6 Tipe Rem Cakram Beserta Penjelasan Serta Perbedaan Masing-Masing

Ada berapa jenis rem cakram yang digunakan pada sepeda motor maupun mobil ? kalau anda hanya mengira hanya satu jenis rem cakram saja maka itu salah.

Karena faktanya kendaraan berukuran kecil dan kendaraan berukuran besar memiliki momen yang berbeda. Artinya daya pengereman tiap jenis kendaraan itu berbeda, sehingga rem cakram yang digunakan pun memiliki desain yang berbeda.

Sekarang mari kita bahas satu persatu jenis-jenis rem cakram berdasarkan mekanismenya, berdasarkan jenis kaliper dan berdasarkan jumlah pistonnya.

A.Tipe Rem Cakram Berdasarkan Mekanisme Kerja


Apabila dilihat dari cara kerjanya, maka ada dua jenis rem cakram yang banyak diaplikasikan. Yakni ;

1. Rem cakram mekanis

Rem cakram mekanis adalah sistem pengereman yang memanfaatkan kawat kabel untuk menghubungkan energi dari tuas rem menuju kaliper rem. Tipe ini dipakai pada sepeda karena desain yang simpel dan sangat hemat ruang.

Sementara pada kendaraan bermotor, tipe mekanis tidak direkomendasikan dengan alasan daya pengereman jauh lebih kecil. Sehingga kurang aman dipakai pada kendaraan berkecepatan tinggi.

2. Rem cakram hidrolis

Rem hidrolis adalah sistem pengereman yang memanfaatkan fluida sebagai pemindah tenaga dari tuas ke caliper rem. Cara kerja rem hidrolis yakni dengan memanfaatkan hukum pascal.

Kelebihan rem hidrolis ini sangat efisien dalam memindahkan tenaga. Sehingga daya yang kita kenakan pada tuas rem bisa ditransfer sepenuhnya ke caliper rem tanpa adanya kerugian tenaga. Sehingga daya pengereman juga akan lebih baik, itulah sebabnya hampir semua mobil dan motor menggunakan rem cakram hidrolis.

B. Jenis Rem Cakram Berdasarkan Caliper


Apabila kita lihat kaliper rem, maka ada dua jenis rem cakram. Yakni  ;

1. Tipe fixed caliper


Sesuai namanya, rem cakram tipe fixed caliper artinya rem cakram dengan kaliper tetap (fixed). Disebut kaliper tetap karena saat bekerja, posisi kaliper tidak berubah meski sedang mengerem maupun tidak.

Konstruksi didalam fixed caliper, ada dua buah piston yang bergerak saling berlawanan. Dimana tiap piston memiliki saluran hidrolis yang terhubung ke nipple inlet hydraulic. Sehingga ketika rem ditekan, kedua piston ini akan bergerak menjepit. Gerakan jepitan inilah yang akan menekan dua kampas rem agar menjepit piringan rem.

2. Tipe floating caliper


Sementara untuk tipe floating, memiliki kaliper rem yang menngambang (floating). Disebut mengambang karena caliper rem posisinya bisa bergerak kekanan dan kekiri sesuai tekanan yang diberikan pada pedal rem.

Konstruksi floating caliper hanya ada satu piston pada salah satu sisi, dengan saluran hidrolis juga hanya ada satu. Namun, posisi pin caliper tidak dibaut ke bracket kaliper. Sehingga kaliper bebas bergerak kekanan dan kekiri.

Saat peda rem ditekan, maka piston akan mendorong kampas rem. Disaat yang sama, tekanan pada piston juga mendorong caliper kearah dalam karena sifat kaliper bebas bergerak kekanan dan kekiri. Sehingga dua kampas rem tetap bisa menjepit piringan.

Secara umum, antara tipe fixed caliper dan floating caliper memiliki perbedaan pada ;

  • Desain fixed caliper lebih rumit, desain floating caliper sederhana
  • Ukuran fixed caliper lebih besar dari pada ukuran floating caliper
  • Kekuatan pengereman fixed caliper lebih besar dibandingkan kekuatan floating caliper
  • Floating caliper lebih awet karena memiliki sedikit gesekan komponen daripada fixed caliper
  • Fixed caliper digunakan pada mobil ukuran besar seperti Big SUV/Double Cab dan offroader, floating caliper dipakai pada MPV, Sedan, Hatchback, serta Mini/Mid SUV.


C. Berdasarkan Jumlah Piston


Berdasarkan jumlah pistonnya, rem cakram juga memiliki tiga macam. Yakni ;

1. Tipe single piston


Pada tipe single piston, hanya ada satu piston pada salah satu sisi caliper. Sehingga akan memperkecil ukuran kaliper namun memperkecil juga luas penampang penekanan kampas rem. Sehingga daya pengereman bisa kurang merata.

Namun untuk mobil dengan diameter velg yang kecil (R15 kebawah) tipe single piston ini banyak digunakan karena memang lebar kampas rem tidak terlalu luas serta bobotnya yang ringan tidak memerlukan daya pengereman yang sangat tinggi.

2. Tipe double piston


Tipe double piston, memiliki dua buah piston pada satu sisi caliper. Tipe ini banyak digunakan pada mobil dengan diameter velg besar (R17 keatas). Karena lebar kampas rem itu lebih luas, sehingga perlu penekanan yang lebih luas dari piston rem.

Hasilnya, daya pengereman bisa lebih kuat namun akan memperbesar ukuran kaliper rem. Tipe ini juga banyak diaplikasikan pada SUV karena memang bisa menggantikan tipe fixed caliper yang kurang awet juga memiliki desain rumit.

Demikian artikel singkat tentang macam macam rem tromol beserta fungsi dan cara kerjanya, semoga bisa menambah wawasan kita.

Solar Vs Bensin, Apa Perbedaan Bahan Bakar Bensin dan Solar ?

Kalau anda amati, sepeda motor serta mobil-mobil berukuran kecil menggunakan bahan bakar bensin. Sementara mobil berukuran berat seperti bus, truk, alat berat menggunakan bahan bakar solar.

Mengapa jenis bahan bakar pada mobil tersebut berbeda ? mobil tersebut bukannya menggunakan mesin yang sama ?

Ternyata, mesin truk dan mesin MPV itu berbeda. Untuk mobil dengan bobot yang besar biasanya menggunakan mesin diesel (mesin berbahan bakar solar) sementara mesin MPV/mobil-mobil ringan menggunakan mesin bensin.

Antara mesin bensin jelas memiliki perbedaan (selain bahan bakarnya) anda bisa baca artikelnya di sini ; 9 perbedaan mesin bensin dan mesin diesel.

Sekarang apa perbedaan antara bahan bakar bensin dan bahan bakar solar ? apa jadinya kalau mesin bensin diisi solar atau sebaliknya ? untuk menjawab pertanyaan ini mari kita bahas dengan detail dibawah.

Bensin dan Solar Berasal Dari Tempat Yang Sama

Pertama, anda perlu memahami bahwa baik solar maupun bensin itu didapat dari bahan yang sama yakni crude oil atau minyak mentah. Hanya saja, minyak mentah yang diambil langsung dari perut bumi ini mengandung banyak sekali susunan.

Selain bensin dan solar, ada minyak tanah, bensol, beberapa mineral dan aspal.

Untuk memisahkan jenis-jenis bahan bakar seperti bensin dan solar dilakukan proses destilasi atau penyulingan. Berkat adanya proses penyulingan ini, minyak mentah yang diambil dari perut bumi bisa menjadi beberapa macam bahan bakar.

Lalu Apa Bedanya Bensin Dengan Solar

img : staticwhich.co.uk

1. Titik penguapan solar dan bensin

Titik penguapan bensin terbilang rendah, yakni dalam suhu 40 derajat celcius saja bensin mulai menguap. Dalam proses destilasi, bensin akan diperoleh dengan memanaskan minyak mentah pada suhu 40 hingga 250 derajat celcius.

Sementara titik penguapan solar itu lebih tinggi, dalam suhu kamar solar lebih tahan karena solar mulai menguap pada suhu 149 derajat celsius. Namun pada proses destilasi, minyak mentah akan dipanaskan dari 250 – 350 derajat celcius untuk mendapatkan bahan bakar solar.

2. Kandungan solar dan bensin

Secara umum, dalam 159 liter minyak mentah akan didapatkan 72 liter bensin murni. Namun, bensin murni tidak dapat digunakan secara langsung sebagai bahan bakar mesin karena kandungannya tidak cocok. Oleh sebab itu, bensin harus ditambahkan beberapa bahan tambahan.

Kandungan dasar bensin adalah hydrocarbon dengan 4-12 atom carbon per molekul. Bahan tambahan untuk bensin antara lain ;

  • Antioksidan seperti alkil fenol untuk mencegah pembentukan kerak yang dapat menyumbat sistem bahan bakar.
  • Asam karbosilat sebagai zat anti-korosi agar bensin tidak membuat logam berkarat.
  • Detergent seperti amina dan amida yang berfungsi membersihkan kerak didalam saluran bahan bakar.
  • Pewarna yang menyebabkan bensin ada yang berwarna biru atau kuning.


Untuk solar, yang diambil dari fraksi minyak bumi (petro-diesel) memiliki kandungan 75% hydrocarbon jenuh seperti parafin dan cycloparafin. Sementara 25% sisanya adalah aromatic HC seperti naptha dan alkalibenzenes.

Namun, bahan bakar diesel murni tersebut kurang cocok untuk mobil-mobil sekarang yang sudah menerapkan teknologi common rail. Sehingga, bahan bakar diesel pun dibuat agar cocok dengan kondisi mesin sekarang dengan menambahkan beberapa bahan alami seperti bio gas.

3. Jumlah energi yang terkandung pada bensin dan solar

Tiap liter bensin, memiliki kandungan energi sekitar 33.7 MJ. Sementara tiap satu liter solar memiliki kandungan 36.9 MJ.

4. Kandungan CO2

Kandungan karbondioksida pada bensin ternyata lebih rendah, tiap kilogram memiliki kandungan CO2 sekitar 2.3 Kg. sementara solar memiliki kandungan CO2 2.65 Kg per liter.

5. Titik nyala bahan bakar bensin vs solar

Bensin memiliki titik nyala yang rendah, namun titik nyala spontan (self ignition) ini dapat diperbesar dengan memperbesar RON. Untuk mengukurnya, maka pada bensin kita mengenal nilai oktan. Nilai oktan sendiri ada suatu bilangan yang menunjukan kadar isooktana pada bensin. Misal untuk bensin oktane 90 maka mengandung 90% oktana dan 10% heptana. Semakin tinggi kandungan oktana maka self ignition bensin akan semakin tinggi.

Untuk solar tidak ada nilai oktan, melainkan nilai cetane. Nilai cetane ini juga hampir sama seperti nilai oktane yang menunjukan titik nyala spontan solar pada tekanan kompresi tertentu.

6. Penggunaan

Bensin banyak digunakan pada kendaraan-kendaraan yang membutuhkan kecepatan dibandingkan power. Sehingga banyak dipakai pada kendaraan berukuran kompak seperti sepeda motor, MPV, mini SUV dan sedan.

Sementara solar, dengan kandungan energi lebih tinggi dan torsinya juga besar maka cocok dipakai pada mobil yang lebih membutuhkan power dibandingkan kecepatan. Diesel dipakai pada truk, bus, alat berat, kereta api, mesin kapal, dan mesin-mesin industri.

img : nxcourier.co.uk

Karakteristik Bensin

  • Mudah menguap pada temperatur normal
  • Tidak berwarna, berbau dan transparan
  • Titik nyala rendah (sekitar -15 sampai -10 derajat celcius)
  • Dapat melarutkan oli dan karet
  • Sedikit meninggalkan emisi saat dibakar


Karakteristik solar

  • Tidak mudah menguap pada temperatur normal
  • Tidak berbau, terkadang berwarna kuning
  • Memiliki kandungan sulfur yang tinggi
  • Bisa terbakar spontan pada suhu 300 deajat celcius sehingga tidak memerlukan pemicu seperti busi


Sekarang kembali kepertanyaan awal, Apa jadinya kalau mesin bensin diisi solar atau sebaliknya ?

Apabila mesin bensin diisi solar, jelas mesin akan brebet lalu mogok. Hal ini karena titik nyala solar lebih tinggi dibandingkan bensin, meski ada pemicu berupa busi tetapi tekanan kompresi mesin bensin masih belum cukup untuk membuat solar terbakar.

Sementara mesin diesel diisi bensin yang terjadi akan terdengar suara cukup kasar (knocking parah). Ini terjadi karena bensin dengan titik nyala spontan rendah diisi ke mesin diesel dengan tekanan kompresi sangat tinggi. Hasilnya sebelum timming pengapian, bensin sudah terbakar lebih dulu.

Demikian artikel lengkap tentang perbedaan bahan bakar bensin dan solar (diesel) semoga bisa menambah wawasan kita.

Perbedaan Generator AC dan Generator DC

Generator adalah komponen kelistrikan yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Secara mudah, berkat adanya generator ini kita bisa menikmati listrik di rumah secara terus menerus.

Prinsip kerja generator adalah dengan menggunakan gaya elektromagnetik, dimana ketika ada konduktor bergerak didalam medan magnet maka akan aliran listrik yang mengalir pada konduktor tersebut.

Namun diartikel ini kita tidak membahas bagaimana cara kerja generator apalagi rumus-rumus yang berhubungan dengan generator, diartikel ini akan kita bahas perbedaan Generatot AC dan Generator DC.

Mungkin anda sering mendengar kata generator AC dan generator DC, tapi apakah anda detail tentang dua jenis generator tersebut ? kalau persamaannya ;

  • Sama-sama mengubah energi mekanik ke energi listrik
  • Menggunakan prinsip kerja yang sama


Lalu perbedaannya ?

Perbedaan Generator DC dan AC


Letak perbedaan generator AC dan DC ada pada desain rotor dan statornya, desain ini akan memungkinkan arus yang mengalir berbeda meski menggunakan prinsip yang sama. Agar lebih rinci, kita ulas satu-persatu.

1. Generator AC

Secara sederhana, generator AC memiliki dua macam komponen yakni ;

  • Rotor
  • Stator


Rotor adalah komponen yang berputar (rotate), sementara stator adalah komponen yang diam (state). Pada generator AC, medan magnet akan diciptakan oleh rotor sementara stator berperan sebagai konduktor yang akan menerima pergerakan elektron.

Artinya, pada generator AC medan magnet berputar didalam kumparan listrik. Biasanya medan magnet tersebut diciptakan menggunakan permanent magnet, dengan kata lain generator dapat menghasilkan arus AC karena ada magnet berputar didalam kumparan.

Mengapa bisa ?

Saat magnet berputar, maka kutub utara dan selatan magnet akan bolak balik ada diposisi atas dan bawah. Efek dari gerakan bolak balik ini, berimbas pada perpotongan garis gaya magnet yang selalu bolak balik dan akan menyebabkan arah arus juga bolak balik. Sehingga apabila diukur, arus AC akan berbentuk gelombang sempurna dengan satu bukit dan satu jurang.

2. Generator DC

Generator DC juga memiliki dua komponen utama yakni ;

  • Stator
  • Rotor


Sama halnya dengan generator AC, stator pada generator DC juga berperan sebagai komponen yang diam dan rotor sebagai komponen yang bergerak. Namun perbedaannya, magnet permanen berperan sebagai stator sementara kumparan listrik berperan sebagai rotor.

Sehingga bisa dikatakan, generator dapat menghasilkan arus DC karena kumparan berputar didalam medan magnet.

Mengapa bisa demikian ?

Ini karena permanent magnet sebagai penyedia medan magnet bersifat statis dengan kutub utara dan selatan yang bersifat tetap. Sementara kumparan yang akan menerima aliran elektron bergerak pada medan magnet yang statis tersebut. Sehinga perpotongan garis gaya magnet akan berlangsung searah saja, dan arus yang dihasikan pun searah/DC.


Apabila diukur, maka bentuk gelombang dari arus DC ini hanya terdiri dari bukit saja tanpa adanya jurang.

Karena kumparan berada pada komponen yang berputar (rotor) maka diperlukan komponen tambahan seperti slip ring. Yang berfungsi menerima arus dari kumparan yang berputar agar bisa dialirkan ke kabel penghantar.

Perbedaan arus AC dan arus DC

Arus bolak-balik dan arus searah merupakan sama-sama arus listrik meski tipikalnya berbeda. Pasti kedua arus ini memiliki sifat dan karakter tersendiri, perbedaan tersebut antara lain ;

  • Arus AC aman ditransfer jarak jauh tanpa kehilangan daya, sementara arus DC akan kehilangan daya saat ditransfer semakin jauh.
  • Frekuensi arus AC berkisar 50hz-60hz, sementara arus DC 0hz karena bentuk gelombangnya tidak sempurna (hanya terdiri dari bukit).
  • Arus AC bisa bergerak berbalik arah pada konduktor, sementara arus DC hanya bergerak maju pada suatu konduktor.
  • Secara umum arus AC digunakan untuk instalasi listrik dengan skala luas, sementara arus DC biasa dipakai pada kereta listrik atau perangkat elektronik seperti HP dan Laptop.


Apakah arus AC bisa diubah ke DC dan sebaliknya ?

Tentu bisa, misal pada mobil dan motor. Mobil umumnya menggunakan altenator yang menghasilkan arus AC sebagai pembangkit listrik, namun karena aki hanya bisa menyimpan arus DC maka diperlukan dioda sebagai pengubah arus AC menjadi DC.

Sebaliknya, untuk mengubah arus DC menjadi AC maka diperlukan inverter.

Demikian artikel singkat tentang perbedaan generator AC dan generator DC, semoga dapat menambah wawasan kita semua.

3 Cara Sederhana Membersihkan Bau Pada Helm

Helm bukan hanya dipakai untuk sekedar alat pelindung kepala saat berkendara, tapi helm juga dijadikan style berkendara tersendiri bagi beberapa pengendara sepeda motor.

Namun apa jadinya kalau helm sudah keren, tapi bau apek ?

Tentu meski dipandang masih enak tapi kita kurang nyaman dalam menggunakannya. Apalagi kalau kaca helm tumbuh jamur, pasti bisa menghalangi pandangan kita bukan ?

Oleh sebab itu, pada kesempatan ini kita akan bahas cara-cara sederhana yang terbukti ampuh untuk membersihkan bau pada helm baik helm full face atau helm biasa.

Cara Membersihkan Helm Dari Bau Tidak Sedap

img : blog.touratech-usa.com

Pertama anda perlu memahami bahwa bau yang muncul pada helm itu disebabkan karena keringat dari kulit kepala kita saat berkendara. Bahan dalaman helm yang mampu menyerap air, menjadi faktor mengapa keringat bisa terserap kemudian memunculkan bau tidak sedap.

Untuk menghilangkan bau tidak sedap itu, ada tiga cara yang bisa anda gunakan.

1. Semprotkan pewangi dengan kadar alkohol rendah

Cara pertama dipakai apabila bau yang muncul pada hel masih dalam kategori bau ringan/tidak terlalu menyengat. Anda bisa semprotkan pewangi seperti parfum dengan kadar alkohol rendah ke bagian dalam helm.

Mengapa harus dengan kadar alkohol rendah ?

Karena kulit kepala serta rambut kita akan menyentuh langsung bagian ini, sehingga pastikan tidak ada alkohol yang berlebih untuk mencegah dampak lainnya. Tetapi, kalau kategori bau sudah ke level menyengat anda bisa gunakan parfum berkadar alkohol tinggi. Hanya saja setelah itu anda wajib mencuci helm agar bakteri dan sisa alkohol luntur dari helm.

2. Cuci dengan air sabun

Apabila kategori bau sudah sangat menyegat, anda harus mencuci helm anda. Karena kalau hanya menyemprotkan parfum saja, justru akan membuat bau semakin menjadi-jadi karena bau wanginya hanya bertahan diawal.

Untuk mencuci helm, jangan samakan seperti mencuci pakaian.

  • Pertama anda harus melepas semua bagian spoon dari dalam helm
  • Lepas pula bagian visor/kaca helm apabila memungkinkan
  • Cuci spoon helm (yang dilepas) menggunakan air sabun
  • Setelah spoon helm dicuci, jemur namun tidak dibawah terik matahari secara langsung. Karena dikhawatirkan dapat merusak serat spoon helm
  • Untuk kacanya, anda bisa gunakan pembersih piring, pembersih lantai, atau pembersih kaca untuk menghilangkan noda serta jamur yang menempel
  • Untuk bagian batok helm, terserah anda. Kalau kondisinya kusam, bisa dicuci menggunakan air sabun lalu keringkan
  • Agar lebih kinclong, anda bisa gunakan wax untuk memoles bagian batok helm


3. Bawa ke jasa cuci helm

Cara terakhir yang sangat ampuh menghilangkan bau tidak sedap pada helm, yakni dengan membawanya ke jasa pencucian helm.

Dengan cara ini, bisa dipastikan anda tidak perlu repot melakukan ini itu. Melainkan hanya duduk manis sambil menunggu helm anda dibersihkan. Untuk biaya, sangat beragam umumnya ada dikisaran 12 sampai 25 ribu tergantung jenis helm.

Namun, kelemahan jasa cuci helm ini antara lain perlu waktu lama karena harus menunggu proses pengeringan. Kalau pengeringan tidak maksimal, justru itu akan menimbulkan bau apek.

Cara Membersihkan Kaca Helm Yang Kusam/Tergores

img : revzilla.com

Selain bau pada dalaman helm, kadang masalah pada helm ada pada kaca yang kusam bahkan tergores. Kaca kusam, umumnya disebabkan karena faktor cuaca (helm sering diletakan dibawah sinar matahari). Untuk membersihkannya, caranya kurang lebih seperti berikut ;

  1. Lepas kaca helm dari helm
  2. Cuci helm dengan air sabun lalu keringkan
  3. Selanjutnya, apabila ada goresan anda bisa amplas bagian tersebut dengan amplas paling halus. Amplas secara perlahan
  4. Poles bagian helm yang kusam dengan wax, atau white compound, atau beberapa orang menggunakan pasta gigi
  5. Lap kaca helm menggunakan kain katun hingga permukaannya bersih dari jamur
  6. Pasang kembali kaca pada helm


Tips Menjaga Helm Agar Tidak Bau

Agar gaya tetap nyaman digunakan, anda perlu merawat helm anda agar tidak cepat bau. Cara sederhana untuk merawat helm agar tidak bau antara lain ;

  1. Selalu simpan helm ditempat kering yang tidak terkena sinar matahari
  2. Saat memakai helm, pastikan kondisi rambut anda sudah kering
  3. Bila perlu gunakan balaclava/penutup kepala agar keringat atau minyak rambut tidak menempel ke bagian dalam helm. Ini dilakukan apabila anda akan berkendara jarak jauh di siang hari.
  4. Setelah memakai helm, pastikan kaca helm terbuka


Demikian artikel singkat tentang cara membersihkan bau pada helm. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

5 Ciri Ban Mobil Anda Kempes, Patut Waspada !!

Salah satu indikator untuk mengecek kondisi keselamatan kendaraan adalah dibagian ban. Ban mobil harus dalam keadaan prima dengan tekanan angin yang sesuai.

Pada kenyataannya, pengemudi sering tidak mengetahui bahwa tekanan angin ban mobilnya berlebih atau kurang. ini dikarenakan untuk mengecek tekanan angin ban, perlu tire pressure gauge yang tak banyak orang memilikinya.

Sehingga, entah ban kempes atau tidak kita para pengemudi tetap jalan saja. Namun, anda patut waspada. Karena berkendara dengan ban kempes juga akan menimbulkan beberapa resiko.

Akibat ban mobil kempes namun tetap dipaksa jalan

  • Bagian samping ban akan retak
  • Kecepatan mobil terhambat
  • Konsumsi BBM meningkat
  • Resiko pecah ban


Apa hubungannya ban kempes dengan kecepatan mobil apalagi konsumsi BBM ?

Saat ban mobil kempes, maka bagian permukaan yang menyentuh jalan akan melebar karena tekanan dari berat body mobil. Sehingga luas penampang ban yang menyentuh aspal itu lebih lebar dari normalnya.

Semakin lebar penampang ban yang menyentuh aspal akan menyebabkan mobil lebih berat, sehingga mobil akan terasa lebih berat dan butuh ekstra bensin.

Lalu, apa tandanya bahwa ban mobil kita kempes ?

Ciri Ciri Ban Mobil Kempes

img : rubonit.be

1. Ban terasa lebih empuk

Perbedaan ban overpressure dengan ban underpressure bisa kita rasakan pada kenyamanannya. Kalau tekanan angin berlebihan, maka ban akan terasa keras sehingga berkendara juga terasa lebih kasar. Sebaliknya, saat ban kempes maka berkendara akan terasa lebih empuk (spongy).

2. Terdengar sedikit suara gemuruh saat mengemudi

Suara gemuruh ini disebabkan karena permukaan karet ban kempes yang menyentuh aspal. Sebenarnya, entah kempes atau tidak ban tetap terdengar suara gemuruh. Namun kalau ban kempes, suara gemuruh itu bisa terdengar hingga kabin karena permukaan ban yang menyentuh aspal itu lebih lebar.

3. Saat melintasi gundukan terasa keras

Ciri berikutnyam bisa anda rasakan ketika melewati polisi tidur atau gundukan atau jalan tidak rata. Ban yang kempes, itu tidak bisa memberi toleransi terhadap benda yang mengenainya. Artinya apabila anda melewati gundukan, maka bagian permukaan ban dalam bisa bersentuhan dengan velg.

Inilah yang menyebabkan berkendara terasa keras, serta berpotensi membuat ban bocor.

4. Mobil terasa lebih berat

Seperti yang ditulis diatas, ban yang kempes memiliki permukaan yang menyentuh aspal lebih lebar. Artinya, semakin lebar ban semakin berat pula mobil. Sehingga, dengan mesin yang sama maka kecepatan mobil akan sedikit terhambat dari biasanya.

5. Steer mobil kadang belok dengan sendirinya

Mungkin anda pernah merasakan hal ini, apabila salah satu ban depan mobil kempes maka kemudi mobil cenderung balik kesalah satu arah. Apabila ban depan kiri yang kempes, maka setir bisa balik kekiri sendiri. Begitu pula sebaliknya.

Saran kami, apabila anda menemui salah satu dari 5 gejala diatas segera pinggirkan mobil dan lihat secara visual. Apakah ada salah satu ban yang kempes.

Apabila ada ban kempes, segera cari pom bensin atau tukang tambal ban untuk mengisi angin ban. Apabila anda memaksakan, kemungkinan resiko yang disebutkan diatas akan anda alami.

Mungkin itu saja tips tentang tanda ban mobil kempes. Semoga menambah wawasan kita semua.

7 Tanda Ban Mobil Harus Ganti

Sama seperti komponen mobil lain, ban juga komponen yang memiliki masa pakai. Umur ban mobil pun tidak bisa kita predikis, ada ban mobil yang mampu bertahan hingga 3 tahun dan ada pula yang hanya bertahan 1 tahun.

Sehingga untuk mengetahui apakah ban mobil masih bagus atau tidak, kita harus mengeceknya secara langsung.

Tapi tak banyak yang tahu, apa ciri ciri ban mobil yang harus segera diganti. Oleh sebab itu, diartikel ini akan kita bahas bagaimana cara mengecek apakah ban mobil masih bagus, atau perlu diganti.

9 Tanda Ban Mobil Perlu Diganti

img : gshservice.com

1. Ketebalan tread melewati TWI

Yang pertama, permukaan tread ban mulai tipis. Untuk mengeceknya, cukup mudah. Anda hanya tinggal melihat kedalaman alur yang ada dipermukaan ban. Biasanya di tengah alur tersebut terdapat karet TWI (tread wear indicator).

TWI ini dijadikan patokan apakah tread ban tipis atau tidak, kalau kedalaman alur ban rata dengan TWI maka artinya tread ban tipis dan ban perlu diganti.

2. Ada benjolan pada ban

img ; pakwheels.com

Benjolan bisa disebabkan karena lapisan sabuk ban (lapisan dalam ban) mengalami deformasi. Penyebabnya bisa karena panas, atau sering dipakai pada jalan yang tidak rata.

Resiko ban benjol ini, ban rentan bocor dan rentan meledak. Selain itu, handling mobil juga akan terganggu. Sehingga apabila anda melihat benjolan pada ban mobil anda, sebaiknya anda ganti ban mobil tersebut.

3. Ban botak dibagian tengah

Selanjutnya, ban botak hanya dibagian tengah. Terkadang, ada kondisi dimana kedalaman alur ban masih tebal namun dibagian tengah, ban sudah gundul. Ini juga menjadi salah satu tanda ban yang harus ganti.

Pasalnya, ban gundul dibagian tengah akan mengurangi ketahanan ban dibagian permukaan tengah. Sehingga apabila melewati jalan tidak rata atau melewati kerikil sangat rentan bocor. Solusinya, anda perlu ganti ban dengan yang baru.

4. Ban botak dibagian samping

Selain dibagian tengah, ada pula kondisi dimana ban botak hanya dibagian samping entah bagian dalam atau bagian luar ban. Ini disebabkan biasanya karena faktor suspensi yang bermasalah, bisa karena bushing suspensi yang mulai rusak atau karena pegas suspensi yang mulai lemah.

Apabila anda menemui kondisi ini, lakukan pengecekan sistem suspensi dan ganti ban. Tetapi apabila hanya satu atau dua ban yang mengalami botak samping ini, anda bisa rotasi ban sesuai arah rotasinya.

5. Ban belum pernah ganti selama 3 tahun

Seperti yang dijelaskan diawal, umur ban tidak mesti. Ada yang sanggup digunakan hingga 3 tahun ada juga yang tidak sampai. Apabila ban mobil anda sudah berumur tiga tahun namun pemakaian mobil sangat jarang mungkin tidak masalah.

Tetapi apabila sampai 3 tahun ban belum diganti dengan intensitas pemakaian mobi sering, maka ban harus segera diganti.

6. Permukaan ban retak


Ban yang retak bisa disebabkan karena faktor umur, maupun faktor cuaca yang ekstrem. Mobil yang sering melintasi jalan berkerikil juga rentan mengalami retak, apabila permukaan atas maupun samping ban sudah retak segera ganti ban tersebut.

Memang, ban yang retak masih bisa dipakai tapi ketahanan ban akan berkurang serta handling mobil juga akan terganggu. Kecuali permukaan yang retak hanya sedikit, mungkin masih bisa ditoleransi.

7. Permukaan ban bergelombang

Mungkin anda pernah menemui permukaan atas ban bergelombang, ini bisa disebabkan oleh banyak hal salah satunya karena faktor wheel aligment yang kurang seimbang. Sehingga ketika anda menemui salah satu ban mobil bergelombang, segera lakukan spooring balancing.

Sementara ban yang bergelombang tersebut, jelas harus diganti karena bisa menurunkan daya tahan ban serta mengurangi handling.

8. Permukaan ban berserabut

Sama halnya dengan ban yang bergelombang, ban berserabut juga bisa disebabkan karena faktor wheel alignment yang tidak seimbang. Sehingga kalau anda menemui kondisi seperti ini, lakukan saja spooring balancing. Tapi untuk ban yang berserabut bisa tetap dipakai apabila kedalaman alur tread masih diatas minimal.

Atau solusi lain, anda bisa lakukan rotasi ban agar keausan ban bisa lebih merata. Namun, kalau tidak memugkinkan (kondisi ban sudah tipis) maka ganti saja.

9. Ban sudah sering bocor dan sering ditambal

Untuk ban yang sering bocor, maka jumlah tambalan pada ban tersebut juga menjadi lebih banyak. Sementara itu, ban tambalan kurang baik dalam ketahanan artinya semakin banyak jumlah tambalan maka resiko ban bocor atau bahkan meledak juga lebih besar.

Solusinya, anda perlu mengganti ban tersebut dengan yang baru apalagi kalau anda akan menempuh perjalanan jauh.

Tips Mengganti Mobil Agar Berkendara Tetap Nyaman


Biasanya saat kita mengganti ban baru, kita bingung karena dihadapkan pada banyak sekali pilihan. Anda juga harus mengetahui jenis-jenis ban karena tiap ban memiliki spesialisasi tersendiri.


  • Pilih ban dengan merk dan spesifikasi sama seperti ban sebelumnya
  • Ganti empat ban sekaligus, ini akan menjaga handling tetap baik
  • kalau ada ban yang masih bagus, anda bisa ganti hanya bagian depan atau belakang saja


demikian artikel tentang tanda ban mobil harus diganti, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Konstruksi Ban, Mengenal Fungsi Komponen Pada Ban

Ban, siapa yang tidak mengenal komponen ban ini ? komponen yang paling mencolok pada kendaraan ini, tentunya berfungsi cukup penting. Tidak hanya sebagai alas atau sepatu pada roda mobil, sebuah ban juga dituntut agar mudah di handling serta mampu menyerap getaran kecil pada permukaan jalan.

Oleh sebab itu, meski ban terlihat seperti gulungan karet namun apabila kita bedah konstruksi ban itu terdiri dari berbagai bagian.

Diartikel ini, kita akan belajar bagian-bagian ban mobil beserta fungsinya.

A. Bagian dan Konstruksi Ban


Secara umum, ban pada mobil dibagi menjadi 5 bagian yakni ;

  1. Inner tire/lapisan ban dalam
  2. Belt package/serangkaian sabuk ban
  3. Tread/lapisan permukaan ban yang menyentuh jalan
  4. Sidewall/lapisan karet samping ban
  5. Bead/komponen yang bersentuhan dengan rims atau velg


Masing-masing bagian, juga tersusun atas beberapa komponen. Lalu apa saja ? simak ulasannya dibawah.

1. Inner tire

Lapisan ban dalam terbuat dari bahan karet tipis yang memiliki pori cukup kecil hingga tak mampu ditembus molekul udara. Fungsi lapisan ban dalam ini, adalah untuk menjaga angin ban agar tidak keluar sehingga ban bisa menggelembung dan bisa digunakan.

2. Belt package


img : discounttiredirect.com

Serangkaian sabuk ban adalah komponen inti yang membentuk lingkaran ban. Pada bagian ini, terdapat banyak susunan komponen antara lain ;

  • Carcass, merupakan rangka ban yang terbuat dari kawat baja. Carcass ini disebut juga sebagai tulang ban yang membentuk ban agar berbentuk melingkar sehingga lapisan lain bisa diletakan.
  • Crown plies, merupakan layer nylon/polyester yang terletak diatas cascass. Fungsinya sebagai lapisan utama ban yang memberi efek peredam getaran serta membuat ban menjadi fleksibel.
  • Cap plies, merupakan layer yang terletak diatas crown plies. Fungsinya untuk menjaga bentuk ban saat berputar pada kecepatan tinggi agar gaya sentrifugal yang terbentuk tidak merusak struktur ban.
  • Edge plies, merupakan layer tambahan yang terletak pada sudut ban. Fungsinya untuk memperkuat bentuk bahu ban/sudut ban agar handling bisa lebih mudah.
  • Radial plies
  • Radial cords, merupakan garis-garis yang terletak dibawah lapisan sidewall untuk menambah elastisitas sidewall sehingga kenyamanan berkendara bisa lebih baik.


3. Tread



Lapisan terluar ban yang bersentuhan langsung dengan ban disebut dengan tread ban. Fungsi utama dari tread adalah untuk menambah daya cengkram ban terhadap jalan, sehingga ban tidak mudah selip. Dibagian ini juga tersusun atas beberapa bagian antara lain ;

  • Tread area, merupakan semua area dimana permukaan ban akan bersentuhan langsung dengan permukaan jalan.
  • Shoulder, disebut juga bahu ban/sudut ban dimana disinilah titik temu antara sidewall dan tread area.
  • Grooves, garis yang membelah tread area menjadi beberapa bagian.
  • Tread blocks, merupakan blok yang dipisahkan oleh garis grooves.

Sipes, merupakan garis kecil ditengah-tengah tread block.

4. Sidewall

Sidewall adalah lapisan karet tebal disamping ban, fungsi lapisan ini antara lain untuk menutup area belt package, melindungi area samping ban dari korosi, dan sebagai tempat untuk menuliskan logo serta spesifikasi ban. Berbeda dengan tread, sidewall umumnya terbuat dari satu lapisan karet.

5. Bead



Bead adalah komponen ban yang bertugas sebagai frame ban yang bersentuhan dengan velg. Dengan kata lain, bead ini seperti tangan yang membuat ban tetap bisa menempel pada velg.

Secara umum, bead terbuat dari kawat baja. Namun ada beberapa lapisan lain yang mendukung yakni ;

  • Bead chipper, berfungsi melindungi area sidewall paling bawah.
  • Bead flipper, menjaga posisi bead agar tidak bergeser baik saat ban digunakan atau saat penggantian ban.
  • Bead, merupakan serangkaian kawat baja yang berfungsi untuk merapatkan koneksi antara ban dan velg.
  • Bead chafer, merupakan pembungkus bead.


B. Pola-Pola Tread Ban


Ternyata, ban yang dijual dipasaran memiliki pola tread yang berbeda. Dan perbedaan pola tersebut mempengaruhi banyak hal seperti handling, dan daya cengkram ban.

Dilansir dari pepboys.com ada 4 jenis pola tread ban yakni ;


  1. Directional, merupakan pola tread ban searah yang artinya ban akan efektif apabila dipakai pada satu arah saja. Ban direct, juga anti air sehingga bisa terlindungi dari efek hydroplanning. Namun kelemahannya, ban harus digunakan dengan arah rotasi yang tepat.
  2. Simetris, merupakan pola tread yang sama apabila dibolak-balik (simetris) sehingga bisa digunakan dengan dua arah rotasi sekaligus. Ban tipe ini banyak dipakai pada mobil penumpang seperti low-MPV dab LCGC karena lebih awet dan bisa di rotasi pada posisi mana saja.
  3. Asimetris, ban tipe asimetris memiliki pola yang berbeda antara bagian luar dan dalam ban. Ini dimungkinkan agar handling dan daya cengkram ban bisa lebih baik pada segala kondisi. Ban ini banyak ditemukan pada sportcar, sementara untuk rotasi ban juga ada aturan tersendiri.
  4. Directional/asimetris, merupakan kombinasi antara tipe direct dan asimetris. Hasilnya ban bisa anti air (anti hydroplanning) serta grip ban juga sangat bagus pada kondisi kering. Sementara untuk aturan rotasi ban, anda harus melihat arah rotasi pada ban.


Demikian artikel singkat tentang pengertian, komponen dan konstruksi ban. Semoga bisa menambah wawasan kita.