5 Perbedaan Ban Bias dan Ban Radial

Dilihat dari konstruksinya, ban dibedakan menjadi dua tipe yakni ban dengan konstruksi radial dan ban bias. Keduanya memang terlihat sama secara sekilas, tetapi kalau kita bedah lebih dalam kita akan menemukan kalau kedua ban ini memiliki perbedaan.

Selain konstruksi ban yang berbeda, kelebihan dan penggunaan ban bias dan radial juga berbeda. Jadi silahkan simak artikel dibawah agar kita bisa tahu untuk apa ban bias dan untuk apa ban radial.

Perbedaan Ban Radial dan Bias


Secara umum, perbedaan kedua tipe ban ini hanya pada struktur benang. Tetapi, kami tuliskan 5 itu termasuk perbedaan performanya.

1. Struktur benang

Ban pada dasarnya dibuat dari beberapa lapisan, ada lapisan belt yang merupakan rangka ban, ada sidewall yang merupakan bagian samping ban, dan lapisan tread yang merupakan permukaan ban. Struktur benang ini, ada pada lapisan belt selaku rangka atau komponen pembentuk ban.

Pada ban tipe radial, bentuk struktur benang lurus dari sisi kanan ke sisi kiri. Dengan kata lain, serat benang yang melingkar ini hanya terdiri dari satu arah.

Sementara ban tipe bias, memiliki bentuk benang saling menyilang. Sehingga benang-benang tersebut kalau diamati akan membentuk sudut sekitar 40 – 60 terhadap sumbu roda.

2. Ketebalan ban

Serat benang pada ban radial, terbuat dari serat baja lentur. Akibatnya, lapisan pada belt ini tidak perlu tebal karena serat baja ini memiliki ketahanan yang baik. Sehingga ban radial memiliki ketebalan yang lebih tipis.

Sementara ban bias, terbuat dari serat nylon atau polyester. Dimana serat tersebut tak sekuat serat baja sehingga bagian belt roda dibuat dengan beberapa lapis. Hal ini menyebabkan ketebalan ban menjadi lebih tebal.

3. Daya cengkram

Secara umum, daya cengkram ban itu dipengaruhi oleh bentuk dari tread atau pola permukaan ban. Namun konstruksi ban juga sedikit berpengaruh terhadap daya cengkram ban. Untuk ban radial dengan serat baja lentur memiliki daya cengram lebih baik terhadap jalan karena secara umum ban lebih lentur.

Sementara pada ban bias yang memiliki serat ban tebal, daya cengkram ban sedikit dibawah ban radial.

4. Pemakaian

Ban radial dengan bentuk ban tipis, memiliki daya cengkram baik dan ringan cocok digunakan untuk sepeda motor dan kendaraan-kendaraan ringan.

Sementara ban bias dengan tipikal serat tebal, sangat cocok dipakai pada kendaraan berbobot seperti mobil-mobil komersial, bus dan truk.

Apabila ban radial digunakan pada kendaraan berbobot besar, maka bagian sidewall ban yang tidak kuat. Hal ini berkaitan dengan lapisan ban radial yang tipis, sebaliknya kalau ban bias dipakai pada kendaraan-kendaraan ringan maka akan handling kurang dan kenyamanan juga kurang karena ban lebih keras dan berat.

5. Fleksibelitas

Secara umum, ban radial lebih fleksibel karena memiliki lapisan yang tipis. Meski memiliki lapisan ban tipis, ban tidak bocor karena dibagian permukaan utama ada beberapa layer pelapis ban. Jadi untuk ban radial, bagian sidewall atau samping saja yang terlihat tipis.

Sementara ban bias, seluruh lapisan ban baik permukaan utama dan sidewall memiliki serat berlapis. Sehingga kurang fleksibel. Sebenarnya fleksibelitas ban diperlukan untuk kenyamanan, tetapi untuk kendaraan berbobot berat mungkin fleksibelitas akan dinomor duakan demi ketahanan ban.

Jadi, kesimpulannya

Ban radial dan ban bias merupakan ban yang memiliki penggunaan yang berbeda. Ban radial digunakan pada kendaraan-kendaraan ringan, sementara ban bias digunakan pada kendaraan-kendaraan berat.

Sekian artikel tentang perbedaan ban bias dan radial, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Kerja Kopling Magnet Kompresor AC Mobil + Gambar

Sistem AC pada mobil, pada dasarnya sama seperti AC split dimana ada komponen kompresor, kondensor dan evaporator. Tapi pada mobil, semua komponen itu dibuat lebih simple agar bisa masuk ke dalam mobil.

Salah satunya kompresor, kompresor berfungsi untuk menekan freon agar dapat menyembur pada evaporator. Dalam melakukan kinerjanya, kompersor memanfaatkan putaran mesin. Tapi kompresor tidak bekerja selama mesin hidup karena ini berpengaruh terhadap suhu dan tekanan freon.

Lebih sederhananya, apabila kompresor tetap bekerja saat mesin digas (RPM tingg) tentu tekanan freon akan meningkat dan bisa menimbulkan kebocoran freon tentunya. Oleh karena itu, pada pulley kompresor terdapat sistem kopling. Lalu seperti apa cara kerja kopling kompresor ini ? mari kita bahas secara detail.

Pengertian dan Fungsi Kopling Kompresor


Kopling kompresor adalah perangkat yang digunakan sebagai pemutus dan penyambung putaran dari pulley kompresor ke poros kompresor. Jadi pada kompresor, pulley kompresor dan poros kompresor itu tidak terletak dalam satu tautan.

Pulley kompresor terhubung ke pulley mesin melalui V belt, sementara poros kompresor akan diam (idle) saat kopling kompresor off meski pulley kompresor sedang berputar kencang.

Lalu kapan kopling bekerja ?

Kopling akan ON saat kita menyalakan AC, saat kopling ON maka akan ada tautan antara pulley kompresor dan poros kompresor sehingga putaran pada pulley kompresor bisa diteruskan ke poros.

Meski fungsinya hampir sama dengan kopling powertrain, ini jelas memiliki sistem yang berbeda. Hal ini dikarenakan kopling pada kompresor menggunakan jenis magnetic clutch. Jadi kopling akan terhubung karena gaya tarik magnet.

Bagaimana Cara Kerja Kopling Magnet ?


Sebelumnya anda mungkin paham, kalau magnet itu memiliki daya tarik terhadap logam. Dengan kata lain apabila kita letakan logam diarea medan magnet maka logam akan bergerak sesuai arah medan magnet.

Pada sistem kopling magnet kompresor, ada tiga komponen utama yakni ;

  1. Pulley kompresor
  2. Metal clutch
  3. Magnetic coil


Pulley kompresor, berfungsi sebagai penerima putaran input dari pulley mesin. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pulley ini tersambung melalui V belt sehingga RPM pulley kompresor sama dengan RPM pulley mesin. Dalam sistem kopling, pulley ini mirip fungsinya seperti kampas kopling.

Metal clutch itu mirip plat penekan yang berfungsi untuk menekan pulley kompresor. Sama halnya seperti plat penekan, metal clutch akan menekan bagian pulley untuk menyambungkan putaran ke poros.

Magnetic coil adalah perangkat yang akan membentuk medan magnet, medan magnet ini yang akan menarik metal clutch supaya menekan pulley. Komponen ini memanfaatkan listrik untuk membentuk medan magnet.

Lalu seperti apa mekanismenya ?

1. Saat AC OFF

Dalam kondisi AC OFF, magnetic coil tidak mendapatkan arus listrik sehingga tidak ada kemagnetan pada coil. Karena hal ini, maka metal clutch tidak tertarik atau posisinya masih free. Pada posisi ini, ada celah antara permukaan metal clutch dengan permukaan pulley.

Karena celah itulah, sekencang apapun putaran pulley tidak akan membuat metal clutch berputar. Pada kondisi ini, kompersor belum bekerja sehingga AC masih OFF.

2. Saat AC dinyalakan


Ketika kita tekn saklar AC, maka HVAC control module atau processor pengontrol kelistrikan AC mobil akan mengirimkan arus listrik ke magnetic coil. Akibatnya, terjadi kemagnetan karena didalam magnetic coil ini terdapat inti besi yang dililit tembaga. Saat lilitan tembaga itu dialiri listrik maka akan ada daya tarik pada sekitar inti besi tersebut.

Daya tarik/daya magnet ini akan menarik metal clutch yang berbahan logam ke arah pulley. Hal ini akan membuat metal clutch menekan pulley compressor. Akibatnya putaran pada pulley bisa diteruskan ke metal clutch.

Sementara itu, metal clutch bertautan dengan poros kompressor, sehingga putaran pada metal clutch juga akan membuat compressor bekerja. Pada kondisi ini, tekanan freon naik menyebabkan adanya aliran freon didalam saluran AC sehingga AC terasa dingin.

Kopling Magnet Kompersor Bekerja Secara Otomatis

Hal itu dikarenakan tidak ada saklar yang bisa menghidupkan atau mematikan kopling magnet ini, saklar pada dashboard itu Cuma hanya menaktifkan skema kelistrikan AC secara keseluruhan. Jadi yang mengontrol kopling magnet itu HVAC control module dengan bantuan beberapa sensor.

Sensor apa saja ?


  • Refrigerant pressure sensor, untuk mendeteksi tekanan freon karena saat tekanan freon mencapai maksimal magnetic clutch akan off secara otomatis. Ini akan mencegah over pressure pada freon.
  • CKP sensor, digunakan untuk mendeteksi RPM mesin karena semakin tinggi RPM mesin maka semakin besar pula tekanan freon. Sensor ini akan mengetahui berapa RPM mesin sehingga mengindari adanya kelebihan tekanan.
  • Cabin temp sensor dan ambient temp sensor, dua sensor ini sama-sama mendeteksi temperatur pada cabin dan pada luar kabin. Fungsinya untuk sebagai feedback apakah suhu AC yang diset sudah tercapai atau belum. Kalau suhu sudah tercapai maka magnetic clutch akan off untuk menghindari AC terlalu dingin.


Tiga sensor utama ini, akan mengirimkan sinyal ke HVAC control module atau ECU. Pada ECU akan dilakukan perhitunga, hasil perhitungan ECU akan mengirim sinyal pada relay kopling magnet agar ON. Saat relay ini ON maka listrik mengalir dari aki ke magnetic coil.

Komponen Kopling Magnet Kompressor


  • Aki
  • Fuse
  • Relay
  • Sensor
  • ECU/HVAC control module
  • Magnetic coil
  • Metal clutch
  • Compressor pulley


Sekian artikel tentang cara kerja kopling pada kompressor AC. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Materi Blok Silinder – Pengertian, Fungsi, Komponen dan Jenisnya

Internal combustion engine, identik dengan piston. Piston ini bekerja untuk memanipulasi volume ruang yang akan dijadikan ruang pembakaran. Lalu dimana piston ini bekerja ? ternyata piston bekerja didalam sebuah tabung silinder.

Tabung silinder ini, diletakan dalam sebuah blok yang kita kenal dengan sebutan blok silinder. Tetapi selain digunakan untuk meletakan tabung silinder, blok silinder ini juga masih memiliki fungsi yang lain.

Lalu apa ? agar lebih jelas mari kita bahas detail tentang blok silinder pada mesin.

Pengertian dan Fungsi Blok Silinder


Menurut Wikipedia, Blok silinder adalah struktur terpadu yang terdiri dari silinder dari motor bakar torak dan beberapa atau semua yang terkait struktur sekitarnya (bagian pendingin, bagian bukaan masuk dan keluar bagian, sambungan, dan crankcase).

Bisa disederhanakan, blok silinder merupakan base part atau komponen inti mesin yang digunakan untuk menopang semua bagian-bagian utama mesin seperti piston, kepala silinder, oil pan dan poros engkol.

Meski namanya blok silinder (ada kata silinder) bentuk blok silinder ini tidaklah melingkar seperti silinder. Hal ini dikarenakan fungsi utama yang sebagai penopang, desain blok silinder akan disesuaikan dengan peletakan semua komponen tersebut. Sehingga kalau anda lihat blok silinder pada mobil, maka bentuknya cenderung kotak tapi ada berbagai detail dan sudut.

Blok silinder, terbuat dari baja tuang. Artinya logam seperti baja dan campuran logam lain akan dilebur pada suhu yang sangat cair. Logam cair tersebut akan dimasukan kedalam sebuah cetakan untuk membentuk blok silinder. Teknik ini disebut juga dengan teknik pengecoran logam.

Lalu apa fungsi blok silinder ?


  • Sebagai dudukan silinder linner (tabung silinder)
  • Sebagai dudukan kepala silinder
  • Sebagai dudukan poros engkol dan oil pan
  • Sebagai tempat mount engine ke body mobil


Komponen dan Konstruksi Blok Silinder


Bentuk paling sederhana dari blok silinder, bisa anda lihat pada gambar dibawah. Gambar tersebut menerangkan desain blok silinder dengan konfigurasi 4 silinder in-line.


Sementara gambar dibawah, menerangkan gambar blok silinder 1 silinder yang biasa digunakan pada mesin sepeda motor.


Komponen-komponen yang terdapat pada blok silinder antara lain ;

  • Linner silinder, ini merupakan komponen berbentuk tabung yang dimasukan ke dalam blok silinder. Fungsinya sebagai lintasan pergerakan piston.
  • Engine compartements holder, adalah berbagai tempat untuk meletakan komponen mesin. Ini bisa dilihat dari lekukan disisi-sisi blok silinder dan adanya lubang baut.
  • Water jacket, merupakan selubung air yang terdapat pada sela-sela blok silinder. Selubung air ini akan dihubungkan ke pompa air yang juga diletakan pada blok silinder.
  • Oil feed, merupakan saluran oli yang ada di dalam blok silinder. Fungsi saluran oli ini adalah sebagai tempat sirkulasi oli mesin dari oil pan ke kepala silinder begitu pula sebaliknya.
  • Gasket, gasket adalah pelapis antara blok silinder dengan kepala silinder. Gasket ini fungsi utamanya untuk mencegah bocor kompresi.
  • Crankshaft seal, seal berfungsi untuk mencegah kebocoram oli mesin. Khususnya kebocoran melalui poros engkol. Ada dua buah crankshaft seal, yang masing-masing diletakan dibagian depan dan belakang.


Jenis- Jenis Blok Silinder


Dilihat dari bentuknya, ternyata blok silinder tidak hanya terdiri dari satu bentuk. Karena ada berbagai jenis blok silinder, antara lain ;

1. Mono cylinder

Mono cylinder adalah desain blok silinder dengan hanya satu tabung silinder. Jenis ini memiliki desain paling sederhana dan paling kecil, umumnya mono cylinder dipakai pada mesin sepeda motor untuk memperkecil ukuran total mesin.

2. In-line cylinder

Inline cylinder adalah desain blok silinder dengan lebih dari satu tabung silinder yang diletakan secara segaris/in-line. Karena silindernya didesain segari, maka mesin ini akan berbentuk agak memanjang. Meski demikian, secara umum mesin inline masih memiliki bentuk yang relatif kecil.

Tipe in-line cylinder, banyak diaplikasikan pada hampir semua mobil penumpang. Umumnya mobil menggunakan konfigurasi in-line 4 cylinder, artinya terdapat 4 buah tabung silinder yang diletakan secara segaris.

Selain konfigurasi diatas, ada pula konfigurasi in-line 3 cylinder yang digunakan pada mobil lebih kecil dan in-line 6 cylinder yang biasa digunakan untuk mesin truk/bus.

3. V cylinder


V cylinder merupakan konfigurasi mesin dengan banyak silinder yang diletakan secara beriringan dan membentuk huruf V. secara sederhana, tabung silinder akan diletakan secara beriringan tapi tetap menggunakan satu poros engkol, sehingga bagian bawah masing-masing silinder akan saling berdekatan agar mengarah pada poros engkol yang sama.

Umumnya, mesin dengan V cylinder ini dipakai pada mobil-mobil sport dengan kapasitas mesin diatas 3.000 cc. mesin dengan kapasitas diatas 3.000 cc, biasanya didesain dengan 6 hingga 12 cylinder. Kalau konfigurasinya in-line tentu akan sangat panjang, sehingga misal untuk 6 cylinder maka akan dibuat 3 – 3, artinya tiga in-line sebelah kiri dan 3 in-line sebelah kanan.

Namun, sepeda motor pun tak ketinggalan. Ada beberapa sepeda motor berkapasitas diatas 500 cc yang menggunakan desain V2. Artinya terdapat dua cylinder yang diletakan membentuk V.

4. Boxer

img : gfycat.com

Boxer adalah desain blok silinder yang saling berlawanan. Artinya misal untuk mesin 6 cylinder, maka masing-masing 3 silinder akan diletakan secara berlawanan dengan satu sumbu. Kelebihan mesin ini, memiliki bentuk yang tidak terlalu tinggi, sehingga pas apabila akan memiliki ruang mesin yang terbilang rendah.

Oversize Cylinder

Mungkin anda pernah mendengar istilah OV silinder. Istilah itu berarti memperbesar ukuran tabung silinder. Tujuannya beragam, ada yang karena blok silinder sudah aus atau karena ingin memperbesar kapasitas mesin meski hanya sedikit pengaruhnya.

Untuk melakukan oversize, dilakukan dengan membubut bagian dalam tabung silinder. Tentu ini dilakukan oleh profesional karena pembubutan tabung silinder harus sangat presisi.

Ada 4 tahap dalam pekerjaan oversize, yakni ;

  • 0,25 artinya tabung silinder akan dibubut untuk pertama kali dengan jarak 0,25 mm.
  • 0,50 artinya tabung sudah di OV sebelumnya dan akan di OV lagi 0,25 mm. sehingga pembesaran silinder total menjadi 0,50 mm.
  • 0,75 artinya ini adalah OV yang dilakukan ketiga kalinya.
  • 1 artinya OV yang dilakukan ke empat kalinya atau yang terakhir. Karena kalau tabung silinder sudah di over size sampai 1 mm maka ketebalan tabung ini akan semakin berkurang, sehingga kalau dibubut lagi akan melemahkan kekuatan silinder itu sendiri.


Mungkin itu saja artikel singkat tentang pengetian dan jenis blok silinder pada mesin motor atau mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau Tidak Sedap Didalam Mobil

Bicara mengenai bau, pasti semua orang ingin mencium bau yang wangi. Termasuk didalam mobil, kabin mobil yang didesain secara tertutup kalau terdapat sumber bau sedikit saja bisa menimbulkan bau yang sangat tidak sedap.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik mobil untuk memperhatikan kebersihan didalam mobil. Namun terkadang yang semakin membuat kita bingung, ada bau yang tidak sedap atau bahkan bau busuk yang tercium didalam mobil tapi kita sudah merasa menjaga kebersihan mobil.

Ternyata, penyebab bau didalam mobil itu tidak hanya dari kebiasaan pemilik mobil. Artinya meski anda sudah menjaga kabin sebersih mungkin, tidak menjamin kalau bau didalam mobil anda selalu wangi.

Beberapa hal yang menyebabkan bau didalam mobil antara lain ;

1. Asap rokok

Bagi sebagian orang, asap rokok akan terasa nikmat. Tetapi, kalau ada orang merokok didalam mobil maka akan ada potensi asap rokok yang melekat ke door trim, karpet jok, atau bahkan langit kabin. Asap rokok yang melekat pada bahan-bahan ini yang dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Jadi, meski sekarang tidak ada yang merokok didalam mobil coba pikirkan sebelumnya apakah ada orang yang sering merokok didalam mobil anda.

2. Atap kabin/jok yang basah

Pernahkan anda mencium bau baju yang tidak kering namun langsung disimpan dilemari, baunya pasti tidak sedap. Itu karena kandungan air yang terjebak pada kain dalam waktu yang lama dapat memunculkan bau dan jamur pada permukaan kain. Selain air, keringat yang menempel ke jok juga termasuk.

Tentu hal ini akan memunculkan bau yang tidak sedap. Dan kadang, bau seperti inilah yang sulit dideteksi. Karena mungkin kita merasa tidak pernah membasahi bagian interior mobil, dan mungkin saja itu merupakan tindakan ketidak sengajaan orang lain.

Intinya, kalau bagian kabin basah terus tidak dikeringkan maka akan meninggalkan bau yang tidak sedap.

3. Pembusukan sampah organik

Tak sedikit mobil yang dilengkapi tempat sampah mini, dan tak jarang pula tempat sampah ini diisi dengan sampah-sampah organik. Mungkin anda sudah tahu, kalau sampah organik mengalami pembusukan yang sangat cepat. Jadi wajar kalau dalam beberapa jam, kabin mobil bisa tercium bau busuk karena ada yang membuang kulit buah misalnya.

4. Ada tikus yang terjebak dan mati

Penyebab yang keempat juga berasal di luar kendali kita. Pasalnya, tikus memang sering masuk ke sela-sela mobil. Jadi kalau tikus kebetulan masuk ke sela-sela yang ada pada kabin kemudian terjebak dan mati, maka dalam beberapa hari anda akan mencium bau busuk yang sangat menyengat.

5. Filter AC yang sudah sangat kotor

Filter AC awalnya berfungsi sebagai penyaring udara yang dihembuskan sistem AC. Tetapi, kadang karena lupa atau bahkan tidak dibersihkan filter AC ini akan sangat kotor dan apek. Sehingga bau apek ini bisa menyebar lewat udara yang dihembuskan sistem AC.

6. Faktor dari luar kabin

Faktor dari luar kabin bisa termasuk bau kopling (saat menanjak khususnya), bau oli yang terbakar, atau bau wax apabila mobil anda baru saja dipoles. Intinya, kalau ada bau aneh yang tidak biasa dan tercium samar-samar, mungkin saja itu berasal dari luar kabin.

Lalu Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Didalam Kabin ?


Ada beberapa cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk menghilangkan bau didalam kabin, antara lain ;

1. Bersihkan semua isi kabin mobil anda

Semua isi didalam mobil yang bisa dikeluarkan, maka keluarkan semuanya. Dari tempat sampah mini, karpet, hingga barang-barang yang ada dibagasi juga keluarkan semua. Lalu, cek semua barang yang dikeluarkan tadi apakah sumber bau berasal dari salah satu barang atau tidak.

Kalau ada indikasi sumber bau, maka segera cuci. Untuk karpet mobil, anda bisa mencucinya menggunakan air sabun dan busa. Lalu jemur karpet ini.

Setelah semua isi kabin keluar periksa sela-sela kabin untuk menemukan apakah ada sampah atau bangkai hewan yang terselip. Karena seperti yang dikatakan diatas, sumber bau ini bisa berasal dari sela-sela kabin.

2. Buka filter AC dan bersihkan

Filter AC lokasinya ada didalam console atau laci sebelah kiri. Kalau anda melepas laci tersebut, maka anda akan melihat box yang didalamnya terdapat filter AC. Coba bersihkan filter AC menggunakan angin bertekanan rendah atau kalau tidak ada, anda bisa mengusap-usapnya dengan busa kering.

3. Kalau jok berbahan kulit, bisa dilepas dan dicuci

Terkadang, jok mobil dipenuhi keringat atau tumpahan air. Sehingga, sumber bau bisa berasal dari jok ini. Tapi apabila jok mobil anda dilengkapi sarung jok berbahan kulit atau apapun (kecuali beludru), anda bisa membersihkannya dengan mudah.

Bisa dengan menyikatnya menggunakan sikat halus, atau dengan mencucinya langsung dengan air sabun lalu keringkan.

4. Cek bagian lantai kabin, kalau ada kotoran bersihkan menggunakan air sabun

Sama halnya dengan jok, tapi untuk bagian langit dan jok anda cuku gosok bagian yang kotor menggunakan sikat gigi bekas yang dicelup ke air sabun. Tata caranya bisa anda cek pada artikel berikut Cara membersihkan jamur pada plafon mobil

Cara ini sederhana tapi mampu mengangkat jamur dan kotoran yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.

5. Bersihkan bagian door trim dan langit mobil menggunakan air sabun

Untuk bagian doortrim juga sama caranya dengan langkah yang diatas, tapi untuk door trim yang berbahan keras (plastic) supaya lebih efektif bisa anda gunakan busa.

6. Jemur mobil dengan kondisi semua pintu terbuka

Kalau urusan kabin sudah dibersihkan, dan anda tidak lagi mencium bau tidak sedap jangan dulu untuk memasukan semua barang. Tetapi jemur dulu mobil diarea yang teduh selama sekitar 30 menit dengan kondisi semua pintu terbuka lebar. Tapi kalau kondisi kabin cukup basah, anda harus menjemurnya dibawah terik matahari.

7. Beri pengharum ruangan

Terakhir anda bisa tambahkan pengharum ruangan untuk menyegarkan aroma kabin.

Selain 7 cara diatas, ada satu cara lagi yang paling efektif yakni dengan membawa mobil ke salon mobil. Dikatakan efektif karena kita Cuma menunggu, dan mobil akan digarap oleh tangan profesional. Jadi bisa dipastikan bersih meski harus merogoh kocek cukup dalam.

Yang perlu diperhatikan, kalau bau tidak sedap masih kategori ringan mending anda saja yang membersihkan tanpa harus membawanya ke salon mobil. Tetapi kalau bau tidak sedap muncul setelah mobil kebanjiran, mending langsung menghubungi salon mobil.

Mesin Diesel Common Rail – Pengertian, Kelebihan dan Cara Kerja

Mesin berbahan bakar solar atau biasa dikenal dengan mesin diesel banyak digunakan pada kendaraan berbobot berat seperti truk dan bus.

Tapi tidak menutup kemungkinan mesin diesel digunakan untuk dapur pacu mobil-mobil penumpang seperti SUV bahkan MPV. Hal ini ditambah pula dengan perkembangan dunia otomotif dimana sekarang sudah banyak sekali mobil bermesin diesel dengan teknologi common rail.

Lalu seperti apa sebenarnya bentuk dari mesin diesel common rail dan apa kelebihan dari mesin diesel common rail ini ? mari kita bahas selengkap-lengkapnya.

Pengertian Mesin Diesel Common Rail


Sistem common rail adalah mekanisme penyaluran bahan bakar solar dari tanki ke dalam ruang bakar secara langsung, dengan bantuan perangkat elektronik sebagai pengontrol volume bahan bakar yang disuplai.

Dengan kata lain, common rail itu seperti sistem EFI pada mesin diesel.

Perkembangan sistem common rail sendiri sebenarnya sudah dimulai dari tahun 1960-an, saat itu prototype dari mekanisme common rail telah diciptakan oleh Robert Hubber dari Swiss. Namun penggunaannya pada kendaraan, pertama kali dimulai pada tahun 1990-an di Jepang. Saat itu skema common rail dipakai pada mesin diesel alat berat.

Namun di era sekarang, mekanisme common rail sudah semakin disempurnakan oleh masing-masing insinyur developer kendaraan. Sehingga, mesin diesel common rail bisa diaplikasikan pada mobil MPV sekalipun. Contoh MPV yang menggunakan mesin diesel common rail adalah Chevrolet Spin 1.3 Diesel dan Ertiga Diesel.

Apa kelebihan common rail ?


  • Suplai bahan bakar lebih ideal karena dikontrol oleh ECU
  • Tenaga mesin lebih enteng
  • Emisi lebih ramah lingkungan
  • Suara mesin juga lebih tenang
  • Konsumsi bahan bakar lebih irit


Lalu Bagaimana Cara Kerja Mesin Diesel Common Rail ?


Dari penjelasan diatas, setidaknya anda sudah paham apa itu sistem common rail dan apa kelebihan sistem ini. Untuk anda yang masih penasaran tentang skema common rail, mari kita bahas lebih dalam tentang cara kerja dan konstruksi sistem common rail.

img ; nwfuel.ca

Seperti yang dikatakan diawal, sistem common rail itu merupakan sistem EFInya mesin diesel. Artinya sistem ini berperan pada sektor suplai bahan bakar. Dimana pada skema konvensional, solar dari tanki akan disalurkan ke pompa tekanan tinggi.

Pompa tekanan tinggi ini tidak hanya sekedar menaikan tekanan solar. Pompa ini akan menaikan tekanan solar secara spontan dan pada timming tertentu. Bisa dikatakan, untuk mesin diesel konvensional 4 silinder maka ada 4 chanel pada pompa yang masing-masing akan bekerja secara bergantian sesuai timmingnya.

Sehingga kalau ada pertanyaan, bagaimana solar bisa mengabut pada injektor tipe konvensional ?

Jawabannya solar dapat mengabut karena ada peningkatan tekanan solar yang signifikan secara spontan. Dimana ujung injektor (nozle) sudah dibuat dengan lubang super kecil. Sehingga saat solar bertekanan tinggi berinteraksi dengan ujung nozle tersebut, maka solar akan mengabut.

Tapi pada sistem common rail sedikit berbeda. Dimana letak perbedaanya ?

Sistem common rail tetap memiliki pompa tekanan tinggi, namun fungsi pompa ini disederhanakan hanya untuk menaikan solar secara konstan. Artinya tidak seperti pompa tipe konvensional yang hanya akan menaikan tekanan solar saat mencapai timming, melainkan pompa common rail ini akan terus menekan solar untuk menjaga tekanan solar tetap tinggi (stabil).

Dan yang berbeda lagi, ada pada bagian injektor. Injektor pada sistem common rail dibuat normaly closem, artinya dalam kondisi off injektor akan tertutup rapat tanpa celah sedikitpun. Ketika timming pengapian tercapai, maka solenoid akan membuka nozle sehingga akan ada celah pada ujung injektor.

Hasilnya, solar yang sebelumnya sudah dalam kondisi full pressure otomatis keluar dengan kondisi terkabut karena lubang pada nozle yang dibuka soleniod ini juga cukup kecil.

Dan yang mengendalikan kapan solenoid terbuka, itu adalah ECU selaku otak atau processor utama dari sistem common rail.

Jadi, secara lebih sederhana


Perbedaan mekanisme diesel konvensional dan diesel common rail ada pada metode penginjeksian solar. Dimana pada tipe konvensionak, injekor dibuat agar tetap terbuka dan tekanan solar yang akan mengontrol. Sementara pada mekanisme common rail, tekanan solar dibuat tetap stabil dan injektor yang akan mengontrol.

Lebih detail tentang bagaimana common rail bekerja, bisa anda lanjutkan pada artikel berikut cara kerja sistem common rail.

Lalu bagaimana cara ECU mengontrol injektor ?

Tentu ini adalah tugas dari perangkat elektronik. Perangkat ini pula yang akan mengatur RPM dari mesin dengan mengatur volume solar yang diinject didalam ruang bakar. Secara kasar ada tiga kelompok perangkat elektronik yang digunakan yakni ;
Sensor
ECU
Aktuator

1. Sensor

Sensor adalah perangkat pendeteksi, artinya sensor akan mendeteksi semua informasi yang diperlukan untuk menghitung berapa bahan bakar yang ideal. Sensor ini tidak hanya satu, karena yang diukur itu ada lebih dari satu. Beberapa sensor yang ada pada sistem common rail antara lain ;

  • IAT (intake air temperature) untuk menghitung suhu udara intake.
  • MAF (mass air flow) untuk menghitung masa udara berdasarkan kecepatan aliran.
  • MAP (manifold air pressure) untuk menghitung tekanan didalam intake untuk menentukan beban mesin.
  • CKP (crankshaft position) untuk menghitung RPM mesin.
  • CMP (camshaft position) untuk mencari tahu timming atau posisi silinder mesin.
  • ECT (engine coolant temperature) untuk menghitung suhu mesin.
  • APP (accelerate pedal position) menghitung sudut pembukaan peda gas untuk menerjemahkan RPM mesin yang dikehendaki pengemudi.


2. ECU

ECU (electronic control unit) adalah perangkat processor yang berfungsi memproses semua informasi yang didapat dari semua sensor. ECU terbuat dari serangkaian IC dan perangkat elektronik lain seperti CPU pada komputer.

Bentuk data komunikasi pada ECU umumnya menggunakan tegangan (analog), dimana nominal tegangan akan mengartikan informasi tertentu. Namun ada pula ECU yang sudah menggunakan skema digital.

Lebih lengkap, Penjelasan lengkap tentang ECU pada mobil

3. Aktuator

Aktuator adalah perangkat output yang akan melaksanakan perintah dari ECU. Dalam hal ini, solenoid didalam injektor berperan sebagai aktuator. Hasil perhitungan dari ECU akan berupa tegangan dengan interval tertentu, tegangan ini akan disalurkan ke masing-masing injektor. Tugas aktuator/solenoid adalah mengkonversi tegangan dari ECU ke bentuk gerakan pembukaan nozle sehingga solar dapat mengabut.

Selengkapnya tentan komponen pada sistem common rail, bisa anda simak pada artikel berikut 8 komponen sistem common rail dan fungsinya.

Sekian artikel singkat tentan materi sistem common rail, semoga menambah wawasan kita.

Materi Kepala Silinder – Pengetian, Cara Kerja dan Komponen

Dalam mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) terjadi konversi energi dari panas ke gerak melalui proses pembakaran. Pembakaran ini terjadi didalam mesin, tepatnya diatas piston. Sementara piston bekerja didalam blok silinder.

Namun, sebenarnya pembakaran ini tidak terjadi didalam blok silinder. Hal ini karena komponen blok silinder hanya berbentuk kotak dengan rongga berbentuk silinder. Rongga tersebut digunakan sebagai lintasan piston untuk bergerak naik turun.

Namun, agar pembakaran dapat terjadi maka sisi permukaan atas blok silinder perlu ditutup. Dan yang bertugas sebagai penutup ini adalah kepala silinder.

Selain sebagai penutup blok silinder, kepala silinder juga masih memiliki fungsi yang lain dan ternyata ada beberapa jenis kepala silinder yang banyak dipakai pada mesin. Mari kita bahas secara detail dibawah.

Pengertian dan Fungsi Kepala Silinder


Head cylinder adalah komponen penutup blok silinder yang bertugas menutup rongga silinder, dimana ruang yang ditutup tersebut adalah ruang pembakaran. Sehingga, dengan adanya penutup ini maka pembakaran bisa terjadi.

Apabila blok silinder disebut sebagai base engine part atau komponen basic mesin, maka kepala silinder disebut second base karena komponen ini juga menjadi basis beberapa komponen yang ada pada mesin bagian atas.

Beberapa fungsi blok silinder antara lain ;

  • Sebagai penutup blok silinder
  • Sebagai tempat terjadinya pembakaran karena dikomponen inilah ruang bakar diletakan
  • Sebagai komponen untuk meletakan komponen mesin lain seperti mekanisme katup, manifold dan busi/injektor


Kepala silinder, awalnya terbuat dari baja tuang yang dibuat melalui teknik cor sama seperti blok silinder. Namun, hal itu memiliki kelemahan. Yakni bobotnya yang terlalu besar, bobot besar tersebut secara keseluruhan akan membebani kinerja mesin itu sendiri.

Sehingga, pembuatan kepala silinder terbaru sudah menggunakan paduan aluminium. Kalau anda lihat, komponen kepala silinder pada mobil-mobil baru umumnya berwarna silver. Ini dikarenakan bahan penyusunnya sudah dicampur dengan aluminium.

Aluminium head cylinder ini, memiliki kelebihan pada bobot yang ringan namun tetap kuat. Sehingga tidak membebani kinerja mesin dan mampu menahan pembakaran mesin.

Bagaimana Cara Kerja Kepala Silinder ?

Kepala silinder merupakan static part, artinya komponen ini bersifat statis atau tidak bergerak. Karena fungsinya memang hanya sebagai penutup bagian atas blok silinder. Jadi setelah kepala silinder terpasang diatas blok silinder, maka pembakaran didalam mesin bisa terjadi.

Sehingga bisa dikatakan, tidak ada mekanisme pada kepala silinder. Yang ada, hanya mekanisme komponen didalam kepala silinder. Seperti mekanisme katup OHC.

Komponen Didalam Kepala Silinder


Tiap jenis mesin tentu berbeda, tapi sebagai acuan pada mesin mobil 4 silinder OHC maka setidaknya akan ada komponen berikut didalam kepala silinder.


  1. Ruang bakar, pada mesin bensin bentuk ruang bakar hanya berupa cekungan yang ada dipermukaan bawah kepala silinder. Cekungan ini akan dipaskan dengan permukaan atas piston, dengan kata lain saat akhir langkah kompresi gas bertekanan tinggi akan terkumpul pada cekungan ini.
  2. Katup intake & exhaust, sebagai pintu keluar masuk material dari luar ke dalam ruang bakar.
  3. Mekanisme katup OHC, merupakan mekanisme yang menentukan kapan katup intake terbuka dan kapan katup exhaust tertutup.
  4. Busi, berfungsi sebagai pemicu pembakaran. Busi akan diletakan tepat pada titik tengah kepala silinder. Namun pada mesin diesel, keberadaan busi diganti injektor.
  5. Lubang oli, lubang oli ini ada disela-sela kepala silinder. Fungsinya sebagai lanjutan jalur sirkulasi oli dari blok silinder.
  6. Saluran air pendingin, saluran ini juga berfungsi sebagai jalur lanjutan sirkulasi air pendingin dari blok silinder untuk mendinginkan kepala silinder.
  7. Intake manifold, merupakan pipa untuk mengalirkan udara bersih dari luar dan mencampur bensin kedalam udara dengan porsi yang ideal.
  8. Exhaust manifold, merupakan pipa untuk mengalirkan gas sisa pembakaran ke knalpot.
  9. Cover kepala silinder, merupakan tutup kepala silinder yang akan menutup bagian atas kepala silinder. Pada cover ini pula biasanya diletakan tutup oli yang digunakan untuk tempat pengisian oli mesin.


Mungkin itu saja artikel singkat tentang pengertian dan komponen didalam kepala silinder mesin. Semoga dapat menambah wawasan kita semua.

Cara Kerja Mesin 4 Tak (4-Stroke Engine) Disertai Gambar Proses

Mesin 4 tak adalah salah satu jenis mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) yang memiliki 4 proses kerja dalam satu siklus mesin. 4 proses kerja tersebut, bekerja secara berurutan sehingga membuat poros mesin dapat berputar secara berkesinambungan.

Perlu diketahui dahulu bahwa mesin pembakaran dalam merupakan jenis mesin yang melakukan konversi energi panas ke energi gerak didalam sebuah ruang bakar.

Prinsip kerja mesin pembakaran dalam ini, yakni memanfaatkan daya leda (expansion) yang terbentuk saat sebuah gas terbakar. Secara sederhana dapat dikatakan gas bertekanan akan dibakar didalam suatu ruang, daya ledak dari pembakaran tersebut dimanfaatkan untuk menggerakan poros engkol mesin.

Lalu, dilihat dari proses pembakarannya mesin pembakaran dalam dibagi menjadi dua. Yakni ;

  • 2-stroke engine, mesin ini hanya memiliki dua proses kerja dalam satu siklus.
  • 4-stroke engine, mesin yang memiliki 4 proses kerja dalam satu siklus.


Untuk mesin 2 tak atau 2-stroke engine, bisa anda simak artikelnya disini (prinsip kerja mesin 2 tak). Sementara diartikel kali ini, kita akan bahas prinsip kerja mesin 4 tak.

Prinsip Kerja Mesin 4 Tak


Prinsip kerja mesin 4 tak yakni “untuk menghasilkan gerak putaran engkol yang berkesinambungan maka diperlukan banyak siklus pada mesin. Satu siklus mesin 4 tak, menghasilkan satu kali pembakaran pada dua kali putaran engkol dengan 4 proses yang berurutan”.

4 proses tersebut yakni ;

  • Langkah hisap (intake stroke)
  • Langkah kompresi (compression stroke)
  • Langkah usaha (power stroke)
  • Langkah buang (exhaust stroke)


Lalu bagaimana urutan langkah-langkah diatas sehingga dapat menghasilkan satu siklus kerja mesin 4 tak ?

1. Langkah hisap

Langkah hisap adalah suatu proses dimana gas (campuran udara dan bahan bakar dengan kadar tertentu) dimasukan kedalam sebuah ruang tertutup, pada mesin ruangan ini disebut sebagai ruang bakar.

Cara kerjanya, pertama diawali dari piston yang posisinya pada TMA (titik mati atas). Posisi TMA maksudnya, posisi piston ada paling atas didalam blok silinder. Posisi ini, akan meninggalkan sedikit sekali ruang didalam ruang bakar.

Namun, saat langkah hisap berlangsung piston akan bergerak turun. Sehingga volume ruang bakar akan semakin besar, dan imbasnya kevakuman didalam ruang bakar juga semakin besar. Pembesaran volume ruang bakar akibat gerakan piston ke bawah ini, akan menyedot gas yang telah disiapkan untuk masuk ke ruang bakar yang membesar tadi.

Dari mana gas bisa masuk ke ruang bakar ?

Yang tak boleh dilupakan, mesin 4 tak itu memiliki mekanisme katup yang dapat mengatur kapan katup hisap terbuka sesuai timming (pas saat langkah hisap). Dalam hal ini, saat langkah hisap katup hisap akan terbuka sehingga gas dari dalam intake manifold bisa masuk dengan mulus kedalam ruang bakar.

Pada akhir langkah hisap, posisi piston ada pada TMB (titik mati bawah) yakni posisi dimana piston terletak di ujung bawah blok silinder sehingga ruang bakar yang terletak diatas piston volume maksimal dan sudah terisi penuh oleh gas yang siap dibakar.

2. Langkah kompresi

makalah mesin diesel 2 tak

Langkah kompresi adalah sebuah proses untuk menaikan tekanan dan temperatur gas, tujuannya agar daya ledak atau expansi yang dihasilkan saat pembakaran bisa lebih maksimal.

Mungkin anda pernah melihat sebuah petasan yang meledak. Mengapa petasan bisa meledak ? dan ada daya expansi juga ? itu karena ada bubuk peledak yang dibakar didalam ruang tertutup. Pada mesin pun demikian, namun mesin tidak menggunakan bubuk peledak melainkan menggunakan gas.

Tipikal gas ini mudah menyesuaikan ruang dan mudah terbakar namun daya expansinya rendah. Untuk meningkatkan daya expansi, salah satu cara yang digunakan adalah dengan menaikan tekanan dan temperatur gas tersebut.

Langkah kompresi dimulai ketika piston yang ada pada posisi TMB bergerak ke TMA (bergerak keatas). Sebelumnya pada akhir langkah hisap, ruang bakar yang ada pada volume maksimal sudah terisi penuh dengan gas. Sedangkan pada langka kompresi, piston kembali bergerak keatas dengan kata lain gerakan ini semakin mengecilkan volume ruang bakar.

Pada kondisi ini, katup intake dan katup exhaust tertutup rapat. Sehingga pengecilan volume ruang bakar, akan mengkompresi gas yang ada didalam ruang bakar. Sampai akhir langkah kompresi, tekanan dan temperatur gas ini sudah dalam level tertingginya sehingga siap untuk dibakar.

3. Langkah usaha

modul mesin 4 tak.pdf

Langkah usaha bisa diartikan sebagai main stroke, karena pada langkah ini pembakaran terjadi. Sebelumnya pada akhir langkah kompresi, posisi piston sudah ada diatas dengan gas didalam ruang bakar sudah dalam kondisi full pressure dan high temperature.

Dalam kondisi tersebut, sedikit pemicu (seperti percikan listrik) saja sudah dapat mampu membakar gas. Sehingga saat langkah usaha berlangsung, busi akan memercikan api. Hasilnya, gas bertekanan tinggi terbakar dan menimbulkan daya ledak yang cukup besar.

Namun konstruksi mesin sudah dibuat sedemikian rupa agar kuat menahan daya ekspansi. Sehingga daya ledak dari pembakaran tersebut bisa diarahkan untuk kembali menggerakan piston kearah bawah. Dari dorongan ekspansi inilah tenaga dari mesin terbentuk.

Dengan kata lain, mengapa piston bisa bergerak naik turun sendiri didalam mesin ? itu karena pengaruh dari dorongan atau daya ledak saat pembakaran terjadi. Daya ekspansi itu memiliki daya cukup besar sehingga tak hanya dapat menggerakan piston naik turun tapi juga dapat menggerakan powertrain mobil hingga mobil dapat melaju dengan kencang.

4. Langkah buang


Langkah buang adalah langkah terakhir dari siklus motor 4 tak, pada langkah ini terjadi pembuangan gas sisa pembakaran dari dalam ruang bakar menuju knalpot.

Prosesnya berlangsung saat piston menerima daya ekspansi, piston bergerak ke TMB. Sesampainya di TMB, piston langsung bergerak keatas karena mekanisme poros engkol. Saat piston bergerak ke TMA ini, katup exhaust terbuka. Sehingga piston langsung mendorong gas sisa pembakaran untuk keluar melalui pipa exhaust manifold.

Selanjutnya, saat piston sampai di TMA katup buang akan tertutup dan kembali lagi ke langkah hisap untuk melanjutkan siklus mesin yang berikutnya.

Bagaimana mekanisme engkol bekerja ?

Kita tentu tahu, initi gerakan mesin 4 tak diatas adalah gerakan piston yang hanya naik turun didalam sebuah silinder. Namun, output dari mesin bukan gerakan bolak balik melainkan gerakan rotasi. Ternyata ini dikarenakan adanya mekanisme poros engkol.

materi motor 4 tak.pdf

Mekanisme poros engkol, akan mengubah gerakan naik turun piston menjadi gerakan rotasi. Prinsip kerjanya mirip seperti anda mengayuh sepeda. Dimana lutut berperan sebagai piston, kaki sebagai batang piston, dan kayuhan sebagai poros engkol.

Sekian materi singkat tentang cara kerja mesin 4 tak, semoga bisa menambah wawasan kita semua.