Oli Power Steering Bocor, Apa Pengaruhnya ? Apa Penyebabnya ?

Salah satu tanda oli power steering yang bocor bisa anda lihat di kolong mobil. Biasanya ada tetesan oli berwarna merah gelap dibawah mobil. Ini artinya, oli power steering pada mobil anda bocor.

Lalu apa pengaruhnya kalau oli power steering mobil bocor ? apa penyebabnya dan bagaimana solusinya ? mari kita bahas secara lengkap.

Pengaruh Oli Power Steering Yang Bocor


Sistem power steering dibuat untuk meringankan beban pengemudian, jadi berkat adanya sistem power steering ini membelokan setir menjadi lebih ringan. Ada dua jenis sistem power steering, tipe hidrolik dan tipe elektrik.

Oli power steering adalah fluida untuk sistem power steering tipe hidrolik. Jadi kalau mobil anda menggunakan EPS (elektronik power steering) maka kalau ada ceceran oli dilantai itu bukan dari oli power steering karena EPS tidak menggunakan oli power steering.

Fungsi oli power steering tidak Cuma sebagai pelumas, oli ini lebih condong ke fungsi fluida hidrolik. Dengan kata lain, oli power steering berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari pompa power steering ke steering rack.

Lalu apa jadinya kalau olinya bocor ?

Ketika oli power steering bocor,  biasanya tidak akan menimbulkan gejala apapun. Tapi setelah oli didalam sistem power steering mulai berkurang hingga melewati level minim, baru masalah akan muncul.

Masalah yang akan muncul antara lain ;

  • Timbul suara mendengung ketika anda membelokan setir.
  • Suara kasar (dari pompa) ketika anda membelokan setir.
  • Setir terasa lebih berat dibandingkan biasanya


Kalau sudah muncul tanda-tanda tersebut anda perlu waspada karena kerusakan bisa menjalar ke bagian pompa hingga steering rack. Kalau pompa dan steering rack sudah kena, maka anda perlu menyiapkan budget minimal 2 juta rupiah untuk melakukan penggantian part.

Hal itu dikarenakan komponen seperti pompa dan steering rack itu sulit diperbaiki, kalaupun bisa diperbaiki tetap beresiko rusak kembali. Jadi jalan paling aman itu diganti dengan yang baru.

Oleh sebab itu, biasakan untuk mengecek volume oli power steering setiap kali anda akan mengemudi. Untuk mengeceknya cukup mudah, anda hanya perlu melihat reservoir oli power steering yang terletak didekat mesin.

Apa penyebab oli power steering bocor ?


Penyebabnya bisa bermacam-macam, tapi umumnya kebocoran oli power steering disebabkan tiga hal berikut ;

1. Klem selang yang kendor/terlepas

Selang power steering biasanya dipasang menggunakan klem pegas atau klem sekrup. Ketika klem ini sudah rapuh karena termakan usia, otomatis klem tidak bisa menahan selang untuk tetap melekat pada channelnya. Sehingga minyak power steering bisa bocor.

Selain klem yang rapuh, posisi klem yang kurang klop juga bisa menyebabkan kebocoran. Biasanya ini terjadi sehabis dilakukan perbaikan.

Sehingga ketika anda menemukan ceceran minyak power steering dilantai, coba cek klemnya dahulu karena kalau masalahnya Cuma klem maka hanya perlu diganti. Harganya cukup murah dan cara menggantinya juga cukup mudah.

2. Selang retak/pecah

Selang power steering yang terkena panas mesin atau karena termakan usia juga bisa mengalami kerusakan. Kerusakan pada selang ini berupa pecahan pada permukaan selang yang membuat oli power steering menetes.

Biasanya kalau selang pecah, kebocoran tidak terlalu terasa karena kebocoran ini hanya berupa tetesan-tetesan kecil.

Jadi kalau anda menemukan tetesan-tetesan kecil dilantai, bisa jadi itu masalah selang. Namun ketika mobil digunakan, biasanya tetesan akan semakin besar karena tekanan oli power steering akan naik.

3. Seal pada steering rack bocor

Masalah yang terakhir disebabkan karena seal pada steering rack bocor. Seal ini berfungsi mencegah kebocoran minyak rem pada as power steering. Kalau ada retak sedikit saja, maka oli power steering akan bocor.

Untuk masalah ini, kebocoran mungkin tidak terlalu terlihat namun ketika mobil digunakan maka kebocoran dengan jumlah besar bisa terjadi. Hal ini karena didalam steering rack, terdapat minyak rem bertekanan tinggi.

Untuk mengeceknya, hidupkan mesin dan belokan setir kekanan dan kekiri. Kalau ada kebocoran ketika setir dibelokan, maka itu pertanda bahwa seal rack power steering bocor.

Solusinya, adalah mengganti satu set rack power steering. Meski ada beberapa bengkel yang mampu mengganti sealnya saja, tapi ini juga beresiko karena suatu saat akan terjadi kebocoran lagi dititik yang sama atau dititik lain.

4 Penyebab Power Steering Berat dan Solusinya

Ada dua masalah utama pada sistem power steering, yakni berat dan bunyi. Dan kedua masalah ini bisa muncul secara bersama-sama.

Lalu apa penyebabnya dan bagaimana solusinya ?

Penyebab Power Steering Berat


Sistem power steering ada dua jenis, tipe hidrolik dan tipe elektrik. Untuk tipe hidrolik, bisa dikenali dengan adanya oli power steering. Sementara tipe elektrik tidak menggunakan oli power steering.

Ketika setir mobil anda terasa berat, antara power steering tipe hidrolik dan tipe elektrik jelas beda penyebabnya. Namun diartikel ini kita akan mengulas lebih detail pada power steering tipe hidrolik karena tipe ini yang masih banyak digunakan pada mobil.

Lalu apa penyebabnya ?

1. Oli power steering kurang

Oli power steering berfungsi sebagai fluida untuk menyalurkan energi dari pompa ke steering rack. Mungkin ada yang belum tahu, cara kerja power steering itu berawal dari pompa yang menghasilkan tenaga, tenaga tersebut disalurkan ke steering rack oleh oli power steering untuk meringankan beban pengemudian.

Ketika olinya kurang, maka sama halnya seperti rem yang masuk angin. Meski pompa bekerja dengan normal, namun tenaga di steering rack itu masih sangat kurang sehingga beban pengemudian tetap terasa berat.

Kondisi berkurangnya oli power steering bisa disebabkan karena ada kebocoran pada sirkulasi oli power steering. Kebocoran itu bisa terjadi di pompa, selang, klem selang ataupun di steering rack. Biasanya, akan ada tetesan oli dilantai.

Bagaimana solusinya ?

Ketika anda menjumpai oli power steering yang kurang, anda tidak bisa menambahkannya begitu saja karena kalau bocor maka perlu diperbaiki dulu komponen yang bocor tersebut. Jadi kalau memungkinkan, cari dimana titik kebocoran.

Titik kebocoran ini ditandai dengan adanya bekas rembesan yang dipenuhi debu basah. Kalau kebocoran terletak di selang, maka itu tidak terlalu parah. Anda bisa menambah oli power steering hingga penuh lalu membawa mobil ke bengkel untuk memperbaikinya.

Tapi kalau kebocorannya terletak pada steering rack atau pada pompa ataupun anda sendiri tidak mengetahuinya, maka cara aman adalah dengan menonaktifkan power steering. Caranya dengan melepas belt pompa power steering. Ini akan menonaktifkan sistem power steering, sehingga selama anda membawa mobil ke bengkel tidak ada masalah tambahan pada power steering namun setir akan terasa berat.

2. Kerusakan pada pompa power steering

Kerusakan ini bukan Cuma disebabkan karena oli power steering yang bocor, ketika anda merasakan power steering berat namun oli power steering masih normal maka ada kemungkinan pompa power steering yang rusak.

Karena kalau daya yang dihasilkan pompa kurang otomatis kekuatan power steering akan berkurang sehingga setir terasa berat.

Kerusakan ini bisa disebabkan karena keausan pada poros pompa atau kerusakan pada blade pompa. Kabar buruknya, pompa power steering itu sulit diperbaiki kalau rusak. Kalaupun bisa, maka itu bisa mengundang masalah lain.

Jadi kalau kena pompanya, cara paling aman adalah dengan melakukan penggantian.

Secara umum, kerusakan pompa tidak menimbulkan masalah lain namun kalau muncul bunyi kasar dari pompa power steering bisa jadi ada komponen yang bergesekan parah didalam pompa. Jadi kalau belum ada bunyi, anda bisa langsung bawa mobil ke bengkel untuk pengecekan lebih lanjut namun kalau disertai bunyi kasar non aktifkan dulu sistem power steering dengan cara diatas.

3. Selang power steering yang tertekuk

Masalah ini sering tidak disadari oleh pemilik mobil karena selang yang tertekuk ini biasanya tersembunyi. Tapi akibatnya, ini akan menghambat sirkulasi oli power steering sehingga setir mobil terasa berat.

Kejadian ini bisa terjadi karena selang terdorong oleh komponen lain, atau terjepit saat melakukan perbaikan komponen lain.

Kalau dibiarkan, maka ini akan menimbulkan masalah pada selang seperti selang yang bocor hingga pompa yang jebol. Jadi kalau anda menemukan masalah setir berat cek juga jalur selang power steeringnya apakah ada yang tertekuk atau tidak.

4. Kerusakan pada steering rack

Steering rack berfungsi sebagai aktuator yang meringankan beban pengemudian. Didalam steering rack ini terdapat control valve yang mengontrol aliran fluida, ada poros steer, ada juga seal steering rack.

Kerusakan pada salah satu komponen misal pada control valve akan membuat aliran fluida tidak beraturan, sehingga daya untuk meringankan pengemudian justru tidak terjadi. Begitu pula kalau poros steer aus, maka akan membuat setir berat hingga menimbulkan bunyi ketika setir dibelokan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang masalah steering rack, anda perlu membawanya ke bengkel kepercayaan anda. pasalnya harus mobil harus diangkat untuk mengecek bagian bawahnya (posisi steering rack ada kolong mobil).

Kalau ternyata benar ada salah satu komponen didalam steering rack yang rusak, maka anda perlu mengganti satu set steering rack. Hal itu dikarenakan komponen ini sulit untuk diperbaiki, kalaupun bisa mungkin hanya bertahan dalam waktu singkat sebelum akhirnya rusak lagi.

Biaya yang diperlukan pada kerusakan steering rack ini bisa mencapai 2 juta rupiah.

3 Penyebab Elektrik Power Steering Berat dan Solusinya

Elektrik power steering adalah sistem yang dibuat untuk menggantikan hidrolik power steering. Perbedaan utamanya, EPS tidak lagi memerlukan perawatan alias maintenance free karena EPS tidak menggunakan oli atau fluida seperti pada power steering hidrolik.

Namun label maintenace free bukan berarti EPS bebas kerusakan juga, pasalnya ketika terjadi gejala kerusakan pada setir justru lebih sulit untuk mendeteksi apa masalahnya.

Contoh gejala yang paling klasik ada setir berat. Masalah ini kerap kali muncul pada power steering tipe hidrolik namun pada EPS ternyata masih juga muncul. Lalu apa penyebabnya ?

Penyebab Elektrik Power Steering Berat


Perlu diketahui dahulu, EPS bekerja menggunakan motor listrik. Kalau tipe hidrolik itu menggunakan pompa, namun pada EPS menggunakan motor listrik yang menggunakan sumber daya kelistrikan mobil.

Apapun yang mengganggu suplai listrik ke motor steering, dapat menyebabkan setir berat.

1. Arus yang masuk ke motor kurang

Seperti yang kami katakan diatas, karena sumber daya EPS menggunakan kelistrikan mobil maka apapun yang menghambat suplai listrik ke motor steering akan menyebabkan setir berat.

Contohnya apabila sekering putus atau terbakar, ini akan menhambat bahkan memutus aliran listrik dari aki ke motor steering. Sehingga motor steering tidak bisa bekerja dengan maksimal, inilah yang membuat kinerja EPS tetap terasa berat.

Selain masalah sekering, masalah berikut juga bisa menghambat suplai listrik ke motor steering
  • Soket EPS yang bekarat/penuh kerak
  • Ada masalah pada dinamo alternator
  • Kabel EPS terkelupas/putus

Untuk mengeceknya, coba anda lihat sekering motor power steering. Lokasinya ada di fuse box di ruang mesin, disitu ada kumpulan sekering lihat pada diagram sekeringnya untuk mencari tahu mana sekering motor power steering.

Setelah itu lepas dan teliti, sekering yang normal itu tidak gosong dan kawatnya masih tersambung.

Selain itu lihat juga indikator pada dashboar, biasanya indikator EPS akan menyala kalau ada masalah seperti ini. Kalau indikator EPS sudah muncul, maka jalan satu-satunya membawa mobil ke bengkel karena harus ada alat khusus untuk mencari tahu kerusakannya dimana.

Bagaimana kalau akinya tekor ?

Secara umum, aki tidak mempengaruhi kinerja EPS. Hal ini dikarenakan sistem EPS bekerja ketika mesin menyala, sementara ketika mesin menyala dinamo alternator sudah pasti menyuplai arus listrik. Sehingga meski akinya tekor, EPS dapat bekerja dengan normal. Kecuali kalau sistem pengisiannya yang rusak, maka selain EPS macet mesin juga akan mogok.

2. Kerusakan pada motor steering

Motor power steering pada dasarnya sama seperti motor listrik pada umumnya, yang menggunakan rotor dan stator. Ketika ada kerusakan pada salah satu komponen, maka kinerja motor listrik akan terganggu.

Biasanya yang sering rusak adalah bagian brush atau sikat didalam motor steering. Semakin lama digunakan, sikat ini akan mengalami pengikisan. Kalau sudah terkikis, maka sikat ini tidak mampu menyalurkan listrik ke rotor sehingga putaran motor steering menjadi lebih lemah.

Selain dibagian sikat, air juga dapat menghambat kinerja power steering. Air yang masuk ke motor power steering bisa menyebabkan kinerja motor menjadi lemah sehingga setir terasa lebih berat. Selain itu, air yang masuk ke rangkaian rack steering dapat menimbulkan bunyi karena air ini bisa menyebabkan karatan sehingga suatu saat setir akan terasa berat dan bunyi.

Kerusakan pada motor power steering masuk ke masalah berat karena untuk memperbaikinya kita perlu mengganti satu unit pompa kalau pompanya yang rusak dan satu unit rack steer kalau racknya yang kena.

Berapa biayanya ?

Tentu akan lebih mahal daripada kerusakan pada power steering hidrolik.

3. Settingan pada EPS

Yang belum banyak diketahui, beberapa mobil memiliki setingan EPS manual dan auto. Untuk setingan manual, biasanya ada dua mode yakni mode comfort dan mode sport.

Mode comfort artinya mengatur EPS agar setir menjadi lebih ringan, sementara mode sport digunakan ketika mobil berjalan pada kecepatan tinggi agar stabil, mode ini akan mengatur setir menjadi lebih berat.

Kalau mode auto, maka ketika mobil berjalan pelan setir akan terasa ringan namun kalau mobil mencapai kecepatan tertentu setir akan terasa berat.

Jadi cek dulu apakah mode EPS dimobil anda itu comfort atau sport. kalau anda merasa setir berat pada kecepatan tinggi, itu wajar. Tapi kalau setir terasa berat saat mobil berjalan pelan apalagi setingan EPS ada pada mode comfort maka itu artinya ada masalah.

Oli Transmisi Bocor, Apa Pengaruhnya ? Apa cirinya ? Apa Berbahaya ?

Sebagai pelumas, oli transmisi tentu memiliki peran yang cukup penting didalam transmisi. Kalau olinya bocor, apa berpengaruh terhadap kinerja transmisi ? atau justru bisa membahayakan komponen transmisi itu sendiri ?

Hari akan kita bahas secara detail mengenai kebocoran oli transmisi.

Fungsi Oli Transmisi Sebagai Pelumas Gear


Pada dasarnya semua komponen logam yang bergesekan pasti diberikan pelumas berupa oli. Didalam mesin ada oli mesin, didalam gearbox ada oli transmisi dan didalam gardan terdapat oli gardan.

Jadi, oli ini tidak bisa dilepaskan dari komponen-komponen logam yang bergesekan.

Apa yang terjadi kalau olinya bocor ?

Pertama oli akan berkurang, sehingga volume oli didalam gearbox menjadi lebih sedikit. Kalau olinya kurang, otomatis proses pelumasan gearbox menjadi kurang maksimal.

Sehingga dari semua roda gigi yang bergesekan, ada beberapa roda gigi yang tidak mendapatkan pelumasan sehingga efeknya berupa getaran hingga keausan roda gigi didalam gearbox.

Tapi anda jangan khawatir dulu, pasalnya kebocoran oli transmisi manual itu tidak sebahaya kebocoran oli mesin.

Kalau pada oli mesin, kebocoran ini akan menyebabkan masalah-masalah serius. Anda bisa baca artikelnya disini 4 bahaya jika oli mesin mobil bocor

Namun didalam gearbox, masing-masing gear itu Cuma berinteraksi layaknya gear yang saling bertautan. Dengan kata lain tidak ada komponen yang bergesekan secara signifikan. Sehingga dalam kondisi oli minim pun, gear box masih bisa bekerja dengan normal.

Tapi, kalau masalah itu dibiarkan jelas gear didalam transmisi bisa mengalami keausan yang membuat mobil bergetar ketika dijalankan.

Jadi apa pengaruh bocor oli transmisi terhadap performa mobil ?

Secara garis besar tidak ada pengaruhnya sama sekali kecuali oli didalam transmisi bocor secara drastis yang menyebabkan olinya habis/kering. Baru itu menimbulkan dampak berupa getaran pada transmisi hingga yang paling parah poros transmisi macet karena komponen didalam gear box mengalami pemuaian.

Kalau kebocoran oli transmisi mengarah ke depan (kebagian kopling), itu akan menyebabkan kopling selip. Karena kopling mobil bersifat wet clutch (kering), kalau terkena oli maka akan menyebabkan kopling selip. Sehingga mobil susah dijalankan.

Apa ciri oli transmisi bocor ?

Terkadang pemilik mobil juga tidak menyadari bahwa oli transmisi bocor, tahu-tahu oli transmisi sudah habis.

Biasanya akan ada tetesan oli di lantai ketika mobil diparkir. Kalau anda menemukan tetesan oli dilantai saat mobil parkir, anda jangan dulu menghidupkan mesin. Karena tetesan oli tersebut bisa berasal dari oli mesin, minyak rem, oli power steering atau oli transmisi.

Untuk memastikan mana yang bocor, anda bisa lihat pada sekitar transmisi. Biasanya di area yang bocor tersebut, ada bekas rembesan yang dipenuhi dengan debu basah. Kalau anda menemukan debu basah diarea transmisi bisa jadi disitu ada kebocoran oli transmisi.

Area sekitar baut penguras oli transmisi dan perpak sambungan gearbox menjadi bagian yang rawan terjadi kebocoran.

Kalau memungkinkan, anda bisa tarik deep stick oli transmisi untuk mengetahui seberapa banyak oli didalam transmisi. Namun hanya beberapa mobil saja yang dilengkapi stick ini, lagi pula posisi transmisi yang ada dibawah body mobil cukup menyulitkan kita.

Lalu bagaimana dengan transmisi automatic ?

Untuk transmisi matic, tentu beda cerita. Oli transmisi matic itu bukan Cuma sebagai pelumas tapi juga sebagai cairan hidrolik. Jadi transmisi matic pada dasarnya sama seperti transmisi manual yang memiliki beberapa percepatan gigi.

Namun proses perpindahan gigi sudah berlangsung otomatis sesuai RPM dan kecepatan mobil. Dan perpindahan gigi pada transmisi otomatis diatur oleh sistem hidrolik yang menggunakan ATF (automatic transmission fluid).

Sehingga kalau kurang sedikit saja akan menyebabkan masalah pada transmisi, masalah yang muncul itu seperti mobil terasa nyentak pada kecepatan tertentu, mobil ndut-ndutan pada saat deselerasi hingga mobil tidak bisa dijalankan meski posisi tuas transmisi sudah di D.

Jadi kesimpulannya, anda patut waspada kalau terjadi kebocoran oli transmisi apalagi kalau mobil anda matic. Segera tambahkan oli transmisi kalau volume olinya sudah berkurang cukup drastis, lalu segera bawa ke bengkel untuk memperbaiki area yang mengalami kebocoran.

4 Bahaya Jika Oli Mesin Mobil Bocor

Oli mesin sejatinya berfungsi sebagai pelumas untuk komponen-komponen mesin yang saling bergesekan. Namun apa jadinya kalau oli yang harusnya stay didalam mesin itu bocor keluar, apa berpengaruh besar terhadap kinerja mesin ? atau hal tersebut justru merusak komponen mesin ?

Mari kita bahas bersama-sama.

Fungsi oli pada mesin itu cukup vital


Yang perlu kita garis bawahi pertama adalah fungsi dari oli ini. Oli ternyata memiliki fungsi yang sangat vital pada mesin, jika diibaratkan tubuh manusia maka oli ini berperan layaknya darah.

Kita tahu didalam mesin itu terdapat banyak sekali komponen-komponen yang bergesekan. Material semua komponen tersebut juga terbuat dari logam, yang kita ketahui kalau logam bergesekan dengan logam pasti akan menghasilkan friksi atau secara simple komponen tersebut akan terkikis.

Disinilah oli berperan, oli akan menjadi penengah atau sekat antara dua logam yang bergesekan. Jadi misal gesekan antara silinder dan ring piston. Kalau dilihat dengan mata telanjang, memang ring piston ini bergesekan dengan silinder namun kalau dilihat lebih dekat maka akan ada oil film atau lapisan oli ditengah-tengah komponen yang bergesekan tersebut.

Sehingga tidak terjadi gesekan antar logam secara langsung.

Oli juga bersifat licin sehingga mampu memperlicin gerakan komponen yang bergesekan.

Kembali ke pertanyaan awal, apa bahaya kalau oli mesin bocor ?

Jawabannya tergantung seberapa banyak oli yang bocor, kalau hanya sedikit oli yang bocor tentu itu bukan masalah (kondisi mesin masih O.K) tapi kalau oli didalam mesin sudah habis karena bocor, maka perlu waspada karena pasti ada komponen mesin yang kena.

Jadi bisa dikatakan bocor oli itu adalah masalah utamanya sementara kalau masalah utama tersebut dibiarkan maka oli didalam mesin bisa habis yang mengakibatkan bahaya pada mesin muncul.

Apa saja bahayanya ?

1. Komponen mesin aus dan perlu turun mesin untuk memperbaikinya

Seperti yang dikatakan diawal pembahasan, oli ini akan menyekat dua komponen yang bergesekan sehingga dua komponen tersebut tidak secara langsung berinteraksi. Tapi kalau olinya tidak ada karena bocor, maka tidak ada lagi sekat sehingga komponen-komponen mesin bisa bergesekan secara langsung.

Hasilnya, komponen tersebut akan mengalami keausan dan dalam waktu singkat anda akan menemui beberapa gejala seperti  ;

  • Tenaga mesin ngempos
  • Mesin sudah dihidupkan dipagi hari
  • Mesin overheating


Untuk mengatasinya anda perlu mengganti komponen yang dirasa aus tersebut. Untuk menggantinya, anda perlu membawa mobil ke bengkel dan dibengkel biasanya akan dilakukan tindakan turun mesin karena untuk melepas komponen internal mesin, mesin harus diturunkan dulu dari mobil.

Mengenai biaya, tentu ini masuk ke perbaikan berat sehingga biayanya bisa cukup mahal.

2. Suara mesin menjadi lebih kasar karena tidak ada pelumas dan berpotensi terkunci

Selanjutnya, kalau ini terjadi dijalan maka anda akan merasakan suara mesin yang cenderung lebih kasar. Selain itu, suhu mesin juga menjadi lebih panas. Biasanya indikator oli mesin akan menyala.

Maka anda harus segera menghentikan kendaraan dan mengecek kondisi oli mesin mobil. Pasalnya kalau tetap dipaksakan maka mesin bisa terkunci. kondisi ini muncul karena suhu mesin terlalu panas yang membuat piston memuai sehingga terkunci didalam silinder. Ditambah tidak adanya pelumas sehingga gerakan piston juga menjadi lebih berat.

Yang lebih parah, kalau piston sudah terkunci maka mobil tidak bisa dihidupkan lagi dan perlu penanganan bengkel.

3. Jika oli bocor ke kopling maka akan menyebabkan selip

Kalau olinya bocor dari seal crankshaft belakang maka oli bisa mengarah ke kampas kopling. Sementara itu kampas kopling mobil itu bersifat kering, jadi  kalau terkena oli maka akan menyebabkan kopling selip.

Sehingga mobil akan terasa lebih sulit digunakan.

4.  Kalau oli bocor dijalan, itu bisa membahayakan pengguna jalan lain

Oli bersifat licin, kalau oli yang licin ini bocor dijalan maka itu berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Contohnya untuk kendaraan sekelas bus atau truk yang memiliki muatan berat. Kalau melintas di jalan yang ada ceceran olinya, maka roda truk tersebut bisa selip saat melakukan pengereman.

Dan kalau kendaraan ini selip, juga bisa membahayakan pengguna jalan lainya lagi. Jadi jangan sepelekan bocor oli ini. Apabila anda merasa ada yang aneh pada suara mesin, ditambah ada indikator yang menyala didashboard maka jangan ragu untuk menepi dan mengecek kondisi mesin.

Knalpot Mobil Keluar Asap Putih dan Air, Apa Penyebabnya ?

Asap mobil yang normal itu tidak berwarna kecuali pada mesin diesel yang asapnya agak pekat. Tapi pada mobil bermesin bensin, asap yang dihasilkan harusnya bening.

Ketika anda menjumpai asap mobil yang berwarna misal berwarna putih dan juga berair, maka patut diwaspadai karena kemungkinan ada masalah pada mesin mobil anda.

Lalu apa masalahnya ? simak sampai tuntas

Penyebab Knalpot Mobil Berasap Putih dan Keluar Air


Secara umum, knalpot yang berasap putih itu bisa disebabkan karena oli yang terbakar atau air pendingin yang ikut terbakar. Sementara air, bisa disebabkan karena pengembunan gas buang.

1. Air pendingin bocor ke ruang bakar atau ke exhaust system

Air pendingin yang bocor kedalam ruang bakar, akan ikut terbakar ketika proses pembakaran. Hasilnya, gas buang akan berwarna putih susu. Begitu pula kalau air pendingin bocor ke saluran exhaust, panas gas buang akan menguapkan air pendingin yang menyebabkan asap kendaraan berwarna putih.

Umumnya kebocoran air pendingin ini disebabkan karna crack atau retakan pada silinder mesin. Kalau pada mesin diesel turbo, kebocoran ini bisa terjadi di saluran pendingin turbocharger.

Tanda lain yang akan muncul, indikator suhu mesin naik. Ini disebabkan karena volume air pendingin semakin berkurang sehingga mesin akan semakin panas.

Anda patut waspada kalau menemui hal ini, karena kalau asap yang dihasilkan cukup banyak maka kebocoran sudah sampai ke level yang berbahaya. Sehingga anda harus segera ke bengkel untuk mengecek lebih lanjut.

2. Oli bocor ke ruang bakar

Selanjutnya, asap putih juga bisa disebabkan karena oli yang terbakar. Sama kasusnya seperti point pertama, oli ini bocor ke ruang bakar atau ke saluran exhaust sehingga ikut terbakar dan menghasilkan asap putih.

Namun ada sedikit perbedaan, asap putih karena bocor oli itu warnanya lebih kebiru-biruan. Sementara asap putih karena air pendingin berwarna putih pekat.

Masalah ini juga cukup berbahaya, karena kalau oli terus bocor maka oli didalam mesin akan habis. kalau oli habis, mesin bisa mengalami clocking atau macet yang mengharuskan untuk dilakukan turun mesin.

Baca juga : Ini Biaya Turun Mesin Pada Mobil

Penyebab oli bisa bocor ke ruang bakar, itu cukup beragam. Bisa karena silinder mesin yang aus, gasket bocor, klep bocor, atau ada crack pada dinding silinder. Biasanya ada gejala lain yang mengikutinya seperti tenaga mobil ngempos dan mesin susah dihidupkan dipagi hari.

3. Air juga bisa terbentuk karena pengembunan gas buang

Kalau anda ingat, salah satu ciri pembakaran yang sempurna adalah mengasilkan karbondioksida dan uap air. Mobil-mobil dahulu memang sulit mendapatkan pembakaran yang sempurna karena campuran antara fuel dan udara belum bisa di hitung secara ideal.

Namun sejak ada sistem injeksi, campuran udara dan bahan bakar bisa dibuat lebih ideal sehingga terjadilah pembakaran yang lebih sempurna.

Apabila knalpot mobil anda mengeluarkan air (bening) tanpa asap, itu tandanya mesin mobil anda dalam keadaan yang sangat bailk.

Dan apabila mobil anda mengeluarkan asap putih ditambah uap air, maka kondisi mesin baik-baik saja hanya mungkin ada kebocoran air pendingin atau kebocoran oli di saluran exhaust.

4. Ada sisa air didalam knalpot

Ini juga mungkin banyak tidak disadari oleh pemilik mobil. Air yang terperangkap didalam knalpot, itu bisa menguap karena panas gas buang. Hasil penguapan air ini adalah berupa asap yang sedikit berwarna putih.

Namun kondisi ini hanya berlangsung sesaat, setelah genangan air didalam knalpot habis maka asap putih akan hilang.

Meski terlihat tidak berbahaya, ada efek jangka panjangnya kalau ini dibiarkan. Air yang menggenangi knalpot apalagi terkena panas gas buang, akan menyebabkan knalpot cepat keropos. Sehingga akan menyebabkan knalpot berlubang.

Genangan air ini bisa berasal dari cipratan air hujan, atau masuk ketika anda mencuci mobil.

4 Perbedaan Aki Kering (MF) dan Aki Basah

Di dunia otomotif dikenal dua jenis aki yaitu aki kering dan aki basah. Apa anda sudah tahu perbedaan kedua jenis aki tersebut ? dan mana yang terbaik ? mari kita bahas secara detail.

Sebelum membahas perbedaannya, anda perlu memahami bahwa ada aki kering tipe gel ada juga aki kering MF yang banyak beredar di pasaran.

Aki kering tipe gel itu menggunakan elektrolit yang lebih kental seperti jelly, sedangkan aki MF pada dasarnya sama seperti aki basah namun dibuat lebih tertutup sehingga kalau dilihat dari luar aki kering tipe gel dan aki MF itu sama persis.

Yang akan kita bahas di sini adalah perbedaan antara aki basah (reguler) dengan aki MF, karena aki MF yang paling banyak digunakan pada mobil-mobil saat ini. Sementara aki kering tipe gel hanya digunakan pada mobil-mobil premium karena harga aki kering tipe gel ini bisa mencapai 2 juta rupiah.

Lalu apa bedanya antara aki MF dan aki basah ?

4 Perbedaan Aki MF dan Aki Basah


1. Tampilan fisik

Kalau dilihat secara fisik, anda akan menemukan perbedaan yang sangat mencolok. Pertama pada aki basah, biasanya cover aki lebih transparan sehingga kita bisa melihat ketinggian air aki secara langsung.

Namun pada aki MF, covernya ada yang berwarna hijau ada juga yang berwarna hitam jadi kita tidak bisa melihat level ketinggian air aki. Namun, pada aki MF terdapat indikator elektrolit. Kalau warnanya hijau berarti aki masih baik, tapi kalau kondisinya merah maka aki perlu diganti.

Perbedaan fisik lainnya ada di bagian atas aki. Kalau aki basah, anda akan menemukan enam buah tutup yang masing-masing bisa dibuka dengan mudah. Namun pada aki MF, permukaan atas aki rata. Dengan kata lain tidak ada penutup aki, namun sebenarnya ada tempat untuk membuka bagian aki hanya saja penutup ini dibuat tidak menonjol dan diberi perekat yang sangat kuat. Sehingga sulit untuk dibuka.

2. Proses penguapan elektrolit

Penguapan terjadi saat proses penggunaan dan pengisian aki, jadi baik pada aki basah maupun aki MF sama-sama mengalami penguapan elektrolit. Namun pada aki MF penguapan dibuat seminimal mungkin sehingga volume air aki bisa bertahan cukup lama.

Sedangkan pada aki basah, terdapat ventilasi di tiap tutupnya sehingga proses penguapan elektrolit bisa lebih cepat.

Bisa disimpulkan, penguapan pada aki basah itu lebih cepat dibandingkan aki MF. Namun, aki karena tutup aki basah bisa dibuka dengan mudah maka kalau air akinya kurang, kita tinggal mengisi air aki dengan mudah. Sementara aki MF kalau air akinya kurang, tidak bisa kita isi.

3. Masa pakai aki

Mungkin anda mengira aki MF itu memiliki masa pakai lebih lama, tapi sebenarnya tidak juga. Alasannya seperti yang dijelaskan diatas, aki ini memang memiliki penguapan elektrolit yang minim namun kalau air akinya sudah berkurang maka tidak bisa diisi lagi sehingga perlu diganti.

Air aki didalam aki MF bisa bertahan antara 1 tahun sampai 2 tahun tergantung pengguaan aki.

Sementara pada aki basah, meski penguapannya lebih besar air akinya dapat diisi dengan mudah. Jadi asal kita selalu menjaga volume air aki tetap normal maka aki akan terus bertahan. Biasanya aki akan rusak setelah bertahun-tahun saat elemen lain seperti separator atau pole aki mengalami kerusakan.

4. Harga

Dari segi harga, aki MF itu lebih mahal dibandingkan aki basah. Alasannya sesuai peruntukannya, aki MF dengan label MF (Maintenance free) dibuat agar aki tidak lagi memerlukan perawatan. Jadi kalau mobilnya dibekali aki MF, kita tidak perlu merawat akinya sampai aki tersebut rusak sendiri.

Sementara aki basah, kita harus mengecek volume air aki dan juga berat jenisnya secara rutin. Sehingga dari segi harga, aki basah lebih terjangkau.

Bagaimana dengan performanya ?

Secara umum performa aki itu ditentukan sesuai (AH)Ampere Houre yang ada pada aki. Ada yang 40 Ah ada juga yang 60 Ah. Jadi entah itu aki MF atau aki basah, tidak berpengaruh terhadap performa.

Namun, beberapa aki MF sudah dilengkapi stabilizer tegangan. Stabilizer ini akan menstabilkan tegangan pada angka 12 volt hingga aki tersebut habis. Aki dengan stabilizer arus ini cocok digunakan untuk mobil-mobil injeksi.