-->

5 Sumber Energi Yang Dapat Diperbaharui

Energi adalah materi penting untuk kehidupan manusia, kehidupan kita tak pernah lepas dari energi. Sebut saja untuk makan, dari memproduksi hingga memasak makanan kita membutuhkan energi.

 

Entah itu berasal dari bensin, solar, ataupun energi listrik.

 

Mungkin kalau kita bicara soal sumber energi, listrik dan minyak bumi yang paling mencolok. Kita semua tahu minyak bumi itu tidak dapat diperbaharui dan listrik sebenarnya bukan sumber energi, melainkan hanya jenis perubahan energi. Untuk mendapatkan listrik harus ada sumber energi lainya.

 

Sumber energi merupakan sumber atau asal muasal energi itu ada. Jadi sebuah materi dikatakan sebagai sumber energi kalau pada materi atau bahan tersebut mengandung energi yang dapat digunakan langsung.

 

Lalu apa saja sumber energi yang dapat diperbaharui ?

 

1. Biofuel

 

Bahan bakar bio adalah bahan bakar yang didapat dari tumbuhan tanpa melewati proses dekomposisi selama ribuan tahun.

 

Mengapa demikian ?

 

Karena bahan bakar fosil pun asalnya dari materi organik, tapi bahan bakar fosil ini mengalami proses dekomposisi alami dalam tekanan  dan suhu tinggi selama ribuan bahkan jutaan tahun.

 

Sementara biofuel didapat langsung dari tumbuhan tanpa melalui proses yang cukup lama. Tapi tidak semua tanaman bisa dijadikan biofuel, contohnya adalah kelapa sawit yang digunakan sebagai pengganti solar.

 

Lalu gas metana yang diperoleh dari hasil samping pengomposan sampah organik.

 

2. Angin

 


Angin yang terbentuk secara alami ternyata merupakan sumber energi. Karena hembusan angin memiliki energi yang bisa kita manfaatkan.

 

Pemanfaatan energi angin yang paling umum adalah sebagai penghasil energi listrik melalui kincir angin.

 

3. Aliran air

 


Selain angin, air yang mengalir juga memiliki energi. Aliran air ini dalam debit yang besar bahkan bisa menghancurkan bangunan.

 

Pada waduk atau air terjun, energi yang dihasilkan bisa lebih besar dibandingkan aliran datar. Oleh sebab itu sering diletakan turbin untuk memanfaatkan aliran tersebut menjadi energi listrik.

 

Energi dari aliran air dikatakan sumber energi terbarukan karena aliran air akan selalu terbentuk selama siklus air berjalan.

 

4. Panas bumi

 


Panas yang dihasilkan inti bumi juga bisa dikategorikan sumber energi yang dapat diperbarui, alasannya suhu inti bumi itu cukup panas, bahkan menurut wikipedia, suhu di pusat bumi itu mencapai 5400 derajat celcius.

 

Sehingga kerak bumi pun pasti akan panas meski tidak sepanas pusat bumi.

 

Energi panas ini, bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

 

5. Sinar matahari

 

Sinar matahari merupakan energi gratis yang dapat diperbaharui. Kita tahu sinar matahari berasal dari pusat tata surya kita yakni matahari. Yang energinya akan selalu adaa.

 

Panas yang dipancarkan ini, bisa kita gunakan untuk mengeringkan pakaian atau yang sekarang populer untuk menghidupkan solar panel.

 

6. Kayu

 

Nah yang tidak boleh dilupakan, kayu juga menjadi sumber energi yang bisa diperbaharui. Sejak zaman dahulu, kayu sudah dimanfaatkan sebagai bahan bakar tungku atau untuk memasak.

 

Dengan kata lain, kayu memiliki sumber energi (panas) yang bisa digunakan untuk kehidupan manusia.

 

7. Tenaga hewan

 


Sebelum kendaraan bermotor populer, delman menjadi kendaraan yang banyak ditemui. Dokar ini memanfaatkan tenaga hewan (kuda) untuk menariknya.

 

Selain kuda, kerbau juga sering dimanfaatkan tenaganya untuk membajak sawah.

 

Nah itulah 7 sumber energi yang bisa diperbaharui, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Apakah Minyak Bumi Dapat Diperbarui ? Ini Penjelasannya

Bensin dan solar merupakan sumber energi yang sangat berguna bagi manusia terutama untuk menjalankan mesin dan kendaraan.

 

Tapi pertanyaanya, minyak bumi bisa diperbarui apa tidak ?

 

Kalau tidak bisa, itu artinya suatu saat stok minyak bumi akan habis ?

 

Sayangnya, bensin dan solar merupakan produk minyak bumi yang TIDAK BISA diperbarui.

 

Mengapa minyak bumi tidak bisa diperbarui ? nah kita akan membahasnya secara mendalam.

 


Minyak bumi adalah cairan yang sangat mudah terbakar yang terbentuk dari materi organik. Jadi, bensin yang sering dituangkan di motor kita itu asalnya dari bahan-bahan organik tapi, ada proses dibalik pembentukannya.

 

Jadi secara sederhana, proses pembentukan minyak bumi dimulai dari bahan organik seperti sisa tumbuhan, jasad renik, kayu dan lainnya yang jatuh ke sungai, lalu terbawa ke lautan bersama lumpur.

 

Karena materi organik ini ada pada lumpur maka bahan organik tersebut langsung turun ke dasar lautan. Semakin lama, materi organik yang ada didasar laut bersama lumpur semakin tertimbun sehingga bahan organik tersebut mendapatkan tekanan dari laut dan timbunan diatasnya.

 

Dalam waktu ribuan hingga jutaan tahun, bahan organik yang mendapatkan tekanan dari laut serta mendapatkan suhu tinggi dari panas bumi, mengalami dekomposisi. Tapi tidak terdekomposisi menjadi kompos melainkan menjadi gelembung-gelembung hidrokarbon yang kita kenal dengan minyak bumi.

 

Lumpur yang membawah bahan organik tersebut, lama kelamaan juga mengeras menjadi batuan sedimen yang memiliki pori-pori dimana ditengah batuan itu terdapat bahan organik yang terdekompossi.

 

Hasil dekomposisi bahan organik berupa gelembung hidrokarbon keluar melalui pori-pori batuan menuju daerah cekungan dengan tekanan lebih kecil. Titik kumpul ini kita kenal sebagai trap, disinilah gelembung-gelembung hidrokarbon berkumpul menjadi sebuah cairan yang kita kenal dengan minyak bumi.

 

Nah, diarea trap ini proses penambangan dilakukan.

 


Dari penjelasaan ringkas diatas bisa kita simpulkan bahan pembentuk minyak bumi memang berasal dari bahan organik yang tentu saja bisa diperbarui.

 

Tapi, proses pembentukannya membutuhkan waktu hingga ribuan tahun sehingga ketersediaannya tidak dapat dipenuhi dalam waktu singkat.

 

Jadi, minyak bumi yang kita nikmati sekarang terbentuk dari proses yang diawali ribuan tahun yang lalu.

 

Bisa dibayangkan, apa yang terjadi jika penambangan besar-besaran dilakukan ?

 

Tentu, konsumsi lebih cepat dibandingkan produksinya. Sehingga suatu saat terjadi kondisi dimana cadangan minyak bumi sudah habis dan minyak bumi baru belum terbentuk. Inilah yang kita takutkan, padahal kalau tidak ada minyak bumi industri dan kendaraan akan sangat terdampak.

 

Oleh sebab itu, minyak bumi dimasukan kedalam SDA yang tidak dapat diperbarui karena proses pembentukannya sangat lama.

Berbagai Klasifikasi Sumber Daya Alam beserta Penjelasannya

Berbagai Klasifikasi Sumber Daya Alam beserta Penjelasannya

 Kita sangat beruntung hidup didunia ini karena diberikan sumber daya alam yang melimpah. Apalagi negara kita dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam.

 

Karena terlalu banyaknya SDA yang bisa kita temui, kadang kita malah bingung untuk mempelajarinya.

 

Oleh sebab itu, SDA diklasifikasikan dalam beberapa kategori.

 

Pengelompokan SDA ini, tidak bukan bertujuan agar lebih mudah dipelajari. Lalu apa saja klasifikasi sumber daya alam ?

 

A. Klasifikasi Sumber Daya Alam berdasarkan Materi

 

Berdasarkan materi penyusunnya, SDA ada empat yakni SDA hayati, dan SDA non-Hayati..

 

1. SDA Hayati

Sda ini lebih gampang disebut materi organik yang terdapat pada alam. Contohnya, mahkluk hidup seperti hewan, dan segala jenis tumbuhan.

 

2. SDA non-hayati

SDA non hanyati meliputi materi anorganik yang terdapat pada alam. Contohnya, air, udara, hasil tambang dan masih banyak lainnya. Intinya, SDA non hayati mengarah pada benda mati.

 

B. Klasifikasi Sumber Daya Alam berdasarkan tempat

 

Berdasarkan tempat ditemukannya, SDA dikelompokan menjadi 3 yakni ;

1. SDA teretris

Ini adalah segala sumber daya alam yang bisa kita temukan pada daratan (teretris = daratan). Contohnya, pohon, batubara, tanah dan lain sebagainya.

 

2. SDA akuatik

SDA akuatik adalah kelompok SDA yang terdapat pada perairan, contohnya ikan, terumbu karang, rumput laut dan lainnya.

 

3. SDA Udara

Sementara SDA udara berbentuk gas yang bisa kita temui pada udara seperti oksigen, nitrogen, dan gas lainya.

 

C. Klasifikasi Sumber Daya Alam berdasarkan Sifat

 

Berdasarkan sifat SDA itu sendiri, terdapat sumber daya alam yang bisa diperbarui dan ada yang tidak bisa diperbarui.

 

1. SDA diperbaharui

Kelompok SDA ini, keberlangsungannya bisa terjaga sampai kapanpun karena proses terbentuknya yang cepat sehingga ketersediaannya pada alam selalu melimpah. Contoh, hewan, tumbuhan, air, sinar matahari, dan biofuel.

 

2. SDA tidak dapat diperbaharui

Sementara kelompok kedua, memiliki proses pembentukan yang cukup lama sehingga penggunaan jauh lebih besar dibandingkan pembentukan. Ini membuat ketersediaannya pada alam semakin menipis sehingga bisa habis. contohnya, seperti hasil tambang (minyak bumi, gas alam, batubara)

 

D. Klasifikasi  Sumber Daya Alam berdasarkan Pemanfaatannya

 

Berdasarkan potensi pemanfaatannya, SDA diklasifikasikan menjadi beberapa jenis

 

1. SDA materi

Merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan bentuk fisiknya, misal emas sebagai perhiasan, kayu sebagai dekorasi, tanah sebagai batu bata, dan besi sebagai material bangunan.

 

2. SDA energi

Merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energi potensial yang terdapat didalamnya. Biasanya, energi pada SDA ini akan dikonversikan menjadi bentuk energi yang lain misal fisik atau listrik. contohnya, gas dan minyak yang diubah menjadi energi fisik oleh engine, batubara yang diubah menjadi energi listrik, kuda yang dimanfaatkan untuk menarik delman.

 

3. SDA ruang

Merupakan wilayah atau tempat untuk berbuat sesuatu. Contoh, sebuah area yang dijadikan pabrik. Maka salah satu SDA yang dimanfaatkan adalah sumber daya ruang. Tanpa ini, pabrik tidak akan berdiri karena tidak ada tempatnya.

 

4. SDA waktu

Merupakan SDA yang berhubungan dengan pemanfaatan waktu. Misal siang hari dimanfaatkan untuk bekerja, musim hujan dimanfaatkan petani untuk menanam padi, atau pada subtropis musim panas dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

 

Itulah beberapa klasifikasi sumber daya alam beserta contohnya. Semoga bermanfaat.

5 Jenis Mata Gerinda yang Sering Digunakan + Fungsinya

Mata gerinda atau beberapa orang menyebutnya batu gerinda adalah komponen bulat yang dipasangkan pada poros motor gerinda.


Jenis mata gerinda yang dipasangkan ini akan menentukan fungsi gerinda nantinya. Apakah dipakai untuk mengamplas, ataupun memotong.


Lalu apa saja jenis mata gerinda yang sering dipakai ? simak pembahasannya dibawah.


1. Mata gerinda potong


Yang pertama yang paling kita temui adalah mata gerinda potong.


Sesuai namanya, mata gerinda ini digunakan untuk memotong benda kerja.


Benda apa saja yang dapat dipotong oleh mata gerinda ini ?


Itu tergantung dari bentuk dan bahan mata gerinda. Secara umum, ada tiga jenis mata gerinda potong.



a. mata gerinda potong besi

jenis mata gerinda ini terbuat dari bahan abrasif atau butiran-butiran kerikil yang direkatkan berbentuk lingkaran. Bahan ini lebih keras dari besi, sehingga mampu memotong besi.


b. mata gerinda potong kayu

Jenis mata gerinda ini hanya terbuat dari plat besi yang bergerigi. Sesuai namanya, mata gerinda ini digunakan untuk memotong kayu.


c. mata gerinda potong keramik

jenis mata gerinda ini sekilas hampir sama dengan potong kayu, tapi ini tidak memiliki gerigi. Melainkan hanya berbentuk lingkaran seperti pada gambar. Hal ini karena keramik lebih mudah pecah sehingga mata gerinda yang dipakai harus seperti itu.


2. Mata gerinda kikis

Jenis yang kedua adalah mata gerinda kikis. Jenis ini memang mirip dengan mata gerinda potong. Tapi kalau diteliti, mata gerinda kikis ternyata lebih tebal.


Hal inilah yang membuat mata gerinda kikis tidak cocok untuk memotong tapi hanya cocok untuk mengikis permukaan benda kerja.


Contohnya untuk mengikis bekas las, mengasah pahat atau pengikisan lainnya.


3. Mata gerinda amplas

Sesuai namanya, mata gerinda ini digunakan untuk mengamplas atau menghaluskan permukaan benda kerja.


Pengamplasan itu beda dengan pengikisan, pengamplasan itu lebih halus sementara pengikisan itu lebih kasar.


Mata gerinda ini terbuat seperti amplas pada umumnya yang dirangkai pada mata gerinda.


4. Mata gerinda kawat

Mata gerinda kawat juga hampir sama dengan dua jenis diatas. Tapi jenis ini berada ditengahnya.


Atau, mata gerinda berbahan kawat ini berfungsi untuk mengikis permukaan benda kerja yang tidak terlalu menonjol. Kalau kita pakai mata gerinda kikis, tentu permukaan benda kerja jadi tidak rata karena mungkin kita Cuma mau membersihkan kerak yang tidak terlalu tebal.


Tapi kalau pakai mata gerinda amplas terlalu lama karena memang daya kikisnya itu kecil.


Oleh sebab itu, dibuat mata gerinda berbahan kawat untuk hal ini.


5. Mata gerinda poles

Yang terakhir, yang sering digunakan pada body polishing. Mata gerinda yang terbuat dari wol ini berfungsi untuk memoles body kendaraan.


Apabila dipadukan dengan wax dan compound, wol pad ini bisa membuat body mobil halus dengan mudah.


Dari kelima jenis mata gerinda diatas, menunjukan bahwa gerinda ternyata banyak fungsinya tergantung batu gerinda yang dipakai. Sekian semoga bermanfaat.

4 Macam Mesin Gerinda Yang Banyak Digunakan

Anda pasti tahu mesin gerinda.

Tak hanya pada dipakai oleh tukang teralis. Mesin gerinda juga banyak digunakan oleh bengkel mobil, tukang kayu, hingga bangunan.

Nah tapi, yang kita tahu mungkin mesin gerinda itu ya bentuknya seperti ini.

Ternyata, bukan hanya itu. mesin gerinda itu ada banyak jenisnya.

Semua memiliki kegunaannya masing-masing.

Nah pada artikel ini, kita akan membahas 4 macam mesin gerinda yang banyak dipakai oleh perseorangan.

1. Gerinda tangan (Hand grinder)

Yang pertama jelas kita sudah tahu dengan yang satu ini. Ini adalah gerinda tangan, sesuai namanya gerinda ini diaplikasikan dengan cara dipegang dan diarahkan ke benda kerja.

Jadi mesin gerinda ini portable yah,

artinya bisa digunakan tanpa harus menset benda yang akan dipotong.

Penggunaan gerinda ini cukup luas, ini bisa untuk memotong, hingga menghaluskan.

Tapi sesuai namanya, gerinda ini lebih tepat digunakan pada benda kerja yang posisinya sulit dipindahkan. Contohnya untuk merapikan ujung-ujung benda kerja.

2. Gerinda potong (Cutting wheel grinder)


Lalu yang kedua ada gerinda potong. Berbeda dengan yang pertama, gerinda ini lebih dikhususkan untuk memotong benda kerja yang belum dirangkai.

Bentuknya besar dan tidak portable alias tidak bisa mengikuti posisi benda kerja.

Jadi untuk memakainya, benda yang akan dipotong harus diposisikan kedalam mesin gerinda.

Kelebihan gerinda ini yakni potongan lebih rapi dan lebih presisi. Oleh sebab itulah, gerinda ini cocok dipakai untuk memotong besi atau kayu yang akan dirangkai.

3. Gerinda duduk (bench grinder)

Yang ketiga ada gerinda duduk.

Mesin gerinda ini lebih difokuskan untuk melakukan pengasahan atau penghalusan benda kerja.

Dari bentuknya saja sudah terlihat, dua mata gerinda yang tebal itu dipakai untuk mengamplas permukaan benda kerja. 

Gerinda ini bisa dipakai untuk meruncingkan bor, menghaluskan sisa-sisa pemotongan, sampai membuat lekukan pada sisi benda kerja. 

4. Gerinda Mini

Sebenarnya gerinda ini mirip gerinda potong dari segi fungsi hingga bentuknya. Tapi sesua namanya, bentuknya jauh lebih kecil. 

Karena bentuknya yang mungil ini, gerinda mini hanya bisa digunakan untuk memotong benda-benda dengan ukuran kecil.

Meski demikian, gerinda ini cocok untuk anda yang senang membuat DIY atau kerajinan. Selain murah, gerinda ini gampang digunakan dan resikonya kecil. 

Keempat jenis gerinda yang sudah saya jelaskan memang punya kegunaan yang hampir sama yakni memotong, dan mengamplas. 

Untuk jenis material yang bisa dipotong, itu sebenarnya bisa apa saja tergantung mata bor yang kita pasang. 

Gerinda tangan pun bisa digunakan untuk memoles body kendaraan kalau kita pasang mata gerinda poles. 

Nah itulah artikel tentang macam – macam mesin gerinda yang banyak digunakan. Semoga bermanfaat.

Angin Lembah dan Angin Gunung, Apa sih Bedanya ?

Kalian mungkin pernah mendengar istilah angin lembah dan angin gunung.

Sesuai namanya, angin ini bergerak dari puncak ke lembah atau sebaliknya.

Disebut angin gunung apabila bergerak dari puncak gunung ke lembah, dikatakan angin lembah apabila angin bergerak naik ke puncak.

Lalu, apa yang menyebabkan angin dapat bergerak naik atau turun gunung ?

Nah, artikel ini akan menjelaskan secara rinci.

img trekpapua.com

Kalau anda sudah membaca artikel kami sebelumnya tentang proses terbentuknya angin, anda akan paham bahwa angin adalah udara yang bergerak.

Udara dapat bergerak karena ada perbedaan tekanan pada antar wilayah.

Dalam kasus angin gunung dan angin laut, wilayah ini mencakup puncak gunung dan lembah atau daerah cekungan.

Dua wilayah ini, letaknya cukup berdekatan namun pada waktu tertentu bisa muncul perbedaan tekanan udara yang signifikan.

Lalu apa yang menyebabkan tekanan udara di puncak dan lembah berbeda ?

Ternyata perbedaan tekanan udara disebabkan karena waktu penyinaran matahari pada wilayah antara puncak dan lembah juga beda.

Emang, apa hubungannya sinar matahari sama tekanan udara ?

Jadi saat molekul udara dipanaskan, udara akan mengembang (ukuran jadi tambah besar dengan berat tetap).

Saat kondisi mengembang, molekul udara lebih mudah melayang.

Sehingga udara mampu bergerak keatas melawan gravitasi. Ini seperti balon udara, balon udara yang berisi udara panas mampu bergerak keatas.

Karena memang sifat udara panas itu bergerak ke atas.

Ketika banyak molekul bergerak keatas, maka hanya ada sedikit molekul udara yang tersisa di dekat permukaan.

Tekanan udara dikatakan rendah, apabila hanya sedikit molekul udara mengisi sebuah ruang.

Jadi, bisa disimpulkan semakin panas daerahnya maka tekanan udara semakin rendah.

Sekarang kita ke angin lembah.

Angin lembah terjadi ketika suhu pada lembah lebih dingin daripada puncak gunung.

Kapan kondisi ini muncul ?

Saat pagi hari, ketika matahari muncul.

Matahari akan menyinari daerah puncak lebih dulu daripada daerah lainnya, sehingga daerah puncak suhunya lebih cepat panas dipagi hari.

Sementara pada lembah, tidak mendapatkan sinar matahari pagi hingga menjelang siang karena ya memang lembah ini daerah cekungan sehingga tertutup oleh bukit dan puncak gunung.

Hal inilah yang membuat angin mampu berhembus dari lembah naik ke puncak gunung.

Angin lembah akan berhembus hingga daerah lembah sudah mendapatkan sinar matahari cukup.

Yang kedua adalah angin gunung.

Angin gunung berhembus dari puncak gunung turun ke lembah.

Ini terjadi karena ketika matahari terbenam, suhu dipuncak gunung akan turun secara drastis.

Bahkan penurunan suhu pada puncak biasa melebihi penurunan suhu di lembah.

Saat suhu udara turun, molekul udara akan mengempis dan udara cenderung bergerak kebawah karena gaya gravitasi.

Daerah puncak yang lebih tinggi akan mengalami penumpulan molekul udara lebih dulu.

Akibatnya densitas udara dipuncak lebih tinggi daripada di lembah, ini membuat udara mengalir menuruni lereng gunung.

Angin gunung akan berhenti ketika densitas udara di puncak dan lembah hampir setara.

Angin Darat dan Angin Laut, Apa Sih Bedanya ?

Sesuai judul yang anda baca, angin darat dan angin laut adalah angin yang bergerak dari laut kedarat atau sebaliknya.

Perbedaannya, kalau angin berhembus dari laut kedarat maka itu namanya angin laut.

Sementara angin darat berhembus dari darat ke laut.

Tapi yang jadi pertanyaan, kenapa angin bisa bergerak baik dari laut atau dari darat ? Faktor apa yang mempengaruhi angin sehingga angin bergerak dari laut atau dari darat ?

Nah kita bakal membahasnya secara tuntas.


Sebelumnya kita telah membahas bagaimana angin itu terbentuk.

Secara sederhana, angin adalah udara yang bergerak. Pergerakan udara ini dipicu oleh perbedaan tekanan yang signifikan pada dua wilayah.

Perbedaan tekanan pada dua wilayah tersebut, dapat terjadi karena perbedaan suhu udara pada dua wilayah tersebut.

Nah perbedaan suhu udara dapat terjadi karena dua wilayah tersebut menerima intensitas matahari yang juga berbeda.

Sehingga angin akan bergerak dari daerah dingin ke daerah yang lebih panas.

Kembali ke Angin Darat dan Angin Laut

Jadi, pada kasus angin darat dan angin laut, dua wilayah ini merupakan daratan dan lautan.

Ketika suhu daratan lebih rendah dari laut, maka udara akan bergerak dari daratan ke laut.

Dan ini kita namakan angin darat.

Namun saat suhu udara di lautan lebih rendah dari daratan maka udara akan bergerak dari laut ke darat, atau kita kenal sebagai angin darat.

Sekarang pertanyaannya, apa yang menyebabkan salah satu daerah bisa lebih dingin dari daerah lainnya ? Toh, daratan dan lautan ini juga berdekatan.

Seperti yang telah saya singgung, perbedaan suhu udara bisa muncul karena perbedaan intensitas matahari.

Tapi khusus untuk wilayah darat dan laut yang berdekatan, perbedaan suhu muncul karena kedua wilayah ini memiliki sifat konduktifitas yang berbeda.

Jadi, daratan itu lebih mudah menerima panas juga lebih mudah menerima dingin daripada daerah perairan.

Sehingga, ketika sore menjelang malam hari ketika matahari sudah terbenam daerah lautan masih hangat. Sementara suhu udara pada daratan langsung turun.

Hal itulah yang memicu angin darat dapat berhembus, angin ini akan berhembus hingga suhu udara pada lautan sudah dingin.

Kemudian ketika matahari terbit. Suhu di daratan langsung hangat sementara suhu udara pada laut masih dingin meskipun mendapatkan sinar matahari dengan intensitas yang sama.

Karena hal itulah angin dapat berhembus dari laut ke darat atau kita kenal sebagai angin laut.

Apa kegunaan angin darat dan angin laut ?

Angin darat dan angin laut sangat berguna untuk nelayan konvensioanal yang masih menggunakan perahu layar.

Nelayan memanfaatkan angin darat di malam hari untuk melaut, dan memanfaatkan angin laut di pagi hari untuk pulang.