Showing posts with label Elektrikal. Show all posts

Cara Kerja Kopling Magnet Kompresor AC Mobil + Gambar

Sistem AC pada mobil, pada dasarnya sama seperti AC split dimana ada komponen kompresor, kondensor dan evaporator. Tapi pada mobil, semua komponen itu dibuat lebih simple agar bisa masuk ke dalam mobil.

Salah satunya kompresor, kompresor berfungsi untuk menekan freon agar dapat menyembur pada evaporator. Dalam melakukan kinerjanya, kompersor memanfaatkan putaran mesin. Tapi kompresor tidak bekerja selama mesin hidup karena ini berpengaruh terhadap suhu dan tekanan freon.

Lebih sederhananya, apabila kompresor tetap bekerja saat mesin digas (RPM tingg) tentu tekanan freon akan meningkat dan bisa menimbulkan kebocoran freon tentunya. Oleh karena itu, pada pulley kompresor terdapat sistem kopling. Lalu seperti apa cara kerja kopling kompresor ini ? mari kita bahas secara detail.

Pengertian dan Fungsi Kopling Kompresor


Kopling kompresor adalah perangkat yang digunakan sebagai pemutus dan penyambung putaran dari pulley kompresor ke poros kompresor. Jadi pada kompresor, pulley kompresor dan poros kompresor itu tidak terletak dalam satu tautan.

Pulley kompresor terhubung ke pulley mesin melalui V belt, sementara poros kompresor akan diam (idle) saat kopling kompresor off meski pulley kompresor sedang berputar kencang.

Lalu kapan kopling bekerja ?

Kopling akan ON saat kita menyalakan AC, saat kopling ON maka akan ada tautan antara pulley kompresor dan poros kompresor sehingga putaran pada pulley kompresor bisa diteruskan ke poros.

Meski fungsinya hampir sama dengan kopling powertrain, ini jelas memiliki sistem yang berbeda. Hal ini dikarenakan kopling pada kompresor menggunakan jenis magnetic clutch. Jadi kopling akan terhubung karena gaya tarik magnet.

Bagaimana Cara Kerja Kopling Magnet ?


Sebelumnya anda mungkin paham, kalau magnet itu memiliki daya tarik terhadap logam. Dengan kata lain apabila kita letakan logam diarea medan magnet maka logam akan bergerak sesuai arah medan magnet.

Pada sistem kopling magnet kompresor, ada tiga komponen utama yakni ;

  1. Pulley kompresor
  2. Metal clutch
  3. Magnetic coil


Pulley kompresor, berfungsi sebagai penerima putaran input dari pulley mesin. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pulley ini tersambung melalui V belt sehingga RPM pulley kompresor sama dengan RPM pulley mesin. Dalam sistem kopling, pulley ini mirip fungsinya seperti kampas kopling.

Metal clutch itu mirip plat penekan yang berfungsi untuk menekan pulley kompresor. Sama halnya seperti plat penekan, metal clutch akan menekan bagian pulley untuk menyambungkan putaran ke poros.

Magnetic coil adalah perangkat yang akan membentuk medan magnet, medan magnet ini yang akan menarik metal clutch supaya menekan pulley. Komponen ini memanfaatkan listrik untuk membentuk medan magnet.

Lalu seperti apa mekanismenya ?

1. Saat AC OFF

Dalam kondisi AC OFF, magnetic coil tidak mendapatkan arus listrik sehingga tidak ada kemagnetan pada coil. Karena hal ini, maka metal clutch tidak tertarik atau posisinya masih free. Pada posisi ini, ada celah antara permukaan metal clutch dengan permukaan pulley.

Karena celah itulah, sekencang apapun putaran pulley tidak akan membuat metal clutch berputar. Pada kondisi ini, kompersor belum bekerja sehingga AC masih OFF.

2. Saat AC dinyalakan


Ketika kita tekn saklar AC, maka HVAC control module atau processor pengontrol kelistrikan AC mobil akan mengirimkan arus listrik ke magnetic coil. Akibatnya, terjadi kemagnetan karena didalam magnetic coil ini terdapat inti besi yang dililit tembaga. Saat lilitan tembaga itu dialiri listrik maka akan ada daya tarik pada sekitar inti besi tersebut.

Daya tarik/daya magnet ini akan menarik metal clutch yang berbahan logam ke arah pulley. Hal ini akan membuat metal clutch menekan pulley compressor. Akibatnya putaran pada pulley bisa diteruskan ke metal clutch.

Sementara itu, metal clutch bertautan dengan poros kompressor, sehingga putaran pada metal clutch juga akan membuat compressor bekerja. Pada kondisi ini, tekanan freon naik menyebabkan adanya aliran freon didalam saluran AC sehingga AC terasa dingin.

Kopling Magnet Kompersor Bekerja Secara Otomatis

Hal itu dikarenakan tidak ada saklar yang bisa menghidupkan atau mematikan kopling magnet ini, saklar pada dashboard itu Cuma hanya menaktifkan skema kelistrikan AC secara keseluruhan. Jadi yang mengontrol kopling magnet itu HVAC control module dengan bantuan beberapa sensor.

Sensor apa saja ?


  • Refrigerant pressure sensor, untuk mendeteksi tekanan freon karena saat tekanan freon mencapai maksimal magnetic clutch akan off secara otomatis. Ini akan mencegah over pressure pada freon.
  • CKP sensor, digunakan untuk mendeteksi RPM mesin karena semakin tinggi RPM mesin maka semakin besar pula tekanan freon. Sensor ini akan mengetahui berapa RPM mesin sehingga mengindari adanya kelebihan tekanan.
  • Cabin temp sensor dan ambient temp sensor, dua sensor ini sama-sama mendeteksi temperatur pada cabin dan pada luar kabin. Fungsinya untuk sebagai feedback apakah suhu AC yang diset sudah tercapai atau belum. Kalau suhu sudah tercapai maka magnetic clutch akan off untuk menghindari AC terlalu dingin.


Tiga sensor utama ini, akan mengirimkan sinyal ke HVAC control module atau ECU. Pada ECU akan dilakukan perhitunga, hasil perhitungan ECU akan mengirim sinyal pada relay kopling magnet agar ON. Saat relay ini ON maka listrik mengalir dari aki ke magnetic coil.

Komponen Kopling Magnet Kompressor


  • Aki
  • Fuse
  • Relay
  • Sensor
  • ECU/HVAC control module
  • Magnetic coil
  • Metal clutch
  • Compressor pulley


Sekian artikel tentang cara kerja kopling pada kompressor AC. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Kerja Relay 4 Kaki & 5 Kaki + Gambar Rangkaiannya

Saat menghadapi sebuah rangkaian kelistrikan khususnya pada kendaraan, kita sering mendengar istilah relay. Apa anda tahu, fungsi dari relay ? bagaimana cara kerja relay ? seperti apa isi dari relay tersebut ? dan seberapa penting peran relay dalam rangkaian kelistrikan ?

Diartikel ini, akan kita bahas secara detail semua hal mengenai relay pada perangkat elektronik.

Pengertian dan Fungsi Relay


Secara sederhana, relay itu seperti jembatan yang menghubungkan arus dengan jalur yang dipersingkat. Contohnya pada rangkaian klakson, untuk membuat klakson bekerja diperlukan arus listrik yang lumayan besar.

Sementara rangkaian klakson ini, dari aki masuk ke kabin kemudian ke saklar yang terletak dikemudi lalu disalurkan ke klakson yang ada diruang mesin. Tentu rangkaian kelistrikannya terbelit-belit. Disamping itu, tipikal arus DC bisa kehilangan arus apabila berjalan pada rangkaian yang panjang.

Disinilah relay bekerja, relay akan mempersingkat rangkaian kelistrikan dari aki yang ada diruang mesin langsung disalurkan ke klakson tanpa berputar-putar mengitari semua rangkaian kelistrikan.

Lalu, bagaimana cara rangkaian klakson dihidupkan ? itu akan kita bahas dibawah. Tapi intinya, anda sudah paham fungsi dan peranan relay dalam sebuah rangkaian kelistrikan.

Cara Kerja Relay


Prinsip kerja relay, adalah dengan mengalirkan arus utama dengan pemicu arus yang lebih kecil. Dengan kata lain, ada dua rangkaian yang melewati relay.


  • Pertama Rangkaian arus utama yang berfungsi menyalurkan arus besar dari aki ke beban (lampu, klakson, dan lain sebagainya).
  • Rangkaian kedua berfungsi untuk mengendalikan kapan rangkaian utama akan terhubung. Rangkaian sekunder ini, terhubung ke saklar. Sehingga dari rangkaian sekunder ini kita bisa mengendalikan rangkaian primer pada relay.


Lalu bagaimana cara kerjanya ?

Perhatikan gambar diagram relay dibawah.


Terlihat, didalam relay ada dua komponen utama yakni coil dan contact point. Rangkaian primer, terdiri dari terminal 30 – contact point – terminal 87. Sementara rangkaian sekunder, terdirid dari terminal 85 – coil- terminal 86.

Dalam kondisi rangkaian cut off (rangkaian belum aktif), contact point dalam keadaan mengambang. Sehingga tidak akan ada arus dari aki ke beban. Namun, apabila ada arus pada rangkaian sekunder maka akan timbul kemagnetan pada coil. Kemagnetan ini akan menarik contact point kearah bawah, sehingga  contact point akan menghubungkan terminal 30 dan 87.

Hal ini, menyebabkan aliran listrik dari terminal 30 menuju terminal 87 lalu disalurkan ke beban. Sehingga rangkaian kelistrikan akan terhubung.

Contoh aplikasi relay pada rangkaian lampu


1. Saat saklar lampu OFF

Ketika saklar lampu off, maka arus dari aki hanya sampai ke terminal 30 karena contact point didalam rangkaian primer relay masih mengambang. Disisi lain, rangkaian sekunder relay juga belum mendapatkan aliran listrik dikarenakan saklar lampu masih off.


2. Saat saklar lampu ON

Ketika kita tekan saklar lampu, maka saklar akan menghubungkan arus intesitas rendah ke rangkaian sekunder relay. Hal ini menyebabkan munculnya kemagnetan pada coil, akibatnya contact point tertarik dan rangkaian primer relay tersambung.

Karena contact point tersambung, otomatis arus yang stand by di terminal 30 maju ke terminal 87 dan diteruskan ke lampu sebelum sampai ke masa. Hasilnya, lampu menyala.

Jenis – Jenis Relay


Apabila dilihat dari status rangkaian, ada dua jenis relay.

  • NO (normaly open), jenis ini memiliki contact point yang terbuka atau mengambang ketika relay tidak aktif.
  • NC (normalu close), jenis ini memiliki contact point yang tertutup atau tersambung ketika relay tidak aktif. Dan saat relay aktif, contact point akan terbuka/terputus. Fungsi relay tipe NC ini adalah sebagai pemutus rangkaian kelistrikan ketika relay aktif.


Apabila dilihat dari jumlah kakinya, ada 4 jenis relay yang biasa dipakai.

  • Relay 3 kaki, relay ini hanya memiliki 3 kaki yakni terminal 30, 87 dan 86. Sementara untuk terminal 85 ditiadakan karena langsung tersambung ke kaki 30 karena sama-sama menggunakan arus positif.
  • Relay 4 kaki, jenis ini paling banyak digunakan khususnya pada rangkaian kelistrikan kendaraan. Ini persis seperti yang dijelaskan diatas.
  • Relay 5 kaki, relay 5 kaki memiliki satu tambahan terminal yakni terminal 87a. fungsi terminal ini, adalah sebagai output kedua. Artinya ada dua output dari relay yakni 87 dan 87a, saat coil diaktifkan maka arus akan berpindah dari 87 ke 87a.
  • Relay 8 kaki, jenis ini merupakan jenis relay terbesar karena memiliki rangkaian yang cukup rumit. Fungsinya sebagai penalaran pada beberapa rangkaian kelistrikan. Tipe ini jarang dipakai pada rangkaian kelistrikan ringan seperti pada kendaraan.


Kerusakan yang sering terjadi pada relay, ada pada coil yang kadang terputus. Kita tahu, kalau coil ini yang akan menggerakan contact point agar terbuka atau tertutup. Prinsip kerja coil ini, mirip trafo yang akan menghasilkan kemagnetan ketika dialiri arus listrik. Tetapi, efeknya coil akan cepat panas sehingga resiko putus kabel pun lebih tinggi.

Apabila ada koneksi yang terputus pada relay, otomatis relay tidak akan berfungsi.

Untuk mengeceknya, ada cara mudah. Pertama letakan tangan anda diatas relay lalu hidupkan saklar rangkaian seperti biasa. Kalau anda merasa ada getaran ketika contact point terhubug, maka relay masih O.K. namun kalau anda tidak merasakan apapun, terlebih relay tidak panas dalam waktu lama meski saklar ON, itu menjadi pertanda bahwa relay sudah rusak.

Demikian artikel tentang cara kerja dan rangkaian relay 12 volt pada kelistrikan mobil dan motor, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Sistem Power Window Mobil – Pengertian, Rangkaian, dan Cara Kerja

Salah satu aspek kenyamanan mengemudi, adalah sirkulasi udara. Umumnya sirkulasi udara akan disuplai oleh HVAC system. Namun, HVAC menggunakan daya mobil karena menggunakan rangkaian motor blower sehingga bisa membuat mobil boros.

Selain HVAC, ternyata ada satu lagi sirkulasi udara didalam mobil yakni window atau jendela.

Setiap mobil pasti memiliki jendela, dan umumnya jendela ini bisa dibuka tutup. Dulu, untuk membuka tutup jendela dipakai sebuah engkolan yang terletak pada door trim. Tapi, itu cukup menyusahkan karena kita harus memutar engkolan tersebut untuk membuka atau menutup jendela mobil yang kadang juga tidak ringan.

Tapi pada mobil-mobil sekarang, hal itu sudah sulit ditemui karena hampir semua mobil sudah menggunakan electric power window. Lalu bagaimana cara kerja dan rangkaian electric power window ? simak selengkapnya dibawah.

A. Pengertian Electric Power Window


Electric power window adalah suatu rangkaian mekatronik (mekanik dan elektronik) yang bertugas untuk membuka dan menutup kaca jendela pada pintu mobil hanya dengan sentuhan tombol.

Aktor utama pada elektronik power window, adalah motor listrik yang terpasang dibalik door trim. motor listrik ini, dihubungkan pada sebuah mekanisme dimana ketika motor berputar maka mekanisme itu akan menggerakan kaca keatas atau kebawah tergantung arah putaran motor.

Secara umum, mekanisme power window sama dengan kaca jendela manual yang menggunakan engkolan. Hanya saja, titik putar engkolan dihubungkan ke poros motor listrik. Sehingga, ketika motor diaktifkan, mekanisme tersebut akan bekerja menaikturunkan kaca jendela.

B. Rangkaian & Cara Kerja Power Window


Lalu, seperti apa rangkaian kelistrikannya ? anda bisa lihat gambar dibawah.


Rangkaian kelistrikan power window diatas, merupakan rangkaian paling sederhana dari sistem elekctronik power window pada sebuah mobil. Ada beberapa komponen yang perlu anda pahami lebih dulu ;

  1. Driver power window motor, ini adalah motor power window yang terletak pada kaca jendela di sisi pengemudi.
  2. Passenger power window motor, ini adalah motor power window yang terletak pada kaca jendela pintu kiri (pintu penumpang)
  3. Driver power window swicth, saklar utama yang ada disisi driver. Karena berfungsi sebagai saklar utama, saklar ini bisa mengontrol dua sisi motor power window sekaligus.
  4. Passenger power window swicth, ini adalah saklar pada sisi pengemudi (pintu kiri). Saklar ini hanya bisa mengontrol power window pada sisi pengemudi saja.


Rangkaian diatas, menunjukan skema power window untuk dua pintu depan (pintu kanan sebagai pintu driver, dan pintu kiri sebagai pintu passenger). Sementara untuk skema yang menunjukan power window untuk empat pintu, rangkaiannya akan lebih rumit karena ada empat motor dan empat saklar. Tetapi, apabila anda bisa memahami skema diatas maka mudah untuk memahami skema power window 4 motor.

Lalu bagaimana cara kerjanya ?

1. Saat kaca dinaikan

Rangkaian pertama, menunjukan rangkaian power window dalam posisi Off dengan kata lain tidak ada aliran arus dari aki ke motor power window. Ketika anda mengungkit tombol saklar power window keatas, maka akan ada hubungan pada plat (c).
  • Dalam hal ini, akan ada aliran arus listrik dari sumber (a) melewati fuse, masuk ke saklar utama (b).
  • Dari saklar utama, masuk ke plat up (c).
  • Arus listrik diteruskan hingga output (d) saklar utama mengikuti jalur plat c.
  • Arus listrik diteruskan hingga masuk kedalam motor power window (e).
  • Keluar dari motor power window (f) arus masuk lagi ke saklar utama melalui rangkaian lain (g).
  • Arus disalurkan ke plat (h) yang terhubung ke line ground (i). line ground ini, secara langsung terhubung ke masa atau terminal negatif aki (j). sehingga rangkaian motor power window dapat aktif.


Dalam hal ini, motor akan berputar ke arah tertentu yang membuat mekanisme penggerak kaca jendela mendorong kaca keatas.

2. Saat kaca diturunkan

Ketika anda menekan tombol saklar power window, maka kaca akan turun. Dalam hal ini, akan ada aliran arus listrik sebagai berikut ;
  • Arus listrik dari sumber arus (a) masuk ke saklar utama power window (b).
  • Karena saklar down yang dipilih, maka plat (h) yang terhubung ke sumber arus.
  • Arus dari plat (h), kemudian diteruskan ke output saklar utama (g).
  • Arus listrik kemudian terhubung ke motor window melalui titik (f).
  • Output dari motor (e), arus akan disalurkan kembali ke saklar utama melalui titik (d).
  • Disisi lain, plat (c) terhubung ke line ground (i). Sehingga arus dari titik (d), terhubung ke plat (c), lalu terhubung ke masa melalui line ground.


Dalam hal ini, arus listrik juga melewati motor dan sampai ke ground namun dengan arah yang terbalik (dari titik f ke e). hal ini, membuat arah putaran motor juga terbalik. Sehingga mekanisme penggerak kaca akan menggerakan kaca dengan arah yang terbalik juga atau turun.

C. Komponen Electric Power Window


Selain komponen kelistrikan yang disebutkan diatas, ada beberapa komponen lain yang tergabung dalam sistem power window. Antara lain ;

  • Transfer gear, merupakan mekanisme pengubah gerakan putar motor ke tarikan kabel.
  • Glass holder, berfungsi sebagai pemegang kaca mobil.
  • Glass holder cable, berfungsi sebagai tali yang menarik glass holder sehingga bisa bergerak keatas dan kebawah.
  • Glass holder track, merupakan sebuah track atau lintasan untuk tempat bergeraknya glass holder. Sehingga kaca mobil bisa bergerak naik turun dengan arah dan timming yang tepat.


Komponen mekanisme diatas, mungkin saja penamaannya berbeda pada tiap merk mobil. Meski berbeda, fungsi dan cara kerjanya tetap sama.

Demikian meteri singkat tentang rangkaian dan cara kerja power window pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Kenali 3 Jenis Bolam Lampu Mobil Beserta Kelebihannya Masing-Masing

Sebagai sistem yang menunjang keselamatan mobil, lampu yang ada pada mobil haruslah memenuhi beberapa spesifikasi seperti terang tapi tidak menyilaukan, hemat daya, serta tahan lama.

Sehingga lampu untuk kendaraan baik motor atau mobil harus dibuat khusus mengikuti tegangan aki kendaraan (12 V) namun tetap jelas menerangi jalan. Dilihat dari bentuk serta karaktersitik lampunya, ada 3 jenis lampu yang biasa dipakai pada mobil.

Yakni ;

  • Lampu Halogen (standar)
  • Lampu HID (Xenon/Projie)
  • Lampu LED


Lalu, apa saja kelebihan masing-masing ? simak selengkapnya dibawah.

Jenis Bolam Lampu Mobil Beserta Fungsinya


1. Bolam Halogen

Bolam lampu Halogen merupakan bolam lampu yang paling umum dan paling banyak dijumpai sebagai bolam standar kendaraan baik motor atau mobil.

Secara fisik, lampu ini berbentuk seperti bolam pada umumnya dengan filamen/kawat didalam lampu. Ini karena lampu halogen masih memanfaatkan kawat yang memijar saat dialiri arus listrik. Jumlah filamen didalam lampu ini pun beragam, ada yang satu kawat (single filamen) ada juga yang dual filamen.

Untuk yang dual filamen, maka ada tiga terminal pada soket lampu. Fungsinya agar bolam lampu mampu bersinar dalam dua tingkat yang berbeda. Misal untuk low beam dan high beam, meski dua lampu itu berbeda tapi tetap menggunakan satu bolam halogen.

Untuk standar, lampu halogen akan bersinar kuning keputihan. Tetapi dengan menambahkan layer warna pada kaca bolam dapat merubah sinar lampu.

Kelebihan bolam halogen yakni ada pada harganya yang murah serta support digunakan pada semua jenis kendaraan. Namun kekurangannya, umur lampu tidak lebih awet dan dibandingkan jenis lampu lainnya halogen masih kalah terang.


2. Lampu HID (high intensity discharge)

Seperti namanya, lampu HID merupakan lampu dengan intensitas cahaya tinggi (high intensity). Secara fisik, lampu HID berbeda dengan halogen. Lampu HID akan terlihat lebih tertutup, dan cara kerja lampu HID pun berbeda dengan halogen.

Kalau halogen menggunakan filamen pijar, lampu HID menggunakan gas Xenon yang ada didalam bolam. Gas ini dapat bersinar terang saat dialiri arus listrik, semakin besar tegangan yang mengalir maka semakin tinggi pula intensitas yang terbentuk.

Lampu HID sebenarnya sudah diaplikasikan pada mobil mewah sejak tahun 90-an. Hanya saja, karena sinarnya yang sangat terang lampu ini dapat menyilaukan pengguna jalan lain. Sehingga penggunaan HID masih kalah dibandingkan halogen.

Lampu HID sering dijadikan pilihan para pemilik kendaraan untuk membuat sinar lampu kendaraannya cukup terang. Biasanya, lampu HID ini juga dipasang bersama lensa projie agar cayaha lampu bisa lebih terfokus.

Tapi HID ada kelemahannya, selain menyilaukan mata pengguna jalan lain lampu HID juga tidak dapat berdiri sendiri. Melainkan memerlukan perangkat ballast untuk menaikan tegangan aki. Sehingga rangkaiannya lebih rumit dari jenis lampu lainnya.

img : jdmaccessories.com.au

3. Lampu LED

LED merupakan kependekan dari Light Emitting dioda. Seperti namanya, lampu LED memanfaatkan komponen dioda untuk menghasilkan cahaya. Cara kerjanya, lampu LED akan menggunakan dua jenis bahan pada dioda yakni P-type semiconductor dan N-type semi conductor.

Arus positif akan dialirkan melewati P-type semiconductor, dan arus negatif baterai dialirkan melewati N-type semiconductor. Saat aliran ini terjadi, maka cahaya akan terbentuk dari dioda.

Dulu, lampu LED ini masih mengeluarkan intensitas cahaya rendah sehingga diaplikasikan pada lampu non penerangan. Seperti lampu kabin atau lampu dashboard. Tetapi, sekarang lampu LED sudah mengalami perkembangan sehingga bisa digunakan pada segmen apapun.

Kelebihan lampu LED antara lain ;

  • Lebih terang bahkan dengan HID sekalipun
  • Lebih hemat daya
  • Mudah dipersonalisasi (menjadi berbagai bentuk)
  • Warna cahaya beragam, dari putih hingga yang berwarna-warni.
  • Lebih awet


Karena semua kelebihan itu, sekarang hampir semua kendaraan baik mobil atau motor menggunakan lampu LED sebagai penerangan.

Sementara kekurangannya, lampu LED tidak bisa dipasang secara terbalik. Karena seperti dioda pada umumnya, pemasangan dioda tidak bisa terbalik.

Apabila anda akan mengganti bolam lampu kendaraan dengan tipe LED, sekarang lampu LED sudah dibuat dalam beberapa soket seperti soket H4. Sehingga anda bisa mengganti lampu kepala mobil yang biasanya menggunakan halogen dengan LED. Apalagi kalau ditambahkan lensa projector, maka cahaya yang dihasilkan pun akan lebih terfokus.

Sekian artikel tentang jenis-jenis bola lampu mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

9 Jenis Lampu Mobil Beserta Fungsinya Masing-Masing

Setiap mobil tidak hanya dilengkapi dengan satu lampu saja. Karena selain sebagai penerangan, lampu juga berfungsi sebagai pemberi isyarat untuk menunjang keselamatan berkendara.

Dan lampu-lampu mobil ini, juga memiliki regulasi tersendiri. Artinya kita tidak bisa mengganti lampu seenaknya tanpa memperhatikan fungsi dari lampu tersebut.

Misal untuk lampu rem itu harus bersinar merah karena menandakan “Stop”. Jadi kita tidak boleh mengganti lampu rem dengan sinar kuning apalagi biru. Selain lampu rem, apalagi jenis-jenis lampu pada mobil ?

Mari kita bahas diartikel berikut.

9 Jenis Lampu Pada Mobil



Ada 9 macam lampu pada eksterior mobil yang memiliki berbagai macam fungsinya masing-masing.

1. Lampu senja (lampu kota)

Lampu senja atau lampu kota adalah lampu yang membantu penglihatan pengemudi terhadap mobil didepannya saat cuaca tidak begitu cerah. Lampu kota ini, biasanya dihidupkan disiang hari pada saat cuaca mendung. Ini bertujuan untuk membantu pengemudi lain didepannya mengetahui bahwa ada mobil yang melintas.

Letak lampu senja, ada didalam lampu kepala. Lampu ini akan menyala pertama kali saat anda menekan saklar lampu utama.

Pada mobil modern, lampu senja sudah digantikan dengan perangkat DRL (daytime running light) yang umumnya menggunakan jenis lampu LED agar lebih futuristik dan hemat tenaga.

2. Lampu tail (stop lamp)

Stop lamp atau tail lamp, terletak pada bagian belakang mobil. Lampu ini akan menyala saat lampu senja menyala, artinya lampu tail dan lampu senja memiliki satu saklar. Fungsinya juga untuk membantu pengemudi lain dibelakang untuk menyadari keberadaan mobil.

Sinar lampu tail ini, berwarna merah tetapi agak redup (lebih redup dari lampu rem). Umumnya, lampu tail menggunakan bolam lampu dual filamen. Dimana satu filamen digunakan untuk lampu tail, dan filamen satunya dipakai untuk lampu rem.

Namun pada mobil modern, baik lampu tail atau rem sudah menggunakan rangkaian LED yang disusun menjadi garis lampu tertentu. Sehingga nampak lebih mewah dan futuristik.

Baca juga : Jenis-Jenis Bolam Lampu Pada Mobil

3. Lampu dekat (low beam)

Lampu dekat adalah lampu penerangan utama mobil yang berperan untuk menerangi area jalan didepan mobil. Dinamakan lampu dekat karena jangkauan sinar lampu cukup dekat, kira-kira dibawah 5 M. lampu ini dinyalakan saat mobil melintasi daerah ramai, daerah pemukiman, dan daerah yang memiliki pencahayaan cukup.

4. Lampu jauh (high beam)

Lampu jauh juga berfungsi sebagai penerangan utama mobil sama seperti lampu dekat, namun jangkauan high beam ini lebih jauh, bisa mencapai 10 M. sehingga lampu jauh ini sering dinyalakan ketika mobil melintasi jalan bebas hambatan, atau didaerah yang minim pencahayaan.

Bolam yang dipakai pada low beam dan high beam, umumnya satu bolam. Bolam yang digunakan biasanya berjenis halogen dual filamen. Dimana satu filamen digunakan untuk low beam, dan satu filamen lainnya digunakan untuk high beam. Untuk memperjauh jangkauan, ada tambahan reflektor didalam kotak lampu kepala.

Baca juga : rangkaian lampu kepala pada mobil dan motor

5. Lampu kabut (fog lamp)

Lampu kabut atau fog lamp berfungsi untuk menerangi area jalan yang berkabut. Sesuai namanya, lampu ini akan membantu pengemudi untuk melihat jalanan yang dipenuhi oleh kabut. Agar mampu menerangi permukaan jalan secara maksimal, fog lamp dipasangkan dibagian bumper bawah dengan sinar kuning terang.

Selain fog lamp depan, beberapa mobil juga dilengkapi dengan rear fog lamp dengan sinar merah terang. Fungsinya untuk memberi tanda ke pengemudi dibelakang terakait keberadaan mobilnya di area yang berkabut.

6. Lampu rem (brake light)

Fungsi lampu rem adalah untuk memberi sinyal ke pengemudi dibelakang bahwa mobil sedang mengerem. Lampu rem akan bersinar merah terang, lebih terang daripada lampu tail. Sehingga ketika lampu ini menyala, pengemudi dibelakang juga bersiap mengerem. Ini akan mencegah terjadinya miss communication antar pengemudi di jalanan.

Seperti yang dikatakan diawal, lampu rem biasanya menggunakan bolam yang tergabung dengan lampu tail. Ada yang menggunakan dual filamen, namun ada juga yang menggunakan single filamen. Untuk bolam dual filamen penjelasannya ada diatas.

Sementara untuk bolam single filamen, akan ada perbedaan tegangan yang mengalir saat lampu rem menyala. Artinya tegangan lampu rem itu lebih besar dari pada tegangan lampu tail. Sehingga sinar lampu juga akan ikut meningkat saat lampu rem diaktifkan.

7. Lampu sein (turn signal lamp)

Fungsi lampu sein adalah untuk memberi sinyal ke pengguna jalan lain bahwa mobil kita akan belok ke salah satu arah. Lampu ini akan bersinar kuning, karena itu identik peringatan dan kehati-hatian.

Lampu sein, dapat kedap-kedip karena ada flasher sebagai komponen tambahan yang akan menimbulkan efek flip-flop pada tegangan yang masuk ke lampu.

Baca juga : Rangkaian lampu sein pada kendaraan

8. Lampu Hazard

Tak jauh berbeda dengan lampu sein, lampu hazard juga merupakan lampu bersinar kuning yang berkedap-kedip. Tapi bedanya, lampu hazard akan mengedipkan keempat lampu sein (kanan kiri) secara bersamaan.

Fungsi lampu hazard adalah sebagai tanda bahaya, atau menandakan bahwa mobil sedang berada pada kondisi darurat. Lampu ini sering dinyalakan saat sebuah mobil mengantarkan seorang dalam kondisi gawat darurat, atau beberapa kondisi darurat lain.

9. Lampu mundur

Lampu mundur adalah lampu yang berfungsi sebagai penanda bahwa mobil akan bergerak mundur. Lampu ini terletak dibagian belakang mobil, dengan sinar kuning keputihan.

Lampu mundur, akan menyala secara otomatis saat kita memposisikan tuas transmisi ke posisi mundur.

Tambahan, Lampu kabin

Lampu kabin masuk ke salah satu jenis lampu pada mobil, namun lampu ini terletak didalam interior. Fungsinya untuk menerangi kabin mobil saat malam hari. Namun sinar lampu kabin ini berwarna kuning dan justru redup.

Ini disebabkan karena sinar lampu kabin yang terlalu terang dapat mengganggu pandangan pengemudi yang ada dibelakang mobil kita.

Perbedaan Generator AC dan Generator DC

Generator adalah komponen kelistrikan yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Secara mudah, berkat adanya generator ini kita bisa menikmati listrik di rumah secara terus menerus.

Prinsip kerja generator adalah dengan menggunakan gaya elektromagnetik, dimana ketika ada konduktor bergerak didalam medan magnet maka akan aliran listrik yang mengalir pada konduktor tersebut.

Namun diartikel ini kita tidak membahas bagaimana cara kerja generator apalagi rumus-rumus yang berhubungan dengan generator, diartikel ini akan kita bahas perbedaan Generatot AC dan Generator DC.

Mungkin anda sering mendengar kata generator AC dan generator DC, tapi apakah anda detail tentang dua jenis generator tersebut ? kalau persamaannya ;

  • Sama-sama mengubah energi mekanik ke energi listrik
  • Menggunakan prinsip kerja yang sama


Lalu perbedaannya ?

Perbedaan Generator DC dan AC


Letak perbedaan generator AC dan DC ada pada desain rotor dan statornya, desain ini akan memungkinkan arus yang mengalir berbeda meski menggunakan prinsip yang sama. Agar lebih rinci, kita ulas satu-persatu.

1. Generator AC

Secara sederhana, generator AC memiliki dua macam komponen yakni ;

  • Rotor
  • Stator


Rotor adalah komponen yang berputar (rotate), sementara stator adalah komponen yang diam (state). Pada generator AC, medan magnet akan diciptakan oleh rotor sementara stator berperan sebagai konduktor yang akan menerima pergerakan elektron.

Artinya, pada generator AC medan magnet berputar didalam kumparan listrik. Biasanya medan magnet tersebut diciptakan menggunakan permanent magnet, dengan kata lain generator dapat menghasilkan arus AC karena ada magnet berputar didalam kumparan.

Mengapa bisa ?

Saat magnet berputar, maka kutub utara dan selatan magnet akan bolak balik ada diposisi atas dan bawah. Efek dari gerakan bolak balik ini, berimbas pada perpotongan garis gaya magnet yang selalu bolak balik dan akan menyebabkan arah arus juga bolak balik. Sehingga apabila diukur, arus AC akan berbentuk gelombang sempurna dengan satu bukit dan satu jurang.

2. Generator DC

Generator DC juga memiliki dua komponen utama yakni ;

  • Stator
  • Rotor


Sama halnya dengan generator AC, stator pada generator DC juga berperan sebagai komponen yang diam dan rotor sebagai komponen yang bergerak. Namun perbedaannya, magnet permanen berperan sebagai stator sementara kumparan listrik berperan sebagai rotor.

Sehingga bisa dikatakan, generator dapat menghasilkan arus DC karena kumparan berputar didalam medan magnet.

Mengapa bisa demikian ?

Ini karena permanent magnet sebagai penyedia medan magnet bersifat statis dengan kutub utara dan selatan yang bersifat tetap. Sementara kumparan yang akan menerima aliran elektron bergerak pada medan magnet yang statis tersebut. Sehinga perpotongan garis gaya magnet akan berlangsung searah saja, dan arus yang dihasikan pun searah/DC.


Apabila diukur, maka bentuk gelombang dari arus DC ini hanya terdiri dari bukit saja tanpa adanya jurang.

Karena kumparan berada pada komponen yang berputar (rotor) maka diperlukan komponen tambahan seperti slip ring. Yang berfungsi menerima arus dari kumparan yang berputar agar bisa dialirkan ke kabel penghantar.

Perbedaan arus AC dan arus DC

Arus bolak-balik dan arus searah merupakan sama-sama arus listrik meski tipikalnya berbeda. Pasti kedua arus ini memiliki sifat dan karakter tersendiri, perbedaan tersebut antara lain ;

  • Arus AC aman ditransfer jarak jauh tanpa kehilangan daya, sementara arus DC akan kehilangan daya saat ditransfer semakin jauh.
  • Frekuensi arus AC berkisar 50hz-60hz, sementara arus DC 0hz karena bentuk gelombangnya tidak sempurna (hanya terdiri dari bukit).
  • Arus AC bisa bergerak berbalik arah pada konduktor, sementara arus DC hanya bergerak maju pada suatu konduktor.
  • Secara umum arus AC digunakan untuk instalasi listrik dengan skala luas, sementara arus DC biasa dipakai pada kereta listrik atau perangkat elektronik seperti HP dan Laptop.


Apakah arus AC bisa diubah ke DC dan sebaliknya ?

Tentu bisa, misal pada mobil dan motor. Mobil umumnya menggunakan altenator yang menghasilkan arus AC sebagai pembangkit listrik, namun karena aki hanya bisa menyimpan arus DC maka diperlukan dioda sebagai pengubah arus AC menjadi DC.

Sebaliknya, untuk mengubah arus DC menjadi AC maka diperlukan inverter.

Demikian artikel singkat tentang perbedaan generator AC dan generator DC, semoga dapat menambah wawasan kita semua.

5 Komponen Wiper Pada Mobil + Fungsinya

Winshield system atau lebih familiar disebut wiper merupakan mekanisme pengusap kaca depan mobil untuk membersihkan embun air pada permukaan kaca depan mobil. Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang cara kerja wiper mobil.

Pada artikel kali ini, kita akan mengulas satu persatu komponen yang berinteraksi pada mekanisme dan kelistrikan wiper. Lalu apa saja komponennya ?

Komponen Wiper Mobil dan Fungsinya


Total ada sekitar 5 komponen pada wiper yakni ;

1.Wiper blade


img ; motorgurumag.com

Kalau diartikan, wiper blade adalah pedang wiper. Memang bentuknya mirip seperti pedang, namun wiper blade tidak digunakan untuk menebas apapun tapi digunakan untuk menebas air yang menempel pada permukaan kaca mobil.

Wiper blade sendiri terdiri dari frame dan karet, frame digunakan sebagai rangka untuk melekatkan karet wiper. Karet wiper inilah yang mampu membersihkan air pada permukaan kaca mobil. Karet elastis ini, akan mengusap kaca mobil secara bolak balik. Karena sifatnya yang elastis maka kaca ini mampu membersihkan air yang diusap tanpa menimbulkan baret pada kaca mobil.

2. Wiper arm


img ; quadratec.com

Wiper arm adalah komponen yang letaknya dibawah wiper blade, fungsi wiper arm adalah sebagai lengan penghubung antara bagian mekanisme penggerak wiper dengan wiper blade. Selain itu, wiper arm juga digunakan memastikan wiper blade menempel ke kaca mobil.

Kalau anda lihat, ada pegas didalam wiper arm. Pegas ini dipakai untuk memberi efek tekanan pada wiper blade sehingga karet pada wiper blade bisa sedikit menekan kaca. Ini akan membuat proses pengusapan air menjadi lebih rata.

3. Wiper link mechanism

Mekanisme penggerak wiper fungsinya ada dua yakni mengubah gerakan putar motor menjadi gerakan bolak balik dan menyalurkan gerakan bolak balik menuju dua wiper arm yang tersedia.

Untuk mendukung fungsi ini, maka wiper link mechanism terdiri dari beberapa bagian antara lain ;

  • Crank rod, berfungsi untuk mengubah gerakan putar menjadi gerakan bolak balik bersama connecting rod.
  • Connecting rod, berfungsi untuk menghubungkan gerakan dari crank rod ke lengan wiper.
  • Wiper short arm, merupakan lengan wiper pendek yang terdapat didalam wiper link mechanism. Ujung lengan pendek ini, akan dibaut dengan wiper arm dan ujung satunya terletak pada engsel atau pivot arm.
  • Pivot arm, merupakan poros lengan wiper agar lengan wiper mampu bergerak secara bolak balik.
  • Wiper link, merupakan sebuah batang yang menghubungkan short arm kiri dengan yang kanan. Sehingga, wiper bisa bergerak bersama-sama.


4. Wiper motor



Fungsi wiper motor adalah sebagai pengubah energi dari energi listrik menjadi energi putar. Disinilah sumber tenaga wiper berasal, motor yang ada pada wiper juga sama seperti motor listrik DC pada umumnya. Hanya saja, disini terdapat mekanisme pereduksi putaran motor.

Bisa anda lihat, pada poros motor wiper terdapat worm gear. Worm gear ini akan mereduksi putaran motor jauh lebih lambat. Sehingga meski putaran motor tinggi, wiper tetap akan bergerak santai. Tujuan reduksi putaran ini tidak lain agar gerakan lengan wiper bisa lebih teratur.

5. Wiper electricity control


Terakhir, wiper dapat bekerja dengan normal apabila ada rangkaian kelistrikannya. Rangkaian kelistrikan wiper bisa dibilang agak rumit karena wiper memiliki satu saklar dengan variasi kecepatan berbeda, atau mirip seperti kipas angin. Ada kecepatan rendah, ada kecepatan sedang dan ada kecepatan tinggi.

Beberapa komponen yang ada pada bagian pengontrol kelistrikan wiper adalah ;

  • Baterai, sebagai sumber listrik untuk menggerakan motor wiper.
  • Saklar kombinasi, berfungsi untuk mengaktifkan sistem wiper sesuai dengan mode kecepatan yang dikehendaki.
  • Fuse, berfungsi sebagai pengaman komponen kelistrikan dari lonjakan arus besar.
  • Relay, berfungsi untuk menjembatani listrik dari baterai agar bisa langsung masuk ke motor tanpa berputar-putar lebih jauh.
  • Kabel penghubung, berfungsi sebagai penyalur listrik ditiap komponen.


Itu saja artikel singkat tentang komponen wiper dan fungsinya. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Kerja Wiper dan Washer Pada Mobil

Wiper dan washer adalah seperangkat komponen pada mobil yang berfungsi untuk membersihkan kaca depan kendaraan secara efektif. Selain untuk membesihkan kaca depan dari debu atau kotoran yang menempel, wiper juga berfungsi untuk mengusap air yang menghalangi penghlihatan pengemudi saat hujan turun.

Tanpa wiper, bisa berbahaya saat hujan karena air hujan pasti akan menghalangi penglihatan pengemudi.

Lalu bagaimana cara kerja wiper ? mengapa bisa wiper mengusap kaca mobil dengan gerakan bolak balik yang pas dengan ukuran kaca ? mengapa pula kecepatan wiper bisa rendah dan bisa tinggi ?

Semua pertanyaan diatas akan kita temukan jawabannya di artikel ini.

Prinsip Kerja Wiper


Untuk mengusap air pada kaca, wiper dilengkapi dengan blade yang memiliki bahan seperti karet yang mampu mengusap air pada permukaan kaca. Untuk menimbulkan pergerakan wiper blade yang bolak-balik maka dibuatlah sebuah mekanisme.

Mekanisme ini menggunakan sumber tenaga motor listrik, kita tahu sendiri kalau motor listrik akan mengubah energi listrik pada aki menjadi energi putar. Inilah tujuan penerapan mekanisme wiper, agar gerakan putaran dari motor wiper bisa diubah menjadi gerakan bolak balik.

Mekanisme ini menggunakan sebuah crank rod yang akan mengubah gerakan putaran menjadi gerakan maju mundur (seperti ayunan). Untuk membagi gerakan maju mundur ini maka dibuatlah rangkaian wiper link yang akan menghubungkan crank rod dengan kedua wiper arm. Untuk membuat gerakan wiper blade pas dengan kaca, ini sudah diset dari pabrikan. Artinya kalau sistem wiper mobil A dipakai pada mobil B otomatis tidak akan pas.

Lalu Bagaimana Rangkaian Kelistrikan Wiper ?


Saat mengaplikasikan sistem wiper, biasanya ada beberapa mode pada saklar. Ada mode intermitten, mode low speed, dan mode high speed. Mode low speed artinya wiper bergerak dengan kecepatan rendah, high speed artinya wiper bergerak pada kecepatan tinggi dan intermitten artinya wiper hanya bergerak satu kali pada interval waktu tertentu (biasanya intermitten ini digunakan saat gerimis).

Semua mode itu, dapat terlaksana karena ada pengaturan skema kelistrikan wiper. Memang, sumber tenaga wiper itu dari motor listrik namun untuk membuat putaran motor listrik bervariasi maka diperlukan skema kelistrikan yang diatur sedemikian rupa.

1. Saat saklar wiper off

Gambar diatas menunjukan rangkaian motor wiper saat belum dinyalakan atau saat saklar pada posisi OFF. Saat seperti ini, tidak ada aliran listrik ke motor wiper karena relay wiper motor juga tidak ada yang terhubung sehingga wiper tidak berfungsi.

2. Saat saklar wiper low speed

Ketika kita putar saklar wiper ke low speed, maka relay low speed wiper akan terhubung sehingga arus listrik dari baterai langsung mengalir melewati relay dan menuju wiper. Pada wiper, arus listrik akan masuk ke low speed brush. Sehingga wiper akan bekerja dengan kecepatan rendah.

3. Saat saklar wiper high speed

Ketika kita putar lagi saklar wiper ke level high speed, maka relay low speed wiper akan terputus namun relay high speed wiper akan tersambung. Sehingga meski pada low speed brush tidak ada aliran listrik, namun ada aliran listrik baru pada terminal high speed brush. Sehingga wiper akan bekerja dengan kecepatan lebih tinggi.

Bagaimana Dengan Washer ?


Washer itu sebenarnya bekerja seperti pompa mini, dimana pada tanki washer terdapat electric washer pump yang akan memompa air washer dengan tekanan tertentu. Dari washer pump, terdapat serangkaian selang yang akan mengalirkan air pompaan washer menuju depan kaca mobil. Sehingga ketika kita aktifkan saklar washer, air dapat menyembur keluar dari bagian depan kaca mobil.

Rangakaian kelistrikannya juga sangat sederhana karena hanya menggunakan single function switch atau saklar dengan fungsi tunggal. Anda bisa melihat rangakaiannya pada gambar diatas.

Itu saja artikel singkat tentang cara kerja wiper dan washer pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Rangkaian Dan Cara Kerja Lampu Rem (Stop/Tail Lamp)

Stop lamp merupakan salah satu sistem peringatan pada kendaraan, lampu ini posisinya ada dibelakang (oleh sebab itu sering disebut tail lamp) dan fungsinya sebagai penanda bahwa kendaraan didepan sedang melakukan braking atau sedang mengerem.

Meski demikian, ada perbedaan antara lampu rem dan lampu tail meski letaknya ada pada satu lampu. Tail lamp merupakan lampu yang dijadikan penanda untuk pengemudi dibelakang terkait posisi dan dimensi mobilnya.

Umumnya lampu tail diletakan di kedua sisi samping pada bagian belakang mobil (menunjukan dimensi lebar mobil) dan pada kendaraan seperti truk atau bus, ada lampu tail dibagian atas untuk menunjukan dimensi tinggi mobil. Lampu-lampu ini akan sangat berguna untuk kendaraan lain apabila akan menyalip.

Sementara lampu rem digunakan sebagai penanda saat sebuah kendaraan mengerem, anda juga pasti tahu kalau lampu rem ini posisinya ada pada lampu tail dengan kecerahan lebih tinggi. Lalu bagaimana cara kerja lampu tersebut ?

Rangkaian dan Cara Kerja Lampu Tail


Lampu tail akan aktif saat kita menghidupkan DRL ataupun lampu dekat (low beam), sama seperti lampu dekat lampu tail juga tidak dipengaruhi oleh kunci kontak. Artinya, begitu saklar lampu dinyalakan otomatis lampu belakang akan menyala (kecuali pada motor).

Skema diagram lampu tail kurang lebih akan seperti ini.


Lalu, bagaimana dengan lampu rem ?

Lampu rem adalah lampu peringatan yang menunjukan bahwa kendaraan sedang mengerem, lampu rem ini juga terletak didalam tail lamp namun memiliki kecerahan lebih tinggi. Sehingga, meski lampu tail sudah menyala saat rem diinjak maka lampu tail tersebut akan lebih bersinar.

Rangkaian lampu rem, juga diletakan menyatu dengan rangkaian lampu tail. Tapi ada dua model rangkaian, beberapa mobil menggunakan sistem lampu tail dual filamen dan ada pula yang menggunakan model single filamen.

1. Dual filamen tail light


Sama seperti lampu kepala, satu bolam lampu memiliki dua fungsi yaitu lampu dekat dan lampu jauh. Pada lampu tail, juga terdapat dua filamen sehingga bolam juga memiliki fungsi ganda. Satu filamen dipakai sebagai lampu tail dan satunya dipakai sebagai filamen lampu rem. Jenis ini memiliki tiga buah terminal, yakni tail light power, stop light power dan masa.

2. Single filamen tail light


Sementara untuk jenis single filamen, hanya terdapat satu buah filamen didalam bolam. Artinya kalau tipe diatas ada tiga terminal lampu namun pada tipe ini hanya memiliki dua terminal yakni terminal arus dan masa.

Lalu bagaimana dengan dual fungsi yang di usung ?

Ternyata lampu ini menggunakan penyaluran dengan nilai tegangan yang berbeda, saat lampu tail aktif maka tegangan listrik yang masuk ke lampu hanya sekitar 10 Volt, namun ketika rem diinjak maka tegangan listrik akan maksimal mencapai 12 Volt. Sehingga intensitas cahaya lampu rem akan lebih terang.

Komponen Lampu Tail


Sistem lampu tail, memiliki beberapa komponen seperti ;

  1. Baterai/Aki sebagai sumber listrik
  2. Fuse, sebagai pengaman rangkaian listrik
  3. Relay, sebagai jembatan arus listrik
  4. DRL switch, untuk mengaktifkan lampu tail
  5. Brake pedal switch, sebagai sensor untuk mengaktifkan lampu rem
  6. Bolam lampu, sebagai aktuator untuk mengubah energi listrik ke cahaya
  7. Mika lampu (merah) untuk menghasilkan efek lampu berwarna merah


Itu saja sedikit pengetahuan yang bisa dibagikan, semoga bisa menambah wawasan kita semua dan bermanfaat bagi kita semua.

Rangkaian Lampu Hazard Sederhana Pada Mobil

Lampu hazard berfungsi sebagai sinyal yang menunjukan bahaya, apabila ada kendaraan menyalakan lampu hazard itu tandanya mobil tersebut sedang mengalami suatu kondisi genting. Selain digunakan pada kondisi darurat, lampu hazard juga dipakai untuk menunjukan ke pengguna jalan lain agar berhati-hati.

Semua fungsi lampu hazard tidak perlu kita bahas tuntas disini, karena kita akan mempelajari bagaimana lampu hazard bekerja. Dan kita akan mencari tahu apakah rangaian lampu hazard terhubung dengan rangkaian lampu sein ?

Skema Diagram Lampu Hazard


Ternyata lampu hazard masih terletak satu rangkaian dengan lampu sein, hanya saja rangkaian pengontrol lampu hazard dibuat terpisah. Ini artinya dalam sistem lampu tanda belok, terdapat dua kontrol yakni sein (satu arah) dan kontrol hazard (2 arah).

Lalu bagaimana rangkaiannya ?

Secara sederhana rangkaian lampu hazard pada mobil bisa digambarkan dalam rangkaian diatas. Bisa anda lihat, didalam kotak saklar lampu hazard terdapat tiga buah plat. Dua plat diatas digunakan sebagai saklar lampu sein (hanya satu yang bisa diaktifkan, apakah sein kanan atau kiri), namun secara detail bagaimana saklar sein tersebut bekerja tidak digambarkan.

Sementara plat paling bawah, digunakan untuk mengaktifkan rangkaian lampu hazard. Kalau anda lihat, maka ada satu batang vertikal yang menghubungkan tiga plat itu. Itu menandakan bahwa saat saklar hazard ditarik kebawah, maka ketiga plat secara bersama-sama bergerak kebawah. Sehingga lampu haard aktif.

Lalu bagaimana cara kerjanya ?

Dimulai dari saklar yang ditarik kebawah, maka akan terjadi perpindahan posisi plat pada ketiga plat tersebut. Plat paling bawah akan terhubung ke kabel positif baterai (tanpa melalui ignition key), dan dua plat diatas akan sama-sama terhubung ke dua sisi lampu.

Akan timbul aliran listrik dari baterai masuk ke saklar hazard, keluar menuju flasher, didalam flasher arus listrik akan diolah menjadi flip-flop sehingga bisa memberi efek kedipan. Keluar dari flasher, arus listrik masuk ke saklar sein, karena didalam saklar sein dua plat sudah sama-sama terhubung dengan dua sisi lampu maka arus dari flasher ini akan langsung mengedipkan kedua sisi lampu.

Muncul pertanyaan, mengapa lampu hazard tidak melewati kunci kontak ?

Coba saja anda perhatikan, untuk menyalakan lampu hazard kita tidak perlu memasukan kunci. Tinggal tekan dan lampu sudah menyala, mungkin tujuan rangkaian seperti ini adalah demi efektifitas akses yang lebih praktis.

Selain itu, sistem anti maling (Theft Deterent) juga akan lebih mudah menyala karena lampu akan berkedip meski kunci sedang anda genggam.

Itu saja yang bisa kami tuliskan di artikel ini, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

8 Komponen Aki (Baterai) Pada Kendaraan dan Fungsinya

Fungsi aki pada kendaraan yakni sebagai penyimpan tenaga listrik yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengaktifkan sebuah rangkaian kelistrikan.

Cara kerja aki yakni dengan memanfaatkan reaksi kimia, reaksi kimia didalam aki akan menghasilkan aliran elektron yang dapat menyalakan beban kelistrikan.

Artikel tentang bagaimana aki bekerja sudah kita bahas padaCara kerja aki saat charging dan discharging. Untuk artikel ini, kita akan membahas mengenai konstruksi aki serta nama komponen masing-masing bagian.

Konstruksi Aki (Baterai)


Secara sederhana, aki itu terdiri dari tiga komponen utama yakni ; plat positif, plat negative dan larutan elektrolit.

Gambarnya kurang lebih akan seperti ini.


Saat plat positif dan negative dihubungkan melalui sebuah beban (lampu) maka akan terjadi reaksi kimia pada larutan elektrolit aki yang membuat timbulnya arus listrik dari plat positif ke plat negative. Sehingga lampu dapat menyala.

Gambar diatas merupakan gambar konstruksi dari satu cell aki saja, pada aki sebenarnya ada sekitar 6 cell dimana masing-masing cell dapat mengeluarkan tegangan mencapai 2.1 V. keenam cell tersebut dirangkai secara seri sehingga total aki dapat mengeluarkan tegangan mencapai 12.6 V.

Komponen Aki Dan Fungsinya

top view of batery

Setidaknya kalau dikupas secara mendalam akan terlihat 10 bagian baterai, nama bagian baterai yang kita bahas itu merujuk ke aki basah. Jadi mungkin apabila dibandingkan dengan aki kering ada perbedaan komponen.

1. Kotak Baterai

Kotak aki atau battry box adalah wadah atau tempat diletakannya semua bagian-bagian aki. Selain sebagai wadah, kotak aki juga berfungsi sebagai housing yang melindungi semua bagian aki dari benturan.

Bahan kotak ini memang terbuat dari bahan plastik khusus yang keras. Sehingga, kalau ada tumbukan dari luar tidak akan mempengaruhi semua komponen didalam aki.

2. Plat aki (positif dan negative)

Plat baterai berperan dalam proses reaksi kimia saat baterai bekerja. Plat ini ada dua buah, yakni plat positif dan plat negative.

Plat negative terbuat dari bahan timah hitam/timbal/lead dengan unsur kimia Pb berwarna abu-abu. Sementara plat positif terbuat dari bahan lead dioxide dengan unsur PbO2. Atau paduan antara timbal dan oksigen dengan warna coklat.

Perbedaan bahan ini akan membuat aliran listrik selalu berasal dari plat positif. Besarnya arus listrik yang dihasilkan akan dipengaruhi oleh luas penampang dari plat ini.

3. Plat separator

Sesuai namanya, plat separator berfungsi untuk menyekat plat positif dan negative. Kedua plat ini harus disekat agar tidak terjadi korsleting, karena kalau itu terjadi maka reaksi kimia tidak akan berlangsung.

Separator ini terbuat dari bahan isolator yang mampu menahan arus listrik, selain itu permukaan separator ini juga dibuat berpori-pori untuk memungkinkan larutan elektrolit mengalir dari plat positif ke negative atau sebaliknya.

4. Cell separator


Separator cell atau disebut juga sebagai partisi sel adalah komponen yang memisahkan tiap-tiap sel. Seperti yang disebutkan diatas, satu unit baterai itu terdiri dari 6 cell. Dan masing-masing cell akan dipisahkan oleh cell separator.

Berbeda dengan plat separator, partisi sel tidak memiliki celah sekecilpun. Sehingga, setiap sel memiliki larutan elektrolit yang bersifat individu. Oleh sebab itulah, dalam satu memiliki 6 buah tutup.

5. Cell connector

Penghubung sel adalah sebuah benda konduktor yang akan menghubungkan plat antar cell secara seri. Seperti gambar yang ditujukan diatas, konektor ini akan menghubungkan plat negative pada cell satu dengan plat positif di cell dua dan seterusnya.

6. Larutan elektrolit

Larutan elektrolit pada aki basah umumnya menggunakan larutan H2SO4 atau larutan antara air dan ion sulfat. Fungsi larutan asam sulfat ini adalah sebagai zat yang akan bereaksi didaam aki.

Saat reaksi terjadi, ion sulfat akan terlepas dan menempel pada plat aki yang berbahan timah hitam. Hal ini akan semakin mengurangi kadar sulfat didalam larutan elektrolit. Normalnya, saat aki terisi penuh kadar sulfat ada sekitar 36% atau apabila diukur menggunakan hydrometer hasilnya 1,270.

Sementara saat aki terus digunakan, kadar ion sulfat akan berkurang sehingga dalam posisi aki kosong berat jenisnya turun dari 1,270.

Untuk mengembalikan berat jenis elektrolit maka perlu dilakukan charging. Proses charging itu sendiri sebenarnya berfungsi untuk mengembalikan ion sulfat yang menempel pada plat aki agar berat jenis kembali ke 1,270.

7. Kutub baterai

Kutub baterai (pole) adalah sebuah konduktor yang terpasang diujung plat baterai. Seperti yang kita ketahui, 6 cell didalam baterai akan dirangkai secara seri. Dan ujung rangkaian tersebut pasti berupa plat positif dan negative.

Kutub ini dijadikan sebagai tempat untuk meletakan terminal baterai.

8. Tutup ventilasi


Tutup ventilasi adalah penutup yang berada tepat diatas cell. Fungsi tutup ini ada dua, yakni ;
Sebagai tempat untuk mengisi larutan elektrolit pada tiap cell aki.
Sebagai ventilasi di tiap cell saat reaksi kimia terjadi.

Khusus untuk fungsi yang kedua, terkadang kita tidak menyadari karena pada tutup ini sebenarnya terdapat lubang cukup kecil sebagai tempat hydrogen menguap ketika aki di charge.

Ketika lubang ini tersumbat, maka hydrogen tersebut akan terjebak didalam aki sehingga aki akan menggelembung. Namun ketika ada gas hydrogen diluar aki, anda juga perlu berhati-hati karena gas ini mudah terbakar.

Demikian artikel  mengenai komponen aki dan fungsinya. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Kerja Aki Pada Kendaraan Secara Simple

Aki pada kendaraan memiliki fungsi untuk menyimpan sumber listrik yang dipakai untuk menghidupkan semua sistem kelistrikan kendaraan.

Meski demikian, aki ini hanya dipakai saat mesin kendaraan belum hidup. Ini karena mesin memiliki altenator sebagai sumber listrik selain aki, namun altenator ini hanya bekerja hanya saat mesin menyala. Oleh sebab itu, aki masih berguna disaat mesin kendaraan belum dihidupkan.

Lantas bagaimana cara kerja aki ? bagaimana proses pengeluaran dan pengisian arus aki ?


Dalam prosesnya, ada dua istilah dalam aki atau baterai kendaraan.

1. Discharge

Discharge adalah proses pengeluaran arus listrik dari baterai. Proses discharge ini secara otomatis akan terjadi apabila rangkaian kelistrikan dalam posisi tertutup (rangkaian positif dan negative baterai terhubung). Akibat dari proses discharge ini akan menguras daya listrik didalam baterai sehingga aki akan kosong.

2. Recharge

Recharge adalah proses pengisian arus kedalam aki, proses ini mirip seperti saat anda melakukan pengisian daya ponsel. Dimana arus akan dialirkan menuju terminal negative dan positif lalu daya baterai akan kembali terisi. Sehingga nantinya aki kembali bisa digunakan.

Proses recharge ini, juga secara otomatis aktif saat mesin dihidupkan. Ini karena proses recharge menggunakan altenator sebagai pengisi daya aki.

Oleh sebab itu, meski aki mobil atau motor kita tidak pernah di charge, aki tidak akan tekor.

Bagaimana proses pengeluaran dan pengisian arus terjadi ?

img by repowertek.com

Aki atau baterai menggunakan reaksi kimia untuk melakukan dua proses diatas. Secara sederhana, saat discharge terjadi reaksi kimia yang menghasilkan aliran listrik keluar dari baterai. Saat dilakukan pengisian arus masuk ke aki akan memicu terjadinya reaksi kimia yang mengembalikan aki ke kondisi semula.

1. Reaksi kimia aki saat pengeluaran

Secara sederhana aki terdiri dari larutan elektrolit (H2SO4), plat positif (PbO2), dan kutub negative (Pb).

Saat pengeluaran arus maka akan terjadi reaksi kimia seperti berikut :

PbO2 + 2H2SO4 + Pb = PbSO4 + PbSO4 + 2H2O

Reaksi tersebut bisa dibaca, saat arus listrik keluar maka oksigen (O2) pada plat positif akan terlepas sehingga plat positif berangsung menjadi Pb.

Saat itu pula larutan elektrolit akan terurai. Larutan elektrolit ini terdiri dari air dan asam sulfat, asam sulfat akan menempel pada terminal baterai negative (Pb) dan plat positif (yang menjadi Pb karena oksigen terlepas).

Sehingga, saat aki terus digunakan maka larutan didalam aki akan menjadi hanya air.

Saat ini terjadi, maka aki sudah sangat lemah dan aki tidak dapat mengeluarkan arus lagi. Kalau kondisinya sudah seperti ini, maka langkah pengisian harus dilakukan.

2. Reaksi aki saat pengisian arus

Proses recharge atau pengisian dilakukan untuk mengembalikan kondisi aki ke posisi semula, artinya mengembalikan asam sulfat yang menempel pada plat aki agar kembali terlarut dalam air serta mengikat oksigen pada plat positif.

Reaksi aki saat proses pengisian arus akan seperti ini ;

PbSO4 + PbSO4 + 2H2O = PbO2 + 2H2SO4 + Pb

Saat arus listrik dari sumber listrik dihubungkan ke plat aki, maka molekul air akan terurai menjadi oksigen dan hydrogen.

Ion asam sulfat pada plat positif akan beralih ke plat negative dan Oksigen akan melekat pada plat positif aki, sehingga plat positif kembali membentuk PbO2.

Di sisi lain, ion hydrogen yang lebih dekat dengan plat negative akan menarik ion asam sulfat (SO4-) sehingga larutan didalam aki kembali ke bentuk H2SO.

Begitulah seterusnya proses aki tersebut berlangsung hingga aki tekor. Aki tekor sebenarnya menunjukan kondisi dimana elektrolit aki dalam kondisi kurang sempurna (berat jenis kurang), sehingga reaksi kimia tidak terjadi seperti yang dituliskan diatas.

Baca pula ; 8 Nama Bagian Aki Kendaraan dan Fungsinya

Mengapa aki bisa meledak ?

img by rennlist.com

Kasus aki meledak saat di charge itu sering terjadi khususnya pada aki tipe basah. Ini karena saat proses pengisian, terjadilah pelepasan ion hydrogen dan oksigen.

Kedua ion ini akan menguap melalui ventilasi aki pada tutup masing-masing sel. Kita tahu kalau hydrogen itu gas yang mudah terbakar, sementara oksigen akan mempercepat proses pembakaran.

Sehingga, saat aki sedang di isi lalu ada percikan api disekitarnya maka api tersebut akan membakar ion hydrogen dan menyambar hydrogen didalam aki yang jumlahnya cukup banyak. Sehingga, hasil pembakaran didalam aki tersebut akan menghasilkan sebuah ledakan yang tentunya cukup membahayakan bagi siapapun didekat aki.

Apakah rekaksi kimia aki kering sama dengan aki basah ?


Pada dasarnya, seperti inilah reaksi kimia didalam aki. Aki basah itu menggunakan elektrolit lebih padat, biasanya berbentuk jel yang bertujuan agar proses penguapan hydrogen tidak sebesar pada aki basah sehingga minim resiko meledak.

Untuk reaksinya, secara umum sama saja.

Demikian artikel mengenai cara kerja aki basah dan kering saat pengeluaran dan pengisian. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Fungsi Dan Pengertian Aki (Baterai) Pada Kendaraan

Aki yang disebut juga accumulator adalah komponen penyimpan arus listrik yang biasa digunakan untuk menyalakan sebuah rangkaian kelistrikan ditempat dimana tidak ada sumber listrik.

Pada kendaraan, sebenarnya aki hanya dipakai untuk menyalakan motor starter dan menyalakan semua kelistrikan kendaraan disaat mesin dalam keadaan mati.

Itu karena mobil dan motor memiliki sumber energi listrik yang dinamakan altenator, altenator ini selain berfungsi sebagai sumber listrik pada kendaraan juga digunakan untuk mengisi ulang arus listrik pada aki.

Sehingga, meski aki kendaraan tidak pernah dicharge, tidak ada istilah low battery seperti pada ponsel kita.

img by carfromjapan.com

Apa Fungsi Aki Pada Kendaraan ?


Aki pada kendaraan roda empat memiliki 6 fungsi yakni

  1. Menyalakan sistem starter untuk menghidupkan mesin
  2. Memberi arus induksi pada rotor altenator
  3. Memberikan suplai arus listrik ke dashboard sebagai sistem informasi terkait kendaraan saat pertama kali pengemudi masuk kekabin.
  4. Membuka dan mengunci door lock (yang diaktifkan lewat kunci kontak)
  5. Memberi tegangan referensi ke ECU saat mesin belum menyala
  6. Menghidupkan electric fuel pump ketika mesin akan dinyalakan


Sementara pada sepeda motor karena tidak ada door lock maka fungsi aki hanya ada 4 yakni

  1. Menyalakan sistem starter untuk menghidupkan mesin
  2. Memberi arus ke dashboard sebagai sistem informasi terkait kendaraan.
  3. Memberi tegangan referensi ke ECU (khusus motor injeksi)
  4. Menyalakan fuel pump ketika mesin akan distart (khusus injeksi)


Ternyata, aki juga memiliki banyak kegunaan pada kendaraan. Namun, meski demikian aki bukanlah komponen vital pada kendaraan.

Maksudnya, aki tidak akan mempengaruhi kinerja mesin. Meski aki tekor atau bahkan tanpa aki sekaligus mesin tetap bisa dihidupkan.

Contohnya pada motor, kalau anda melihat sepeda motor yang diproduksi dibawah 1990 maka akan banyak motor yang tidak dilengkapi dengan aki. Karena motor memiliki sumber listrik dari altenator dan untuk menghidupkan mesin cukup dengan kick starter.

Bagaimana Cara Kerja Aki Kendaraan ?


Secara sederhana, aki menggunakan reaksi kimia untuk melakukan discharge dan recharge. Saat aki melepas arus, terjadi reaksi kimia menjadi arus listrik. Dan saat recharge/aki diisi, arus listrik akan mengembalikan reaksi kimia ke keadaan semula.

Sehingga, proses discharge dan recharge aki akan terjadi secara terus menerus selama volume elektrolit aki masih penuh.

selengkapnya bisa anda baca ; cara kerja aki pada kendaraan (saat discharge dan recharge)

Tegangan dan kapasitas aki


Saat anda akan membeli aki baru untuk mobil atau motor anda, maka yang perlu diperhatikan adalah kapasitas arus dari aki tersebut.

Secara umum, aki yang diproduksi untuk kendaraan ringan seperti motor, MPV, hatchback, dan SUV semuanya memiliki tegangan 12 Volt. Namun memiliki kapasitas yang berbeda-beda.

Contoh ada aki dengan label 12 V 40AH. Itu tandanya aki tersebut memiliki tegangan 12 volt dan memiliki kapasitas arus 40 ampere per jam.

Ini bisa diartikan, misal anda menyalakan lampu dengan arus 10 ampere maka aki akan kosong atau habis dalam waktu 4 jam.

Semakin besar AH maka semakin besar juga kapasitas yang mampu dikeluarkan aki perjamnya.

Apa yang menyebabkan aki tekor ?


Aki tekor adalah kondisi dimana AH yang mampu dimiliki aki turun dari spesifikasi awalnya. Misal aki memiliki label 12 V 60 AH, namun saat dicek aki hanya bisa mengeluarkan arus 30 ampere perjam. Itu artinya aki sudah tekor atau soak meski tegangan aki masih normal.

Ini bisa disebabkan oleh banyak hal antara lain ;

  • Ada aksesoris kelistrikan yang berlebihan
  • Elektrolit aki kurang
  • Aki menggelembung
  • Usia aki sudah terlalu tua (lebih dari 5 tahun)


Cara terbaik menangani aki tekor adalah dengan mengganti unit aki. Kalau diisi atau dicharge pun percuma, karena kapasitasnya sudah menurun.

Demikian artikel mengenai konstruksi dan fungsi aki pada kendaraan. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

7 Komponen Lampu Sein (Tanda Belok) dan Fungsinya

Salah satu aspek keselamatan pada kendaraan adalah lampu sein. Lampu sein atau turning signal adalah lampu yang dibuat sebagai penanda bahwa mobil akan berbelok ke salah satu arah.

Tujuan pemberian lampu sein adalah mencegah terjadinya kecelakaan di tikungan akibat missed communication.

Cara kerja lampu sein, hampir sama dengan sistem penerangan lain pada mobil. Namun, karena lampu sein memiliki kedipan, maka ada tambahan komponen bernama flasher.

Lantas apa lagi komponen pada lampu sein ? simak selengkapnya diartikel berikut.

Nama Komponen Lampu Sein


1. Aki

Aki atau baterai adalah sumber arus listrik pada mobil. Karena merupakan sumber arus, maka semua kebutuhan kelistrikan mobil akan di suplai oleh aki termasuk lampu sein.

Fungsi aki pada lampu tanda belok adalah sebagai sumber tenaga yang bisa membuat lampu sein menyala.

2. Saklar


Saklar adalah komponen untuk mengaktifkan sebuah sistem kelistrikan. Pada lampu sein, Fungsi saklar adalah untuk mengaktifkan lampu sein sebelah kiri atau kanan secara bergantian.

Saklar pada lampu sein ini, memang terlihat beda dengan saklar lain. Karena bukan berbentuk tombol melainkan berbentuk tuas.

Saklar ini disebut saklar kombinasi karena selain saklar lampu sein, disini juga terletak saklar lampu kepala.

3. Fuse

Fungsi fuse atau sekering adalah sebagai pengaman rangkaian kelistrikan dari korsleting. Korsleting arus listrik sangat berpotensi membuat lampu terbakar.

Dengan adanga sekering, maka hal itu bisa dihindari. Cara kerja fuse adalah dengan menggunakan kawat tipis. Kawat tipis ini, memiliki batas aliran arus.

Batas ini tertera pada fuse itu sendiri, apabila arus listrik yang mengalir melebihi batas yang tertera pada fuse, maka kawat tersebut akan terputus dan rangkaian akan aman dari arus besar.

4. Relay

Relay adalah sebuah komponen yang dijadikan jembatan arus utama. Fungsinya untuk membuat aliran listrik lebih efektif, sehingga tidak menemui banyak tahanan juga lebih aman.

Cara kerja relay adalah dengan mengalirkan arus listrik dari baterai langsung ke lampu sein melalui sebuah kontak. Kontak ini, akan dikontrol oleh sebuah solenoid coil yang terhubung ke saklar lampu.

Artinya, ada dua rangkaian yang terpisah, yakni rangkaian utama lampu dan rangkaian pengontrol arus.

5. Flasher

Flasher adalah komponen untuk membuat efek kedipan pada lampu sein. Komponen inilah yang membuat lampu sein bisa berkedap-kedip.

Ada dua jenis flasher yang banyak digunakan pada mobil. Yakni ;

  • Flasher bimetal, menggunakan plat yang mampu memuai saat terkena panas induksi listrik. Saat plat ini memuai arus listrik akan terputus yang membuat plat kembali menyusut. Saat menyusut arus listrik kembali terhubung sehingga akan menimbulkan efek on/off.
  • Flasher elektrik, menggunakan rangkaian flip flop untuk membuat efek On/Off secara periodik.


6. Bolam lampu


Bolam lampu sein adalah aktuator yang mengubah energi listrik menjadi cahaya. Cahaya yang dikeluarkan pada lampu ini berwarna kuning.

Ini sesuai dengan simbol lalu lintas, dimana lampu kuning menunjukan bahwa pengguna jalan harus lebih waspada atau berhati-hati.

Efek kedipan pada lampu juga ditujukan untuk menangkap fokus pengguna jalan lain. Karena secara psikis kita akan tertarik dengan sesuatu yang dinamis.

7. Wiring

Wiring adalah rangkaian kabel yang menghubungkan semua komponen kelistrikan secara aman dan rapi. Fungsi wiring adalah untuk menghubungkan arus listrik dari baterai hingga ke empat lampu sein mobil.

Dengan adanya wiring maka kabel kelistrikan akan tertata rapi dan mudah untuk dilakukan pemeriksaan.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai rangkaian dan komponen lampu sein. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Sistem Penerangan Mobil - Pengertian, Komponen dan Rangkaian

Sistem kelistrikan pada mobil ditujukan untuk menunjang sistem utama pada mobil juga ditujukan untuk menunjang sistem keselamatan mobil.

Salah satunya adalah sistem penerangan, sistem penerangan masuk kedalam komponen keselamatan mobil karena komponen ini akan memberikan pencahayaan terhadap jalan ke pengemudi.

Selain itu, sistem penerangan mobil juga berfungsi sebagai aksesoris untuk mempercantik tampilan mobil. Hal ini bisa anda lihat pada bagian bumper mobil yang sering diletakan lampu LED.

Lantas, apa saja yang masuk ke sistem penerangan ? apa saja komponen dan bagaimana rangkaiannya ?

A. Macam Macam Sistem Penerangan Pada Mobil


1. Headlamp


Lampu kepala adalah sistem penerangan utama mobil yang berfungsi untuk menerangi jalan raya agar pengemudi mobil bisa jelas melihat arah jalan.

Ada dua lampu pada headlamp, yakni lampu dekat lampu jauh.

  • Lampu dekat (low beam) memiliki jangkauan cahaya lebih pendek.
  • Lampu jauh (high beam) memiliki jangkauan cahaya lebih jauh.


Keduanya dipakai dalam kondisi yang berbeda, lampu dekat digunakan pada daerah pemukiman yang ramai. Sementara lampu jauh digunakan saat mobil melintasi daerah sepi dan cepat (seperti jalan tol).

Baca pula ; Rangkaian lampu kepala pada mobil

2. Fog lamp

Fog lamp pada dasarnya sama seperti lampu kepala, namun lampu ini diletakan dibagian bumper bagian bawah agar berdekatan dengan jalan. Ini sesuai dengan fungsinya, lampu kabut ditujukan untuk menembus kabut yang menyelimuti jalan.

Sehingga, meski intensitas lampu tidak seterang lampu kepala tapi karena letaknya berdekatan dengan permukaan jalan maka lampu ini mampu menembus kabut hingga menambah jarak pandang hingga beberapa meter.

Lampu kabut juga tidak hanya ada di bumper depan, untuk mobil-mobil berstandar global sudah dilengkapi dengan rear foglamp.

Fungsinya hampir sama namun, lampu ini hanya berfungsi menunjukan ke pengemudi dibelakang bahwa ada mobil didepannya. Sehingga meski jalan tertutup kabut, tabrakan bisa dihindari.

3. DRL


Daytime Running Light merupakan lampu yang digunakan untuk menandai sebuah mobil agar terlihat lebih jelas oleh pengguna jalan lain.

Sesuai namanya, lampu ini dihidupkan disiang hari. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia sepeda motor wajib menyalakan lampu utama disiang hari. Namun di luar negeri sudah mewajibkan mobil untuk menyalakan lampu disiang hari.

Tujuannya, untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Tapi apabila kita nyalakan lampu utama, maka akan ada pemborosan energi. Karena lampu siang hari tak perlu terang asal terlihat bersinar.

Sehingga, dibuat satu lampu kusus berdaya rendah yang dinyalakan disiang hari.

4. Turn signal lamp


Lampu sein berfungsi sebagai penanda bahwa mobil akan belok ke arah tertentu. Tujuan lampu sein adalah untuk menghindari missed communication antar pengemudi di persimpangan jalan. Sehingga tidak terjadi tabrakan.

Mengapa lampu sein berkedip ?

Kedipan pada lampu sein sebenarnya dutujukan untuk menangkap fokus siapapun yang melihatnya. Karena secara psikologis kita akan lebih tertarik pada sesuatu yang dinamis.

Sehingga, meski lampu sein ukurannya kecil pengguna jalan bisa langsung menangkap sinyal bahwa ada kendaraan yang akan belok.

Bisa anda baca pada ; Rangkaian dan cara kerja lampu sein/hazard

5. Stop lamp

Stop lamp atau lampu tail adalah lampu penanda yang digunakan untuk menunjukan ke mobil dibelakang bahwa ada kendaraan didepannya.

Lampu ini akan bersinar berwarna merah saat lampu DRL dinyalakan. Disebut sebagai stop lamp karena lampu ini akan bersinar lebih terang ketika rem diinjak.

Hal ini secara otomatis meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan dibelakang. Sehingga kecelakaan juga bisa dihindari.

6. Reverse light

Lampu mundur merupakan lampu penanda yang menunjukan bahwa mobil akan berjalan mundur. Lampu mundur ini memiliki sinar yang kuning tapi lebih bening dibandingkan lampu kepala.

Lampu mundur akan hidup secara otomatis ketika tuas transmisi diposisikan pada posisi R atau mundur.

7. Hazard

Lampu hazard atau lampu tanda bahaya adalah lampu yang menunjukan sebuah mobil sedang berada pada kondisi darurat. Sehingga, menginformasikan ke pengguna jalan lain untuk berhati-hati dan memberi priorotas ke mobil tersebut,

Lampu ini pada dasarnya satu rangkaian dengan lampu sein hanya saja ada kontrol lampu dibuat terpisah, sehingga untuk menyalakan ini kita perlu menekan saklar berbentuk segitiga merah.

8. Licensed plate light

Lampu plat nomor adalah lampu yang digunakan untuk menyinari bagian plat nomor mobil. Biasanya, ini ada dibagian plat nomor belakang.

Saklar lampu plat nomor juga ikut saklar lampu utama. Sehingga apabila headlamp dihidupkan, lampu ini akan menyala secara otomatis.

9. Cabin light


Terakhir, kota tidak bisa melupakan bagian penerangan interior. Disini terdapat satu lampu dengan intensitas cahaya kecil yang terletak dibagian langit mobil.

Fungsi utama lampu ini cuma untuk memberi pencahayaan ke pengemudi atau siapapun didalam mobil saat malam hari. Namun, lampu ini dibuat redup agar tidak menghalangi dan menyilaukan pandangan pengguna jalan dibelakangnya.

B. Komponen Sistem Penerangan Mobil


Secara umun, ada empat kelompok komponen pada sistem penerangan. Yaitu sumber arus, saklar, wiring dan beban (lampu).

Apabila di kupas semuanya, setidaknya ada 6 komponen yang terdiri dari ;

  • Baterai (aki)
  • Switch/saklar
  • Fuse
  • Relay
  • Wiring
  • Lampu


Lebih lengkap bisa anda simak pada artikel : Komponen sistem penerangan dan fungsinya.

Demikian artikel tentang cara kerja sistem penerangan mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.