Showing posts with label Masalah Mesin Mobil. Show all posts

Suara Mesin Mobil Kasar Saat Panas, Apa Penyebabnya ?

Suara mesin mobil anda kasar saat panas, apa penyebabnya ? bagaimana solusinya ? akan kita bahas secara mendalam diartikel ini.

Bunyi kasar pada mesin apalagi mesin-mesin mobil sekarang itu bisa mengindikasikan adanya suatu masalah. Bisa menunjukan adanya kerusakan komponen atau hanya tanda bahwa mesin perlu di service.

Karena ketika mesin mobil sudah lama tidak diservice, maka akan menimbulkan beberapa tanda seperti performa turun dan suara mesin yang agak kasar.

Oleh sebab itu jangan anggap remeh apabila terdengar suara-suara yang tidak biasanya pada mobil seperti suara kasar yang muncul saat suhu mesin panas.

Lalu apa saja hal yang menyebabkan suara mesin kasar saat panas ?


1. Bunyi berasal dari bearing pada mesin

Didalam mesin terdapat ratusan bearing, bearing sendiri merupakan bantalan antara dua komponen yang saling bergesekan. Karena didalam mesin terdapat banyak sekali komponen yang bergesekan maka bearing ini juga ada banyak.

Saat mesin panas, bearing akan sedikit memuai. Tapi kalau kondisi bearing masih mulus, itu tidak masalah. Kalau kondisi bearing ada baret atau sudah aus, pemuaian ini menyebabkan bearing bunyi.

Bunyinya sendiri memang tidak terlalu terdengar tapi karena ada banyak bearing pada mesin serta putaran mesin yang tinggi maka bunyi itu akan terdengar juga.

Umumnya masalah bearing aus atau baret disebabkan karena oli tidak pernah diganti, kotoran yang terbawa pada aliran oli yang bisa membuat bearing baret sehingga menjadi aus. Jadi kalau menemui kondisi ini jangan lupa mengganti oli beserta filter olinya. Untuk bearing-bearing yang sudah aus harus diganti.

2. Klep yang terlalu rapat

Klep atau katup mesin memiliki jarak sekitar 0,2 – 0,3 mm setiap klep. Jarak ini berfungsi sebagai jarak toleransi saat klep memuai. Dengan kata lain, saat suhu mesin panas celah tersebut bisa lebih kecil.

Masalah klep memang rumit, kalau klep terlalu longgar akan menimbulkan bunyi kletek-kletek. Tapi kalau terlalu rapat mesin bisa bergetar dan menimbulkan suara kasar saat suhunya mulai panas. Karena klep ini terletak di kepala silinder, bunyi kasar pada mesin juga akan terdengar cukup jelas.

Solusinya anda hanya tinggal melakukan penyetelan celah katup menggunakan obeng dan kunci ring. Namun untuk mobil-mobil yang sudah menggunakan setelan otomatis atau HLA, maka tidak perlu distel. Melainkan hanya dibersihkan saja, kemungkinan ada kotoran yang mengganjal pada mekanisme HLA.

3. Bunyi akibat knocking

Knocking terjadi akibat pembakaran yang kurang sempurna, masalah knocking ini memang sebagian besar disebabkan karena faktor bensin yang nilai oktanenya kurang. namun bukan Cuma itu, knocking juga bisa muncul karena ruang bakar yang kotor.

Dan knocking muncul saat suhu mesin panas.

Suara knocking ini mirip ketukan palu dengan logam dengan interval tertentu. Jadi kalau anda menemui suara ketukan ini saat mesin panas, itu menjadi tanda bahwa mesin perlu di tune up dan kedua koreksi bensinnya apa menggunakan oktane rendah atau tinggi.

Tips dari kami, untuk bahan bakar sesuaikan bensin dengan tekanan kompresi mesin. Kalau tekanan kompresi diatas 10,5 lebih baik gunakan bensin dengan oktane 92 keatas seperti Pertamax.

4. Oli yang terlalu encer

Saat membeli oli mesin ada banyak pilihan terutama pilihan gradenya, ada oli 10W-40 ada oli 0W-20. Semakin kecil nilainya, maka oli menjadi lebih encer.

Masalahnya tidak semua mesin cocok menggunakan oli encer, hanya mesin-mesin sekarang yang memiliki tingkat presisi super tinggi yang cocok menggunakan oli encer.

Sementara untuk mesin mobil yang sudah berumur lebih dari 5 tahun, akan lebih baik menggunakan oli yang tidak terlalu encer (minimal 10W).

Dampak dari oli yang terlalu encer ini akan menimbulkan suara kasar pada mesin.

Selain dari faktor bawaan, oli juga bisa menjadi lebih encer saat digunakan secara terus menerus. Jadi misal anda menggunakan oli SAE 10W-40. Saat mesin terus digunakan, lama kelamaan oli menjadi lebih encer sehingga yang awalnya suara mesin halus menjadi lebih kasar.

Ini berarti anda harus mengganti oli mesin mobil.

Mobil Injeksi Susah Distarter, Cek 6 Penyebab Berikut

Mobil injeksi memiliki rangkaian pengontrol bahan bakar yang sudah terintegrasi dengan perangkat komputer. Itulah sebabnya mobil injeksi memiliki emisi yang lebih ramah lingkungan, dan efisien.

Tapi permasalahan pada mobil injeksi pun berbeda dengan permasalahan pada mobil yang masih pakai karburator.

Sehingga penyelesaiannya pun akan berbeda.

Pada mobil injeksi, anda akan lebih fokus ke sisi elektrikal mesin dibandingkan sisi mekanikalnya. Hal itu disebabkan karena hampir semua kontroller mesin seperti kontroller bahan bakar dan kontroller busi itu sudah diatur menggunakan bantuan sensor.

Salah satunya ketika mesin mobil injeksi susah hidup, padahal motor starter hidup/berputar dengan normal tapi mengapa mesin tak kunjung hidup ? inilah yang akan kita bahas dibawah.

Penyebab Mobil Injeksi Susah Hidup


Secara umum, syarat mesin bensin bisa nyala harus memenuhi empat kriteria. Yakni ;

  • Udara (oksigen)
  • Bensin
  • Api (dari busi)
  • Tekanan kompresi


Apabila salah satu dari keempat syarat diatas tidak terpenuhi otomatis mesin akan sulit sekali dinyalakan.

Sekarang kalau mobil kita itu sudah injeksi, hal apa saja yang menyebabkan keempat syarat diatas tidak terpenuhi ?

1. Fuel pump mati

Pada dasarnya fuel pump akan memompa bensin dari tanki agar sampai ke mesin, tapi pada sistem injeksi fungsi fuel pump bukan Cuma itu. Fuel pump juga berfungsi untuk menaikan tekanan bensin pada value tertentu agar bensin bisa tersembur keluar dari injektor saat injektor terbuka.

Jadi, ketika mesin menyala maka fuel pump akan terus bekerja karena kalau fuel pump mati sedetik saja tekanan bensin akan turun sehingga bensin tidak bisa keluar dari injektor.

Untuk mengecek apakah fuel pump mati atau tidak, coba dengarkan bunyinya. Fuel pump ini terbenam didalam tanki, ketika fuel pump bekerja bunyinya terdengar mendengung.

Selain itu, cek engine juga biasanya ikut menyala yang menandakan ada kerusakan pada sistem efi.

2. Selang bensin bocor

Selang bensin pada mobil injeksi sebenarnya sama saja seperti selang bensin pada mobil-mobil karbu. Tapi selang ini dibuat lebih kuat karena harus menahan tekanan bensin yang lebih tinggi dibandingkan sistem karburator.

Memang, jarang sekali kejadian selang bensin bocor karena kelebihan tekanan bensin. Yang sering terjadi adalah, selang ini terkena batu atau benda keras lain yang menyebabkan selang pecah sehingga bocor.

Ketika selang bocor, maka bensin dari dalam selang akan bocor sehingga tekanan bensin drop. Ini akan membuat mesin tidak menyala karena bensin tidak keluar dari injektor.

Selain karena benturan, bensin juga bisa bocor dari klem sambungan selang dengan filter bensin. Sehabis mengganti filter bensin, bisa saja klem tersebut kurang klop. Sehingga begitu mesin dinyalakan, tekanan bensin akan melepas sambungan selang. Akibatnya bocor.

Ini bisa terdeteksi dengan mudah dengan melihat lantai atau kolong mobil. Kalau ada tetesan bensin maka sudah pasti bensin bocor.

3. Aki lemah

img by todayifoundout.com

Aki memang tidak masuk syarat mesin bisa hidup, tapi aki masuk syarat agar motor starter bisa hidup dengan normal. Maksudnya, ketika aki lemah maka cranking RPM motor starter menjadi lebih lemah.

Padahal, untuk menghidupkan mesin perlu RPM cranking yang agak tinggi (sekitar 700 RPM). Tapi kalau RPM cranking lemah, otomatis mesin jadi susah hidup.

Contohnya ketika anda menghidupkan motor dengan kick starter, kalau ayunan kick starter lemah apa mesin bisa hidup ? kalau suhu mesinnya masih panas mungkin masih bisa tapi kalau dipagi hari saat suhu mesin dingin kita harus mengayunkan kick starter dengan keras agar mesin hidup.

Baca pula : 7 Hal Yang Menyebabkan Aki Mobil Cepat Tekor

4. Busi kotor

Busi kotor itu hal yang wajar, oleh sebab itu ada jadwal service rutin yang salah satunya membersihkan busi. Kalau busi tidak dibersihkan padahal mobil selalu digunakan, maka ada titik dimana busi sudah tertutup oleh kerak sehingga tidak bisa mengeluarkan api.

Masalah busi ini umumnya masih mending, karena mesin masih bisa hidup setelah distarter beberapa kali. Tapi biasanya juga disertai brebet. Oleh sebab itu, jangan lewatkan jadwal service rutin apalagi untuk mobil injeksi.

5. ISC valve macet

Kalau di karburator, itu ada dua sekrup yang mengatur RPM idle mesin. Tapi pada sistem injeksi, itu sudah tidak ada. Keberadaan sekrup itu digantikan oleh ISC valve.

ISC valve adalah katup yang mengatur suplai udara saat katup gas tertutup (saat idle). Katup ini bekerja secara elektronik dan diatur oleh ECU.

Kalau katupnya macet, maka katup akan tertutup terus meski harusnya terbuka. Kalau katup ISC mampet, mesin tidak bisa hidup karena udara seperti diblok.

Masalah ISC ini juga sama seperti busi dimana kalau kotor itu wajar. Oleh sebab itu, pembersihan ISC valve juga dilakukan saat service rutin supaya RPM idle mesin tetap stabil.

6. Ada sensor yang rusak

Sensor apapun itu kalau rusak, akan menyebabkan kesalahan perhitungan pada ECU. Hasilnya, performa mesin akan terganggu, bisa mesin brebet baik diputaran rendah, diputaran sedang atau di RPM tinggi. bisa juga mesin tidak bisa dihidupkan.

Intinya, kalau anda menjumpai masalah pada mesin lalu diikuti cek engine yang nyala terus. Segera bawa ke bengkel, karena sulit sekali mendeteksi sensor apa yang rusak tanpa keahlian yang mumpuni dan alat scan.

Setelah sensor yang rusak ditemukan, bengkel biasanya akan menyarankan untuk mengganti unit sensor tersebut. Sensor ini sama seperti komponen elektronik (seperti resistor, transistor, dst) yang harus diganti kalau rusak. Jadi jangan tanya cara memperbaiki sensor tersebut.

Timming Belt Mobil Tiba-Tiba Putus, Begini Solusinya

Timming belt adalah sabuk bergerigi yang menghubungkan poros engkol dengan poros nok atau camshaft. Fungsinya, untuk menggerakan mekanisme katup sesuai putaran mesin.

Apa jadinya kalau timming belt ini putus ?

Tentu saja dampak yang paling terlihat mekanisme katup tidak akan bekerja, dengan kata lain katup-katup mesin tidak akan terbuka dan tertutup.


Tapi yang paling membuat kesal, masalah ini seringnya terjadi ketika kita sedang menempuh perjalanan tiba-tiba mesin mogok dan ketika distarter terasa ngelos.

Ini adalah tanda- tanda kalau timming belt mobil sudah putus. Lalu bagaimana solusinya kalau timming belt putus saat sedang melakukan perjalanan ?

Solusinya hanya satu yakni dengan menghubungi bengkel terdekat. Hal itu dikarenakan tanpa timming belt, maka katup tidak bisa bekerja. Kalau katup tidak bekerja, bagaimana mungkin mesin bisa hidup ?

Tapi bagaimana kalau lokasi mobil jauh dari keramaian ?

Tentu ini yang paling ditakutkan, contohnya ketika sedang melakukan perjalanan ke gunung tiba-tiba timming belt putus. Kalaupun ada bengkel di pinggir jalan, belum tentu ada part penggantinya karena setiap merk mobil punya part sendiri-sendiri.

Tapi anda seharusnya bisa mengantisipasi kejadian semacam itu, salah satu cara antisipasinya adalah anda sebelumnya perlu menyimpan kontak layanan derek atau bengkel langganan anda. Sehingga ketika kejadian ini terjadi, masih ada harapan meski agak merepotkan.

Karena kerusakan timming belt itu masuk ke masalah serius. Kalaupun anda membawa part cadangannya, belum tentu bisa dipasang disitu juga. Timming belt itu berbeda dengan drive belt atau V belt, timming belt terletak dibalik cover engine depan, untuk membukanya anda perlu membongkar bagian pulley-pulley, engine mounting dan komponen tambahan mesin lainnya.

Selain itu, saat memasang timming belt juga harus ditepatkan lagi timmingnya (sudut posisi camshaft terhadap crankshaft). Kalau timming ini tidak pas, maka masalah lain akan muncul yakni katup yang bengkok.

Timming ini hubungannya dengan ketepatan katup agar terbuka sesuai posisi piston. Kalau posisi piston sedang langkah hisap, maka katup hisap harus terbuka. Kalau timming salah, bisa saja terjadi benturan antara piston yang bergerak ke atas namun katupnya malah terbuka. Hasilnya katup bengkok.

Apa Saja Hal Yang Memicu Timming Belt Putus ?

img by rennlist.com

Ada beberapa hal yang membuat timming belt putus, antara lain.

1. Faktor usia

Kalau umur mobil anda sudah diatas 5 tahun dan belum pernah ganti timming belt, anda patus waspada. Karena timming belt bisa putus kapan saja, komponen ini terletak didalam cover engine jadi sulit untuk memeriksa kondisinya tanpa membongkar.

Paling, anda akan mendengar bunyi decitan dari bagian depan mesin. Itu menjadi tanda awal kalau timming belt perlu diganti yang baru.

2. Pegas katup yang terlalu keras

Semakin kuat pegas katup, maka semakin kuat juga daya yang diperlukan untuk menekan katup agar terbuka. Ujung-ujungnya, timming belt harus bekerja lebih ekstra karena beban pegas katup lebih besar. Penambahan beban kerja timming belt inilah yang juga bisa membuat timming belt kendor lalu putus.

3. Terkena ceceran oli

Timming belt itu pada dasarnya berbahan karet, dan bersifat kering. Sehingga tidak memerlukan pelumasan, ketika ada ceceran oli justru itu akan membuat timming belt selip. Ujung-ujungnya, ini akan membuat permukaan timming belt semakin terkikis akhirnya putus.

Berbeda dengan timming chain yang menggunakan rantai, maka wajib memperoleh lubrikasi.

Tips Supaya Timming Belt Aman


Untuk mengantisipasi timming belt yang putus ditengah jalan, ada beberapa tips yang bisa anda ikuti

1. Pastikan kondisi timming belt baik

Ini bisa dipastikan dari usia dan bunyi yang dihasilkan, kalau tidak ada bunyi berisik diarea mesin maka timming belt aman. Namun kalau ada bunyi berisik terlebih umur timming belt sudah terlalu tua, lebih baik ganti dengan yang baru.

2. Pastikan anda mengganti timming belt di bengkel yang berpengalaman

Karena ada banyak kasus juga, timming belt putus setelah diganti yang baru. Ternyata, ini disebabkan kesalahan saat pemasangan timming belt tersebut. Jadi disarankan untuk melakukan penggantian komponen yang sensitif seperti ini, percayakan di bengkel yang sudah berpengalaman.

3. Pastikan anda menyimpan nomor bengkel kepercayaan anda serta layanan derek

Ini adalah antisipasi terakhir saat timming belt benar-benar putus ditengah jalan. Meski kita sudah melakukan antisipasi diatas, tetap saja masih ada faktor lain yang tanpa diduga menyebabkan timming belt putus. Jadi ada baiknya kita juga mengantisipasi saat kejadian itu benar-benar terjadi.

Air Radiator Mobil Cepat Habis, Apa Penyebabnya ?

Air radiator memiliki peran yang cukup penting terhadap proses pendinginan mesin, karena air ini akan mentransfer panas dari mesin ke radiator sehingga suhu mesin bisa tetap stabil meski mesin terus dipaksa untuk bekerja.

Kekurangan air radiator dapat menyebabkan mesin mengalami overheat atau kepanasan.

Lantas, mengapa kadang air radiator sering berkurang ? apa penyebabnya ? mari kita bahas bersama

Penyebab Air Radiator Mobil Cepat Habis


1. Tutup radiator rusak

Tutup radiator memang berfungsi sebagai penutup radiator, tapi masih ada fungsi lain yakni sebagai pengatur tekanan radiator.

Jadi tutup ini memiliki mekanisme katup yang secara otomatis terbuka ketika tekanan didalam radiator tinggi. Ketika katup pada tutup radiator terbuka maka ada sebagian air pendingin yang keluar menuju tanki reservoir. Nantinya air tersebut akan tersedot kembali ke dalam radiator saat suhu air dingin sehingga volume air radiator bisa tetap stabil.

Kerusakan tutup radiator khususnya dibagian katup ini akan membuat air radiator langsung bocor saat suhu air mulai panas. Padahal, tekanannya belum mencapai tekanan radiator maksimal. Ini jelas akan mengurangi volume air radiator dengan lebih cepat.

Selain dibagian katup, bagian ulir tutup radiator yang mulai aus juga menyebabkan kebocoran air. Jadi nanti ada bekas luberan air pada bagian tutup radiator.

Masalah ini bisa diselesaikan dengan mengganti tutup radiator yang baru.

2. Ada sumbatan didalam radiator

Apabila tekanan didalam radiator tinggi maka seperti mekanisme diatas, air radiator akan keluar melalui tutup radiator.

Tapi kalau tekanan didalam radiator terus tinggi, maka air radiator akan terus dialirkan keluar radiator melalui tutup radiator. Salah satu hal yang menyebabkan tekanan didalam radiator terus tinggi itu karena pipa-pia radiator tersumbat. Bisa tersumbat oleh kerak, atau lumpur dari segala kotoran yang terkumpul.

Masalah ini memang hampir sama gejalanya dengan yang pertama, tetapi ada perbedaan dibagian kipas radiator (kalau pakai kipas elektrik). Kipas cenderung lebih sering berputar karena pengaruh suhu dan tekanan air yang terus tinggi.

Solusi dari penyebab ini, adalah dengan menguras radiator dan menyemprotkan air bertekanan didalam radiator untuk mendorong kotoran yang menyumbat agar keluar.

3. Air didalam reservoir pembuangan habis


Ketika tekanan didalam radiator, air yang keluar dari tutup radiator itu akan ditampung didalam reservoir tank. Antara tutup radiator dan reservoir ini dihubungkan melalui sebuah selang. Harusnya, ujung selang ini terbenam pada air didalam reservoir.

Alasannya, karena ketika suhu radiator dingin maka tekanan didalam radiator akan menurun. penurunan tekanan radiator ini akan menyedot air dari dalam reservoir tank. Kalau ujung selang pembuangan ini mengambang (tidak terbenam) maka yang disedot bukan air melainkan udara.

Hasilnya, volume air radiator akan terus berkurang.

Hal yang menyebabkan selang tidak terbenam, itu bisa karena tidak ada air untuk menenggelamkan selang didalam reservoir atau karena selang tertarik keatas.

Masalah ini bisa diselesaikan dengan menenggelamkan selang pada air didalam reservoir lalu isi radiator hingga penuh.

4. Ada kebocoran pada sistem pendingin


Kebocoran pada sistem pendingin tentu saja akan mengurangi volume air, kalau bocornya kecil maka volume air pendingin bisa berkurang dengan lambat. Tapi kalau bocornya deras, air pendingin akan habis dengan cepat.

Namun kebocoran yang kecil itu justru yang sulit dideteksi, karena bocornya hanya tetesan. Kalau tetesan ini jatuh ke area panas mesin seperti knalpot tentu langsung menguap sehingga tidak ada bekas pada lantai.

Jadi bagimana cara mengecek kebocoran ?

Anda bisa gunakan senter untuk menyoroti bagian-bagian yang sensitif seperti sambungan selang dan area selang yang meliak-liuk. Meski tidak ada bekas dilantai, tetap ada bekas diarea yang bocor. Biasanya berupa garis putih.

Untuk lebih mudah, cek sambil mesin dihidupkan. Maka kebocoran pasti lebih mudah dicari.

5. Air keluar lewat sambungan antar selang yang kurang rapat

Tak semua kebocoran air pendingin itu karena selang yang robek tapi bisa juga karena klem selang yang kendor atau sudah rapuh. Ada dua jenis klem pada selang radiator, ada yang menggunakan tipe sekrup dan ada juga yang menggunakan tipe pegas.

Kalau sekrup, tinggal diputar saja sekrupnya untuk mengencangkan atau mengendorkan. Sementara yang tipe pegas akan secara otomatis kencang, kalau mau melepas harus dijepit menggunakan tank untuk membukanya.

Baik tipe pegas atau tipe sekrup, keduanya sama-sama bisa mengalami kerusakan. Kalau klem ini kendor, maka selang dan bagian yang disambung itu akan longgar sehingga air bisa bocor dari bagian itu.

Masalah ini bisa diatasi dengan mengencangkan klem kalau klemnya masih baik hanya kurang kencang atau salah posisi. Tapi alangkah lebih baik untuk menggunakan klem baru.

6. Putaran kipas melemah

Kipas pendingin berfungsi untuk mengalirkan udara untuk mendinginkan radiator. Semakin cepat putaran kipas, semakin cepat pula pendinginan didalam radiator.

Kalau putaran kipas lemah, maka pendinginan radiator menjadi lambat. Sementara itu, mesin terus dipacu untuk bekerja. Hasilnya, suhu air pendingin cenderung naik. Kalau suhunya terus naik maka tekanannya juga akan naik, dan kalau tekanan didalam radiator naik otomatis air akan keluar melalui tutup radiator.

Dan ini akan mengurangi volume air radiator.

5 Penyebab Mesin Diesel Mudah Panas

Mesin diesel dikenal sebagai mesin yang telat panas, hal itu benar saja karena mesin diesel memiliki efisiensi thermal yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan mesin bensin.

Artinya apa ?

Baik mesin diesel dan bensin sama-sama menghasilkan panas, namun energi panas pada mesin diesel disalurkan lebih efisien sehingga panas yang terbuang ke radiator tidak sebesar mesin bensin. Selain itu, beberapa mobil diesel memiliki kipas radiator konvensional yang secara otomatis berputar saat mesin hidup meski suhu mesin masih dingin.

Itu akan membuat mesin diesel lebih lama panasnya.

Namun, ada beberapa orang yang malah mengeluhkan mobil diesel mereka cepat panasnya, padahal kalau mesin diesel normal itu memerlukan waktu lebih dari 30 menit untuk mencapai suhu optimal/suhu kerjanya.

Lalu apa penyebabnya ?

5 Hal Yang Menyebabkan Mesin Diesel Cepat Panas


1. Air radiator bocor

Air radiator berfungsi sebagai perantara panas mesin agar bisa didinginkan oleh radiator. Tapi sebelum suhu kerja mesin tercapai, air radiator berperan untuk meratakan panas mesin.

Jadi ketika mesin baru nyala, bagian mesin yang paling panas itu diarea dekat ruang bakar. Berkat adanya air pendingin yang bersirkulasi didalam mesin, panas tersebut bisa tersebar.

Ketika volume air pendingin kurang, maka panas mesin tidak dapat disebar. Sehingga meski mesin baru hidup, bagian atas mesin cenderung terasa lebih panas daripada bagian lainnya.

Kebocoran ini bisa berasal dari selang radiator yang pecah, sambungan selang yang renggan, atau bisa juga karena radiator bocor.

2. Water pump tidak berputar

Water pump atau pompa air mungkin sudah anda ketahui, yakni komponen untuk membuat air pendingin bersirkulasi. Water pump ini ada dua macam, ada yang konvensional dan elektrik.

Untuk mobil-mobil diesel low-end biasanya menggunakan tipe konvensional dimana water pump digerakan V belt yang terhubung ke pulley mesin. Sementara mesin diesel mutakhir, menggunakan motor listrik untuk menggerakan water pump.

Apapun jenisnya, kalau water pump tidak berfungsi maka air pendingin akan diam saja. Dan ini akan sama efeknya dengan point pertama dimana panas mesin tidak dapat tersebar secara merata sehingga bagian atas mesin cenderung lebih panas.

3. Thermostat tidak mau terbuka

Thermostat adalah pintu yang membuka dan menutup saluran pendingin dari mesin ke radiator. Fungsi thermostat sebenarnya untuk mempercepat pemanasan mesin, cara kerjanya ketika suhu mesin masih dingin thermostat akan tertutup dan thermostat secara otomatis terbuka ketika suhu air pendingin didalam mesin mulai panas.

Ketika thermostat tertutup, air pendingin hanya bersirkulasi didalam mesin sehingga panas yang dihasilkan mesin tidak keluar ke radiator. Namun saat thermostat terbuka, sirkulasi air baru melibatkan radiator. Ketika ini terjadi, maka pemanasan mesin akan lebih lambat karena panas yang dihasilkan mesin sebagian dibuang ke radiator.

Ketika thermostat macet atau tidak mau terbuka, maka mesin akan hidup dengan normal namun suhu mesin cenderung meningkat tanpa ada penurunan.

4. Kerusakan Engine coolant temperature

Engine coolant temperatur atau sensor suhu air pendingin berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin. Ini biasanya ada pada mesin diesel common rail, dimana data dari sensor ini akan digunakan sebagai salah satu acuan kadar solar yang diinjeksikan, dan untuk menentukan kapan kipas pendingin dinyalakan.

Kerusakan sensor akan menyebabkan data yang salah, misal meski suhu mesin sudah panas namun sensor tetap membaca suhu dingin. Itu akan memicu ECU untuk mengaktifkan sistem untuk mempercepat pemanasan mesin.

Sehingga kondisi mesin mulai panas, tapi terus dipanaskan sehingga mesin akan cepat panas.

Biasanya kerusakan sensor apapun, akan memunculkan kedipan cek engine. Jadi kalau anda lihat indikator ini berkedap-kedip pada dashboard segera bawa ke bengkel untuk di cek lebih lanjut.

5. Saluran air didalam mesin (water jacket) tersumbat

Sumbatan pada saluran air pendingin didalam mesin bisa terjadi karena ada kerak atau kotoran pada air pendingin yang bersirkulasi.

Dari mana asal kerak itu ?

Bisa dari tepian water jacket yang terkikis karena panas, kikisan water jacket tersebut akan menjadi benda yang menyumbat saluran air pendingin didalam mesin. Sehingga air pendingin tidak dapat bersirkulasi dengan normal hasilnya mesin akan cepat panas.

5 Penyebab Radiator Bocor + Cara Menanggulanginya

Pada mobil, radiator digunakan untuk mendinginkan air pendingin dimana air pendingin ini dipakai untuk mengisap panas mesin.

Jadi bisa dikatakan, pada sistem pendingin mesin radiator menjadi komponen utama karena komponen ini yang berperan dalam pendinginan suhu.

Karena ini adalah komponen utamanya maka ketika terjadi kerusakan pada radiator mesin akan mengalami overheat. Salah satu masalah yang kerap ditemui pada radiator adalah radiator bocor.

Lalu apa saja penyebabnya dan bagaimana cara menghindari supaya radiator tidak gampang bocor ? simak ulasannya dibawah.

Baca juga : 6 Penyebab Mobil Overheat

Penyebab Radiator Bocor


1. Radiator terkena benda keras

Yang paling umum adalah karena radiator terkena pukulan benda keras, kita tahu kalau radiator itu berbentuk pipih dengan dua buah tank dimana diantara tank tersebut terdapat sirip-sirip dan selang pipih.

Ketika ada benda keras seperti batu mengenai bagian selang pipih ini, tak jarang selang pipih tersebut akan penyok hingga bocor. Tentunya tergantung benda apa yang mengenainya, kalau hanya kerikil mungkin masih tidak masalah.

Selain karena ada benda dari luar, faktor tabrakan juga bisa membuat radiator bocor. Meski tabrakannya tidak begitu parah hanya bagian bumper depan saja yang penyok, itu sudah bisa membuat radiator bocor. Hal itu karena letak radiator mobil itu ada dibalik bumper depan.

Ketika radiator sudah bocor, maka ada dua opsi yang bisa anda ambil sebagai solusinya ;

  • Yang pertama mengganti unit radiator
  • Dan kedua dengan menambal radiator ke tukang service radiator. Tentu opsi ini lebih murah biayanya tapi bisa dilakukan kalau bocornya tidak parah.
Baca juga : Solusi untuk radiator mobil bocor

2. Ada sumbatan didalam radiator



Sumbatan ini akan menghalangi aliran air radiator, sementara air pendingin didalam radiator itu punya suhu yang panas. Sehingga ketika air panas tersebut tersumbat maka akan meningkatkan tekanan didalam radiator.

Hasilnya, sambungan antar tank radiator dan pipa pipih akan mengalami kebocoran.

Ketika ini terjadi, anda akan melihat bahwa air radiator bocor dari bagian dekat tank radiator baik tank atas atau yang bawah.

Bagaimana solusinya ?

Kalau yang bocor sambungannya, maka masih bisa ditambal lagi tapi sebelumnya anda perlu membersihkan semua sumbatan didalam radiator. Sumbatan-sumbatan ini asalnya bukan dari luar, tapi berasal dari kerak-kerak saluran pendingin yang terlepas karena faktor panas.

Kerak-kerak ini kalau masuk ke radiator maka akan menyumbat pipa pipih radiator.

3. Tempat pembuangan air radiator tidak rapat

Tempat pembuangan atau drain plug ini terletak dibagian bawah radiator, fungsinya untuk menguras air pendingin. Dari sini juga bisa terjadi kebocoran, khususnya pada sistem pendingin yang sering dikuras.

Terkadang ada kendala tersendiri ketika akan menguras air radiator, hal itu karena beberapa mobil yang memiliki ruang terbatas sangat sulit untuk menjangkau drain plug ini. Hasilnya, ketika berhasil dibuka lalu dipasang lagi, menjadi kurang kencang.

Ini tentu akan memicu air radiator bocor.

Selain itu kalau drain plug sering dibuka, maka resiko terjadi slek/dol itu menjadi lebih besar. Sehingga baut penguras tidak bisa dikencangkan dan air radiator tetap bocor.

Biasanya beberapa teknisi mengakali hal itu dengan melapisi baut penguras menggunakan sealtape supaya lebih rapat.

4. Air radiator yang tercampur material lain

Beberapa material seperti garam, kapur, atau merkuri dapat merusak radiator. Cairan-cairan ini bisa tercampur pada air radiator dari penggunaan cairan-cairan lain yang katanya bagus kalau dicampur air radiator.

Yang perlu anda ingat, bahan atau material radiator mobil itu berbeda. Mungkin anda ingin menambahkan cairan supaya pendinginan lebih baik tapi itu belum tentu cocok untuk radiator mobil anda. sehingga itu justru bisa merusak radiator mobil anda.

Jadi, usahakan anda mengukuti saran pabrikan terkait coolant atau produk air radiator yang dapat digunakan serta cairan-cairan tambahan apa yang boleh dipakai.

5. Faktor komponen radiator itu sendiri yang sudah rapuh

Untuk mobil yang usianya diatas 5 tahun, kalau radiatornya bocor maka itu wajar dan tidak usah panik karena memang sudah waktunya untuk diganti. radiator itu selalu berhubungan dengan air panas, sehingga lambat laun juga akan rapuh.

Penambalan untuk radiator yang sudah berumur pun tidak direkomendasikan, karena secara keseluruhan material radiator sudah lemah sehingga nanti justru akan menimbulkan titik kebocoran yang baru.

Tips Membuat Radiator Awet


Untuk membuat radiator mobil anda awet, ada beberapa tips yang bisa anda lakukan

1. Jangan sering membuka tutup radiator

Jangan keseringan membuka tutup radiator, memang mengecek air radiator itu bagus tapi anda bisa cek dari tabung reservoirnya tanpa membuka tutup radiator. Alasannya, terdapat sistem pengaturan tekanan radiator pada tutup radiator, dan ini sangat sensitif sehingga lebih baik jangan keseringan dibuka.

Baca pula : 3 Cara Mencegah Mobil Agar Tidak Overheat

2. Ganti air radiator sesuai jadwal dengan prosedur yang benar

Jadwal penggantian air radiator bisa anda lihat pada buku service mobil anda, biasanya sekitar 30 ribu atau 40 ribu KM. Ketika menguras pun, harus dilakukan dengan benar pasalnya ada kerak didalam saluran pendingin yang harus dikeluarkan dulu.

Cara mengeluarkannya pun ada yang menggunakan flushing, ada pula yang menggunakan angin bertekanan.

3. Pakai air radiator sesuai rekomendasi pabrikan

Ini karena pabrikan sudah tahu mana produk air pendingin yang memang pas dengan material radiator mobil. Jadi tidak ada salahnya menuruti rekomendasi meski ada yang lebih mahal dan lebih bagus tetapi belum tentu cocok.

Mobil Distarter Bunyi Tek Tek, Ini 4 Penyebabnya

Bunyi-bunyian mesin yang terdengar baik ketika mesin sedang dinyalakan atau ketika mesin sudah nyala bisa menandakan ada masalah serius pada mesin.

Salah satunya bunyi tek tek yang terdengar ketika mesin distarter. Kira-kira apa yang menyebabkan bunyi tek tek tersebut muncul ?

Mari kita bahas secara detail

Penyebab Bunyi Tek Tek Saat Mobil Distarter


1. Dinamo starter oblak

Dinamo starter adalah komponen yang berperan saat sedang menyalakan mesin, komponen ini akan memutar poros engkol mesin dengan memanfaatkan energi listrik didalam aki.

Posisi dinamo starter, dibaut dibagian belakang mesin tepatnya didekat flywheel.

Daya yang dikeluarkan dinamo starter itu cukup besar, karena mesin mobil memiliki 4 piston sehingga perlu kekuatan lebih untuk sekedar memutar poros engkolnya.

Karena dayanya yang besar, kalau baut pengikat dinamo starter ini kurang kencang atau dol, maka bisa membuat dinamo starter bergetar ketika menyala. Hasilnya, kita akan mendengar bunyi tek-tek saat starter dinyalakan.

Karena berasal dari dinamo starter, bunyi ini hanya terdengar ketika starter dinyalakan. Ketika mesin berhasil menyala, bunyi ini hilang. Dan bunyi akan kembali muncul saat starter dinyalakan lagi.

Bagaimana solusinya ?

Kalau baut pengikat kurang kencang, segera kencangkan namun kalau baut atau bahkan lubang bautnya yang aus/dol maka perlu dibubut lagi.

2. Gigi pinion motor starter rusak

Gigi pinion adalah roda gigi kecil yang menghubungkan dinamo starter dengan roda gigi flywheel. Jadi ketika starter dinyalakan, roda gigi pinion ini akan muncul dan bertautan dengan flywheel. Sehingga ketika poros dinamo berputar, itu juga akan memutar flywheel beserta poros engkol.

Masalah yang kerap muncul pada gigi pinion ini, pertama keausan roda gigi dan yang kedua roda gigi ini rontok/terkikis. Hal itu disebabkan karena cara kerja roda gigi ini yang selalu keluar masuk sehingga sering bertabrakan dengan roda gigi flywheel.

Kalau roda gigi pinion sudah tidak rata, maka akan menimbulkan bunyi tek tek seperti ini. Tipikal bunyinya juga sama seperti nomor 1, dimana bunyi hanya terdengar ketika starter dinyalakan.

Tapi solusinya, hanya satu yakni dengan mengganti roda gigi pinion.

3. Engine mounting rusak


Engine mounting adalah komponen yang memegangi mesin supaya tetap kokoh diposisinya didalam ruang mesin. Selain memagangi mesin agar kokoh, engine mounting juga dibuat sedikit fleksibel dengan maksud untuk menyerap getaran yang dihasilkan mesin sehingga body mobil tetap nyaman meski mesin bekerja pada RPM tinggi.

Untuk mendapatkan fungsi tersebut, engine mounting dibuat dari dua bahan yakni logam dibagian frame dan dan ada karet tebal sebagai peredamnya.

Masalah yang sering muncul, itu karet engine mounting pecah sehingga tidak Cuma kehilangan daya redam getaran, engine mounting juga bisa menimbulkan bunyi.

Bunyi yang muncul itu berupa bunyi tek tek saat mesin dinyalakan, serta ketika mesin hidup mesin juga terlihat berguncang.

Masalah engine mounting ini bisa diatasi dengan mudah, caranya hanya dengan menggantinya dengan yang baru.

4. Oli belum naik


Penyebab yang terakhir mungkin tidak terfikirkan oleh anda, khususnya pada mobil yang lama tidak dihidupkan. Biasanya oli akan mengumpul di carter atau oil pan sehingga bagian atas mesin seperti bagian klep, dan kepala silinder mengalami kekeringan oli.

Saat pertama kali mesin distarter setelah lama tidak dihidupkan, biasanya akan terdengar bunyi tek tek tek. Bunyi itu muncul akibat komponen mekanisme katup yang sedang bekerja dengan pelumas yang belum naik.

Tapi bunyi ini biasanya hanya bertahan sesaat, karena begitu oli naik maka bunyi tersebut hilang.

Jadi ketika bunyi tek tek ini muncul sesekali saat mesin distarter, itu berasal dari oli yang belum naik dan tidak perlu mengtkhawatirkan apapun.

6 Penyebab Mobil Injeksi Tidak Bisa Hidup

Dibalik semua kelebihan yang dimiliki mobil injeksi, ketika mesinnya bermasalah maka akan sulit mendeteksi kerusakannya. Itulah yang dikatakan banyak orang.

Hal itu tidak lepas dari pengontrol mesin yang sudah berbasis elektrik sehingga untuk mencari tahu masalahnya dimana harus menggunakan alat scanner. Nanti pada scanner akan muncul DTC (diagnostic test code) yang dapat diterjemahkan untuk mencari tahu mana komponen yang eror.

Namun, diartikel ini kita tidak membahas bagaimana menggunakan alat scan ini karena yang punya alat scan ini tentu hanya bengkel yang berlisensi.

Jadi, diartikel ini kita akan membahas hal apa saja yang menyebabkan mobil injeksi susah dihidupkan tanpa melakukan scan.

Penyebab Mobil Injeksi Tidak Bisa Hidup


1. ISC valve tertutup

ISC valve adalah katup yang mengatur aliran udara ke mesin saat idle mesin (saat katup gas tertutup). Ketika idle, harusnya ISC ini terbuka namun kalau ISC eror maka ISC akan tertutup. Hal itu menyebabkan tidak ada aliran udara yang masuk ke mesin atau aliran udaranya sangatlah minim.

Padahal, agar terjadi pembakaran mesin memerlukan udara, bensin, dan percikan api. Kalau salah satunya tidak terpenuhi otomatis mesin tidak akan nyala.

Untuk mendeteksi kerusakan ISC valve, biasanya ada tanda-tanda sebelumnya berupa RPM idle yang sering naik turun, dan sebelumnya mesin bisa dihidupkan tapi tersendat.

Ketika tanda-tanda tersebut muncul, coba lepas ISC valve yang terletak pada area throttle body. Lalu cek jarumnya dan coba gerakan maju mundur. Biasanya keruskan ISC valve disebabkan karena jarum yang macet karena kotor atau bisa juga karena motor ISC yang rusak.

Kalau hanya kotor masih bisa dibersihkan tapi kalau motor ISC yang kena, maka harus diganti ISCnya.

2. Fuel pump mati

Pada mobil injeksi, fuel pump tidak hanya berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar ke mesin tapi fuel pump juga digunakan untuk menahan tekanan bahan bakar pada angka tekanan tertentu. Tujuannya, supaya bensin bisa tersembur keluar dari injektor maka tekanan bahan bakar perlu dinaikan.

Yang menaikan tekanan bahan bakar, itu fuel pump. Kalau tekanan bahan bakar drop, maka bensin tidak bisa tersembur dari injektor. Akibatnya, mesin kekurangan pasokan bensin sehingga mesin sulit dihidupkan.

Untuk mendeteksi kerusakan fuel pump, sebenarnya bisa anda lakukan saat memposisikan kunci kontak ke ON. Saat itu akan fuel pump akan menyala dengan durasi sekitar 3 detik, jadi pas kunci diputar ke posisi ON coba dengarkan dari arah tanki bensin apakah ada suara dengungan atau tidak.

Kalau ada, maka fuel pump menyala tapi kalau tidak ada suara bisa jadi fuel pump mati. Ketika tekanan bahan bakar drop, beberapa mobil akan memunculkan cek engine tapi beberapa lainnya tidak.

3. Selang bahan bakar bocor

Selang bahan bakar pada mobil umumnya terbuat dari bahan seperti plastik tebal yang ringan, tahan bocor tapi tidak elastis. Sehingga kena puntiran sedikit saja, selang bisa pecah.

Kalau selang pecah, maka bensin akan bocor. Tapi bukan itu masalahnya, kalau bensin bocor dari selang maka tekanan bahan bakar menjadi drop. Hasilnya, mesin juga sulit menyala.

Ini mudah sekali dideteksi dengan melihat kolong mobil. Kalau ada tetesan bensin, maka sudah pasti sistem bahan bakar mengalami kebocoran. Ketika sudah terdeteksi masalah ini, segera putar kunci kontak ke posisi OFF dan lakukan inspeksi lanjutan untuk mencari tahu area mana yang bocor.

4. Busi mati

img by autobytel.com

Busi mati itu masalah klasik, mobil karburator maupun injeksi kalau businya mati mesin juga tidak bisa dihidupkan. Tapi, ini jarang terjadi kecuali pada mobil yang pemiliknya malas melakukan service.

Hal itu karena mesin mobil umumnya memiliki 4 silinder yang artinya ada empat buah busi pada satu mobil. Kalau salah satu busi mati, mesin sebenarnnya bisa dihidupkan hanya akan pincang. Jadi kalau sampai 3 busi yang mati itu antara kualitas busi yang jelek atau pemilik mobil yang malas menyervis mobilnya.

Baca juga : 6 Ciri Busi Mobil Perlu Diganti

5. Tegangan aki lemah

img : todayifoundout.com

Tegangan aki akan mempengaruhi RPM cranking. RPM cranking adalah jumlah putaran saat mesin distarter. Agar mesin bisa hidup dengan mudah, RPM cranking harus tinggi (sekitar 800-1000 RPM). Kalau RPM cranking rendah, maka pembakaran sulit terjadi sehingga mesin susah hidup.

Salah satu hal yang menyebabkan RPM cranking turun itu karena tegangan aki loyo. Tegangan aki yang melemah ini bisa disebabkan karena aki kurang setrum (biasanya mobil yang baru dinyalakan setelah berbulan-bulan) dan bisa juga karena elektrolit baterai lemah.

Baca juga : 2 Cara Menghidupkan Mobil Yang Akinya Tekor

Kalau tegangan aki drop, biasanya kelistrikan mobil juga akan terganggu seperti lampu redup dan klakson sember.

Solusinya, lakukan cas aki kalau aki hanya kurang setrum. Tapi kalau elektrolitnya yang lemah, ganti air akinya atau ganti unit akinya untuk aki kering.

6. Salah satu sensor mesin eror

Terakhir, mesin mobil injeksi yang susah nyala bisa disebabkan karena salah satu sensor mengalami kerusakan. Masalah sensor ini perlu dicek menggunakan scanner karena memang masalahnya tidak terlihat hanya bisa terasa.

Kalau ada sensor yang rusak, maka hanya akan meninggalkan kedipan cek engine. Jadi kalau cek engine nyala, lebih baik hubungi bengkel. Karena akan lebih parah kalau diperbaiki sendiri tanpa tahu prosedurnya.