9 Penyebab Mobil Bergetar Saat Jalan + Solusinya

Kalau mobil anda terasa lebih bergetar dari biasanya, anda perlu waspada karena bisa saja komponen penting pada mobil anda sedang bermasalah.

Misalkan getaran pada mobil ketika jalan, bisa dikarenakan poros propeller yang bengkok. Tentu kondisi ini sangat berbahaya mengingat poros propeller itu berputar dengan RPM yang tidak rendah. Kalau bengkok apalagi sampai putus, bisa menyebabkan mobil terguling.

Namun gejala mobil bergetar tidak hanya terjadi karena faktor poros propeller, karena masih banyak komponen lain yang berpotensi menyebabkan mobil anda bergetar.

Diartikel ini, akan kita bahas secara mendalam semua komponen yang berpotensi menyebabkan mobil getar.

Penyebab Mobil Bergetar


jual engine mounting

1. Engine mounting rusak

Engine mounting adalah komponen yang menyangga mesin agar dapat berdiri di frame kendaraan. Setidaknya ada tiga buah engine mounting pada mesin (beberapa justru mempunyai empat buah) yang bertugas untuk menyangga mesin dan menjaga agar mesin tidak bergetar-getar saat menyala.

Pada engine mounting, terdapat karet peredam ditengahnya. Fungsi karet peredam ini adalah untuk meredam getaran pada mesin agar tidak sampai ke body mobil.

Namun, karena faktor usia dan panas mesin karet ini bisa sobek. Kalau demikian, getaran pada mesin bisa lebih besar dan bisa terasa hingga kedalam kabin.

Gejala awal, mobil akan sedikit bergetar ketika starter. Begitu pula saat awal akselerasi, mobil juga bergetar. Namun di RPM tinggi getaran mesin justru menghilang.

Untuk mengeceknya, coba anda goyangkan mesin menggunakan tangan. Kalau mesin mudah bergerak saat digoyangkan menggunakan tangan, maka itu tanda kalau salah satu engine mounting rusak. Solusinya dengan penggantian komponen.

2. Kampas kopling sangat tipis

service motor

Untuk mobil dengan manual transmission, kopling menjadi komponen penting. Tapi komponen ini pula sering menunjukan masalah. Seperti saat kampas kopling tipis.

Ketika kampas kopling tipis, maka akan ada getaran saat pedal kopling diangkat. Mungkin ketika pedal kopling dilepas sepenuhnya getaran akan hilang tapi begitu anda menekan kembali peda kopling dan melepasnya, getaran akan muncul diawal anda melepas kopling.

Ini merupakan tanda dari kampas kopling yang sudah tipis, anda harus segera menggantinya karena kalau tidak maka gejala seperti tenaga mesin ngempos, kopling sering selip akan muncul.

Baca juga : Rincian Harga dan Biaya Ganti Kampas Kopling Mobil

3. Permukaan kampas rem/piringan rem bergelombang


Sebenarnya masalah piringan rem yang tidak rata itu akan terasa gejalanya ketika direm, yakni mobil akan bergetar dan bunyi. tapi kalau kondisinya sudah parah, tidak direm pun getaran bisa muncul.

Ini terjadi khususnya pada kampas rem aftersales (bukan ori) terkadang ada beberapa pemilik mobil yang mengganti kampas rem ori dengan merk aftersales dengan alasan lebih bagus atau lebih murah. Tapi tidak semua kampas rem sesuai dengan bahan yang digunakan pada piringan rem.

Sehingga efek buruk seperti mobil bergetar pun akan muncul.

Selain dibagian kampas rem, baut kaliper yang kurang kencang atau baut braket kaliper yang kurang kencang juga menjadi salah satu faktor yang membuat mobil bergetar.

Baca juga : 5 Ciri Kampas Rem Mobil Habis

4. Bearing roda aus

Bearing roda atau laher berfungsi sebagai bantalan poros roda yang berputar dengan knuckle yang statis. Bantalan roda ini menggunakan serangkaian bantalan jarum dengan bentuk tirus. Kalau semua bantalan didalam bearing roda baik, maka bearing roda bisa berfungsi dengan normal.

Tapi kalau salah satu bantalan jarum ini bermasalah (misal aus atau bengkok) maka kinerja bearing juga ikut bermasalah. Sehingga mobil akan bergetar dan bunyi saat jalan. Getaran dan bunyi ini pun semakin terdengar kalau kecepatan mobil bertambah.

Untuk solusinya, anda perlu mengganti bearing roda. Tapi sebelum mengganti bearing roda, anda juga perlu cek kondisi pelumasnya. Karena bisa jadi masalah getar itu karena bearing roda kurang pelumas. Kalau ini masalahnya, anda tinggal melumuri bearing dengan grease secukupnya. Pastikan permukaan bearing bersih dari air dan debu.

5. Poros propeller bengkok

img : marinehowto.com

Seperti yang kita sebut diawal artikel, poros propeller yang bengkok akan sangat bahaya resikonya. Tapi apakah poros berbahan besi ini bisa bengkok ?

Tentu bisa, apalagi kalau mobil sering membawa beban yang berat. Kebengkokan poros propeller itu kasap mata artinya hanya bisa dilihat menggunakan alat ukur. Hal itu dikarenakan kebengkokan poros propeller itu menggunakan satuan milimeter.

Meski demikian, kebengkokan poros propeller 1 milimeter saja sudah bisa membuat mobil bergetar.

Solusinya juga perlu penggantian kalau kondisinya sudah benar-benar parah, tapi kalau kebengkokan masih kecil, mungkin di press masih bisa.

6. Bearing poros propeller dan universal joint aus

Untuk mobil RWD menggunakan poros propeller untuk menyambungkan putaran output transmisi ke gardan. Tapi sumbu antara transmisi dengan gardan itu selalu berubah-ubah karena transmisi ikut ke body dan gardan ikut ke roda (terubah-ubah oleh gerakan suspensi).

Sehingga diletakanlah dua buah universal joint. Meski sudah diberi universal joint, tetap saja getaran pada mobil RWD lebih terasa dibandingkan mobil FWD. apalagi kalau bearing pada universal joint bermasalah. Tentu getarannya akan semakin besar.

Kalau anda terbiasa menggunakan mobil FWD dan mencoba mobil RWD mungkin akan ada sedikit getaran (khususnya di kecepatan tinggi) dan itu masih wajar. Tapi kalau getaran yang dirasa lebih besar dibandingkan biasanya berarti ada masalah.

Untuk mengetahui apakah poros propeller atau universal joint bermasalah, anda tinggal merasakan sumber getaran. Kalau sumber getaran berasal dari bagian bawah tengah mobil berarti kedua komponen itu yang beresiko rusak.

7. Gardan bermasalah

jual kampas kopling

Koneksi antara dua roda gigi pasti akan menimbulkan getaran dan bunyi. oleh sebab itu ada oli didalam roda gigi tersebut. Namun kalau kondisi roda gigi sudah sama-sama aus, tentu meski diberi pelumas terbaikpun tetap saja menimbulkan getaran.

Inilah yang terjadi pada gardan, kalau kondisi mata gigi semua gigi didalam gardan aus maka bunyi dan getaran dari bagian belakang tengah akan terasa.

Solusinya, anda perlu mengganti mata gigi yang dinilai mengalami kerusakan. Atau masalah ini bisa karena oli didalam gardan belum pernah diganti.

Meski sepele, oli didalam gardan juga perlu diganti. Intervalnya sekitar 40 ribu KM. kalau sampai 100 ribu KM belum pernah diganti, wajar saja kalau timbul getaran.

8. Ban bergelombang/tidak balance

Kondisi ban sangat berpengaruh terhadap handling dan performa mobil. Jangankan bergelombang, ban dengan spek yang kuran tepat saja bisa menimbulkan efek samping pada mobil. Apalagi pada ban yang bergelombang ?

Selain ban yang bergelombang, velg yang kurang balance juga bisa menyebabkan mobil bergetar di RPM tertentu (biasanya di RPM tinggi).

Untuk solusinya, kalau ban bergelombang maka ganti ban tersebut dengan yang baru. Untuk velg, anda bisa balancing velg (beserta roda baru) ke bengkel spooring balancing.

9. Salah satu busi mati


Busi itu pemantik pada mesin bensin, tanpa busi mesin bensin tidak dapat menyala. Pada mobil, umumnya terdapat empat buah busi kalau salah satu mesin mati maka mesin akan pincang. Kondisi mesin pincang ini akan menyebabkan getaran mesin lebih besar karena tidak seimbang.

Sehingga efeknya, getaran tersebut sampai kedalam kabin. Meski demikian, kalau kita gas sampai RPM tinggi maka getaran itu semakin hilang.

Untuk mengeceknya, coba hidupkan mesin pada posisi idle. Lalu perhatikan kinerja mesin, kalau mesin cenderung bergetar dengan suara yang tidak seimbang maka salah satu busi mati. Anda bisa mengganti salah satu busi tersebut atau main amannya mengganti semua busi.

Cara Mudah Pasang Talang Air Mobil Tanpa Ke Bengkel

Anda ingin mempercantik tampilan mobil, anda bisa memasang talang air pada mobil anda. selain berfungsi untuk menaikan estetika mobil, talang air juga berfungsi menghalangi air hujan agar tidak membasahi bagian kaca mobil.

Sehingga pas hujan dan kaca dibuka, air hujan tidak masuk ke dalam mobil (kecuali terkena angin).

Tapi bagaimana cara memasang talang air agar kuat dan presisi ? ternyata langkahnya cukup mudah. Anda pun dapat memasangnya sendiri tanpa pergi ke bengkel.

Alat dan bahan yang diperlukan




  • Satu set talang air, jelas ini adalah bahan utamanya. Anda bisa membeli talang air di bengkel dikota anda atau secara online dengan harga sekitar 150 ribu perset. Pastikan anda juga membeli talang air yang memang pnp untuk mobil anda (setiap mobil punya bentuk talang air beda).
  • 3M double tape, ini adalah double tape yang digunakan untuk memasang talang air. Double tape ini berbeda dengan double tape biasa, 3M menggunakan bahan seperti busa yang agak lebar dengan daya rekat tinggi. Anda bisa mendapatkannya di toko ATK.
  • Gunting
  • Larutan sabun
  • Kain lap (kanebo dan lap biasa)


Lalu bagaimana caranya ?

Langkah - Langkah Pasang Talang Air Mobil


1. Pastikan talang air PNP

Satu set talang air, biasanya terdiri empat buah talang air untuk empat kaca dimasing-masing pintu mobil.

Pertama, pisahkan dahulu mana talang air yang dipasang di pintu depan kiri, pintu depan kanan dan masing-masing pintu belakang. sebelum memasang menggunakan lem, coba letakan talang air pada bagian pintu paling atas.

Anda harus memastikan talang air PNP (plug n play), artinya tidak lebih dan lekukannya pas. Kalau ada sedikit lebihnya, anda harus memotong talang air agar pas dengan sisi-sisi pintu.

2. Bersihkan permukaan pintu dan talang air

Selanjutnya, anda harus membersihkan permukaan pintu (bagian atas) dan permukaan talang air. Langkah ini bertujuan agar tidak ada debu, minyak atau kotoran lain pada permukaan yang akan diberi double tape.

Kalau ada debu atau minyak, itu akan membuat double tape tidak merekat dengan sempurna sehingga talang air mudah lepas.

Untuk membersihkannya, anda bisa menggunakan air sabun (gunakan shampoo mobil) dan busa. Pastikan cuci permukaan atas pintu dan talang air hingga keset.

Keringkan permukaan yang dicuci menggunakan kain lap, pertama gunakan lap kanebo untuk menyerap air dan gunakan lap biasa (bahan spandex atau cotton) untuk mengeringkan permukaan yang dicuci.

3. Tempelkan 3M double tape pada permukaan talang air


Kita tempelkan 3M double tape pada permukaan talang air, jadi kita menempelkan double tapenya di talang air bukan pada permukaan pintunya.

4. Pasang dan lekatkan talang air pada pintu

Terakhir pasang talang air yang sudah diberi double tape pada permukaan pintu bagian atas. Lakukan dengan hati-hati agar presisi.


Setelah talang air melekat dan presisi, tekan bagian talang air agar melekat sempurna pada permukaan pintu.

Dan begitu saja cara untuk memasang talang air, tidak perlu repot-repot. Kuncinya ada pada double tape yang digunakan. Kalau anda menggunakan double tape biasa, mungkin akan menempel pada awalnya. Tapi tidak lama kemudian talang air bisa lepas, ini karena ketebalan double tape biasa itu sangat tipis dibandingkan 3M.

Kelemahan 3M ini, hanya satu yakni ketika anda akan mengganti talang air. Entah karena sudah rusak atau lepas, intinya double tape ini akan meninggalkan bekas lem sepert stiker. Jadi untuk menghilangkannya perlu teknik khusus.

Sekian semoga bisa menambah wawasan dan skill kita.

Mobil Bergetar Saat Lepas Kopling, Cek 5 Penyebab Berikut

Masalah yang cukup mengganggu pada mobil adalah getaran, tapi getaran ini terjadi saat kita melepas pedal kopling. Apa mungkin kampas kopling sudah tipis dan perlu diganti ? atau ada komponen lain yang mungkin jadi penyebabnya ?

Kita akan membahas semua penyebabnya diartikel ini, karena memang benar mobil yang getar saat lepas kopling tidak mesti masalahnya ada di kopling.

Karena ada banyak sekali komponen mesin dari mulai mesin, hingga roda yang berpotensi menimbulkan getaran. Lalu apa saja penyebabnya ?

Penyebab Mobil Bergetar Saat Kopling Dilepas


Secara umum, ada 5 penyebabnya

1. Kampas kopling tipis


Penyebab yang pertama adalah dari sektor kopling itu sendiri, komponen kopling yang paling cepat rusak adalah kampas kopling. Karena kampas kopling ini merupakan piringan berbahan keramik yang selalu bergesekan.

Sehingga permukaan keramik tersebut akan cepat tergores dan akhirnya aus/tipis. Kalau kampas kopling sudah tipis, maka akan menimbulkan beberapa gejala seperti ;

  • Kopling mudah selip
  • Tenaga mobil berkurang
  • Pedal kopling getar saat dilepas


Mengapa bisa bergetar ?

Kalau kita lihat pada prinsip kerja kopling, kita akan menemukan alasannya. Kopling mobil itu terdiri dari tiga bagian utama yakni flywheel sebagai pemutar (drive plate), kampas kopling sebagai plat yang diberi putaran (driven plate) dan matahari kopling atau pressure plate sebagai penggerak kampas kopling.

Saat pedal kopling ditekan, kampas kopling akan renggang antara flywheel dan matahari kopling. Saat dilepas, matahari kopling akan menggeser kampas kopling ke arah flywheel sehingga kampas kopling akan terjepit antara flywheel dan matahari kopling.


Saat matahari bersentuhan dengan kampas kopling, disitulah gesekan terjadi. Akibat dari gesekan ini, permukaan kampas kopling yang aus dan tidak rata karena bahan kampas kopling ini lebih lunak. Apabila kondisi kampas kopling sudah sangat tipis, maka getaran akan timbul.

Solusinya, anda perlu mengganti kampas kopling mobil dengan yang baru.

2. Matahari kopling tidak rata

Matahari kopling berbahan logam, meski demikian permukaannya juga bisa aus.

Ini terjadi sama seperti diatas, akibat dari gesekan antara kampas kopling dengan matahari kopling. Tapi keausan pada matahari kopling itu tidak secepat kampas kopling namun apabila kondisi kampas kopling sudah tipis dan tidak segera diganti, hal itu akan mempercepat keausan matahari kopling.

Apabila matahari kopling sudah aus, maka permukaannya juga tidak rata. Sehingga saat awal kopling dilepas, getaran akan timbul.

Untuk solusinya, sama seperti point pertama. Anda perlu mengganti matahari kopling, dan lebih baik lagi kalau kampas kopling aus, anda perlu menggantinya satu set bersama matahari dan release bearing.

3. Release bearing rusak

Apabila getaran pada kopling disertai dengan bunyi, maka bisa jadi release bearing juga kena. Release bearing adalah laher yang menekan matahari kopling saat pedal kopling diinjak. Laher ini sama seperti laher roda, dimana apabila bantalannya rusak maka akan menimbulkan bunyi hingga getaran.

Ciri utama saat release bearing rusak adalah ada bunyi dan getar saat pedal kopling diinjak hingga dilepas. Intinya, ketika kita menekan pedal kopling meski setengah, bunyi dan getaran itu muncul.

Solusinya, juga penggantian komponen. Karena komponen seperti laher dan dua komponen diatas tidak bisa diperbaiki sehingga perlu penggantian komponen.

4. Engine mounting rusak


Selain pada faktor teknikal pada kopling, ada juga faktor dari luar kopling salah satunya pada bagian engine mounting.

Mungkin anda sudah tahu, engine mounting adalah komponen yang menghubungkan mesin dengan frame kendaraan. Jadi pada engine mounting inilah mesin diletakan pada frame kendaraan. Fungsi utama engine mounting hanya untuk menahan mesin.

Engine mounting ini berbahan logam, namun ada karet didalamnya. Karet ini berfungsi sebagai penyerap getaran mesin sehingga ketika ada getaran pada mesin, getaran itu bisa diserap oleh karet yang elastis sehingga tidak sampai ke body kendaraan.

Tapi karet pada engine mounting ini juga bisa pecah, hal ini menyebabkan getaran pada mesin tidak terkendali. Sehingga jangan heran, kalau anda merasakan getaran pada mobil saat awal start hingga saat kopling dilepas.

Untuk mengatasi, juga perlu diganti tapi ada lebih dari satu engine mounting pada mesin. Setidaknya ada tiga engine mounting untuk mesin berkapasitas kecil dan empat engine mounting untuk mesin berkapasitas besar. Anda perlu mengecek satu persatu engine mounting yang dirasa sudah rusak baru diganti.

5. Ada cairan di permukaan kopling


Terkadang, ada juga mobil yang mengeluhkan koplingnya getar setelah melewati genangan air. Ini terjadi karena kopling mobil bersifat kering, sehingga kalau terkena cairan seperti air apalagi oli pasti akan menimbulkan selip hingga getaran.

Memang tidak setiap kopling mobil memiliki masalah dengan air, namun kalau gejala kopling getar ini muncul setelah mobil melewati banjir, bisa saja ini masalahnya.

Solusinya, perlu perbaikan di sektor kopling. Mungkin tidak ada penggantian, hanya pembersihan unit kopling dari segala material yang mengganggu.

Apa ada lagi selain 5 penyebab diatas ?

Ya, jelas tapi secara umum 5 penyebab diatas yang paling sering muncul. Mungkin itu saja artikel ini, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Memanaskan Mobil Yang Benar dan Aman

Untuk urusan mobilitas dengan jarak tidak terlalu jauh, kita lebih memilih kendaraan roda dua. Alasannya lebih praktis, dibandingkan menggunakan mobil.

Sehingga mobil pun hanya dianggurin digarasi, dan mobil ini hanya akan keluar suatu waktu saja saat memang diperlukan.

Dan pertanyaannya, apakah mobil yang lama nganggur perlu dipanaskan setiap hari ? atau tidak perlu ? dan kalau perlu, bagaimana cara memanaskan mobil yang benar ?

Untuk itulah anda harus membaca artikel ini hingga tuntas.


Apa Mobil Perlu Dipanasi Setiap Hari ?


Pertanyaan pertama, apakah mobil yang tidak dipakai harus dipanasi setiap hari ? ini kan namanya buang-buang bensin, dan bisa dikatakan pemborosan.

Pertama yang perlu anda pahami adalah fungsi dari pemanasan mobil itu sendiri, kira-kira apa tujuan utamnya mesin mobil dipanasi ?

Ternyata mobil dipanasi itu bertujuan agar nanti saat mobil dipakai di jalan, bisa lebih efisien. Maksudnya, saat suhu mesin masih dingin maka hasil pembakaran mesin akan banyak yang terserap untuk menaikan suhu mesin sehingga kalau dalam suhu dingin ini mobil langsung dipacu, tenaganya kurang nendang dan bisa lebih boros.

Tapi dengan memanaskan mesin, atau menyiapkan suhu mesin agar sudah panas sebelum berkendara maka bisa membuat kinerja mesin efisien.

Dari pernyataan itu, maka didapatlah kesimpulan bahwa memanaskan mobil itu harusnya dilakukan saat mobil itu akan digunakan. Jadi kalau mobilnya tidak mau digunakan, buat apa dipanaskan ?


Apalagi sekarang semua mobil sudah berteknologi injeksi, yang meski sudah sebulan mesinnya mati pun bisa dihidupkan dengan normal tanpa hambatan.

Jadi kembali ke pertanyaan awal, apakah mobil perlu dipanasi setiap hari ? iya kalau mobil anda digunakan setiap hari tapi kalau anda hanya menggunakan mobil kadang-kadang, maka mobil tidak perlu sering dipanasi.

Bagaimana dengan mobil karburator ?

Namun khusus untuk mobil yang masih menggunakan karbu, memang agak menyulitkan. Alasanya kalau mesin mobil mati dalam waktu lama, maka aliran bensin tersebut bisa macet. Sehingga saat akan dihidupkan sangat menyita waktu dan tenaga.

Oleh karena itu, minimal seminggu sekali mobil karbu harus dipanaskan. Saat memanaskan juga tak perlu lama-lama dan tak perlu menyalakan AC.

Cara Memanaskan Mesin Mobil Dengan Benar


Semua orang juga tahu ntuk memanaskan mobil tidak dijemur dibawah terik matahari, tetapi dengan menyalakan mesinnya. Lalu untuk apa sub bab ini ?

Memang semua orang tahu bagaimana cara memanaskan mobil, tapi apakah sudah benar ? karena kalau cara memanasinya tidak benar, justru bisa jadi pemborosan dan kurang efektif dalam menaikan suhu mesin.

Ada beberapa point penting antara lain ;

1. Sebelum menyalakan mesin, pastikan indikator dashboard aman


Ini mungkin terkesan sepele, tapi kita tidak tahu apakah didalam mesin ada masalah terkait elektrikalnya atau tidak.

Biasanya kalau ada masalah seputar kelistrikan mesin, maka ada indikator pada dashboard yang menyala. Tapi indikator tersebut tidak langsung menyala, saat kita putar kunci kontak ke ON maka semua indikator akan menyala sekitar beberapa detik baru semuanya mati.

Saat akan memanaskan mesin, jangan langsung start seusai memposisikan kunci ke ON. Tapi tunggu hingga semua indikator mati, kalau semua indikaor tidak ada yang menyala maka kelistrikan mesin aman anda bisa langsung hidupkan mesin.

2. Durasi saat memanaskan mesin

Yang kedua terkait lamanya proses pemaasan mesin ini, kalau ditanya berapa lama mesin mobil dipanaskan ? jawabannya pasti relatif karena proses termodinamika setiap mesin mobil juga berbeda-beda, ada yang cepat ada pula yang lambat.

Untuk memposisikan mesin dalam suhu kerjanya, sebenarnya anda bisa menggunakan kipas radiator sebagai acuannya. Kalau kipas radiator belum berputar, maka tandanya mesin masih dalam proses warm up. Tapi kalau kipas radiator sudah berputar itu tandanya mesin sudah mencapai suhu kerja.

Lalu berapa lama hingga kipas radiator ini berputar ?

Untuk mesin bensin, mungkin bisa mencapai 10 sampai 15 menit sementara mesin diesel bisa diatas 15 menit baru kipas berputar. Cukup lama bukan ?

Oleh karena itu lamanya proses pemanasan mesin ini disesuaikan dengan traffic jalan raya dan penggunaan mobil. Misal mobil akan digunakan hanya untuk berangkat dari rumah ke kantor melewati traffic yang padat dan cenderung macet, maka anda tidak perlu menunggu sampai kipas radiator berputar. Cukup panaskan maksimal 3 menit maka mobil aman dipakai.

Lagi pula kalau anda tinggal didaerah perkotaan yang memiliki traffic cukup padat, mobil cenderung bergerak pelan. Sehingga proses pemanasan mesin tidak perlu lama-lama.

3. Pakai AC atau tidak ?


Usahakan kalau anda sedang memanaskan mesin, AC tidak dihidupkan. Alasannya, saat AC dinyalakan maka kipas radiator pun akan berputar, kalau kipas radiator berputar proses pendinginan mesin juga berjalan padahal mesin baru saja mau dipanaskan.

Sehingga untuk mempercepat proses pemanasan mesin, jangan dulu hidupkan kipas radiator.

Tapi kalau anda akan mengecek apakah kipas radiator hidup atau tidak, anda bisa hidupkan AC. Kalau kipas radiator hidup, berarti sistem pendingin mesin harusnya berjalan dengan normal pula.

4. Tidak perlu digas, biarkan idle


Mengapa tidak boleh digas ? alasannya saat mesin baru hidup, sirkulasi oli didalam mesin belum 100% melumasi semua bagiannya. Sehingga kalau digeber dalam kondisi seperti ini, komponen dalaman mesin bisa cepat aus.

Sehingga saat memanaskan mesin, cukup biarkan pada idle RPM saja. Standar RPM mobil injeksi sekitar 8.000 RPM tidak dengan AC. Tapi kalau AC nyala, RPMnya bisa tembus 9.000

5. Memperhitungkan tekanan bahan bakar

Khusus untuk mobil injeksi yang tidak dinyalakan dalam waktu lebih dari sebulan biasanya tekanan bahan bakarnya drop. Padahal tekanan bahan bakar inilah yang membuat bensin bisa tersemprot keluar dari injektor, kalau tekanannya drop maka bensin tidak keluar dari injektor sehingga mesin susah hidup saat start pertama.

Solusinya, sebelum anda menyalakan starter mobil anda harus memutar kunci kontak ke posisi ON dan OFF bolak balik minimal 3 kali. Ini dilakukan untuk memicu agar fuel pump bekerja lebih untuk menaikan tekanan bahan bakar.

Saat kita memutar kunci ke ON, maka fuel pump otomatis bekerja selama sekitar 3 detik. Ini akan menaikan tekanan bahan bakar, tapi kalau dilakukan sekali mungkin tekanannya kurang sehingga anda perlu memutar kunci ke ON/Off selama 3 kali agar fuel pump bekerja lebih lama.

Skema dan Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional

Sistem pengapian adalah rangkaian kelistrikan didalam mesin yang berfungsi mengubah listrik menjadi percikan bunga api untuk kemudian digunakan saat proses pembakaran.

Kita mengenal busi sebagai komponen yang memercikan bunga api, tapi busi tersebut sebenarnya hanya konduktor. Sementara untuk memperoleh percikan api, maka perlu dibuat rangkaian penguat tegangan yang kemudian disebut sistem pengapian.

Secara singkat, ada 4 macam sistem pengapian yang paling populer yakni ;



Yang paling banyak digunakan adalah nomor 2 dan 4. Karena CDI digunakan hampir pada semua sepeda motor silinder tunggal sementara DLI digunakan pada hampir semua mobil berteknologi injeksi.

Namun dari keempat jenis pengapian diatas, semuanya berawal dari sistem pengapian konvensional. Karena prinsip kerja penguat tegangan didalam sistem pengapian, itu paling bisa dipahami pada jenis pengapian konvensional.

Oleh sebab itu, diartikel ini akan kita ulas secara detail skema dan cara kerja sistem pengapian konvensional.

Rangkaian Pengapian Konvensional Mesin 4 Silinder


Sebelum kita mengulas bagaimana proses kerjanya, terlebih dahulu anda harus memahami bagian-bagian penting pada sistem pengapian konvensional.

Disini menekankan pada dua komponen, yakni

  • Ignition coil
  • Breaker point/platina


1. Ignition coil

Ignition coil adalah komponen yang berfungsi menguatkan atau menaikan tegangan primer aki dari 12 Volt menjadi 20 KV. Prinsip kerja ignition coil, itu mirip trafo step up. Dimana ada dua lilitan, lilitan sekunder lebih banyak dibandingkan lilitan primer. Sehingga tegangan sekunder lebih besar.

Tapi perbedaannya, ada pada penempatan lilitan. Pada ignition coil, lilitan sekunder terletak didalam lilitan primer. Peletakan ini, disesuaikan dengan kebutuhan pada sistem pengapian yang hanya membutuhkan tegangan tinggi pada satu waktu, jadi tipikal ignition coil dapat menaikan tegangan dengan durasi kurang dari satu detik.

Lalu bagaimana caranya ? nanti kita bahas dibawah.

2. breaker point


Beberapa orang lebih menyebutnya platina, fungsinya sebagai pemutus arus primer dari coil. Mengapa harus diputus ? ini berhubungan dengan desain ignition coil.

Saat arus listrik melewati lilitan, maka akan terbentuk medan magnet dengan arah tertentu. Saat arus listrik tersebut diputus secara tiba-tiba, maka akan terjadi efek close wave. Yakni dimana medan medan magnet yang sebelumnya terbentuk pada sekitar lilitan bergerak secara cepat ke inti lilitan.

Hal diatas, diaplikasikan pada coil. Saat arus pada lilitan primer diputus secara tiba-tiba, maka medan magnet akan bergerak kearah dalam secara cepat. sementara itu, didalam lilitan primer terdapat lilitan sekunder, sehingga gerakan medan magnet tersebut akan menginduksi lilitan sekunder.

Hasilnya, tegangan akan naik karena jumlah lilitan pada lilitan sekunder lebih banyak.

Lalu bagaimana cara pemutusan arus pada breaker point ?

Ini menggunakan mekanisme cam, seperti gambar yang ditujukan diatas. Breaker point terdiri dari sebuah lengan, kaki kecil yang terhubung ke camshaft, lalu ada contact point diujungnya.

Saat camshaft berputar, maka nok juga akan berputar. Saat nok ini menyentuh kaki platina, otomatis contact point akan terangkat/ada celah. Sehingga arus pada lilitan primer terputus.

Sekarang mari kita pelajari proses lengkap sistem pengapian konvensional dari mesin mati hingga mesin menyala.

Cara Kerja Sistem Pengapian Konvensional


1. Saat kunci kontak ON

Saat kunci dimasukan kemudian diputar pada posisi ON, maka arus dari baterai mengalir melalui fuse, relay, dan masuk ke dalam ignition coil.

Arus listrik ini, akan mengaliri kedua lilitan baik lilitan primer maupun sekunder.

Output dari coil, ada dua yakni output lilitan primer dan sekunder. Output lilitan primer mengalir ke breaker point sementara output lilitan sekunder mengalir ke busi.

Pada tahap ini, sudah terbentuk medan magnet pada lilitan primer ignition coil. Tapi karena platina belum bergerak, dengan kata lain belum ada pemutusan arus maka tidak ada pergerakan medan magnet. Sehingga percikan api belum terbentuk.

2. Saat starter

Saat anda memutar kunci ke posisi ST, maka motor starter akan bekerja. Ini memicu poros engkol berputar, dan karena camshaft pada platina terhubung ke poros engkol mesin maka saat poros engkol berputar, camshaft juga berputar.


Disinilah pemutusan arus terjadi, ketika cam menyentuh kaki platina maka platina akan membuka/contact point tidak menempel. Sehingga arus primer coil akan terputus secara tiba-tiba. Hal itu akan memicu close wave yang bergerak ke arah lilitan sekunder.

Sehingga tegangan pada lilitan sekunder naik hingga 20 KV dengan interval sangat singkat. Ketika cam menjauhi kaki platina, maka contact point akan kembali menutup/menempel. Sehingga arus lilitan primer coil kembali tersambung. Ini menyebabkan medan magnet pada lilitan primer kembali terbentuk, dan saat cam kembali menyentuh kaki platina maka pemutusan arus akan terjadi dan induksi pada lilitan sekunder kembali terjadi.

Siklus diatas akan berulang terus menerus selama kunci kontak masih ON.

Bagaimana listrik tegangan tinggi menjadi percikan api ?

Mungkin beberapa dari anda ada yang masih bingung, output sistem pengapian itu hanya listrik bertegangan tinggi. Tapi mengapa sampai diujung busi, bentuknya berubah menjadi percikan api ?

Percikan api pada ujung busi tersebut sebenarnya wujud dari elektron yang loncat dari elektroda busi (kutub positif) ke ground (kutub negatif), memang elektron ini tidak terlihat tapi kalau tegangannya sangat tinggi maka elektron mampu loncat pada celah sempit.

apabila anda mendekatkan sumber arus (tegangan tinggi misal 220 V) pada masa, maka sebelum sumber arus tersebut menempel akan ada pecikan. Konstruksi busi pun demikian, dimana ada celah antara elektroda dan masa. Sehingga ketika ada listrik bertegangan tinggi pada elektoda busi, percikan api dapat terbentuk.

Bagaimana dengan timming pengapian ?

Satu lagi mengenai timming pengapian, kalau kita memahami siklus pengapian konvensional diatas maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa yang menentukan timming atau yang menentukan kapan busi mengeluarkan api itu ada pada saat pembukaan platina.

Dan yang mempengaruhi pembukaan platina, adalah nok. Sehingga timming ini dipengaruhi oleh sudut nok terhadap sudut kaki platina.

Mobil Tidak Bisa Distarter, Cek 9 Penyebab Berikut

Saat mobil kita susah dihidupkan, kita cenderung menyimpulkan bahwa akinya yang bermasalah. Padahal untuk membuat mesin bekerja, itu tidak hanya membutuhkan aki. Ada berbagai komponen dan sistem yang mempengaruhi apakah mesin bisa hidup atau tidak.

Jadi, apabila anda menemui kondisi demikian misal saat akan menyalakan mobil tiba-tiba mesin tidak merespon, jangan dulu salahkan aki mobilnya. Karena bisa jadi biang keroknya ada dibagian lain.

Oleh sebab itu, Autoexpose hari ini akan mengulas komponen apa saja yang berpotensi menyebabkan mesin mobil tidak bisa distarter. Langsung saja tak usah panjang lebar, simak ulasannya dibawah.

Penyebab Mobil Tidak Bisa Distarter


Dari berbagai pengalaman, masalah mesin mobil yang sulit dihidupkan kita urutkan dalam list yang paling sering terjadi. Ini dia daftarnya ;

1. Aki tekor

Percaya atau tidak aki sebenarnya tidak dibutuhkan dalam kinerja mesin, kalau anda pernah melihat ada banyak motor-motor jadul yang tidak dilengkapi aki, mesinya bisa hidup dengan normal. Itu karena sistem kelistrikan mesin sudah disuplai oleh dinamo alternator, demikian pula pada mobil.

Tapi mengapa aki dibutuhkan ? karena mobil menggunakan elektrik starter dimana untuk menghidupkan mesin diperlukan motor listrik dengan sumber daya aki. Jadi kalau akinya tekor, sumber daya motor starter tidak ada sehingga motor starter tidak mau hidup dan mesin juga tidak bakal hidup.

Solusinya, ada dua. Pertama anda setrum aki mobil anda di bengkel setrum aki, yang kedua ganti dengan aki baru.

Tapi sebelum setrum aki apalagi mengganti aki baru, cek dulu tegangan akinya. Kalau masih normal 10 – 12 Volt maka masalahnya bukan pada aki.

Baca pula ; 5 Hal Sepele Yang Bisa Mempercepat Aki Soak

2. Dinamo starter rusak

Dinamo starter atau motor starter adalah sebuah motor listrik yang akan memicu putaran pada poros engkol mesin. Sehingga pembakaran mesin bisa terjadi secara berkesinambungan (engine running).

Cara kerja dinamo stater ini dengan mengubah energi listrik dari aki menjadi energi putar menggunakan gaya elektromagnetik. Seperti yang dijelaskan diatas, kalau akinya tekor maka motor starter juga tekor. Tapi kalau akinya normal namun dinamo starternya yang rusak, otomatis dinamo starter juga akan tekor sehingga mesin tidak mau distater.

Beberapa komponen yang sering rusak pada dinamo starter antara lain ;

  • Brush/sikat didalam rotor yang aus sehingga menimbulkan perpindahan energi listrik yang kurang maksimal.
  • Terminal dinamo starter terbakar, ini bisa disebabkan karena ada celah pada terminal ini sehingga menimbulkan efek terbakar yang menjadi resistansi/hambatan. Hambatan ini akan mengurangi tegangan listrik yang masuk ke motor starter sehingga motor starter tidak bisa bekerja maksimal.
  • Suhu dinamo starter terlalu panas, panas berlebih bisa menganggu gaya elektromagnetik didalam motor starter. Sehingga kalau anda sering menemui kondisi dimana mesin tidak bisa distart saat panas, bisa jadi ini masalahnya.


Untuk solusinya, anda perlu mengganti beberapa komponen yag rusak. Jadi jangan mengganti satu unit motor starter karena akan sangat mahal, tapi misal yang rusak Cuma brush maka ganti brushnya saja. Untuk pekerjaan ini, anda harus menyerahkannya ke tangan profesional.

3. Kunci mobil rusak

Khusus untuk mobil yang dilengkapi sistem immobilizer, bisa lebih aman karena kunci tidak lagi konvensional. Melainkan sudah menggunakan sistem penyamaan gelombang radio. Jadi kalau frekusensi antara kunci dengan receiver didalam mobil sama, maka mobil bisa distart. Tapi kalau beda meski kuncinya masuk, mobil tidak bisa dihidupkan.

Memang ini memberi kelebihan yang sangat baik, tapi ada satu kekurangan yakni saat secara tidak sengaja kunci terjatuh atau masuk ke genangan air.

Itu akan merusak perangkat pemancar gelombang didalam kunci, sehingga meski secara fisik kunci baik-baik saja tapi pas dimasukan ke kontak, mobil tidak bisa distarter.

Untuk masalah ini, anda perlu mengganti kunci mobil anda dengan yang baru. Nanti saat proses penggantian, ada juga proses reprogramming untuk menyamakan frekuensi gelombang kunci dengan receiver didalam mobil.

4. Fuse starter putus

Fuse atau sekering berfungsi sebagai pengaman komponen kelistrikan dari korsleting. Dalam hal ini, fuses starter akan melindungi motor starter dari korsleting.

Saat korsleting terdeteksi, arus besar dari aki akan langsung mengalir menuju motor starter. Tapi karena ada sekering, arus besar tersebut justru membuat sekering putus sehingga dinamo starter akan aman namun karena rangkaian kelistrikannya putus otomatis motor starter tidak mau hidup.

Solusinya mudah, anda cukup mengganti sekering starter dengan sekering baru dengan kapasitas yang sama. Tapi kalau dalam waktu berdekatan sekering kembali putus, itu tandanya ada korsleting pada jalur kelistrikan motor starter. Coba anda cek dulu untuk memastikan korlseting itu, karena kalau ada korsleting listrik, seratus kali anda ganti sekering pun akan putus juga.

5. Tekanan kompresi drop

Untuk penyebab kelima, tidak terjadi pada sektor kelistrikan mesin. Kami anggap anda sudah faham tentang tekanan kompresi, intinya tekanan kompresi ini akan mempengaruhi keberhasilan pembakaran didalam mesin dan mempengaruhi tenaga hasil pembakaran tersebut.

Secara sederhana, kalau tekanan kompresi rendah ditambah suhu mesin masih dingin maka mobil akan sulit dihidupkan. Sementara kalau tekanan kompresi rendah namun suhu mesin sudah panas, mesin mobil masih bisa dihidupkan.

Artinya kalau anda sering mengalami gejala mesin susah hidup dipagi hari/saat mesin dingin, berarti itu masalah tekanan kompresi.

Beberapa komponen yang dapat menyebabkan tekanan kompresi drop antara lain ;

  • Blok silinder aus
  • Ring piston aus
  • Packing kepala silinder aus
  • Klep mesin bengkok


Selain mesin sulit hidup dipagi hari, gejala lain yang muncul adalah tenaga mesin yang berkurang dan kadang ada asap berwarna putih dari knalpot. Solusinya, anda perlu membongkar mesin untuk mengganti komponen yang aus.

6. Masalah sistem bahan bakar

Mesin mobil dapat hidup karena ada bahan bakarnya, kalau didalam ruang bakar tidak ada bahan bakar atau karena bahan bakar tidak sampai, otomatis mesin tidak bakal bisa dihidupkan.

Masalah terkait sistem bahan bakar ini, meliputi ;

  • Bensin didalam tanki habis
  • Fuel pump rusak, sehingga bensin tidak bisa disalurkan ke injektor
  • Filter bahan bakar bocor, biasanya terjadi pada klem/fitting yang kurang klop. Sehingga tekanan bensin drop dan bensin tidak bisa keluar melalui injektor
  • Selang bahan bakar pecah, ini sama kasusnya seperti masalah filter bahan bakar bocor
  • Injektor tersumbat sehingga menghambat bahan bakar yang harusnya keluar.


Untuk solusinya bagaimana ? kalau ada komponen yang rusak ganti, misal seperti fuel pump dan selang bahan bakar. Kalau klem selang kurang kencang, maka kencangkan hingga benar-benar klop. Yang terakhir, lakukan pembersihan atau flushing sistem bahan bakar untuk membersihkan sumbatan-sumbatan pada komponen sistem bahan bakar injeksi.

7. Salah satu sensor EFI rusak

Untuk masalah sistem EFI, tidak kami jabarkan secara panjang lebar karena ini sifatnya non viewable. Artinya dibutuhkan alat khusus berupa scanner untuk melihat kerusakan sensor atau aktuator EFI yang bermasalah.

Tapi anda bisa melihat ciri-cirinya kalau ada salah satu sensor EFI yang rusak. Yakni pertama mesin tidak bisa dihidupkan atau kalau bisa hidup akan brebet, dan kedua lampu cek engine akan berkedip.

Kalau gejala itu sudah muncul, segera hubungi bengkel resmi.

8. Timming pengapian bergeser

Apa mungkin timming pengapian bisa bergeser ? tentu saja apalagi kalau gejala mesin tidak bisa distarter ini muncul seusai perakitan bagian depan mesin. Misalnya sehabis mengganti timming chain, otomatis harus menyetting timming pengapian secara akurat.

Kalau geser satu mata gigi saja, itu bisa membuat mesin tidak mau hidup. Tapi masalah ini hampir tidak terjadi pada mobil yang tidak mengalami pembongkaran, jadi ini untuk info pelengkap saja.

9. Tidak menginjak rem/kopling

Dan penyebab yang terakhir kami rasa cukup sepele, mengapa ? ada beberapa mobil terutama matic, yang mengharuskan kita menginjak rem untuk menghidupkan mesin. Dan beberapa mobil manual juga harus menginjak pedal kopling.

Entah karena anda pemula, atau sedang buru-buru hal sepele semacam ini bisa lupa. Sehingga seribu kali anda putar kunci ke posisi starter pun, mesin tidak akan menyala.

Jadi solusinya, pastikan gigi transmisi netral (untuk manual) atau posisi P (untuk matic), injak rem atau kopling, baru hidupkan mesin.

Kaca Mobil Berembun Saat AC Nyala ? Cek 3 Penyebab Berikut

Banyak pemilik mobil yang mengeluhkan kaca mobilnya berembun baik dibagian dalam maupun luar, padahal AC sudah dinyalakan. Kira-kira mengapa bisa demikian ? apa ada masalah ? lalu bagaimana cara mengatasinya ?

Simak ulasan berikut.


Embun merupakan hasil dari perbedaan suhu

Hal pertama yang perlu anda pahami, yakni embun itu merupakan proses alami akibat perbedaan suhu udara antara bagian dalam mobil dan luar mobil.

Ini disebut proses kondensasi, proses kondensasi atau pengembunan terjadi saat udara yang lebih panas tertahan oleh sebuah konduktor yang memiliki suhu lebih dingin. Sederhananya, kaca itu konduktor karena dapat menghantarkan panas, kalau suhu luar mobil lebih panas dari pada suhu kabin maka suhu kaca yang memisahkan dua ruang tersebut akan lebih rendah dari pada suhu udara luar.

Akibatnya udara bergerak dari suhu tinggi ke rendah, secara alamiah udara lebih panas tersebut akan bergerak mendekati kaca. Kalau kelembaban pada daerah tersebut tinggi, otomatis kandungan air dalam udara panas akan berubah menjadi embun karena suhu kaca yang lebih rendah.

Sehingga bagian luar kaca menjadi berembun.

Ini bisa anda lihat pada AC ruangan yang selalu mengeluarkan embun. Embun pada AC dihasilkan karena udara panas dari luar ruangan dihembuskan melewati evaporator yang memiliki suhu lebih rendah, ini sama saja dengan kejadian kaca berembun dimana udara panas bergerak ke arah konduktor yang suhunya lebih rendah.

Jadi kesimpulannya,


  • Apabila kaca bagian luar mobil berembun, tandanya suhu diluar mobil lebih panas daripada suhu kabin.
  • Apabila kaca bagian dalam mobil berembun, tandanya suhu dikabin lebih panas daripada suhu luar mobil.


Sekarang, mengapa bisa terjadi perbedaan suhu ? kita juga menyalakan AC ?

Selain sebagai pendingin ruangan, sistem AC juga dipakai untuk mencegah embun pada kaca mobil bagian dalam. Khususnya disaat hujan, saat hujan suhu luar mobil otomatis menurun. Sehingga suhu didalam kabin juga perlu diturunkan, kalau tidak maka terjadilah embun dibagian kaca dalam.

Untuk mendeteksi penyebab spesifik terkait kaca mobil anda yang berembun, anda perlu memperhatikan beberapa faktor.

  1. Misal disaat hujan, kaca bagian dalam mobil berembun tapi anda tidak menyalakan AC (hanya menyalakan blower) dengan alasan suhunya sudah terlalu dingin. Maka wajar saja terjadi pengembunan, karena suhu didalam kabin ternyata lebih panas dari pada suhu luar kabin.
  2. Misal disaat hujan, kaca bagian dalam mobil berembun padahal anda sudah menyalakan AC. Maka ini bisa mengindikasikan adanya kerusakan pada AC mobil anda, karena kalau AC dinyalakan pasti suhu kabin jadi menurun tapi kalau ternyata embun tersebut masih ada maka suhu didalam kabin kurang dingin.
  3. Misal kaca bagian luar mobil yang berembun, ini bisa terjadi karena anda menyetel AC terlalu dingin. Kalau anda sering naik bus, hal ini sering terjadi dimalam hari. Dimana suhu kabin sangat dingin sehingga ada embun di kaca bagian luar.


Jadi kesimpulan untuk penyebab embun pada kaca mobil, itu ada pada sistem AC mobil anda. intinya kalau ada perbedaan suhu yang signifikan antara bagian dalam dan luar mobil maka embun akan muncul.

Sekarang, bagaimana cara menghilangkan embun dikaca mobil tersebut ?

Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan, antara lain ;

1. Buka kaca samping

Cara pertama, yakni dengan menurunkan jendela pintu mobil. Cara ini lebih cocok digunakan saat anda berkendara di puncak dengan kondisi suhu luar dingin. Sehingga anda tidak perlu menyalakan AC dan suhu didalam kabin juga sama dengan luar karena kaca jendela terbuka.

Cara ini juga bisa digunakan untuk mobil yang Acnya bermasalah.

2. Mengelap kaca dengan lap kanebo

Cara paling simpel untuk menghilangkan embun dikaca bagian dalam, yakni dengan mengelapnya. Tapi kain yang digunakan untuk mengelap, harusnya kain khusus. Kalau bisa lap kanebo, karena lap ini mampu menyerap cairan dan bisa diperas dengan mudah.

Sementara untuk menghilangkan embun diluar mobil, anda bisa pakai wiper mobil anda. kalau ternyata kaca menjadi buram saat disapu wiper, semprotkan air washer. Dalam hal ini, anda perlu memastikan air washer dalam tanki sudah penuh.

3. Nyalakan window defogger

Memang tidak semua mobil dilengkapi dengan fitur defogger, fitur ini sebenarnya dipakai untuk menghilangkan lapisan embun pada kaca bagian belakang mobil. Karena tentu saja akan mengaggu pantauan pengemudi pada sisi belakang mobil.

Kalau mobil anda dilengkapi dengan fitur ini maka nyalakanlah beberapa saat hingga embun menguap. Cara kerja defogger ini, yakni dengan memanaskan kaca mobil. Sehingga lapisan embun bisa menguap.

Mungkin itu saja artikel detail tentang penyebab kaca mobil berembun, semoga bisa mebambah wawasan kita semua.