-->
The Basic Different 2 Stroke and 4 Stroke Engine You Must Know

The Basic Different 2 Stroke and 4 Stroke Engine You Must Know

 If we talk about motorcycles, many motorcycles were use 2 stroke engine in the past. But now, all motorcycle use 4 stroke engine. Why 2 stroke engine isn’t popular right now ?

In fact, it’s not. If we see the exhaust of 2 stroke engine, it has smoke. And this smoke, is kind of pollution. So, 2 stroke engine is no more used.

But what is the different between 2 stroke and 4 stroke engine ?

The source where the power of engine come from

Before we continue, there is one thing we need to understand. The engine produce rotational motion because there is combustion inside. These combustion, has expansion energy that pushes the piston. So the motion is created.

The point, the engine power is come from this combustion.

The 2 stroke engine, has 2 processes to do a combustion. While the 4 stroke engine, has 4 processes to do a combustion.

But what means processes Inside the engine ?

In simple terms, when piston move upward or downward, it is a stroke. It means, when piston move like this, it means the piston has done one process. And when the piston move back, it is one stroke. So overall, the piston has done two processes.

From this explanation, we know that the basic different between 2 stroke engine and 4 stroke engine, is on the number of processes.

4 Stroke Engine Processes

In 4 stroke engine, the processes consists of intake stroke, compression stroke, combustion stroke, and exhaust stroke. When the piston move down for the first time, it is intake stroke. Or, the air and fuel sucked inside the combustion chamber.

When piston move back upward, it Is compression stroke. This process use to press the air and fuel mixture. So that the temperature and pressure rise significantly.

When piston has reached the top position, spark plugs on. So the combustion occurs. The combustion pushes the piston. So the piston move down for the second time. It is combustion stroke. From this process, the energy is come from.

Then piston move upward. This time, the piston movement pushes the residual gas to the exhaust pipe. It is exhaust stroke. after the piston has done all process, it called a cycle.

After that, piston continue to move down to do the intake stroke for the next cycle.

Now, how about 2 stroke engine ?

In fact, 2 stroke engine has same processes with the 4 stroke engine. It consists of intake, compression, combustion, and exhaust stroke. But, in 2 stroke engine, 2 processes are completed by a piston movement.

So from this position, piston move upward. It make the crankshaft chamber expand. So that the air and fuel mixture sucked inside the crankshaft chamber. Then piston move down. Now, the crankshaft chamber is shrink, and intake port closed by pistob wall.

So that, the piston movement pushes the air fuel mixture into the combustion chamber via transfer port. So in this position, combustion chamber has filled with air fuel mixture.

Then piston move upward. It make the combustion chamber shrink. So that air fuel mixture is compressed. It called compression stroke. While in the bottom of piston, the crank chamber is expand. So that, the intake process is running.

In other word, in this stroke, there are two processes. Intake and compression.

When piston reached the top position, spark plug on. So that the combustion occurs. This combustion pushes the piston. So the piston move down. It is combustion process. In the bottom of piston, the crank chamber is shrink. So that the air fuel mixture is pushed into combustion chamber.

But, inside the combustion chamber there are residual gasses after combustion.

Evidently, when the piston move down, exhaust port is open. And it make the air fuel mixture from crank chamber, push the residual gas to flow out trough the exhaust port. It is exhaust processes. In other word, the second stroke consist of combustion and exhaust processes.

From that explanation, we know that the different between 2 stroke and 4 stroke engine is very basic. 

But how about the smoke ? why 2 stroke engine has smoke ?

The smoke occurs because there are less oil burn. The oil come from crank chamber and come into combustion chamber with the air fuel mixture.

So the smoke in 2 stroke engine is normal for the smoke is not too concentrated. But, if 4 stroke engine smoky, it is not normal. Because 4 stroke engine doesn’t have way the oil to come into combustion chamber.

That’s the explanation about the different between 2 stroke and 4 stroke engine.

5 Sumber Energi Yang Dapat Diperbaharui

Energi adalah materi penting untuk kehidupan manusia, kehidupan kita tak pernah lepas dari energi. Sebut saja untuk makan, dari memproduksi hingga memasak makanan kita membutuhkan energi.

 

Entah itu berasal dari bensin, solar, ataupun energi listrik.

 

Mungkin kalau kita bicara soal sumber energi, listrik dan minyak bumi yang paling mencolok. Kita semua tahu minyak bumi itu tidak dapat diperbaharui dan listrik sebenarnya bukan sumber energi, melainkan hanya jenis perubahan energi. Untuk mendapatkan listrik harus ada sumber energi lainya.

 

Sumber energi merupakan sumber atau asal muasal energi itu ada. Jadi sebuah materi dikatakan sebagai sumber energi kalau pada materi atau bahan tersebut mengandung energi yang dapat digunakan langsung.

 

Lalu apa saja sumber energi yang dapat diperbaharui ?

 

1. Biofuel

 

Bahan bakar bio adalah bahan bakar yang didapat dari tumbuhan tanpa melewati proses dekomposisi selama ribuan tahun.

 

Mengapa demikian ?

 

Karena bahan bakar fosil pun asalnya dari materi organik, tapi bahan bakar fosil ini mengalami proses dekomposisi alami dalam tekanan  dan suhu tinggi selama ribuan bahkan jutaan tahun.

 

Sementara biofuel didapat langsung dari tumbuhan tanpa melalui proses yang cukup lama. Tapi tidak semua tanaman bisa dijadikan biofuel, contohnya adalah kelapa sawit yang digunakan sebagai pengganti solar.

 

Lalu gas metana yang diperoleh dari hasil samping pengomposan sampah organik.

 

2. Angin

 


Angin yang terbentuk secara alami ternyata merupakan sumber energi. Karena hembusan angin memiliki energi yang bisa kita manfaatkan.

 

Pemanfaatan energi angin yang paling umum adalah sebagai penghasil energi listrik melalui kincir angin.

 

3. Aliran air

 


Selain angin, air yang mengalir juga memiliki energi. Aliran air ini dalam debit yang besar bahkan bisa menghancurkan bangunan.

 

Pada waduk atau air terjun, energi yang dihasilkan bisa lebih besar dibandingkan aliran datar. Oleh sebab itu sering diletakan turbin untuk memanfaatkan aliran tersebut menjadi energi listrik.

 

Energi dari aliran air dikatakan sumber energi terbarukan karena aliran air akan selalu terbentuk selama siklus air berjalan.

 

4. Panas bumi

 


Panas yang dihasilkan inti bumi juga bisa dikategorikan sumber energi yang dapat diperbarui, alasannya suhu inti bumi itu cukup panas, bahkan menurut wikipedia, suhu di pusat bumi itu mencapai 5400 derajat celcius.

 

Sehingga kerak bumi pun pasti akan panas meski tidak sepanas pusat bumi.

 

Energi panas ini, bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

 

5. Sinar matahari

 

Sinar matahari merupakan energi gratis yang dapat diperbaharui. Kita tahu sinar matahari berasal dari pusat tata surya kita yakni matahari. Yang energinya akan selalu adaa.

 

Panas yang dipancarkan ini, bisa kita gunakan untuk mengeringkan pakaian atau yang sekarang populer untuk menghidupkan solar panel.

 

6. Kayu

 

Nah yang tidak boleh dilupakan, kayu juga menjadi sumber energi yang bisa diperbaharui. Sejak zaman dahulu, kayu sudah dimanfaatkan sebagai bahan bakar tungku atau untuk memasak.

 

Dengan kata lain, kayu memiliki sumber energi (panas) yang bisa digunakan untuk kehidupan manusia.

 

7. Tenaga hewan

 


Sebelum kendaraan bermotor populer, delman menjadi kendaraan yang banyak ditemui. Dokar ini memanfaatkan tenaga hewan (kuda) untuk menariknya.

 

Selain kuda, kerbau juga sering dimanfaatkan tenaganya untuk membajak sawah.

 

Nah itulah 7 sumber energi yang bisa diperbaharui, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Apakah Minyak Bumi Dapat Diperbarui ? Ini Penjelasannya

Bensin dan solar merupakan sumber energi yang sangat berguna bagi manusia terutama untuk menjalankan mesin dan kendaraan.

 

Tapi pertanyaanya, minyak bumi bisa diperbarui apa tidak ?

 

Kalau tidak bisa, itu artinya suatu saat stok minyak bumi akan habis ?

 

Sayangnya, bensin dan solar merupakan produk minyak bumi yang TIDAK BISA diperbarui.

 

Mengapa minyak bumi tidak bisa diperbarui ? nah kita akan membahasnya secara mendalam.

 


Minyak bumi adalah cairan yang sangat mudah terbakar yang terbentuk dari materi organik. Jadi, bensin yang sering dituangkan di motor kita itu asalnya dari bahan-bahan organik tapi, ada proses dibalik pembentukannya.

 

Jadi secara sederhana, proses pembentukan minyak bumi dimulai dari bahan organik seperti sisa tumbuhan, jasad renik, kayu dan lainnya yang jatuh ke sungai, lalu terbawa ke lautan bersama lumpur.

 

Karena materi organik ini ada pada lumpur maka bahan organik tersebut langsung turun ke dasar lautan. Semakin lama, materi organik yang ada didasar laut bersama lumpur semakin tertimbun sehingga bahan organik tersebut mendapatkan tekanan dari laut dan timbunan diatasnya.

 

Dalam waktu ribuan hingga jutaan tahun, bahan organik yang mendapatkan tekanan dari laut serta mendapatkan suhu tinggi dari panas bumi, mengalami dekomposisi. Tapi tidak terdekomposisi menjadi kompos melainkan menjadi gelembung-gelembung hidrokarbon yang kita kenal dengan minyak bumi.

 

Lumpur yang membawah bahan organik tersebut, lama kelamaan juga mengeras menjadi batuan sedimen yang memiliki pori-pori dimana ditengah batuan itu terdapat bahan organik yang terdekompossi.

 

Hasil dekomposisi bahan organik berupa gelembung hidrokarbon keluar melalui pori-pori batuan menuju daerah cekungan dengan tekanan lebih kecil. Titik kumpul ini kita kenal sebagai trap, disinilah gelembung-gelembung hidrokarbon berkumpul menjadi sebuah cairan yang kita kenal dengan minyak bumi.

 

Nah, diarea trap ini proses penambangan dilakukan.

 


Dari penjelasaan ringkas diatas bisa kita simpulkan bahan pembentuk minyak bumi memang berasal dari bahan organik yang tentu saja bisa diperbarui.

 

Tapi, proses pembentukannya membutuhkan waktu hingga ribuan tahun sehingga ketersediaannya tidak dapat dipenuhi dalam waktu singkat.

 

Jadi, minyak bumi yang kita nikmati sekarang terbentuk dari proses yang diawali ribuan tahun yang lalu.

 

Bisa dibayangkan, apa yang terjadi jika penambangan besar-besaran dilakukan ?

 

Tentu, konsumsi lebih cepat dibandingkan produksinya. Sehingga suatu saat terjadi kondisi dimana cadangan minyak bumi sudah habis dan minyak bumi baru belum terbentuk. Inilah yang kita takutkan, padahal kalau tidak ada minyak bumi industri dan kendaraan akan sangat terdampak.

 

Oleh sebab itu, minyak bumi dimasukan kedalam SDA yang tidak dapat diperbarui karena proses pembentukannya sangat lama.

Berbagai Klasifikasi Sumber Daya Alam beserta Penjelasannya

Berbagai Klasifikasi Sumber Daya Alam beserta Penjelasannya

 Kita sangat beruntung hidup didunia ini karena diberikan sumber daya alam yang melimpah. Apalagi negara kita dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam.

 

Karena terlalu banyaknya SDA yang bisa kita temui, kadang kita malah bingung untuk mempelajarinya.

 

Oleh sebab itu, SDA diklasifikasikan dalam beberapa kategori.

 

Pengelompokan SDA ini, tidak bukan bertujuan agar lebih mudah dipelajari. Lalu apa saja klasifikasi sumber daya alam ?

 

A. Klasifikasi Sumber Daya Alam berdasarkan Materi

 

Berdasarkan materi penyusunnya, SDA ada empat yakni SDA hayati, dan SDA non-Hayati..

 

1. SDA Hayati

Sda ini lebih gampang disebut materi organik yang terdapat pada alam. Contohnya, mahkluk hidup seperti hewan, dan segala jenis tumbuhan.

 

2. SDA non-hayati

SDA non hanyati meliputi materi anorganik yang terdapat pada alam. Contohnya, air, udara, hasil tambang dan masih banyak lainnya. Intinya, SDA non hayati mengarah pada benda mati.

 

B. Klasifikasi Sumber Daya Alam berdasarkan tempat

 

Berdasarkan tempat ditemukannya, SDA dikelompokan menjadi 3 yakni ;

1. SDA teretris

Ini adalah segala sumber daya alam yang bisa kita temukan pada daratan (teretris = daratan). Contohnya, pohon, batubara, tanah dan lain sebagainya.

 

2. SDA akuatik

SDA akuatik adalah kelompok SDA yang terdapat pada perairan, contohnya ikan, terumbu karang, rumput laut dan lainnya.

 

3. SDA Udara

Sementara SDA udara berbentuk gas yang bisa kita temui pada udara seperti oksigen, nitrogen, dan gas lainya.

 

C. Klasifikasi Sumber Daya Alam berdasarkan Sifat

 

Berdasarkan sifat SDA itu sendiri, terdapat sumber daya alam yang bisa diperbarui dan ada yang tidak bisa diperbarui.

 

1. SDA diperbaharui

Kelompok SDA ini, keberlangsungannya bisa terjaga sampai kapanpun karena proses terbentuknya yang cepat sehingga ketersediaannya pada alam selalu melimpah. Contoh, hewan, tumbuhan, air, sinar matahari, dan biofuel.

 

2. SDA tidak dapat diperbaharui

Sementara kelompok kedua, memiliki proses pembentukan yang cukup lama sehingga penggunaan jauh lebih besar dibandingkan pembentukan. Ini membuat ketersediaannya pada alam semakin menipis sehingga bisa habis. contohnya, seperti hasil tambang (minyak bumi, gas alam, batubara)

 

D. Klasifikasi  Sumber Daya Alam berdasarkan Pemanfaatannya

 

Berdasarkan potensi pemanfaatannya, SDA diklasifikasikan menjadi beberapa jenis

 

1. SDA materi

Merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan bentuk fisiknya, misal emas sebagai perhiasan, kayu sebagai dekorasi, tanah sebagai batu bata, dan besi sebagai material bangunan.

 

2. SDA energi

Merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energi potensial yang terdapat didalamnya. Biasanya, energi pada SDA ini akan dikonversikan menjadi bentuk energi yang lain misal fisik atau listrik. contohnya, gas dan minyak yang diubah menjadi energi fisik oleh engine, batubara yang diubah menjadi energi listrik, kuda yang dimanfaatkan untuk menarik delman.

 

3. SDA ruang

Merupakan wilayah atau tempat untuk berbuat sesuatu. Contoh, sebuah area yang dijadikan pabrik. Maka salah satu SDA yang dimanfaatkan adalah sumber daya ruang. Tanpa ini, pabrik tidak akan berdiri karena tidak ada tempatnya.

 

4. SDA waktu

Merupakan SDA yang berhubungan dengan pemanfaatan waktu. Misal siang hari dimanfaatkan untuk bekerja, musim hujan dimanfaatkan petani untuk menanam padi, atau pada subtropis musim panas dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

 

Itulah beberapa klasifikasi sumber daya alam beserta contohnya. Semoga bermanfaat.

5 Jenis Mata Gerinda yang Sering Digunakan + Fungsinya

Mata gerinda atau beberapa orang menyebutnya batu gerinda adalah komponen bulat yang dipasangkan pada poros motor gerinda.


Jenis mata gerinda yang dipasangkan ini akan menentukan fungsi gerinda nantinya. Apakah dipakai untuk mengamplas, ataupun memotong.


Lalu apa saja jenis mata gerinda yang sering dipakai ? simak pembahasannya dibawah.


1. Mata gerinda potong


Yang pertama yang paling kita temui adalah mata gerinda potong.


Sesuai namanya, mata gerinda ini digunakan untuk memotong benda kerja.


Benda apa saja yang dapat dipotong oleh mata gerinda ini ?


Itu tergantung dari bentuk dan bahan mata gerinda. Secara umum, ada tiga jenis mata gerinda potong.



a. mata gerinda potong besi

jenis mata gerinda ini terbuat dari bahan abrasif atau butiran-butiran kerikil yang direkatkan berbentuk lingkaran. Bahan ini lebih keras dari besi, sehingga mampu memotong besi.


b. mata gerinda potong kayu

Jenis mata gerinda ini hanya terbuat dari plat besi yang bergerigi. Sesuai namanya, mata gerinda ini digunakan untuk memotong kayu.


c. mata gerinda potong keramik

jenis mata gerinda ini sekilas hampir sama dengan potong kayu, tapi ini tidak memiliki gerigi. Melainkan hanya berbentuk lingkaran seperti pada gambar. Hal ini karena keramik lebih mudah pecah sehingga mata gerinda yang dipakai harus seperti itu.


2. Mata gerinda kikis

Jenis yang kedua adalah mata gerinda kikis. Jenis ini memang mirip dengan mata gerinda potong. Tapi kalau diteliti, mata gerinda kikis ternyata lebih tebal.


Hal inilah yang membuat mata gerinda kikis tidak cocok untuk memotong tapi hanya cocok untuk mengikis permukaan benda kerja.


Contohnya untuk mengikis bekas las, mengasah pahat atau pengikisan lainnya.


3. Mata gerinda amplas

Sesuai namanya, mata gerinda ini digunakan untuk mengamplas atau menghaluskan permukaan benda kerja.


Pengamplasan itu beda dengan pengikisan, pengamplasan itu lebih halus sementara pengikisan itu lebih kasar.


Mata gerinda ini terbuat seperti amplas pada umumnya yang dirangkai pada mata gerinda.


4. Mata gerinda kawat

Mata gerinda kawat juga hampir sama dengan dua jenis diatas. Tapi jenis ini berada ditengahnya.


Atau, mata gerinda berbahan kawat ini berfungsi untuk mengikis permukaan benda kerja yang tidak terlalu menonjol. Kalau kita pakai mata gerinda kikis, tentu permukaan benda kerja jadi tidak rata karena mungkin kita Cuma mau membersihkan kerak yang tidak terlalu tebal.


Tapi kalau pakai mata gerinda amplas terlalu lama karena memang daya kikisnya itu kecil.


Oleh sebab itu, dibuat mata gerinda berbahan kawat untuk hal ini.


5. Mata gerinda poles

Yang terakhir, yang sering digunakan pada body polishing. Mata gerinda yang terbuat dari wol ini berfungsi untuk memoles body kendaraan.


Apabila dipadukan dengan wax dan compound, wol pad ini bisa membuat body mobil halus dengan mudah.


Dari kelima jenis mata gerinda diatas, menunjukan bahwa gerinda ternyata banyak fungsinya tergantung batu gerinda yang dipakai. Sekian semoga bermanfaat.

4 Macam Mesin Gerinda Yang Banyak Digunakan

Anda pasti tahu mesin gerinda.

Tak hanya pada dipakai oleh tukang teralis. Mesin gerinda juga banyak digunakan oleh bengkel mobil, tukang kayu, hingga bangunan.

Nah tapi, yang kita tahu mungkin mesin gerinda itu ya bentuknya seperti ini.

Ternyata, bukan hanya itu. mesin gerinda itu ada banyak jenisnya.

Semua memiliki kegunaannya masing-masing.

Nah pada artikel ini, kita akan membahas 4 macam mesin gerinda yang banyak dipakai oleh perseorangan.

1. Gerinda tangan (Hand grinder)

Yang pertama jelas kita sudah tahu dengan yang satu ini. Ini adalah gerinda tangan, sesuai namanya gerinda ini diaplikasikan dengan cara dipegang dan diarahkan ke benda kerja.

Jadi mesin gerinda ini portable yah,

artinya bisa digunakan tanpa harus menset benda yang akan dipotong.

Penggunaan gerinda ini cukup luas, ini bisa untuk memotong, hingga menghaluskan.

Tapi sesuai namanya, gerinda ini lebih tepat digunakan pada benda kerja yang posisinya sulit dipindahkan. Contohnya untuk merapikan ujung-ujung benda kerja.

2. Gerinda potong (Cutting wheel grinder)


Lalu yang kedua ada gerinda potong. Berbeda dengan yang pertama, gerinda ini lebih dikhususkan untuk memotong benda kerja yang belum dirangkai.

Bentuknya besar dan tidak portable alias tidak bisa mengikuti posisi benda kerja.

Jadi untuk memakainya, benda yang akan dipotong harus diposisikan kedalam mesin gerinda.

Kelebihan gerinda ini yakni potongan lebih rapi dan lebih presisi. Oleh sebab itulah, gerinda ini cocok dipakai untuk memotong besi atau kayu yang akan dirangkai.

3. Gerinda duduk (bench grinder)

Yang ketiga ada gerinda duduk.

Mesin gerinda ini lebih difokuskan untuk melakukan pengasahan atau penghalusan benda kerja.

Dari bentuknya saja sudah terlihat, dua mata gerinda yang tebal itu dipakai untuk mengamplas permukaan benda kerja. 

Gerinda ini bisa dipakai untuk meruncingkan bor, menghaluskan sisa-sisa pemotongan, sampai membuat lekukan pada sisi benda kerja. 

4. Gerinda Mini

Sebenarnya gerinda ini mirip gerinda potong dari segi fungsi hingga bentuknya. Tapi sesua namanya, bentuknya jauh lebih kecil. 

Karena bentuknya yang mungil ini, gerinda mini hanya bisa digunakan untuk memotong benda-benda dengan ukuran kecil.

Meski demikian, gerinda ini cocok untuk anda yang senang membuat DIY atau kerajinan. Selain murah, gerinda ini gampang digunakan dan resikonya kecil. 

Keempat jenis gerinda yang sudah saya jelaskan memang punya kegunaan yang hampir sama yakni memotong, dan mengamplas. 

Untuk jenis material yang bisa dipotong, itu sebenarnya bisa apa saja tergantung mata bor yang kita pasang. 

Gerinda tangan pun bisa digunakan untuk memoles body kendaraan kalau kita pasang mata gerinda poles. 

Nah itulah artikel tentang macam – macam mesin gerinda yang banyak digunakan. Semoga bermanfaat.

Angin Lembah dan Angin Gunung, Apa sih Bedanya ?

Kalian mungkin pernah mendengar istilah angin lembah dan angin gunung.

Sesuai namanya, angin ini bergerak dari puncak ke lembah atau sebaliknya.

Disebut angin gunung apabila bergerak dari puncak gunung ke lembah, dikatakan angin lembah apabila angin bergerak naik ke puncak.

Lalu, apa yang menyebabkan angin dapat bergerak naik atau turun gunung ?

Nah, artikel ini akan menjelaskan secara rinci.

img trekpapua.com

Kalau anda sudah membaca artikel kami sebelumnya tentang proses terbentuknya angin, anda akan paham bahwa angin adalah udara yang bergerak.

Udara dapat bergerak karena ada perbedaan tekanan pada antar wilayah.

Dalam kasus angin gunung dan angin laut, wilayah ini mencakup puncak gunung dan lembah atau daerah cekungan.

Dua wilayah ini, letaknya cukup berdekatan namun pada waktu tertentu bisa muncul perbedaan tekanan udara yang signifikan.

Lalu apa yang menyebabkan tekanan udara di puncak dan lembah berbeda ?

Ternyata perbedaan tekanan udara disebabkan karena waktu penyinaran matahari pada wilayah antara puncak dan lembah juga beda.

Emang, apa hubungannya sinar matahari sama tekanan udara ?

Jadi saat molekul udara dipanaskan, udara akan mengembang (ukuran jadi tambah besar dengan berat tetap).

Saat kondisi mengembang, molekul udara lebih mudah melayang.

Sehingga udara mampu bergerak keatas melawan gravitasi. Ini seperti balon udara, balon udara yang berisi udara panas mampu bergerak keatas.

Karena memang sifat udara panas itu bergerak ke atas.

Ketika banyak molekul bergerak keatas, maka hanya ada sedikit molekul udara yang tersisa di dekat permukaan.

Tekanan udara dikatakan rendah, apabila hanya sedikit molekul udara mengisi sebuah ruang.

Jadi, bisa disimpulkan semakin panas daerahnya maka tekanan udara semakin rendah.

Sekarang kita ke angin lembah.

Angin lembah terjadi ketika suhu pada lembah lebih dingin daripada puncak gunung.

Kapan kondisi ini muncul ?

Saat pagi hari, ketika matahari muncul.

Matahari akan menyinari daerah puncak lebih dulu daripada daerah lainnya, sehingga daerah puncak suhunya lebih cepat panas dipagi hari.

Sementara pada lembah, tidak mendapatkan sinar matahari pagi hingga menjelang siang karena ya memang lembah ini daerah cekungan sehingga tertutup oleh bukit dan puncak gunung.

Hal inilah yang membuat angin mampu berhembus dari lembah naik ke puncak gunung.

Angin lembah akan berhembus hingga daerah lembah sudah mendapatkan sinar matahari cukup.

Yang kedua adalah angin gunung.

Angin gunung berhembus dari puncak gunung turun ke lembah.

Ini terjadi karena ketika matahari terbenam, suhu dipuncak gunung akan turun secara drastis.

Bahkan penurunan suhu pada puncak biasa melebihi penurunan suhu di lembah.

Saat suhu udara turun, molekul udara akan mengempis dan udara cenderung bergerak kebawah karena gaya gravitasi.

Daerah puncak yang lebih tinggi akan mengalami penumpulan molekul udara lebih dulu.

Akibatnya densitas udara dipuncak lebih tinggi daripada di lembah, ini membuat udara mengalir menuruni lereng gunung.

Angin gunung akan berhenti ketika densitas udara di puncak dan lembah hampir setara.