Cara Cek Ketebalan Kampas Rem Cakram Mobil

Advertisement

Mengecek ketebalan kampas rem - Salah satu perangkat yang cukup penting dan tidak boleh sampai bermasalah adalah sistem pengereman. Fungsinya jelas untuk memperlambat laju kendaraan untuk mengatur kecepatan mobil.

Tapi, ada kalanya kampas rem yang dipakai sebagai salah satu komponen rem mengalami keausan atau bahasa kerennya out of wear. Kalau sudah begini, maka kemampuan rem dalam memperlambat laju kendaraan berkurang yang berujung pada rem tidak pakem.

Solusinya, kita perlu mengganti satu set kampas rem yang sudah tipis tersebut. Tapi kapan waktunya ? kapan waktu untuk ganti kampas rem ? apa sama dengan oli mesin, yang terjadwal ? untuk lebih jelasnya sudah kami siapkan secara mendalam dibawah.

Terkait pertanyaan diatas, jawabannya tidak menentu. Memang benar, penggantian kampas rem itu tidak menentu kapan dilakukan bisa bertahan hingga 6 bulan atau bahkan 2 tahun semua tergantung pemalaian tentunya,

Tapi ada cara dan ciri yang bisa mengetahui ketebalan kampas rem cakram mobil. Mau tahu caranya seperti apa ? langsung simak list dibawah.

Cara Mengukur Ketebalan Kampas Rem



Ada beberapa langkah yang bisa kita pakai untuk mengecek ketebalan kampas rem antara lain

1. Ada bunyi decitan saat mengerem

Bunyi berdecit bisa disebabkan banyak hal termasuk ada fluida masuk ke piringan rem atau kampas rem sudah habis. Bunyi decitan yang terdengar ketika kampas rem tipis adalah bunyi gesekan antara dua logam.

Tapi tenang saja, pad rem mobil anda tidak bergesekan dengan piringan hanya saja ada brake wear indicator yang menimbulkan bunyi decitan ini ketika kampas rem tipis. Selenghlapnya akan dibahas pada point terakhir.

2. Lihat ketinggian minyak rem

Minyak rem berfungsi untuk menghantarkan tekanan dari pedal ke kaliper rem. Sifat minyak rem sebagai fluida ada menyesuaikan tempatnya. Didalam reservoir anda akan melihat berapa volume minyak rem mobil anda. Kalau terdeteksi dibawah normal maka bisa mengindikasikan kampas rem sudah tipis.

Alasannya begini, ketika ketebalan kampas rem berkurang maka ketebalan total yang diapit oleh piston pada kaliper juga akan berkurang. Ini terjadi karena piston itu selalu menekan kampas kearah piringan. Jika kampas tipis maka jarak yang harus ditempuh piston juga lebih jauh. Akibatnya piston rem akan lebih menonjol.

Karena piston rem menonjol maka ruang didalam saluran hidrolik rem juga bertambah, tentunya ini memerlukan minyak rem lebih. Minyak rem ini diambil dari reservoir tank yang membuat volumenya turun.

Jadi, jika anda mendeteksi kondisi minyak rem yang kurang itu bukan melulu disebabkan adanya kebocoran tapi bisa juga karena ada masalah terkait kampas rem ini. Kalau anda menemui kondisi ini, maka lanjut ke langkah berikutnya.

3. Lepas kampas rem mobil anda

Untuk memastikannya kembali anda bisa melepas kampas rem mobil anda. Caranya cukup mudah, lepas roda bagian depan (untuk melepas roda anda pasti tahulah caranya).

Ketika roda telah terlepas, maka anda hanya perlu melepas satu buah baut untuk mengambil kampas dari dalam sistem rem. Ada dua buah baut pengikat kaliper. Anda cukup melepas satu baut saja, biasanya yang bagian bawah.


Setelah terlepas, anda bisa mengangkat bagian bawah kaliper dan anda bisa langsung mengambil kampas rem dari piringan rem,

4. Lakukan visual inspection

Langkah pemeriksaan ini sebenarnya tidak terlalu rumit, anda cukup memeriksa kondisi kampas rem menggunakan indikator-indikator yang disediakan.

Indikator pertama ada pada garis tengah kampas rem, garis ini akan sangat terlihat jelas apabila kampas masih tebal, dan apabila garis ini hampir hilang bahkan sudah terhapus maka tandanya kampas rem perlu diganti.

Tapi tidak semua kampas rem dilengkapi dengan garis ini, ada beberapa kampas yang memiliki desain flat tanpa garis. Untuk mengeceknya anda bisa menggunakan indikator berikutnya.

img by jeepforum.com

Indikator kedua namanya brake wear indicator, komponen ini berbentuk seperti plat yang mengarah ke arah piringan rem. Fungsi indicator ini adalah untuk memberi tahu pengemudi apabila kampas rem tipis.

Saat kampas rem sudah tipis, maka brake wear indicator ini akan bergesekan dengan piringan rem ketika kita injak rem dan menghasilkan bunyi decitan.

Jika anda lihat brake bear ini, pasti sekarang sudah sejajar dengan permukaan kampas rem. Artinya sudah harus diganti.


Tips memperawet pemakaian kampas rem


Untuk anda yang baru saja mengganti kampas rem mobil dengan yang baru, ada tips yang bisa anda terapkan agar kampas rem bisa lebih awet antara lain ;

1. Dinginkan mobil apabila berkendara jauh

Tips pertama, terkait panas yang dihasilkan oleh rem. Rem bekerja dengan mengubah energi gerak ke energi panas melalui media gesekan. Hasilnya apabila terus digunakan akan semakin meningkatkan suhu piringan dan kampas rem.

Apabila mobil terus dipaksakan untuk berjalan dalam kondisi ini, maka dua komponen itu akan berpotensi rusak. Apabila bahan kampas lebih lunak maka struktur kampas mudah terlepas karena panas sehingga gesekan saat mengerem akan banyak menggerus kampas rem.

Oleh sebab itu, jika anda memiliki rencana keluar kota ada baiknya anda beristirahat pada interval 2 hingga 3 jam. Selain mendinginakn mesin serta sistem rem, ini juga bisa mengistirahatkan anda agar nantinya bisa tetap fokus mengemudi.

2. Bersihkan selalu kaliper rem dan area dekat kampas rem

Debu juga bisa menjadi penyebab kampas rem cepat habis. Sistem rem cakram itu tidak memakai return spring pada kalipernya. Sehingga saat kita bebaskan penekanan pedal, maka kondisi rem memang terlepas tapi kampas rem masih bergesekan dengan piringan.

Jika ada debu, maka ini akam semakin memperparah gerakan piston kaliper dan gerakan kampas rem. Sehingga ada istilah rem seret meski pedal rem dilepas. Ini tentunya bukan hanya berimbas pada tenaga mobil yang tertahan tapi juga berimbas pada percepatan keausan kampas rem.

Solusinya, pastikan secara rutin anda membersihkan sistem rem mobil. Bisa anda lakukan sendiri atau menggunakan jasa service kendaraan pada jadwal servicenya.

3. Atur gaya mengemudi anda

Ada banyak gaya pengemudian. Ada yang memiliki gaya mengemudi nyantai yang sering menurunkan gas jauh sebelum tikungan ada pula gaya pengemudian terburu-buru yang baru menurunkan gas 3 meter sebelum belok.

Gaya pengemudian tersebut tentunya memiliki dampak yang beda-beda terhadap kondisi komponen mobil. Gaya pengemudian terburu-buru cenderung lebih cepat memakan umur kampas rem karena gaya pengemudian ini sering memacu kendaraan pada kecepatan tinggi dan untuk mengjentikannya juga perlu penekanan rem yang tidak kecil akibatnya kampas rem bekerja lebih ekstra.

Gaya pengemudian nyantai berdampak positif ke pemakaian kampas rem. Karena gaya seperti ini, mereka cenderung menahan laju mobil diarea ramai atau banyak belokan dan mereka juga lebih sering menurunkan gas mobil (memanfaatkan moment mobil) alibatnya kinerja rem tidak seberat yang pertama.

Untuk itu, atur gaya pengemudian anda untuk lebih nyantai diarea ramai atau banyak belokan.

Demikian artikel lengkap dan detail tentang cara mengukur ketebalan kampaa rem mobil. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.