-->
Kenapa Oli Motor Harus Diganti Secara Rutin ?

Kenapa Oli Motor Harus Diganti Secara Rutin ?

 mungkin ada beberapa dari anda yang mempertanyakan. kenapa sih oli itu harus diganti secara rutin ? apa gunanya mengganti oli secara rutin ? toh oli ini cuma berubah warna doang. tapi masih bisa untuk melumasi. lalu kenapa harus diganti ?


untuk membahas hal ini saya akan menjelaskan sedikit tentang sistem pelumasan pada mesin.


jadi didalam mesin itu isinya komponen yang saling bergesekan. contohnya piston dan silinder. piston itu gerak naik turun didalam silinder. Tapi piston itu tidak secara langsung bergesekan dengan silinder karena diameternya lebih kecil (masih ada celah).


yang bergesekan dengan silinder secara langsung, adalah ring piston. kalau ring ini, memang menekan ke arah dinding silinder. jadi sudah pasti bergesekan secara langsung. karena ring dan silinder itu sama-sama besi, maka gesekannya pasti bisa keluar api. disinilah peran oli. oli akan masuk kecelah antara ring piston dengan silinder. sehingga gesekannya akan dilapisi oleh lapisan oli.


namun ketika terjadi pembakaran, maka gas sisa pembakaran tersebut akan melekat pada semua sisi silinder. padahal, disisi silinder ini sebelumnya ada lapisan oli. dengan kata lain, pembakaran mesin ini akan mengotori lapisan oli pada sisi silinder.


lalu oli dari bawah, juga terus disemprotkan kearea silinder. sehingga, lapisan oli yang terkontaminasi material sisa pembakaran pada silinder, bisa bercampur dengan oli yang ada dibawah. sehingga, material sisa pembakaran ini bisa mengotori semua oli yang ada pada mesin.


proses kontaminasi oli ini berlangsung lama. karena material pembakaran yang melekat pada lapisan oli di silinder itu jumlahnya sangat sedikit. meski begitu, pembakaran ini terjadi sangat sering. dalam satu menit saja, bisa sampai ribuan kali.


sehingga, dalam interval 3000 kilometer, biasanya oli ini sudah berubah warna.


warna hitam pada oli, berasal dari material sisa pembakaran yang mengkontaminasi oli. dan material ini bentuknya seperti butiran padat berukuran mikro. jadi kalau oli mengandung banyak sekali material ini, maka ada potensi material ini menyumbat jalur oli, hingga menggores komponen mesin ketika terbawa oleh oli saat melumasi komponen mesin.


dengan kata lain, jika oli tidak diganti, maka resikonya komponen mesin bisa cepat aus. dan efek inni tidak langsung. melainkan jangka panjang. artinya, awal-awal mungkin tidak akan menimbulkan gejala kalau anda telat atau bahkan lama sekali tidak mengganti oli mesin.


tapi perlahan, mulai muncul gejala seperti mesin yang susah dihidupkan, noise atau bunyi kasar pada mesin, hingga oli yang selalu habis.


jadi pastikan anda tidak telat untuk mengganti oli mesin kendaraan anda. kalau tidak, komponen mesin bisa jadi korbannya.

Bukan Cuma Mencegah Bocor Kompresi Ini Fungsi Vital Ring Piston

Bukan Cuma Mencegah Bocor Kompresi Ini Fungsi Vital Ring Piston

Ring piston adalah salah satu komponen mesin yang fungsinya sangat penting. selama ini, yang kita tahu ring piston itu berfungsi untuk mencegah bocor kompresi. tapi keberadaan ring piston ini ternyata bukan cuma sekedar perapat celah antara piston dan silinder.

komponen kecil ini ternyata punya peran yang sangat penting dalam kinerja mesin.

di artikel ini kita akan membahas fungsi dari ring piston.

Alasan Mesin Butuh Ring Piston


piston itu kan kerjanya cuma gerak naik turun didalam silinder. dan gerakan piston ini sangat cepat. karena dalam 100 RPM, piston bisa bergerak naik turun 1000 kali dalam satu menit. 

biar gerakannya mulus, sebenarnya ada sistem pelumas. tapi piston dan silinder itu sama-sama terbuat dari logam. dan logam ini kita tahu bisa memuai kalau panas. kalau piston memuai, maka dimensinya akan sedikit membesar.

jika piston membesar didalam silinder, maka itu akan membuat piston terjebak didalam silinder alias nggak gerak.

oleh sebab itu, diameter piston dibuat jauh lebih dibandingkan diameter silinder. perbedaan ini sampai menimbulkan celah beberapa milimeter. sehingga dalam posisi memuai pun, piston masih bisa bergerak bebas didalam silinder.

tapi ada masalah baru.

kalau celah piston terlalu lebar, kompresinya bakal bocor. oleh sebab itu dipasanglah tiga buah ring piston.

Ring piston ini terbuar dari bahan logam yang elastis. dan bentuknya tidak 100% rapat alias masih ada bagian yang terbuka. dalam posisi tidak terpasang, ukuran ring piston pasti lebih besar daripada silinder. 

sehingga untuk memasukannya, ring piston harus ditekan. inilah fungsi bagian yang terbuka tersebut. pas dipasang, bagian ring yang terbuka, cuma meninggalkan sedikit celah.

dengan konfigurasi seperti ini, ring piston akan selalu menekan kearah dinding silinder. sehingga ini memastikan tidak ada celah untuk kebocoran kompresi.

di sisi piston, ring ini akan terpasang pada dinding piston yang ada jalurnya. jalur ring ini memang dibuat agak jauh kedalam. ini bertujuan supaya ada toleransi ketika piston memuai. sehingga ketika mesin panas, piston tidak menekan ring piston.

fungsi lain dari ring piston ini, memastikan agar oli tidak tersembur masuk ke ruang bakar. hal ini karena oli akan disemburkan dari bawah untuk melumasi silinder. ring ini juga akan membilas oli yang menempel pada silinder sehingga tidak masuk kedalam ruang bakar.

disinilah daya elastisitas ring piston menjadi kunci. karena kalau ring piston menekan kuat ke arah dinding silinder, maka oli ini tidak akan masuk melewati ring sampai ke ruang bakar. tapi kalau daya elastisitas ring ini lemah, maka oli bisa masuk ke ruang bakar karena oli punya kemampuan untuk masuk ke celah super mikro.

jika ini terjadi, maka oli mesin akan cepat habis meski tidak ada tanda-tanda bocor kompresi.

Animasi Kopling Manual Multi-Plate (tipe Basah) Pada Sepeda Motor

 Kopling berfungsi Ketika kita mau masukin dan pindah gigi. Kenapa motor itu harus pakai kopling ? karena Kopling itu layaknya pintu energi yang bisa memutuskan juga menyambungkan putaran mesin dari mesin ke transmisi secara instan.

Pemutusan energi yang instan ini, diperlukan Ketika kita mau masukin dan memindahkan gigi perseneling. Kalau posisi netral, puataran mesin itu tersambung sampai ke transmisi. Tapi roda tidak muter karena masih netral. Ketika kita Tarik tuas koplingnya, putaran dari mesin tidak terhubung ke transmisi.


Jadi Ketika kita masukin gigi, mesin tidak tersentak. Pas kita lepas tuas kopling secara perlahan, gigi sudah masuk jadi motor bisa jalan.

Pertanyaannya, bagaimana kopling bisa memutuskan dan menyambungkan putaran mesin secara instan ? video ini akan jadi jawabannya.

Mekanisme kopling terletak disebelah kanan. Kalau anda melihat bagian mesin motor yang berbentuk tabung ini, ini merupakan tempat kopling terpasang.

Kalau dibuka, kita akan menemukan banyak plat.


Pertama, kopling motor itu punya dua poros. Poros luar, yang terhubung dengan poros engkol mesin. Dan poros dalam yang terhubung dengan transmisi. Jadi kedua poros ini tidak terkait atau saling terbebas.

Lalu ada dua jenis plat. Yaitu plat kopling, dan plat besi. Plat kopling, merupakan komponen yang ada kampas koplingnya. Plat ini punya drat luar sehingga bisa terkait dengan poros kopling bagian luar. Namun plat kopling tidak punya drat dalam. Sehingga Ketika mesin dinyalakan, plat kopling akan ikut berputar Bersama poros luar tanpa memutar poros dalam.

Lalu plat besi, punya drat dalam tapi tidak ada drat luar. Sehingga putaran dari plat kopling tidak akan membuat plat besi dan poros transmisi berputar. Plat besi ini dipasang secara selang-seling diantara plat kopling.

Lalu bagaimana supaya putaran mesin bisa tersalurkan ke transmisi ?

Ada satu plat lagi. Itu adalah plat penekan. Plat ini terpasang diujung, dan ada pegasnya. Jadi plat ini akan mendorong semua plat supaya menempel. Nah karena kedua jenis plat ini punya material yang berbeda, satu pakai besi dan satu lagi pakai kampas. Maka Ketika kedua plat ini menempel, itu akan menyatukan kedua plat tersebut. Jadi plat besi ini bakal ikut muter. Inilah yang membuat putaran dari mesin bisa tersalurkan ke transmisi.

Kalau untuk memutuskannya, bagaimana ?

Ada lagi komponen yang Namanya tuas pengendali kopling. Tuas ini bisa anda lihat dari luar bagian mesin. Ini seperti tuas yang kabelnya, terhubung ke tuas kopling.

Ketika kita Tarik tuasnya, maka tuas yang dibawah juga akan tertarik.

Pergerakan tuas ini, akan mengungkit plat penekan untuk bergerak ke arah luar. Sehingga ini akan menghilangkan tekanan yang membuat semua plat menempel. Ini akan Kembali menciptakan celah antar plat. Sehingga putarannya terputus.

Jadi, kopling itu cara kerjanya Cuma nempel renggang plat saja. Ketika semua plat menempel, maka putaran mesin terhubung. Ketika plat renggang sedikit saja, putaran mesin terputus.

Itulah penjelasan mengenai sistem kopling manual pada sepeda motor. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

AWAS, Hal Sepele Yang menyebabkan diesel runaway

AWAS, Hal Sepele Yang menyebabkan diesel runaway

 Anda pernah mendengar diesel runaway ? ini adalah kondisi yang hanya terjadi pada mesin diesel, dimana mesin tidak bisa dimatikan. Terkesan menakutkan, tapi ini memang nyata terjadi pada beberapa mesin diesel.

Lalu apa penyebabnya ? di artikel ini kita akan bahas setuntasnya.

Diesel runaway adalah kondisi Ketika mesin diesel menolak untuk dimatikan. Hal ini bisa terjadi karena mesin diesel itu beda dengan mesin bensin. Mesin bensin, harus pakai busi. Jadi tidak ada istilah petrol runaway, karena dengan mematikan pengapian businya, maka mesin bensin tidak akan bisa hidup.

Hal tersebut berbeda dengan mesin diesel yang punya kemampuan self-ignisyen. Self ignisyen adalah kemampuan untuk terjadi pembakaran tanpa pemicu api busi. Mesin diesel, hanya memanfaatkan tekanan super tinggi untuk menyalakan solarnya. Jadi, pembakaran pada mesin diesel itu terjadi karena temperatur udara yang dikompresi didalam ruang bakar, itu melebihi titik nyala solar.

Sehingga, tak perlu pemicu api untuk membakarnya lagi.

Namun, hal ini justru bisa jadi bumerang. Kasus yang sering terjadi pada mesin diesel sekarang, adalah karena adanya kebocoran oli yang masuk ke air induksyen sistem. Contohnya, Ketika seal oli pada turbo ini bocor. Itu, akan membuat oli masuk ke selang intake.

Oli ini, kemudian akan terbawa oleh aliran udara yang menuju ke ruang bakar. Dengan kata lain, ini akan membuat oli ikut terkompresi didalam ruang bakar.

Apa yang terjadi Ketika oli ikut terkompresi ?

Oli tersebut bisa terbakar. Meskipun oli itu bukan bahan bakar, tapi oli itu punya zat penyusun yang sama seperti bahan bakar. Yakni hidrokarbon.

Hidrokarbon, biasa ditemukan pada minyak bumi. Dan setelah di suling, maka akan menjadi beberapa produk seperti bensin, solar, dan oli. Jadi baik oli atau solar, sebenarnya sama-sama minyak yang mudah terbakar.

Dalam posisi mesin dingin, oli ini mungkin tidak ikut terbakar. Karena titik nyala oli lebih tinggi daripada solar. Tapi dalam posisi panas, oli suhunya sudah panas, ditambah mesin yang suhunya juga sudah panas, ditambah lagi efek kompresi udara yang meningkatkan termperatur ruang bakar dengan signifikan.

Maka ini bisa memicu oli untuk terbakar. Terbakarnya oli, maka akan menyebabkan efek ledakan yang sama seperti Ketika solar terbakar. Itulah sebabnya, mesin diesel tetap menyala meskipun kita sudah mematikan kontaknya.

Lalu bagaimana cara mengatasi diesel runaway seperti ini ?

Salah satu cara yang paling aman adalah dengan menyumbat selang intake menggunakan kain atau apapun. Intinya, dengan menghentikan suplai udara, maka mesin bisa langsung mati.

Tapi ini juga harus dilakukan dengan hati-hati, karena efek hisapan mesin diesel itu sangat kuat. Sehingga benda apapun yang anda gunakan, bisa saja terhisap masuk.

Kenapa mesin 2 tak harus pakai oli samping ?

Kenapa mesin 2 tak harus pakai oli samping ?

Motor-motor yang masih pakai mesin 2 tak, pasti membutuhkan oli samping. Pertanyaannya, kenapa hanya mesin 2 tak yang perlu oli samping ? motor-motor sekarang yang pakai mesin 4 tak, kenapa nggak butuh oli samping ?

Cari tahu jawabannya di artikel ini.

Jadi oli samping ini, fungsinya sama kaya oli pada umumnya. Yakni  untuk melumasi. Tapi pada kasus mesin 2 tak, itu punya dua sistem pelumasan. Pertama pelumasan primer yang melumasi bagian engkol, dan transmisi. Ini menggunakan oli mesin seperti biasa.

Lalu ada pelumasan sekunder yang melumasi bagian piston dan silinder. Kalau ini, biasa diberi nama oli samping dan biasanya olinya lebih encer.

Yang jadi pertanyaan kan, kenapa mesin dua tak harus menggunakan 2 sistem pelumasan ? sementara motor 4 tak, Cuma satu aja cukup.

Ternyata, itu disebabkan karena mekanisme didalam mesin 2 tak dan mesin 4 tak itu bedanya sangat signifikan.

Seperti yang anda lihat pada ilustrasi berikut, mesin 2 tak Cuma terdiri dari piston yang gerak naik turun didalam silinder. Tanpa ada katup, tanpa ada mekanisme katup.

Proses pembakarannya, campuran udara dan bensin akan masuk ke ruang engkol melalui saluran intake. Ketika piston gerak kebawah, udara tersebut akan terdorong ke ruang bakar melalui saluran transfer. Ketika piston gerak keatas, terjadi kompresi dan pembakaran. Lalu piston gerak kebawah lagi dan siklus tersebut terus berulang-ulang.

Dengan siklus seperti ini, maka tidak ada jalan untuk oli, untuk melumasi bagian piston. Terutama yang ada diarea ruang bakar.

Oleh sebab itu, mesin dua tak menggunakan pelumasan sekunder. Sementara pada mesin 4 tak, silindernya tidak berlubang. Sehingga, untuk melumasi bagian piston, oli cukup disemburkan dari bawah.

Lalu bagaimana cara kerja oli samping ini ?

Konsep pelumasan sekunder pada mesin 2 tak, itu memastikan oli mencapai semua bagian silinder. Untuk membuat itu semua, maka oli harus dikabutkan Bersama campuran udara dan bahan bakar. Karena hanya dengan melalui inilah, oli mampu menjangkau bagian ruang bakar.

Oleh sebab itu, jalur oli samping umumnya akan terhubung ke bagian karburator.

Jadi, oli samping dari tanki, akan dihubungkan ke pompa oli. Nah pompa oli ini mekanis atau digerakan oleh poros engkol mesin. Sehingga Ketika mesin bekerja, pompa secara otomatis ikut bekerja.

Bekerjanya pompa oli, akan menyedot oli dari tanki oli samping, dan mendorongnya ke selang ini. selang ini, akan berujung dibagian karburator.

Sehingga, Ketika proses intake berlangsung, material yang terhisap itu merupakan campuran udara, bensin dan oli samping. Ketika campuran material ini terdorong ke ruang bakar, oli mampu menjangkau bagian silinder atas. Sehingga pelumasannya bisa terjadi.

Dengan adanya campuran oli pada udara intake, ini membuat oli samping ikut terbakar saat proses pembakaran. Sehingga, asap yang terbentuk berwarna putih, dan oli ini akan habis. Makanya harus diisi terus menerus.

Hukum fisika dibalik dinginnya udara pada AC

Hukum fisika dibalik dinginnya udara pada AC

Sebagai negara beriklim tropis, banyak rumah dan Gedung menggunakan pendingin ruangan. Pertanyaannya, kenapa udara yang keluar dari kotak AC ini, punya suhu dingin ? dari mana asal hawa dingin tersebut ?

artikel ini akan jadi jawabannya.

Jadi, sistem AC menggunakan prinsip-prinsip termodinamika. Udara yang keluar dari kotak AC ini, asalnya dari ruangan itu sendiri. Jadi, AC ini sebenarnya Cuma mensirkulasi udara didalam ruangan. Namun, untuk menurunkan suhu udara yang disirkulasi tersebut, ada komponen tambahan yang Namanya evaporator.

Evaporator ini, punya suhu yang sangat dingin. Sesuai hukum termodinamika, Ketika udara disirkulasikan melewati evaporator, akan terjadi perpindahan panas. Perpindahan panas akan terjadi dari udara, ke evaporator. Sehingga udara yang telah melewati evaporator suhunya jadi jauh lebih dingin.

Tapi kalau panas tersebut berpindah ke evaporator, lama kelamaan panas akan berkumpul di evaporator dan membuat evaporator jadi tidak dingin. Kalau evaporator tidak dingin lagi, berarti perpindahan panasnya akan terhenti dong ?

Kenyataannya, udara yang keluar selalu dingin selama apapun AC dinyalakan. Itu disebabkan, panas tersebut tidak berkumpul di evaporator. Panas yang diserap oleh evaporator, akan dialirkan lagi ke komponen lain yang Namanya kondensor.

Kondensor ini, bentuknya hampir mirip seperti evaporator namun lebih lebar dan lebih pipih. Letaknya, ada pada box AC bagian luar.

Kondensor juga punya kipas untuk melepaskan panas ke udara bebas. Jadi, alur perpindahan panasnya, panas dari udara dalam akan pindah ke evaporator. Lalu panas di evaporator, dikirimkan ke kondensor. Kemudian, kipas akan melepaskan panas yang terkumpul di kondensor ke udara bebas.

Mekanisme tersebut memang masuk akal untuk membuat panas dari udara didalam ruangan, dipindahkan keluar. Tapi masih ada yang janggal. Kita tahu kalau suhu udara yang keluar dari AC itu bisa 16 derajat. Itu berarti, suhu di evaporator juga pasti lebih dingin dari 16 derajat. Padahal, kipas di kondensor itu menghembuskan udara luar yang suhunya kadang tembus 30 derajat.

Sementara kita tahu kalau panas itu mengalir dari suhu tinggi ke rendah. Lalu kenapa suhu evaporator bisa sangat dingin ? dari mana asal suhu dingin tersebut ?

Ternyata, itu semua disebabkan karena fluida untuk memindahkan panas dari evaporator ke kondensor itu bukan fluida biasa. Ini biasa disebut refrigerant atau freon.

Freon itu gas yang unik. Karena gas ini punya perbedaan temperature berdasarkan nilai tekanannya. Jadi, kalau freon punya tekanan tinggi, maka suhunya cenderung panas. Namun, Ketika tekanannya rendah, suhu freon bisa sedingin batu es.

Jadi konsepnya, freon didalam sistem AC harus diatur tekanannya. Untuk membuat itu semua, maka diantara kondensor dan evaporator, diberikan dua komponen tambahan. Kompresor untuk menaikan tekanan, dan katup ekpansi untuk menurunkan tekanan.

Kompresor, letaknya ada setelah evaporator. Jadi, awal mulanya freon akan mendinginkan evaporator. Lalu, evaporator akan menyerap panas dari udara didalam ruangan. Panas yang diserap oleh evaporator, akan dialirkan ke kondensor melalui freon. Sehingga freon yang mengalir keluar evaporator tekanannya rendah tapi suhunya lebih panas, karena membawa panas dari udara ruangan.

Lalu tekanan freon akan dinaikan oleh kondensor. Itu membuat suhu freon jadi naik bahkan melebihi suhu udara luar. Sehingga Ketika sampai pada kondensor, terjadi konveksi. Panas dari freon akan dipaksa untuk keluar melalui hembusan udara yang dipompa oleh kipas.

Sehingga, freon yang mengalir keluar dari kondenosr suhu jadi lebih rendah meski tekanannnya masih tinggi.

Lalu, freon akan melewati katup ekspansi. Disini, freon akan di lepaskan ke pipa yang lebih lebar. Sehingga tekanannya turun drastis. Penurunan tekanann itu juga menurunkan suhunya secara drastis.

Sehingga freon mampu mendinginkan evaporator untuk siklus yang berikutnya. Jadi, sirkulasi tersebut akan berulang-ulang selama AC dinyalakan. Sehingga, udara dingin akan terus tercipta selama tidak ada kebocoran freon ke udara luar.

Detail Cara Kerja Rem Cakram Pada Motor (Dengan Video Animasi)

 Rem cakram menjadi satu-satunya sistem rem yang dipakai pada kebanyakan motor sekarang. meski masih ada motor yang pakai tromol, biasanya itu dikarenakan untuk memangkas harga motor itu sendiri. jadi kalau tipe motor 150 cc keatas, biasanya sudah full cakram.

lalu bagaimana rem cakram bekerja ?

di artikel ini, kita akan belajar mulai dari prinsip kerja rem cakram, bagaimana mekanismenya supaya bisa melakukan pengereman, hingga troubleshooting yang mungkin bisa kita dapatkan ketika menemui masalah pada rem cakram khususnya pada motor.

langsung saja ke point pertama yaitu prinsip kerja rem cakram.


Prinsip Kerja Rem Cakram


sistem pengereman bekerja dengan memanfaatkan gaya gesek antara dua material. gaya gesek ini, akan menahan salah satu komponen yang bergerak. dalam hal ini, rem menggunakan gesekan antara cakram yang berputar, dengan kampas rem yang diam.

untuk memaksimalkan daya tahanan saat terjadi gesekan, kedua komponen yang bergesekan tersebut akan dibuat dari material yang berbeda.

cakram, terbuat dari besi. itu karena cakram ini merupakan komponen yang bergerak (berputar) yang menjadi perpanjangan tangan dari roda. oleh sebab itu, material cakram haruslah sangat kuar. oleh sebab itu besi dipilih sebagai material cakram.

tapi karena cakram sudah pakai besi, maka kampas rem tidak bisa dipakaikan dengan material yang sama. karena besi ketemu besi, akan timbul percikan dan panas yang cukup tinggi.

tentu ini akan menimbulkan bahaya.

oleh sebab itu kampas rem terbuat dari bahan seperti asbes yang mudah rapuh. Bahan ini merupakan isolator yang juga bisa menahan panas. jadi, panas yang terbentuk dari gesekan ini tidak terlampau tinggi. dan bahan yang lebih rapuh ini, membuat cakram tidak akan tergores. sehingga daya tahananya tinggi dan tentu aman.

Mekanisme Rem Cakram Motor

Rem cakram, merupakan sistem pengereman dengan mekanisme jepit. jadi, cakram atau piringan rem akan dijepit oleh dua kampas rem yang saat tuas rem ditekan, kedua kampas rem ini akan saling bergerak mendekat.

inilah yang membuat rem cakram dikenal pakem, karena punya arah gaya yang saling menjepit, membuat gesekan yang terjadi ini semakin kuat.

untuk bagaimana kampas rem menjepit piringan rem, rem cakram menggunakan sistem hidrolik. jadi, ini seperti sistem hidrolik yang umum dipakai pada komponen apapun.

ada siilinder input, dan ada silinder output. silinder input, punya diameter lebih kecil dan dipasang pada tuas rem. jadi ketika kita tarik tuas rem, piston didalam silinder input akan tertekan. dan ini akan mendorong minyak rem didalam saluran hidrolik rem.

selanjutnya, ada yang namanya silinder output. silinder output, punya diameter yang lebih besar. itu dibertujuan supaya gaya jepit pada kampas rem, bisa berlipat ganda dari gaya yang kita berikan di tuas rem. itu bisa terjadi sesuai hukum pascal. dimana gaya terbentuk karena ada tekanan dikalikan luas penampang.

sehingga meski gaya yang kita berikan di tuas rem kecil, bisa berubah jadi besar berkat luas penampang silinder output lebih besar.

silinder output ini terpasang pada komponen yang namanya kaliper.

nah kaliper ini sangat unik. karena ini cuma punya piston di satu sisi. tapi outputnya, bisa menciptakan gaya yang arahnya berlawanan. lalu bagaimana itu bisa terjadi ?

jadi ini namanya sistem floating caliper. secara sederhana, piston akan mengambang atau tidak dibaut mati pada supensi motor. memang piston ini dibaut tapi sebenarnya masih bisa geser ke kiri dan kekanan.

jadi ketika piston menonjol keluar, pertama itu akan menekan kampas rem bagian luar sampai menyentuh cakram. setelah itu, piston akan mendorong kaliper untuk bergeser kearah luar. sehingga kampas bagian dalam juga tertekan dengan arah gaya kearah luar.

ini membuat kedua kampas rem tertekan dengan arah yang berlawanan meski input gayanya cuma searah.

untuk lebih jelas, anda bisa simak video ilustrasi berikut.


Masalah Yang Sering Muncul Pada Rem Cakram

Sebenarnya rem cakram hidrolik sangat awet dan aman. karena meski tidak diservis pun masih bisa bekerja dengan normal. tapi karena ini pakai sistem hidrolik, dimana ini sangat bergantung pada tekanan didalam sistem, maka anda harus memastikan bahwa didalam sistem hidrolik ini tidak ada udara.

udara merupakan material yang bisa dikompresi. jadi kalau ada udara masuk ke selang rem, maka rem akan ngempos atau blong. lalu darimana udara itu masuk ? ini bisa masuk dari reservoir minyak rem.

kalau minyak rem sudah mulai surut, udara mudah masuk. contohnya ketika motor posisinya menanjak atau menurun. posisi miring ini bisa membuka inlet silinder input. sehingga udara mudah masuk.

jadi pastikan minyak rem didalam reservoir tidak sampai surut.

masalah yang lain, karena minyak rem tidak pernah diganti. minyak rem ini akan terkena panas, dan tekanan secara terus menerus selama rem dioperasikan. dalam jangka panjang, minyak rem akan mengeras dan berubah seperti jel.

tentu jika sudah seperti ini, justru akan menyumbat sistem hidrolik rem. oleh sebab itu, ada interval penggantian minyak rem setiap 30 ribu hingga 40 ribu kilometer.