Showing posts with label Bengkel Motor. Show all posts

Cara Mudah Mengatasi Rem Cakram Motor Yang Seret

Rem cakram menggunakan prinsip jepitan untuk melakukan pengereman, tak jarang saat kampas rem menjepit piringan rem justru kampas rem tersebut macet sehingga membuat roda motor seret meski rem tidak ditekan.

Lalu apa penyebab rem cakram bisa seret dan bagaimana solusinya ?

Timbunan Kotoran Pada Kaliper Menjadi Penyebab Rem Seret


Penyebab utama yang menyebabkan rem motor seret adalah karena ada timbunan kotoran didalam kaliper rem.

Kalau anda memperhatikan kaliper rem, itu ada komponen tabung yang apabila tuas rem ditekan tabung tersebut akan menonjol dan menekan kampas rem agar menjepit piringan rem.

Tabung tersebut diberi nama piston.

Dalam kondisi normal, piston akan bergerak menonjol saat tuas rem ditekan dan saat tuas rem release, piston secara otomatis masuk kembali karena ada pegas didalamnya.

Apabila pada permukaan piston ini kotor, entah karena ada timbunan debu atau karat bisa menghambat pergerakan piston. Sehingga meski piston masih bisa menonjol, tapi piston akan tertahan dan tidak kembali ke posisi semula.

Lalu Bagaimana Solusinya ?

Untuk mengatasinya, kita perlu membersihkan bagian sisi piston. Caranya, anda bisa memanfaatkan air sabun untuk membersihkan semua kotoran yang menempel pada permukaan piston. Namun kalau ada karat, anda bisa gunakan amplas halus untuk meluruhkan karat.

Tapi, karena posisi piston ini ada didalam kaliper maka anda perlu melepas kaliper dari dudukannya.

Cara melepas kaliper ini sama seperti tata cara penggantian kampas rem, dimana dua baut breaket kaliper yang terhubung ke suspensi depan dilepas dahulu.

Langkah-langkahnya antara lain ;


  1. Lepas dua baut breaket kaliper (baut ini memiliki ukuran agak besar, dengan kepala baut L-hexagonal atau bintang meski ada juga beberapa yang menggunakan kepala baut segi enam).
  2. Lepas kaliper dari dudukannya
  3. Pisahkan braket kaliper dari unit kaliper dan kampas rem secara otomatis juga terlepas, ada beberapa kaliper yang menggunakan pengunci jadi sebelum melepas perhatikan apakah ada penguncinya atau tidak
  4. Disini anda bisa melihat tabung yang dimaksud, agar pembersihan bisa lebih maksimal kita perlu membuat sebagian piston ini menonjol. Caranya dengan menekan tuas rem dua atau tiga kali
  5. Setelah piston menonjol, anda bersihkan kotoran/karat yang ada dipermukaan piston
  6. Setelah selesai jangan lupa keringkan dan olesi permukaan piston menggunakan grease atau pelumas gel. Tujuannya agar pergerakan caliper bisa lebih lancar
  7. Sebelum memasang, cek dulu karet pistonnya. Kalau ada yang rusak maka karet ini perlu diganti karena kalau dibiarkan, akan memicu masalah serupa dikemudian hari
  8. Untuk memasangnya, pertama anda perlu memasukan lagi piston yang menonjol. Caranya dengan mengungkit piston menggunakan kunci ring berukuran besar (17 atau diatasnya)
  9. Setelah piston berhasil masuk, pasang kampas rem dan breaket rem. Lalu pasangkan unit kaliper ke roda.
Baca juga ; Cara mengganti kampas rem depan motor

Setelah kaliper sudah berhasil dipasang, kocok rem supaya piston bisa menyesuaikan jarak ideal. Proses ini penting karena kalau motor langsung dipakai, maka rem akan blong. Jadi untuk menghindarinya, kocok rem hingga terasa padat baru motor siap digunakan.

5 Penyebab Motor Injeksi Mati Mendadak

Sekarang hampir semua sepeda motor menerapkan sistem injeksi, hal itu dikarenakan sistem injeksi menawarkan performa yang efisien. Sehingga pemakaian bensin bisa lebih irit tapi tidak menurunkan power mesin.

Meski demikian pernahkan anda mengalami masalah dimana motor tiba-tiba mati dan susah saat akan dinyalakan lagi ?

Kalau motor yang masih pakai karburator, maka kalau tidak di businya berarti karburatornya. Namun berbeda dengan injeksi yang berbasis elektronik.

Kerusakan pada sistem injeksi perlu dianalisa lebih lanjut menggunakan bantuan scanner. Jadi tidak bisa kita deteksi secara asal.

Tapi tenang saja, karena menurut beberapa pengalaman pengguna ada beberapa penyebab yang paling mungkin memicu motor injeksi yang tiba-tiba mogok.

Apa itu ?

Penyebab Motor Injeksi Mogok



1. Busi mati

Baik motor karburator atau motor injeksi busi tetap menjadi komponen yang vital. Kerusakan pada busi alias busi yang mati menyebabkan mesin mogok.

Beberapa hal yang memicu busi mati, bisa karena kondisi busi yang seharusnya diganti tapi tidak diganti. busi yang sudah tidak layak, memang masih bisa digunakan tetapi sangat rentan mati.

Perlu diketahui, sebagus apapun busi pasti memiliki masa pakai. Hal itu karena busi bekerja pada suhu ekstrem mengingat letak busi ini ada didalam ruang bakar yang berinteraksi langsung dengan pembakaran didalam mesin.

Umumnya busi motor masih sanggup dipakai hingga pemakaian 10.000 KM. Tapi ada beberapa kondisi yang mempercepat kerusakan busi, salah satunya karena suplai bensin yang lebih boros.

Untuk mengecek apakah busi masih normal atau sudah mati, bisa anda baca pada artikel berikut Cara mudah cek busi apa masih hidup atau sudah mati

2. Saringan udara terlalu kotor


Fungsi saringan udara memang sebagai penyaring udara dari debu dan kotoran, sehingga udara yang masuk ke ruang bakar bisa lebih jernih.

Tapi saat saringan udara terlalu kotor, maka ada dua kemungkinan. Yang pertama, aliran udara akan terhambat oleh sumbatan kotoran pada permukaan saringan. Ini akan menambah beban mesin sehingga saat idle mesin bisa tiba-tiba mati.

Sudah sepatutnya filter udara dibersihkan pada interval 5.000 KM. Tapi kalau anda merasa terlalu repot karena filter udara motor memang biasanya tersembunyi, maka anda jangan lupakan jadwal service. Karena saat service, filter udara pasti dibersihkan.

Baca pula ; 5 langkah membersihkan filter udara motor dengan benar

3. Klep mesin terganjal

Klep atau katup berfungsi sebagai pintu keluar masuk material dari dan ke luar mesin. Artinya, material untuk proses pembakaran yakni udara dan bensin dimasukan melalui katup hisap.

Sementara material gas sisa pembakaran, dikeluarkan melalui katup buang.

Masalah klep yang terganjal, itu menyebabkan klep tidak tertutup dengan rapat. Sehingga saat langkah kompresi, material pembakaran akan keluar dari celah klep yang kurang rapat.

Hal itulah yang menyebabkan pembakaran tidak terjadi alias mesin mogok.

Apa yang menyebabkan klep terganjal ?

Ini bisa berasal dari karbon sisa pembakaran, pembakaran mesin itu menghasilkan material residu seperti gas karbonmonoksida dan terkadang ada karbon padat juga.

Material padat ini, kalau mengganjal klep otomatis membuat klep tidak bisa tertutup rapat. Sehingga masalah diatas bisa terjadi.

Ini bisa diatasi dengan melakukan pembersihan klep mesin, untuk membersihkan klep anda perlu melepas klep dari mesin melalui bagian kepala silinder. Jadi tidak perlu turun mesin melainkan hanya kepala silindernya yang dilepas.

4. Injektor tersumbat

Sumbatan pada injektor bisa berasal dari kotoran yang terbawa aliran bensin. Memang, ada saringan bensin tapi ada juga kotoran dengan ukuran partikel lebih kecil dari serat saringan bensin.

Kalau kotoran tersebut terkumpul pada ujung injektor, maka bisa menyumbat injektor. Hasilnya bensin hanya menetes dari injektor bahkan tidak keluar sama-sekali.

Masalah ini sebenarnya bisa dihindari dengan rutin melakukan flushing sistem injeksi, proses flushing ini memerlukan bahan pembersih khusus yang dicampurkan ke bensin. Sehingga proses flushing bisa berjalan secara otomatis.

Lebih lengkap tentang pembersihan injektor, bisa anda baca pada artikel berikut 3 cara membersihkan injektor motor.

5. Kerusakan pada sensor injeksi

Ketika ada kerusakan pada sensor injeksi, maka indikator mesin atau cek engine akan berkedip. Kerusakan sensor memang tidak hanya membuat motor mogok, terkadang cek engine berkedip namun mesin masih terasa normal.

Tetapi, cek engine adalah sistem koreksi otomatis pada sistem injeksi yang akan memberitahu kita kalau ada masalah pada sistem injeksi.

Kedipan pada cek engine, menandakan ada masalah. Untuk mengetahui apa masalahnya kita memerlukan scanner. Namun, beberapa motor khususnya motor Honda anda bisa memperhatikan pola kedipannya untuk mengetahui sensor mana yang rusak.

Ketika sensor yang rusak sudah ketemu, bukan juga berarti sensornya benar-benar rusak. Kadang masalahnya Cuma soket sensor yang kurang klop atau ada kabel sensor yang terkelupas atau bahkan putus.

Jadi sebelum mengganti sensor, pastikan rangkaian kabelnya tersambung dengan baik.

5 Hal Yang Menyebabkan Motor Sering Mogok + Solusinya

Apa ada lagi masalah yang sangat menyedihkan selain motor yang tiba-tiba mogok padahal kita sedang buru-buru ?

Memang motor mogok menjadi momok yang menakutkan khususnya kaum wanita karena kalau motor sudah mogok alias tidak bisa dihidupkan alamat kita bakal tuntun motor sampai ketemu bengkel. Lalu bagaimana ceritanya kalau kejadian ini terjadi pas malam hari ?

Anda tidak perlu khawatir, karena motor mogok itu bisa kita atasi sendiri kalau tahu penyebabnya apa. Dibawah akan kita bahas secara lengkap hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan motor mati mendadak/mogok.

Penyebab Motor Mogok


1. Busi mati

Yang paling sering menyebabkan motor mogok adalah karena faktor busi, busi adalah komponen kecil yang terpasang pada bagian kepala silinder. Komponen ini tersambung dengan kabel tebal karena fungsi busi adalah mengubah energi listrik menjadi percikan api.

Ketika busi mengalami masalah, maka api busi tidak keluar sehingga mesin tidak bisa dinyalakan.

Sebenarnya, busi pada motor memiliki umur yang relatif panjang. Tetapi ada beberapa hal yang membuat busi cepat rusak, salah satunya karena pemakaian bensin beroktan rendah juga setelan bahan bakar yang terlalu boros.

Itu akan membuat bagian ujung busi lebih cepat kotor sehingga akan mengganggu kinerja busi itu sendiri.

Lalu apa solusinya ?

Anda buka businya menggunakan kunci busi (setiap motor pasti disediakan kunci busi dari pabrikan). Lalu bersihkan ujung busi dari kerak, kalau busi sudah hitam maka sulit untuk dibersihkan lagi sehingga kalau kondisi busi sudah benar-benar mati anda perlu ganti businya.

Baca juga : cara cek kondisi busi apa masih hidup atau sudah mati

2. Aki tekor


Aki ini berhubungan dengan proses elektrik starter, kalau akinya full maka satu kali start mesin langsung hidup. Namun kalau akinya mulai tekor, maka putaran starter melemah sehingga mesin lebih sulit dihidupkan.

Ini terjadi khususnya pada motor matic, motor matic itu kalau starternya tekor maka harus pakai kick starter. Sementara kick starter ini letaknya ada dicover transmisi dan terhalangi oleh stand tengah motor.

Sehingga hanya untuk menghidupkan motor, kita harus repot-repot menurunkan stand tengah motor.

Beberapa orang mungkin tidak masalah melakukan itu, tetapi sebagian lainnya khususnya kaum wanita merasa cukup kerepotan.

Alhasil, mereka terus menekan tombol starter sampai aki benar-benar tekor. Ketika aki sudah kosong/tekor, maka jalan satu-satunya menggunakan kick starter.

Dan kalau mesin di OFF, kita perlu lakukan kick starter lagi karena aki yang sudah tekor, daya yang mampu disimpan menjadi lebih terbatas sehingga kurang kuat untuk menyalakan starter.

Baca juga ; 5 hal sepele yang membuat aki cepat tekor

3. Mesin kemasukan air

Kalau anda menerjang banjir, air bisa masuk ke mesin melalui corong udara. Letak corong udara ini memang tersembunyi tetapi ketika menerjang banjir dengan ketinggian tertentu (hingga setengah roda) maka air bisa masuk ke mesin dengan mudah.

Akibatnya mesin mogok, dan tidak berhenti sampai disitu. Ketika mesin mogok karena air, anda tidak bisa menghidupkannya secara langsung karena kondisi didalam mesin itu masih basah.

Sehingga perlu waktu untuk sekedar mengeringkan.

Jadi, solusinya coba anda nyalakan motor menggunakan kick starter beberapa kali. Kalau belum hidup, berarti kondisi didalam mesin sangat basah, kalau sudah begini anda buka businya dan keringkan. Dalam posisi busi terbuka, terus engkol mesin menggunakan kick start. Ini akan mempercepat pengeringan ruang bakar mesin.

4. Masalah pada karburator


Khusus untuk motor yang masih menggunakan karburator, ada beberapa hal pada karburator yang bisa membuat motor anda tiba-tiba mogok. Antara lain ;

Setelan idle RPM terlalu kecil, sehingga mesin tidak bisa dihidupkan tanpa digas.

  • Pilot jet tersumbat, ini akan menghalangi keluarnya bensin ke ruang bakar. Sehingga mesin susah dinyalakan.
  • Karet vakum pecah, khusus untuk motor yang menggunakan karburator vakum ini bisa membuat motor susah dinyalakan. Kalaupun bisa hidup, motor akan langsung mogok saat digas.
  • Kran karburator masih tertutup, kalau ini adalah faktor lupa
Baca juga : 5 masalah yang paling sering pada karburator

5. Soket-soket CDI belum klop

Yang juga sering terlewat, adalah soket-soket CDI motor. Kadang soket ini kendor karena tidak sengaja terkena geseran. Jadi, saat anda sudah meneliti semua penyebab diatas dan mesin belum kunjung hidup coba cek soket-soket CDI.

Tekan soket tersebut hingga benar-benar klop. Soket-soket ini bisa anda temukan dengan mencari ujung dari kabel busi. Anda akan menemukan coil, kalau dirunut lagi anda akan menemukan CDI motor.

Bagaimana dengan motor injeksi ?

Kalau motor injeksi mogok, itu ada dua penyebabnya. Kalau tidak businya, maka sistem injeksinya. Jadi apabila motor injeksi anda mogok, cek saja businya.

Namun kalau mogoknya motor disertai kedipan cek engine, besar kemungkinan ada kerusakan pada sektor injeksi. Bisa sensornya, bisa pompa bensinnya, atau injektornya.

Untuk masalah ini, kita tidak bisa mengatasinya tanpa alat dan pengetahuan yang mumpuni. Alangkah lebih baik anda untuk menghubungi bengkel terdekat.

Tips mengantisipasi motor mogok ditengah jalan

Semua orang pasti tidak mau motornya mogok pas sedang perjalanan. Oleh karena itu, kita harus mengantisipasinya sejak awal. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain ;

  • Jangan lupa service rutin khususnya untuk motor injeksi, apalagi kalau akan menempuh perjalanan antar kota, service ini wajib.
  • Bawa peralatan bengkel yang umum seperti obeng dan kunci busi.
  • Untuk lebih aman, bawa busi cadangan untuk mengantisipasi kalau businya tiba-tiba mati.
  • Jangan lupa menyimpan nomor bengkel langganan anda kalau sewaktu motor anda mogok, anda punya bantuan.

Kopling Motor Bunyi Saat Dilepas Cek 5 Penyebab Berikut

Bunyi yang terdengar saat anda me-release tuas kopling motor bisa menandakan ada kerusakan pada komponen kopling. Tapi bunyi itu juga bisa berasal dari komponen lainnya seperti gear, bunyi mesin, atau bunyi rantai.

Lantas, apa saja hal yang menyebabkan kopling bunyi saat dilepas ? kita akan bahas bersama-sama.

Penyebab Kopling Motor Bunyi Ketika Dilepas


1. Pertanda kampas kopling yang mulai habis

Kampas kopling adalah plat utama yang menghubungkan putaran mesin, kampas kopling memanfaatkan lapisan seperti keramik yang lebih kasar agar ketika terjadi gesekan tidak terjadi selip justru akan meneruskan putaran.

Tapi ketika kampas kopling secara terus menerus bergesekan, akan mempertipis permukaannya. Hal itulah yang menyebabkan kampas kopling perlu diganti pada periode tertentu.

Periode penggantian kampas kopling ini tidak memiliki aturan, artinya bisa diganti kapan saja ketika gejala kampas habis sudah muncul.

Salah satu gejala kampas kopling mulai habis, adalah bunyi yang terdengar ketika anda merelease tuas kopling. Bunyi ini seperti bunyi kasar dan disertai getaran. Selain itu, ketika kampas kopling motor habis maka motor tidak kuat menanjak.

Kalau gejala ini muncul, coba cek kampas koplingnya. Kalau memang benar-benar habis, anda harus ganti satu set kampas kopling.

2. Karet kopling pecah/rusak


Karet ini berfungsi untuk meredam gerakan kampas kopling ketika ditekan dan dilepaskan. Secara tidak langsung ketika tuas kopling direlease, maka pegas kopling akan mendorong bagian mangkuk kopling kearah gear kopling.

Gerakan ini tentu saja akan menimbulkan bunyi, sehingga untuk meredamnya diletakan beberapa karet peredam. Namun, kalau karet peredamnya rusak atau pecah maka karet tersebut tidak mampu lagi meredam gerakan mangkuk kopling.

Sehingga akan terdengar bunyi “duk-duk” (seperti benturan logam) hasil dari kontak antara mangkuk kopling dengan gear kopling.

Untuk mengatasi hal ini, anda bisa ganti karet peredamnya yang dihargai sekitar 40 ribuan per set. Karena posisi karet ini ada diantara mangkuk kopling dan gear kopling, maka untuk menggantinya anda perlu memisahkan mangkuk kopling dengan gear kopling.

3. Gigi penghubung kopling aus

Gigi ini ada dua, yakni drive gear atau gigi yang tersambung ke poros engkol mesin. Gigi ini memiliki diameter lebih kecil dan berfungsi memutar gear kopling. Sementara gear kedua adalah gear dengan diameter lebih besar yang terletak dibelakang mangkuk kopling.

Sudah menjadi hal yang wajar ketika ada bunyi muncul dari pertauan dua roda gigi.

Tapi bunyi itu seharusnya tidak sampai terdengar dengan jelas karena sudah diredam oleh oli mesin. Cuma kalau ada masalah pada kedua gear tersebut misal aus, maka lain ceritanya.

Anda akan mendengar suara seperti dengungan dari mesin bagian kanan. Itu tanda kalau salah satu antara drive gear dan gear kopling mengalami keausan.

4. Oli yang terlalu encer

Oli yang terlalu encer bisa membuat daya lumasnya kurang baik terutama pada komponen-komponen yang menerima beban berat seperti pada sektor kopling.

Salah satu hal yang membuat oli menjadi lebih encer, adalah karena oli sudah tidak diganti dalam waktu yang lama. Meski awalnya anda menggunakan oli dengan kekentalan sedang, oli tersebut bisa menjadi encer seiring bertambahnya pemakaian.

Jadi ketika ada bunyi saat kopling dilepas, jangan lupa cek histori penggantian oli mesin.

5. Pengaruh dari gear set yang mulai aus

Gear set ini maksudnya gear pada roda belakang motor, tak jarang ketika gear ini aus maka akan menimbulkan suara-suara berisik yang muncul ketika motor awal jalan.

Jadi, tak selamanya bunyi yang terdengar ketika kopling dilepas berasal dari sektor koplingnya. Tapi bisa juga dari komponen lainnya.

Kopling Ditekan Motor Masih Jalan Apa Penyebabnya ?

Kopling adalah komponen yang berfungsi memutuskan energi dari mesin ke transmisi saat kita akan memasukan gigi.

Sebenarnya fungsi kopling tidak sebatas saat akan memasukan gigi, tapi kopling juga dipakai untuk membuat motor diam dalam posisi mesin nyala tanpa menetralkan gigi. Contohnya saat macet atau di lampu merah

Tapi apa jadinya kalau saat kopling ditekan, motor masih jalan juga ?

Itu bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa karena kampas kopling lengket, atau hanya karena salah penyetelan. Diartikel ini kita akan membahas secara detail hal hal apa saja yang membuat kopling motor tidak bisa bebas.

1. Kampas kopling lengket


Untuk masalah yang pertama, kampas kopling lengket artinya plat-plat didalam kopling yang harusnya terbebas justru tetap melekat. Melekatnya plat-plat kopling ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti ;

a.kampas kopling habis
Kampas kopling terbuat dari bahan seperti keramik yang kasar tapi juga lebih rapuh dibandingkan logam. Meski demikian, frame dari plat kopling ini tetap terbuat dari logam sehingga ketika lapisan kampas kopling habis maka logam frame plat kopling akan bergesekan dengan plat penekan yang juga berbahan logam.

Gesekan antar logam inilah yang memicu plat-plat kopling tetap menempel meski kita sudah tarik tuas kopling sampai mentok.

b. kurang pelumas
kopling motor menggunakan tipe basah, yang artinya memerlukan pelumas oli mesin agar bisa bekerja sebagaimana mestinya. Kekurangan pelumas, justru akan membuat plat-plat kopling semakin lengket. Hasilnya kopling tetap nyambung.

Coba anda cek volume oli mesinnya dulu, kalau kurang segera tambahkan. Setelah oli sudah full, pakai motor seperti biasa. Nanti diawal, akan terasa kurang nyaman tapi kalau kopling sudah terlumasi akan terbebas seperti sedia kala.

c. plat kopling bengkok
Meskipun pada kopling motor itu ada setidaknya 5 plat kopling, tapi satu plat saja yang bengkok bisa menyebabkan kopling melekat. Hal itu dikarenakan jarak renggang antar plat itu sangat kecil, sehingga kalau ada salah satu yang bengkok tetap bisa menempel satu sama lain.

Masalah plat kopling nempel ini bisa diatasi dengan melakukan overhoule sistem kopling. Nanti masalahnya apa pasti ketahuan, kalau kampas kopling habis harus diganti begitu pula kalau ada plat kopling yang bengkok.

2. Kopling terlalu pendek/jarak bebas terlalu jauh


Untuk penyebab kedua, disebabkan karena setelan pedal kopling. Umumnya, setelan kopling dibuat tinggi sehingga kita tekan sedikit saja kopling sudah terbebas.

Hal itu rupanya membuat sebagian pengguna tidak nyaman, mereka lebih nyaman dengan kopling pendek yang koplingnya terbebas ketika tuas ditarik mentok ke stang. Namun, kalau penyetelan ini dilakukan berlebihan justru bisa menimbulkan masalah.

Tuas kopling sudah ditarik hingga mentok, tetapi didalam kopling belum juga bergerak secara penuh. Hal itulah yang menyebabkan kopling tetap menempel.

Untuk masalah ini, anda bisa perhatikan jarak bebasnya. Jarak bebas adalah pergerakan tuas kopling tanpa menarik plat kopling, biasanya ketika kita tekan tuas kopling ada yang enteng sekali diawal, itu namanya jarak bebas.

Kalau jarak bebasnya sampai didekat area stang, maka jarak bebas sudah terlalu jauh dan perlu di stel lagi. Anda bisa menyetelnya sendiri karena hanya memutar mur penyetel, hanya saja letak mur penyetel ini ada yang disetang ada juga yang di area engine.

Shock Belakang Motor Jedak Jeduk, Apa Penyebabnya ?

Shock breaker adalah komponen yang sejatinya dipakai untuk membuat motor lebih empuk ketika melintas dijalan raya. Komponen shockbreaker ini akan menyerap getaran pada saat motor melintas, sehingga kita yang menungganginya akan lebih nyaman.

Tapi ada satu masalah yang nampaknya sering juga dialami pemilik motor. Masalah itu adalah shock breaker khususnya yang belakang bunyi jedak jeduk seperti saling bertabrakan.

Kira kira apa penyebabnya dan apa solusinya ? mari kita bahas secara rinci

Penyebab Shockbreaker Bunyi Jedak Jeduk


Bunyi yang dihasilkan pada shockbreaker umumnya disebabkan pada komponen shock absorber. Jadi pada shockbreaker belakang, anda akan melihat dua komponen utama yakni ;
Per, logam yang melilit-lilit yang fungsinya sebagai pegas
Shock absorber, tabung didalam per yang berfungsi menahan gerakan kejut per

Masalah yang menyebabkan bunyi jedak-jeduk, itu karena oli didalam shock absorber bocor. Padahal oli tersebut berfungsi menahan piston didalam tabung shock supaya tidak menabrak dinding tabung shock.

Supaya lebih jelas, anda bisa perhatikan ilustrasi berikut.

Shock absorber bekerja menggunakan tabung dan piston dimana pada piston terdapat saluran kecil namanya orifice. Ada dua ruangan yakni ruang diatas piston dan dibawah piston. Kedua ruang tersebut harusnya terisi oleh oli shock.

Ketika shockbreaker tertekan, maka piston akan bergerak keatas. Itu akan mengecilkan volume ruang diatas piston juga membesarkan volume ruang bawah piston. Karena ruangan mengecil, otomatis oli shock yang ada diruang atas piston berpindah ke ruang bawah melalui orifice.

Tapi orifice ini kecil sekali sehingga pergerakan naik turun piston bisa lebih terbatas.

Tapi kalai olinya bocor, maka piston didalam shock absorber tidak mendapatkan tahanan apapun. Hasilnya, ketika anda melintasi gundukan dengan kecepatan sedang akan terdengar bunyi jeduk.

Bunyi tersebut muncul karena piston menabrak bagian pembatas bawah silinder.

Umumnya bunyi jedak jeduk ini hilang ketika anda berboncengan atau ketika beban motor berat. Hal itu benar saja, karena ketika beban motor bertambah shockbreaker akan mendapatkan tekanan lebih, sehingga posisi piston menjadi lebih keatas. Itulah mengapa piston tidak menabrak bagian bawah silinder ketika melintasi gundukan.

Untuk mengecek kebocoran, bisa anda cek saja pada area tabung shockbreaker. Kalau ada bekas rembesan maka itu menjadi tanda kalau oli shock bocor. Biasanya juga disertai debu basah.

Lalu Apa Solusinya ?

Untuk mengatasinya, cukup isi kembali oli shock. Tapi pengisian oli shock beda dengan pengisian oli mesin yang tinggal tuang, pengisian oli shock perlu keahlian karena memang tidak ada tempat untuk memasukan oli.

Jadi lebih baik anda bawa saja ke tukang shockbreaker sebelum shockbreaker motor anda macet.

Karena kalau dibiarkan, lama kelamaan piston didalam shock absorber akan mengalami sket atau terkunci. Kuncian ini disebabkan karena piston terjebak didalam silinder tanpa oli. Hasilnya, shockbreaker akan terasa sangat keras atau orang menyebutnya shockbreaker mati.

Kalau sudah mati, maka susah diperbaiki sehingga harus diganti dengan yang baru. Tentu kalau dibandingkan dengan yang pertama biayanya pasti lebih mahal yang ini. Sehingga disarankan membawa motor ke bengkel shock kalau memang ada indikasi oli shock bocor.

Shock Belakang Motor Terlalu Empuk ? Ini Penyebabnya

Shockbreaker sejatinya dibuat untuk meredam getaran saat motor berjalan khususnya saat motor melintasi jalanan yang tidak rata. Sehingga kita yang menungganginya pun terasa lebih nyaman.

Tapi seperti apa shockbreaker yang nyaman itu ? apa yang empuk ?

Beberapa orang memang menyukai shockberaker yang empuk alasannya lebih mantul saat melintasi jalanan yang tidak rata. Tapi ternyata, shockbreaker yang terlalu empuk itu malah membuat berkendara menjadi tidak nyaman.

Tidak nyamanya seperti apa ?

Orang yang duduk dibelakang alias yang membonceng akan sangat terasa karena kalau shockbreaker terlalu empuk dia akan terpental-pental. Mungkin anda sendiri pernah membonceng sepeda motor yang shock belakangnya terlalu empuk.

Lalu bagaimana ketika motor itu melewati gundukan/jalan tidak rata ? tubuh kita cenderung terlempar keatas dan itu malah membuat kita menjadi tidak nyaman.

Lalu mengapa bisa demikian ?

Ternyata itu disebabkan karena ada kerusakan pada komponen shock breaker. Apa penyebabnya mari kita bahas dengan detail.

Penyebab Shock Breaker Terlalu Empuk


Ada dua bagian utama pada shockbreaker belakang motor yakni,

  • Per
  • Shock absorber


Seperti yang umum diketahui, per itu logam yang berputar-putar/melilit pada komponen shockbreaker. Per ini yang berfungsi sebagai menyerap getaran. Sementara shock absorber adalah tabung hidrolik yang terletak didalam per.

Apa fungsi tabung hidrolik ini ?

Fungsinya untuk menahan kejutan pergerakan per, jadi meski per mengalami tekanan pergerakan per tidak terlalu mengejutkan. Sehingga tidak sampai mementalkan penumpang motor.

Anda bisa baca bagaimana shock absorber bekerja pada artikel berikut ; Penjelasan lengkap cara kerja shock absorber

Kalau shock absorbernya rusak, alias tidak lagi dapat berfungsi otomatis per bergerak tanpa ada yang menahan. Sehingga pergerakan per lebih spontan.

Kerusakan yang umumnya terjadi pada shock absorber adalah kebocoran cairan hidrolik. Orang-orang menyebutnya kebocoran oli shock. Oli atau cairan hidrolik tersebut digunakan sebagai penahan pergerakan per,

Jadi kalau olinya bocor, otomatis shock absorber tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya.

Untuk solusinya, anda bisa saja menyuntikan oli shock ke shockbreaker motor anda tapi anda juga harus mengganti seal tabung ini. Alasannya, kalau sealnya masih bocor maka nanti olinya bakal bocor juga.

Kebocoran oli shock, bisa anda amati dengan melihat area tabung shockabsorber. Biasanya agak lembab dan tidak jarang ditemui debu basah yang menempel.

4 Penyebab Shock Depan Tidak Balik (Amblas)

Shock breaker depan pada sepeda motor dibuat dengan model tabung. Artinya, didalam shock breaker masih terdapat pegas yang berfungsi menyerap getaran jalan.

Selain itu, shock breaker depan pada motor juga berfungsi sebagai kaki atau fork yang terhubung ke roda depan. Sehingga model shock depan ini harus kokoh juga empuk.

Namun ada satu masalah yang sering dialami, yakni ketika shock breaker depan amblas alias tidak balik lagi setelah tertekan. Kira-kira apa penyebabnya ?

Penyebab Shockbreaker depan Amblas


1. Shock bengkok

Yang paling sering dialami adalah shockbreaker depan bengkok. Kebengkokan pada shockbreaker ini membuat as shock breaker terkunci saat masuk/tertekan. Akibatnya, shockbreaker amblas atau tidak balik lagi.

Kejadian bengkok pada shockbreaker ini sering dialami ketika terjadi benturan/tabrakan roda depan dengan obyek lain atau bisa juga karena motor yang melewati lubangan dengan kecepatan tinggi.

Tapi masalah ini sebenarnya bisa diatasi hanya dengan melakukan press terhadap shockbreaker. Biaya press shock ini kurang lebih 150 ribu rupiah. Namun, kalau saat shock amblas itu sampai mematahkan per maka perlu ganti satu set shocknya.

2. As shock breaker penuh karat/kerak

As shockbreaker ini adalah bagian tabung shock mengkilap yang masuk kedalam tabung besar. Biasanya kalau motor jarang sekali dipakai, bagian ini akan berkarat.

Karat inilah yang menghambat pergerakan shockbreaker. Sehingga akan timbul masalah seperti shockbreaker yang bunyi sampai yang paling parah adalah shock amblas.

Selain karena karat, pemasangan aksesoris seperti stiker dibagian ini biasanya akan meninggalkan lem. Lem tersebut kalau tidak dibersihkan dengan baik juga bisa menghambat pergerakan shockbreaker. Sehingga shockbreaker bisa macet.

Untuk mengatasinya, anda tinggal menekan-nekan bagian depan motor hingga shock berangsur balik lagi. Setelah shockbreaker kembali ke posisi semula, jangan lupa membersihkan bagian as ini sampai mengkilap.

3. Oli shockbreaker kering


Oli shockbreaker, bukan hanya berfungsi sebagai fluida hidrolik tapi juga sebagai pelumas. Ketika oli shock bocor dan sampai habis, maka pergerakan shockbreaker akan semakin terhambat. Sehingga beberapa masalah seperti shock keras, atau bahkan shockbreaker macet bisa dialami.

Kebocoran oli shock, bisa anda lihat pada bagian as shock yang terasa lebih lembab dari biasanya, yang normal as shock itu memang seperti ada olinya tapi tidak terlalu lembab. Tapi kalau ada bocor oli, as ini menjadi lebih lembab dan bagian seal shock breaker juga akan basah.

Sebenarnya oli shock bisa disuntikan lagi untuk menambah volumenya. Tapi pastikan dulu apa penyebab kebocorannya, kalau oli bocor karena seal yang rusak maka jangan lupa mengganti sealnya juga.

4. Per depan patah

Ini yang paling parah ketika shockdepan tidak balik. Per ini menjadi komponen utama yang menahan shockbreaker tetap naik. Kalau pernya patah, otomatis shock akan amblas dan tidak bisa dinaikan lagi.

Masalah ini juga terjadi secara tiba-tiba, contohnya ketika anda sedang melintasi polisi tidur tapi tidak menurunkan kecepatan. Maka per akan terkejut sehingga per patah dan shock depan langsung amblas begitu saja.

Biasanya ketika per patah, juga disertai bunyi besi patah.

Untuk solusinya, anda perlu mengganti satu unit shock breaker tentu dengan harga yang lumayan mahal.