Showing posts with label Masalah Mesin Mobil. Show all posts

5 Penyebab Mesin Diesel Mudah Panas

Mesin diesel dikenal sebagai mesin yang telat panas, hal itu benar saja karena mesin diesel memiliki efisiensi thermal yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan mesin bensin.

Artinya apa ?

Baik mesin diesel dan bensin sama-sama menghasilkan panas, namun energi panas pada mesin diesel disalurkan lebih efisien sehingga panas yang terbuang ke radiator tidak sebesar mesin bensin. Selain itu, beberapa mobil diesel memiliki kipas radiator konvensional yang secara otomatis berputar saat mesin hidup meski suhu mesin masih dingin.

Itu akan membuat mesin diesel lebih lama panasnya.

Namun, ada beberapa orang yang malah mengeluhkan mobil diesel mereka cepat panasnya, padahal kalau mesin diesel normal itu memerlukan waktu lebih dari 30 menit untuk mencapai suhu optimal/suhu kerjanya.

Lalu apa penyebabnya ?

5 Hal Yang Menyebabkan Mesin Diesel Cepat Panas


1. Air radiator bocor

Air radiator berfungsi sebagai perantara panas mesin agar bisa didinginkan oleh radiator. Tapi sebelum suhu kerja mesin tercapai, air radiator berperan untuk meratakan panas mesin.

Jadi ketika mesin baru nyala, bagian mesin yang paling panas itu diarea dekat ruang bakar. Berkat adanya air pendingin yang bersirkulasi didalam mesin, panas tersebut bisa tersebar.

Ketika volume air pendingin kurang, maka panas mesin tidak dapat disebar. Sehingga meski mesin baru hidup, bagian atas mesin cenderung terasa lebih panas daripada bagian lainnya.

Kebocoran ini bisa berasal dari selang radiator yang pecah, sambungan selang yang renggan, atau bisa juga karena radiator bocor.

2. Water pump tidak berputar

Water pump atau pompa air mungkin sudah anda ketahui, yakni komponen untuk membuat air pendingin bersirkulasi. Water pump ini ada dua macam, ada yang konvensional dan elektrik.

Untuk mobil-mobil diesel low-end biasanya menggunakan tipe konvensional dimana water pump digerakan V belt yang terhubung ke pulley mesin. Sementara mesin diesel mutakhir, menggunakan motor listrik untuk menggerakan water pump.

Apapun jenisnya, kalau water pump tidak berfungsi maka air pendingin akan diam saja. Dan ini akan sama efeknya dengan point pertama dimana panas mesin tidak dapat tersebar secara merata sehingga bagian atas mesin cenderung lebih panas.

3. Thermostat tidak mau terbuka

Thermostat adalah pintu yang membuka dan menutup saluran pendingin dari mesin ke radiator. Fungsi thermostat sebenarnya untuk mempercepat pemanasan mesin, cara kerjanya ketika suhu mesin masih dingin thermostat akan tertutup dan thermostat secara otomatis terbuka ketika suhu air pendingin didalam mesin mulai panas.

Ketika thermostat tertutup, air pendingin hanya bersirkulasi didalam mesin sehingga panas yang dihasilkan mesin tidak keluar ke radiator. Namun saat thermostat terbuka, sirkulasi air baru melibatkan radiator. Ketika ini terjadi, maka pemanasan mesin akan lebih lambat karena panas yang dihasilkan mesin sebagian dibuang ke radiator.

Ketika thermostat macet atau tidak mau terbuka, maka mesin akan hidup dengan normal namun suhu mesin cenderung meningkat tanpa ada penurunan.

4. Kerusakan Engine coolant temperature

Engine coolant temperatur atau sensor suhu air pendingin berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin. Ini biasanya ada pada mesin diesel common rail, dimana data dari sensor ini akan digunakan sebagai salah satu acuan kadar solar yang diinjeksikan, dan untuk menentukan kapan kipas pendingin dinyalakan.

Kerusakan sensor akan menyebabkan data yang salah, misal meski suhu mesin sudah panas namun sensor tetap membaca suhu dingin. Itu akan memicu ECU untuk mengaktifkan sistem untuk mempercepat pemanasan mesin.

Sehingga kondisi mesin mulai panas, tapi terus dipanaskan sehingga mesin akan cepat panas.

Biasanya kerusakan sensor apapun, akan memunculkan kedipan cek engine. Jadi kalau anda lihat indikator ini berkedap-kedip pada dashboard segera bawa ke bengkel untuk di cek lebih lanjut.

5. Saluran air didalam mesin (water jacket) tersumbat

Sumbatan pada saluran air pendingin didalam mesin bisa terjadi karena ada kerak atau kotoran pada air pendingin yang bersirkulasi.

Dari mana asal kerak itu ?

Bisa dari tepian water jacket yang terkikis karena panas, kikisan water jacket tersebut akan menjadi benda yang menyumbat saluran air pendingin didalam mesin. Sehingga air pendingin tidak dapat bersirkulasi dengan normal hasilnya mesin akan cepat panas.

Mobil Distarter Bunyi Tek Tek, Ini 4 Penyebabnya

Bunyi-bunyian mesin yang terdengar baik ketika mesin sedang dinyalakan atau ketika mesin sudah nyala bisa menandakan ada masalah serius pada mesin.

Salah satunya bunyi tek tek yang terdengar ketika mesin distarter. Kira-kira apa yang menyebabkan bunyi tek tek tersebut muncul ?

Mari kita bahas secara detail

Penyebab Bunyi Tek Tek Saat Mobil Distarter


1. Dinamo starter oblak

Dinamo starter adalah komponen yang berperan saat sedang menyalakan mesin, komponen ini akan memutar poros engkol mesin dengan memanfaatkan energi listrik didalam aki.

Posisi dinamo starter, dibaut dibagian belakang mesin tepatnya didekat flywheel.

Daya yang dikeluarkan dinamo starter itu cukup besar, karena mesin mobil memiliki 4 piston sehingga perlu kekuatan lebih untuk sekedar memutar poros engkolnya.

Karena dayanya yang besar, kalau baut pengikat dinamo starter ini kurang kencang atau dol, maka bisa membuat dinamo starter bergetar ketika menyala. Hasilnya, kita akan mendengar bunyi tek-tek saat starter dinyalakan.

Karena berasal dari dinamo starter, bunyi ini hanya terdengar ketika starter dinyalakan. Ketika mesin berhasil menyala, bunyi ini hilang. Dan bunyi akan kembali muncul saat starter dinyalakan lagi.

Bagaimana solusinya ?

Kalau baut pengikat kurang kencang, segera kencangkan namun kalau baut atau bahkan lubang bautnya yang aus/dol maka perlu dibubut lagi.

2. Gigi pinion motor starter rusak

Gigi pinion adalah roda gigi kecil yang menghubungkan dinamo starter dengan roda gigi flywheel. Jadi ketika starter dinyalakan, roda gigi pinion ini akan muncul dan bertautan dengan flywheel. Sehingga ketika poros dinamo berputar, itu juga akan memutar flywheel beserta poros engkol.

Masalah yang kerap muncul pada gigi pinion ini, pertama keausan roda gigi dan yang kedua roda gigi ini rontok/terkikis. Hal itu disebabkan karena cara kerja roda gigi ini yang selalu keluar masuk sehingga sering bertabrakan dengan roda gigi flywheel.

Kalau roda gigi pinion sudah tidak rata, maka akan menimbulkan bunyi tek tek seperti ini. Tipikal bunyinya juga sama seperti nomor 1, dimana bunyi hanya terdengar ketika starter dinyalakan.

Tapi solusinya, hanya satu yakni dengan mengganti roda gigi pinion.

3. Engine mounting rusak


Engine mounting adalah komponen yang memegangi mesin supaya tetap kokoh diposisinya didalam ruang mesin. Selain memagangi mesin agar kokoh, engine mounting juga dibuat sedikit fleksibel dengan maksud untuk menyerap getaran yang dihasilkan mesin sehingga body mobil tetap nyaman meski mesin bekerja pada RPM tinggi.

Untuk mendapatkan fungsi tersebut, engine mounting dibuat dari dua bahan yakni logam dibagian frame dan dan ada karet tebal sebagai peredamnya.

Masalah yang sering muncul, itu karet engine mounting pecah sehingga tidak Cuma kehilangan daya redam getaran, engine mounting juga bisa menimbulkan bunyi.

Bunyi yang muncul itu berupa bunyi tek tek saat mesin dinyalakan, serta ketika mesin hidup mesin juga terlihat berguncang.

Masalah engine mounting ini bisa diatasi dengan mudah, caranya hanya dengan menggantinya dengan yang baru.

4. Oli belum naik


Penyebab yang terakhir mungkin tidak terfikirkan oleh anda, khususnya pada mobil yang lama tidak dihidupkan. Biasanya oli akan mengumpul di carter atau oil pan sehingga bagian atas mesin seperti bagian klep, dan kepala silinder mengalami kekeringan oli.

Saat pertama kali mesin distarter setelah lama tidak dihidupkan, biasanya akan terdengar bunyi tek tek tek. Bunyi itu muncul akibat komponen mekanisme katup yang sedang bekerja dengan pelumas yang belum naik.

Tapi bunyi ini biasanya hanya bertahan sesaat, karena begitu oli naik maka bunyi tersebut hilang.

Jadi ketika bunyi tek tek ini muncul sesekali saat mesin distarter, itu berasal dari oli yang belum naik dan tidak perlu mengtkhawatirkan apapun.

Mesin Mobil Bergetar Saat Langsam, Cek 4 Penyebab Berikut

Mesin mobil yang bergetar ketika idle atau langsam bisa disebabkan karena masalah pada internal mesin atau karena ada kerusakan pada komponen penyangga mesin.

Masalah ini sebenarnya bisa terasa ketika mesin digas, tapi saat RPM mesin lebih tinggi biasanya mesin akan lebih stabil karena pembakarannya lebih merata. Sementara di RPM idle, menjadi tidak seimbang.

Lantas, apa saja hal yang menyebabkan mesin bergetar saat langsam ? ini dia penyebabnya


1. Engine mounting rusak

Engine mounting adalah komponen yang menyangga mesin agar tetap diposisinya didalam ruang mesin. Secara sederhana, engine mounting ini yang memegangi mesin.

Ada sekitar 3 sampai 4 engine mounting untuk menyangga mesin dan setiap engine mounting dibuat sedikit fleksibel sebagai cara untuk meredam getaran mesin.

Hal itu karena mesin yang normal itu pasti menghasilkan guncangan, dan dengan adanya mounting ini guncangan yang dihasilkan mesin dapat diredam.

Kerusakan engine mounting akan berdampak pada peredaman guncangan mesin yang kurang maksimal, sehingga mesin terlihat bergetar.

2. Mesin pincang

Mesin pincang adalah kondisi dimana pembakaran didalam mesin tidak berjalan secara seimbang, biasanya ini disebabkan karena ada misfired pada salah satu silinder sehingga efeknya mesin akan bergoyang secara berlebihan.

Misfired ini bisa disebabkan karena ada salah satu busi yang mati, atau bisa juga karena salah satu injektor mampet.

Intinya, apabila salah satu silinder pada mesin tidak terjadi pembakaran otomatis itu akan membuat mesin bergetar dan biasanya RPM mesin juga akan naik sendiri.

Apa solusinya ?

Anda bisa cek maka komponen yang rusak, apa businya atau dari sistem injeksinya. Kalau cek engine menyala, bisa jadi itu berasal dari sistem injeksinya. Namun kalau tidak ada tanda-tanda dari cek engine maka businya yang eror.

3. Keausan komponen-komponen mesin

Komponen yang dimaksud adalah komponen inti mesin seperti blok silinder, katup-katup, dan piston. Komponen-komponen ini memiliki dampak yang cukup besar terhadap performa mesin, apabila salah satu komponen mengalami keausan maka akan timbul beberapa gejala seperti suara kasar dan getaran mesin.

Tapi, masalah keausan ini terjadi hanya pada mesin dengan usia pemakaian yang tergolong besar (diatas 60 ribu KM).

Jadi, kalau mobil anda sudah menempuh pemakaian hingga 60 ribu KM maka ini perlu diwaspadai. Karena masalah-masalah ini bisa diselesaikan dengan melakukan overhoule atau turun mesin.

4. Batang piston bengkok

Batang piston itu memang terbuat dari logam yang kuat dan tahan terhadap lengkungan. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan batang piston ini bengkok. Contohnya efek water hammer atau ketika ada air masuk ke ruang bakar.

Maka piston akan menumbuk air tersebut hasilnya, batang piston bengkok.

Air ini memang bisa masuk dari mana saja, yang paling sering saat menerobos banjir. Dimana ketinggian air mencapai moncong air intake.

Secara performa, batang piston yang bengkok ini akan mengubah volume ruang bakar sehingga daya pembakaran pada tiap silinder mengalami perbedaan. Hal itulah yang menyebabkan mesin bergetar secara berlebihan.

RPM Mobil Karburator Tidak Stabil, Cek 5 Penyebab Berikut

RPM mobil saat idle itu harus stabil diangka 750 hingga 850 RPM. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan RPM idle mesin menjadi naik turun, yang terkadang menembus 1.000 RPM pas idle.

Ternyata penyebabnya bermacam-macam tergantung jenis mobilnya. Kalau RPM naik turun itu terjadi pada mobil injeksi, anda bisa membaca artikel berikut.

Namun kalau masalah tersebut terjadi pada mobil yang masih konvensional atau masih menggunakan karburator, ini dia penyebabnya.

5 Penyebab RPM mobil karburator tidak stabil


1. Selang vakum karburator retak

Pada karburator mobil, itu terdapat banyak sekali sistem. Salah satunya sistem untuk menambah pasokan bensin ke silinder saat mesin terbebani atau kita sebut sistem vakum. Cara kerja sistem ini adalah dengan menyambungkan selang dari ruang vakum karburator ke intake manifold.

Ketika mesin terbebani, maka kevakuman pada intake rendah dan itu akan memicu ruang vakum karburator untuk menambah pasokan bensin.

Tapi kalau selang ini retak, maka saat idle atau ketika mesin tanpa beban pun bisa terdeteksi kevakuman yang rendah. Sehingga sistem vakum akan menambah pasokan bensin ke silinder, sehingga RPM mesin kadang naik dan kadang turun.

Ketika digas, masalah ini cenderung hilang karena kevakuman di intake manifold itu mengalami penurunan sehingga sistem vakum karburator sedikit normal.

Bagaimana solusinya ?

Cari selang karet yang menghubungkan karburator dengan intake manifold, cek apakah ada keretakan atau tidak. Kalau retak, segera ganti.

2. Pilot jet/idle jet kotor

Idle jet merupakan saluran output bensin ke intake manifold saat mesin berada pada RPM rendah (termasuk saat idle). Biasanya saluran ini bisa distel melalui sekrup idle jet, namun terkadang ada masalah seperti ini.

Kalau sekrup idle jet ini kita longgarkan maka RPM akan cenderung naik turun, sementara kalau dikencangkan maka mesin akan mati.

Itu merupakan tanda bahwa idle jet kotor dan perlu dibersihkan.

Untuk membersihkan saluran-saluran karbu, perlu ketelitian karena karburator mobil itu jauh berbeda dengan karburator motor yang sangat simple. Karburator mobil itu banyak sekali sistem tambahannya, jadi kalau ada yang salah pasang malah nantinya akan membawa masalah baru.

Jadi lebih baik serahkan spesialis karburator untuk dilakukan perawatan.

3. Celah platina terlalu lebar

Pada mobil-mobil konvensional, kadang sistem pengapian yang diusung pun masih menggunakan platina. Sementara sistem pengapian platina, kita mengenal celah platina yang secara rutin harus kita stel celahnya.

Kalau tidak, maka akan menimbulkan beberapa masalah seperti RPM yang naik turun atau mesin yang tidak mau idle.

Umumnya itu disebabkan karena celah platina yang terlalu lebar. Kalau celah platina lebar, maka waktu pengapian akan sedikit lebih cepat sehingga itu akan memicu pembakaran mesin yang lebih awal pula. Hasilnya RPM mesin cenderung naik.

Solusinya adalah dengan melakukan stel ulang celah platina, untuk standanya celah platina ini sekitar 0,45 mm untuk mobil kijang. Sementara mobil lainnya masih belum diketahui.

4. Selang vakum advancer retak


Vakum advancer adalah sistem tambahan pada pengapian platina, fungsinya untuk memajukan atau memundurkan timming pengapian (waktu pemercikan busi) sesuai beban yang diterima mesin.

Cara kerjanya, memanfaatkan kevakuman didalam intake manifold. Jadi ketika mesin terbebani, kevakuman didalam intake itu cenderung rendah dan ini kevakuman dimanfaatkan oleh vakum advancer untuk memanipulasi posisi platina. Sehingga secara keseluruhan timming pengapian bisa berubah.

Masalah serupa seperti yang pertama, ketika selang vakum ini retak maka pengapian akan maju mundur meski mesin tidak terbebani. Hasilnya, RPM mesin akan naik turun.

Cara mengatasinya, pertama cek dulu apakah selang ini retak atau tidak. Selang vakum advancer menghubungkan bagian distributor dengan intake manifold. Kalau ternyata retak, harus diganti.

5. Baut pengikat intake manifold dol/slek

RPM yang tidak stabil ternyata bisa juga disebabkan karena intake manifold yang bocor. Namun kebocoran tersebut bukan karena intake yang berlubang melainkan karena intake manifold kurang rapat ke kepala silinder.

Masalah ini bisa disebabkan karena baut yang dol, atau lubang bautnya yang dol yang menyebabkan baut kehilangan daya tekan terhadap intake manifold ke arah kepala silinder.

Hasilnya, udara bisa masuk dari celah tersebut. Dan ini akan membuat semuanya eror, baik sistem vakum karburator dan vakum advancer juga akan mengalami eror. Sehingga dampaknya berupa RPM yang naik turun, brebet, hingga mesin yang ngempos saat digas.

Solusinya, adalah dengan melakukan pembubutan pada area yang slek. Misal lubang baut slek, maka harus dibubut lagi supaya ulirnya terbentuk kembali. Tapi sebelum melakukan ini, cek dulu histori mesin. Apakah pernah atau bahkan sering bongkar pasang area head cylinder ?

Karena kalau mesin jarang atau tidak pernah bongkar pasang area head cylinder, maka masalah ini tidak berpotensi muncul. Baut yang slek terjadi karena baut tersebut sering dibongkar pasang.

5 Penyebab RPM Mobil Tinggi + Solusinya

RPM mobil secara otomatis akan naik saat stasioner tanpa digas biasanya ketika kompresor AC bekerja. Itu sebagai penyesuaian terhadap beban mesin yang bertambah.

Namun, bagaimana bila RPM mobil tinggi tanpa dipengaruhi AC ? apa penyebabnya ?

Hari ini Autoexpose akan membahas segala penyebab RPM mobil naik sendiri secara detail.

RPM Mobil Naik Sendiri, Cek 5 Penyebab Berikut


5 penyebab yang dibahas dibawah ini merujuk pada mobil injeksi yang sekarang lebih mendominasi daripada mobil-mobil karburator.

1. ISC rusak

ISC (idle speed control) adalah valve yang secara otomatis mengatur pasokan udara yang masuk ke intake manifold saat idle. Secara simple, ISC ini berfungsi untuk mengatur RPM idle secara otomatis.

Saat kompresor AC menyala, maka RPM idle mesin perlu dinaikan dengan kata lain pasokan udara perlu ditambah maka ISC akan terbuka lebih lebar. Dan ketika kompresor mati, ISC kembali ke posisi awal.

Dari sini kita bisa melihat ternyata ISC memberi potensi masalah RPM yang naik sendiri meski AC tidak dinyalakan. Biasanya ini disebabkan dibagian motor ISC atau di ISC valve yang macet.

Solusi awal yang bisa diambil, adalah dengan membongkar unit ISC dan dibersihkan. Tapi kalau motor ISC yang rusak, maka harus diganti.

2. Salah satu injektor mampet

Apabila salah satu injektor mampet, maka ada salah satu silinder yang tidak terjadi pembakaran. Akibatnya mesin akan pincang, ketika mesin pincang sistem EFI secara otomatis akan menaikan RPM mesin agar mesin tidak mati.

Jadi untuk mendeteksi apakah injektor mampet atau tidak, anda bisa memperhatikan kondisi mesin apakah agak pincang atau tidak. Selain itu biasanya indikator cek engine akan berkedip.

Untuk solusinya, ada berbagai cara. Kalau injektor mampet gara-gara tersumbat maka bisa dibersihkan dengan melakukan flushing injektor. Tapi kalau solenoidnya yang kena, maka injektor perlu diganti.

3. Salah satu busi mati

Ini juga sama dengan yang diatas, kalau busi mati maka mesin pincang sehingga sistem EFI secara otomatis menaikan RPM idle.

Tapi kalau businya yang mati, biasanya tidak ada tanda-tanda cek engine. Jadi seolah-olah mesin terlihat normal hanya saja RPM mesin terasa pincang dan lebih tinggi dari RPM idle.

4. Throtle valve tidak tertutup rapat


Selanjutnya, RPM yang tinggi pada mobil bisa disebabkan karena throttle valve atau katup gas tidak tertutup dengan rapat. Padahal, katup gas ini yang mengatur tinggi rendahnya RPM mesin secara signifikan.

Katup gas yang kurang rapat, bisa terjadi karena katup gas terganjal atau karena return spring katup gas sudah lemah.

Ketika katup gas tidak tertutup dengan rapat, maka masa udara yang masuk ke silinder jadi lebih banyak. Sehingga RPM mesin akan naik dengan sendirinya.

Masalah ini memang perlu penangan ahli, pasalnya ada beberapa mobil yang menggunakan electronic throttle (tanpa kawat gas) yang rangkaiannya lebih rumit lagi. Tapi umumnya, solusi awal adalah dengan melakukan pembersihan katup gas.

5. Ada salah satu sensor injeksi yang eror

Tidak dipungkiri lagi, kehadiran sistem injeksi yang banyak memanfaatkan sensor memiliki potensi kerusakan pada sensor-sensor tersebut.

Beberapa sensor yang sensitif adalah MAF (mass air flow) yang mendeteksi berapa masa udara yang masuk ke mesin. Data dari MAF akan digunakan untuk menentukan berapa kadar bensin yang disemprotkan melalui injektor, kalau MAF rusak maka bensin yang tersemprot dari injektor bisa lebih banyak akibatnya RPM mesin bisa tinggi.

Selain itu sensor ECT (engine coolant temperature) yang mendeteksi suhu mesin juga sensitif. Pasalnya sensor ini digunakan untuk mengaktifkan idle up mesin.

Ketika sensor ECT mendeteksi suhu mesin dingin, maka idle up akan aktif. Otomatis RPM mesin akan lebih tinggi agar pemanasan mesin lebih cepat. Masalahnya kalau ECT rusak, maka idle up bisa aktif meski suhu mesin sudah panas.

6 Penyebab Mobil Tersendat Saat Akselerasi + Solusinya

Mesin mobil brebet atau tersendat bisa muncul kapan saja baik saat idle RPM, saat RPM tinggi ataupun saat akselerasi.

Penyebabnya pun bermacam-macam, tapi intinya ketika mesin brebet berarti ada ketidaksesuaian antara komposisi udara dan bensin di RPM tersebut atau bisa juga karena faktor pengapian yang lemah.

Hari ini Autoexpose akan membahas dengan detail apa saja hal yang bisa menyebabkan mobil tersendat saat akselerasi.

1. Throtle body kotor



Throtle body adalah katup gas pada mesin, pada mobil injeksi ada beberapa komponen didalam throtle body diantaranya katup gas (berbentuk koin) dan ISC (idle speed control).

Umumnya area sekitar katup gas akan terkumpul debu halus yang tidak tersaring filter udara. Debu ini bisa dilihat saat anda membongkar throtle body yang seperti noda hitam.

Inilah yang mengganggu mesin mobil saat akselerasi, akibatnya mesin tersendat dan RPMnya kadang tidak stabil.

Masalah ini bisa diselesaikan dengan melakukan tune-up mobil injeksi yang salah satunya dengan membersihkan throtle body menggunakan carbon cleaner/carb jet.

2. Sistem injeksi masuk angin

Sistem injeksi pada mesin bensin dibuat mirip seperti injeksi diesel dimana bensin diinjeksikan dengan tekanan tinggi kedalam saluran injeksi agar dapat tersembur keluar melalui injektor.

Masalah utama sistem injeksi ini adalah masuk angin, atau ada gelembung udara yang masuk kedalam saluran injeksi. Akibatnya, tekanan bensin akan tidak stabil.

Tekanan bahan bakar yang tidak stabil akan menyebabkan bensin yang keluar dari injektor terputus-putus. Efeknya mesin akan tersendat-sendat.

Masuk angin ini bisa muncul saat kehabisan bensin dan ketika penggantian filter bensin. Umumnya masalah ini akan hilang sendiri seiring mesin yang terus nyala.

Baca juga ; Cara menghidupkan mobil injeksi yang kehabisan bensin

Jadi ketika anda mendapati engine tersendat sehabis mengganti filter, maka itu adalah hal yang normal. Tapi kalau brebet itu tidak kunjung hilang, matikan mesin dan putar kunci kontak ON/OFF selama 5 kali baru hidupkan mesin. Itu akan membleeding angin yang ada didalam saluran injeksi.

3. Kerusakan salah satu sensor/aktuator injeksi

Dan ini yang paling sering muncul, kecanggihan sistem injeksi nyatanya membuat permasalahan yang muncul menjadi sulit diperbaiki sendiri. Pasalnya masalah pada sistem injeksi ini rata-rata di sektor elektrikal jadi perlu alat dan keahlian khusus.

Salah satunya masalah mesin yang tersendat-sendat ini, bisa karena ada sensor yang eror, bisa juga fuel pump mengalami masalah, atau bisa juga ECUnya yang eror.

Untuk mendeteksi mana komponen yang eror, perlu dicek menggunakan scanner khusus. Tanda yang muncul ketika sistem injeksi mesin bermasalah, adalah cek engine yang berkedip.

Jadi ketika mobil anda brebet dan cek engine berkedip/nyala terus segera bawa ke bengkel kepercayaan untuk pengecekan.

4. Busi lemah

Busi itu ujung tombak pengapian mesin, busi ini akan menghasilkan percikan api yang digunakan untuk membakar gas yang ada didalam ruang bakar.

Besar kecilnya api yang dihasilkan busi, itu mempengaruhi pembakaran mesin. Ketika api busi kecil, otomatis pembakaran menjadi missed sehingga mesin akan brebet hingga mati saat digas.

Hal-hal yang menyebabkan api busi lemah, bisa dari businya sendiri yang perlu diganti atau karena koil pengapian yang sudah lemah.

5. Ruang bakar kotor

Pembakaran didalam ruang bakar tidak hanya menghasilkan daya ekspansi dan panas, tapi juga menghasilkan gas residu dan kadang juga menghasilkan residual padat seperti kerak.

Gas residu atau gas buang akan dibuang melalui knalpot, namun residual padat ini akan terakumulasi didalam ruang bakar. Sehingga lama-kelamaan mesin akan tersendat-sendat baik saat digas atau ketika stagnan di RPM tinggi.

Masalah ini umumnya bisa diselesaikan dengan melakukan tune up.

Baca juga ; Cara tune-up mobil sendiri

6. Main jet mampet (mobil karburator)

Khusus untuk mobil yang masih menggunakan karburator, biasanya masalah lebih sering terjadi di karburator itu.

Kalau mesin tersendat pas digas, biasanya disebabkan karena main jet mampet. Perlu diketahui, ada dua saluran bensin pada karburator, yakni idle jet/pilot jet dan main jet. Idle jet fungsinya mengalirkan bensin di RPM rendah sementara main jet mengalirkan tambahan bensin di RPM tinggi.

Ketika main jet mampet, otomatis suplai bensin hanya dari idle jet sehingga mesin tidak mampu di RPM tinggi (biasanya maksimal 4.000 RPM).

Solusinya cukup mudah, yakni dengan melakukan overhoule karburator dan membersihkan saluran-saluran didalam karburator.

Mesin Mobil Mati Saat Digas, Apa Penyebabnya ?

Mengapa mesin mobil bisa hidup secara berkelanjutan ? itu karena ada pasokan udara beserta bensin yang dibakar oleh percikan api busi saat tekanan kompresi sedang tinggi.

Kalau ingin menaikan RPM mesin, maka kita akan menginjak pedal gas. Sebenarnya saat pedal gas diinjak, kita membuka katup mesin supaya udara yang masuk bisa lebih banyak. Namun, semakin banyak udara yang masuk ke silinder mesin harus juga diimbangi dengan pasokan bensin yang juga lebih banyak.

Masalahnya, ketika kita gas mesin kadang pasokan bensin tetap stagnan sehingga pembakaran mesin akan missed. Itulah sebabnya mengapa ketika kita gas mesin mobil kita, kadang mesin malah mati.

Tapi apa hanya itu penyebabnya ? mari kita bahas lagi lebih detail.

4 Penyebab Mesin Mobil Mati Saat Digas


1. Fuel pump lemah

Fuel pump adalah komponen yang memompa bensin dari tanki supaya masuk ke saluran injeksi bahan bakar. Selain itu, fungsi fuel pump juga mengatur tekanan bahan bakar pada sistem injeksi.

Jadi ketika idle tekanan bahan bakar pada saluran injeksi sudah ditetapkan pada sekian Pa. Ketika mesin digas, otomatis kebutuhan bensin lebih banyak otomatis tekanan fuel pump dinaikan agar semprotan bensin dari injektor bisa lebih banyak.

Namun, kalau fuel pump mengalami mall function, tekanan pada fuel pump tetap saja stagnan sehingga akan ada kekurangan bensin ketika mesin sedang digas.

Akibatnya, mesin mobil akan brebet dan akhirnya mati. Mesin cenderung kembali normal saat dinyalakan kembali, tapi seperti biasa ketika digas juga akan brebet lalu mati.

Masalah fuel pump ini bisa disebabkan dari faktor soket fuel pump yang kotor, atau karena memang motor dari fuel pump itu sendiri sudah eror.

Jadi solusinya, adalah dengan mengganti fuel pump dengan yang baru.

2. EFI sistem bermasalah

Tidak bisa dipungkiri lagi saat ini sistem elektronik fuel injeksi sudah diterapkan pada hampir tiap mobil baik mobil keluarga ataupun mobil niaga. Sistem ini memang lebih praktis karena kita tidak diribetkan dengan penyetelan-penyetalan karburator karena memang keberadaan karburator sudah diganti dengan injektor.

Namun, permasalah yang kerap hadir pada sistem injeksi ada dibagian elektrikalnya. Masalah bisa sensor injeksinya yang rusak, ECU yang eror, atau bisa juga injektornya yang rusak.

Yang lebih parah, kita tidak bisa mendeteksi dimana letak kerusakannya secara spesifik tanpa alat scan.

Namun, ketika ada masalah pada sistem EFI maka pengaturan suplai bahan bakar akan eror. Sehingga selain mesin yang mati saat digas, biasanya juga ada masalah seperti mesin yang brebet di RPM tinggi maupun di RPM rendah juga mesin yang susah dihidupkan.

Yang bisa anda lakukan hanyalah menkontak bengkel resmi untuk melakukan pengecekan. Anda bisa melihat pada indikator dashboard mobil anda, biasanya lampu cek engine (berwarna kuning) akan berkedip-kedip. Itu adalah tanda bahwa ada eror pada elektrikan mesin mobil.

3. Busi lemah

Fungsi busi adalah sebagai pemantik agar campuran udara dan bensin yang sudah menjadi gas, bisa terbakar dengan sempurna. Cara kerjanya, busi akan memercikan api ketika akhir langkah kompresi mesin.

Hasilnya berupa pembakaran yang menghasilkan energi ekpansi, energi tersebut digunakan untuk menggerakan piston juga sebagai output energi mesin.

Karena busi itu bekerja didalam silinder mesin yang sudah pasti akan berinteraksi langsung dengan pembakaran maka busi sering mendapatkan masalah seperti busi gosong dan berkerak. Masalah itu akan menyebabkan api yang dihasilkan busi menjadi lebih kecil.

Api busi yang kecil, sebenarnya masih mampu memicu pembakaran dengan intensitas rendah. Tapi ketika mesin digas (RPM mesin dinaikan) maka intensitas pembakaran menjadi lebih banyak maka busi tidak sanggup lagi, hasilnya mesin akan pincang ketika digas.

Kalau busi yang bermasalah Cuma satu, biasanya mesin tidak sampai mati tapi kalau yang bermasalah sampai 3 maka mesin akan mati.

Ketika masalah ini muncul, cek engine tidak berkedip sehingga langsung saja anda buka businya untuk dicek apakah masih layak pakai atau tidak.

4. Koil pengapian lemah

Koil adalah faktor utama pengapian mesin, sementara busi sebenarnya hanya pengubah energi listrik menjadi percikan api.

Untuk menghasilkan percikan api pada busi, koil akan menaikan tegangan aki dari 12 volt menjadi 20 KV. Listrik bertegangan tinggi tersebut langsung dikimkan ke busi untuk proses pemercikan.

Ketika output tegangan coil lebih rendah, otomatis api yang dihasilkan busi juga lebih lemah meski anda menggunakan busi yang paling baik sekalipun.

Gejala yang munculitu tergantung jenis coil mesin, apakah menggunakan single coil pack, dual coil pack atau one-for-all. Untuk tipe single coil pack, setiap busi memiliki satu coil jadi kalau ada salah satu coil yang lemah mesin akan pincang ketika digas.

Sementara untuk tipe one-for-all, hanya ada satu coil untuk semua busi sehingga ketika coil lemah otomatis mesin akan mati saat digas.

Yang menyebabkan tegangan output coil melemah adalah faktor kualitas coil serta faktor pemakaian, jadi ketika coil mulai lemah tugas anda hanyalah mengganti coil tersebut maka masalah selesai.

Mesin Mobil Bunyi Nging, Cek 3 Penyebab Berikut

Bunyi bunyian pada mesin bisa menandakan ada kerusakan pada salah satu komponen mesin, seperti bunyi yang terdengar seperti siulan (nging). Bunyi seperti ini bisa mengindikasikan adanya kerusakan pada laher pulley atau dibagian alternator.

Tapi anda tak perlu risau dulu karena bisa saja bunyi yang anda dengar ini bunyi yang normal. Jadi bagaimana cara mengecek penyebab mesin mobil bunyi nguing dan bagaimana cara mengatasinya ?

Mari kita bahas

Penyebab Mesin Bunyi Nging


1. Kerusakan bearing/laher pulley

Kalau anda lihat dibagian depan mobil, anda akan melihat lilitan belt yang menghubungkan banyak sekali pulley-pulley.

Ketika bearing salah satu pulley mengalami keausan, maka akan menimbulkan bunyi dari mulai bunyi gesekan, bunyi mendengung hingga bunyi nging sesuai material bearing.

Jadi hal pertama yang bisa menyebabkan mesin mobil anda bunyi adalah karena bearing atau laher salah satu pulley pada mesin mengalami keausan.

Tapi yang sulit itu mendeteksi pulley mana yang mengalami keausan. Karena setidaknya ada 5 pulley pada mesin, dari pulley crankshaft, pulley alternator, pulley pompa power steering, pulley kompresor, idler dan tensioner.

Jadi langkah untuk mendeteksinya,

  • Dalam kondisi mesin hidup buka kap mesin dan dengarkan dari area mana bunyi itu berasal
  • Kalau anda yakin bunyinya dari area belt anda harus memastikan pulley mana yang bunyi
  • Caranya bisa menggunakan obeng magnet, anda tingga menempelkan ujung obeng didekat pulley (dibagian blok silinder) lalu tempelkan ujung lainnya ke telinga. Jadi ini seperti stetoskop namun yang dideteksi adalah bunyi dari mesin.
  • Cek semua pulley pada mesin, nanti anda akan menemukan ada satu area yang memiliki bunyi paling jelas. Maka pulley itulah yang paling mungkin mengalami kerusakan.


Secara umum masalah ini tidak berbahaya karena tidak berhubungan langsung dengan kinerja mesin, jadi anda sebenarnya cukup mendeteksi sampai di kap mesin. Kalau anda yakin bunyinya berasal dari bagian belt dan intensitas bunyi tersebut semakin keras ketika mesin digas, maka itu memang berasal dari salah satu pulley.

Untuk mengatasinya harus diganti atau kalau kondisi bearingnya kering, cukup diolesi grease.

2. Kerusakan dioda rectifier pada dinamo ampere

Dioda rectifier adalah komponen untuk mengubah arus AC menjadi DC. Mungkin beberapa dari anda ada yang belum tahu, kalau dinamo ampere mobil sebenarnya menghasilkan arus AC sementara kelistrikan mobil menggunakan arus DC.

Sehingga perlu ada komponen penyearah seperti dioda rectifier.

Pada beberapa kasus, komponen elektronik ini mengeluarkan bunyi nging ketika mengalami gangguan. Tapi bunyinya hanya terdengar ketika mesin idle. Sementara saat digas, bunyinya tersamar bunyi mesin.

Untuk memastikannya lagi, dalam kondisi mesin menyala buka kap mesin dan pastikan kalau bunyi nging yang anda dengar seperti bunyi barang elektronika. Pastikan juga kalau sumber bunyinya berasal dari bagian dinamo ampere.

Setelah itu, matikan mesin dan coba lepas soket dinamo ampere. Hidupkan lagi mesin, kalau bunyinya hilang maka sudah pasti itu berasal dari rectifier.

Tapi ketika sudah tahu bahwa rectifiernya rusak, segera matikan mesin dan panggil tukang service dinamo. Hal itu karena dikhawatirkan pengisian aki tidak berjalan sehingga kalau dipaksakan jalan bisa jadi mogok di tengah jalan.

3. Bunyi nging dari kipas pendingin yang berputar dalam kecepatan tinggi

Bunyi nging ini juga bisa berasal dari kipas pendingin yang menyala dalam kondisi high speed. Contohnya ketika anda sedang ngebut di jalan tol, maka kipas lebih sering berputar di kecepatan tinggi. Namun harusnya bunyi ini tidak terlalu terdengar di kabin.

Kecuali kalau anda berada didepan mobil dalam kondisi mesin hidup dan panas, maka anda akan mendengarkan bunyi nguing dari kipas pendingin ini.

Bunyi ini normal selama bunyi yang didengar itu halus, tapi kalau bunyinya melengking maka itu bisa menandakan ada kerusakan pada laher kipas pendingin.

Ciri bunyi nguing karena kerusakan laher kipas pendingin, bunyinya hanya terdengar kadang-kadang saja karena bunyinya hanya muncul saat kipas nyala. Sementara kipas pendinging mobil itu nyala hanya saat suhu mesin panas.

Jadi untuk mendeteksinya, buka kap mesin dalam kondisi mesin hidup dan AC nyala. Lalu perhatikan kinerja kipas, ketika kipas nyala dan bunyi nging terdengar maka itu berarti laher kipas rusak. Solusinya, harus diganti baik diganti lahernya atau diganti satu set kipas.

Sama seperti point pertama, ini juga tidak terlalu berbahaya selama kipas masih berputar dengan normal. Tapi kalau bunyi itu sampai menghambat putaran kipas baru itu berbahaya.

Suara Mesin Mobil Mendengung, Cek 6 Penyebab Berikut

Ketika anda mendengar bunyi mendengung dimobil anda baik ketika mobil belum jalan maupun ketika mobil dijalankan, itu bukan hanya berasal dari mesin. Artinya bunyi dengung yang terdengar ini bukan Cuma disebabkan karena faktor mesin tapi faktor power train juga bisa membuat mobil mendengung.

Lalu apa saja hal yang menyebabkan mobil mendengung ?

Penyebab Mesin Mobil Mendengung

img by mercedessource.com

1. Kerusakan pompa power steering

Meski sekarang EPS (elektrik power steering) sudah booming, tapi masih banyak mobil yang menerapkan sistem hidraulik power steering apalagi untuk mobil produksi dibawah 2012.

Pada hidraulik power steering, terdapat komponen pompa power steering yang lokasinya menempel pada mesin. Pompa inilah yang memberi energi untuk meringankan beban pengemudian.

Biasanya kalau poros pompa atau bantalannya mengalami keausan, maka akan menimbulkan bunyi seperti mendengung. Bunyi ini akan terdengar cukup jelas ketika setir dibelokan.

Baca juga Penyebab dan pengaruh kebocoran oli power steering

2. Kerusakan kompresor AC

Gesekan-gesekan antara metal didalam kompresor AC yang mengalami keausan juga bisa menyebabkan suara mesin mendengung. Kali ini suara dengung yang disebabkan kompresor AC hanya terdengar kadang-kadang saja ketika kompresor nyala.

Ketika anda set AC ke posisi paling dingin, maka bunyi dengungnya akan sering terdengar tapi kalau AC diset ke suhu sedang, maka bunyi dengung jarang terdengar.

Kalau kompresor AC sudah mengalami kerusakan, maka ada baiknya untuk melakukan penggantian. Karena friksi hasil gesekan didalam kompresor AC bisa masuk ke sirkulasi freon dan menyebabkan sistem AC tersumbat hingga jebol.

3. Bearing pulley-pulley mesin aus

Kalau anda lihat bagian depan mesin, maka akan terlihat lilitan belt dengan banyak pulley. Ada pulley mesin, ada pulley idler, ada pulley tensioner ada juga pulley alternator.

Ketika salah satu pulley tersebut mengalami keausan, maka bunyi mendengung akan terdengar. Tapi karena pulley-pulley tersebut selalu terhubung, sehingga bunyinya akan langsung terdengar saat mesin dihidupkan dan bunyinya akan bertahan selama mesin dihidupkan tak peduli ketika mobil diam atau jalan.

Yang paling sulit adalah mendeteksi dari pulley mana bunyi itu berasal. Hal itu karena semua pulley tersebut berdekatan sehingga bunyinya sulit dibedakan.

Baca juga : Mesin mobil bunyi kletek kletek, apa penyebabnya ?

Tapi kalau anda membawa ke bengkel biasanya mereka punya cara untuk mendeteksinya. Ketika sudah terdeteksi, anda tinggal melakukan penggantian dan masalah kelar.

4. Ban salah arah/ban tidak rata

Seperti yang kami katakan diawal pembahasan, bahwa bunyi mendengung ini tidak selamanya disebabkan oleh faktor mesin itu sendiri tapi bisa juga karena faktor eksternal. Contohnya ban, ban mobil itu dibuat dengan satu arah putaran. Biasanya pada dinding ban anda akan menemukan anak panah yang menunjukan arah putaran ban.

Tapi ini sering tidak diperhatikan, sehingga ketika melakukan rotasi ban maka bisa menyebabkan kesalahan arah putaran ban. Sehingga salah satu efeknya berupa suara mendengung ketika mobil melewati aspal.

Selain itu ban ataupun jalan yang tidak rata juga bisa menimbulkan bunyi mendengung, contohnya ketika anda melintas bagian tepi jalan Tol. Biasanya akan terdengar bunyi mendengung.

Baca juga penyebab roda mobil bunyi mendecit

Masalah ini tidak terlalu serius asal anda bisa memastikan kondisi ban mobil anda apakah masih layak atau perlu diganti.

5. Kopel joint aus

Khusus untuk mobil RWD atau penggerak roda belakang seperti Avanza dan Innova, ada komponen poros propeller dan kopel joint. Kopel joint atau universal joint berfungsi untuk membuat poros propeller fleksibel sehingga bisa meneruskan putaran meski sudut antara gardan dan mesin itu naik turun.

Sayangnya, komponen kopel joint ini juga gampang aus. Kalau ini mengalami kausan maka akan menimbulkan suara mendengung yang terdengar dibagian kolong mobil.

Suara ini juga semakin jelas ketika kecepatan mobil ditambah. Solusi terbaiknya adalah dengan mengganti kopel joint dengan yang baru.

6. Bearing roda aus

Bearing roda depan khususnya yang sering mengalami keusan karena roda depan yang menahan beban pengemudian mobil. Ketika bearing roda mulai aus maka akan terdengar bunyi dari mulai bunyi gesekan (srek srek) hingga bunyi dengung.

Untuk mengecek kausan bearing roda, anda perlu mendongkrak mobil supaya roda terangkat lalu goyangkan roda secara vertikal. Kalau anda merasa ada sedikit oblak, itu tandanya bearing roda aus dan perlu diganti.

Mesin Mobil Bunyi Kletek Kletek, Cek 4 Penyebab Berikut

Bunyi kletek-kletek pada mesin mobil bisa menandakan adanya masalah serius pada komponen internal mesin dan bisa juga karena hal-hal yang sepele.

Suara mirip ketukan logam ini bisa muncul saat mesin dihidupkan, maupun ketika mobil digas. Kita selaku pemilik mobil harus bisa setidaknya menganalisa bunyi ini berasal dari mana dan apa penyebabnya. Sehingga kita akan tahu langkah apa yang akan diambil berikutnya.

Dibawah ini, Autoexpose akan membagikan 4 penyebab yang bisa membuat mesin mobil anda terdengar bunyi kletek-kletek.

Penyebab mesin mobil bunyi kletek-kletek

img by tercelreference.com

1. Bunyi ketika idle, kemungkinan celah katup lebar

Bagi yang belum tahu, celah katup adalah sebuah jarak atau celah antara batang katup dengan rocker arm. Fungsi celah ini adalah sebagai batas toleransi terhadap batang katup saat memuai, jadi ketika mesin panas otomatis ada sedikit pemuaian pada batang katup karena bahannya logam.

Pemuaian ini akan membuat ukuran batang katup semakin memanjang, sehingga kalau tidak ada celah pemanjangan batang katup ini justru akan menekan katup sehingga sedikit terbuka.

Standar celah katup, umumnya maksimal 0,3 mm. dan celah ini harus diset ulang saat service berkala karena celah dapat berubah akibat faktor pemakaian.

Apabila anda melewatkan proses penyetelan katup ketika service, maka celah katup bisa bertambah lebar nantinya. Kalau celah katup semakin lebar, maka suara ketukan antara rocker arm dengan batang katup akan semakin keras sehingga terdengar bunyi kletek-kletek.

Untuk menyetel celah katup bisa dilakukan dengan bantuan obeng dan kunci ring 10 namun mobil sekarang umumnya sudah menerapkan sistem HLA (hidraulic lash adjuster) yakni sistem yang otomatis menyetel celah katup. Jadi kalau mobil anda menggunakan auto katup, berarti HLA yang mengalami kerusakan.

Baca pula Cara menyetel celah katup untuk mengembalikan performa mesin

Masalah ini masih bisa dikatakan ringan karena tidak berdampak signifikan terhadap performa mesin, serta kalau digas bunyinya akan tersamarkan bunyi mesin. Sehingga bunyi akan terdengar jelas ketika mesin idle.

2. Bunyi ketika akselerasi/digas, kemungkinan bantalan crankshaft aus

Crankshaft atau poros engkol adalah sebuah mekanisme yang men-translate gerakan naik turun piston menjadi gerakan putar. Pada poros engkol ini terdapat dua buah bantalan yakni main bearing (bantalan poros engkol terhadap blok silinder) dan concord bearing (bantalan batang piston terhadap poros engkol).

Apabila salah satu bantalan mengalami keausan, maka poros engkol akan oblak. Memang, oblaknya poros engkol ini cukup kecil tapi dengan RPM mesin yang lebih tinggi tetap akan berdampak timbulnya bunyi kletek kletek.

Bunyi ini akan terdengar cukup jelas saat RPM mesin lebih tinggi, sehingga di kecepatan idle mungkin kurang terdengar tapi ketika digas, suaranya akan terdengar.

Masalah ini masuk ke masalah serius, karena bisa membuat poros engkol bengkok hingga retak. cara perbaikannya, adalah dengan melakukan overhoule engine.

3. Bunyi hanya muncul saat mesin dingin, kemungkinan oli belum naik


Kalau bunyi kletek-kletek muncul saat anda menghidupkan mesin dipagi hari atau ketika anda pertama kali menghidupkan mesin setelah mesin mati selama seharian, maka itu bisa disebabkan oli belum naik ke kepala silinder.

Oli mesin, itu tertampung pada bak oli yang telaknya ada dibagian paling bawah mesin. Disitu terdapat pompa oli yang akan mensirkulasikan oli ke seluruh bagian mesin. Namun pompa oli ini aktif saat mesin hidup, jadi dalam kondisi mesin mati tidak ada sirkulasi oli dan oli yang sebelumnya melumasi bagian kepala silinder akan turun ke bak oli.

Karena oli turun, maka bagian kepala silinder bisa dikatakan kering. Sehingga begitu kita start mesin yang pertama kalinya, otomatis bunyi kletek-kletek terdengar cukup keras. Namun tak berapa lama, bunyi tersebut hilang karena oli sudah bersirkulasi.

Ini bisa dikatakan normal apalagi kalau mesin tidak dihidupkan lebih dari sebulan.

Namun kalau bunyinya bertahan cukup lama, kemungkinan volume oli mesin kurang atau ada kerusakan di sirkulasi oli seperti pompa oli rusak atau jalur oli tersumbat. Ketika masalah ini muncul, umumnya akan muncul indikator oli pada dashboard serta mesin mengalami overheat disertai bunyi kasar.

Baca pula Apa penyebab indikator oli mesin menyala ?

Kalau tanda ini muncul, segera bawa mobil ke bengkel.

4. Bunyi kletek-kletek juga bisa disebabkan karena engine knocking

img by sydneytafe.edu.au

Engine knocking atau orang biasa menyebut ngelitik adalah suara mirip ketukan logam yang berasal dari pembakaran yang kurang sempurna. Biasanya ini disebabkan karena anda menggunakan bensin beroktan rendah.

Meski suaranya mirip ketukan logam, bunyi ini tidak disebabkan karena kausan atau oblaknya salah satu komponen mesin jadi anda tidak perlu terlalu khawatir. Ciri knocking, adalah bunyi ketukan ini terjadi saat RPM rendah dan ketika digas, bunyinya tidak terlalu terdengar. Bunyi ini berkosentrasi di wilayah blok silinder.

Baca pula 3 penyebab engine knocking pada mobil + solusinya

Solusi untuk knocking adalah dengan melakukan tune up dan menggunakan bensin beroktan tinggi.

Knalpot Mobil Keluar Asap Putih dan Air, Apa Penyebabnya ?

Asap mobil yang normal itu tidak berwarna kecuali pada mesin diesel yang asapnya agak pekat. Tapi pada mobil bermesin bensin, asap yang dihasilkan harusnya bening.

Ketika anda menjumpai asap mobil yang berwarna misal berwarna putih dan juga berair, maka patut diwaspadai karena kemungkinan ada masalah pada mesin mobil anda.

Lalu apa masalahnya ? simak sampai tuntas

Penyebab Knalpot Mobil Berasap Putih dan Keluar Air


Secara umum, knalpot yang berasap putih itu bisa disebabkan karena oli yang terbakar atau air pendingin yang ikut terbakar. Sementara air, bisa disebabkan karena pengembunan gas buang.

1. Air pendingin bocor ke ruang bakar atau ke exhaust system

Air pendingin yang bocor kedalam ruang bakar, akan ikut terbakar ketika proses pembakaran. Hasilnya, gas buang akan berwarna putih susu. Begitu pula kalau air pendingin bocor ke saluran exhaust, panas gas buang akan menguapkan air pendingin yang menyebabkan asap kendaraan berwarna putih.

Umumnya kebocoran air pendingin ini disebabkan karna crack atau retakan pada silinder mesin. Kalau pada mesin diesel turbo, kebocoran ini bisa terjadi di saluran pendingin turbocharger.

Tanda lain yang akan muncul, indikator suhu mesin naik. Ini disebabkan karena volume air pendingin semakin berkurang sehingga mesin akan semakin panas.

Anda patut waspada kalau menemui hal ini, karena kalau asap yang dihasilkan cukup banyak maka kebocoran sudah sampai ke level yang berbahaya. Sehingga anda harus segera ke bengkel untuk mengecek lebih lanjut.

2. Oli bocor ke ruang bakar

Selanjutnya, asap putih juga bisa disebabkan karena oli yang terbakar. Sama kasusnya seperti point pertama, oli ini bocor ke ruang bakar atau ke saluran exhaust sehingga ikut terbakar dan menghasilkan asap putih.

Namun ada sedikit perbedaan, asap putih karena bocor oli itu warnanya lebih kebiru-biruan. Sementara asap putih karena air pendingin berwarna putih pekat.

Masalah ini juga cukup berbahaya, karena kalau oli terus bocor maka oli didalam mesin akan habis. kalau oli habis, mesin bisa mengalami clocking atau macet yang mengharuskan untuk dilakukan turun mesin.

Baca juga : Ini Biaya Turun Mesin Pada Mobil

Penyebab oli bisa bocor ke ruang bakar, itu cukup beragam. Bisa karena silinder mesin yang aus, gasket bocor, klep bocor, atau ada crack pada dinding silinder. Biasanya ada gejala lain yang mengikutinya seperti tenaga mobil ngempos dan mesin susah dihidupkan dipagi hari.

3. Air juga bisa terbentuk karena pengembunan gas buang

Kalau anda ingat, salah satu ciri pembakaran yang sempurna adalah mengasilkan karbondioksida dan uap air. Mobil-mobil dahulu memang sulit mendapatkan pembakaran yang sempurna karena campuran antara fuel dan udara belum bisa di hitung secara ideal.

Namun sejak ada sistem injeksi, campuran udara dan bahan bakar bisa dibuat lebih ideal sehingga terjadilah pembakaran yang lebih sempurna.

Apabila knalpot mobil anda mengeluarkan air (bening) tanpa asap, itu tandanya mesin mobil anda dalam keadaan yang sangat bailk.

Dan apabila mobil anda mengeluarkan asap putih ditambah uap air, maka kondisi mesin baik-baik saja hanya mungkin ada kebocoran air pendingin atau kebocoran oli di saluran exhaust.

4. Ada sisa air didalam knalpot

Ini juga mungkin banyak tidak disadari oleh pemilik mobil. Air yang terperangkap didalam knalpot, itu bisa menguap karena panas gas buang. Hasil penguapan air ini adalah berupa asap yang sedikit berwarna putih.

Namun kondisi ini hanya berlangsung sesaat, setelah genangan air didalam knalpot habis maka asap putih akan hilang.

Meski terlihat tidak berbahaya, ada efek jangka panjangnya kalau ini dibiarkan. Air yang menggenangi knalpot apalagi terkena panas gas buang, akan menyebabkan knalpot cepat keropos. Sehingga akan menyebabkan knalpot berlubang.

Genangan air ini bisa berasal dari cipratan air hujan, atau masuk ketika anda mencuci mobil.

Mobil Susah Di Starter, Cek 7 Penyebab + Solusinya Berikut

Untuk menghidupkan mesin mobil, kita tinggal putar kunci kontak ke posisi ST. maka seketika mesin mobil akan menyala dan mobil siap dijalankan.

Tapi ada satu permasalahan yang bisa dibilang cukup sering terjadi, yakni masalah mesin yang susah dihidupkan. Apalagi mobil sekarang hampir semuanya menggunakan teknologi injeksi, kira-kira apa penyebabnya ? dan bagaimana solusinya ?

Hari ini Autoexpose akan menganalisa beberapa komponen yang menjadi sumber kerusakan hingga mesin susah di starter. Agar kita semua bisa tahu langkah apa yang harus diambil kalau suatu waktu mobil kita mengalami masalah serupa.

Penyebab Mobil Susah Di Starter


Secara umum, penyebabnya bisa dari faktor luar seperti faktor kelistrikan atau karena faktor dari mesin itu sendiri. Jadi, ada banyak hal yang menyebabkan mesin susah dihidupkan.

1. Voltage aki lemah


Yang pertama jelas dari faktor aki, aki itu menjadi sumber listrik utama sebelum mesin hidup. Dinamo starter itu menggunakan listrik sebagai sumber energi, listrik ini diambil dari aki.

Kalau akinya soak, maka voltage aki lemah. Sehingga tidak kuat untuk menghidupkan mesin.

Baca juga : 7 Penyebab aki mobil cepat tekor

Pada masalah yang pertama ini, starter mesin masih bisa dihidupkan namun putaran crankingnya kurang atau lebih lambat dari biasanya. Hal itulah yang menyebabkan mesin susah hidup.

Normalnya, tegangan aki itu 12 Volt. Kalau kurang dari 10 volt maka bisa dikatakan aki mulai soak. Untuk mengeceknya, anda perlu Volt meter tapi kalau tidak punya anda bisa mencoba menghidupkan klakson.

Setelah anda start mesin berkali-kali dan mesin tak kunjung hidup, coba tekan klakson. Kalau bunyinya masih keras, maka aki masih aman. Tapi kalau bunyinya agak sember, ini tanda kalau aki lemah.

Solusinya,tergantung kondisi. Aki harusdiganti kalau aki yang digunakan adalah tipe MF atau aki kering yang sudah sekitar 2 tahun. Tapi kalau gejala susah start ini muncul ketika anda baru menghidupkan mobil yang lama tidak pernah dipanasi, maka cukup dicharge ulang karena elemen aki masih baik hanya tegangannya saja yang habis.

Kalau aki yang dipakai masih aki basah, anda bisa bawa ke bengkel untuk dilakukan penggantian air aki dan melakukan pengisisan ulang. Jadi meski sudah 2 tahun tidak perlu ganti akinya.

2. Brush dinamo starter aus

Didalam dinamo starter ada beberapa komponen. Salah satunya brush atau sikat yang berfungsi menghubungkan arus listrik dari aki ke rotor yang berputar. Kalau anda paham motor listrik, pasti anda paham gambaran komponen ini.

Dalam proses kerjanya, brush akan selalu bergesekan dengan rotor. Oleh sebab itu, dalam jangka waktu tertentu brush bisa aus.

Kalau brush aus, penyaluran arus listrik dari aki ke rotor menjadi terhambat. Sehingga meski aki masih full 12 Volt, tegangan yang sampai ke rotor itu bisa lebih rendah. Hasilnya, putaran dinamo starter jadi lebih lambat dan mesin susah hidup.

Cara mengetesnya, perlu dicek dengan membuka dinamo starter mobil anda. Tapi itu rumit dan perlu alat yang beragam. Cara mudahnya, seperti yang diatas. Setelah anda start mesin berkali-kali, coba tekan klakson. Kalau bunyinya masih normal maka aki baik-baik saja sehingga masalahnya tidak pada aki melainkan bisa dari brush ini.

Yang unik, kadang mesin bisa dihidupkan dengan mudah. Jadi kalau mobil susah di starter kadang-kadang saja, maka bisa jadi itu masalah brush dinamo starter.

Solusinya dengan melakukan penggantian. Untuk biayanya saya rasa cukup terjangkau kalau hanya mengganti brush. Cuma kalau anda ingin mengganti satu set dinamo starter, tentu harganya lebih mahal.

3. Kabel konektor aki ke dinamo starter hangus


Kabel konektor ini memiliki diameter yang cukup besar, wajar saja karena kabel ini akan mengalirkan arus listrik dengan intensitas besar.

Meski kabelnya sudah dibuat tahan arus besar, tapi tidak dengan konektornya. Biasanya, kabel ini terhubung dengan mur. Kalau mur ini sedikit longgar, bisa menyebabkan loncatan bunga api. Dan lama kelamaan, ini akan membakar bagian konektor kabel aki.

Hasilnya, tegangan yang mampu dialirkan ke dinamo starter menjadi lebih rendah. Untuk mengecek masalah ini, anda perlu bantuan senter untuk menyoroti bagian konektor kabel aki ke dinamo starter. Kalai kondisinya normal (masih terlihat murnya) maka itu masih O.K. Tapi kalau hangus, itu tandanya ada masalah pada konektor.

Solusinya, tergantung kondisi. Kalau murnya masih bisa digunakan, anda cukup kencangkan mur ini sampai benar-benar tidak ada celah. Tapi kalau mur sudah sedikit meleleh, anda harus ganti murnya. Dan yang paling parah kalau kabel konektornya yang kena, maka anda harus mengganti satu set kabel aki.

4. Fuel pump bermasalah

Fuel pump fungsinya untuk memompa bensin dari tanki ke mesin. Pada mobil injeksi, pompa ini sudah menggunakan motor listik. Jadi tenaganya menggunakan listrik dan yang mengatur kinerja pompa adalah ECU.

Mungkin anda sering mendengar, setiap kali kunci kontak diposisikan ON maka akan terdengar bunyi mendengung dari bagian tanki. Ini adalah bunyi fuel pump, yang otomatis menyala dengan durasi tertentu saat kunci kontak ON.

Tujuannya agar tekanan bensin bisa naik, sehingga begitu mesin distarter, bensin bisa langsung keluar melalui injektor.

Kalau anda tidak mendengar bunyi dengungan ini, dan mesin susah dihidupkan maka itu bertanda bahwa fuel pump bermasalah.

Masalah fuel pump ini tidak melulu terletak pada komponen pompanya, karena bisa saja hanya sekering yang putus atau relay yang putus. Jadi ketika anda menemukan kondisi diatas, buka dulu fusebox underhood di kap mesin lalu cari sekering fuel pump.

Lakukan sedikit inspeksi, ditengah sekering ada kawat. Kalau kawat itu putus maka sekering putus, juga kalau gosong menandakan sekering putus. Coba anda ganti sekering tersebut dengan warna yang sama, kalau normal maka masalah sudah teratasi.

Tapi kalau sekering kembali putus berarti ada korsleting pada jalur fuel pump. Untuk masalah ini saya menyarankan segera hubungi bengkel.

5. ISC eror


ISC (idle speed control) adalah aktuator pada sistem injeksi yang mengatur idle RPM (RPM langsam). ISC ini sudah bekerja secara otomatis, jadi ketika kita hidupkan mobil secara otomatis ISC mengatur idle RPM.

Kalau kondisinya mesin dingin, maka RPM otomatis naik begitupula saat AC ON, RPM otomatis naik.

Cara kerjanya, ISC ini memanfaatkan sebuah valve segitiga yang pergerakannya akan mempengaruhi celah saluran Idle. Jadi pergerakan ISC ini hanya maju mundur, kalau ISC macet dan kebetulan macetnya ada di posisi menutup, ini akan menutup saluran idle.

Padahal, melalui saluran inilah udara masuk saat awal start. Otomatis mesin jadi susah hidup bahkan tidak bisa hidup.

Umumnya, masalah yang berkaitan dengan sistem injeksi akan meninggalkan jejak berupa indikator mesin (check engine). Dalam kondisi normal, indikator ini mati tapi kalau ada masalah, indikator ini akan menyala.

Jadi, kalau anda menjumpai masalah apapun di mesin dan indikator check engine menyala, lebih baik hubungi bengkel karena itu harus di scan dahulu.

6. Tekanan kompresi lemah

img by taurusclub.com

Tekanan kompresi yang lemah sering dialami oleh mobil-mobil yang sudah berumur lebih dari 5 tahun atau yang sering digunakan.

Ciri tekanan kompresi lemah, asap mobil berwarna putih, tenaga mobil loyo, dan suara mobil cenderung lebih kasar.

Tekanan kompresi yang lemah umumnya disebabkan karena gesekan antara dinding silinder mesin dengan ring piston. Untuk mendeteksinya, perlu dilakukan pengetesan dengan alat compression tester.

Untuk lebih detailnya serta bagaimana solusinya, anda bisa baca artikel ini 5 penyebab tekanan kompresi mobil rendah + solusinya

7. Busi mati

Terakhir komponen yang paling sering disalahkan saat mesin susah hidup adalah busi. Untuk mobil, kalau businya mati satu maka mesin masih bisa hidup tapi pincang.

Tapi kalau busi yang mati 3, tentu ini akan menyebabkan mesin susah dihidupkan.

Busi juga merupakan komponen yang punya limit pemakaian. Busi memang bisa dipakai hingga 50.000 ribu KM tapi itu sangat berpotensi mengalami kerusakan. Jadi kalau mobil anda sudah lama sekali tidak diganti businya, bisa jadi masalahnya ada pada busi.

7 Peyebab Mobil Bergetar Saat RPM Rendah + Solusinya

Kondisi mobil yang bergetar kadang membuat kita tidak nyaman untuk mengendarai si roda empat. Dan yang tak kalah membuat bingung, getaran ini hanya kadang-kadang saja dan cenderung terjadi di RPM rendah.

Kira- kira apa penyebabnya dan bagaimana solusinya ?

Hari ini Autoexpose mencoba mengulas dan menganalisa permasalahan terkait mobil yang bergetar saat RPM rendah untuk menemukan solusinya. Jadi simak sampai selesai

Penyebab Mobil Bergetar Saat RPM Rendah


Vibrasi atau getaran sebenarnya wajar ada pada sebuah kendaraan. Mengingat jantung utama mobil itu mesin, dan mesin selain menghasilkan daya juga menghasilkan suara dan tentu getaran.

Namun, para produsen mobil sudah melengkapi kendaraannya dengan mekanisme peredam getaran. Sehingga getaran mesin tidak terasa sampai ke kabin.

Hanya saja, tak ada gading yang tak retak. Semua barang pasti bisa mengalami kerusakan termasuk mobil. Kalau mobil anda terasa lebih bergetar daripada biasanya bisa jadi ada satu atau dua komponen yang perlu diganti.

Lalu apa saja penyebabnya ?

1. Engine mounting rusak



Engine mounting itu pegangan mesin ke frame, atau lebih mudahnya tempat untuk membaut mesin ke frame. Mengapa harus dengan engine mounting ?

Karena seperti yang saya katakan tadi, mesin itu menghasilkan getaran sehingga kalau dibaut menggunakan baut biasa maka getaran tersebut akan tersalur ke body. Disini, engine mounting dibut dengan karet peredam khusus. Sehingga getaran pada mesin bisa diredam agar tak sampai ke body.

Tapi yang namanya karet itu lunak, jadi lama kelamaan juga akan rusak. Kalau karet pada engine mounting pecah tentu getaran mesin semakin tak terkontrol.

Oleh sebab itu, untuk masalah yang pertama anda perlu cek engine mountingnya. Caranya dengan menggunakan senter, soroti komponen yang membaut engine ke body (biasanya ada 3 atau 4). Cek apakah karetnya masih aman atau tidak, kalau sudah pecah maka wajib ganti.

2. Kampas kopling aus



Semua juga sudah tahu apa itu kampas kopling, jadi bagi anda yang sudah bertahun-tahun mengendarai mobil pasti sudah hafal bagaimana tandanya kalau kampas kopling mulai aus.

Salah satunya, mobil bergetar ketika pedal kopling dilepas pada gigi 2 atau bahkan 1. Tentu di RPM rendah.

Bagi yang masih baru mengendarai mobil manual, kalau anda merasa mobil bergetar saat lepas kopling bisa jadi itu masalah kampas koplingnya. Normalnya, mobil akan terasa halus ketika lepas kopling (kecuali di gigi 5 atau 4).

Saran saya, cek dulu histori mobil. Maksudnya, sudah berapa jauh KM tempuh mobil. Kalau sudah tembus 30.000 KM dan belum pernah ganti kampas kopling. Itu sudah bisa dipastikan kalau kampas kopling aus.

Untuk biaya gantinya, setiap mobil bervariasi. Anda bisa baca artikel ini kalau ingin tahu lebih jauh Berapa biaya ganti kampas kopling mobil ?

3. Propeller shaft bengkok



Khusus untuk mobil RWD (rear wheel drive) kalau anda lihat bagian kolongnya maka ada komponen berbentuk seperti pipa memanjang dari bagian transmisi ke gardan belakang. Komponen itu adalah poros propeller.

Fungsinya untuk menghubungkan putaran mesin (yang lokasinya didepan) dengan roda penggerak (yang lokasinya dibelakang).

Kalau kondisi mobil masih baru, maka ini akan terasa nyaman-nyaman saja. Tapi kalau mobil sudah sering digunakan, maka poros propeller mulai tidak balance. Sehingga akan terasa getaran baik di RPM rendah ataupun tinggi.

Untuk mengecek kondisi poros propeller, kita harus menggunakan alat dial gauge untuk mengetahui apakah poros ini bengkok atau tidak. Jadi, kalau getarannya terasa saat mobil dijalankan dan lebih terasa dari bagian bawah mobil, ada baiknya anda hubungi bengkel resmi.

4. Universal joint aus

Ini juga sama, universal joint adalah sambungan poros propeller dan hanya terdapat pada mobil RWD. Jadi masalahnya juga sama otomatis solusinya juga sama seperti nomor tiga.

5. Ban bergelombang

Ban yang bergelombang bisa menyebabkan mobil bergetar ketika dijalankan baik di RPM rendah maupun di RPM tinggi. Untuk getaran ban ini, getarannya terasa cukup stabil dan getaran akan berubah setiap perbubahan kecepatan mobil.

Jadi cek juga kondisi ban, apakah ada benjolan, apakah bergelombang, atau sudah aus ?

Selain dari faktor ban, velg yang tidak balance juga bisa menjadi biang kerok mobil bergetar. Oleh karena itu spooring balancing wajib dilakukan dengan interval setidaknya 20 ribu KM sekali.

6. Salah satu injektor tersumbat

Mobil-mobil sekarang semuanya sudah menggunakan injeksi, artinya tidak ada lagi karburator yang ada Cuma injektor. Injektor ini bertugas untuk menyemprotkan bensin ke dalam intake manifold. Sehingga bensin bisa langsung masuk ke mesin.

Apa jadinya kalau salah satu injektor mati atau tersumbat ?

Mesin awalnya akan pincang, tapi pada sistem injeksi kalau mesin pincang otomatis RPM mesin naik sendiri. Sehingga kalau salah satu injektor atau busi mati, maka RPM mesin naik sendiri dan ada getaran yang terasa.

Untuk masalah ini, terjadi ketika mesin baru dihidupkan jadi meski mobil belum jalan gejalanya sudah terasa.

Solusinya, servis rutin. Karena di bengkel ada fasilitas fuel injector cleaning and inspection. Pekerjaan ini akan membersihkan semua sumbatan pada jalur fuel injection. Tapi kalau injektor sudah tersumbat cukup parah, maka harus ganti.

7. Batang piston bengkok



Ini mungkin yang jarang terjadi, tapi berpotensi terjadi. Batang piston itu komponen yang menghubungkan piston dengan poros engkol. Panjang pendeknya batang piston, mempengaruhi volumetrik silinder.

Jadi kalau salah satu batang piston bengkok, maka salah satu silinder akan membesar volumenya. Dan ini akan menyebabkan ketidak seimbangan pembakaran. Hasilnya, mesin akan bergetar di RPM rendah.

Masalah batang piston bengkok memang jarang kalau tidak ada sebuah insiden. Insiden yang dimaksud misalnya, mobil anda menerjang banjir dan tanpa terasa air masuk ke intake manifold. Otomatis air tersebut masuk ke silinder mesin.

Karena sifat air tidak bisa dikompresi, maka akan terjadi efek water hammer. Inilah yang menyebabkan batang piston bengkok. Jadi kalau getaran pada mobil terjadi setelah insiden seperti ini, anda patut waspada karena untuk memperbaikinya cukup berat.

Mobil Tidak Bisa Distarter, Cek 9 Penyebab Berikut

Saat mobil kita susah dihidupkan, kita cenderung menyimpulkan bahwa akinya yang bermasalah. Padahal untuk membuat mesin bekerja, itu tidak hanya membutuhkan aki. Ada berbagai komponen dan sistem yang mempengaruhi apakah mesin bisa hidup atau tidak.

Jadi, apabila anda menemui kondisi demikian misal saat akan menyalakan mobil tiba-tiba mesin tidak merespon, jangan dulu salahkan aki mobilnya. Karena bisa jadi biang keroknya ada dibagian lain.

Oleh sebab itu, Autoexpose hari ini akan mengulas komponen apa saja yang berpotensi menyebabkan mesin mobil tidak bisa distarter. Langsung saja tak usah panjang lebar, simak ulasannya dibawah.

Penyebab Mobil Tidak Bisa Distarter


Dari berbagai pengalaman, masalah mesin mobil yang sulit dihidupkan kita urutkan dalam list yang paling sering terjadi. Ini dia daftarnya ;

1. Aki tekor

Percaya atau tidak aki sebenarnya tidak dibutuhkan dalam kinerja mesin, kalau anda pernah melihat ada banyak motor-motor jadul yang tidak dilengkapi aki, mesinya bisa hidup dengan normal. Itu karena sistem kelistrikan mesin sudah disuplai oleh dinamo alternator, demikian pula pada mobil.

Tapi mengapa aki dibutuhkan ? karena mobil menggunakan elektrik starter dimana untuk menghidupkan mesin diperlukan motor listrik dengan sumber daya aki. Jadi kalau akinya tekor, sumber daya motor starter tidak ada sehingga motor starter tidak mau hidup dan mesin juga tidak bakal hidup.

Solusinya, ada dua. Pertama anda setrum aki mobil anda di bengkel setrum aki, yang kedua ganti dengan aki baru.

Tapi sebelum setrum aki apalagi mengganti aki baru, cek dulu tegangan akinya. Kalau masih normal 10 – 12 Volt maka masalahnya bukan pada aki.

Baca pula ; 5 Hal Sepele Yang Bisa Mempercepat Aki Soak

2. Dinamo starter rusak

Dinamo starter atau motor starter adalah sebuah motor listrik yang akan memicu putaran pada poros engkol mesin. Sehingga pembakaran mesin bisa terjadi secara berkesinambungan (engine running).

Cara kerja dinamo stater ini dengan mengubah energi listrik dari aki menjadi energi putar menggunakan gaya elektromagnetik. Seperti yang dijelaskan diatas, kalau akinya tekor maka motor starter juga tekor. Tapi kalau akinya normal namun dinamo starternya yang rusak, otomatis dinamo starter juga akan tekor sehingga mesin tidak mau distater.

Beberapa komponen yang sering rusak pada dinamo starter antara lain ;

  • Brush/sikat didalam rotor yang aus sehingga menimbulkan perpindahan energi listrik yang kurang maksimal.
  • Terminal dinamo starter terbakar, ini bisa disebabkan karena ada celah pada terminal ini sehingga menimbulkan efek terbakar yang menjadi resistansi/hambatan. Hambatan ini akan mengurangi tegangan listrik yang masuk ke motor starter sehingga motor starter tidak bisa bekerja maksimal.
  • Suhu dinamo starter terlalu panas, panas berlebih bisa menganggu gaya elektromagnetik didalam motor starter. Sehingga kalau anda sering menemui kondisi dimana mesin tidak bisa distart saat panas, bisa jadi ini masalahnya.


Untuk solusinya, anda perlu mengganti beberapa komponen yag rusak. Jadi jangan mengganti satu unit motor starter karena akan sangat mahal, tapi misal yang rusak Cuma brush maka ganti brushnya saja. Untuk pekerjaan ini, anda harus menyerahkannya ke tangan profesional.

3. Kunci mobil rusak

Khusus untuk mobil yang dilengkapi sistem immobilizer, bisa lebih aman karena kunci tidak lagi konvensional. Melainkan sudah menggunakan sistem penyamaan gelombang radio. Jadi kalau frekusensi antara kunci dengan receiver didalam mobil sama, maka mobil bisa distart. Tapi kalau beda meski kuncinya masuk, mobil tidak bisa dihidupkan.

Memang ini memberi kelebihan yang sangat baik, tapi ada satu kekurangan yakni saat secara tidak sengaja kunci terjatuh atau masuk ke genangan air.

Itu akan merusak perangkat pemancar gelombang didalam kunci, sehingga meski secara fisik kunci baik-baik saja tapi pas dimasukan ke kontak, mobil tidak bisa distarter.

Untuk masalah ini, anda perlu mengganti kunci mobil anda dengan yang baru. Nanti saat proses penggantian, ada juga proses reprogramming untuk menyamakan frekuensi gelombang kunci dengan receiver didalam mobil.

4. Fuse starter putus

Fuse atau sekering berfungsi sebagai pengaman komponen kelistrikan dari korsleting. Dalam hal ini, fuses starter akan melindungi motor starter dari korsleting.

Saat korsleting terdeteksi, arus besar dari aki akan langsung mengalir menuju motor starter. Tapi karena ada sekering, arus besar tersebut justru membuat sekering putus sehingga dinamo starter akan aman namun karena rangkaian kelistrikannya putus otomatis motor starter tidak mau hidup.

Solusinya mudah, anda cukup mengganti sekering starter dengan sekering baru dengan kapasitas yang sama. Tapi kalau dalam waktu berdekatan sekering kembali putus, itu tandanya ada korsleting pada jalur kelistrikan motor starter. Coba anda cek dulu untuk memastikan korlseting itu, karena kalau ada korsleting listrik, seratus kali anda ganti sekering pun akan putus juga.

5. Tekanan kompresi drop

Untuk penyebab kelima, tidak terjadi pada sektor kelistrikan mesin. Kami anggap anda sudah faham tentang tekanan kompresi, intinya tekanan kompresi ini akan mempengaruhi keberhasilan pembakaran didalam mesin dan mempengaruhi tenaga hasil pembakaran tersebut.

Secara sederhana, kalau tekanan kompresi rendah ditambah suhu mesin masih dingin maka mobil akan sulit dihidupkan. Sementara kalau tekanan kompresi rendah namun suhu mesin sudah panas, mesin mobil masih bisa dihidupkan.

Artinya kalau anda sering mengalami gejala mesin susah hidup dipagi hari/saat mesin dingin, berarti itu masalah tekanan kompresi.

Beberapa komponen yang dapat menyebabkan tekanan kompresi drop antara lain ;

  • Blok silinder aus
  • Ring piston aus
  • Packing kepala silinder aus
  • Klep mesin bengkok


Selain mesin sulit hidup dipagi hari, gejala lain yang muncul adalah tenaga mesin yang berkurang dan kadang ada asap berwarna putih dari knalpot. Solusinya, anda perlu membongkar mesin untuk mengganti komponen yang aus.

6. Masalah sistem bahan bakar

Mesin mobil dapat hidup karena ada bahan bakarnya, kalau didalam ruang bakar tidak ada bahan bakar atau karena bahan bakar tidak sampai, otomatis mesin tidak bakal bisa dihidupkan.

Masalah terkait sistem bahan bakar ini, meliputi ;

  • Bensin didalam tanki habis
  • Fuel pump rusak, sehingga bensin tidak bisa disalurkan ke injektor
  • Filter bahan bakar bocor, biasanya terjadi pada klem/fitting yang kurang klop. Sehingga tekanan bensin drop dan bensin tidak bisa keluar melalui injektor
  • Selang bahan bakar pecah, ini sama kasusnya seperti masalah filter bahan bakar bocor
  • Injektor tersumbat sehingga menghambat bahan bakar yang harusnya keluar.


Untuk solusinya bagaimana ? kalau ada komponen yang rusak ganti, misal seperti fuel pump dan selang bahan bakar. Kalau klem selang kurang kencang, maka kencangkan hingga benar-benar klop. Yang terakhir, lakukan pembersihan atau flushing sistem bahan bakar untuk membersihkan sumbatan-sumbatan pada komponen sistem bahan bakar injeksi.

7. Salah satu sensor EFI rusak

Untuk masalah sistem EFI, tidak kami jabarkan secara panjang lebar karena ini sifatnya non viewable. Artinya dibutuhkan alat khusus berupa scanner untuk melihat kerusakan sensor atau aktuator EFI yang bermasalah.

Tapi anda bisa melihat ciri-cirinya kalau ada salah satu sensor EFI yang rusak. Yakni pertama mesin tidak bisa dihidupkan atau kalau bisa hidup akan brebet, dan kedua lampu cek engine akan berkedip.

Kalau gejala itu sudah muncul, segera hubungi bengkel resmi.

8. Timming pengapian bergeser

Apa mungkin timming pengapian bisa bergeser ? tentu saja apalagi kalau gejala mesin tidak bisa distarter ini muncul seusai perakitan bagian depan mesin. Misalnya sehabis mengganti timming chain, otomatis harus menyetting timming pengapian secara akurat.

Kalau geser satu mata gigi saja, itu bisa membuat mesin tidak mau hidup. Tapi masalah ini hampir tidak terjadi pada mobil yang tidak mengalami pembongkaran, jadi ini untuk info pelengkap saja.

9. Tidak menginjak rem/kopling

Dan penyebab yang terakhir kami rasa cukup sepele, mengapa ? ada beberapa mobil terutama matic, yang mengharuskan kita menginjak rem untuk menghidupkan mesin. Dan beberapa mobil manual juga harus menginjak pedal kopling.

Entah karena anda pemula, atau sedang buru-buru hal sepele semacam ini bisa lupa. Sehingga seribu kali anda putar kunci ke posisi starter pun, mesin tidak akan menyala.

Jadi solusinya, pastikan gigi transmisi netral (untuk manual) atau posisi P (untuk matic), injak rem atau kopling, baru hidupkan mesin.

Fan Belt Mobil Mudah Putus, 5 Hal Sepele Penyebabnya + Solusi

V belt atau bisa disebut fan belt merupakan salah satu komponen mesin yang berfungsi membagikan putaran mesin ke beberapa komponen tambahan mesin salah satunya kipas pendingin.

Terbayang kalau tali kipas ini putus, mesin tetap bekerja namun beberapa komponen tambahan seperti kipas pendingin dan altenator tidak bekerja. Akibatnya, mobil bisa overheat serta mogok karena kehabisan daya aki.

Lalu, apa penyebab fan belt sering putus ? dan bagaimana solusi agar fan belt bisa lebih awet ? simak ulasannya dibawah.

Penyebab V Belt Sering Putus

akibat v belt terlalu kencang
img : testingautos.com

V belt ini terbuat dari karet tebal yang kuat dan elastis, beberapa hal bisa memperepat rapuhnya bahan karet ini seperti

1. Pelumas dipermukaan V belt

V belt ini berbeda dengan rantai, tali kipas ini akan bekerja dengan baik apabila permukaan belt dan permukaan pulley kering. Apabila ada tetesan oli atau grease, akan menyebabkan selip pada V belt. Akibatnya, selip ini akan menimbulkan gesekan antara belt dengan pulley. Tentu gesekan ini akan semakin melemahkan belt sehingga dalam waktu dekat fan belt bisa putus.

2. Panas berlebih yang mengenai V belt

Sekuat apapun bahan karet itu, tetap akan melemah apabila dikenakan panas secara berlebihan. Ini juga berlaku pada fan belt, dimana tali kipas ini akan semakin kendor serta kekuatannya melemah saat dikenakan panas secara berlebih.

Panas berlebih ini bisa disebabkan karena aktifitas berkendara yang cukup lama, sehingga kinerja mesin serta segala komponennya menjadi semakin lama. Hasilnya, panas mesin pun berpotensi lebih tinggi.

3. Karena gesekan/V belt bergesekan dengan komponen lain

Gesekan yang dimaksud bukan gesekan antara belt dengan pulley seperti point pertama. Gesekan disini adalah gesekan antara tali kipas dengan komponen yang terletak didekat lilitan v belt. Biasanya berupa braket atau frame salah satu komponen mesin.

Gesekan ini akan menimbulkan suara berdecit saat mesin dihidupkan, dan apabila dibiarkan maka umur V belt tidak akan lama lagi.

4. Ketegangan V belt terlalu kencang

Biasanya ketegangan v belt distel menggunakan komponen tensioner manual. Komponen ini mampu mengencangkan v belt atau bahkan mengendorkannya. Efek dari setelan V belt yang terlalu kencang akan melemahkan v belt itu sendiri, karena tali kipas akan lebih tertarik. Sehingga resiko putuspun bisa lebih besar.

5. V belt belum pernah diganti

Seperti yang dijelaskan di point kedua, semakin lama bertambahnya masa pakai komponen maka komponen tersebut akan semakin lemah kekuatannya termasuk V belt. Artinya, apabila mobil anda sudah berumur lebih dari 2 tahun atau KM mobil sudah melebihi 60 ribu KM dan fan belt belum pernah diganti, wajar kalau fan belt putus secara tiba-tiba.

Akibat Fan Belt Yang Putus


  • Dinamo altenator tidak bekerja, akibatnya tidak ada pengisian arus listrik. Sementara itu arus listrik diperlukan untuk proses pengapian, sehingga saat arus aki habis mobil akan mogok dan tidak dapat dihidupkan lagi.
  • Pompa power steering tidak bekerja, akibatnya setir mobil akan terasa sangat berat. Hal ini dikarenakan pompa power steering akan meringankan beban pengemudian hingga 60%.
  • Pompa air tidak bekerja, akibatnya sirkulasi air pendingin akan macet dan overheat bisa datang.
  • Kipas pendingin tidak bekerja, akibatnya mesin lebih cepat overheat karena pada beberapa mobil SUV masih memiliki kipas yang tersambung ke V belt.


Dari semua efek negatif diatas, semuanya menjurus ke kerusakan mesin yang serius. Oleh sebab itu, sebelum melakukan perjalanan jauh, anda harus mengecek kondisi komponen satu ini. Bagaimana caranya ?

ganti v belt murah

  • Cek ketegangan v belt, caranya dengan menekan v belt menggunakan tangan. Apabila masih kuat maka lanjut ke pengecekan kedua.
  • Cek keretakan v belt, anda bisa melihat permukaan v belt apakah ada retak atau tidak. Kalau anda melihat keretakan, lebih baik bawa tali kipas cadangan untuk jaga-jaga. (pengecekan akan lebih mudah dengan bantuan senter).
  • Cek bagian samping belt apakah ada bekas goresan/gesekan, kalau ada berarti v belt berpotensi bergesekan dengan komponen sekitar. Anda perlu memeriksa jalur v belt dan mengantisipasi segala komponen yang berdekatan dengan jalur lilitan v belt ini.
  • Cek apakah ada tetesan oli didekat lilitan v belt, ini penting karena tali kipas baru bisa putus gara-gara ada oli pada permukaan v belt. Sehingga pastikan area lilitan v belt ini kering dan tidak ada tetesan oli atau pelumas apapun.


Bagaimana cara menyetel fan belt ?

jual van belt murah
img : thoughtco.com

Untuk megatur ketegangan tali kipas, kita perlu mengencangkan mur pada tensioner. Tensioner terletak pada jaur lilitan v belt. Namun untuk mobil sekarang, umumnya sudah menggunakan tensioner otomatis. Artinya, kita tidak bisa mengatur kekencangan v belt dikarenakan ada pegas yang sudah menarik v belt supaya kencang.

Apabila v belt terasa kendor, maka kita tetap tidak bisa menyetelnya. Kita harus mengganti komponen tensioner tersebut dengan yang baru.

Demikian artikel singkat tentang fan belt. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

3 Penyebab Sepele Asap Keluar Dari Kap Mesin + Solusinya

Asap itu identik dengan kebakaran, coba saja anda lihat pada pembakaran sampah, pasti asapnya membumbung tinggi. Tapi bagaimana kalau asap ini keluar dari bagian vital mobil, yakni dibagian kap mesinnya ?

Apa itu menandakan mesin mobil kita terbakar ? tapi jangan berspekulasi berlebihan, karena ada beberapa penyebab yang sepele hingga serius sehingga menimbulkan asap pada ruang mesin.

Oleh karena itu diartikel ini, kita akan membahas penyebab kap mesin berasap.

Penyebab Kap Mesin Berasap

img ; autointhebox.com

Asap atau kebul itu merupakan hasil dari pembakaran suatu material yang berlangsung tidak secara sempurna. Artinya, pembakaran ini menghasilkan banyak karbon monoksida dan sulfur sehingga warnanya agak kelabu.

Untuk didalam kap mesin, apakah mungkin mengeluarkan asap ?

Kalau pertanyaannya seperti itu, mungkin saja karena mesin bekerja dengan membakar campuran udara dan bahan bakar. Tapi mesin itu memiliki exhaust system yang mengatur gas buang agar keluar dari knalpot.

Sehingga, untuk masalah kap mesin berasap ini pasti ada yang tidak beres.

Setidaknya, ada tiga hal yang bisa disimpulkan ketika kita melihat ada kepulan asap dari dalam kap mesin. Yakni ;

1. Asap biru tipis karena oli yang terbakar

Apabila anda melihat ada asap berwarna biru tipis dari dalam kap mesin anda, itu tandanya oli mesin terbakar oleh panasnya mesin.

Tapi oli mesin itu tempatnya didalam mesin yang tertutup rapat, bagaimana mungkin oli terbakar dan asapnya keluar ?

Ternyata, kasus ini hanya terjadi karena ada ceceran oli pada bagian luar mesin. Biasanya seusai penggantian filter oli akan ada ceceran oli didekat rumah filter oli. Apabila ceceran oli  tersebut mengenai bagian panas mesin seperti exhaust manifold, maka saat mesin dihidupkan oli tersebut akan terbakar oleh panasnya exhaust manifold. Sehingga akan ada asap biru tipis yang keluar dari dalam kap mesin.

Masalah ini, tergolong masih sepele karena saat ceceran oli tersebut terbakar semuanya maka asap dari ruang mesin akan menghilang. Tapi kalau ternyata sampai dua-tiga jam mesin hidup asap dari ruang mesin ini tak kunjung hilang, itu tandanya ada bocor oli.

Bocor oli ini bisa terjadi karena pemasangan filter oli kurang kencang, atau ada seal oli yang rusak. Untuk mengeceknya, anda perlu melihat secara langsung mobil anda. Gunakan bantuan senter untuk melihat apakah ada kebocoran oli, atau tidak. Kebocoran oli ini ditandai dengan rembesan dan biasanya banyak debu yang menempel pada rembesan itu.

2. Asap abu-abu/kehitaman karena packing knalpot yang rusak

Kalau asap yang keluar berwarna abu-abu atau cenderung kehitaman, itu tandanya asap dari pembakaran mesin. Normalnya, asap dari pembakaran mesin ini akan disalurkan sepenuhnya ke catalytic converter dan ke knalpot.

Tapi kalau asap hitam ini mengepul dari dalam kap mesin, berarti ada kebocoran pada saluran knalpot mobil anda.

Umumnya, bagian packing pada tiap sambungan exhaust system yang menjadi masalah. Bisa packing exhaust manifold, packing catalytic converter, atau packing sambungan knalpot. Selain itu, kalau saluran knalpot mobil bocor akan muncul suara kasar dari mesin karena suara pembakaran mesin juga bocor (tidak sepenuhnya disalurkan ke mufler).

Solusinya, mudah kalau packing rusak ganti tapi kalau sambungan knalpot kurang kencang, tinggal dikencangkan.

3. Asap putih karena mesin overheat

Overheat adalah kondisi dimana suhu mesin melebihi suhu kerjanya dalam waktu yang relatif lama. Overheat ini bisa disebabkan banyak hal, tapi kalau mesin mobil anda overheat biasanya akan muncul beberapa gejala.

Seperti temperature kabin yang ikut naik, dan kalau dibiarkan akan ada kepulan asap putih dari dalam kap mesin. Asap ini berasal dari coolant atau air pendinging yang terbakar oleh panasnya mesin. Berbeda dengan dua jenis asap diatas, asap putih karena overheat ini memiliki kuantitas yang cukup banyak sehingga ketika anda buka kap mesin, asap langsung mengepul dari dalam mesin.

Untuk masalah ini, anda perlu mematikan mesin kendaraan dan menunggu tenaga ahli untuk melakukan pengecekan kondisi mobil anda.

Baca pula ; Penyebab mesin motor overheat + solusinya

4. Kebocoran air radiator

Selain oli mesin, air radiator yang bocor dan mengenai bagian panas mesin juga dapat mengeluarkan asap. Ini seperti uap air, pada air mendidih akan ada uap yang warnanya sedikit kelabu.

Kalau volume air radiator yang bocor itu kecil, seperti tetesan saja mungkin uap tersebut tidak terlalu terlihat. Tapi kalau kebocoran sudah lebih besar, maka asap akan terlihat jelas.

Untuk maslaah ini, maka temperatur mesin akan naik dengan drastis sehingga indikator suhu mesin akan menyala, dan level temperatur mesin juga ada pada tingkat tertingginya.

Kalau anda mengalami masalah ini, segera pinggirkan mobil anda dan buka kap mesin untuk mendinginkan mesin.

Satu lagi, asap dari dalam kap mesin juga bisa muncul karena ada korsleting arus listrik. Korsleting ini akan menimbulkan panas disekitar korsleting, dan apabila ada komponen berbahan plastik pasti akan terbakar dan mengeluarkan asap dengan bau yang khas (bau plastic terbakar).

Ini sedikit sulit dideteksi karena asap akibat korsleting ini sangat minim namun efeknya cukup besar. Sehingga kalau anda mencium bau plastik terbakar saat sedang mengemudi, segera pinggirkan kendaraan dan lakukan pengecekan.

Itu saja artikel singkat tentang penyebab asap keluar dari kap mesin, semoga bisa menambah wawasan kita.