Ternyata 3 Hal Ini Menyebabkan Oli Bocor Pada Mobil Matic

Apa anda pernah melihat tetesan fluida atau oli dikolong mobil anda ? lalu apa yang menyebabkan oli tersebut menetes dan apa akibatnya ? kita akan membahasnya secara detail dibawah.

Perlu diketahui apapun yang menetes dikolong mobil patut dicurigai karena bisa jadi itu bocor oli, tapi tidak semua tetesan dikolong mobil itu bocor oli, ada juga tetesan karena air AC.

Jadi kalau anda menemukan kondisi seperti ini, cek dulu apa yang menetes apakah air atau oli. Saya rasa anda sudah paham betul apa bedanya air dengan oli.

Ditopik kali ini kita akan membahas bocor oli pada mobil matic, sebenarnya baik mobil manual ataupun matic kalau olinya bocor kemungkinan penyebabnya itu sama. Tapi mengapa mobil matic ini kita bahas khusus ?

Itu disebabkan ternyata ada banyak kasus kebocoran oli transmisi matic dan kalau dibandingkan lebih rumit mana transmisi matic atau manual ? jelas transmisi matic sehingga yang menyebabkan kebocoran juga bisa saja beda.

Lalu apa saja yang menyebabkan oli bocor pada mobil matic ?

img by confused.com

1. Olinya kotor

Kita tahu oli itu berfungsi sebagai pelumas, tapi kalau pada komponen yang dilumasi penuh dengan kotoran maka oli itu akan kotor. Itulah sebabnya ada filter oli, kalau oli mesin mungkin oli kotor masih bisa ditoleransi tapi untuk transmisi matic tidak.

Didalam transmisi matic terdapat banyak sekali plat yang saling bertautan dan bergesekan, gesekan antar plat itu sering menghasilkan friksi yang nantinya terbawa oleh oli.

Kalau oli itu bersirkulasi, friksi yang tajam itu bisa meggores bagian seperti seal atau bahkan plat-platnya.

Sehingga itu bisa menyebabkan oli bocor, bahkan dalam kondisi parah transmisinya yang rusak.

Sementara itu, jarang sekali kita mengganti filter transmisi matic yang ada hanya mengganti olinya. Oleh sebab itu hal ini bisa diantisipasi dengan mengganti oli transmisi matic secara rutin dan jangan samakan interval penggantian oli transmisi manual dengan matic.

Transmisi manual masih bisa kalau olinya tidak diganti sampai 40 ribu KM, tapi transmisi matic 20 ribu KM saja sudah harus diganti.

2. Seal/gasket yang sudah rusak

Kalau anda lihat baik pada mesin atau transmisi, pasti dilengkapi banyak sekali terdapat seal baik yang terbuat dari karet atau plat aluminium.

Kebocoran juga bisa muncul dari bagian ini, misal pada oli mesin sering bocor dibagian seal sambungan antara blok mesin dengan oil pan. Sementara pada transmisi matic juga sering terjadi kebocoran pada sambungan box transmisi.

Untuk masalah ini sebenarnya cukup mudah, anda tinggal mengganti seal yang bocor tersebut.

3. Akibat kecelakaan

Saat mobil mengalami kecelakaan baik yang ringan sekalipun kadang kita tidak meneliti sampai ke dalam. Contohnya ketika ban depan mobil pernah tertabrak kendaraan lain, bisa jadi oli transmisi bisa bocor karena untuk kendaraan berpenggerak roda depan as roda depan langsung terhubung ke transmisi.

Sehingga saat roda depan terbentur, ada dorongan as roda kearah transmisi dan itu bisa memicu kebocoran.

Hal lainnya saat bagian bawah mobil terbentur bahu jalan atau terkena batu, juga bisa menimbulkan kebocoran.

WASPADA, Ini Akibat Busi Mobil Kotor + Cara Membersihkannya

Kinerja busi yang menjadi ujung tombak pengapian bisa terganggu apabila elektrodanya kotor. Elektroda yang kotor ternyata bukan hal yang bisa dikendalikan.

Hal itu karena seiring pemakaian mobil, busi pun semakin sering bekerja. Sementara pembakaran mesin akan menghasilkan zat residu yang kita kenal sebagai polusi. Polusi hasil pembakaran ini bukan Cuma gas karbon monoksida tapi juga kerak karbon.


Kerak inilah yang berpotensi menempel pada elektroda busi sehingga menyebabkan busi kotor.

Dan penumpukan kerak karbon ini juga membawa efek negatif terhadap performa mesin kendaraan.

Salah satunya, mesin pincang atau bahkan brebet.

Ini disebabkan karena kerak karbon ini akan menghalangi percikan api busi, sehingga pembakaran akan tidak sempurna dan itu menyebabkan mesin brebet atau bahkan pincang.

Bahkan kalau penumpukan kerak ini sudah cukup parah, busi tidak dapat memercikan api sehingga tidak terjadi pembakaran alias busi menjadi mati. Kalau ini dibiarkan maka busi bisa mengalami kerusakan.

Kondisi busi yang dipenuhi kerak juga bisa menjadi indikator pembakaran mesin, kalau ada banyak kerak karbon itu menandakan adanya ketidak seimbangan antara kadar udara dengan bensin saat terjadi pembakaran.

Yang paling mungkin, itu disebabkan karena kadar bensin berlebihan atau campuran terlalu kaya sehingga ada molekul bensin yang berubah menjadi kerak karbon didalam mesin.

Lalu bagaimana cara membersihkannya ?

Ternyata untuk membersihkan busi ini cukup mudah, anda hanya perlu melepas busi mobil lalu bersihkan menggunakan sikat kawat atau amplas, agar lebih mudah semprotkan dulu cairan carbon cleaner atau cairan lainnya yang mampu merontokan kerak karbon.
Setelah busi bersih jangan lupa perhatikan sistem bahan bakar mobil anda, pastikan anda menggunakan bensin dengan oktan yang sesuai dengan spesifikasi mesin.

Bahan bakar yang tidak sesuai juga bisa menyebabkan penumpukan karbon.

Apalagi pada mobil injeksi, pastikan anda melakukan servis rutin untuk mencaga agar sirkulasi pada sistem injeksi tidak terganggu.

Tapi apabila busi sudah dipenuhi kerak berwarna putih, saya sarankan untuk menservis dulu sisem bahan bakarnya terutama untuk mengetahui apakah ada komponen yang mampet atau bahkan jebol.

Setelah itu ganti busi dengan yang baru, busi yang sudah dipenuhi kerak akan turun performanya sehingga lebih baik ganti yang baru.

3 Cara Gampang Mencegah Ban Mobil Meledak Saat Jalan

Meski jarang dicek, banyak kecelakaan kendaraan yang diawali dari kondisi ban yang tidak prima. Dari mobil yang tergelincir karena ban botak, sampai mobil oleng karena ban yang meledak.

Hal ini harus menjadi perhatian bagi anda khususnya apabila anda ingin menempuh perjalanan luar kota.

Oleh sebab itu, anda harus melakukan pengecekan ban secara rutin.

Lalu apa saja yang bisa memicu ban mobil meledak di jalan ?

Hari ini Autoexpose akan membahas secara detail penyebab ban mobil meledak beserta cara antisipasinya.

Setidaknya ada 3 cara yang bisa anda lakukan.

1. Tekanan Angin Ban


Angin didalam ban merupakan isi atau material utama dalam ban, sifat udara yang elastis membuat udara ini cocok untuk ban agar bisa menyerap getaran jalan.

Namun, tekanan angin yang tidak sesuai juga bisa menyebabkan kinerja ban mobil menjadi kurang optimal.

Kondisi angin ban yang kempes, akan menyebabkan pergerakan mobil semakin lambat sementara kondisi angin ban yang terlalu keras ban mudah sekali meledak apabila menelindas benda yang agak tajam.

Tapi yang menjadi perhatian, adalah perubahan tekanan angin ban terhadap suhunya.

Hal ini penting karena udara lebih mengembang pada suhu lebih panas sehingga suhu yang meningkat juga meningkatkan tekanan angin ban. Sehingga meski kita yakin tekanan ban sudah pas, jangan heran saat dijalan pas siang hari tekanan angin ban bisa naik 3 – 4 psi.

Jadi untuk mengantisipasinya, sesuaikan tekanan angin ban dengan kondisi ban dan waktu perjalanan. Apabila mobil hanya digunakan untuk pulang pergi kantor, maka menggunakan tekanan ban standar masih bisa.

Tapi kalau anda akan ke luar kota apalagi disiang hari, lebih baik turunkan tekanan angin ban sekitar 3 PSI dibawah standar.

Baca juga ; Akibat tekanan angin ban mobil terlalu kencang dan terlalu rendah

2. Perikasa TWI (Tread Wear Indicator)

Apa itu TWI ?

TWI itu ukuran kedalaman alur ban, anda pasti sudah paham kalau kedalaman alur ban sangat mempengaruhi daya cengkram ban terjadap jalan. Ban yang masih baru punya TWI yang dalam sehingga daya cengkramnya masih baik.

Tapi untuk ban yang sudah botak, TWI sangat dangkal bahkan hampir rata. Itu sangat berbahaya karena ban mobil sudah pasti tidak memilki daya cengkram seperti sediakala juga ban mudah bocor.

Hal itu dikarenakan ketika TWI ban sudah mulai dangkal, permukaan ban menjadi semakin tipis sehingga terkena benda seperti batu pun ban sangat mudah sobek dan meledak.

Baca juga ; Ban mobil habis sebelah, apa penyebabnya ?

Oleh sebab itu jangan remehkan kedalaman alur ban ini, lebih baik anda mengeluarkan biaya lebih untuk mengganti ban daripada harus menanggung resiko yang bisa menghilangkan nyawa.

Baca juga ; 7 Ciri ban mobil harus segera diganti

3. Kondisi Fisik Ban

Yang sering dilupakan banyak orang, ketika ban sudah ganti alias baru mereka cenderung tidak lagi mengecek kondisi bannya. Toh ban baru ganti masa sudah rusak lagi ?

Tapi yang namanya fisik ban tetap bisa mengalami kerusakan meski kondisi ban cenderung masih baru.

Apa penyebabnya ?

Ban yang tertusuk paku, meski ban anda masih baru ban yang tertusuk paku tetap harus ditambal dulu. Untuk ban tubeless yang baru, mungkin tidak akan terasa kempesnya kalau tertusuk paku sehingga anda perlu memperhatikan apakah ada paku yang menempel.

Selain ban yang tertusuk paku, hal lainnya adalah kondisi ban yang bergelombang karena spooring ban yang sudah tidak stabil.
Jadi tetap saja, cek kondisi fisik ban minimal  satu bulan sekali dan lakukan perbaikan apabila ada kerusakan untuk mengantisipasi kecelakaan di kemudian hari.
Setir Mobil Bunyi Pas Dibelokan, 6 Hal Ini Jadi Penyebabnya

Setir Mobil Bunyi Pas Dibelokan, 6 Hal Ini Jadi Penyebabnya

Ada banyak pertanyaan yang masuk salah satunya mengapa setir mobil saya bunyi pas dibelokan ? sebenarnya bunyi-bunyian pada setir itu hal yang normal, karena sistem setir sendiri terdiri dari gear yang saling bertauan.

Sehingga wajar kalau ada bunyi pada setir.

Namun bunyi setir yang normal itu kecil dan akan tersamar saat mobil berjalan sehingga tidak terdengar oleh kita. Lalu mengapa tiba-tiba bunyi pada setir ini menjadi lebih keras ?

Itu tandanya ada suatu masalah pada sistem steering mobil anda, masalah ini tidak berarti komponen setir harus diganti tapi bisa juga masalahnya Cuma kurang pelumas.

Jadi bagaimana solusinya ?

Pertama anda perlu mendeteksi dimana letak kerusakannya, dibawah akan kami berikan beberapa komponen setir yang sering bermasalah ketika ada gejala setir bunyi.

1. Bearing oblak

Bearing atau laher menjadi komponen yang sangat wajib pada sebuah mekanisme, karena bantalan ini berfungsi sebagai layer antara komponen yang bergerak dengan komponen yang diam sehingga tidak terjadi gesekan yang berlebihan sehingga bunyinya bisa diredam.

Pada mekanisme setir ada banyak bantalan, dari mulai bearing pada steering column, hingga pada rack steer.

Apabila satu saja bantalan ini aus/rusak maka setir akan bunyi pas dibelokan. Tipikal bunyinya itu seperti gesekan plat, tinggal didengarkan saja sumbernya ada dimana ? kalau ada disekitar steering column (area dashboard) maka yang rusak adalah bearing steering column.

Solusinya pertama dilumasi dengan pelumas seperti yang model spray (chain lube atau wd-40) juga bisa menggunakan grease. Kalau memang tidak memberi dampak yang signifikan, maka perlu diganti bearingnya.

2. CV joint aus/kurang pelumas

CV joint atau constant velocity joint adalah komponen untuk membelokan poros putaran setir, jadi seperti gambar diatas poros setir tidak terletak pada garis yang lurus. Alasannya supaya ketinggian setir bisa disesuaikan dengan kenyamanan pengemudi.

Jadi meski ketinggian setir dinaikan/diturunkan, putaran setir masih tetap bisa disalurkan ke roda dengan baik berkat adanya CV joint ini.

Kadang yang jadi masalah, CV joint ini oblak sehingga menghasilkan getaran dan suara gemuruh dari bagian bawah setir saat setir dibelokan.

Untuk mendeteksinya, anda bisa menggoyangkan CV joint ini (ada poros setir dekat lantai kabin dibawah dashboard). Kalau oblaknya cukup terasa, maka CV joint ini perlu diganti tapi kalau oblaknya wajar cukup beri pelumas.

3. Steering gear yang oblak

Bunyi ini juga bisa muncul dari perkaitan gigi didalam steering rack. Terutama apabila gear sudah pada oblak, maka setir pun akan bunyi.

4. Boot tie rod sobek

Boot tie rod berfungsi untuk melindungi ball joint pada lengan setir dari debu atau kotoran, selain itu dengan adanya boot/karet tie rod ini maka pelumas grease pada ball joint juga tidak akan bocor.

Tapi apabila boot ini sobek, otomatis pelumas akan bocor dan kotoran juga akan masuk, Hal ini memicu terjadinya gesekan pada ball joint sehingga setir akan bunyi saat dibelokan.

5. Tie rod rusak

Tie rod rusak sudah pasti akan menimbulkan bunyi-bunyian pada setir, bahkan masalah tie rod ini merupakan masalah yang paling sering muncul pada sistem steering, jadi biasanya kalau ada keluhan setir bunyi maka yang dicek pertama adalah tie rodnya.

Tie rod sendiri ada dua macam, yakni long tie rod dan tie rod end. Long tie rod adalah lengan setir yang menghubungkan bagian steering rack dengan bagian roda sementara tie rod end merupakan engsel diujung long tie rod yang terhubung ke bagian roda.

Tanda tie rod rusak, adalah ball joint pada tie rod ringan/tanpa beban. Untuk mengeceknya goyangkan lengan tie rod, kalau sangat ringan maka itu tandanya tie rod rusak.

6. Kerusakan pompa power steering

Terakhir, bunyi pada setir juga bisa disebabkan karena pompa power steering rusak. Untuk mendeteksi kerusakan pada pompa, akan lebih mudah dilakukan oleh dua orang. Satu mengoperasikan setir dan satunya memperhatikan kinerja pompa di kap mesin.
4 Hal Yang Menyebabkan Turun Mesin Pada Mobil Anda

4 Hal Yang Menyebabkan Turun Mesin Pada Mobil Anda


Banyak orang yang menganggap turun mesin adalah hal yang cukup menyusahkan, memang kita tidak menurunkan mesin mobil kita sendiri melainkan kita mengunakan jasa bengkel tapi apa anda tahu berapa lama proses turun mesin ini ?

Untuk menurun sampai membongkarnya bisa sampai seharian, belum lagi untuk melakukan penggantian part, belum lagi kalau kondisi bengkel ramai. Intinya turun mesin bukanlah hal yang sehari langsung selesai.

Lalu dari biayanya, kalau mobil kita sudah lewat masa garansi mesin maka jangan heran biaya total turun mesin ini bisa tembus 5 juta. Karena pekerjaan ini masuk ke pekerjaan berat, ditambah mesin sekarang itu lebih rumit jadi butuh skill dan pengetahuan yang juga lebih mumpuni, ditambah lagi saat turun mesin maka anda diwajibkan mengganti beberapa seal yang dilepas meski sebelumnya seal tersebut tidak bocor.

Alasannya, seal tersebut hanya bersifat sekali pakai. Jadi meski awalnya tidak bocor, kalau seal sudah dicopot maka nanti kalau dipasang lagi tak berapa lama akan bocor.

Tapi yang jadi dilema adalah, turun mesin ini bukanlah opsi perbaikan. Maksud saya, turun mesin ini merupakan satu-satunya cara untuk memperbaiki beberapa kerusakan berat pada mesin. Jadi tidak ada asap kalau tidak ada apinya, turun mesin juga tidak akan terjadi kalau tidak ada kerusakan beratnya.

Lalu apa saja kerusakan berat yang dimaksud ?

1. Kompresi bocor

Tekanan kompresi adalah bentuk untuk memaksimalkan tenaga pembakaran mesin, seperti tabung gas. Apabila gas dari dalam tabung gas dikeluarkan lalu dibakar (melalui kompor misalnya) maka hanya akan ada kobaran api.

Tapi apabila gas didalam tabung yang terbakar, maka bukan Cuma kobaran tapi juga akan ada ledakan. Ledakan itu bisa terjadi karena bahan bakar yang terkompresi atau memiliki tekanan tinggi sehingga begitu terbakar langsung melepaskan energi berupa ledakan.

Didalam mesin pun seperti itu, untuk menggerakan piston didalam mesin dilakukan dengan meledakan sedikit campuran udara dan bensin bertekanan tinggi didalam ruang bakar. Energi yang dihasilkan ledakan tersebut digunakan untuk menggerakan piston sehingga mesin bisa menghasilkan energi putaran.

Tapi mengapa tidak ada suara ledakan ?

Itulah hebatnya, yang pertama karena hanya sedikit bahan bakar maka suara ledakannya tidak sekeras ledakan tabung gas. Kemudian suara ledakan kecil tersebut diredam pada sistem knalpot hasilnya, suara mesin terdengar cukup halus.

Point yang ingin saya sampaikan disini adalah, tekanan kompresi mempengaruhi kekuatan dari ledakan tersebut. Semakin rendah tekanan kompresinya maka semakin rendah pula tenaga yang dihasilkan.

Lalu apa yang menyebabkan tekanan kompresi lemah ?
  • Ring piston aus
  • Silinder blok aus
  • Packing kepala silinder bocor


Tiga hal tersebut menjadi biang kerok yang menyebabkan tekanan kompresi turun, dan untuk mengganti komponen diatas maka harus dilakukan dengan turun mesin karena komponen tersebut berada di jantung mesin jadi mesin perlu dibongkar total untuk mengganti komponen diatas.

2. Water hammer

Water hammer adalah istilah ketika air masuk kedalam ruang bakar. Kita tahu piston itu bergerak naik turun didalam ruang bakar, apabila piston bergerak turun maka volume ruang bakar membesar dan itu dilakukan untuk memasukan bensin dan oksigen. Sementara saat piston bergerak naik, volume ruang bakar akan mengecil dan itu akan menaikan tekanan bensin dan oksigen.

Lalu bagaimana kalau didalam ruang bakar tersebut kemasukan air, yang kita tahu sendiri air tidak bisa dikompresi.

Biasanya yang kalah adalah connecting rod atau gagang piston, komponen ini akan bengkok sehingga akan mempengaruhi sudut pergerakan piston.

Hasilnya, mesin seperti pincang dan bergetar. Maka solusinya juga harus turun mesin karena letak dari komponen ini berada di jantung mesin.

3. Piston macet

Kita tahu kalau tenaga mesin itu dihasilkan dari gerak naik turun piston, artinya kelancaran pergerakan piston juga menjadi kunci keberhasilan kinerja mesin.

Oleh sebab itulah ada oli mesin yang salah satu fungsinya untuk memperlancar pergerakan piston. Namun apa jadinya kalau oli mesin bocor lalu kering ?

Maka piston tidak mendapatkan pelumasan yang cukup, tanpa pelumasan pergerakan piston akan semakin berat sehingga tidak menutup kemungkinan piston aus dan macet.

Selain oli mesin yang kurang, overheat atau temperatur mesin yang berlebihan juga bisa memicu piston memuai sehingga piston terkunci didalam silinder. Fenomena ini disebut engine lock, maka untuk mengatasinya kita perlu membongkar mesin dan mengganti komponen yang tergores akibat piston yang macet tersebut.

4. Mesin sudah sangat tua dan belum pernah dibongkar

Beberapa mesin yang sudah berumur tua masih beroperasi dengan baik, tapi tetap saja setiap komponen mesin memiliki umur begitu pula komponen seperti bearing didalam mesin juga memiliki batas umur.

Apabila kondisi mesin sudah sangat tua dan belum pernah dibongkar sebelumnya maka kinerja mesin akan sangat menurun, bisa saja dari suara dan tenaga sudah jatuh sangat jauh.

Oleh karena itu, apabila anda akan me-restore mesin mobil tua anda maka anda perlu melakukan penggantian beberapa part mesin supaya performa mesin juga kembali seperti semula.

Waspadai 6 Hal Ini Menyebabkan Rem Mobil Kurang Pakem


Selamat datang kembali ke blog Autoexpose, media indipenden yang membahas segala permasalahan kendaraan secara eksplisit lengkap beserta solusinya.

Hari ini kita akan membicarakan hal yang cukup krusial, saya sebut krusial karena dari judulnya saja anda pasti bisa menduga. Seperti kejadian kecelakaan beruntun yang baru saja terjadi awal september tahun ini di Tol Cipularang, dimana biang keroknya adalah truk yang mengalami rem blong.

Padahal hal yang menyebabkan rem blong ini kadang juga cukup sepele, tapi lihat saja begitu mengerikannya hal sepele ini sampai bisa mengorbankan nyawa bukan nyawa kita saja tapi pengguna jalan yang lain yang sudah sesuai aturan lalu lintas.



Lalu apa saja hal- hal yang bisa jadi penyebab rem tidak pakem ? Autoexpose akan membahasnya secara rinci tapi mudah dipahami.

1. Sistem Rem Masuk Angin

Ini adalah hal yang benar-benar bisa terjadi, bukan Cuma manusia yang bisa mengalami masuk angin tapi rem mobil juga bisa mengalami masuk angin. Tapi masuk angin pada rem mobil itu tidak seperti manusia yang memuntahkan isi perutnya lalu dikerok saja sembuh.

Masuk angin rem mobil hanyalah istilah yang menggambarkan adanya udara atau angin yang masuk kedalam saluran minyak rem.

Mengapa udara ini bisa menyebabkan kegagalan sistem rem ?

Saya akan menjelaskan sedikit tentang sistem hidrolik, kita tahu sistem hidrolik hanyalah media untuk memindahkan tekanan dari input (dalam hal ini pedal rem) ke output (dalam hal ini rem mobil). Media yang digunakan pada sistem hidrolik ini pada umumnya berbentuk cair seperti minyak rem karena memiliki volume yang tetap (tidak mengembang dan mengempis apabila ditekan) sehingga bisa memindahkan tenaga secara efisien.

Tapi udara, volumenya bisa mengembang dan mengempis. Apalagi saat ditekan, sehingga ketika masuk ke sistem hidrolik udara ini akan menyerap tekanan yang diberikan input dan menyebabkan rem tidak bekerja.

Itulah sebabnya saat masuk angin, pedal rem akan terasa sangat ringan.

Lalu apa yang menyebabkan masuk angin pada rem mobil ?

Ini disebabkan karena volume minyak rem pada reservoir kurang, sehingga udara bisa dengan mudah masuk melalui inlet. Oleh sebab itu jangan pernah lewatkan pengecekan minyak rem, bila perlu bawa minyak rem cadangan untuk jaga-jaga apabila sewaktu-waktu volume minyak rem berkurang.

Baca juga : Cara atasi rem mobil yang masuk angin

2. Boster Rem Rusak



Berikutnya, ada komponen yang bernama boster rem. Fungsinya untuk meringankan pedal rem saat beroperasi sehingga berkat adanya boster rem ini rem bisa sangat pakem walaupun kita hanya sedikit menginjak pedal rem ini.

Ketika boster rem rusak, maka rem akan terasa lebih berat sehingga dengan penekanan yang biasa rem terasa kurang pakem.

Meski demikian, masalah ini tidak terlalu berbahaya anda hanya perlu menekan pedal rem lebih keras lagi untuk membuat rem kembali pakem.

Tanda boster rem yang rusak, bisa anda deteksi saat menghidupkan mesin. Coba bedakan penekanan pedal rem saat mesin mati dan hidup, apabila rem lebih ringan saat mesin hidup maka boster rem normal. Tapi kalau sama saja berarti boster rem rusak.

3. Selang minyak rem mampet

Bisa saja selang hidrolik rem tertekuk atau mampet karena kotoran, itu menyebabkan aliran minyak rem terganggu. Sehingga tekanan minyak rem dari pedal rem, tidak bisa disalurkan secara sempurna ke kaliper rem.

Masalah-masalah ini memang sulit dideteksi, karena siapa yang mau mengecek jalur selang rem dari ujung pedal sampai ke kaliper rem yang letaknya ada di kolong mobil. Selain itu masalah ini juga sering terjadi secara tiba-tiba sehingga tidak seperti kasus masuk angin, masalah ini cenderung sulit diantisipasi.

Tapi kalau kita melihat lebih jauh, apa yang menyebabkan selang tertekuk itu biasanya karena jalur selang rem berubah dari sebelumnya. Sementara selang rem yang mampet, itu disebabkan karena minyak rem tidak pernah diganti.

Oleh sebab itu, langkah preventif yang bisa anda ambil adalah dengan mengganti minyak rem secara rutin di bengkel – bengkel profesional.

4. Brake proportioning valve macet

Apa itu brake proportioning valve ? mungkin anda bertanya-tanya, jadi rem mobil itu beda dengan motor. Kalau di motor, ada rem depan dan ada rem belakang. sementara pada mobil, ada rem utama dan rem parkir.

Rem utama itu saat pedal rem ditekan, maka keempat roda akan mengerem dengan bersamaan. Sementar rem parkir hanya mengerem roda belakang.

Jadi bisa dikatakan pada rem utama, hanya memiliki satu input untuk empat output. Oleh sebab itulah harus ada komponen yang membagikan tekanan dari pedal rem menuju empat ouput dengan porsi yang sama.

Sederhananya, braka proportioning valve adalah komponen yang membagikan penekanan rem dengan porsi yang sama besar. Lalu, kalau salah satu salurannya mampet maka porsi pengereman bisa berbeda antara satu roda dengan yang lainnya.

Itulah yang kadang menyebabkan mobil kurang pakem dan cenderung oleng saat kita injak rem.

Lalu bagaimana solusinya ?

BPV ini macet dikarenakan tersumbat kotoran dari minyak rem, jadi sama dengan point ketiga ini memang sulit diantisipasi tapi bisa dicegah apabila anda rutin mengganti minyak rem.

5. Kampas Rem Habis

Kampas rem, komponen satu ini saya yakin sudah sangat familiar dengan anda. Sudah berapa kali anda mengganti kampas rem mobil anda ? mengapa kampas rem mobil selalu diganti ? 80 % alasannya sudah anda ketahui.

Jadi disini saya hanya menjelaskan mengapa kampas rem yang habis bisa menyebabkan rem tidak pakem.

Alasannya, karena bagian kampas yang bisa menghambat putaran roda mobil itu bagian permukaan kampasnya. Jadi kalau kampas habis, otomatis tidak ada lagi yang bisa menahan putaran roda mobil.

Sehingga pas pedal rem ditekan, suara berdecit akan muncul cukup kencang namun mobil sulit berhenti.

6. Piston Pada Kaliper Rem Macet

Bagi yang belum paham, kaliper rem itu komponen yang menjepit piringan cakram, beberapa orang juga menyebutnya kepala babi.

Secara ringkasnya, didalam kaliper ada piston yang mengubah tekanan hidrolik menjadi gerakan mekanis yang menjepit piringan cakram.

Ketika piston ini macet, otomatis sekeras apapun anda menekan pedal rem piston pada kaliper ini hanya bergerak sedikit. Hasilnya, rem juga jadi tidak pakem. Hal yang menyebabkan piston ini macet antara lain karena karat, kerak, kotoran yang masuk ke sela-sela piston.

Hal itu tidak mengherankan mengingat kaliper ini terletak pada roda mobil sehingga yang namanya cipratan air, debu, sudah menjadi hal yang biasa. Untuk mengatasinya, kita hanya perlu melepas kaliper lalu membersihkannya. Kalau kotoran yang mengalangi sudah dibersihkan maka piston akan kembali bekerja dengan normal.

Kapan Kipas Radiator Mobil Menyala ? Ini Dia Bahasan Lengkapnya

Kita tahu mobil-mobil sekarang sudah menggunakan kipas radiator elektrik yang hidup dalam waktu tertentu saja, hal ini berbeda dengan mobil-mobil terdahulu yang kipasnya otomatis berputar saat mesin menyala.

Hal itu ternyata bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kinerja mesin, karena mesin dapat bekerja secara optimal bukan pada suhu rendah melainkan pada suhu kerjanya. Suhu kerja mesin berkisar antara 70 sampai 90 derajat celsius.

Secara simpelnya, kipas radiator yang kadang hidup kadang mati dimaksudkan untuk menjaga agar suhu mesin tetap pada suhu kerjanya.

Tapi bukan hanya itu, karena nyatanya saat AC dinyalakan pun kipas langsung hidup meski suhu mesin masih dingin.

Jadi secara garis besar, kipas radiator akan menyala saat menemukan dua kondisi yaitu saat suhu mesin panas, dan saat AC dinyalakan. Lalu mengapa kipas radiator hanya menyala saat kondisi seperti itu ? simak penjelasannya dibawah.

1. Saat suhu mesin melebihi suhu kerja


Mungkin anda sudah mengetahui bahwa sekarang mobil sudah dikontrol oleh teknologi berbasis komputer, benar sekali seperti komputer ada tiga bagian yakni input, pengontrol dan output. Komponen yang masuk kedalam input adalah sensor termasuk sensor yang mendeteksi suhu air pendingin (engine coolant temperature sensor).

Komponen pengontrol adalah ECU (engine control unit) atau processornya mobil, sementara yang masuk kedalam komponen output adalah semua jenis aktuator seperti injektor, coil dan kipas radiator.

Seperti yang saya katakan diatas, kipas radiator akan menyala saat suhu mesin panas. Lalu bagaimana cara mengetahui suhu mesin panas ? itu adalah tugas ECT (engine coolant temperature) sensor.

Mekanismenya, ECT yang merupakan sensor berjenis thermometer diletakan pada aliran air pendingin pada selang output mesin. Sensor berjenis thermometer ini sensitif terhadap panas, sehingga reaksi sensor akan dipengaruhi suhu dari apa yang diukur.

Data dari sensor akan dikirim ke ECU, pada ECU data akan diterjemahkan untuk memperkirakan suhu mesin. Apabila suhu mesin sudah melebihi 90 derajat celcius, maka ECU akan mengaktifkan kipas radiator dengan kecepatan rendah, saat suhu mesin berhasil diturunkan ke level 80 derajat celcius maka ECU kembali menonaktifkan kipas.

Namun saat suhunya tidak turun bahkan bertambah, ECU akan mempercepat putaran kipas radiator.

Oleh sebab itulah anda biasanya mendengar dengungan kipas yang berbeda, kadang bunyi dengungan kipas terdengar lirih kadang juga cukup kencang.

Tujuan mekanisme ini adalah untuk menjaga supaya suhu mesin tetap terjaga pada suhu 80 – 90 derajat yang merupakan suhu paling optimal untuk mendapatkan kinerja mesin yang efisien. Efisien berarti ada keseimbangan antara tenaga yang dihasilkan dan pemakaian bahan bakar yang ekonomis.

Apabila suhu mesin lebih rendah, maka bahan bakar cenderung mengembun dan sulit untuk menyatu dengan udara sehingga efeknya lebih boros, sementara suhu yang lebih tinggi (dari suhu kerja) bisa menyebabkan mesin overheat.

2. Saat AC mobil dalam posisi ON


Hal kedua yang menyebabkan kipas radiator berputar adalah karena AC mobil. Mungkin orang awam masih bingun, apa hubunganya kipas radiator dengan AC mobil ? bukannya keduanya berbeda seksor, yang satu permesinan mobil dan satunya sistem sirkulasi kabin.

Mungkin anda sudah tahu kalau sistem AC itu memiliki komponen kondensor yang berfungsi mendinginkan refrigerant atau freon. Ternyata kondensor ini terletak didepan radiator, dengan kata lain selain untuk mendinginkan radiator kipas radiator juga berfungsi untuk mendinginkan freon didalam kondensor.

Oleh sebab itu ketika kipas nyala saat AC hidup, kipas sebenarnya bukan sedang mendinginkan radiator melainkan sedang mendinginkan kondensor.

Tapi meski AC mobil dinyalakan, bukan berarti kipas terus berputar selama AC dalam posisi ON.

Kipas radiator juga berputar kadang-kadang saja, hal itu sama saja seperti radiator yang didinginkan saat suhunya melebihi 90 derajat. Kondensor juga didinginkan sesuai dengan suhu AC yang diinginkan pengemudi.

Apabila pengmudi menyeting suhu sedang maka kipas hanya hidup jarang-jarang dengan kecepatan relatif rendah. Namun kalau pengemudi menyeting suhu AC yang rendah, maka kipas akan berputar lebih lama dengan kecepatan lebih tinggi.

Mekanismenya juga melibatkan sensor, pengontrol dan ouput seperti halnya pada radiator. Namun dalam hal ini, sensor yang dipakai adalah refrigerant pressure sensor ( sensor yang mendeteksi tekanan freon AC) dan sensor suhu udara AC.

Apa yang terjadi ketika AC mobil berputar terus ?

Itu tandanya ada masalah, tapi masalah tersebut bukan hanya terletak pada sisi elektrikalnya saja, bisa saja karena sirkulasi freon tersumbat sehingga tekanan freon terdeteksi selalu tinggi, hal itu akan memicu kipas untuk nyala terus.

Hal lainnya, adalah ketika volume air pendingin sangat kurang. Itu akan menyebabkan overheat sehingga kipas radiator akan berputar terus menerus.

Jadi saat mendapati masalah kipas elektrik ini berputar terusan, cek dulu bagian non elektrikalnya. Untuk masalah yang menyangkut elektrikal mesin, biasanya lampu cek engine akan menyala dan untuk mengetahuinya perlu discan menggunakan scan tool.