4 Hal Yang Menyebabkan Turun Mesin Pada Mobil Anda

4 Hal Yang Menyebabkan Turun Mesin Pada Mobil Anda


Banyak orang yang menganggap turun mesin adalah hal yang cukup menyusahkan, memang kita tidak menurunkan mesin mobil kita sendiri melainkan kita mengunakan jasa bengkel tapi apa anda tahu berapa lama proses turun mesin ini ?

Untuk menurun sampai membongkarnya bisa sampai seharian, belum lagi untuk melakukan penggantian part, belum lagi kalau kondisi bengkel ramai. Intinya turun mesin bukanlah hal yang sehari langsung selesai.

Lalu dari biayanya, kalau mobil kita sudah lewat masa garansi mesin maka jangan heran biaya total turun mesin ini bisa tembus 5 juta. Karena pekerjaan ini masuk ke pekerjaan berat, ditambah mesin sekarang itu lebih rumit jadi butuh skill dan pengetahuan yang juga lebih mumpuni, ditambah lagi saat turun mesin maka anda diwajibkan mengganti beberapa seal yang dilepas meski sebelumnya seal tersebut tidak bocor.

Alasannya, seal tersebut hanya bersifat sekali pakai. Jadi meski awalnya tidak bocor, kalau seal sudah dicopot maka nanti kalau dipasang lagi tak berapa lama akan bocor.

Tapi yang jadi dilema adalah, turun mesin ini bukanlah opsi perbaikan. Maksud saya, turun mesin ini merupakan satu-satunya cara untuk memperbaiki beberapa kerusakan berat pada mesin. Jadi tidak ada asap kalau tidak ada apinya, turun mesin juga tidak akan terjadi kalau tidak ada kerusakan beratnya.

Lalu apa saja kerusakan berat yang dimaksud ?

1. Kompresi bocor

Tekanan kompresi adalah bentuk untuk memaksimalkan tenaga pembakaran mesin, seperti tabung gas. Apabila gas dari dalam tabung gas dikeluarkan lalu dibakar (melalui kompor misalnya) maka hanya akan ada kobaran api.

Tapi apabila gas didalam tabung yang terbakar, maka bukan Cuma kobaran tapi juga akan ada ledakan. Ledakan itu bisa terjadi karena bahan bakar yang terkompresi atau memiliki tekanan tinggi sehingga begitu terbakar langsung melepaskan energi berupa ledakan.

Didalam mesin pun seperti itu, untuk menggerakan piston didalam mesin dilakukan dengan meledakan sedikit campuran udara dan bensin bertekanan tinggi didalam ruang bakar. Energi yang dihasilkan ledakan tersebut digunakan untuk menggerakan piston sehingga mesin bisa menghasilkan energi putaran.

Tapi mengapa tidak ada suara ledakan ?

Itulah hebatnya, yang pertama karena hanya sedikit bahan bakar maka suara ledakannya tidak sekeras ledakan tabung gas. Kemudian suara ledakan kecil tersebut diredam pada sistem knalpot hasilnya, suara mesin terdengar cukup halus.

Point yang ingin saya sampaikan disini adalah, tekanan kompresi mempengaruhi kekuatan dari ledakan tersebut. Semakin rendah tekanan kompresinya maka semakin rendah pula tenaga yang dihasilkan.

Lalu apa yang menyebabkan tekanan kompresi lemah ?
  • Ring piston aus
  • Silinder blok aus
  • Packing kepala silinder bocor


Tiga hal tersebut menjadi biang kerok yang menyebabkan tekanan kompresi turun, dan untuk mengganti komponen diatas maka harus dilakukan dengan turun mesin karena komponen tersebut berada di jantung mesin jadi mesin perlu dibongkar total untuk mengganti komponen diatas.

2. Water hammer

Water hammer adalah istilah ketika air masuk kedalam ruang bakar. Kita tahu piston itu bergerak naik turun didalam ruang bakar, apabila piston bergerak turun maka volume ruang bakar membesar dan itu dilakukan untuk memasukan bensin dan oksigen. Sementara saat piston bergerak naik, volume ruang bakar akan mengecil dan itu akan menaikan tekanan bensin dan oksigen.

Lalu bagaimana kalau didalam ruang bakar tersebut kemasukan air, yang kita tahu sendiri air tidak bisa dikompresi.

Biasanya yang kalah adalah connecting rod atau gagang piston, komponen ini akan bengkok sehingga akan mempengaruhi sudut pergerakan piston.

Hasilnya, mesin seperti pincang dan bergetar. Maka solusinya juga harus turun mesin karena letak dari komponen ini berada di jantung mesin.

3. Piston macet

Kita tahu kalau tenaga mesin itu dihasilkan dari gerak naik turun piston, artinya kelancaran pergerakan piston juga menjadi kunci keberhasilan kinerja mesin.

Oleh sebab itulah ada oli mesin yang salah satu fungsinya untuk memperlancar pergerakan piston. Namun apa jadinya kalau oli mesin bocor lalu kering ?

Maka piston tidak mendapatkan pelumasan yang cukup, tanpa pelumasan pergerakan piston akan semakin berat sehingga tidak menutup kemungkinan piston aus dan macet.

Selain oli mesin yang kurang, overheat atau temperatur mesin yang berlebihan juga bisa memicu piston memuai sehingga piston terkunci didalam silinder. Fenomena ini disebut engine lock, maka untuk mengatasinya kita perlu membongkar mesin dan mengganti komponen yang tergores akibat piston yang macet tersebut.

4. Mesin sudah sangat tua dan belum pernah dibongkar

Beberapa mesin yang sudah berumur tua masih beroperasi dengan baik, tapi tetap saja setiap komponen mesin memiliki umur begitu pula komponen seperti bearing didalam mesin juga memiliki batas umur.

Apabila kondisi mesin sudah sangat tua dan belum pernah dibongkar sebelumnya maka kinerja mesin akan sangat menurun, bisa saja dari suara dan tenaga sudah jatuh sangat jauh.

Oleh karena itu, apabila anda akan me-restore mesin mobil tua anda maka anda perlu melakukan penggantian beberapa part mesin supaya performa mesin juga kembali seperti semula.

Waspadai 6 Hal Ini Menyebabkan Rem Mobil Kurang Pakem


Selamat datang kembali ke blog Autoexpose, media indipenden yang membahas segala permasalahan kendaraan secara eksplisit lengkap beserta solusinya.

Hari ini kita akan membicarakan hal yang cukup krusial, saya sebut krusial karena dari judulnya saja anda pasti bisa menduga. Seperti kejadian kecelakaan beruntun yang baru saja terjadi awal september tahun ini di Tol Cipularang, dimana biang keroknya adalah truk yang mengalami rem blong.

Padahal hal yang menyebabkan rem blong ini kadang juga cukup sepele, tapi lihat saja begitu mengerikannya hal sepele ini sampai bisa mengorbankan nyawa bukan nyawa kita saja tapi pengguna jalan yang lain yang sudah sesuai aturan lalu lintas.



Lalu apa saja hal- hal yang bisa jadi penyebab rem tidak pakem ? Autoexpose akan membahasnya secara rinci tapi mudah dipahami.

1. Sistem Rem Masuk Angin

Ini adalah hal yang benar-benar bisa terjadi, bukan Cuma manusia yang bisa mengalami masuk angin tapi rem mobil juga bisa mengalami masuk angin. Tapi masuk angin pada rem mobil itu tidak seperti manusia yang memuntahkan isi perutnya lalu dikerok saja sembuh.

Masuk angin rem mobil hanyalah istilah yang menggambarkan adanya udara atau angin yang masuk kedalam saluran minyak rem.

Mengapa udara ini bisa menyebabkan kegagalan sistem rem ?

Saya akan menjelaskan sedikit tentang sistem hidrolik, kita tahu sistem hidrolik hanyalah media untuk memindahkan tekanan dari input (dalam hal ini pedal rem) ke output (dalam hal ini rem mobil). Media yang digunakan pada sistem hidrolik ini pada umumnya berbentuk cair seperti minyak rem karena memiliki volume yang tetap (tidak mengembang dan mengempis apabila ditekan) sehingga bisa memindahkan tenaga secara efisien.

Tapi udara, volumenya bisa mengembang dan mengempis. Apalagi saat ditekan, sehingga ketika masuk ke sistem hidrolik udara ini akan menyerap tekanan yang diberikan input dan menyebabkan rem tidak bekerja.

Itulah sebabnya saat masuk angin, pedal rem akan terasa sangat ringan.

Lalu apa yang menyebabkan masuk angin pada rem mobil ?

Ini disebabkan karena volume minyak rem pada reservoir kurang, sehingga udara bisa dengan mudah masuk melalui inlet. Oleh sebab itu jangan pernah lewatkan pengecekan minyak rem, bila perlu bawa minyak rem cadangan untuk jaga-jaga apabila sewaktu-waktu volume minyak rem berkurang.

Baca juga : Cara atasi rem mobil yang masuk angin

2. Boster Rem Rusak



Berikutnya, ada komponen yang bernama boster rem. Fungsinya untuk meringankan pedal rem saat beroperasi sehingga berkat adanya boster rem ini rem bisa sangat pakem walaupun kita hanya sedikit menginjak pedal rem ini.

Ketika boster rem rusak, maka rem akan terasa lebih berat sehingga dengan penekanan yang biasa rem terasa kurang pakem.

Meski demikian, masalah ini tidak terlalu berbahaya anda hanya perlu menekan pedal rem lebih keras lagi untuk membuat rem kembali pakem.

Tanda boster rem yang rusak, bisa anda deteksi saat menghidupkan mesin. Coba bedakan penekanan pedal rem saat mesin mati dan hidup, apabila rem lebih ringan saat mesin hidup maka boster rem normal. Tapi kalau sama saja berarti boster rem rusak.

3. Selang minyak rem mampet

Bisa saja selang hidrolik rem tertekuk atau mampet karena kotoran, itu menyebabkan aliran minyak rem terganggu. Sehingga tekanan minyak rem dari pedal rem, tidak bisa disalurkan secara sempurna ke kaliper rem.

Masalah-masalah ini memang sulit dideteksi, karena siapa yang mau mengecek jalur selang rem dari ujung pedal sampai ke kaliper rem yang letaknya ada di kolong mobil. Selain itu masalah ini juga sering terjadi secara tiba-tiba sehingga tidak seperti kasus masuk angin, masalah ini cenderung sulit diantisipasi.

Tapi kalau kita melihat lebih jauh, apa yang menyebabkan selang tertekuk itu biasanya karena jalur selang rem berubah dari sebelumnya. Sementara selang rem yang mampet, itu disebabkan karena minyak rem tidak pernah diganti.

Oleh sebab itu, langkah preventif yang bisa anda ambil adalah dengan mengganti minyak rem secara rutin di bengkel – bengkel profesional.

4. Brake proportioning valve macet

Apa itu brake proportioning valve ? mungkin anda bertanya-tanya, jadi rem mobil itu beda dengan motor. Kalau di motor, ada rem depan dan ada rem belakang. sementara pada mobil, ada rem utama dan rem parkir.

Rem utama itu saat pedal rem ditekan, maka keempat roda akan mengerem dengan bersamaan. Sementar rem parkir hanya mengerem roda belakang.

Jadi bisa dikatakan pada rem utama, hanya memiliki satu input untuk empat output. Oleh sebab itulah harus ada komponen yang membagikan tekanan dari pedal rem menuju empat ouput dengan porsi yang sama.

Sederhananya, braka proportioning valve adalah komponen yang membagikan penekanan rem dengan porsi yang sama besar. Lalu, kalau salah satu salurannya mampet maka porsi pengereman bisa berbeda antara satu roda dengan yang lainnya.

Itulah yang kadang menyebabkan mobil kurang pakem dan cenderung oleng saat kita injak rem.

Lalu bagaimana solusinya ?

BPV ini macet dikarenakan tersumbat kotoran dari minyak rem, jadi sama dengan point ketiga ini memang sulit diantisipasi tapi bisa dicegah apabila anda rutin mengganti minyak rem.

5. Kampas Rem Habis

Kampas rem, komponen satu ini saya yakin sudah sangat familiar dengan anda. Sudah berapa kali anda mengganti kampas rem mobil anda ? mengapa kampas rem mobil selalu diganti ? 80 % alasannya sudah anda ketahui.

Jadi disini saya hanya menjelaskan mengapa kampas rem yang habis bisa menyebabkan rem tidak pakem.

Alasannya, karena bagian kampas yang bisa menghambat putaran roda mobil itu bagian permukaan kampasnya. Jadi kalau kampas habis, otomatis tidak ada lagi yang bisa menahan putaran roda mobil.

Sehingga pas pedal rem ditekan, suara berdecit akan muncul cukup kencang namun mobil sulit berhenti.

6. Piston Pada Kaliper Rem Macet

Bagi yang belum paham, kaliper rem itu komponen yang menjepit piringan cakram, beberapa orang juga menyebutnya kepala babi.

Secara ringkasnya, didalam kaliper ada piston yang mengubah tekanan hidrolik menjadi gerakan mekanis yang menjepit piringan cakram.

Ketika piston ini macet, otomatis sekeras apapun anda menekan pedal rem piston pada kaliper ini hanya bergerak sedikit. Hasilnya, rem juga jadi tidak pakem. Hal yang menyebabkan piston ini macet antara lain karena karat, kerak, kotoran yang masuk ke sela-sela piston.

Hal itu tidak mengherankan mengingat kaliper ini terletak pada roda mobil sehingga yang namanya cipratan air, debu, sudah menjadi hal yang biasa. Untuk mengatasinya, kita hanya perlu melepas kaliper lalu membersihkannya. Kalau kotoran yang mengalangi sudah dibersihkan maka piston akan kembali bekerja dengan normal.

Kapan Kipas Radiator Mobil Menyala ? Ini Dia Bahasan Lengkapnya

Kita tahu mobil-mobil sekarang sudah menggunakan kipas radiator elektrik yang hidup dalam waktu tertentu saja, hal ini berbeda dengan mobil-mobil terdahulu yang kipasnya otomatis berputar saat mesin menyala.

Hal itu ternyata bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kinerja mesin, karena mesin dapat bekerja secara optimal bukan pada suhu rendah melainkan pada suhu kerjanya. Suhu kerja mesin berkisar antara 70 sampai 90 derajat celsius.

Secara simpelnya, kipas radiator yang kadang hidup kadang mati dimaksudkan untuk menjaga agar suhu mesin tetap pada suhu kerjanya.

Tapi bukan hanya itu, karena nyatanya saat AC dinyalakan pun kipas langsung hidup meski suhu mesin masih dingin.

Jadi secara garis besar, kipas radiator akan menyala saat menemukan dua kondisi yaitu saat suhu mesin panas, dan saat AC dinyalakan. Lalu mengapa kipas radiator hanya menyala saat kondisi seperti itu ? simak penjelasannya dibawah.

1. Saat suhu mesin melebihi suhu kerja


Mungkin anda sudah mengetahui bahwa sekarang mobil sudah dikontrol oleh teknologi berbasis komputer, benar sekali seperti komputer ada tiga bagian yakni input, pengontrol dan output. Komponen yang masuk kedalam input adalah sensor termasuk sensor yang mendeteksi suhu air pendingin (engine coolant temperature sensor).

Komponen pengontrol adalah ECU (engine control unit) atau processornya mobil, sementara yang masuk kedalam komponen output adalah semua jenis aktuator seperti injektor, coil dan kipas radiator.

Seperti yang saya katakan diatas, kipas radiator akan menyala saat suhu mesin panas. Lalu bagaimana cara mengetahui suhu mesin panas ? itu adalah tugas ECT (engine coolant temperature) sensor.

Mekanismenya, ECT yang merupakan sensor berjenis thermometer diletakan pada aliran air pendingin pada selang output mesin. Sensor berjenis thermometer ini sensitif terhadap panas, sehingga reaksi sensor akan dipengaruhi suhu dari apa yang diukur.

Data dari sensor akan dikirim ke ECU, pada ECU data akan diterjemahkan untuk memperkirakan suhu mesin. Apabila suhu mesin sudah melebihi 90 derajat celcius, maka ECU akan mengaktifkan kipas radiator dengan kecepatan rendah, saat suhu mesin berhasil diturunkan ke level 80 derajat celcius maka ECU kembali menonaktifkan kipas.

Namun saat suhunya tidak turun bahkan bertambah, ECU akan mempercepat putaran kipas radiator.

Oleh sebab itulah anda biasanya mendengar dengungan kipas yang berbeda, kadang bunyi dengungan kipas terdengar lirih kadang juga cukup kencang.

Tujuan mekanisme ini adalah untuk menjaga supaya suhu mesin tetap terjaga pada suhu 80 – 90 derajat yang merupakan suhu paling optimal untuk mendapatkan kinerja mesin yang efisien. Efisien berarti ada keseimbangan antara tenaga yang dihasilkan dan pemakaian bahan bakar yang ekonomis.

Apabila suhu mesin lebih rendah, maka bahan bakar cenderung mengembun dan sulit untuk menyatu dengan udara sehingga efeknya lebih boros, sementara suhu yang lebih tinggi (dari suhu kerja) bisa menyebabkan mesin overheat.

2. Saat AC mobil dalam posisi ON


Hal kedua yang menyebabkan kipas radiator berputar adalah karena AC mobil. Mungkin orang awam masih bingun, apa hubunganya kipas radiator dengan AC mobil ? bukannya keduanya berbeda seksor, yang satu permesinan mobil dan satunya sistem sirkulasi kabin.

Mungkin anda sudah tahu kalau sistem AC itu memiliki komponen kondensor yang berfungsi mendinginkan refrigerant atau freon. Ternyata kondensor ini terletak didepan radiator, dengan kata lain selain untuk mendinginkan radiator kipas radiator juga berfungsi untuk mendinginkan freon didalam kondensor.

Oleh sebab itu ketika kipas nyala saat AC hidup, kipas sebenarnya bukan sedang mendinginkan radiator melainkan sedang mendinginkan kondensor.

Tapi meski AC mobil dinyalakan, bukan berarti kipas terus berputar selama AC dalam posisi ON.

Kipas radiator juga berputar kadang-kadang saja, hal itu sama saja seperti radiator yang didinginkan saat suhunya melebihi 90 derajat. Kondensor juga didinginkan sesuai dengan suhu AC yang diinginkan pengemudi.

Apabila pengmudi menyeting suhu sedang maka kipas hanya hidup jarang-jarang dengan kecepatan relatif rendah. Namun kalau pengemudi menyeting suhu AC yang rendah, maka kipas akan berputar lebih lama dengan kecepatan lebih tinggi.

Mekanismenya juga melibatkan sensor, pengontrol dan ouput seperti halnya pada radiator. Namun dalam hal ini, sensor yang dipakai adalah refrigerant pressure sensor ( sensor yang mendeteksi tekanan freon AC) dan sensor suhu udara AC.

Apa yang terjadi ketika AC mobil berputar terus ?

Itu tandanya ada masalah, tapi masalah tersebut bukan hanya terletak pada sisi elektrikalnya saja, bisa saja karena sirkulasi freon tersumbat sehingga tekanan freon terdeteksi selalu tinggi, hal itu akan memicu kipas untuk nyala terus.

Hal lainnya, adalah ketika volume air pendingin sangat kurang. Itu akan menyebabkan overheat sehingga kipas radiator akan berputar terus menerus.

Jadi saat mendapati masalah kipas elektrik ini berputar terusan, cek dulu bagian non elektrikalnya. Untuk masalah yang menyangkut elektrikal mesin, biasanya lampu cek engine akan menyala dan untuk mengetahuinya perlu discan menggunakan scan tool.

4 Hal Yang Menyebabkan Knalpot Mobil Nembak + Solusinya

Banyak pemilik mobil yang mengeluhkan suara knalpot nembak, kondisi ini memang sering muncul khususnya untuk mobil-mobil yang lama tidak digunakan.

Lalu apa yang menyebabkan hal tersebut ? dan bagaimana solusinya ? mari kita bahas secara mendalam

Secara umum, suara nembak pada knalpot itu disebabkan karena ada campuran bensin dan udara yang harusnya terbakar didalam ruang bakar malah tidak terbakar dan keluar ke selang knalpot bersama gas buang, justru campuran bensin dan udara tersebut terbakar didalam knalpot yang dipicu suhu knalpot yang sangat tinggi.

Sehingga menghasilkan bunyi ledakan didalam knalpot. Hal tersebut umumnya disebabkan karena hal-hal seperti ;

1. Timing pengapian kurang pas



Penyebab yang pertama dikarenakan timing pengapian yang tidak tepat. Timming pengapian adalah waktu dimana busi menyala, hal ini cukup krusial karena busi itu dinyalakan setelah langkah kompresi.

Ketika waktu penyalaan busi meleset sepersekian detik saja, bisa menyebabkan campuran bensin dan udara yang telah terkompresi tidak terbakar keseluruhannya, sehingga bisa menganggu kinerja mesin bahkan bisa-bisa mesin tidak menyala.

Tapi kalau timming hanya meleset sedikit kemungkinan hasilnya mesin menjadi brebet dan nembak-nembak.

Lalu apa yang menyebabkan timming meleset ?

Pada mobil-mobil konvensional (yang masih pakai karburator), timing pengapian umumnya juga masih menggunakan sistem distributor konvensional. Kelemahan sistem ini, salah satunya timming pengapian bisa bergeser dikarenakan poros distributor yang aus.

Sehingga perlu dilakukan penyetelan ulang timming pengapian.

Sementara pada mobil-mobil injeksi, timming pengapian juga bisa bergeser meski sudah menggunakan pengapian elektronik. Penyebabnya, karena timming chain molor. Itu menyebabkan timming pengapian sedikit mundur sehingga bisa menyebabkan knalpot nembak.

Solusinya, anda perlu ganti timming chain kalau sudah molor. Umumnya timming chain diganti dengan interval mencapai 30 ribu KM bahkan ada yang lebih tergantung kualitas bahannya. Tapi disarankan untuk mengganti timming chain saat ada gejala seperti bunyi gemercik pada area timming chain, bunyi tersebut menandakan bahwa timming chain sudah kendor.

2. Firing Order tidak pas

Firing oder adalah urutan penyalaan busi pada mesin dengan jumlah silinder lebih dari satu, seperti mesin mobil yang memiliki empat silinder = empat busi.

Keempat busi pada mobil tidak menyala dalam waktu bersamaan, hal itu dikarenakan siklus tiap silinder juga tidak sama. Meski demikian, keempat busi itu hanya diatur oleh satu sistem yakni sistem pengapian.

Sehingga ada urutan-urutan firing order yang harus tepat tujuan.

Apabila firing order tidak pas, mesin tidak akan menyala. Akibat dari mesin yang tidak menyala itu, akan ada akumulasi campuran bensin dan udara yang tidak terbakar didalam knalpot sehingga bisa memicu pembakaran seperti suara nembak.

Kesalahan firing oder ini terjadi akibat kesalahan pemasangan kabel busi atau kesalahan pemasangan konektor coil pack. Dengan kata lain, ini merupakan kesalahan manusia sehingga tidak disebabkan masalah pada mesin itu sendiri.

3. Modifikasi knalpot

Penyebab selanjutnya dikarenakan adanya modifikasi pada saluran knalpot yang tidak sesuai dengan karakter mesin. Contoh modifikasi yang umum dilakukan pada saluran knalpot adalah dengan mengganti resonator knalpot menggunakan pipa lurus.

Penggantian ini memang akan melancarkan aliran gas buang diknalpot karena pada pipa ini tidak ada hambatan sama sekali, namun efek backfire yang seharusnya terjadi di resonator juga akan menghilang.

Namun efek backfire diperlukan untuk menahan campuran udara dan bahan bakar yang masuk dari intake untuk tetap tertahan didalam ruang bakar(khususnya saat terjadi overlap antara katup intake dan exhaust setelah langkah buang).

Jadi saat efek backfire hilang, tidak ada lagi yang menahan campuran udara dan bahan bakar didalam ruang bakar saat terjadi valve overlap, sehingga campuran udara dan bahan bakar tersebut akan lolos keluar dari valve ekshaust langsung menuju ekshaust manifold.

Campuran udara dan bahan bakar yang lolos tersebut terbakar didalam knalpot dan menimbulkan suara nembak.

4. Busi terlalu kotor


Kotoran pada elektroda busi akan mengurangi intensitas percikan busi, efeknya itu akan mempengaruhi seberapa besar pembakaran mesin. Jadi ketika busi kotor, api yang mampu dikeluarkan cukup sedikit sehingga tidak cukup kuat untuk membakar seluruh campuran udara dan bensin.

Hasilnya, ada sebagian campuran udara dan bahan bakar yang keluar bersama gas buang. Campuran udara dan bahan bakar ini bisa terakumulasi didalam knalpot dan terbakar sehingga menimbulkan suara nembak.

Solusi untuk penyebab keempat hanyalah dengan melakukan tune up atau setidaknya membersihkan busi.

RPM Mobil Tidak Stabil Saat AC Dihidupkan, Cek 5 Penyebab Berikut

Salah satu masalah yang banyak dikeluhkan pembaca Autoexpose adalah masalah RPM mesin yang naik turun terutama saat AC dinyalakan.

Anda mungkin mengira masalahnya terletak pada sistem AC mobil mengingat gejalanya muncul hanya saat AC dinyalakan. Tapi itu tidak menjamin kebenarannya, masalahnya mekanisme pada mesin hingga sistem AC itu sangat kompleks. Bisa saja itu disebabkan dari mesinnya itu sendiri.

Oleh sebab itu hari ini Autoexpose akan menjelaskan penyebab apa saja yang bisa mempengaruhi kinerja mesin menjadi tidak stabil beserta solusinya.

Penyebab RPM Mobil Naik Turun Saat AC Dinyalakan


1. Kerusakan Idle Speed Control

Idle Speed Control (ISC) adalah komponen pada sistem injeksi yang mengatur RPM mesin saat idle atau stasioner supaya tetap stabil sesuai beban kerja.

Normalnya, ISC akan mengatur RPM mesin pada 750 – 800 Rotasi per menit. Namun beban kerja mesin selalu berubah-ubah, sehingga ISC bisa saja menset idle RPM mencapai 1000 RPM. Contohnya saat ada salah satu busi yang mati, serta saat kompresor AC aktif akan menambah beban kerja mesin sehingga ISC secara otomatis menaikan RPM idle.

Tapi bagaimana kalau ISC bermasalah ?


Tentu saja akan menyebabkan beberapa gejala, seperti mesin brebet saat idle, hingga RPM mesin yang naik turun baik saat AC mati atau dinyalakan.

Apabila kita hubungkan kerusakan ISC dengan AC yang dinyalakan tentu ada korelasinya, karena ISC lah yang menaikan RPM mesin supaya mesin tidak mati saat kompresor AC nyala. Sehingga ketika ISC bermasalah, otomatis akan ada masalah juga pada RPM mesin saat AC dinyalakan.

Meski demikian, masalah ini masih tergolong ringan karena hanya menyebabkan RPM naik turun saat AC nyala. Biasanya ini hanya disebabkan karena jarum ISC yang kotor. Sehingga untuk memperbaikinya pun kita pun hanya perlu membersihkan komponen ISC.

2. Katup gas yang penuh kotoran

Selain kerusakan Idle Speed Control, rpm mobil yang naik turun juga bisa disebabkan karena kondisi throttle body yang sudah penuh kotoran.

Lalu apa hubungannya dengan AC mobil ?

Seperti kita ketahui bahwa katup gas merupakan komponen yang berfungsi untuk mengatur debit udara yang masuk ke ruang bakar. Pada posisi Idle, katup gas terbuka sangat sedikit karena sebagian udara saat idle akan masuki melalui saluran idle. Tapi masih ada udara yang masuk lewat katup gas.

Namun bagaimana kalau katup gas tersumbat kotoran ? ini akan menyebabkan debit udara yang lewat menjadi tidak stabil akibatnya RPM mesin akan naik turun. Apalagi saat AC dinyalakan, kebutuhan udara menjadi lebih banyak sehingga akan sangat terasa tidak stabil saat AC dinyalakan.

Biasanya kotoran pada katup gas ini disebabkan karena pengaruh saringan udara yang terlalu kotor, atau tidak pernah diganti. Memang benar, ada interval pembersihan saringan udara biasanya sekitar 10 ribu KM. Tapi untuk anda yang berada didaerah berdebu, filter udara menjadi lebih cepat kotor sehingga harus lebih sering membersihkannya.

Untuk membersihkan filter udara, cukup gunakan hembusan angin sementara untuk membersihkan katup gas perlu bantuan pembersih kerak seperti karburator cleaner.

3. Intake manifold bocor


Pada sistem injeksi, jumlah udara yang masuk ke ruang bakar dihitung oleh air flow meter atau mass air flow, sensor ini biasanya terletak setelah filter udara sebelum katup gas.

Data dari air flow meter digunakan ECU untuk menentukan seberapa banyak bensin yang perlu disemprotkan injektor supaya kinerja mesin ideal.

Tapi ketika ada kebocoran pada saluran intake khususnya setelah sensor air flow tentu beda ceritanya. Kebocoran ini akan menyebabkan pembacaan sensor tidak sesuai, karena sensor membaca aliran udara yang hanya melewati sensor tersebut sementara jumlah udaranya ternyata lebih banyak karena udara terhisap masuk melalui intake manifold yang retak.

Ini akan menyebabkan kinerja mesin menjadi kacau, sehingga masalah seperti RPM tidak stabil pun bisa muncul.

Lalu bagaimana cara mengatasinya ?

Anda perlu menemukan retakan pada intake manifold, kalau ada anda perlu ganti bagian yang retak tersebut. Selain retakan, sambungan yang tidak rapat juga bisa menyebabkan kebocoran.

4. Sirkulasi freon yang tidak lancar



Yang menambah beban kerja mesin saat AC dinyalakan, itu karena sirkulasi freon. Jadi semakin panjang jalur sirkulasi freonnya, maka semakin besar juga beban kerja mesinnya. Tapi umumnya, sirkulasi freon sudah diset sedemikian rupa sesuai dengan kemampuan mesinnya.

Tapi beda cerita apabila sirkulasi freon tidak lancar, ini akan menambah beban kerja mesin sehingga saat AC dinyalakan mesin menerima beban lebih akibatnya RPM mesin jadi tidak stabil.

Umumnya sirkulasi freon bisa terganggu pada bagian ;

  • Kondensor AC yang mampet
  • Kompresor AC aus


Masalah nomor empat ini sudah masuk ranah masalah sistem AC sehingga untuk mengeceknya perlu bantuan AC manifold pressure tester untuk mengetahui apakah tekanan freon AC stabil atau tidak. Kalau ada sirkulasi yang mampet, maka jarum tester menjadi tidak stabil.

5. Sistem idle up engine bermasalah

Diatas sebenarnya sudah disinggung, ketika beban kerja mesin bertambah akibat kompresor AC yang aktif maka ISC secara otomatis meningkatkan RPM idle mesin, ini namanya sistem idle up.

ISC sendiri diatur oleh ECU, sementara ECU patokannya kompresor dan sensor tekanan freon AC. Jadi kalau sensor tersebut mengalami kerusakan, atau kabel sensor terkelupas bisa menyebabkan ketidaksesuaian pembacaan data.

Hasilnya, sistem idle up akan eror sehingga RPM mesin akan naik turun bahkan mati saat AC dinyalakan.

Solusi untuk urusan sistem kelistrikan seperti ini adalah dengan melakukan scanning menggunakan komputer.

Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Air menjadi salah satu sumber daya alam yang bisa diperbaharui, selain digunakan sebagai bahan dasar minuman ternyata air juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Bahkan energi listrik yang dapat diperoleh dari air ini bisa melayani kebutuhan listrik suatu kota. Indonesia sendiri memiliki banyak PLTA yang tersebar di seluruh tanah air. Salah satunya adalah PLTA Jatiluhur yang memanfaatkan air danau.

Lalu bagaimana cara kerja PLTA tersebut ? mari kita bahas secara mendetail.

Prinsip Kerja PLTA


Pembangkit listrik tenaga air tidak secara langsung menggunakan molekul air sebagai bahan utamanya, melainkan PLTA ini memanfaatkan energi potensial yang terdapat pada aliran air.

Hal ini sama seperti kincir angin yang tidak memanfaatkan udaranya melainkan memanfaatkan energi pada aliran udara tersebut.

Lalu bagaimana bisa waduk yang cenderung tenang (tidak mengalir) digunakan sebagai tenaga penggerak PLTA ?

Disini anda perlu memahami prinsip kerja PLTA pada waduk ini.


Jadi prinsip kerjanya cukup sederhana. Ketika ada air yang mengalir pasti memiliki energi, energi yang terdapat pada air yang mengalir tersebut dimanfaatkan untuk memutar turbin. Sementara itu turbin tersambung ke generator listrik yang dapat mengubah putaran turbin menjadi energi listrik.

Sekarang apa yang membuat air tersebut mengalir ?

Jawabannya adalah gaya gravitasi, air secara otomatis mengalir dari tempat yang lebih tinggi ketempat yang lebih rendah. Dengan kata lain agar aliran air dapat terbentuk maka harus menempatkan air pada dua tempat yang memiliki perbedaan ketinggian.

Secara alami, prinsip ini bisa kita temukan pada sungai. Namun, kecepatan air pada sungai itu cenderung kecil sehingga tidak mampu untuk menghasilkan listrik yang digunakan untuk melayani suatu kota.

Jadi bagaimana supaya kecepatan airnya tinggi ?

Yaitu dengan menempatkan lebih banyak volume air pada tempat yang lebih tinggi dan menambah sudut kemiringannya.

Dalam hal ini waduk yang memiliki volume air cukup banyak dijadikan sebagai reservoir, air dalam waduk tersebut akan dihubungkan ke area yang lebih rendah menggunakan sebuah selang besar.

Hasilnya, aliran air pada selang tersebut cukup tinggi sehingga mampu memutar generator raksasa yang dapat menghasilkan listrik cukup besar.

Hal itu juga yang menyebabkan mengapa PLTA banyak dibangun didaerah waduk yang berada didataran tinggi.

Selain jenis yang diatas, ada satu lagi jenis PLTA namun memiliki daya yang lebih kecil. Namanya Pembangkit listrik tenaga microhidro (PLTMH).

Cara kerjanya memang sama, namun PLTMH biasanya langsung memanfaatkan aliran air sungai. Hal itu dimungkinkan karena PLTMH hanya menggunakan generator berkapasitas kecil sehingga tidak membutuhkan energi yang terlalu besar untuk beoperasi.

Diagram PLTA Sederhana


Seperti yang anda lihat diatas, ada beberapa komponen pada PLTA sederhana.


  • Air dalam penampungan
  • Pintu air
  • Terowongan air
  • Generator
  • Regulator
  • Listrik siap pakai
  • Saluran keluar air


Dari diagram PLTA sederhana diatas, kita bisa mempelajari bahwa air dalam volume yang besar akan mengalir dari penampungan yang letaknya lebih tinggi menuju unit PLTA melalui terowongan air.

Komponen nomor dua merupakan pintu air yang akan mengatur seberapa banyak volume yang harus melewati terowongan air tersebut, besar kecilnya volume air yang mengalir pada terowongan air akan mempengaruhi seberapa cepat turbin berputar.

Putaran turbin akan membuat generator menghasilkan arus listrik, mungkin tidak perlu dibahas lagi tentang bagaimana cara generator menghasilkan listrik karena anda mungkin sudah mengetahuinya. Untuk yang belum, anda bisa baca artikel tentang generator pada artikel berikut ;

Prinsip Kerja Generator Listrik

Namun listrik yang dihasilkan dari generator belum bisa digunakan langsung untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat, hal ini dikarenakan tegangan yang dihasilkan masih belum stabil.

Oleh sebab itu ada komponen yang bernama regulator, salah satu fungsinya untuk menjaga tegangan listrik tetap pada 220 V untuk menyalurkan kerumah-rumah, sementara kalau mau didistribusikan jarak jauh biasanya tegangan listrik dinaikan supaya lebih efektif.

Cara Kerja Kincir Angin Pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Listrik saat ini menjadi salah satu kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Disamping ramah lingkungan, tenyata energi listrik juga bisa diperbaharui.

Salah satu cara untuk menghasilkan energi listrik, adalah menggunakan tenaga angin. Alatnya, bernama pembangkit listrik tenaga bayu atau biasa disingkat PLTB.

Lalu, bagaimana cara kerja PLTB ini ? dan seberapa besar energi listrik yang dapat dihasilkan oleh pembangkit ini ? simak uraiannya dibawah.

A. Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin


Sesuai dengan namanya, PLTB memanfaatkan angin sebagai sumber energi. Jadi prinsip utama PLTB ini adalah mengubah energi dari energi yang terkandung dalam aliran angin menjadi energi listrik.

Lalu bagaimana perubahan energi tersebut bisa terjadi ?

Untuk mengubah tenaga angin, maka diperlukan alat bernama generator listrik. Alat ini akan mengubah energi mekanik menjadi aliran elektron menggunakan prinsip elektromagnetik.

Jadi skemanya, angin berhembus menyebabkan turbin atau kincir angin berputar. Putaran kincir angin akan memutar poros generator sehingga energi listrik dapat terbentuk.

Agar lebih jelasnya, simak diagram dibawah ini.

Komponen pembangkit listrik tenaga angin sederhana

  • Kincir angin
  • Poros turbin
  • Magnet
  • Kumparan tembaga
  • Terminal output


Bagaimana PLTB sederhana bekerja ?

Saat angin berhembus, kincir angin akan berputar. Putaran kincir angin akan memutar poros turbin dimana pada poros turbin sudah tersusun magnet ditengah lilitan tembaga. Sehingga ketika magnet tersebut berputar ditengah lilitan tembaga, akan memicu aliran listrik pada lilitan tembaga tersebut.

Aliran listrik tersebut akan bermuara pada terminal output, pada terminal inilah energi listrik siap digunakan.

Namun, listrik yang dihasilkan dari output generator masih tidak stabil karena putaran kincir angin pastinya dipengaruhi oleh kecepatan angin sehingga tidak beraturan. Oleh sebab itu, listrik dari terminal output akan dimasukan kedalam komponen regulator.

Komponen regulator ini bisa berisi berbagai komponen elektronik seperti trafo, IC dan lainnya. Tujuan regulator ini adalah untuk menstabilkan tegangan listrik pada nilai 220 V sehingga bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah.

B. Berapa Energi Yang Dihasilkan PLTB ?


Bicara soal energi listrik yang dihasilkan tentu relatif, karena hal ini dipengaruhi oleh kecepatan dimana kincir angin tersebut berada. Namun, karena ini merupakan energi yang terbarukan dan ramah lingkungan maka PLTB dibuat agar menghasilkan daya listri yang besar.

Lalu berapa energi listrik yang dihasilkan ?

Pada tahun 2005, energi yang dihasilkan PLTB diseluruh dunia mencapai 58.982 MW. Jumlah itu memang belum mencapai 1 % kebutuhan listrik didunia. Namun mulai terbatasnya bahan bakar fosil memaksa beberapa negara untuk membangun energi yang terbarukan seperti ini sehingga saat ini pasti jumlahnya bisa lebih banyak.

Lalu bagaimana dengan PLTB di Indonesia ?


PLTB pertama di Indonesia telah dibangun didaerah Sidrap Sulawesi selatan, dengan memiliki 30 wind turbine generator (WTG) energi yang dihasilkan mencapai 75 Mega Watt. Dengan kata lain satu kincir angin mampu menghasilkan daya 2,5 Mega watt.

Sementara untuk yang versi individualnya, satu buah kincir angin mampu menghasilkan daya beragam dari 50 watt sampai 600 watt.


C. Potensi PLTB Di Indonesia



Apakah PLTB bisa dan efektif apabila dibangun di Indonesia ?

Pembangunan PLTB pertama di Indonesia yang berada di daerah sidrap sudah membuktikan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi di energi angin.

Berdasarkan data dari kementrian energi dan sumber daya mineral pada tahun 2010, Indonesia berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 9,2 gigawatt dari tenaga angin. Sementara itu lembaga penerbangan dan antariksa nasional menyebutkan ada lebih dari 100 daerah di Indonesia yang menyimpan potensi energi angin.

Kecepatan angin didaerah tersebut bisa mencapai 5,5 meter per detik bahkan dibeberapa daerah bisa sampai 6 meter per detik.

Tentu hal ini sudah membuktikan bahwa potensi energi angin di Indonesia cukup besar dan apabila dicampurkan dengan pembangkit lain bisa mencukupi kebutuhan energi listrik nasional namun mengurangi pemakaian bahan bakar fosil.