Ini Dia 3 Ciri Kondensor AC Mobil Rusak

Kondensor pada sistem AC mobil berfungsi untuk mendinginkan freon atau refrigerant supaya freon tersebut mampu mendinginkan udara yang akan dihembuskan ke kabin.

Letak kondensor ada didepan radiator, jadi bentuknya juga hampir sama seperti radiator tapi kondensor lebih tipis dan letaknya ada didepan radiator.

Ketika komponen ini rusak maka sistem AC mobil menjadi tidak dingin, tapi permasalahnnya penyebab AC tidak dingin itu banyak. Lalu bagaimana cara kita mengetahui bahwa kerusakan itu berasal dari kondensor atau bukan ?

Ini memang sulit karena yang pertama letak kondensor itu tersembunyi, kedua kerusakan sistem AC terutama saat freon bocor itu susah dideteksi tanpa bantuan alat. Apalagi kalau bocornya ada di kondensor.

Tapi anda tenang saja, karen dibawah akan kita bahas ciri ciri kalau kondensor mobil anda bermasalah.

Ciri – Ciri Kondensor AC Mobil Rusak


Yang pertama jelas AC tidak dingin, saat AC tidak dingin itu bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa karena freon bocor, kipas mati, kompresor mati atau kondensor tersumbat. Yang berhubungan dengan kondensor, itu freon bocor serta kondensor yang tersumbat.

Jadi pertama cek dulu kipas dan kompresornya, untuk mengeceknya anda hanya tinggal menyalakan AC dan lihat kinerja dua komponen tersebut. Biasanya kompresor dan kipas tetap akan bekerja meski freon sudah habis karena didalam sirkulasi AC masih terdapat udara.

Ketika kipas dan kompresor OK, maka lanjut ke ciri berikut

1. Tidak ada tanda kebocoran pada selang atau bagian AC yang terlihat

Ciri kedua, anda tidak akan menemui bekas kebocoran freon pada sepanjang selang, sambungan selang atau didalam kompresor. Bekas kebocoran freon ini berupa rembesan yang dipenuhi dengan debu, meski freon sudah menguap tapi masih ada bekas oli kompresor yang juga ikut keluar.

Bekas oli kompresor inilah yang menjadi tanda lokasi suatu kebocoran pada sistem AC.

Atau cara lainnya, anda bisa menggunakan air sabun. Caranya hidupkan AC dan lumasi semua selang dan bagian sirkulasi AC yang terlihat menggunakan air sabun. Ketika ada kebocoran, maka akan ada gelembung udara yang keluar dari spot yang bocor.

Tapi kalau memang kondensornya yang bocor maka tidak akan ada gelembung yang terlihat.

2. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara selang high dan low

img by californiaautohaus.com

Ini terjadi karena kondensor terseumbat, jadi saat AC dihidupkan freon tersebut akan tertahan pada area sebelum kondensor yakni selang high yang menghubungkan kompresor dengan kondensor. Kebetulan, diselang ini pula diletakan niple untuk mengecek tekanan selang high.

Sehingga terbaca tekanannya cukup tinggi.

Sementara pada selang setelah kondensor tekanannya menjadi lebih rendah, sampai di selang low (selang setelah evaporator) tekanan freon menjadi lebih kecil lagi. Disini pula terdapat niple untuk mengukur tekanan selang low.

Jadi perbedaan antara tekanan high dan low cukup signifikan, ini juga akan menyebabkan kompresor AC nyala mati dengan waktu yang cukup cepat.

3. Ada bekas kebocoran pada kondensor

Untuk beberapa tipe mobil, kondensornya bisa terlihat dari celah grill bumper depan. Untuk yang ini, anda bisa melihat apakah kondisi kondensor kering atau ada bekas rembesan. Kalau ada bekas rembesan, bisa jadi kondensor AC mobil mengalami kerusakan/kebocoran.

Untuk lebih akuratnya lagi, kondensor harus dilepas untuk dicek kondisinya. Biasanya kondensor direndam didalam air lalu diberi angin bertekanan untuk mengetahui apakah bocor atau tidak.

Hanya saja proses ini rumit karena harus menguras serta melepas sistem AC mobil. Jadi lebih baik percayakan pada bengkel AC mobil.

Untuk harga kondensor AC itu berfariasi, untuk yang OEM bisa tembus 2-4 juta rupiah tergantung merk mobilnya.

5 Akibat Engine Mounting Rusak + Cara Antisipasinya

Engine mounting dibuat sebagai peredam getar mesin, tujuannya supaya getaran yang dihasilkan mesin tidak dirasakan pengemudi dan penumpang didalam kabin.

Namun dalam aplikasinya, engine mounting juga bisa berperan seperti suspensi bagi mesin saat mobil melewati jalan tidak rata. Mesin yang juga memiliki bobot lumayan berat, akan bergoyang-goyang saat body mobil bergoyang.

Hal itu akan mempercepat kerusakan engine mounting. Lalu apa saja akibat atau pengaruhnya ketika engine mounting rusak ?

Pengaruh Engine Mountung Rusak


Engine mounting terbuat dari rubber dengan frame baja tuang. Bahan rubber ini bisa getas sehingga karet mounting bisa pecah. Inilah yang menyebabkan engine mounting rusak. Akibatnya akan seperti ini

1. Getaran dari mesin yang cukup terasa

Karena fungsi utama engine mounting adalah untuk meredam getaran mesin, sudah pasti ketika mounting rusak getaran mesin pasti akan lebih terasa.

Getaran yang terasa tidak hanya berasal dari pembakaran mesin, tapi juga berasal dari transmisi. Mesin dan transmisi itu tersambung, sehingga saat mesin bergoyang-goyang maka transmisi pun demikian. Ini akan menambah besar getaran yang terasa.

2. Kisi radiator/kipas akan rusak

Untuk mobil yang masih menggunakan kipas berbasis belt (non-elektrik fan) seperti mobil-mobil bermesin diesel, letak kipas ada pada mesin sementara yang elektrik fan, kipas itu diletakan diradiator.

Pada kipas non elektrik karena letaknya pada mesin, maka ketika mesin bergoyang kipas juga ikut bergoyang.

Akibatnya kipas berpotensi menggesek kisi-kisi radiator.

Ini tentu akan menyebabkan dua hal, yang pertama kisi radiator rusak sehingga radiator bocor dan kedua daun kipas akan patah sehingga pendinginan mesin akan terganggu.

3. Selang bahan bakar akan terganggu

Selang bahan bakar digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tanki ke mesin. Artinya selang ini menghubungkan bagian mesin yang bergoyang-goyang dengan tanki yang diam pada body mobil.

Ini akan menyebabkan efek seolah-olah selang bensin digoyang-goyangkan. Ketika satu dua kali mungkin tidak masalah tapi kalau berkali-kali ini bisa membuat selang bensin bocor, pecah atau bahkan terlepas.

Sehingga efeknya cukup berbahaya juga.

4. Selang radiator berpotensi bocor

Kasus ini juga hampir sama dengan yang diatas, dimana ketika mesin bergoyang maka selang seperti digoyang-goyangkan karena selang ini menghubungkan bagian mesin dan radiator yang diam pada body mobil.

Akibatnya, koneksi selang bisa kendor dan air radiator bisa bocor dari koneksi ini.

Ini juga cukup berbahaya karena saat air pendingin bocor maka mesin berpotensi mengalami overheat.

5. Berbahaya bagi komponen disekitar mesin yang berpotensi terbentur body mobil

Contoh komponen yang menempel pada mesin adalah alternator, motor starter, dan kompresor AC. Ketika mounting normal, goyangan mesin tidak terlalu besar sehingga komponen-komponen tersebut masih aman dari benturan.

Tapi ketika goyangan mesin terlalu besar, komponen-komponen tersebut berpotensi terbentur dengan body sehingga bisa merusak komponen-komponen tersebut.

Apa solusinya agar akibat diatas tidak terjadi ?

Akibat-akibat diatas tentu saja bisa anda alami kalau anda tidak segera mengganti engine mounting saat terdeteksi kerusakan.

Untuk mendeteksi kerusakannya, ada tanda atau ciri yang bisa anda amati. Salah satunya terkait getaran tidak normal tadi, selain itu juga terdengar bunyi tek-tek saat mesin distart.

Kalau tanda tersebut sudah muncul, coba goyangkan mesin menggunakan tangan. Kalau mesin mudah digoyangkan, maka engine mounting memang rusak dan mengharuskan untuk segera diganti.

4 Penyebab Kopling Lengket dan Solusinya

Kopling digunakan untuk memisahkan putaran mesin dengan transmisi, sehingga saat kita akan memindahkan gigi, mobil tidak terhentak akibat poros mesin yang berputar.

Kopling akan bekerja ketika kita menginjak pedal kopling. Saat ini, sambungan antara plat kopling dan plat penekan akan merenggang sehingga putaran mesin tidak sampai memutar poros transmisi.

Tapi ketika kita melepaskan injakan pedal kopling, plat kopling dan plat penekan kembali terhubung sehingga putaran mesin bisa kembali dihubungkan.

Permasalahan kopling lengket terjadi saat pedal kopling diinjak yang harusnya terbebas justru tetap terhubung. Ini akan menyebabkan putaran mesin dan transmisi tidak terbebas dengan sempurna sehingga kita akan kesulitan memindahkan gigi.

Lalu apa yang menyebabkan hal itu ?

Mari kita bahas secara detail dibawah plus solusinya.

Penyebab Kopling Lengket


Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kopling lengket, antara lain ;

1. Kopling terendam air

Kopling mobil itu bersifat kering yang artinya kopling ini bekerja tanpa memerlukan cairan pelumas apalagi air. Pada beberapa jenis kopling air justru akan semakin memperburuk kondisi kopling.

Hal ini karena material asbes yang menjadi bahan dasar kampas kopling kurang baik apabila terkena air. Sehingga kampas kopling justru tetap melekat pada plat penekan meski plat penekan sudah direnggangkan.

Masalah ini biasanya muncul sehabis anda menerjang genangan banjir. Kalau hanya dicuci, air tidak akan masuk ke rumah kopling. Tapi saat menerjang banjir apalagi sampai membenamkan setengah roda maka air sangat berpotensi masuk ke rumah kopling.

2. Mobil tidak dipakai dalam waktu yang cukup lama

Mobil-mobil yang di anggurkan dalam waktu yang cukup lama (biasanya sampai tahunan) akan muncul masalah ketika akan digunakan lagi. Salah satunya di sektor kopling.

Ini terjadi karena saat mobil tidak digunakan, kondisi kampas kopling terus tertekan (karena secara default saat mobil tidak digunakan kampas kopling memang tertekan). Tapi ini terjadi dengan waktu yang cukup lama.

Dipengaruhi juga dengan faktor cuaca, maka kopling cenderung akan lengket. Jadi saat kita menekan pedal kopling akan terasa sangat keras bahkan kopling benar-benar tidak bisa dioperasikan.

Hal itu, bisa disebabkan banyak faktor. Pertama dari master silinder yang berkarat akan mengganggu pergerakan pedal kopling. Selain itu, dari sisi kampas kopling sendiri akan melekat ke plat penekan sehingga cukup berat saat kita menginjak pedal kopling.

3. Kampas kopling sudah habis

Ketika kampas kopling akan habis, maka akan muncul beberapa gejala seperti loss power, gigi susah dimasukan dan kopling yang terkadang keras.

Kopling keras dan susah oper gigi disebabkan karena plat kopling dan plat penekan tidak terbebas dengan sempurna saat pedal kopling diinjak alias lengket.

Penyebabnya, karena sudah tidak ada lagi lapisan kampas yang melapisi plat kopling. Sementara bahan dari plat kopling juga logam, maka saat plat kopling bergesekan dengan plat penekan yang juga berbahan logam akan membuatnya aus dan bahkan menempel.

Saat ini anda akan mencium bau terbakar yang cukup menyengat dari bagian kolong mobil. Dan saat dibongkar, plat kopling akan gosong.

4. Plat kopling atau flywheel oleng


Plat kopling oleng artinya kondisi plat kopling tidak lurus 0 derajat saay berputar alias oleng. Keolengan plat kopling ini akan menyebabkan kopling tetap terhubung meski plat penekan sudah direnggangkan.

Hal ini terjadi lantaran ada bagian kopling yang terbebas tapi ada juga bagian yang masih menempel sehingga akan menyulitkan kita saat akan oper gigi.

Selain plat koplingnya, plat penekan serta flywheel juga bisa oleng. Oleh sebab itu, masalah ini tergolong serius meski jarang terjadi.

Lalu Bagaimana Solusinya ?


Untuk penyebab satu dan dua, kita bisa memaksa kopling untuk terbebas dengan bantuan putaran mesin. Caranya dengan menghentakan plat kopling menggunakan putaran mesin.

Pertama posisikan mobil diarea terbuka, lalu masukan gigi pada gigi satu atau dua dan nyalakan mesin. Saat mesin dihidupkan dalam posisi gigi masuk, maka mobil akan terhentak. Hentakan itu juga bisa membuat kopling kembali terbebas.

Namun untuk penyebab ketiga dan keempat, rasanya kopling tetap lengket apabila menggunakan cara diatas,

Karena kondisi plat kopling memang sudah tidak bagus dan perlu diganti. jadi kalau hingga 5 kali proses diatas tidak membuahkan hasil, mau tidak mau anda harus membongkar kopling mobil anda.

6 Komponen Yang Dicek Saat Tune Up Mobil Injeksi

Pada artikel yang lalu kita pernah membahas tata cara tune up pada mobil secara umum. Sementara sekarang ini mobil-mobil yang diproduksi sudah menggunakan sistem injeksi.

Sehingga tata cara tune up pun sedikit berbeda. Mobil injeksi yang lebih banyak menerapkan sisi elektrikal mesin memerlukan pengecekan menggunakan scan sementara pada mobil-mobil konvensional, hanya kunci-kunci umum saja bisa kita gunakan untuk tune up.

Lalu apa saja yang dicek saat melakukan tune up pada mobil injeksi ?

1. Sektor Air Induction system

Di sektor air induction system, ada tiga komponen yang dicek yaitu ;

a.filter udara

filter udara atau saringan udara digunakan untuk menyaring debu/kotoran yang terbawa udara bersih yang akan disuplai ke mesin. Cara kerja filter ini adalah dengan memanfaatkan bahan berpori kecil untuk memblok semua jenis kotoran.

Hasilnya, kotoran yang terfilter akan menumpuk pada permukaan filter. Untuk itulah pembersihan filter ini dilakukan.

Biasanya, filter hanya dibersihkan menggunakan air gun. Tapi kalau kondisinya sudah sangat kotor, filter harus diganti.

b.throttle body

img by napaonline.com

pada mobil injeksi memang tidak ada karburator, tetapi katup gas masih tetap ada. Dan saat melakukan tune up, bagian katup gas ini harus dibersihkan karena biasanya ada kerak yang memempel.

Kerak tersebut bisa menjadi penyebab RPM mesin tidak stabil, sehingga perlu dibersihkan. Untuk membersihkannya, kita harus melepas throttle body dan bersihkan menggunakan bantuan carb jet/carbon cleaner.

c.ISC valve

Idle speed control (ISC) digunakan sebagai pengatur RPM idle mesin injeksi. Kalau kondisinya kotor, RPM idle mesin menjadi tidak stabil. Sehingga perlu dibersihkan.

Namun tidak semua mesin injeksi dilengkapi ISC, untuk teknologi terbaru yang menggunakan TAC (throttle actuator control) ISC sudah tidak ada lagi karena idle RPM sudah diatur secara langsung oleh katup gas yang di buka tutup oleh sebuah motor listrik.

2. Sektor sistem pendingin

Di sektor sistem pendingin, hanya sedikit yang dicek

a.ketinggian air pendingin

Ini dapat diukur melalui level gauge yang ada pada reservoir tank atau dengan membuka tutup radiator secara langsung.

b.kebocoran air pendingin

Proses ini dilakukan secara sepintas dengan melihat apakah ada bekas rembesan pada selang-selang sistem pendingin atau tidak.

Untuk SOPnya, menggunakan radiator pressure gauge. Kalau tekanan turun saat dilakukan pengukuran, maka ada kebocoran pada sistem pendingin. Tapi kalau tidak ada alat ini, maka kita lakukan secara manual dengan bantuan senter.

3. Sektor pengapian

Di sektor pengapian hubungannya dengan pembakaran mesin, yang dicek antara lain ;


a.busi

Busi yang digunakan secara terus menerus maka akan meninggalkan bekas hitam kecoklatan. Tapi tak jarang pula disertai kerak, apalagi bensin yang digunakan memiliki oktan rendah.

Sehingga busi perlu dibersihkan juga distel celah businya. Untuk membersihkan busi, amplas bisa menjadi alatnya sementara untuk menghilangkan kerak hitam anda bisa gunakan carbon cleaner atau solar.

b.permbersihan ruang bakar

untuk membersihkan ruang bakar kita tidak perlu melepas kepala silinder, cukup menyemprotkan combsution cleaner yang secara otomatis merontokan kerak didalam ruang bakar.

Kerak ini terbentuk saat proses pembakaran tidak berlangsung ideal, bisa karena campuran bensin dan udara tidak pas atau karena faktor oktan bahan bakar yang rendah.

4. Pelumas-pelumas mesin

Cek juga pelumas-pelumas pada mesin. Pelumas ini tidak hanya oli mesin tapi juga meliputi ;

  • Oli power steering
  • Minyak rem
  • Oli transmisi


Untuk mengeceknya, saya rasa anda sudah hafal betul karena deep stick untuk mengetahui level oli sudah ada pada mesin. Kecuali untuk minyak rem, anda hanya perlu mencocokan ketinggian minyak rem didalam reservoir dengan level yang ada pada body reservoir tersebut, kalau buram anda bisa gunakan senter.

5. Pengecekan aki/baterai

img : todayifoundout.com

Mobil injeksi umumnya menggunakan aki MF (maintenance free) atau orang biasa menyebutnya aki kering. Sesuai namanya aki MF ini tidak perlu kita cek-cek lagi karena desainnya tertutup sehingga kita tidak akan tahu seberapa tinggi elektrolit didalam aki.

Meski demikian, saat melakukan tune up kita perlu mengecek indikator lain seperti tegangan aki dan CCA (cold crank amp). Untuk mengeceknya anda harus menggunakan battery tester yang akan mengecek aki kering mobil secara otomatis.

Hasil dari battery tester bisa kita gunakan untuk menyimpulkan apakah aki masih baik, perlu di cas atau perlu diganti.

6. Scanning sistem injeksi


Terakhir, saat melakukan tune up mobil injeksi kita juga wajib melakukan scanning pada sistem elektrikal mobil. Scanning ini bersifat umum, artinya tidak hanya disektor mesin tapi disektor body juga ikut dicek.

Sehingga kalau ada salah satu sensor yang terindikasi rusak, akan terbaca pada scanner ini.

Untuk melakukan scanning, pertama anda harus memiliki alat scannya terlebih dahulu. Alat scan ini ada yang original dari pabrikan (tentu harganya sangat mahal) ada juga yang versi aftermarket (universal) tetapi belum tentu cocok untuk mobil anda.

Caranya cukup mudah, tinggal colokan scanner ke DLC mobil lalu operasikan scanner maka secara otomatis sistem elektrikal mobil akan terbaca. Posisi DLC ini umumnya ada diarea kabin sisi driver. Jadi cari saja disekitar dashboard atau console.

Dari keenam sektor diatas, memang cukup rumit apabila kita kerjakan sendiri. Oleh sebab itu lebih baik percayakan mobil anda pada bengkel kepercayaana anda. Untuk masalah biayanya itu relatif, anda bisa simak lebih lengkap disini Berapa biaya tune up mobil ?

Sekian artikel tentang tune up mobil injeksi semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Berapa Biaya Tune Up Mobil Di Bengkel Umum & Resmi ?

Setiap orang pasti ingin mobilnya selalu dalam kondisi prima meski mobil sudah digunakan hingga puluhan ribu kilometer. Tapi pertanyaannya, apakah kondisi mobil akan tetap sama setelah digunakan dengan kilometer hingga puluhan ribu ?

Tentu tidak, karena pasti ada komponen yang aus dan ada komponen yang kotor sehingga perlu dilakukan service.

Itulah tujuan tune up secara umum, yakni untuk mengembalikan performa mobil agar tetap prima seperti baru.

Lalu berapa kisaran biaya tune up mobil ? apakah sama biayanya tune up di bengkel umum dan di bengkel resmi ? akan kita bahas secara mendalam.

Perbedaan Tune Up dan Service Biasa

Perlu anda ketahui lebih dulu bahwa tune up itu berbeda dengan service rutin yang biasa dilakukan dengan interval 5.000 – 10.000 KM. Service rutin hanya meliputi bagian-bagian yang ringkas saja seperti pembersihan filter udara, pembersihan rem, dan pengecekan oli-oli pada mobil tanpa melakukan pembongkaran lebih lanjut apalagi melakukan penggantian part.

Sementara tune up adalah pekerjaan yang lebih kompleks (umumnya dilakukan pada interval 20.000 – 40.000 KM), karena yang diservice itu sampai ke ruang bakar. Selain itu, tak jarang juga penggantian part diperlukan.

Sehingga keseluruhan biaya tune up lebih banyak daripada service biasa.

Sekarang berapa biaya tune up mobil ?


Menurut pengakuan beberapa pemilik mobil, tune up di bengkel umum itu bisa menghabiskan dana 1 – 2 juta rupiah. Itu saja belum termasuk penggantian.

Apa saja yang dikerjakan ?

Bagian-bagian yang diservice meliputi ;

  1. Pembersihan filter udara
  2. Penggantian filter bahan bakar
  3. Penggantian oli mesin + filter oli
  4. Pembersihan busi
  5. Pembersihan throttle body
  6. Pembersihan injektor
  7. Pembersihan ruang bakar
  8. Scanning sistem injeksi
  9. Pembersihan & penyetelan rem
  10. Pembersihan filter AC

Untuk lebih jelas tentang apa saja yang dikerjakan, bisa anda simak pada artikel berikut bagian-bagian yang dicek saat tune up mobil injeksi

Khusus untuk filter dan busi, biasanya pihak bengkel akan membersihkannya saja. Tapi kalau kondisinya sudah sangat parah (tidak bisa dibersihkan) maka bengkel akan menyarankan kita untuk menggantinya. Tentu bengkel juga akan memberikan estimasi harganya jadi anda bebas pilih mau ambil atau tidak.

Sehingga total kalau anda mau full tune up, biayanya bisa tembus 3 juta rupiah. Jadi kalau KM mobil anda sudah mendekati 20 ribu KM, siapkan dana itu. Kalaupun tidak mencukupi, anda bisa pilih part mana yang diganti dan mana yang tidak.

Lalu bagaimana kalau tune up di bengkel umum ?

Dibengkel umum ternyata biayanya bisa lebih murah, menurut pengakuan beberapa orang biayanya tidak kurang dari 1 juta bahkan ada yang 500 ribu rupiah sudah beres. Tapi itu juga belum termasuk harga part pengganti.

Mengapa lebih murah ?

Pertama bengkel umum yang dimilki perorangan tidak menetapkan profit terlalu tinggi, selain itu jenis pekerjaan tune up juga tidak sedetail di bengkel resmi.

Jenis pekerjaan seperti scanning sistem injeksi dan pembersihan injektor biasanya tidak disertakan sehingga dapat menekan biaya. Ketika ada part yang perlu diganti pun, harga part bisa lebih murah karena di bengkel resmi ada pilihan spare part mau pakai yang ori atau yang after market.

Namun kelemahan tune up di bengkel umum, kita masih belum tahu apakah mekanik di bengkel tersebut memang tahu seluk beluk merk mobil anda. Kalau mobilnya Avanza mungkin bengkel manapun bisa mengandle karena mesin mobil ini mudah dipahami dan cukup banyak pemiliknya.

Tapi untuk merk seperti BMW, Mazda, Chevrolet yang memiliki mesin lebih rumit serta lebih sedikit pemiliknya tentu sedikit pula orang yang menguasai mesinnya.

Kecuali bengkel umum yang spesialis merk mobil tertentu, biasanya pemiliknya pernah bekerja sebagai mekanik di bengkel resmi merk tersebut. Jadi anda bisa percayakan sepenuhnya.

4 Penyebab Mesin Motor Mati Saat Digas + Solusinya

Pernahkah anda mengalami kejadian dimana ketika anda akan menaikan gas motor, mesin tiba-tiba brebet dan mati.

Masalah itu memang kerap terjadi pada motor-motor yang masih menggunakan karburator. Karburator sendiri merupakan komponen yang berfungsi mengabutkan bensin kedalam intake manifold dengan kadar yang ideal secara konvensional.

Disebut kovensional karena prinsip kerja dari karburator ini masih menggunakan perbedaan tekanan didalam karburator. Sementara untuk motor-motor sekarang hampir semuanya menggunakan injeksi yang sudah berstandar elektronik.

Lalu, apa saja hal yang menyebabkan motor mati saat digas ? simak selengkapnya dibawah.

Penyebab Mesin Motor Mati Saat Digas


1. Main jet tersumbat

Main jet adalah saluran bensin yang berfungsi mengabutkan molekul bahan bakar dari ruang penampung bensin (ruang pelampung) didalam karburator menuju intake manifold.

Yang perlu diketahui, ada dua saluran bensin didalam karburator yaitu main jet dan pilot jet. Keduanya sebenarnya sama saja yang membedakan hanya fungsinya. Pilot jet bekerja saat idle atau kecepatan langsam sementara main jet bekerja ketika katup gas mulai terbuka.

Ketika main jet tersumbat, motor akan hidup dengan normal saat langsam. Tapi begitu digas, suplai bensin dari main jet terputus sehingga mesin justru mati.

Untuk mengatasi masalah ini sebenarnya cukup mudah, anda hanya perlu membersihkan main jet. Biasanya debu dan kotoran yang terbawa aliran udara dari filter menyumbat saluran ini. Jadi untuk membersihkannya, anda perlu membongkar karburator dan bersihkan setiap saluran dengan ditiup atau disemprotkan carbon cleaner.

2. Karburator kemasukan air

Air dan bensin sama-sama zat cair dan air bisa masuk kedalam sistem bahan bakar motor lewat tanki bensin (air bisa berasal dari rembesan dari luar atau uap air didalam ruang tanki).

Saat air ini masuk ke karburator, air memang akan terpisah. Hanya saja ketika gas motor dinaikan, otomatis RPM mesin naik dan itu akan mempercepat kecepatan aliran bensin yang menuju intake manifold.

Disinilah air dapat terhisap dan masuk ke intake manifold, tapi karena air bukan bahan bakar mesin justru akan brebet dan kemudian mati.


Kejadian ini sebenarnya bisa diatasi dengan menguras ruang pelampung karburator dengan membuka sekrup yang ada pada mangkuk karbu. Tapi kalau ada cukup banyak air didalam tanki, anda perlu menguras tanki motor.

3. Karet vakum sobek (khusus karburator tipe vakum)


Khusus untuk motor yang menggunakan karburator tipe vakum seperti Satria FU dan Megapro, motor yang brebet hingga mati saat digas biasanya disebabkan karena karet vakum yang sobek.

Karet ini berfungsi untuk mengangkat jarum skep saat gas dinaikan. Ketika jarum skep terangkat, main jet akan terbuka. Tapi kalau karet vakum sobek, jarum skep tidak akan terangkat meski gas sudah dinaikan full.

Akibatnya main jet dalam kondisi tertutup dan mesin malah mati saat digas.

Solusinya, anda perlu mengganti karet vakum yang terletak dibagian atas karburator.

4. Busi lemah

Faktor busi juga bisa menjadi hal yang menyebabkan mesin motor mati ketika digas. Busi yang lemah akan menghasilkan api busi yang kecil. Hasilnya, mesin akan brebet dan tak jarang mesin malah mati ketika digas.

Untuk mengecek busi, ada dua cara yaitu dengan melihat ujungnya. Kalau ujung busi sudah hitam pekat maka itu menjadi tanda busi perlu diganti, cara yang kedua anda bisa melihat secara langsung api yang dihasilkan oleh busi sehingga anda bisa tahu secara jelas apa api busi memang lemah atau masih kuat.

Caranya bisa anda simak diartikel berikut cara mudah cek api busi motor

Sekian artikel tengang motor mati saat digas, semoga semakin menambah wawasan kita semua.

3 Penyebab Gas Motor Susah Turun + Solusinya

Pernahkah anda mengalami masalah dimana ketika motor digas normal, tapi pas gasnya dilepas RPM mesin terlambat turun ?

Apa penyebabnya ?

Mari kita bahas secara mendalam diartikel ini.

Penyebab Gas Motor Telat Turun


Gas pada sepeda motor pada dasarnya adalah mekanisme yang mengatur lubang udara didalam intake manifold. Jadi saat gas tidak ditarik, lubang udara pada intake sangat kecil sehingga hisapan mesin menjadi lebih berat dan hasilnya RPM mesin rendah.

Namun saat digas, lubang udara pada intake akan membesar. Itu akan memicu peningkatan kecepatan udara yang melewati intake ditambah peningkatan kadar bensin yang masuk dari karburator. Hasilnya, RPM mesin langsung naik.

Ketika gas motor dilepas, maka lubang intake secara otomatis kembali ke posisi minimum sehingga RPM mesin harusnya juga kembali ke RPM rendah.

Masalah seperti gas motor yang telat turun, atau justru saat dilepas gas motor seperti tertahan itu bisa disebabkan beberapa hal, seperti ;

1. Tali gas penuh karat/kotoran



Tali gas pada motor terbuat dari kawat seperti kabel rem sepeda. Tali gas ini dibungkus menggunakan pembungkus isolator yang tidak lembek. Sehingga meski letak antara karburator dan handle gas tidak segaris, tali gas tetap bisa beroperasi dengan normal.

Yang sering terjadi adalah ada karat didalam tali gas, kita tahu kalau kawat yang digunakan itu berbahan dasar logam yang bisa saja karatan.

Karat tersebut tentu saja bisa menghambat pergerakan tali gas, sehingga saat gas ditarik terasa lebih berat dan saat gas dilepaskan, maka gas motor cenderung tertahan.

Solusi untuk tali gas yang karatan ini sebenarnya cukup diberi pelumas. Anda bisa gunakan pelumas apapun, bisa oli atau penetrating oil atau carbon cleaner yang mampu meluruhkan karat.

Caranya, pun sangat simple. Pertama anda lepas tali gas dari sepeda motor lalu masukan pelumas kedalam pembungkus tali gas sambil tali gas digerakan. Maka tali gas akan kembali berfungsi dengan normal.

2. Skep baret

Skep adalah komponen yang berbentuk seperti tabung, fungsinya sebagai pengatur lubang udara didalam intake. Jadi, saat gas motor tidak ditarik posisi skep ada dibawah.

Saat gas ditarik, skep akan naik sehingga lubang udara membesar. Ketika gas dilepas, skep akan kembali turun. Cara kerja skep memang hanya naik turun saja.

Tapi kalau ada baret pada permukaan skep bisa menjadi penghambat naik turun skep. Skep bisa saja tersangkut diposisi atas saat gas sedang diturunkan. Hasilnya, RPM mesin tetap tinggi meski anda tidak menyentuh handle gas.

Untuk mengatasinya, selain mengganti skep anda bisa mengamplas terlebih dahulu bagian yang baret tersebut. Gunakan amplas halus agar tidak terlalu menggerus permukaan skep. Buat supaya baret tersebut tersamar maka skep akan bekerja naik turun dengan normal.

3. Pegas skep sangat lemah

Pegas ini berfungsi mendorong skep agar kembali turun saat gas dilepas, posisi pegas ada diatas skep sehingga ketika gas ditarik pegas akan tertekan. Saat gas dilepas, pegas ini akan meregang sesuai kekuatan regangannya.

Kalau pegas masih bagus, maka bisa meregang dengan cepat saat gas diturunkan. Hasilnya RPM mesin lebih responsif, tapi kalau pegas sudah lemah maka RPM mesin cenderung telat turun saat gas diturunkan.

Kalau masalah ini bisa diselesaikan dengan mengganti pegas skep dengan yang baru.