Showing posts with label Bengkel Mobil. Show all posts

Timming Belt Mobil Tiba-Tiba Putus, Begini Solusinya

Timming belt adalah sabuk bergerigi yang menghubungkan poros engkol dengan poros nok atau camshaft. Fungsinya, untuk menggerakan mekanisme katup sesuai putaran mesin.

Apa jadinya kalau timming belt ini putus ?

Tentu saja dampak yang paling terlihat mekanisme katup tidak akan bekerja, dengan kata lain katup-katup mesin tidak akan terbuka dan tertutup.


Tapi yang paling membuat kesal, masalah ini seringnya terjadi ketika kita sedang menempuh perjalanan tiba-tiba mesin mogok dan ketika distarter terasa ngelos.

Ini adalah tanda- tanda kalau timming belt mobil sudah putus. Lalu bagaimana solusinya kalau timming belt putus saat sedang melakukan perjalanan ?

Solusinya hanya satu yakni dengan menghubungi bengkel terdekat. Hal itu dikarenakan tanpa timming belt, maka katup tidak bisa bekerja. Kalau katup tidak bekerja, bagaimana mungkin mesin bisa hidup ?

Tapi bagaimana kalau lokasi mobil jauh dari keramaian ?

Tentu ini yang paling ditakutkan, contohnya ketika sedang melakukan perjalanan ke gunung tiba-tiba timming belt putus. Kalaupun ada bengkel di pinggir jalan, belum tentu ada part penggantinya karena setiap merk mobil punya part sendiri-sendiri.

Tapi anda seharusnya bisa mengantisipasi kejadian semacam itu, salah satu cara antisipasinya adalah anda sebelumnya perlu menyimpan kontak layanan derek atau bengkel langganan anda. Sehingga ketika kejadian ini terjadi, masih ada harapan meski agak merepotkan.

Karena kerusakan timming belt itu masuk ke masalah serius. Kalaupun anda membawa part cadangannya, belum tentu bisa dipasang disitu juga. Timming belt itu berbeda dengan drive belt atau V belt, timming belt terletak dibalik cover engine depan, untuk membukanya anda perlu membongkar bagian pulley-pulley, engine mounting dan komponen tambahan mesin lainnya.

Selain itu, saat memasang timming belt juga harus ditepatkan lagi timmingnya (sudut posisi camshaft terhadap crankshaft). Kalau timming ini tidak pas, maka masalah lain akan muncul yakni katup yang bengkok.

Timming ini hubungannya dengan ketepatan katup agar terbuka sesuai posisi piston. Kalau posisi piston sedang langkah hisap, maka katup hisap harus terbuka. Kalau timming salah, bisa saja terjadi benturan antara piston yang bergerak ke atas namun katupnya malah terbuka. Hasilnya katup bengkok.

Apa Saja Hal Yang Memicu Timming Belt Putus ?

img by rennlist.com

Ada beberapa hal yang membuat timming belt putus, antara lain.

1. Faktor usia

Kalau umur mobil anda sudah diatas 5 tahun dan belum pernah ganti timming belt, anda patus waspada. Karena timming belt bisa putus kapan saja, komponen ini terletak didalam cover engine jadi sulit untuk memeriksa kondisinya tanpa membongkar.

Paling, anda akan mendengar bunyi decitan dari bagian depan mesin. Itu menjadi tanda awal kalau timming belt perlu diganti yang baru.

2. Pegas katup yang terlalu keras

Semakin kuat pegas katup, maka semakin kuat juga daya yang diperlukan untuk menekan katup agar terbuka. Ujung-ujungnya, timming belt harus bekerja lebih ekstra karena beban pegas katup lebih besar. Penambahan beban kerja timming belt inilah yang juga bisa membuat timming belt kendor lalu putus.

3. Terkena ceceran oli

Timming belt itu pada dasarnya berbahan karet, dan bersifat kering. Sehingga tidak memerlukan pelumasan, ketika ada ceceran oli justru itu akan membuat timming belt selip. Ujung-ujungnya, ini akan membuat permukaan timming belt semakin terkikis akhirnya putus.

Berbeda dengan timming chain yang menggunakan rantai, maka wajib memperoleh lubrikasi.

Tips Supaya Timming Belt Aman


Untuk mengantisipasi timming belt yang putus ditengah jalan, ada beberapa tips yang bisa anda ikuti

1. Pastikan kondisi timming belt baik

Ini bisa dipastikan dari usia dan bunyi yang dihasilkan, kalau tidak ada bunyi berisik diarea mesin maka timming belt aman. Namun kalau ada bunyi berisik terlebih umur timming belt sudah terlalu tua, lebih baik ganti dengan yang baru.

2. Pastikan anda mengganti timming belt di bengkel yang berpengalaman

Karena ada banyak kasus juga, timming belt putus setelah diganti yang baru. Ternyata, ini disebabkan kesalahan saat pemasangan timming belt tersebut. Jadi disarankan untuk melakukan penggantian komponen yang sensitif seperti ini, percayakan di bengkel yang sudah berpengalaman.

3. Pastikan anda menyimpan nomor bengkel kepercayaan anda serta layanan derek

Ini adalah antisipasi terakhir saat timming belt benar-benar putus ditengah jalan. Meski kita sudah melakukan antisipasi diatas, tetap saja masih ada faktor lain yang tanpa diduga menyebabkan timming belt putus. Jadi ada baiknya kita juga mengantisipasi saat kejadian itu benar-benar terjadi.

Air Radiator Mobil Cepat Habis, Apa Penyebabnya ?

Air radiator memiliki peran yang cukup penting terhadap proses pendinginan mesin, karena air ini akan mentransfer panas dari mesin ke radiator sehingga suhu mesin bisa tetap stabil meski mesin terus dipaksa untuk bekerja.

Kekurangan air radiator dapat menyebabkan mesin mengalami overheat atau kepanasan.

Lantas, mengapa kadang air radiator sering berkurang ? apa penyebabnya ? mari kita bahas bersama

Penyebab Air Radiator Mobil Cepat Habis


1. Tutup radiator rusak

Tutup radiator memang berfungsi sebagai penutup radiator, tapi masih ada fungsi lain yakni sebagai pengatur tekanan radiator.

Jadi tutup ini memiliki mekanisme katup yang secara otomatis terbuka ketika tekanan didalam radiator tinggi. Ketika katup pada tutup radiator terbuka maka ada sebagian air pendingin yang keluar menuju tanki reservoir. Nantinya air tersebut akan tersedot kembali ke dalam radiator saat suhu air dingin sehingga volume air radiator bisa tetap stabil.

Kerusakan tutup radiator khususnya dibagian katup ini akan membuat air radiator langsung bocor saat suhu air mulai panas. Padahal, tekanannya belum mencapai tekanan radiator maksimal. Ini jelas akan mengurangi volume air radiator dengan lebih cepat.

Selain dibagian katup, bagian ulir tutup radiator yang mulai aus juga menyebabkan kebocoran air. Jadi nanti ada bekas luberan air pada bagian tutup radiator.

Masalah ini bisa diselesaikan dengan mengganti tutup radiator yang baru.

2. Ada sumbatan didalam radiator

Apabila tekanan didalam radiator tinggi maka seperti mekanisme diatas, air radiator akan keluar melalui tutup radiator.

Tapi kalau tekanan didalam radiator terus tinggi, maka air radiator akan terus dialirkan keluar radiator melalui tutup radiator. Salah satu hal yang menyebabkan tekanan didalam radiator terus tinggi itu karena pipa-pia radiator tersumbat. Bisa tersumbat oleh kerak, atau lumpur dari segala kotoran yang terkumpul.

Masalah ini memang hampir sama gejalanya dengan yang pertama, tetapi ada perbedaan dibagian kipas radiator (kalau pakai kipas elektrik). Kipas cenderung lebih sering berputar karena pengaruh suhu dan tekanan air yang terus tinggi.

Solusi dari penyebab ini, adalah dengan menguras radiator dan menyemprotkan air bertekanan didalam radiator untuk mendorong kotoran yang menyumbat agar keluar.

3. Air didalam reservoir pembuangan habis


Ketika tekanan didalam radiator, air yang keluar dari tutup radiator itu akan ditampung didalam reservoir tank. Antara tutup radiator dan reservoir ini dihubungkan melalui sebuah selang. Harusnya, ujung selang ini terbenam pada air didalam reservoir.

Alasannya, karena ketika suhu radiator dingin maka tekanan didalam radiator akan menurun. penurunan tekanan radiator ini akan menyedot air dari dalam reservoir tank. Kalau ujung selang pembuangan ini mengambang (tidak terbenam) maka yang disedot bukan air melainkan udara.

Hasilnya, volume air radiator akan terus berkurang.

Hal yang menyebabkan selang tidak terbenam, itu bisa karena tidak ada air untuk menenggelamkan selang didalam reservoir atau karena selang tertarik keatas.

Masalah ini bisa diselesaikan dengan menenggelamkan selang pada air didalam reservoir lalu isi radiator hingga penuh.

4. Ada kebocoran pada sistem pendingin


Kebocoran pada sistem pendingin tentu saja akan mengurangi volume air, kalau bocornya kecil maka volume air pendingin bisa berkurang dengan lambat. Tapi kalau bocornya deras, air pendingin akan habis dengan cepat.

Namun kebocoran yang kecil itu justru yang sulit dideteksi, karena bocornya hanya tetesan. Kalau tetesan ini jatuh ke area panas mesin seperti knalpot tentu langsung menguap sehingga tidak ada bekas pada lantai.

Jadi bagimana cara mengecek kebocoran ?

Anda bisa gunakan senter untuk menyoroti bagian-bagian yang sensitif seperti sambungan selang dan area selang yang meliak-liuk. Meski tidak ada bekas dilantai, tetap ada bekas diarea yang bocor. Biasanya berupa garis putih.

Untuk lebih mudah, cek sambil mesin dihidupkan. Maka kebocoran pasti lebih mudah dicari.

5. Air keluar lewat sambungan antar selang yang kurang rapat

Tak semua kebocoran air pendingin itu karena selang yang robek tapi bisa juga karena klem selang yang kendor atau sudah rapuh. Ada dua jenis klem pada selang radiator, ada yang menggunakan tipe sekrup dan ada juga yang menggunakan tipe pegas.

Kalau sekrup, tinggal diputar saja sekrupnya untuk mengencangkan atau mengendorkan. Sementara yang tipe pegas akan secara otomatis kencang, kalau mau melepas harus dijepit menggunakan tank untuk membukanya.

Baik tipe pegas atau tipe sekrup, keduanya sama-sama bisa mengalami kerusakan. Kalau klem ini kendor, maka selang dan bagian yang disambung itu akan longgar sehingga air bisa bocor dari bagian itu.

Masalah ini bisa diatasi dengan mengencangkan klem kalau klemnya masih baik hanya kurang kencang atau salah posisi. Tapi alangkah lebih baik untuk menggunakan klem baru.

6. Putaran kipas melemah

Kipas pendingin berfungsi untuk mengalirkan udara untuk mendinginkan radiator. Semakin cepat putaran kipas, semakin cepat pula pendinginan didalam radiator.

Kalau putaran kipas lemah, maka pendinginan radiator menjadi lambat. Sementara itu, mesin terus dipacu untuk bekerja. Hasilnya, suhu air pendingin cenderung naik. Kalau suhunya terus naik maka tekanannya juga akan naik, dan kalau tekanan didalam radiator naik otomatis air akan keluar melalui tutup radiator.

Dan ini akan mengurangi volume air radiator.

5 Penyebab Radiator Bocor + Cara Menanggulanginya

Pada mobil, radiator digunakan untuk mendinginkan air pendingin dimana air pendingin ini dipakai untuk mengisap panas mesin.

Jadi bisa dikatakan, pada sistem pendingin mesin radiator menjadi komponen utama karena komponen ini yang berperan dalam pendinginan suhu.

Karena ini adalah komponen utamanya maka ketika terjadi kerusakan pada radiator mesin akan mengalami overheat. Salah satu masalah yang kerap ditemui pada radiator adalah radiator bocor.

Lalu apa saja penyebabnya dan bagaimana cara menghindari supaya radiator tidak gampang bocor ? simak ulasannya dibawah.

Baca juga : 6 Penyebab Mobil Overheat

Penyebab Radiator Bocor


1. Radiator terkena benda keras

Yang paling umum adalah karena radiator terkena pukulan benda keras, kita tahu kalau radiator itu berbentuk pipih dengan dua buah tank dimana diantara tank tersebut terdapat sirip-sirip dan selang pipih.

Ketika ada benda keras seperti batu mengenai bagian selang pipih ini, tak jarang selang pipih tersebut akan penyok hingga bocor. Tentunya tergantung benda apa yang mengenainya, kalau hanya kerikil mungkin masih tidak masalah.

Selain karena ada benda dari luar, faktor tabrakan juga bisa membuat radiator bocor. Meski tabrakannya tidak begitu parah hanya bagian bumper depan saja yang penyok, itu sudah bisa membuat radiator bocor. Hal itu karena letak radiator mobil itu ada dibalik bumper depan.

Ketika radiator sudah bocor, maka ada dua opsi yang bisa anda ambil sebagai solusinya ;

  • Yang pertama mengganti unit radiator
  • Dan kedua dengan menambal radiator ke tukang service radiator. Tentu opsi ini lebih murah biayanya tapi bisa dilakukan kalau bocornya tidak parah.
Baca juga : Solusi untuk radiator mobil bocor

2. Ada sumbatan didalam radiator



Sumbatan ini akan menghalangi aliran air radiator, sementara air pendingin didalam radiator itu punya suhu yang panas. Sehingga ketika air panas tersebut tersumbat maka akan meningkatkan tekanan didalam radiator.

Hasilnya, sambungan antar tank radiator dan pipa pipih akan mengalami kebocoran.

Ketika ini terjadi, anda akan melihat bahwa air radiator bocor dari bagian dekat tank radiator baik tank atas atau yang bawah.

Bagaimana solusinya ?

Kalau yang bocor sambungannya, maka masih bisa ditambal lagi tapi sebelumnya anda perlu membersihkan semua sumbatan didalam radiator. Sumbatan-sumbatan ini asalnya bukan dari luar, tapi berasal dari kerak-kerak saluran pendingin yang terlepas karena faktor panas.

Kerak-kerak ini kalau masuk ke radiator maka akan menyumbat pipa pipih radiator.

3. Tempat pembuangan air radiator tidak rapat

Tempat pembuangan atau drain plug ini terletak dibagian bawah radiator, fungsinya untuk menguras air pendingin. Dari sini juga bisa terjadi kebocoran, khususnya pada sistem pendingin yang sering dikuras.

Terkadang ada kendala tersendiri ketika akan menguras air radiator, hal itu karena beberapa mobil yang memiliki ruang terbatas sangat sulit untuk menjangkau drain plug ini. Hasilnya, ketika berhasil dibuka lalu dipasang lagi, menjadi kurang kencang.

Ini tentu akan memicu air radiator bocor.

Selain itu kalau drain plug sering dibuka, maka resiko terjadi slek/dol itu menjadi lebih besar. Sehingga baut penguras tidak bisa dikencangkan dan air radiator tetap bocor.

Biasanya beberapa teknisi mengakali hal itu dengan melapisi baut penguras menggunakan sealtape supaya lebih rapat.

4. Air radiator yang tercampur material lain

Beberapa material seperti garam, kapur, atau merkuri dapat merusak radiator. Cairan-cairan ini bisa tercampur pada air radiator dari penggunaan cairan-cairan lain yang katanya bagus kalau dicampur air radiator.

Yang perlu anda ingat, bahan atau material radiator mobil itu berbeda. Mungkin anda ingin menambahkan cairan supaya pendinginan lebih baik tapi itu belum tentu cocok untuk radiator mobil anda. sehingga itu justru bisa merusak radiator mobil anda.

Jadi, usahakan anda mengukuti saran pabrikan terkait coolant atau produk air radiator yang dapat digunakan serta cairan-cairan tambahan apa yang boleh dipakai.

5. Faktor komponen radiator itu sendiri yang sudah rapuh

Untuk mobil yang usianya diatas 5 tahun, kalau radiatornya bocor maka itu wajar dan tidak usah panik karena memang sudah waktunya untuk diganti. radiator itu selalu berhubungan dengan air panas, sehingga lambat laun juga akan rapuh.

Penambalan untuk radiator yang sudah berumur pun tidak direkomendasikan, karena secara keseluruhan material radiator sudah lemah sehingga nanti justru akan menimbulkan titik kebocoran yang baru.

Tips Membuat Radiator Awet


Untuk membuat radiator mobil anda awet, ada beberapa tips yang bisa anda lakukan

1. Jangan sering membuka tutup radiator

Jangan keseringan membuka tutup radiator, memang mengecek air radiator itu bagus tapi anda bisa cek dari tabung reservoirnya tanpa membuka tutup radiator. Alasannya, terdapat sistem pengaturan tekanan radiator pada tutup radiator, dan ini sangat sensitif sehingga lebih baik jangan keseringan dibuka.

Baca pula : 3 Cara Mencegah Mobil Agar Tidak Overheat

2. Ganti air radiator sesuai jadwal dengan prosedur yang benar

Jadwal penggantian air radiator bisa anda lihat pada buku service mobil anda, biasanya sekitar 30 ribu atau 40 ribu KM. Ketika menguras pun, harus dilakukan dengan benar pasalnya ada kerak didalam saluran pendingin yang harus dikeluarkan dulu.

Cara mengeluarkannya pun ada yang menggunakan flushing, ada pula yang menggunakan angin bertekanan.

3. Pakai air radiator sesuai rekomendasi pabrikan

Ini karena pabrikan sudah tahu mana produk air pendingin yang memang pas dengan material radiator mobil. Jadi tidak ada salahnya menuruti rekomendasi meski ada yang lebih mahal dan lebih bagus tetapi belum tentu cocok.

6 Penyebab Mobil Injeksi Tidak Bisa Hidup

Dibalik semua kelebihan yang dimiliki mobil injeksi, ketika mesinnya bermasalah maka akan sulit mendeteksi kerusakannya. Itulah yang dikatakan banyak orang.

Hal itu tidak lepas dari pengontrol mesin yang sudah berbasis elektrik sehingga untuk mencari tahu masalahnya dimana harus menggunakan alat scanner. Nanti pada scanner akan muncul DTC (diagnostic test code) yang dapat diterjemahkan untuk mencari tahu mana komponen yang eror.

Namun, diartikel ini kita tidak membahas bagaimana menggunakan alat scan ini karena yang punya alat scan ini tentu hanya bengkel yang berlisensi.

Jadi, diartikel ini kita akan membahas hal apa saja yang menyebabkan mobil injeksi susah dihidupkan tanpa melakukan scan.

Penyebab Mobil Injeksi Tidak Bisa Hidup


1. ISC valve tertutup

ISC valve adalah katup yang mengatur aliran udara ke mesin saat idle mesin (saat katup gas tertutup). Ketika idle, harusnya ISC ini terbuka namun kalau ISC eror maka ISC akan tertutup. Hal itu menyebabkan tidak ada aliran udara yang masuk ke mesin atau aliran udaranya sangatlah minim.

Padahal, agar terjadi pembakaran mesin memerlukan udara, bensin, dan percikan api. Kalau salah satunya tidak terpenuhi otomatis mesin tidak akan nyala.

Untuk mendeteksi kerusakan ISC valve, biasanya ada tanda-tanda sebelumnya berupa RPM idle yang sering naik turun, dan sebelumnya mesin bisa dihidupkan tapi tersendat.

Ketika tanda-tanda tersebut muncul, coba lepas ISC valve yang terletak pada area throttle body. Lalu cek jarumnya dan coba gerakan maju mundur. Biasanya keruskan ISC valve disebabkan karena jarum yang macet karena kotor atau bisa juga karena motor ISC yang rusak.

Kalau hanya kotor masih bisa dibersihkan tapi kalau motor ISC yang kena, maka harus diganti ISCnya.

2. Fuel pump mati

Pada mobil injeksi, fuel pump tidak hanya berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke mesin tapi fuel pump juga digunakan untuk menahan tekanan bahan bakar pada angka tekanan tertentu. Tujuannya, supaya bensin bisa tersembur keluar dari injektor maka tekanan bahan bakar perlu dinaikan.

Yang menaikan tekanan bahan bakar, itu fuel pump. Kalau tekanan bahan bakar drop, maka bensin tidak bisa tersembur dari injektor. Akibatnya, mesin kekurangan pasokan bensin sehingga mesin sulit dihidupkan.

Untuk mendeteksi kerusakan fuel pump, sebenarnya bisa anda lakukan saat memposisikan kunci kontak ke ON. Saat itu akan fuel pump akan menyala dengan durasi sekitar 3 detik, jadi pas kunci diputar ke posisi ON coba dengarkan dari arah tanki bensin apakah ada suara dengungan atau tidak.

Kalau ada, maka fuel pump menyala tapi kalau tidak ada suara bisa jadi fuel pump mati. Ketika tekanan bahan bakar drop, beberapa mobil akan memunculkan cek engine tapi beberapa lainnya tidak.

3. Selang bahan bakar bocor

Selang bahan bakar pada mobil umumnya terbuat dari bahan seperti plastik tebal yang ringan, tahan bocor tapi tidak elastis. Sehingga kena puntiran sedikit saja, selang bisa pecah.

Kalau selang pecah, maka bensin akan bocor. Tapi bukan itu masalahnya, kalau bensin bocor dari selang maka tekanan bahan bakar menjadi drop. Hasilnya, mesin juga sulit menyala.

Ini mudah sekali dideteksi dengan melihat kolong mobil. Kalau ada tetesan bensin, maka sudah pasti sistem bahan bakar mengalami kebocoran. Ketika sudah terdeteksi masalah ini, segera putar kunci kontak ke posisi OFF dan lakukan inspeksi lanjutan untuk mencari tahu area mana yang bocor.

4. Busi mati

img by autobytel.com

Busi mati itu masalah klasik, mobil karburator maupun injeksi kalau businya mati mesin juga tidak bisa dihidupkan. Tapi, ini jarang terjadi kecuali pada mobil yang pemiliknya malas melakukan service.

Hal itu karena mesin mobil umumnya memiliki 4 silinder yang artinya ada empat buah busi pada satu mobil. Kalau salah satu busi mati, mesin sebenarnnya bisa dihidupkan hanya akan pincang. Jadi kalau sampai 3 busi yang mati itu antara kualitas busi yang jelek atau pemilik mobil yang malas menyervis mobilnya.

Baca juga : 6 Ciri Busi Mobil Perlu Diganti

5. Tegangan aki lemah

img : todayifoundout.com

Tegangan aki akan mempengaruhi RPM cranking. RPM cranking adalah jumlah putaran saat mesin distarter. Agar mesin bisa hidup dengan mudah, RPM cranking harus tinggi (sekitar 800-1000 RPM). Kalau RPM cranking rendah, maka pembakaran sulit terjadi sehingga mesin susah hidup.

Salah satu hal yang menyebabkan RPM cranking turun itu karena tegangan aki loyo. Tegangan aki yang melemah ini bisa disebabkan karena aki kurang setrum (biasanya mobil yang baru dinyalakan setelah berbulan-bulan) dan bisa juga karena elektrolit baterai lemah.

Baca juga : 2 Cara Menghidupkan Mobil Yang Akinya Tekor

Kalau tegangan aki drop, biasanya kelistrikan mobil juga akan terganggu seperti lampu redup dan klakson sember.

Solusinya, lakukan cas aki kalau aki hanya kurang setrum. Tapi kalau elektrolitnya yang lemah, ganti air akinya atau ganti unit akinya untuk aki kering.

6. Salah satu sensor mesin eror

Terakhir, mesin mobil injeksi yang susah nyala bisa disebabkan karena salah satu sensor mengalami kerusakan. Masalah sensor ini perlu dicek menggunakan scanner karena memang masalahnya tidak terlihat hanya bisa terasa.

Kalau ada sensor yang rusak, maka hanya akan meninggalkan kedipan cek engine. Jadi kalau cek engine nyala, lebih baik hubungi bengkel. Karena akan lebih parah kalau diperbaiki sendiri tanpa tahu prosedurnya.

Blower AC Mobil Berisik, Cek 4 Penyebab Berikut

Blower merupakan kipas yang menghisap udara luar agar bersirkulasi dengan udara didalam kabin mobil. Cara kerjanya sama seperti kipas angin hanya saja posisi blower ini ada didalam dashboard sehingga kalau kotor sudah pasti sulit dibersihkan.

Akibatnya, ada gejala seperti suara gesekan atau suara berisik lainnya ketika AC dinyalakan.

Tapi selain blower yang kotor, kondisi kipas blower yang mulai aus juga bisa menyebabkan bunyi. sehingga ketika anda menjumpai masalah ini pada mobil anda, anda harus paham apa ciri blower yang aus dan bagaimana ciri blower yang kotor.

Dibawah sudah kami tuliskan informasi terkait blower AC yang berisik beserta cara mengatasinya, jadi anda tinggal baca selengkapnya.

Penyebab Blower AC Mobil Bunyi


1. Poros blower oblak

Yang pertama, bunyi ini disebabkan karena poros kipas blower oblak. Kalau porosnya oblak, maka ketika blower berputar kipas blower akan oleng dan akan mengenai frame blower. Sehingga muncul bunyi seperti grek, grek, grek.

Masalah ini ternyata tidak hanya disebabkan karena poros blower yang aus, tapi bushing atau rumah penahan poros blower ini sudah melebar. Maklum saja komponen Ini umumnya terbuat dari bahan plastik sehingga mudah berubah bentuk.

Untuk solusinya, adalah penggantian housing blower tapi saat mengganti housing blower biasanya kita juga harus ganti blowernya juga agar satu set. Perkiraan biaya untuk mengganti unit blower adalah 1,5 jutaan untuk yang original dan kurang dari 1 juta untuk yang KW.

2. Ada benda asing seperti daun yang masuk ke blower

Karena blower ini menghisap udara dari luar mobil, tak jarang ada benda asing seperti dedaunan atau kertas atau apapun yang ikut masuk ke blower. Namun ketika sampai pada blower, benda tersebut terganjal sehingga akan meninggalkan bunyi srek, srek, srek.


Masalah ini sering muncul pada mobil yang tidak dilengkapi filter AC. Oleh sebab itu langkah pertama cek dulu apakah mobil anda dilengkapi filter AC atau tidak. Kalau ternyata tidak ada filter AC, maka langkah perbaikannya adalah dengan membuka blower dan membersihkan semua benda asing yang masuk.

Anda bisa melobby bengkel AC kepercayaan anda dengan biaya tidak terlalu mahal karena ini tidak ada penggantian komponen.

3. Bearing blower aus

Bearing ini berbentuk seperti cincin untuk memastikan putaran kipas blower licin dan tidak oblak. Meski bushing blower umumnya terbuat dari plastik namun bearing ini terbuat dari aluminium sehingga lebih aman dari perubahan bentuk.

Namun logam yang bergesekan lama kelamaan akan mengikis salah satu logam. Sehingga dalam waktu yang lama, bearing ini biasanya mengalami keausan sehingga akan timbul suara gesekan ketika blower AC dinyalakan.

Untuk mengatasinya, mungkin bisa anda ganti hanya bearingnya saja kalau ada spare partnya. Tapi kalau tidak ada, mau tidak mau harus ganti satu set.

4. Debu yang mengotori bagian kipas blower

Sama seperti nomor 2, debu justru lebih sering masuk karena partikelnya cukup kecil. Sehingga mau AC mobil anda pakai filter atau tidak, debu bisa saja masuk.

Ketika debu masuk, biasanya debu ini akan mengendap pada permukan evaporator yang basah juga mengendap pada sela-sela poros kipas blower. Debu ini tentu akan mengganggu kinerja kipas itu sendiri sehingga suara kasar akan terdengar.

Masalah ini bisa diminimalisir ketika anda menggunakan filter AC yang kondisinya masih baik dan tidak sering berada pada daerah yang berdebu.

Untuk solusinya, tinggal bawa ke bengkel AC untuk dibersihkan. Harganya juga tidak terlalu mahal karena tidak ada penggantian spare part.

Jadi Kesimpulannya


Bunyi berisik yang terdengar dari blower umumnya disebabkan dibagian porosnya, karena komponen ini yang berputar dan bergesekan dengan komponen sekitar. Tapi bunyi yang terdengar saat AC dinyalakan juga bisa berasal dari kompresor, atau karena freon kurang (bunyinya mendesis).

Jadi, pastikan juga anda saat AC nyala cek juga bagian kompresornya dengan membuka kap mesin dan mendengarkan apakah ada bunyi yang aneh pada kompresor AC atau tidak.

Kompresor AC Mobil Tidak Berputar, Ini 4 Penyebabnya

Salah satu masalah AC mobil yang cukup populer adalah masalah pada sektor kompresor AC yang tidak berputar. Padahal kompresor AC ini bertugas untuk memompa freon supaya bersirkulasi, kalau kompresor macet otomatis freon tidak bersirkulasi akibatnya AC tidak dingin.

Lalu apa yang menyebabkan kompresor AC tidak berputar ? mari kita bahas bersama-sama.

Penyebab Kompresor AC Tidak Berputar


Satu hal yang perlu anda ketahui, kompresor AC dibedakan menjadi dua unit yakni unit kompresor sebaga penekan dan magnetic clutch sebagai kopling yang menentukan kapan kompresor bekerja dan kapan kompresor diam.

Artinya apa ?

Kompresor yang tidak berputar tidak mesti disebabkan dari kompresornya tapi justru lebih banyak disebabkan dari magnetic clutchnya yang tidak bekerja.


Untuk mendeteksi apakah magnetic clutch yang rusak ataukah kompresor yang rusak, anda bisa mendengarkan suara “tek” saat AC dihidupkan. Suara ini muncul akibat koneksi antara pulley dengan magnetic clutch. Kalau suara ini tidak muncul saat AC dihidupkan, maka ada kemungkinan magnetic clutch yang rusak.

Anda juga bisa memperhatikan RPM mesin. Biasanya kalau kompresor bekerja, stasioner mesin akan naik secara otomatis. Tapi kalau stasoiner mesin tetap stabil meski AC sudah ON, bisa dipastikan magnetic clutch bermasalah.

Hal hal yang menyebabkan magnetic clutch tidak bekerja antara lain ;

1. Sekering magnetic clutch putus

Sekering atau fuse sebenarnya berfungsi sebagai pengaman device dari aliran arus yang berlebih. Sekering ini akan putus secara otomatis kalau arus yang mengalir ke magnetic clutch melebihi arus yang diizinkan.

Ketika sekering sudah putus, maka rangkaian kelistrikan ke magnetic clutch pun terputus sehingga magnetic clutch tidak bekerja.

Biasanya kalau sekering putus kita hanya mengganti sekering dengan yang baru tapi, sekering yang putus itu menandakan adanya korsleting karena hanya korsleting yang bisa memicu mengalirnya arus yang diluar normal.

Oleh sebab itu, sebelum anda mengganti sekering coba cek rangkaian kabel magnetic clutch apakah ada yang terkelupas atau bagian soketnya apakah renggang atau gosong.

Apa yang terjadi kalau kita langsung ganti sekeringnya ?

Maka sekering akan putus lagi karena korlsetingnya belum diperbaiki. Tapi kalau korsletingnya hanya jangka pendek misal karena kecipratan air maka saat air tersebut kering, korsleting akan hilang dengan sendirinya sehingga langsung diganti sekeringnya pun tidak masalah.

Namun beberapa orang biasanya mengganti sekering tersebut dengan kapasitas lebih tinggi, alasannya karena kalau diganti dengan kapasitas setara akan putus terus sehingga diganti dengan yang lebih tinggi. Apakah itu diperbolehkan ?

Tentu tidak karena itu akan memperbesar limit arus yang dapat mengalir, konsekuensinya magnetic clutch akan rusak ketika terjadi korsleting dan bisa terbakar.

Jadi kalau ada korsleting perbaiki dulu, dan jangan pernah mengganti sekering dengan kapasitas lebih tinggi.

2. Kerusakan pada magnetic clutch AC

Yang kedua karena ada kerusakan pada devie magnetic clutch itu sendiri. Ini merupakan komponen elektrikal yang gampang rusak, jadi anda tak perlu pusing mengapa magnetic clutch bisa rusak.

Untuk memastikan apakah magnetic clucth rusak, harus diuji menggunakan multimeter. Caranya dengan mengecek arus input yang ke magnetic clutch. Kalau ada arusnya maka rangkaian O.K sehingga yang rusak adalah magnetic clutchnya.

Solusi kerusakan magnetic clutch itu hanya satu yakni diganti, karena komponen ini sangat tertutup sehingga sulit diperbaiki.

3. Ada masalah pada sensor tekanan AC

Sensor tekanan freon AC ada dibagian selang high pressure (selang dengan diameter lebih kecil). Fungsi sensor ini sebagai salah satu penanda yang menandakan kapan magnetic clutch ON dan kapan magnetic clutch OFF.

Cara kerjanya saat AC dinyalakan maka magnetic clutch akan ON namun ketika tekanan freon sudah mencapai maksimal, maka sensor ini akan menonaktifkan magnetic clutch sehingga tekanan freon tidak bertambah dan berangsur turun.

Ketika tekanan freon sudah mencapai limit bawah, sensor akan mengaktifkan kembali magnetic clutch sehingga tekanan freon kembali naik. Proses ini berlangsung selama AC mobil dinyalakan.

Kerusakan pada sensor bisa menyebabkan eror dalam hal aktifasi magnetic clutch. Misalnya saat AC dinyalakan harusnya magnetic clutch ON tapi sensor tekanan freon eror, sensor tersebut malah membaca tekanan freon tinggi sehingga sampai kapanpun magnetic clutch tidak akan aktif.

Untuk masalah ini biasanya akan memunculkan cek engine pada dashboard mobil anda. solusinya dengan mengganti sensor.

4. Ada masalah pada sensor suhu AC

selain sensor tekanan freon, sensor suhu AC juga mempengaruhi aktfasi magnetic clutch. Sensor ini berfungsi sebagai feedback yang mendeteksi suhu didalam kabin.

Jadi ini hubungannya dengan kontrol suhu AC, kalau kita atur suhu AC pada suhu yang tidak terlalu dingin (misal 30 derajat) maka sensor suhu ini akan menonaktifkan magnetic clutch saat suhu kabin telah mencapai 30 derajat. Dan sensor suhu juga kembali akan menghidupkan magnetic clutch ketika suhu kabin turun dari 30 derajat.

Kerusakan sensor ini akan menyebabkan pembacaan suhu kabin eror, sehingga sensor bisa menonaktifkan magnetic clutch secara terus menerus meski suhu didalam kabin sudah sangat panas.

Solusinya juga sama, dengan melakukan penggantian sensor.

Rem Mobil Bunyi Nguk, Cek 2 Penyebab Berikut

Anda perlu waspada, pasalnya bunyi-bunyian yang terdengar saat anda mengerem bisa mengindikasikan masalah pada sistem rem mobil anda.

Misal bunyi berdecit, itu bisa disebabkan karena kampas rem habis. Lalu bagaimana dengan bunyi Nguk ketika rem diinjak ? apa masalah yang hadir saat terdengar bunyi seperti itu ?

Mari kita bahas secara mendalam.

Penyebab Rem Mobil Bunyi Nguk


1. Permukaan kampas rem kotor

Penyebab yang pertama adalah karena ada tumpukan debu pada permukaan kampas rem. Ini bisa terjadi pada rem cakram dan rem tromol namun lebih sering terjadi pada rem cakram karena sifatnya yang lebih terbuka.

Jadi debu itu bisa berasal dari debu jalan, debu ketika anda melintasi tanah kering, lumpur yang mengering, atau debu kampas rem itu sendiri yang melekat pada area caliper rem.

Kalau debu itu mengenai piringan rem, mungkin bunyinya berlangsung singkat karena ketika roda berputar debunya juga hilang sendiri. Namun yang jadi masalah adalah ketika kotoran tersebut menempel dibagian caliper rem.

Jadi ketika anda mendengar suara nguk dibagian rem depan, solusinya adalah dengan membersihkan kampas komponen rem.

Caranya seperti ini ;

  • Lepas roda mobil
  • Keluarkan dua buah kampas rem (caranya dengan melepas satu baut caliper, lalu angkat caliper rem maka kampas rem bisa langsung dilepaskan)
  • Kemudian bersihkan caliper rem yang masih menempel ditempatnya. Untuk membersihkan, ada cairan khusus namanya brake cleaner. Anda cukup menyemprotkan brake cleaner ke arah komponen yang berdebu maka debu tersebut akan langsung luntur.
  • Kalau tidak ada brake cleaner, anda juga bisa menggunakan air yang penting jangan menggunakan bensin/solar karena bisa membuat seal caliper getas sehingga minyak rem rentan bocor.
  • Jangan lupa juga menghaluskan permukaan kampas rem, caranya dengan mengamplas permukaan kampas rem dan sisi-sisinya agar lebih halus.
  • Terakhir pasang kembali kampas rem dan pasang roda maka bunyi akan hilang.


2. Posisi sepatu rem yang tidak pas

Pada rem tromol, itu memang jarang kotor karena sifat rem tromol tertutup sehingga debu dari luar itu sulit masuk. Rem tromol bisa kotor hanya berasal dari debu kampas rem itu sendiri, jadi kalau rem tromol tidak pernah dibersihkan dalam waktu lama maka bunyi nguk itu juga bisa muncul.

Selain itu, posisi dari sepatu rem yang kurang pas mungkin miring atau kurang masuk juga bisa menyebabkan bunyi seperti ini.

Jadi, untuk mengeceknya anda perlu melepas tromol rem untuk mengamati posisi sepatu rem.


  • Caranya, lepas roda dan lihat apakah ada sekrup pengikat tromol rem atau tidak. Kalau ada lepas dulu sekrupnya dan tarik tromol rem untuk melepaskan.
  • Setelah tromol terlepas anda bisa melihat dengan jelas sistem rem tromol mobil anda, sampai disini anda bersihkan dulu bagian tromol dan permukaan sepatu rem.
  • Caranya pertama gosok menggunakan amplas halus lalu semprotkan brake cleaner atau air.
  • Goyangkan sepatu rem ke kanan kekiri supaya posisinya benar-benar masuk
  • Jangan lupa juga beri grease pada permukaan backing plate yang bergesekan dengan sepatu rem.
  • Terakhir pasang kembali tromol rem dan pasang rodanya

Bunyi Cit Cit Pada Roda Mobil, Apa Penyebabnya ?

Bunyi-bunyian yang muncul pada roda bisa mengindikasikan kerusakan pada sistem suspensi atau sistem powertrain. Jenis bunyi yang kita dengar, ternyata juga mempengaruhi jenis kerusakan yang mungkin dialami.

Salah satunya bunyi berdecit yang terdengar pada bagian roda ketika mobil dijalankan. Tentu kalau di analisa, ini akan merujuk pada kerusakan komponen-komponen tertentu.

Lalu apa saja komponen yang mungkin bermasalah sehingga roda mobil bunyi cit cit ?


1. Kampas rem kotor

Yang paling sering adalah dari faktor kampas rem. Kampas rem roda depan, umumnya menggunakan jenis rem cakram dimana desain sistem rem ini terbuka sehingga suara-suara yang ada pada rem akan terdengar cukup jelas.

Ketika anda mendengar bunyi berdecit pada bagian roda depan, mungkin itu berasal dari kampas rem yang kotor.

Kampas rem yang permukaannya dipenuhi debu atau kerak, bisa menumbulkan bunyi ketika rem diinjak bahkan ketika rem tidak diinjak. Biasanya bunyi cit cit karena kampas rem kotor tidak terlalu besar tapi bisa terdengar.

Solusinya, anda cukup membersihkan rem menggunakan cairan brake cleaner yang bisa anda beli di bengkel manapun. Caranya cukup melepas ban, dan melepas kampas rem dari braketnya. Lalu amplas sedikit permukaan kampas rem supaya keraknya hilang. Terakhir semprotkan brake cleaner ke permukaan kampas rem dan permukaan piringan rem.

Baca juga panduan membersihkan kampas rem mobil

Selain faktor kampas rem yang kotor, cipratan oli atau grease pada permukaan piringan rem pun bisa menyebabkan bunyi berdecit.

Namun kalau bunyi decitan ini cukup keras dan didengar hanya ketika rem diinjak, maka itu tandanya kampas rem habis. kalau kampas rem habis, anda segera menggantinya dengan yang baru.

Baca pula 5 tanda kampas rem mobil habis

2. Sudut roda yang tidak balance

Sudut roda itu seperti caster, chamber dan toe-in/toe-out. Sudut-sudut ini memang sudah diset dengan pas ketika mobil masih di pabrik. Namun karena faktor penggunaan, sudut roda depan mobil akan mengalami pergeseran dan ini akan mengubah sudut belok mobil.

Ketika sudut-sudut roda sudah tidak pas, maka ketika mobil dibelokan akan terdengar bunyi berdecit karena gesekan ban dengan aspal lebih besar daripada biasanya. Selain itu ada juga gejala seperti setir yang membanting ke salah satu arah.

Untuk mobil-mobil sekarang yang banyak menerapkan suspensi macpherson, FWA atau sudut-sudut roda sudah diset secara fixed. Artinta tidak bisa kita stel ulang, sehingga lebih baik anda konsultasikan ke bengkel spooring balancing.

Baca juga belajar memahami FWA (front wheel alignment)

3. Per daun yang kering

Khusus untuk truk, mobil niaga dan mobil keluaran dibawah 1990, masih banyak yang menerapkan per daun. Per daun itu per yang berbentuk pipih dan panjang, biasanya diletakan secara bertumpuk pada satu sisi roda.

Per ini memang terbukti lebih kuat dibandingkan per ulir yang banyak digunakan pada mobil sekarang, oleh karena itu per daun masih dipakai pada kendaraan-kendaraan berbobot besar.

Kelemahannya, kalau kondisi per kering maka suspensi akan sangat berisik. Ketika mobil berjalan melewati jalan berlubang, maka bunyi decitan akan terdengar sangat ramai.

Untuk menghilangkan bunyi ini, per harus diberi pelumas berupa grease secara rutin. Kalau telat, maka akan bunyi lagi.

Selain tiga penyebab diatas, bunyi cit cit pada mobil juga bisa disebabkan dari mesin. Biasanya dari drive belt yang terkena pelumas, maka mesin akan berdecit ketika dinyalakan dan bunyinya semakin cepat ketika mesin digas.