5 Tips Perawatan Aki Basah Supaya Lebih Awet

Anda tentu sering mendengar kata orang usia aki itu hanya bertahan dua tahun, ada yang tiga tahun ada juga yang lebih. Tapi tentunya, semakin tua usia aki, kondisinya juga akan semakin menurun.

Ada juga yang mengatakan kalau aki basah ternyata bisa bertahan lebih lama dibandingkan aki kering, tapi sebenarnya aki basah dan aki kering itu sama saja. Artinya dengan kapasitas dan pemakaian yang sama maka usianya pasti tidak beda jauh.

Tapi yang membuat aki basah bisa bertahan lebih lama dari pada aki kering itu karena faktor perawatan aki itu sendiri.

Lalu, seperti apa perawatan untuk aki basah supaya bisa lebih awet ? mari kita bahas bersama-sama

Tips Perawatan Aki Basah


Untuk merawat aki basah sebenarnya tidak terlalu sulit asal kita paham tentang aki dan isinya didalam aki.

Secara sederhana, perawatan aki basah itu meliputi ;

1. Pengecekan volume air aki


Didalam aki itu ada dua komponen utama yakni plat timbal dan asam sulfat. Yang kita kenal air aki adalah asam sulfat tersebut, asam sulfat ini menjadi elektrolit yang akan menyebabkan reaksi kimia didalam aki sehingga bisa menyimpan dan melepaskan arus listrik.

Kekurangan air aki tentu menyebabkan proses penyimpanan dan pelepasan arus listrik terganggu sehingga itu akan membuat aki cepat tekor.

Untuk mengecek volume air aki basah, cukup mudah. Anda tinggal menyoroti sisi aki yang ada tanda levelnya. Biasanya ada dua garis yakni lower level dan upper level. Pastikan volume air aki ada diantara lower level dan upper level.

Kalau ternyata air akinya dibawah lower level, maka anda perlu menambahkan air aki baru kedalam aki sampai volumenya menyentuh upper level.

2. Menjaga kebersihan terminal aki dari kerak

img by napaonline.com

Semakin sering aki digunakan, biasanya kerak pada terminal aki akan terbentuk. Biasanya kerak ini muncul di terminal positif dan tidak terdeteksi karena terminal positif aki memiliki cover pelindung.

Apa efek kerak aki ini ?

Ada beberapa efek negatif akibat kerak yang menumpuk diterminal aki, salah satunya bisa menjadi resisten atau menghambat arus listrik dari aki ke komponen kelistrikan.

Untuk membersihkannya, anda lepas dulu dua terminal akinya lalu teteskan air panas pada kerak tersebut, maka kerak akan melunak.

Setelah kerak melunak bersihakn menggunakan kain atau tisu dan kalau ada, lumasi terminal aki menggunakan grease untuk mencegah kerak terbentuk kembali.

3. Menjaga kebersihan semua tutup aki

Ini memang sepele tapi pada semua tutup aki itu terdapat ventilasi yang dijadikan jalan keluar uap didalam aki saat reaksi kimia berlangsung.

Sehingga kalau ada kotoran atau debu yang menyumbat, itu akan membuat aki menggelembung yang tentunya bisa menyebabkan aki mengalami kerusakan permanen.

Oleh sebab itu, jangan lupe untuk membersihkan area tutup aki ini. Kalau bisa pasang pelindung berbahan busa diatas tutup aki ini untuk melindunginya dari debu-debu yang bertebaran.

4. Jangan pula memanaskan mesin saat mobil tidak digunakan

Aki itu sifatnya Cuma sebagai penyimpan listrik untuk kemudian dikeluarkan lagi saat diperlukan, jadi aki tidak bisa menghasilkan arus listrik. yang bisa menghasilkan arus listrik itu adalah alternator yang bekerja saat mesin menyala.

Sehingga kalau mesin mati, alternator tidak menyala otomatis tidak ada pengisian yang mengarah ke aki.

Padahal saat mobil tidak digunakan pun, ada sistem kelistrikan mobil yang masih berfungsi seperti sistem alarm. Sehingga kalau mesin dibiarkan begitu saja tanpa dipanasi, nanti aki bisa tiba-tiba soak.

Oleh sebab itu, panaskan mesin mobil anda kalau mobil anda sudah lama tidak digunakan. Atau kalau anda akan menganggurkan mobil dalam waktu lama dan anda tidak ada disana, cabut terminal akinya.

5. Faktor pemakaian

img by carfromjapan.com

Faktor pemakaian menjadi faktor utama yang menentukan keawetan aki. Beberapa pemakaian yang wajar dan tidak berlebihan bisa membuat aki bertahan lebih lama, antara lain ;

  • Tidak menyalakan blower AC saat mesin mati
  • Jangan terlalu lama menyetel audio mobil saat mesin mati
  • Pastikan anda mematikan semua perangkat kelistrikan sebelum mematikan mesin
  • Pastikan anda tidak memasang aksesoris kelistrikan yang berlebihan, kalaupun akan pasang usahakan ganti aki dengan kapasitas lebih tinggi

Begini 4 Cara Mematikan Alarm Mobil Avanza

Alarm dibuat sebagai pengaman mobil dari tindakan yang tidak diinginkan, tapi kadang ada kendala yang membuat alarm mobil eror sendiri. Seperti alarm mobil yang nyala dan tidak mau dimatikan secara normal.

Kalau sudah begini, lantas apa yang harus dilakukan ? apa kita harus mencabut baterainya ? atau menghancurkan alarmnya ?

Jangan sampai panik karena kita bisa mematikan alarm mobil yang bunyi terus menggunakan kunci kontak yang sudah ada. Jadi tidak perlu sampai dirusak alarmnya agar bisa mati.

Lalu Bagaimana Caranya ?


1. Coba hidupkan mesin seperti biasa

Dalam posisi alarm menyala, masukan kunci kontak lalu start mesin. Biasanya sistem alarm akan secara otomatis berhenti saat kunci kontak yang asli digunakan untuk menyalakan mesin. Karena anda menggunakan kunci kontak aslinya, maka alarm bisa berhenti.

Tapi ternyata cara diatas tidak berlaku pada semua jenis mobil, ada alarm yang kalau sudah bunyi maka tidak akan bisa dimatikan meski kunci kontak asli digunakan untuk menghidupkan mesin.

Lalu apa solusinya ? cek poin berikutnya.

2. Tekan tombol silent

Umumnya remote kunci dilengkapi dengan dua tombol, yakni lock, dan unlock. Tapi ada remote alarm yang memiliki tombol dengan icon speaker dicoret, itu adalah tombol silent yang berfungsi untuk membawa alarm mobil pada silent mode atau mode diam.

Sehingga yang awalnya alarm bunyi terus, maka alarm bisa benar-benar mati seperti tidak berfungsi.

Untuk mengaktifkannya, cukup tekan agak lama tombol tersebut hingga alarm mati. Setelah alarm mati, maka alarm tidak akan berbunyi lagi sebelum anda mengaktifkannya. Jadi untuk mengaktifkannya lagi, juga sama cukup tekan tombol silent sampai alarm bunyi.

3. Menekan kombinasi antara lock dan unlock

Poin dua, itu bisa diaplikasikan pada remote yang dilengkapi silent mode, tapi bagaimana untuk remote standar yang Cuma dilengkapi dua tombol lock dan unlock ?

Dilansir dari otomotifnet.gridoto.com, untuk Avanza tipe lama alarm bisa dinonaktifkan dengan menekan tombol lock-unlock-lock-lock secara simultan. jadi keempat kombinasi pencetan tersebut harus ditekan secara cepat dan berurutan (tanpa ada jeda).

Tapi yang harus diingat juga, pastikan sebelumnya semua pintu dan kap mesin dalam posisi tertutup rapat.


Untuk All new Avanza karena punya alarm dari vendor yang berbeda, otomatis cara menonaktifkannya juga sedikit berbeda, caranya dalam posisi pintu tertutup rapat (namun central door lock tetap terbuka) tekan tombol speaker dan dilanjutkan menekan tombol lock (gembok tertutup), maka akan terdengar bunyi klakson yang menandakan mode silent aktif.

Sebenarnya, cara diatas bisa anda lihat pada manual book yang anda miliki. Namun, kalau tetap belum juga berhasil bagaimana ?

4. Terakhir gunakan cara pamungkas ini


  • Buka pintu sisi driver
  • Masukan kunci kontak ke lubang ignition lalu putar ke posisi ON
  • Selanjutnya, kembalikan kunci kontak ke ACC lalu putar kembali ke posisi ON.
  • Bolak-balikan dari ACC ke ON selama 8-11 kali dengan cepat dan konstan.


Menurut pengakuan beberapa pemilik Avanza, cara diatas terbukti mampu mematikan alarm mobil yang sebelumnya bunyi terus menerus. Tapi saat alarm sudah mati, anda perlu membawa mobil ke bengkel karena sistem alarm dan klakson biasanya menjadi ikut tidak berfungsi.

Sekian semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Lakukan Cara Ini Untuk Me-reset Alarm Mobil

Terkadang ada suatu sebab yang menyebabkan remote mobil ngadat, bisa karena penggantian baterai remote atau hal lain. Tentunya ketika remote ngadat, maka fungsi remote seperti untuk melock/membuka lock pintu menjadi tidak berfungsi.

Tapi sebenarnya, itu bukan berarti sistem alarm dan remote mobil mengalami kerusakan. Melainkan hanya kurang sinkron, jadi kita bisa membuatnya berfungsi kembali dengan cara mereset alarm tersebut.

Namun banyak orang beranggapan mereset alarm mobil itu perlu alat khusus, padahal kalau mobilnya masih pakai alarm biasa kita bisa meresetnya dengan mudah tanpa bantuan alat apapun.

Kecuali moil anda sudah dilengkapi sistem immoblizer, maka baru itu memerlukan alat khusus untuk meresetnya.

Lalu Bagaimana Cara Reset Alarm Mobil ?


Pertama pastikan baterai pada remote dalam posisi O.K. Ini artinya kalau baterai remote habis, maka anda perlu ganti dulu baterainya. Artikel tentang penggantian baterai remote bisa anda baca pada limk berikut ;

Setelah sudah, ikuti langkah berikut.

1.Apabila posisi pintu mobil terkunci, buka kuncian pintu secara manual menggunakan kunci kontak.

2. Apabila sistem alarm masih normal, biasanya akan berbunyi (ting-ting-ting) dan disertai indikator alarm berwarna merah menyala yang menandakan salah satu pintu mobil terbuka.

3. Biarkan pintu depan kanan terbuka dan pastikan pintu lainnya termasuk kap mesin tertutup rapat.

4. Masukan kunci kontak ke dalam lubang kunci kontak.

5. Putar kunci kontak ke posisi ON

6. Dalam posisi kunci masih menancap, tekan dan tahan tombol lock pada remote sekitar 5 sampai 10 detik.

7. Putar kunci kontak ke posisi OFF lalu putar lagi kunci kontak ke posisi ON, dan tekan kembali tombol lock remote dengan durasi yang sama.

8. Lakukan hal diatas secara berulang-ulang hingga lampu indikator alarm mati.

9. Setelah lampu indikator mati, anda bisa cabut kunci kontak dan tes remotenya.

Coba tutup semua pintu dan lock pintu tersebut, test juga tombol unlocknya apakah berfungsi normal atau tidak.

Kalau belum juga berfungsi, berarti ada dua kemungkinan. Module alarm mengalami kerusakan dan yang kedua sistem alarm sudah dilengkapi immobilizer, sehingga tidak bisa kita reset dengan cara seperti ini.

Cara diatas bisa kita lakukan pada mobil Avanza/Xenia dan mobil lain yang tidak menggunakan immobilizer.

Sekian semoga bisa menambah wawasan kita.

Alarm Mobil Bunyi Terus, Apa Penyebabnya ? Bagaimana Mengatasinya ?

Alarm memang digunakan sebagai pengaman mobil atau anti maling, tapi bagaimana jadinya kalau alarm mobil sering bunyi sendiri padahal tidak ada yang menyentuh mobilnya ?

Tentu itu bisa membuat kita jengkel karena kita harus bolak balik mematikan alarm yang selalu berbunyi tersebut.

Lalu apa kira-kira hal yang menyebabkan alarm mobil bunyi terus tanpa ada sebabnya ? apakah ada hantu ?

Ternyata hal itu disebabkan karena kepekaaan dari modul alarm.

Sekilas saya jelaskan cara kerja alarm mobil, jadi alarm mobil terdiri dari tiga unit komponen yakni

  1. Sensor getar yang umumnya terletak pada pintu mobil. Sehingga kalau ada yang membuka pintunya maka alarm akan bunyi.
  2. Module alarm, module ini akan menerima sinyal getaran dari sensor getar dan menyimpulkannya apakah getaran ini normal atau berasal dari pintu yang terbuka.
  3. Aktuator, yakni sirine yang akan berbunyi. Aktuator ini akan menyala apabila module menyimpulkan positif getaran dari sensor itu berasal dari pintu yang diutak-atik.


Masalah yang menyebabkan alarm bunyi terus itu berasal dari kepekaan modul yang terlalu sensitif. Jadi sensor getar itu akan selalu mengirimkan sinyal getaran meski mobil anda tidak ada yang menyentuhnya.

Hal itu karena getaran dari sekeliling seperti suara, mobil yang lewat akan menyebabkan sedikit getaran pada mobil. Jadi sensor juga tetap akan mengirimkan sinyal getaran.

Tugas module itu untuk menyeleksi apakah sinyal getaran ini masih wajar atau disebabkan karena ada yang mengutak-atik pintu. Umumnya pengaturan ini dilakukan dengan nominal sinyal getaran yang dikirim oleh sensor. Jadi semakin intens sinyal yang dikirim maka itu mengindikasikan getaran cukup dekat atau bisa disimpulkan oleh module bahwa pintu mobil sedang berusaha dibuka paksa.

Kalau module alarm memiliki kepekaan tinggi, maka sinyal getaran kecil saja bisa diindikasikan sebagai getaran yang berbahaya sehingga sirine akan berbunyi.

Dan pada beberapa mobil, kepekaan ini bisa diatur dengan memutar variable resistor pada module alarm. Umumnya module diatur peka agar pendeteksian bisa lebih bagus. Tapi kelemahannya, alarm akan bunyi saat ada petir bahkan kalau diset sangat sensitif, mobil lewat saja alarm bisa bunyi.

Tapi kalau diputar kepekaan rendah, maka kepekaan alarm sedikit berkurang namun itu akan mengatasi alarm yang bunyi sendiri.

Lalu bagaimana cara mengatasinya ?

Seperti yang dikatakan diatas, pertama cari dulu module alarmnya. Biasanya ini terletak dibagian bawah kabin atau kalau alarm mobil anda dibuat after market maka posisinya mudah sekali ditemukan.

Selanjutnya putar selektor pada module berlawanan jarum jarm. Maka itu akan mengurangi kepekaan alarm.

Bagaimana kalau alarm tetap terus bunyi ?

Itu berarti penyebabnya bukan dari setelan module, bisa dari modulenya sendiri yang rusak atau sensor getarnya yang rusak. Apabila komponen-komponen ini telah mengalami kerusakan maka cara mengatasinya adalah dengan menggantinya.

Aki Mobil Tekor Atau Hanya Kurang Setrum ? Cek 5 Ciri Berikut ini

Satu dari sekian permasalahan yang muncul pada mobil, mungkin paling banyak dialami pada sektor aki. Permasalahan pada aki mobil antara lain aki kurang setrum dan aki tekor karena memang sudah rusak.

Masalahnya, baik aki yang hanya kurang setrum maupun aki yang mulai soak tandanya sama-sama.

Lalu apa yang menandakan kalau aki ini kurang setrum dan aki ini sudah rusak ? cek ciri berikut ini.

5 Ciri Aki Mobil Tekor Karena Aki Sudah Rusak


1. Indikator aki berwarna merah

Untuk aki MF atau orang biasa menyebutnya aki kering, biasanya ada lubang khusus yang diguanakan untuk mengintip kondisi elektrolit aki. Untuk yang normal, indikator aki ini berwarna hijau atau biru, kalau aki kurang setrum maka indikatornya berwarna putih dan kalau aki rusak maka indakatornya berwarna merah.

Jadi kalau mobil anda menggunakan aki kering, cek saja indikator ini. Kalau warnanya merah maka aki sudah rusak dan harus diganti. tapi kalau warnanya masih putih, coba di setrum ulang lagi.

2. Saat diukur, tegangan aki normal tapi tidak kuat untuk menghidupkan mesin

Ada perbedaan antara aki soak karena rusak dan aki kurang setrum, aki yang kurang setrum artinya yang kurang hanya tegangannya tapi kalau aki soak karena rusak maka yang kurang kapasitas arusnya.

Jadi, meski aki tersebut sudah rusak alias kapasitas arusnya sudah jauh berkurang tegangan aki masih tetap 12 V. tapi karena kapasitasnya arus yang mampu disimpan aki itu sedikit, maka arus aki tidak akan kuat untuk menyalakan dinamo starter.

Sehingga kalau anda mengukur aki menggunakan volt meter biasanya tegangan aki masih normal antara 10-12 V.

3. Aki sanggup menghidupkan komponen kelistrikan berdaya rendah

Ini juga masih berhubungan dengan yang pertama, ketika kapasitas arus yang mampu disimpan oleh aki berkurang jauh aki memang tidak sanggup menyalakan komponen kelistrikan berdaya besar seperti dinamo.

Tapi untuk kelistrikan berdaya kecil seperti lampu dan klakson, masih tetap bisa digunakan.

Sehingga jangan heran, aki tidak kuat untuk menyalakan mesin padahal bisa untuk menghidupkan lampu-lampu dan suara klakson juga masih bagus.

4. Usia aki sudah lebih dari 2 tahun

Aki kering memiliki kelebihan pada sektor perawatannya yang free alias tanpa kita utak-atikpun aki masih tetap berfungsi dengan normal. Namun, dibandingkan aki basah aki kering memiliki batas usia.

Batas usia pada aki kering ini beragam, ada yang setahun ada yang dua tahun ada pula yang lebih. Ini juga dipengaruhi oleh faktor pemakaian.

Tapi umumnya umur aki itu 2 tahun, jadi kalau aki mobil anda sudah lebih dari 2 tahun lalu tiba-tiba aki soak, besar kemungkinan aki sudah rusak dan perlu diganti.

5. Kondisi aki sudah menggelembung

Aki yang bagian sampingnya menggelembung juga berpotensi soak, karena kalau aki menggelembung itu menandakan ada masalah pada sistem ventilasi aki. Hal itu juga bisa berdampak pada plat-plat didalam aki.

Plat didalam aki bisa tertekan sehingga bisa saling bersentuhan, dari situlah aki bisa tidak berfungsi.

Lalu apa solusinya ?

Kalau anda menggunakan aki tipe kering, maka tidak ada solusi lain selain menggantinya. Pasalnya aki kering memang dibuat sekali pakai, sehingga kalau rusak ya harus diganti.

Beda kalau anda menggunakan aki standar (aki basah). Aki ini memiliki enam buah penutup yang bisa dengan mudah kita buka. Kalau aki soak, umumnya dikarenakan karena berat jenis elektrolitnya turun. Maka kita tidak perlu mengganti unit akinya, kita hanya perlu mengganti air akinya.

Itulah sebabnya, aki basah bisa memiliki umur yang panjang karena air akinya bisa diganti.

1 Ampere Berapa Watt ? Ini Dia Cara Mencarinya

Dalam dunia kelistrikan tidak bisa dipisahkan dengan tiga jenis satuan, yakni volt, ampere dan watt.

Volt adalah satuan untuk tegangan atau voltage, ampere adalah satuan untuk jumlah arus yang mengalir, watt adalah daya listrik yang diperlukan sebuah beban kelistrikan untuk dapat menyala.

Mungkin anda masih penasaran, kira-kira dalam satu ampere arus listrik itu berapa watt ?

Kita akan coba menjelaskannya dengan bahasa sesimpel mungkin agar bisa anda pahami dengan mudah.

Persamaan Nilai Antara Ampere dan Watt


Pertama yang perlu diketahui, antara kuat arus dan daya listrik itu dua hal yang berbeda sehingga nilainya tidak bisa dikonversi seperti halnya gram dan kilogram. Tapi daya listrik yang mampu disuplai saat 1 ampere arus mengalir, tentu bisa kita cari.

Bagaimana cara mencarinya ?

Anda cukup gunakan rumus berikut : P = V x I

P adalah simbol dari daya listrik (watt)
V adalah simbol dari tegangan listrik (Volt)
I adalah simbol dari kuat arus listrik (ampere)

Dalam hal ini kita akan menggunakan dua contoh,

1. Pada listrik rumah

Listrik rumah memiliki tegangan 220 Volt, maka daya yang bisa disuplai setiap satu ampere adalah sebagai berikut ;

P = V x I = 220 x 1 = 220 watt.

Itu artinya, setiap satu ampere listrik mengalir maka mampu menyuplai kebutuhan listrik hingga 220 watt.

2. Pada aki/baterai kendaraan

Aki mobil atau motor memiliki tegangan lebih rendah yakni hanya 12 volt. Sehingga daya listrik yang mampu disuplai setiap satu ampere juga berbeda dengan contoh yang pertama ;

P = V x I = 12 x 1 = 12 watt

Artinya pada mobil setiap satu ampere arus mengalir maka hanya mampu menyuplai beban listrik 12 watt.

Lalu apa kesimpulannya ?

Seperti yang kita bahas diatas, antara kuat arus dan daya listrik itu dua hal yang berbeda dan tidak dapat dikonversi. Ketika ada pertanyaan 1 ampere berapa watt ? maka jawabannya bervariasi tergantung tegangan listriknya.

Kalau diibaratkan dalam sebuah aliran air didalam selang menuju bak penampung, maka tegangan berperan sebagai selang, air berperan sebagai kuat arus, sementara bak penampung sebagai beban kelistrikan yang memerlukan daya.


Apabila ada dua selang dengan diameter 12 cm dengan 220 cm, lalu kita alirkan air dengan kecepatan yang sama. Mana yang lebih banyak ? jelas yang selang 220 cm. padahal kecepatan aliran air sama tapi karena diameter selangnya beda otomatis hasilnya juga beda.

Kelistrikan juga demikian, meskipun arus yang mengalir sama-sama 1 ampere tapi karena tegangannya berbeda maka daya listriknya pun akan berbeda.

Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Aki 12 Volt Berapa Ampere ? Ini Penjelasannya

Ampere adalah satuan yang menunjukan kuat arus atau banyaknya arus listrik yang mengalir. Pengaruh arus listrik ini, semakin banyak ampere yang mengalir maka semakin besar pula beban kelistrikan yang mampu dihidupkan.

Mungkin anda penasaran, aki yang digunakan pada kendaraan itu bisa mengeluarkan arus berapa ampere ?

Inilah yang akan kita bahas pada artikel berikut.

Arus, Tegangan, dan Daya listrik Pada Aki


Yang perlu anda pahami lebih dulu adalah arus yang dikeluarkan oleh aki itu tergantung berapa watt daya yang diperlukan pada beban kelistrikan.

Sebagai contoh, untuk menghidupkan dinamo starter maka perlu daya lebih besar daripada untuk menghidupkan lampu. Maka apabila diukur, arus yang mengalir untuk menghidupkan dinamo starter lebih besar.

Sehingga bisa dikatakan, arus yang dapat dikeluarkan aki itu sebenarnya bisa besar sekali. Namun aki memiliki kapasitas sama seperti baterai ponsel. Tapi bedanya pada baterai ponsel kapasitas baterai diukur dengan satuan mAH sementara pada aki diukur menggunakan satuan AH.


Sebagai contoh aki memiliki spesifikasi 12 V 40 AH. Itu artinya aki memiliki tegangan 12 Volt dan kapasitas aki 40 AH.

Dengan kapasitas 40 AH, berarti aki mampu mengeluarkan arus dengan besar 40 ampere selama satu jam, atau 80 ampere selama 30 menit, atau 160 ampere selama 15 menit dan 320 ampere selama 7,5 menit.

Jadi apabila anda melihat spesifikasi aki 40 AH bukan berarti arus maksimal yang mampu dikeluarkan aki itu 40 ampere, tapi bisa mencapai 320 ampere. Kalau aki memiliki kapasitas 60 AH, maka aki bisa mengeluarkan arus 60 ampere dalam satu jam, atau kalau diatur untuk mengeluarkan arus 40 ampere, maka aki 60 AH bisa bertahan sampai 90 menit.

Besar arus yang dikeluarkan aki itu dipengaruhi oleh daya listrik dalam satuan watt. Seperti contoh diatas, apabila apabila dinamo starter memiliki daya 1200 watt maka aki harus mengeluarkan arus dengan besar 100 ampere.

Anda bisa baca artikel berikut hubungan antara arus listrik, tegangan dan daya listrik untuk lebih detailnya.

Jadi kesimpulannya,

Setiap aki memiliki kapasitas yang beda-beda, ada yang 35 AH, 40 AH, 45 AH, juga 60 AH. Sementara arus yang dikeluarkan aki itu tergantung berapa daya listrik yang dibutuhkan tiap beban kelistrikan.

Intinya baik aki 40 AH atau 60 AH itu bisa mengeluarkan arus dengan besar yang sama, tapi jelas aki 60 AH bisa lebih tahan lama karena punya kapasitas lebih besar.

Sekian semoga bisa menambah wawasan kita semua.