi tenang saja diartikel ini akan kita kupas semua komponen yang sering menjadi biang kerok kerusakan sistem power window beserta solusi perbaikannya.

Apa penyebab power window macet ?


Ada beberapa komponen yang sering menyebabkan power window tiba-tiba macet. Setidaknya, tiga komponen ini yang sering menjadi biang kerok.

1. Switch power window


img by denlortools.com

Saklar power window berbeda dengan saklar lampu atau saklar lainnya. Saklar ini ternyata lebih rumit mekanismenya, karena dalam satu saklar ada tiga perintah yakni Off, window down, dan window up. Kalau saklar biasa, umumnya hanya terdapat dua perintah yakni Off dan On.

Selain faktor mekanisme yang rumit, kadang dalam satu kali perjalanan kita bisa menaik turunkan kaca mobil hingga berkali-kali. Ini juga mempengaruhi masa pakai komponen termasuk saklar.

Sehingga kalau saklar rusak, maka akan timbul gejala berupa power window yang kadang-kadang macet. Ini disebabkan karena pada fase awal, saklar masih bisa digunakan hanya kadang-kadang tidak terhubung. Namun kalau ini dibiarkan, lama kelamaan saklar bisa benar-benar tidak berfungsi sehingga power window tidak bisa digerakan alias macet.

Untuk solusinya anda perlu ganti saklar power window yang macet. Untuk harganya mungkin berbeda tergantung saklar bagian mana, untuk driver switch harganya sekitar 300 hingga 500 ribu, sementara untuk passenger switch bisa dibawah 200 ribu per unit.

2. Motor power window



Elektrik power window menggunakan motor listrik sebagai penggerak utamanya. Seperti motor listrik lain, motor listrik pada power window juga bisa mengalami masalah.

Biasanya, bagian motor yang sering rusak ada dibagian brush atau sikat motor. Sikat ini berfungsi menyalurkan listrik dari sumber arus ke rotor motor power window yang berputar. Karena rotor selalu berputar, otomatis brush akan selalu bergesekan dengan rotor.

Gesekan tersebut akan mengikis brush sedikit demi sedikit sehingga lama kelamaan brush aus dan tidak bisa menyalurkan listrik dengan sempurna. Hasilnya motor power window macet dan itu akan menyebabkan kaca mobil tidak mau dinaik turunkan.

Untuk masalah ini, biasanya terjadi pada satui pintu saja. Sehingga misal power window depan kiri macet. Coba naik turunkan menggunakan saklar di sisi pengemudi, kalau sama tidak bisa berarti motor power window yang macet.

Tapi jika power window macet ketika dinaik turunkan menggunakan saklar pintu kiri namun normal kalau menggunakan saklar sisi pengemudi, itu berarti saklarnya yang rusak.

Solusinya juga sama, anda perlu ganti brush ini. Cuma, sangat sulit mencari komponen brush untuk motor power window, sehingga bengkel sering merekomendasikan anda untuk mengganti satu set motor power window.

Baca juga, berapa biaya perbaikan power window ? ini detailnya

3. Rel kaca terlalu kotor



Rel kaca ini sangat rentan terkena kotoran baik berupa debu atau kotoran cair. Kalau rel kaca ini kotor, tentu akan menghambat pergerakan kaca. Sehingga akan menimbulkan bunyi ketika kaca dinaik turunkan hingga yang parah kaca macet tertahan kotoran.

Ini terbilang sepele tapi efeknya bisa merusak komponen motor power window kalau dibiarkan.

Jadi, usahakan untuk menjaga kondisi rel kaca ini tetap bersih. Setidaknya rutin membersihkan rel kaca dengan interval 6 bulan sekali menggunakan sprayer berjenis silicon spray yang bisa anda dapatkan dipasaran.

Caranya cukup mudah, anda hanya perlu menyemprotkan silicon spray ke sela-sela rel kaca mobil. Semprot secukupnya saja otomatis itu akan membersihkan semua kotoran didalam rel kaca, juga berperan sebagai pelumas.

Sehingga kalau kaca mobil anda bunyi ketika dinaik turunkan, cara ini bisa menjadi solusinya.

Apa bisa menggunakan cairan lain ?

Tentu bisa selama cairan tersebut tidak mengundang debu. Seperti cairan berbahan dasar oil yang mengundang debu untuk menempel, kalau anda gunakan cairan ini maka rel kaca mobil malah akan semakin kotor sehingga power window semakin macet.

Sprayer-sprayer yang digunakan untuk memebersihkan komponen elektronika nampaknya juga bisa anda gunakan.

Apa Penyebab Mobil Limbung (Body Roll) ?

Bagi pemilik mobil sepertinya sudah sangat familiar dengan sebuah kondisi, dimana mobil seolah bergoyang kearah luar ketika sedang belok. Misal sedang belok kiri, otomatis body mobil sedikit bergoyang kekanan.

Semua yang pernah naik mobil pasti merasakan hal itu karena memang normalnya seperti itu. Namun, sebuah mobil sudah dilengkapi dengan sistem suspensi yang canggih. Suspensi tersebut bukan hanya sebagai peredam goncangan tapi juga bisa meminimalkan body roll saat sedang belok.

Sehingga goyangan yang kita rasakan ketika sedang belok tidak terlalu terasa.

Namun mungkin anda pernah merasakan, tiba-tiba mobil limbung. Atau mengalami goncangan yang terasa lebih besar. Kira-kira apa penyebabnya ? dan bagaimana cara antisipasinya ?

Mari kita bahas secara detail.

Limbung, akibat dari over nyaman mobil


Mengapa saya tuliskan over nyaman, itu karena gejala limbung tersebut biasanya memang hadir karena suspensi yang terlalu lembut. Kita kalau sedang naik kendaraan, pasti lebih nyaman dengan suspensi yang lembut.

Sehingga getaran-getaran dijalan itu sama sekali tidak terasa.

Tapi, dampak negatif dari suspensi yang terlalu lembut ini salah satunya limbung. Jadi kalau tiba-tiba anda merasakan mobil anda bergoncang keras ketika belok atau melintasi jalan tidak rata maka ada kemungkinan suspensi mobil anda sedang bermasalah.

Komponen apa yang bermasalah ?

Ada beberapa komponen yang berpotensi menyebabkan mobil limbung, yang paling dominan adalah shock absorber.


Shock absorber adalah komponen dengan bentuk seperti pipa yang dapat memendek dan memanjang, fungsinya untuk meredam goncangan tiba-tiba. Cara kerja shock absorber ini, adalah dengan menggunakan sistem hidrolis.

Kalau hidrolisnya bocor, atau lebih sering disebut kalau shocknya bocor otomatis shock absorber kehilangan daya tahannya terhadap goncangan yang tiba-tiba. Sehingga ketika anda melintasi jalan yang tidak rata pasti roda kendaraan akan bergejolak. Kalau peredam kejutnya sudah tidak berfungsi, otomatis goncangan itu akan terasa lebih besar.

Ingat juga, pada sistem suspensi, per itu hanya berfungsi untuk memperlembut gerakan vertikal body mobil tapi per tidak bisa meredam guncangan justru menambah guncangan tersebut (karena daya elastisnya maka body mobil akan semakin mengembal).

Oleh sebab itu, disetiap suspensi pasti ada komponen shock absorber ini. Lokasinya kalau dibagian depan ada di tengah coil spring. Sementara di belakang biasanya dekat dengan roda.

Untuk mengeceknya, ada dua cara


  • Pertama pengecekan visual, anda bisa lihat permukaan shock absorber apakah ada bekas oli atau tidak. Kalau kondisinya kotor dan ada bekas rembesan, coba periksa kalau sifat rembesan seperti oli maka tidak salah lagi shock absorber bocor.
  • Kedua dengan mengeceknya secara langsung, tapi kita perlu melepas shock absorber dulu. Caranya shcok absorber kita tekan menggunakan tangan, kalau enteng maka shock absorber bocor. Shcok absorber yang normal, dia bisa ditekan hingga pendek tapi keras.


Selain dari faktor shock absorber, apa ada penyebab lain ?

1. Desain mobil

Desain mobil yang tinggi, lebih berpotensi menyebabkan mobil limbung. Contohnya seperti bus. Kalau bus bermanuver, anda pasti melihat dengan jelas sekali kalau bodynya miring kearah luar. Selain faktor tinggi kendaraan, faktor ground celarence yang tinggi juga menyebabkan limbung.

Meski tinggi body mobil standar, tapi kalau ground clearence tinggi tentu bisa menyebabkan limbung. Sehingga bisa dikatakan, mobil berjenis SUV lebih berpotensi limbung daripada jenis mobil sedan.

2. Faktor bentuk per


Ternyata, bentuk per juga mempengaruhi kinerja suspensi. Per dengan bentuk kecil namun panjang, memiliki daya redam vertikal yang cukup bagus tapi goncangannya juga akan terasa lebih berat. Jenis per ini biasa dipakai pada kendaraan offroad untuk meredam batuan-batuan yang ekstrim.

Sementara per dengan bentuk diameter lebar dan pendek, biasanya kurang empuk tapi sangat baik dalam hal peredaman guncangan.

Jadi apa solusinya kalau mengalami masalah limbung diatas ?

Cek peredam guncangannya (shock absorber) karena komponen itu yang sering menjadi biang kerok terkait masalah suspensi mobil.

Mobil Susah Di Starter, Cek 7 Penyebab + Solusinya Berikut

Untuk menghidupkan mesin mobil, kita tinggal putar kunci kontak ke posisi ST. maka seketika mesin mobil akan menyala dan mobil siap dijalankan.

Tapi ada satu permasalahan yang bisa dibilang cukup sering terjadi, yakni masalah mesin yang susah dihidupkan. Apalagi mobil sekarang hampir semuanya menggunakan teknologi injeksi, kira-kira apa penyebabnya ? dan bagaimana solusinya ?

Hari ini Autoexpose akan menganalisa beberapa komponen yang menjadi sumber kerusakan hingga mesin susah di starter. Agar kita semua bisa tahu langkah apa yang harus diambil kalau suatu waktu mobil kita mengalami masalah serupa.

Penyebab Mobil Susah Di Starter


Secara umum, penyebabnya bisa dari faktor luar seperti faktor kelistrikan atau karena faktor dari mesin itu sendiri. Jadi, ada banyak hal yang menyebabkan mesin susah dihidupkan.

1. Voltage aki lemah


Yang pertama jelas dari faktor aki, aki itu menjadi sumber listrik utama sebelum mesin hidup. Dinamo starter itu menggunakan listrik sebagai sumber energi, listrik ini diambil dari aki.

Kalau akinya soak, maka voltage aki lemah. Sehingga tidak kuat untuk menghidupkan mesin.

Baca juga : 7 Penyebab aki mobil cepat tekor

Pada masalah yang pertama ini, starter mesin masih bisa dihidupkan namun putaran crankingnya kurang atau lebih lambat dari biasanya. Hal itulah yang menyebabkan mesin susah hidup.

Normalnya, tegangan aki itu 12 Volt. Kalau kurang dari 10 volt maka bisa dikatakan aki mulai soak. Untuk mengeceknya, anda perlu Volt meter tapi kalau tidak punya anda bisa mencoba menghidupkan klakson.

Setelah anda start mesin berkali-kali dan mesin tak kunjung hidup, coba tekan klakson. Kalau bunyinya masih keras, maka aki masih aman. Tapi kalau bunyinya agak sember, ini tanda kalau aki lemah.

Solusinya,tergantung kondisi. Aki harusdiganti kalau aki yang digunakan adalah tipe MF atau aki kering yang sudah sekitar 2 tahun. Tapi kalau gejala susah start ini muncul ketika anda baru menghidupkan mobil yang lama tidak pernah dipanasi, maka cukup dicharge ulang karena elemen aki masih baik hanya tegangannya saja yang habis.

Kalau aki yang dipakai masih aki basah, anda bisa bawa ke bengkel untuk dilakukan penggantian air aki dan melakukan pengisisan ulang. Jadi meski sudah 2 tahun tidak perlu ganti akinya.

2. Brush dinamo starter aus

Didalam dinamo starter ada beberapa komponen. Salah satunya brush atau sikat yang berfungsi menghubungkan arus listrik dari aki ke rotor yang berputar. Kalau anda paham motor listrik, pasti anda paham gambaran komponen ini.

Dalam proses kerjanya, brush akan selalu bergesekan dengan rotor. Oleh sebab itu, dalam jangka waktu tertentu brush bisa aus.

Kalau brush aus, penyaluran arus listrik dari aki ke rotor menjadi terhambat. Sehingga meski aki masih full 12 Volt, tegangan yang sampai ke rotor itu bisa lebih rendah. Hasilnya, putaran dinamo starter jadi lebih lambat dan mesin susah hidup.

Cara mengetesnya, perlu dicek dengan membuka dinamo starter mobil anda. Tapi itu rumit dan perlu alat yang beragam. Cara mudahnya, seperti yang diatas. Setelah anda start mesin berkali-kali, coba tekan klakson. Kalau bunyinya masih normal maka aki baik-baik saja sehingga masalahnya tidak pada aki melainkan bisa dari brush ini.

Yang unik, kadang mesin bisa dihidupkan dengan mudah. Jadi kalau mobil susah di starter kadang-kadang saja, maka bisa jadi itu masalah brush dinamo starter.

Solusinya dengan melakukan penggantian. Untuk biayanya saya rasa cukup terjangkau kalau hanya mengganti brush. Cuma kalau anda ingin mengganti satu set dinamo starter, tentu harganya lebih mahal.

3. Kabel konektor aki ke dinamo starter hangus


Kabel konektor ini memiliki diameter yang cukup besar, wajar saja karena kabel ini akan mengalirkan arus listrik dengan intensitas besar.

Meski kabelnya sudah dibuat tahan arus besar, tapi tidak dengan konektornya. Biasanya, kabel ini terhubung dengan mur. Kalau mur ini sedikit longgar, bisa menyebabkan loncatan bunga api. Dan lama kelamaan, ini akan membakar bagian konektor kabel aki.

Hasilnya, tegangan yang mampu dialirkan ke dinamo starter menjadi lebih rendah. Untuk mengecek masalah ini, anda perlu bantuan senter untuk menyoroti bagian konektor kabel aki ke dinamo starter. Kalai kondisinya normal (masih terlihat murnya) maka itu masih O.K. Tapi kalau hangus, itu tandanya ada masalah pada konektor.

Solusinya, tergantung kondisi. Kalau murnya masih bisa digunakan, anda cukup kencangkan mur ini sampai benar-benar tidak ada celah. Tapi kalau mur sudah sedikit meleleh, anda harus ganti murnya. Dan yang paling parah kalau kabel konektornya yang kena, maka anda harus mengganti satu set kabel aki.

4. Fuel pump bermasalah

Fuel pump fungsinya untuk memompa bensin dari tanki ke mesin. Pada mobil injeksi, pompa ini sudah menggunakan motor listik. Jadi tenaganya menggunakan listrik dan yang mengatur kinerja pompa adalah ECU.

Mungkin anda sering mendengar, setiap kali kunci kontak diposisikan ON maka akan terdengar bunyi mendengung dari bagian tanki. Ini adalah bunyi fuel pump, yang otomatis menyala dengan durasi tertentu saat kunci kontak ON.

Tujuannya agar tekanan bensin bisa naik, sehingga begitu mesin distarter, bensin bisa langsung keluar melalui injektor.

Kalau anda tidak mendengar bunyi dengungan ini, dan mesin susah dihidupkan maka itu bertanda bahwa fuel pump bermasalah.

Masalah fuel pump ini tidak melulu terletak pada komponen pompanya, karena bisa saja hanya sekering yang putus atau relay yang putus. Jadi ketika anda menemukan kondisi diatas, buka dulu fusebox underhood di kap mesin lalu cari sekering fuel pump.

Lakukan sedikit inspeksi, ditengah sekering ada kawat. Kalau kawat itu putus maka sekering putus, juga kalau gosong menandakan sekering putus. Coba anda ganti sekering tersebut dengan warna yang sama, kalau normal maka masalah sudah teratasi.

Tapi kalau sekering kembali putus berarti ada korsleting pada jalur fuel pump. Untuk masalah ini saya menyarankan segera hubungi bengkel.

5. ISC eror


ISC (idle speed control) adalah aktuator pada sistem injeksi yang mengatur idle RPM (RPM langsam). ISC ini sudah bekerja secara otomatis, jadi ketika kita hidupkan mobil secara otomatis ISC mengatur idle RPM.

Kalau kondisinya mesin dingin, maka RPM otomatis naik begitupula saat AC ON, RPM otomatis naik.

Cara kerjanya, ISC ini memanfaatkan sebuah valve segitiga yang pergerakannya akan mempengaruhi celah saluran Idle. Jadi pergerakan ISC ini hanya maju mundur, kalau ISC macet dan kebetulan macetnya ada di posisi menutup, ini akan menutup saluran idle.

Padahal, melalui saluran inilah udara masuk saat awal start. Otomatis mesin jadi susah hidup bahkan tidak bisa hidup.

Umumnya, masalah yang berkaitan dengan sistem injeksi akan meninggalkan jejak berupa indikator mesin (check engine). Dalam kondisi normal, indikator ini mati tapi kalau ada masalah, indikator ini akan menyala.

Jadi, kalau anda menjumpai masalah apapun di mesin dan indikator check engine menyala, lebih baik hubungi bengkel karena itu harus di scan dahulu.

6. Tekanan kompresi lemah

img by taurusclub.com

Tekanan kompresi yang lemah sering dialami oleh mobil-mobil yang sudah berumur lebih dari 5 tahun atau yang sering digunakan.

Ciri tekanan kompresi lemah, asap mobil berwarna putih, tenaga mobil loyo, dan suara mobil cenderung lebih kasar.

Tekanan kompresi yang lemah umumnya disebabkan karena gesekan antara dinding silinder mesin dengan ring piston. Untuk mendeteksinya, perlu dilakukan pengetesan dengan alat compression tester.

Untuk lebih detailnya serta bagaimana solusinya, anda bisa baca artikel ini 5 penyebab tekanan kompresi mobil rendah + solusinya

7. Busi mati

Terakhir komponen yang paling sering disalahkan saat mesin susah hidup adalah busi. Untuk mobil, kalau businya mati satu maka mesin masih bisa hidup tapi pincang.

Tapi kalau busi yang mati 3, tentu ini akan menyebabkan mesin susah dihidupkan.

Busi juga merupakan komponen yang punya limit pemakaian. Busi memang bisa dipakai hingga 50.000 ribu KM tapi itu sangat berpotensi mengalami kerusakan. Jadi kalau mobil anda sudah lama sekali tidak diganti businya, bisa jadi masalahnya ada pada busi.

7 Peyebab Mobil Bergetar Saat RPM Rendah + Solusinya

Kondisi mobil yang bergetar kadang membuat kita tidak nyaman untuk mengendarai si roda empat. Dan yang tak kalah membuat bingung, getaran ini hanya kadang-kadang saja dan cenderung terjadi di RPM rendah.

Kira- kira apa penyebabnya dan bagaimana solusinya ?

Hari ini Autoexpose mencoba mengulas dan menganalisa permasalahan terkait mobil yang bergetar saat RPM rendah untuk menemukan solusinya. Jadi simak sampai selesai

Penyebab Mobil Bergetar Saat RPM Rendah


Vibrasi atau getaran sebenarnya wajar ada pada sebuah kendaraan. Mengingat jantung utama mobil itu mesin, dan mesin selain menghasilkan daya juga menghasilkan suara dan tentu getaran.

Namun, para produsen mobil sudah melengkapi kendaraannya dengan mekanisme peredam getaran. Sehingga getaran mesin tidak terasa sampai ke kabin.

Hanya saja, tak ada gading yang tak retak. Semua barang pasti bisa mengalami kerusakan termasuk mobil. Kalau mobil anda terasa lebih bergetar daripada biasanya bisa jadi ada satu atau dua komponen yang perlu diganti.

Lalu apa saja penyebabnya ?

1. Engine mounting rusak



Engine mounting itu pegangan mesin ke frame, atau lebih mudahnya tempat untuk membaut mesin ke frame. Mengapa harus dengan engine mounting ?

Karena seperti yang saya katakan tadi, mesin itu menghasilkan getaran sehingga kalau dibaut menggunakan baut biasa maka getaran tersebut akan tersalur ke body. Disini, engine mounting dibut dengan karet peredam khusus. Sehingga getaran pada mesin bisa diredam agar tak sampai ke body.

Tapi yang namanya karet itu lunak, jadi lama kelamaan juga akan rusak. Kalau karet pada engine mounting pecah tentu getaran mesin semakin tak terkontrol.

Oleh sebab itu, untuk masalah yang pertama anda perlu cek engine mountingnya. Caranya dengan menggunakan senter, soroti komponen yang membaut engine ke body (biasanya ada 3 atau 4). Cek apakah karetnya masih aman atau tidak, kalau sudah pecah maka wajib ganti.

2. Kampas kopling aus



Semua juga sudah tahu apa itu kampas kopling, jadi bagi anda yang sudah bertahun-tahun mengendarai mobil pasti sudah hafal bagaimana tandanya kalau kampas kopling mulai aus.

Salah satunya, mobil bergetar ketika pedal kopling dilepas pada gigi 2 atau bahkan 1. Tentu di RPM rendah.

Bagi yang masih baru mengendarai mobil manual, kalau anda merasa mobil bergetar saat lepas kopling bisa jadi itu masalah kampas koplingnya. Normalnya, mobil akan terasa halus ketika lepas kopling (kecuali di gigi 5 atau 4).

Saran saya, cek dulu histori mobil. Maksudnya, sudah berapa jauh KM tempuh mobil. Kalau sudah tembus 30.000 KM dan belum pernah ganti kampas kopling. Itu sudah bisa dipastikan kalau kampas kopling aus.

Untuk biaya gantinya, setiap mobil bervariasi. Anda bisa baca artikel ini kalau ingin tahu lebih jauh Berapa biaya ganti kampas kopling mobil ?

3. Propeller shaft bengkok



Khusus untuk mobil RWD (rear wheel drive) kalau anda lihat bagian kolongnya maka ada komponen berbentuk seperti pipa memanjang dari bagian transmisi ke gardan belakang. Komponen itu adalah poros propeller.

Fungsinya untuk menghubungkan putaran mesin (yang lokasinya didepan) dengan roda penggerak (yang lokasinya dibelakang).

Kalau kondisi mobil masih baru, maka ini akan terasa nyaman-nyaman saja. Tapi kalau mobil sudah sering digunakan, maka poros propeller mulai tidak balance. Sehingga akan terasa getaran baik di RPM rendah ataupun tinggi.

Untuk mengecek kondisi poros propeller, kita harus menggunakan alat dial gauge untuk mengetahui apakah poros ini bengkok atau tidak. Jadi, kalau getarannya terasa saat mobil dijalankan dan lebih terasa dari bagian bawah mobil, ada baiknya anda hubungi bengkel resmi.

4. Universal joint aus

Ini juga sama, universal joint adalah sambungan poros propeller dan hanya terdapat pada mobil RWD. Jadi masalahnya juga sama otomatis solusinya juga sama seperti nomor tiga.

5. Ban bergelombang

Ban yang bergelombang bisa menyebabkan mobil bergetar ketika dijalankan baik di RPM rendah maupun di RPM tinggi. Untuk getaran ban ini, getarannya terasa cukup stabil dan getaran akan berubah setiap perbubahan kecepatan mobil.

Jadi cek juga kondisi ban, apakah ada benjolan, apakah bergelombang, atau sudah aus ?

Selain dari faktor ban, velg yang tidak balance juga bisa menjadi biang kerok mobil bergetar. Oleh karena itu spooring balancing wajib dilakukan dengan interval setidaknya 20 ribu KM sekali.

6. Salah satu injektor tersumbat

Mobil-mobil sekarang semuanya sudah menggunakan injeksi, artinya tidak ada lagi karburator yang ada Cuma injektor. Injektor ini bertugas untuk menyemprotkan bensin ke dalam intake manifold. Sehingga bensin bisa langsung masuk ke mesin.

Apa jadinya kalau salah satu injektor mati atau tersumbat ?

Mesin awalnya akan pincang, tapi pada sistem injeksi kalau mesin pincang otomatis RPM mesin naik sendiri. Sehingga kalau salah satu injektor atau busi mati, maka RPM mesin naik sendiri dan ada getaran yang terasa.

Untuk masalah ini, terjadi ketika mesin baru dihidupkan jadi meski mobil belum jalan gejalanya sudah terasa.

Solusinya, servis rutin. Karena di bengkel ada fasilitas fuel injector cleaning and inspection. Pekerjaan ini akan membersihkan semua sumbatan pada jalur fuel injection. Tapi kalau injektor sudah tersumbat cukup parah, maka harus ganti.

7. Batang piston bengkok



Ini mungkin yang jarang terjadi, tapi berpotensi terjadi. Batang piston itu komponen yang menghubungkan piston dengan poros engkol. Panjang pendeknya batang piston, mempengaruhi volumetrik silinder.

Jadi kalau salah satu batang piston bengkok, maka salah satu silinder akan membesar volumenya. Dan ini akan menyebabkan ketidak seimbangan pembakaran. Hasilnya, mesin akan bergetar di RPM rendah.

Masalah batang piston bengkok memang jarang kalau tidak ada sebuah insiden. Insiden yang dimaksud misalnya, mobil anda menerjang banjir dan tanpa terasa air masuk ke intake manifold. Otomatis air tersebut masuk ke silinder mesin.

Karena sifat air tidak bisa dikompresi, maka akan terjadi efek water hammer. Inilah yang menyebabkan batang piston bengkok. Jadi kalau getaran pada mobil terjadi setelah insiden seperti ini, anda patut waspada karena untuk memperbaikinya cukup berat.