-->
Winshield Wiper Mobil, Kejeniusan Inovator Yang Terispirasi Hal Sepele

Winshield Wiper Mobil, Kejeniusan Inovator Yang Terispirasi Hal Sepele

Profesor robert kearns adalah tokoh dibalik inovasi wiper mobil yang dipakai sekarang. Tahukah kalian, wiper ini dikembangkan terinspirasi oleh mata manusia. Jadi seperti apa kejeniusan dari profesor robert ini ? mari kita bahas.

 

Wiper sendiri sebenarnya sudah ditemukan sejak awal seribu sembilan ratusan. Sebuah motor listrik, akan dihubungkan dengan roda gigi cacing. Mekanisme ini, digunakan untuk membelokan poros putaran, dan menambah torsi. Lalu dihubungkan dengan tautan empat link. Ini akan membuat lengan wiper bergerak bolak-balik.

 

Sehingga, lengan wiper ini bisa membasuh air yang menempel pada kaca mobil. Tapi ternyata, desain seperti ini menimbulkan masalah lain.

 

Inilah yang disadari oleh profesor robert. Suatu hari ia sedang mengemudi dalam kondisi hujan ringan. Sehingga ia menyalakan wiper. Gerakan wiper yang terus menerus, ternyata mengganggu pandangan pengemudi.

 

Lalu ia teringat dengan mata manusia, yang berkedip. tapi kedipan tersebut tidak mengganggu pandangan kita. Ternyata, alasan dibalik kediapan mata tidak menggaggu pandangan, adalah karena kedipan mata berlangsung secara terputus alias tidak konstan.

 

Mata akan berkedip sesekali saja. Sehingga ini tidak mengganggu pandangan kita. Hal ini diterapkan pada wiper mobil, sehingga terciptalah intermitent wiper.

 

Intermitent wiper sendiri, adalah mekanisme wiper yang bisa menyeka kaca mobil sesekali saja saat hujan ringan. Tidak Cuma itu, durasi gerakan wiper, juga bisa diatur berdasarkan kondisi hujan. Jadi, saat hujan lebat, wiper tetap bisa bergerak secara terus menerus.

 

Desain ini, merupakan terobosan besar dalam industri otomotif. Sampai-sampai, desain ini di duplikasi oleh perusahaan otomotif besar saat itu, seperti ford dan krisler. Sehingga profesor robert harus berjibaku untuk melindungi penemuannya tersebut.

 

Sekarang pertanyaannya, bagaimana mekanisme untuk membuat lengan wiper bergerak sesekali saja ?

 

Inilah kejeniusan lain dari profesor robert. Di tahun 1960-an, dia merangkai sebuah sirkuit elektronik sederhana, untuk membuat wiper ini mampu menyeka sesekali saja. Inilah awal dari perkembangan wiper intermiten yang dipakai di era sekarang.

 

Untuk memahami rangkaian ini dengan lebih mudah, simak animasi berikut.

 

Jadi komponen utama dalam rangkaian ini, adalah transistor. Transistor, dipakai sebagai saklar elektronik untuk memutuskan dan menyambungkan arus ke motor wiper, sehingga motor wiper bisa bekerja secara intermiten.

 

Transistor yang dipakai disini, adalah transistor PNP. Ketika kaki basis terhubung ke ground, maka emitor dan kolektor akan terhubung. Dan ini akan menghubungkan arus dari baterai ke motor wiper. Sehingga wiper bergerak.

 

Untuk membuatnya berhenti, maka kita beri saklar dua arah pada jalur basis. Saklar ini punya satu input, dan dua output. Input berasal dari kaki basis transistor. Sementara outputnya, satu ke ground, dan satunya ke terminal positif baterai.

 

Saat posisi saklar off, input saklar terhubung ke output satu yaitu ke ground. Tapi saat saklar ditekan, input akan terhubung ke output dua, yaitu terminal positif. Lalu bagaimana cara untuk mengoperasikan saklar ini ?

 

Pada poros motor wiper, ada sebuah cam yang dapat menekan saklar ini. Jadi, dalam posisi saklar off transistor terhubung. Sehingga motor wiper berputar. Saat cam menekan saklar, itu akan menghubungkan kaki basis, dengan terminal positif. Ini, akan menonaktifkan transistor. Sehingga motor wiper mati.

 

Lalu bagaimana cara menghidupkannya lagi ?

 

Ini yang rumit pada rangkaian wiper. Jadi rangkaian wiper intermiten tidak hanya seperti ini. Kita perlu menambahkan kapasitor pada jalur basis, dan mencabangkan jalur basis ini langsung ke ground dengan penghalang sebuah resistor.

 

Jadi, karena ada penambahan komponen pada rangkaian wiper ini, maka aliran listriknya juga berubah. Dalam posisi off, arus dari basis tercabang ke dua arah. Satu, langsung ke ground melalui resistor. Ini akan membuat transistor akitif, karena kaki basisnya terhubung ke ground. Sehingga motor wiper menyala.

 

Dan output kedua, arus dari basis juga mengalir ke saklar menuju ke output satu ground, melewati kapasitor ini. Karena kapasitor dilewati arus, maka akan terjadi pengisian daya pada kapasitor.

 

Ketika cam menekan saklar, kaki basis masih terhubung ke ground karena jalurnya tidak lewat saklar. Melainkan langsung ke ground melalui resistor ini. Tapi, jalur kapasitor ini akan ganti terhubung ke output dua, terminal positif.

 

Lalu apa yang terjadi ? ini akan memicu pengosongan daya pada kapasitor. Pengosongan daya adalah kapasitor mengeluarkan arus yang sebelumnya terisi. Arah pengosongan arus kapasitor, adalah dari terminal positif kapasitor, ke ground.

 

Ini akan mensuplai arus listrik ke kaki basis. Sehingga tegangan di kaki basis lebih tinggi daripada tegangan di kaki kolektor. Ini, akan membuat arus dari jalur basis, berbalik ke arah transistor. Dengan kata lain, ini akan memutus basis ke ground. Sehingga transistor terputus. Dan motor wiper berhenti beroperasi.

 

Pengosongan kapasitor ini, akan berlangsung hingga daya didalam kapasitor habis. Ketika kapasitor ini sudah kosong, maka tegangan di kaki basis kembali lebih rendah dari kolektor. Sehingga, ini akan kembali menghubungkan basis dengan ground melalui jalur resistor. Sehingga transistor kembali terhubung, dan motor wiper bisa aktif lagi. Karena motor wiper muter, maka saklar jadi off. Sehingga terjadi pengisian lagi pada kapasitor.

 

Dan siklus ini berlangsung selama wiper dinyalakan. Jadi intinya,  jeda pada wiper dipengaruhi oleh lamanya pengosongan arus pada kapasitor. Dan lamanya pengosongan arus ini, juga dipengaruhi oleh nilai resistor ini. Jadi jika resistor punya hambatan besar, maka pengosongan arus jadi lebih lama, yang berakibat pada jeda wiper yang lebih lama juga.

 

Ini, dimanfaatkan untuk memperoleh jeda wiper yang bervariasi. Dengan menggunakan variabel resistor, kita bisa memilih hambatan besar untuk jeda yang lebih lama, dan hambatan kecil untuk jeda yang lebih cepat.

 

Lalu bagaimana saat hujan lebat ? wiper kan harus bergerak terus ?

 

Ternyata ini cukup simpel. Saat hujan lebat, lebih banyak air di kaca mobil. Ini akan mengurangi gaya gesek saat wiper menyeka kaca. Ketika wiper bergerak kebawah, ada gaya sentrifugal pada lengan wiper, yang mendorong kebawah. Gaya sentrifugal ini, akan memicu motor wiper untuk bergerak saat kem menekan saklar.

 

Jadi dengan kata lain, setelah kem menekan saklar, kem masih bisa muter sehingga langsung melepas saklar. Inilah yang membuat wiper bisa gerak terus menerus saat hujan.

 

Untuk skema wiper yang dipakai sekarang, sudah lebij canggih lagi. Karena sudah menggunakan aisi kontroler untuk mengatur jeda wiper. Jadi, tidak ada lagi kem seperti ini. Aisi akan mengatur durasi arus ke motor wiper.

 

Itulah awal mula inovasi wiper mobil, yang ternyata terinsiprasi dari mata manusia. Semoga menambah wawasan kita semua.

Fungsi Vital CDI Pada Sepeda Motor

 

Mesin motor itu ngga bisa nyala kalau ngga ada businya. Karena busi ini akan mengeluarkan percikan api, untuk membakar campuran udara dan bensin yang telah dikompresi didalam mesin. Lalu bagaimana percikan api pada busi ini bisa muncul ?

 

Inilah gambaran pentingnya CDI pada motor. CDI merupakan salah satu jenis sistem pengapian yang paling banyak digunakan pada sepeda motor. Ini sangat vital. Seperti yang saya katakan diawal, sistem pengapian ini yang bikin busi keluar api. Jadi kalau ngga ada sistem pengapian, mesin otomatis ngga bisa nyala.

 

Lalu bagaimana CDI beroperasi ?

 

CDI merupakan kependekan dari kapasitor discharg ignisyen. Sesuai Namanya, CDI menggunakan kapasitor sebagai komponen pembedanya, daripada jenis sistem pengisian yang lain.

 

Biar lebih jelas, saya akan jelaskan dari awal mula api pada busi bisa terbentuk.

 


Jadi percikan yang muncul dibusi ini, sebenarnya bukanlah api. Melainkan hanya sengatan energi listrik. Layaknya petir yang bersifat membakar, percikan pada busi ini juga bersifat membakar meskipun dengan skala yang kecil. Meski dengan skala kecil, ini sudah cukup untuk membakar campuran udara dan bensin karena sudah dikompresi.

 

Tapi bagaimana percikan listrik pada busi ini muncul.

 

Kalau kita lihat bagian dalam busi, kita akan menemukan batang konduktor yang terhubung ke terminal positif baterai. Batang ini biasa disebut elektroda. Sementara ulir busi, terhubung ke terminal negative atau ground. Percikan listrik akan muncul pada celah antara ujung elektroda dengan ground.

 

Tapi bagaimana bisa ? kan itu ada celahnya ?

 

Dengan tegangan 12 volt pada aki, percikan listrik tidak akan keluar. Tapi kalau kita naikan tegangan sampai 10 kilovolt, maka itu akan menghasilkan loncatan elektron yang berbentuk percikan api.

 

Sekarang pertanyaannya, bagaimana cara menaikan tegangan 12 volt sampai 10 ribu volt ?

 

Itu dilakukan oleh komponen yang namanya ignisyen koil. Ignisyen koil ini sama seperti trafo step up yang berfungsi menaikan tegangan. Tegangan yang mampu dilipat gandakan oleh koil dipengaruhi oleh jumlah perbedaan lilitan antara kumparan sekunder dengan kumparan primer.

 

Namun karena pelipat gandaan tegangan ini hampir 1000 kali lipat, harusnya koil ini punya ukuran yang besar. Dan ini membuat efisiensi kelistrikan mesin motor jadi lebih rendah.

 

Untuk memaksimalkan efisiensi kelistrikan mesin, maka ada komponen yang namanya CDI unit. Secara sederhana, CDI ini akan membuat arus yang mengalir pada kumparan primer koil, menjadi sekitar 100 volt.

 

Jadi pelipat gandaan tegangan didalam koil tidak terlalu besar. Ini akan memangkas ukuran ignisyen koil. Dalam melakukan kinerjanya, CDI unit dibantu oleh pulse igniter. Ini, digunakan untuk mengatur timing kapan busi menyala. Jadi busi itu hanya menyala setelah campuran udara dan bahan bakar dikompresi. Sehingga induksi pada koil, juga harus ada timmingnya.

 

Nah, pulse igniter ini tugasnya untuk mengepaskan timming itu.

 

Jadi didalam CDI itu ada komponen kapasitor. Kapasitor punya kemampuan kapasiti, atau menyimpan arus listrik. jadi ketika kapasitor terhubung ke aki, arus listrik dari aki akan mencharge kapasitor. Ketika rangakaian tersebut terputus, kapasitor akan melepaskan arus yang tersimpan secara spontan.

 

Sehingga, tegangan yang dilepaskan oleh kapasitor ini bisa mencapai 100 volt. Agar ini bisa terjadi, maka perlu ada mekanisme pemutusan dan penyambungan arus dari baterai. Ini di handel oleh dua komponen, yakni pulse igniter dan SCR.

 

Pulse igniter ini, terdiri dari solenoid dan rotor magnet. Ketika tonjolan pada rotor ini mengenai solenoid, maka sinyal akan terkirim ke SCR. Sinyal ini akan digunakan oleh SCR untuk memutuskan arus dari aki ke kapasitor.

 

Jadi gampangnya, dalam posisi ini kapasitor terhubung ke aki. Ini akan mencharge tegangan pada kapasitor. Ketika rotor mengenai solenoid, arus baterai ke kapasitor langsung terputus. Sehingga kapasitor melepaskan arus yang sebelumnya tersimpan didalam kapasitor. Lepasan arus ini akan menginduksi ignisyen koil, sehingga tegangan tinggi pada busi bisa terbentuk dan terjadilah loncatan bunga api.

 

Ketika tonjolan ini sudah melewati solenoid, baterai kembali terhubung ke kapasitor. Sehingga ketika tonjolan ini kembali mengenai solenoid, ini akan menciptakan kembali loncatan api pada busi.

 

Jadi siklusnya seperti itu.

 

Sistem pengapian CDI ini digunakan pada hampir tiap motor yang diproduksi sekarang. Karena dibandingkan tipe platina, ini jauh lebih awet. Karena CDI tidak memiliki komponen mekanis yang bergesekan. Semua serba elektronik. Sehingga lebih awet meski tidak diservis.

 

Itulah penjelasan tentang bagaimana komponen CDI sangat penting pada sepeda motor. Semoga bermanfaat.

Sistem Kelistrikan Sepeda Motor Yang Bikin Motor Mirip Komputer

Bicara soal kendaraan, itu identik dengan enjinering dan berbagai pengaplikasian hukum fisika. Tapi itu dulu. Sekarang, jamannya sudah beda. Yang dulunya motor itu identik dengan mekanikal enjinering, sekarang kalau kita lihat bagian mesinnya, ada banyak sekali kabel-kabel.

 

Itu semua tidak lepas dari inovasi para insinyur, untuk memaksimalkan efisiensi mesin kendaraan. Salah satu inovasi pada dunia otomotif, adalah dengan pengaplikasian komponen elektronika.

 

Sehingga seperti yang kita lihat sekarang, motor-motor itu hampir mirip komputer. Tidak ada lagi karburator, tidak ada lagi platina, dan kalau diservis di bengkel, mekanik akan mendiagnostik keadaan mesin juga menggunakan alat scanner digital.

 

Di srtikel ini, kita akan membahas inovasi pada mesin kendaraan yang membuat mesin motor ini lebih mirip komputer.

 


Salah satu hal yang paling mengubah mesin kendaraan, adalah penerapan sensor, kontrol, aktuator. Dalam sistem komputer, kita mengenal tiga komponen utama. Yakni komponen input, komponen kontrol, dan komponen output.

 

Ini, juga diterapkan pada mesin kendaraan. Sensor berfungsi sebagai komponen input. ECU berfungsi sebagai CPU atau kontrollernya, Sementara aktuator adalah komponen output.

 

Ketiga komponen ini, bekerja layaknya sistem komputer. Sensor sebagai komponen input, akan menginput data-data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan pada ECU. Data-data tersebut akan dikombinasikan, sehingga menghasilkan sebuah output yang dikirimkan untuk mengaktifkan aktuator.

 

Contohnya pada sistem bahan bakar. Dulu, motor pakai karburator yang menerapkan hukum Bernoulli. Nah sekarang, sudah pakai elektrik fiul injeksyen. Sistem efi ini, punya beberapa sensor. Yakni sensor udara intake yang berfungsi untuk menginput masa udara yang melewati intake manifold. Lalu ada sensor kevakuman intake, untuk  mengetahui beban mesin berdasarkan nilai kevakuman didalam intake. Kemudian ada sensor posisi katup. Ini digunakan untuk menginput seberapa dalam kita menarik handel gas. Lalu ada sensor CKP dan CMP. CKP untuk mengetahui RPM mesin, CMP untuk mengetahui posisi top piston. Kedua sensor ini dipakai untuk menentukan timing kapan injektor menyemprotkan bensin.

 

Terakhir ada oksigen sensor yang letaknya di knalpot. Sensor ini akan menginput kandungan oksigen pada gas buang mesin, sebagai feedback pembakaran didalam mesin.

 

Semua sensor tersebut, akan mengirimkan datanya masing-masing ke ECU. Lalu ECU akan mengkombinasikan data-data tersebut, melakukan perhitungan berdasarkan algoritma yang sudah diprogram, untuk mencapai satu tujuan. Yakni menyuplai bensin kedalam intake manifold dengan volume yang ideal pada RPM berapapun, dengan timing yang pas pula.

 

Hasil perhitungan ECU berupa tegangan listrik yang dikirimkan ke pompa bensin, dan ke injektor. Pompa bensin akan menerima tegangan output, sehingga pompa ini akan nyala secara otomatis Ketika mesin di hidupkan. Dan pompa juga mampu menjaga tekanan bensin secara otomatis.

 

Sementara tegangan yang ke injektor, punya frekuensi tertentu. Lewat frekuensi tegangan output inilah, injektor mampu menyuplai bensin dengan volume dan timming yang menyesuaikan RPM mesin. Ketika injektor menerima tegangan, injektor akan terbuka. Hasilnya, bensin akan tersembur keluar kedalam intake manifold.

 

Dengan penggunaan kontrol elektronik seperti ini, meminimalkan penggunaan komponen mekanis. Apa efeknya ? volume bensin yang keluar dari injektor, akan lebih presisi berdasarkan perhitungan stoikiometri. Ini, membuat campuran udara dan bensin bakal selalu ideal pada tiap RPM. Sehingga efisiensi mesin bisa tercapai.

 

Namun, perlu diketahui juga. Penerapan sistem elektronik ini sangat bergantung pada energi listrik. Jadi bisa dikatakan, aki atau baterai menjadi komponen yang vital pada motor sekarang. Kalau akinya soak, motor bisa jadi nggak bisa nyala.

 

Itulah penjelasan mengapa motor-motor sekarang lebih mirip dikatakan sebagai komputer berjalan. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Kenapa Oli Motor Harus Diganti Secara Rutin ?

Kenapa Oli Motor Harus Diganti Secara Rutin ?

 mungkin ada beberapa dari anda yang mempertanyakan. kenapa sih oli itu harus diganti secara rutin ? apa gunanya mengganti oli secara rutin ? toh oli ini cuma berubah warna doang. tapi masih bisa untuk melumasi. lalu kenapa harus diganti ?


untuk membahas hal ini saya akan menjelaskan sedikit tentang sistem pelumasan pada mesin.


jadi didalam mesin itu isinya komponen yang saling bergesekan. contohnya piston dan silinder. piston itu gerak naik turun didalam silinder. Tapi piston itu tidak secara langsung bergesekan dengan silinder karena diameternya lebih kecil (masih ada celah).


yang bergesekan dengan silinder secara langsung, adalah ring piston. kalau ring ini, memang menekan ke arah dinding silinder. jadi sudah pasti bergesekan secara langsung. karena ring dan silinder itu sama-sama besi, maka gesekannya pasti bisa keluar api. disinilah peran oli. oli akan masuk kecelah antara ring piston dengan silinder. sehingga gesekannya akan dilapisi oleh lapisan oli.


namun ketika terjadi pembakaran, maka gas sisa pembakaran tersebut akan melekat pada semua sisi silinder. padahal, disisi silinder ini sebelumnya ada lapisan oli. dengan kata lain, pembakaran mesin ini akan mengotori lapisan oli pada sisi silinder.


lalu oli dari bawah, juga terus disemprotkan kearea silinder. sehingga, lapisan oli yang terkontaminasi material sisa pembakaran pada silinder, bisa bercampur dengan oli yang ada dibawah. sehingga, material sisa pembakaran ini bisa mengotori semua oli yang ada pada mesin.


proses kontaminasi oli ini berlangsung lama. karena material pembakaran yang melekat pada lapisan oli di silinder itu jumlahnya sangat sedikit. meski begitu, pembakaran ini terjadi sangat sering. dalam satu menit saja, bisa sampai ribuan kali.


sehingga, dalam interval 3000 kilometer, biasanya oli ini sudah berubah warna.


warna hitam pada oli, berasal dari material sisa pembakaran yang mengkontaminasi oli. dan material ini bentuknya seperti butiran padat berukuran mikro. jadi kalau oli mengandung banyak sekali material ini, maka ada potensi material ini menyumbat jalur oli, hingga menggores komponen mesin ketika terbawa oleh oli saat melumasi komponen mesin.


dengan kata lain, jika oli tidak diganti, maka resikonya komponen mesin bisa cepat aus. dan efek inni tidak langsung. melainkan jangka panjang. artinya, awal-awal mungkin tidak akan menimbulkan gejala kalau anda telat atau bahkan lama sekali tidak mengganti oli mesin.


tapi perlahan, mulai muncul gejala seperti mesin yang susah dihidupkan, noise atau bunyi kasar pada mesin, hingga oli yang selalu habis.


jadi pastikan anda tidak telat untuk mengganti oli mesin kendaraan anda. kalau tidak, komponen mesin bisa jadi korbannya.

Bukan Cuma Mencegah Bocor Kompresi Ini Fungsi Vital Ring Piston

Bukan Cuma Mencegah Bocor Kompresi Ini Fungsi Vital Ring Piston

Ring piston adalah salah satu komponen mesin yang fungsinya sangat penting. selama ini, yang kita tahu ring piston itu berfungsi untuk mencegah bocor kompresi. tapi keberadaan ring piston ini ternyata bukan cuma sekedar perapat celah antara piston dan silinder.

komponen kecil ini ternyata punya peran yang sangat penting dalam kinerja mesin.

di artikel ini kita akan membahas fungsi dari ring piston.

Alasan Mesin Butuh Ring Piston


piston itu kan kerjanya cuma gerak naik turun didalam silinder. dan gerakan piston ini sangat cepat. karena dalam 100 RPM, piston bisa bergerak naik turun 1000 kali dalam satu menit. 

biar gerakannya mulus, sebenarnya ada sistem pelumas. tapi piston dan silinder itu sama-sama terbuat dari logam. dan logam ini kita tahu bisa memuai kalau panas. kalau piston memuai, maka dimensinya akan sedikit membesar.

jika piston membesar didalam silinder, maka itu akan membuat piston terjebak didalam silinder alias nggak gerak.

oleh sebab itu, diameter piston dibuat jauh lebih dibandingkan diameter silinder. perbedaan ini sampai menimbulkan celah beberapa milimeter. sehingga dalam posisi memuai pun, piston masih bisa bergerak bebas didalam silinder.

tapi ada masalah baru.

kalau celah piston terlalu lebar, kompresinya bakal bocor. oleh sebab itu dipasanglah tiga buah ring piston.

Ring piston ini terbuar dari bahan logam yang elastis. dan bentuknya tidak 100% rapat alias masih ada bagian yang terbuka. dalam posisi tidak terpasang, ukuran ring piston pasti lebih besar daripada silinder. 

sehingga untuk memasukannya, ring piston harus ditekan. inilah fungsi bagian yang terbuka tersebut. pas dipasang, bagian ring yang terbuka, cuma meninggalkan sedikit celah.

dengan konfigurasi seperti ini, ring piston akan selalu menekan kearah dinding silinder. sehingga ini memastikan tidak ada celah untuk kebocoran kompresi.

di sisi piston, ring ini akan terpasang pada dinding piston yang ada jalurnya. jalur ring ini memang dibuat agak jauh kedalam. ini bertujuan supaya ada toleransi ketika piston memuai. sehingga ketika mesin panas, piston tidak menekan ring piston.

fungsi lain dari ring piston ini, memastikan agar oli tidak tersembur masuk ke ruang bakar. hal ini karena oli akan disemburkan dari bawah untuk melumasi silinder. ring ini juga akan membilas oli yang menempel pada silinder sehingga tidak masuk kedalam ruang bakar.

disinilah daya elastisitas ring piston menjadi kunci. karena kalau ring piston menekan kuat ke arah dinding silinder, maka oli ini tidak akan masuk melewati ring sampai ke ruang bakar. tapi kalau daya elastisitas ring ini lemah, maka oli bisa masuk ke ruang bakar karena oli punya kemampuan untuk masuk ke celah super mikro.

jika ini terjadi, maka oli mesin akan cepat habis meski tidak ada tanda-tanda bocor kompresi.

Animasi Kopling Manual Multi-Plate (tipe Basah) Pada Sepeda Motor

 Kopling berfungsi Ketika kita mau masukin dan pindah gigi. Kenapa motor itu harus pakai kopling ? karena Kopling itu layaknya pintu energi yang bisa memutuskan juga menyambungkan putaran mesin dari mesin ke transmisi secara instan.

Pemutusan energi yang instan ini, diperlukan Ketika kita mau masukin dan memindahkan gigi perseneling. Kalau posisi netral, puataran mesin itu tersambung sampai ke transmisi. Tapi roda tidak muter karena masih netral. Ketika kita Tarik tuas koplingnya, putaran dari mesin tidak terhubung ke transmisi.


Jadi Ketika kita masukin gigi, mesin tidak tersentak. Pas kita lepas tuas kopling secara perlahan, gigi sudah masuk jadi motor bisa jalan.

Pertanyaannya, bagaimana kopling bisa memutuskan dan menyambungkan putaran mesin secara instan ? video ini akan jadi jawabannya.

Mekanisme kopling terletak disebelah kanan. Kalau anda melihat bagian mesin motor yang berbentuk tabung ini, ini merupakan tempat kopling terpasang.

Kalau dibuka, kita akan menemukan banyak plat.


Pertama, kopling motor itu punya dua poros. Poros luar, yang terhubung dengan poros engkol mesin. Dan poros dalam yang terhubung dengan transmisi. Jadi kedua poros ini tidak terkait atau saling terbebas.

Lalu ada dua jenis plat. Yaitu plat kopling, dan plat besi. Plat kopling, merupakan komponen yang ada kampas koplingnya. Plat ini punya drat luar sehingga bisa terkait dengan poros kopling bagian luar. Namun plat kopling tidak punya drat dalam. Sehingga Ketika mesin dinyalakan, plat kopling akan ikut berputar Bersama poros luar tanpa memutar poros dalam.

Lalu plat besi, punya drat dalam tapi tidak ada drat luar. Sehingga putaran dari plat kopling tidak akan membuat plat besi dan poros transmisi berputar. Plat besi ini dipasang secara selang-seling diantara plat kopling.

Lalu bagaimana supaya putaran mesin bisa tersalurkan ke transmisi ?

Ada satu plat lagi. Itu adalah plat penekan. Plat ini terpasang diujung, dan ada pegasnya. Jadi plat ini akan mendorong semua plat supaya menempel. Nah karena kedua jenis plat ini punya material yang berbeda, satu pakai besi dan satu lagi pakai kampas. Maka Ketika kedua plat ini menempel, itu akan menyatukan kedua plat tersebut. Jadi plat besi ini bakal ikut muter. Inilah yang membuat putaran dari mesin bisa tersalurkan ke transmisi.

Kalau untuk memutuskannya, bagaimana ?

Ada lagi komponen yang Namanya tuas pengendali kopling. Tuas ini bisa anda lihat dari luar bagian mesin. Ini seperti tuas yang kabelnya, terhubung ke tuas kopling.

Ketika kita Tarik tuasnya, maka tuas yang dibawah juga akan tertarik.

Pergerakan tuas ini, akan mengungkit plat penekan untuk bergerak ke arah luar. Sehingga ini akan menghilangkan tekanan yang membuat semua plat menempel. Ini akan Kembali menciptakan celah antar plat. Sehingga putarannya terputus.

Jadi, kopling itu cara kerjanya Cuma nempel renggang plat saja. Ketika semua plat menempel, maka putaran mesin terhubung. Ketika plat renggang sedikit saja, putaran mesin terputus.

Itulah penjelasan mengenai sistem kopling manual pada sepeda motor. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

AWAS, Hal Sepele Yang menyebabkan diesel runaway

AWAS, Hal Sepele Yang menyebabkan diesel runaway

 Anda pernah mendengar diesel runaway ? ini adalah kondisi yang hanya terjadi pada mesin diesel, dimana mesin tidak bisa dimatikan. Terkesan menakutkan, tapi ini memang nyata terjadi pada beberapa mesin diesel.

Lalu apa penyebabnya ? di artikel ini kita akan bahas setuntasnya.

Diesel runaway adalah kondisi Ketika mesin diesel menolak untuk dimatikan. Hal ini bisa terjadi karena mesin diesel itu beda dengan mesin bensin. Mesin bensin, harus pakai busi. Jadi tidak ada istilah petrol runaway, karena dengan mematikan pengapian businya, maka mesin bensin tidak akan bisa hidup.

Hal tersebut berbeda dengan mesin diesel yang punya kemampuan self-ignisyen. Self ignisyen adalah kemampuan untuk terjadi pembakaran tanpa pemicu api busi. Mesin diesel, hanya memanfaatkan tekanan super tinggi untuk menyalakan solarnya. Jadi, pembakaran pada mesin diesel itu terjadi karena temperatur udara yang dikompresi didalam ruang bakar, itu melebihi titik nyala solar.

Sehingga, tak perlu pemicu api untuk membakarnya lagi.

Namun, hal ini justru bisa jadi bumerang. Kasus yang sering terjadi pada mesin diesel sekarang, adalah karena adanya kebocoran oli yang masuk ke air induksyen sistem. Contohnya, Ketika seal oli pada turbo ini bocor. Itu, akan membuat oli masuk ke selang intake.

Oli ini, kemudian akan terbawa oleh aliran udara yang menuju ke ruang bakar. Dengan kata lain, ini akan membuat oli ikut terkompresi didalam ruang bakar.

Apa yang terjadi Ketika oli ikut terkompresi ?

Oli tersebut bisa terbakar. Meskipun oli itu bukan bahan bakar, tapi oli itu punya zat penyusun yang sama seperti bahan bakar. Yakni hidrokarbon.

Hidrokarbon, biasa ditemukan pada minyak bumi. Dan setelah di suling, maka akan menjadi beberapa produk seperti bensin, solar, dan oli. Jadi baik oli atau solar, sebenarnya sama-sama minyak yang mudah terbakar.

Dalam posisi mesin dingin, oli ini mungkin tidak ikut terbakar. Karena titik nyala oli lebih tinggi daripada solar. Tapi dalam posisi panas, oli suhunya sudah panas, ditambah mesin yang suhunya juga sudah panas, ditambah lagi efek kompresi udara yang meningkatkan termperatur ruang bakar dengan signifikan.

Maka ini bisa memicu oli untuk terbakar. Terbakarnya oli, maka akan menyebabkan efek ledakan yang sama seperti Ketika solar terbakar. Itulah sebabnya, mesin diesel tetap menyala meskipun kita sudah mematikan kontaknya.

Lalu bagaimana cara mengatasi diesel runaway seperti ini ?

Salah satu cara yang paling aman adalah dengan menyumbat selang intake menggunakan kain atau apapun. Intinya, dengan menghentikan suplai udara, maka mesin bisa langsung mati.

Tapi ini juga harus dilakukan dengan hati-hati, karena efek hisapan mesin diesel itu sangat kuat. Sehingga benda apapun yang anda gunakan, bisa saja terhisap masuk.