Showing posts with label Masalah Mesin Mobil. Show all posts

5 Penyebab Mesin Diesel Mudah Panas

Mesin diesel dikenal sebagai mesin yang telat panas, hal itu benar saja karena mesin diesel memiliki efisiensi thermal yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan mesin bensin.

Artinya apa ?

Baik mesin diesel dan bensin sama-sama menghasilkan panas, namun energi panas pada mesin diesel disalurkan lebih efisien sehingga panas yang terbuang ke radiator tidak sebesar mesin bensin. Selain itu, beberapa mobil diesel memiliki kipas radiator konvensional yang secara otomatis berputar saat mesin hidup meski suhu mesin masih dingin.

Itu akan membuat mesin diesel lebih lama panasnya.

Namun, ada beberapa orang yang malah mengeluhkan mobil diesel mereka cepat panasnya, padahal kalau mesin diesel normal itu memerlukan waktu lebih dari 30 menit untuk mencapai suhu optimal/suhu kerjanya.

Lalu apa penyebabnya ?

5 Hal Yang Menyebabkan Mesin Diesel Cepat Panas


1. Air radiator bocor

Air radiator berfungsi sebagai perantara panas mesin agar bisa didinginkan oleh radiator. Tapi sebelum suhu kerja mesin tercapai, air radiator berperan untuk meratakan panas mesin.

Jadi ketika mesin baru nyala, bagian mesin yang paling panas itu diarea dekat ruang bakar. Berkat adanya air pendingin yang bersirkulasi didalam mesin, panas tersebut bisa tersebar.

Ketika volume air pendingin kurang, maka panas mesin tidak dapat disebar. Sehingga meski mesin baru hidup, bagian atas mesin cenderung terasa lebih panas daripada bagian lainnya.

Kebocoran ini bisa berasal dari selang radiator yang pecah, sambungan selang yang renggan, atau bisa juga karena radiator bocor.

2. Water pump tidak berputar

Water pump atau pompa air mungkin sudah anda ketahui, yakni komponen untuk membuat air pendingin bersirkulasi. Water pump ini ada dua macam, ada yang konvensional dan elektrik.

Untuk mobil-mobil diesel low-end biasanya menggunakan tipe konvensional dimana water pump digerakan V belt yang terhubung ke pulley mesin. Sementara mesin diesel mutakhir, menggunakan motor listrik untuk menggerakan water pump.

Apapun jenisnya, kalau water pump tidak berfungsi maka air pendingin akan diam saja. Dan ini akan sama efeknya dengan point pertama dimana panas mesin tidak dapat tersebar secara merata sehingga bagian atas mesin cenderung lebih panas.

3. Thermostat tidak mau terbuka

Thermostat adalah pintu yang membuka dan menutup saluran pendingin dari mesin ke radiator. Fungsi thermostat sebenarnya untuk mempercepat pemanasan mesin, cara kerjanya ketika suhu mesin masih dingin thermostat akan tertutup dan thermostat secara otomatis terbuka ketika suhu air pendingin didalam mesin mulai panas.

Ketika thermostat tertutup, air pendingin hanya bersirkulasi didalam mesin sehingga panas yang dihasilkan mesin tidak keluar ke radiator. Namun saat thermostat terbuka, sirkulasi air baru melibatkan radiator. Ketika ini terjadi, maka pemanasan mesin akan lebih lambat karena panas yang dihasilkan mesin sebagian dibuang ke radiator.

Ketika thermostat macet atau tidak mau terbuka, maka mesin akan hidup dengan normal namun suhu mesin cenderung meningkat tanpa ada penurunan.

4. Kerusakan Engine coolant temperature

Engine coolant temperatur atau sensor suhu air pendingin berfungsi untuk mendeteksi suhu air pendingin. Ini biasanya ada pada mesin diesel common rail, dimana data dari sensor ini akan digunakan sebagai salah satu acuan kadar solar yang diinjeksikan, dan untuk menentukan kapan kipas pendingin dinyalakan.

Kerusakan sensor akan menyebabkan data yang salah, misal meski suhu mesin sudah panas namun sensor tetap membaca suhu dingin. Itu akan memicu ECU untuk mengaktifkan sistem untuk mempercepat pemanasan mesin.

Sehingga kondisi mesin mulai panas, tapi terus dipanaskan sehingga mesin akan cepat panas.

Biasanya kerusakan sensor apapun, akan memunculkan kedipan cek engine. Jadi kalau anda lihat indikator ini berkedap-kedip pada dashboard segera bawa ke bengkel untuk di cek lebih lanjut.

5. Saluran air didalam mesin (water jacket) tersumbat

Sumbatan pada saluran air pendingin didalam mesin bisa terjadi karena ada kerak atau kotoran pada air pendingin yang bersirkulasi.

Dari mana asal kerak itu ?

Bisa dari tepian water jacket yang terkikis karena panas, kikisan water jacket tersebut akan menjadi benda yang menyumbat saluran air pendingin didalam mesin. Sehingga air pendingin tidak dapat bersirkulasi dengan normal hasilnya mesin akan cepat panas.

Mobil Distarter Bunyi Tek Tek, Ini 4 Penyebabnya

Bunyi-bunyian mesin yang terdengar baik ketika mesin sedang dinyalakan atau ketika mesin sudah nyala bisa menandakan ada masalah serius pada mesin.

Salah satunya bunyi tek tek yang terdengar ketika mesin distarter. Kira-kira apa yang menyebabkan bunyi tek tek tersebut muncul ?

Mari kita bahas secara detail

Penyebab Bunyi Tek Tek Saat Mobil Distarter


1. Dinamo starter oblak

Dinamo starter adalah komponen yang berperan saat sedang menyalakan mesin, komponen ini akan memutar poros engkol mesin dengan memanfaatkan energi listrik didalam aki.

Posisi dinamo starter, dibaut dibagian belakang mesin tepatnya didekat flywheel.

Daya yang dikeluarkan dinamo starter itu cukup besar, karena mesin mobil memiliki 4 piston sehingga perlu kekuatan lebih untuk sekedar memutar poros engkolnya.

Karena dayanya yang besar, kalau baut pengikat dinamo starter ini kurang kencang atau dol, maka bisa membuat dinamo starter bergetar ketika menyala. Hasilnya, kita akan mendengar bunyi tek-tek saat starter dinyalakan.

Karena berasal dari dinamo starter, bunyi ini hanya terdengar ketika starter dinyalakan. Ketika mesin berhasil menyala, bunyi ini hilang. Dan bunyi akan kembali muncul saat starter dinyalakan lagi.

Bagaimana solusinya ?

Kalau baut pengikat kurang kencang, segera kencangkan namun kalau baut atau bahkan lubang bautnya yang aus/dol maka perlu dibubut lagi.

2. Gigi pinion motor starter rusak

Gigi pinion adalah roda gigi kecil yang menghubungkan dinamo starter dengan roda gigi flywheel. Jadi ketika starter dinyalakan, roda gigi pinion ini akan muncul dan bertautan dengan flywheel. Sehingga ketika poros dinamo berputar, itu juga akan memutar flywheel beserta poros engkol.

Masalah yang kerap muncul pada gigi pinion ini, pertama keausan roda gigi dan yang kedua roda gigi ini rontok/terkikis. Hal itu disebabkan karena cara kerja roda gigi ini yang selalu keluar masuk sehingga sering bertabrakan dengan roda gigi flywheel.

Kalau roda gigi pinion sudah tidak rata, maka akan menimbulkan bunyi tek tek seperti ini. Tipikal bunyinya juga sama seperti nomor 1, dimana bunyi hanya terdengar ketika starter dinyalakan.

Tapi solusinya, hanya satu yakni dengan mengganti roda gigi pinion.

3. Engine mounting rusak


Engine mounting adalah komponen yang memegangi mesin supaya tetap kokoh diposisinya didalam ruang mesin. Selain memagangi mesin agar kokoh, engine mounting juga dibuat sedikit fleksibel dengan maksud untuk menyerap getaran yang dihasilkan mesin sehingga body mobil tetap nyaman meski mesin bekerja pada RPM tinggi.

Untuk mendapatkan fungsi tersebut, engine mounting dibuat dari dua bahan yakni logam dibagian frame dan dan ada karet tebal sebagai peredamnya.

Masalah yang sering muncul, itu karet engine mounting pecah sehingga tidak Cuma kehilangan daya redam getaran, engine mounting juga bisa menimbulkan bunyi.

Bunyi yang muncul itu berupa bunyi tek tek saat mesin dinyalakan, serta ketika mesin hidup mesin juga terlihat berguncang.

Masalah engine mounting ini bisa diatasi dengan mudah, caranya hanya dengan menggantinya dengan yang baru.

4. Oli belum naik


Penyebab yang terakhir mungkin tidak terfikirkan oleh anda, khususnya pada mobil yang lama tidak dihidupkan. Biasanya oli akan mengumpul di carter atau oil pan sehingga bagian atas mesin seperti bagian klep, dan kepala silinder mengalami kekeringan oli.

Saat pertama kali mesin distarter setelah lama tidak dihidupkan, biasanya akan terdengar bunyi tek tek tek. Bunyi itu muncul akibat komponen mekanisme katup yang sedang bekerja dengan pelumas yang belum naik.

Tapi bunyi ini biasanya hanya bertahan sesaat, karena begitu oli naik maka bunyi tersebut hilang.

Jadi ketika bunyi tek tek ini muncul sesekali saat mesin distarter, itu berasal dari oli yang belum naik dan tidak perlu mengtkhawatirkan apapun.

Mesin Mobil Bergetar Saat Langsam, Cek 4 Penyebab Berikut

Mesin mobil yang bergetar ketika idle atau langsam bisa disebabkan karena masalah pada internal mesin atau karena ada kerusakan pada komponen penyangga mesin.

Masalah ini sebenarnya bisa terasa ketika mesin digas, tapi saat RPM mesin lebih tinggi biasanya mesin akan lebih stabil karena pembakarannya lebih merata. Sementara di RPM idle, menjadi tidak seimbang.

Lantas, apa saja hal yang menyebabkan mesin bergetar saat langsam ? ini dia penyebabnya


1. Engine mounting rusak

Engine mounting adalah komponen yang menyangga mesin agar tetap diposisinya didalam ruang mesin. Secara sederhana, engine mounting ini yang memegangi mesin.

Ada sekitar 3 sampai 4 engine mounting untuk menyangga mesin dan setiap engine mounting dibuat sedikit fleksibel sebagai cara untuk meredam getaran mesin.

Hal itu karena mesin yang normal itu pasti menghasilkan guncangan, dan dengan adanya mounting ini guncangan yang dihasilkan mesin dapat diredam.

Kerusakan engine mounting akan berdampak pada peredaman guncangan mesin yang kurang maksimal, sehingga mesin terlihat bergetar.

2. Mesin pincang

Mesin pincang adalah kondisi dimana pembakaran didalam mesin tidak berjalan secara seimbang, biasanya ini disebabkan karena ada misfired pada salah satu silinder sehingga efeknya mesin akan bergoyang secara berlebihan.

Misfired ini bisa disebabkan karena ada salah satu busi yang mati, atau bisa juga karena salah satu injektor mampet.

Intinya, apabila salah satu silinder pada mesin tidak terjadi pembakaran otomatis itu akan membuat mesin bergetar dan biasanya RPM mesin juga akan naik sendiri.

Apa solusinya ?

Anda bisa cek maka komponen yang rusak, apa businya atau dari sistem injeksinya. Kalau cek engine menyala, bisa jadi itu berasal dari sistem injeksinya. Namun kalau tidak ada tanda-tanda dari cek engine maka businya yang eror.

3. Keausan komponen-komponen mesin

Komponen yang dimaksud adalah komponen inti mesin seperti blok silinder, katup-katup, dan piston. Komponen-komponen ini memiliki dampak yang cukup besar terhadap performa mesin, apabila salah satu komponen mengalami keausan maka akan timbul beberapa gejala seperti suara kasar dan getaran mesin.

Tapi, masalah keausan ini terjadi hanya pada mesin dengan usia pemakaian yang tergolong besar (diatas 60 ribu KM).

Jadi, kalau mobil anda sudah menempuh pemakaian hingga 60 ribu KM maka ini perlu diwaspadai. Karena masalah-masalah ini bisa diselesaikan dengan melakukan overhoule atau turun mesin.

4. Batang piston bengkok

Batang piston itu memang terbuat dari logam yang kuat dan tahan terhadap lengkungan. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan batang piston ini bengkok. Contohnya efek water hammer atau ketika ada air masuk ke ruang bakar.

Maka piston akan menumbuk air tersebut hasilnya, batang piston bengkok.

Air ini memang bisa masuk dari mana saja, yang paling sering saat menerobos banjir. Dimana ketinggian air mencapai moncong air intake.

Secara performa, batang piston yang bengkok ini akan mengubah volume ruang bakar sehingga daya pembakaran pada tiap silinder mengalami perbedaan. Hal itulah yang menyebabkan mesin bergetar secara berlebihan.

RPM Mobil Karburator Tidak Stabil, Cek 5 Penyebab Berikut

RPM mobil saat idle itu harus stabil diangka 750 hingga 850 RPM. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan RPM idle mesin menjadi naik turun, yang terkadang menembus 1.000 RPM pas idle.

Ternyata penyebabnya bermacam-macam tergantung jenis mobilnya. Kalau RPM naik turun itu terjadi pada mobil injeksi, anda bisa membaca artikel berikut.

Namun kalau masalah tersebut terjadi pada mobil yang masih konvensional atau masih menggunakan karburator, ini dia penyebabnya.

5 Penyebab RPM mobil karburator tidak stabil


1. Selang vakum karburator retak

Pada karburator mobil, itu terdapat banyak sekali sistem. Salah satunya sistem untuk menambah pasokan bensin ke silinder saat mesin terbebani atau kita sebut sistem vakum. Cara kerja sistem ini adalah dengan menyambungkan selang dari ruang vakum karburator ke intake manifold.

Ketika mesin terbebani, maka kevakuman pada intake rendah dan itu akan memicu ruang vakum karburator untuk menambah pasokan bensin.

Tapi kalau selang ini retak, maka saat idle atau ketika mesin tanpa beban pun bisa terdeteksi kevakuman yang rendah. Sehingga sistem vakum akan menambah pasokan bensin ke silinder, sehingga RPM mesin kadang naik dan kadang turun.

Ketika digas, masalah ini cenderung hilang karena kevakuman di intake manifold itu mengalami penurunan sehingga sistem vakum karburator sedikit normal.

Bagaimana solusinya ?

Cari selang karet yang menghubungkan karburator dengan intake manifold, cek apakah ada keretakan atau tidak. Kalau retak, segera ganti.

2. Pilot jet/idle jet kotor

Idle jet merupakan saluran output bensin ke intake manifold saat mesin berada pada RPM rendah (termasuk saat idle). Biasanya saluran ini bisa distel melalui sekrup idle jet, namun terkadang ada masalah seperti ini.

Kalau sekrup idle jet ini kita longgarkan maka RPM akan cenderung naik turun, sementara kalau dikencangkan maka mesin akan mati.

Itu merupakan tanda bahwa idle jet kotor dan perlu dibersihkan.

Untuk membersihkan saluran-saluran karbu, perlu ketelitian karena karburator mobil itu jauh berbeda dengan karburator motor yang sangat simple. Karburator mobil itu banyak sekali sistem tambahannya, jadi kalau ada yang salah pasang malah nantinya akan membawa masalah baru.

Jadi lebih baik serahkan spesialis karburator untuk dilakukan perawatan.

3. Celah platina terlalu lebar

Pada mobil-mobil konvensional, kadang sistem pengapian yang diusung pun masih menggunakan platina. Sementara sistem pengapian platina, kita mengenal celah platina yang secara rutin harus kita stel celahnya.

Kalau tidak, maka akan menimbulkan beberapa masalah seperti RPM yang naik turun atau mesin yang tidak mau idle.

Umumnya itu disebabkan karena celah platina yang terlalu lebar. Kalau celah platina lebar, maka waktu pengapian akan sedikit lebih cepat sehingga itu akan memicu pembakaran mesin yang lebih awal pula. Hasilnya RPM mesin cenderung naik.

Solusinya adalah dengan melakukan stel ulang celah platina, untuk standanya celah platina ini sekitar 0,45 mm untuk mobil kijang. Sementara mobil lainnya masih belum diketahui.

4. Selang vakum advancer retak


Vakum advancer adalah sistem tambahan pada pengapian platina, fungsinya untuk memajukan atau memundurkan timming pengapian (waktu pemercikan busi) sesuai beban yang diterima mesin.

Cara kerjanya, memanfaatkan kevakuman didalam intake manifold. Jadi ketika mesin terbebani, kevakuman didalam intake itu cenderung rendah dan ini kevakuman dimanfaatkan oleh vakum advancer untuk memanipulasi posisi platina. Sehingga secara keseluruhan timming pengapian bisa berubah.

Masalah serupa seperti yang pertama, ketika selang vakum ini retak maka pengapian akan maju mundur meski mesin tidak terbebani. Hasilnya, RPM mesin akan naik turun.

Cara mengatasinya, pertama cek dulu apakah selang ini retak atau tidak. Selang vakum advancer menghubungkan bagian distributor dengan intake manifold. Kalau ternyata retak, harus diganti.

5. Baut pengikat intake manifold dol/slek

RPM yang tidak stabil ternyata bisa juga disebabkan karena intake manifold yang bocor. Namun kebocoran tersebut bukan karena intake yang berlubang melainkan karena intake manifold kurang rapat ke kepala silinder.

Masalah ini bisa disebabkan karena baut yang dol, atau lubang bautnya yang dol yang menyebabkan baut kehilangan daya tekan terhadap intake manifold ke arah kepala silinder.

Hasilnya, udara bisa masuk dari celah tersebut. Dan ini akan membuat semuanya eror, baik sistem vakum karburator dan vakum advancer juga akan mengalami eror. Sehingga dampaknya berupa RPM yang naik turun, brebet, hingga mesin yang ngempos saat digas.

Solusinya, adalah dengan melakukan pembubutan pada area yang slek. Misal lubang baut slek, maka harus dibubut lagi supaya ulirnya terbentuk kembali. Tapi sebelum melakukan ini, cek dulu histori mesin. Apakah pernah atau bahkan sering bongkar pasang area head cylinder ?

Karena kalau mesin jarang atau tidak pernah bongkar pasang area head cylinder, maka masalah ini tidak berpotensi muncul. Baut yang slek terjadi karena baut tersebut sering dibongkar pasang.

5 Penyebab RPM Mobil Tinggi + Solusinya

RPM mobil secara otomatis akan naik saat stasioner tanpa digas biasanya ketika kompresor AC bekerja. Itu sebagai penyesuaian terhadap beban mesin yang bertambah.

Namun, bagaimana bila RPM mobil tinggi tanpa dipengaruhi AC ? apa penyebabnya ?

Hari ini Autoexpose akan membahas segala penyebab RPM mobil naik sendiri secara detail.

RPM Mobil Naik Sendiri, Cek 5 Penyebab Berikut


5 penyebab yang dibahas dibawah ini merujuk pada mobil injeksi yang sekarang lebih mendominasi daripada mobil-mobil karburator.

1. ISC rusak

ISC (idle speed control) adalah valve yang secara otomatis mengatur pasokan udara yang masuk ke intake manifold saat idle. Secara simple, ISC ini berfungsi untuk mengatur RPM idle secara otomatis.

Saat kompresor AC menyala, maka RPM idle mesin perlu dinaikan dengan kata lain pasokan udara perlu ditambah maka ISC akan terbuka lebih lebar. Dan ketika kompresor mati, ISC kembali ke posisi awal.

Dari sini kita bisa melihat ternyata ISC memberi potensi masalah RPM yang naik sendiri meski AC tidak dinyalakan. Biasanya ini disebabkan dibagian motor ISC atau di ISC valve yang macet.

Solusi awal yang bisa diambil, adalah dengan membongkar unit ISC dan dibersihkan. Tapi kalau motor ISC yang rusak, maka harus diganti.

2. Salah satu injektor mampet

Apabila salah satu injektor mampet, maka ada salah satu silinder yang tidak terjadi pembakaran. Akibatnya mesin akan pincang, ketika mesin pincang sistem EFI secara otomatis akan menaikan RPM mesin agar mesin tidak mati.

Jadi untuk mendeteksi apakah injektor mampet atau tidak, anda bisa memperhatikan kondisi mesin apakah agak pincang atau tidak. Selain itu biasanya indikator cek engine akan berkedip.

Untuk solusinya, ada berbagai cara. Kalau injektor mampet gara-gara tersumbat maka bisa dibersihkan dengan melakukan flushing injektor. Tapi kalau solenoidnya yang kena, maka injektor perlu diganti.

3. Salah satu busi mati

Ini juga sama dengan yang diatas, kalau busi mati maka mesin pincang sehingga sistem EFI secara otomatis menaikan RPM idle.

Tapi kalau businya yang mati, biasanya tidak ada tanda-tanda cek engine. Jadi seolah-olah mesin terlihat normal hanya saja RPM mesin terasa pincang dan lebih tinggi dari RPM idle.

4. Throtle valve tidak tertutup rapat


Selanjutnya, RPM yang tinggi pada mobil bisa disebabkan karena throttle valve atau katup gas tidak tertutup dengan rapat. Padahal, katup gas ini yang mengatur tinggi rendahnya RPM mesin secara signifikan.

Katup gas yang kurang rapat, bisa terjadi karena katup gas terganjal atau karena return spring katup gas sudah lemah.

Ketika katup gas tidak tertutup dengan rapat, maka masa udara yang masuk ke silinder jadi lebih banyak. Sehingga RPM mesin akan naik dengan sendirinya.

Masalah ini memang perlu penangan ahli, pasalnya ada beberapa mobil yang menggunakan electronic throttle (tanpa kawat gas) yang rangkaiannya lebih rumit lagi. Tapi umumnya, solusi awal adalah dengan melakukan pembersihan katup gas.

5. Ada salah satu sensor injeksi yang eror

Tidak dipungkiri lagi, kehadiran sistem injeksi yang banyak memanfaatkan sensor memiliki potensi kerusakan pada sensor-sensor tersebut.

Beberapa sensor yang sensitif adalah MAF (mass air flow) yang mendeteksi berapa masa udara yang masuk ke mesin. Data dari MAF akan digunakan untuk menentukan berapa kadar bensin yang disemprotkan melalui injektor, kalau MAF rusak maka bensin yang tersemprot dari injektor bisa lebih banyak akibatnya RPM mesin bisa tinggi.

Selain itu sensor ECT (engine coolant temperature) yang mendeteksi suhu mesin juga sensitif. Pasalnya sensor ini digunakan untuk mengaktifkan idle up mesin.

Ketika sensor ECT mendeteksi suhu mesin dingin, maka idle up akan aktif. Otomatis RPM mesin akan lebih tinggi agar pemanasan mesin lebih cepat. Masalahnya kalau ECT rusak, maka idle up bisa aktif meski suhu mesin sudah panas.

6 Penyebab Mobil Tersendat Saat Akselerasi + Solusinya

Mesin mobil brebet atau tersendat bisa muncul kapan saja baik saat idle RPM, saat RPM tinggi ataupun saat akselerasi.

Penyebabnya pun bermacam-macam, tapi intinya ketika mesin brebet berarti ada ketidaksesuaian antara komposisi udara dan bensin di RPM tersebut atau bisa juga karena faktor pengapian yang lemah.

Hari ini Autoexpose akan membahas dengan detail apa saja hal yang bisa menyebabkan mobil tersendat saat akselerasi.

1. Throtle body kotor



Throtle body adalah katup gas pada mesin, pada mobil injeksi ada beberapa komponen didalam throtle body diantaranya katup gas (berbentuk koin) dan ISC (idle speed control).

Umumnya area sekitar katup gas akan terkumpul debu halus yang tidak tersaring filter udara. Debu ini bisa dilihat saat anda membongkar throtle body yang seperti noda hitam.

Inilah yang mengganggu mesin mobil saat akselerasi, akibatnya mesin tersendat dan RPMnya kadang tidak stabil.

Masalah ini bisa diselesaikan dengan melakukan tune-up mobil injeksi yang salah satunya dengan membersihkan throtle body menggunakan carbon cleaner/carb jet.

2. Sistem injeksi masuk angin

Sistem injeksi pada mesin bensin dibuat mirip seperti injeksi diesel dimana bensin diinjeksikan dengan tekanan tinggi kedalam saluran injeksi agar dapat tersembur keluar melalui injektor.

Masalah utama sistem injeksi ini adalah masuk angin, atau ada gelembung udara yang masuk kedalam saluran injeksi. Akibatnya, tekanan bensin akan tidak stabil.

Tekanan bahan bakar yang tidak stabil akan menyebabkan bensin yang keluar dari injektor terputus-putus. Efeknya mesin akan tersendat-sendat.

Masuk angin ini bisa muncul saat kehabisan bensin dan ketika penggantian filter bensin. Umumnya masalah ini akan hilang sendiri seiring mesin yang terus nyala.

Baca juga ; Cara menghidupkan mobil injeksi yang kehabisan bensin

Jadi ketika anda mendapati engine tersendat sehabis mengganti filter, maka itu adalah hal yang normal. Tapi kalau brebet itu tidak kunjung hilang, matikan mesin dan putar kunci kontak ON/OFF selama 5 kali baru hidupkan mesin. Itu akan membleeding angin yang ada didalam saluran injeksi.

3. Kerusakan salah satu sensor/aktuator injeksi

Dan ini yang paling sering muncul, kecanggihan sistem injeksi nyatanya membuat permasalahan yang muncul menjadi sulit diperbaiki sendiri. Pasalnya masalah pada sistem injeksi ini rata-rata di sektor elektrikal jadi perlu alat dan keahlian khusus.

Salah satunya masalah mesin yang tersendat-sendat ini, bisa karena ada sensor yang eror, bisa juga fuel pump mengalami masalah, atau bisa juga ECUnya yang eror.

Untuk mendeteksi mana komponen yang eror, perlu dicek menggunakan scanner khusus. Tanda yang muncul ketika sistem injeksi mesin bermasalah, adalah cek engine yang berkedip.

Jadi ketika mobil anda brebet dan cek engine berkedip/nyala terus segera bawa ke bengkel kepercayaan untuk pengecekan.

4. Busi lemah

Busi itu ujung tombak pengapian mesin, busi ini akan menghasilkan percikan api yang digunakan untuk membakar gas yang ada didalam ruang bakar.

Besar kecilnya api yang dihasilkan busi, itu mempengaruhi pembakaran mesin. Ketika api busi kecil, otomatis pembakaran menjadi missed sehingga mesin akan brebet hingga mati saat digas.

Hal-hal yang menyebabkan api busi lemah, bisa dari businya sendiri yang perlu diganti atau karena koil pengapian yang sudah lemah.

5. Ruang bakar kotor

Pembakaran didalam ruang bakar tidak hanya menghasilkan daya ekspansi dan panas, tapi juga menghasilkan gas residu dan kadang juga menghasilkan residual padat seperti kerak.

Gas residu atau gas buang akan dibuang melalui knalpot, namun residual padat ini akan terakumulasi didalam ruang bakar. Sehingga lama-kelamaan mesin akan tersendat-sendat baik saat digas atau ketika stagnan di RPM tinggi.

Masalah ini umumnya bisa diselesaikan dengan melakukan tune up.

Baca juga ; Cara tune-up mobil sendiri

6. Main jet mampet (mobil karburator)

Khusus untuk mobil yang masih menggunakan karburator, biasanya masalah lebih sering terjadi di karburator itu.

Kalau mesin tersendat pas digas, biasanya disebabkan karena main jet mampet. Perlu diketahui, ada dua saluran bensin pada karburator, yakni idle jet/pilot jet dan main jet. Idle jet fungsinya mengalirkan bensin di RPM rendah sementara main jet mengalirkan tambahan bensin di RPM tinggi.

Ketika main jet mampet, otomatis suplai bensin hanya dari idle jet sehingga mesin tidak mampu di RPM tinggi (biasanya maksimal 4.000 RPM).

Solusinya cukup mudah, yakni dengan melakukan overhoule karburator dan membersihkan saluran-saluran didalam karburator.

Mesin Mobil Mati Saat Digas, Apa Penyebabnya ?

Mengapa mesin mobil bisa hidup secara berkelanjutan ? itu karena ada pasokan udara beserta bensin yang dibakar oleh percikan api busi saat tekanan kompresi sedang tinggi.

Kalau ingin menaikan RPM mesin, maka kita akan menginjak pedal gas. Sebenarnya saat pedal gas diinjak, kita membuka katup mesin supaya udara yang masuk bisa lebih banyak. Namun, semakin banyak udara yang masuk ke silinder mesin harus juga diimbangi dengan pasokan bensin yang juga lebih banyak.

Masalahnya, ketika kita gas mesin kadang pasokan bensin tetap stagnan sehingga pembakaran mesin akan missed. Itulah sebabnya mengapa ketika kita gas mesin mobil kita, kadang mesin malah mati.

Tapi apa hanya itu penyebabnya ? mari kita bahas lagi lebih detail.

4 Penyebab Mesin Mobil Mati Saat Digas


1. Fuel pump lemah

Fuel pump adalah komponen yang memompa bensin dari tanki supaya masuk ke saluran injeksi bahan bakar. Selain itu, fungsi fuel pump juga mengatur tekanan bahan bakar pada sistem injeksi.

Jadi ketika idle tekanan bahan bakar pada saluran injeksi sudah ditetapkan pada sekian Pa. Ketika mesin digas, otomatis kebutuhan bensin lebih banyak otomatis tekanan fuel pump dinaikan agar semprotan bensin dari injektor bisa lebih banyak.

Namun, kalau fuel pump mengalami mall function, tekanan pada fuel pump tetap saja stagnan sehingga akan ada kekurangan bensin ketika mesin sedang digas.

Akibatnya, mesin mobil akan brebet dan akhirnya mati. Mesin cenderung kembali normal saat dinyalakan kembali, tapi seperti biasa ketika digas juga akan brebet lalu mati.

Masalah fuel pump ini bisa disebabkan dari faktor soket fuel pump yang kotor, atau karena memang motor dari fuel pump itu sendiri sudah eror.

Jadi solusinya, adalah dengan mengganti fuel pump dengan yang baru.

2. EFI sistem bermasalah

Tidak bisa dipungkiri lagi saat ini sistem elektronik fuel injeksi sudah diterapkan pada hampir tiap mobil baik mobil keluarga ataupun mobil niaga. Sistem ini memang lebih praktis karena kita tidak diribetkan dengan penyetelan-penyetalan karburator karena memang keberadaan karburator sudah diganti dengan injektor.

Namun, permasalah yang kerap hadir pada sistem injeksi ada dibagian elektrikalnya. Masalah bisa sensor injeksinya yang rusak, ECU yang eror, atau bisa juga injektornya yang rusak.

Yang lebih parah, kita tidak bisa mendeteksi dimana letak kerusakannya secara spesifik tanpa alat scan.

Namun, ketika ada masalah pada sistem EFI maka pengaturan suplai bahan bakar akan eror. Sehingga selain mesin yang mati saat digas, biasanya juga ada masalah seperti mesin yang brebet di RPM tinggi maupun di RPM rendah juga mesin yang susah dihidupkan.

Yang bisa anda lakukan hanyalah menkontak bengkel resmi untuk melakukan pengecekan. Anda bisa melihat pada indikator dashboard mobil anda, biasanya lampu cek engine (berwarna kuning) akan berkedip-kedip. Itu adalah tanda bahwa ada eror pada elektrikan mesin mobil.

3. Busi lemah

Fungsi busi adalah sebagai pemantik agar campuran udara dan bensin yang sudah menjadi gas, bisa terbakar dengan sempurna. Cara kerjanya, busi akan memercikan api ketika akhir langkah kompresi mesin.

Hasilnya berupa pembakaran yang menghasilkan energi ekpansi, energi tersebut digunakan untuk menggerakan piston juga sebagai output energi mesin.

Karena busi itu bekerja didalam silinder mesin yang sudah pasti akan berinteraksi langsung dengan pembakaran maka busi sering mendapatkan masalah seperti busi gosong dan berkerak. Masalah itu akan menyebabkan api yang dihasilkan busi menjadi lebih kecil.

Api busi yang kecil, sebenarnya masih mampu memicu pembakaran dengan intensitas rendah. Tapi ketika mesin digas (RPM mesin dinaikan) maka intensitas pembakaran menjadi lebih banyak maka busi tidak sanggup lagi, hasilnya mesin akan pincang ketika digas.

Kalau busi yang bermasalah Cuma satu, biasanya mesin tidak sampai mati tapi kalau yang bermasalah sampai 3 maka mesin akan mati.

Ketika masalah ini muncul, cek engine tidak berkedip sehingga langsung saja anda buka businya untuk dicek apakah masih layak pakai atau tidak.

4. Koil pengapian lemah

Koil adalah faktor utama pengapian mesin, sementara busi sebenarnya hanya pengubah energi listrik menjadi percikan api.

Untuk menghasilkan percikan api pada busi, koil akan menaikan tegangan aki dari 12 volt menjadi 20 KV. Listrik bertegangan tinggi tersebut langsung dikimkan ke busi untuk proses pemercikan.

Ketika output tegangan coil lebih rendah, otomatis api yang dihasilkan busi juga lebih lemah meski anda menggunakan busi yang paling baik sekalipun.

Gejala yang munculitu tergantung jenis coil mesin, apakah menggunakan single coil pack, dual coil pack atau one-for-all. Untuk tipe single coil pack, setiap busi memiliki satu coil jadi kalau ada salah satu coil yang lemah mesin akan pincang ketika digas.

Sementara untuk tipe one-for-all, hanya ada satu coil untuk semua busi sehingga ketika coil lemah otomatis mesin akan mati saat digas.

Yang menyebabkan tegangan output coil melemah adalah faktor kualitas coil serta faktor pemakaian, jadi ketika coil mulai lemah tugas anda hanyalah mengganti coil tersebut maka masalah selesai.

Mesin Mobil Bunyi Nging, Cek 3 Penyebab Berikut

Bunyi bunyian pada mesin bisa menandakan ada kerusakan pada salah satu komponen mesin, seperti bunyi yang terdengar seperti siulan (nging). Bunyi seperti ini bisa mengindikasikan adanya kerusakan pada laher pulley atau dibagian alternator.

Tapi anda tak perlu risau dulu karena bisa saja bunyi yang anda dengar ini bunyi yang normal. Jadi bagaimana cara mengecek penyebab mesin mobil bunyi nguing dan bagaimana cara mengatasinya ?

Mari kita bahas

Penyebab Mesin Bunyi Nging


1. Kerusakan bearing/laher pulley

Kalau anda lihat dibagian depan mobil, anda akan melihat lilitan belt yang menghubungkan banyak sekali pulley-pulley.

Ketika bearing salah satu pulley mengalami keausan, maka akan menimbulkan bunyi dari mulai bunyi gesekan, bunyi mendengung hingga bunyi nging sesuai material bearing.

Jadi hal pertama yang bisa menyebabkan mesin mobil anda bunyi adalah karena bearing atau laher salah satu pulley pada mesin mengalami keausan.

Tapi yang sulit itu mendeteksi pulley mana yang mengalami keausan. Karena setidaknya ada 5 pulley pada mesin, dari pulley crankshaft, pulley alternator, pulley pompa power steering, pulley kompresor, idler dan tensioner.

Jadi langkah untuk mendeteksinya,

  • Dalam kondisi mesin hidup buka kap mesin dan dengarkan dari area mana bunyi itu berasal
  • Kalau anda yakin bunyinya dari area belt anda harus memastikan pulley mana yang bunyi
  • Caranya bisa menggunakan obeng magnet, anda tingga menempelkan ujung obeng didekat pulley (dibagian blok silinder) lalu tempelkan ujung lainnya ke telinga. Jadi ini seperti stetoskop namun yang dideteksi adalah bunyi dari mesin.
  • Cek semua pulley pada mesin, nanti anda akan menemukan ada satu area yang memiliki bunyi paling jelas. Maka pulley itulah yang paling mungkin mengalami kerusakan.


Secara umum masalah ini tidak berbahaya karena tidak berhubungan langsung dengan kinerja mesin, jadi anda sebenarnya cukup mendeteksi sampai di kap mesin. Kalau anda yakin bunyinya berasal dari bagian belt dan intensitas bunyi tersebut semakin keras ketika mesin digas, maka itu memang berasal dari salah satu pulley.

Untuk mengatasinya harus diganti atau kalau kondisi bearingnya kering, cukup diolesi grease.

2. Kerusakan dioda rectifier pada dinamo ampere

Dioda rectifier adalah komponen untuk mengubah arus AC menjadi DC. Mungkin beberapa dari anda ada yang belum tahu, kalau dinamo ampere mobil sebenarnya menghasilkan arus AC sementara kelistrikan mobil menggunakan arus DC.

Sehingga perlu ada komponen penyearah seperti dioda rectifier.

Pada beberapa kasus, komponen elektronik ini mengeluarkan bunyi nging ketika mengalami gangguan. Tapi bunyinya hanya terdengar ketika mesin idle. Sementara saat digas, bunyinya tersamar bunyi mesin.

Untuk memastikannya lagi, dalam kondisi mesin menyala buka kap mesin dan pastikan kalau bunyi nging yang anda dengar seperti bunyi barang elektronika. Pastikan juga kalau sumber bunyinya berasal dari bagian dinamo ampere.

Setelah itu, matikan mesin dan coba lepas soket dinamo ampere. Hidupkan lagi mesin, kalau bunyinya hilang maka sudah pasti itu berasal dari rectifier.

Tapi ketika sudah tahu bahwa rectifiernya rusak, segera matikan mesin dan panggil tukang service dinamo. Hal itu karena dikhawatirkan pengisian aki tidak berjalan sehingga kalau dipaksakan jalan bisa jadi mogok di tengah jalan.

3. Bunyi nging dari kipas pendingin yang berputar dalam kecepatan tinggi

Bunyi nging ini juga bisa berasal dari kipas pendingin yang menyala dalam kondisi high speed. Contohnya ketika anda sedang ngebut di jalan tol, maka kipas lebih sering berputar di kecepatan tinggi. Namun harusnya bunyi ini tidak terlalu terdengar di kabin.

Kecuali kalau anda berada didepan mobil dalam kondisi mesin hidup dan panas, maka anda akan mendengarkan bunyi nguing dari kipas pendingin ini.

Bunyi ini normal selama bunyi yang didengar itu halus, tapi kalau bunyinya melengking maka itu bisa menandakan ada kerusakan pada laher kipas pendingin.

Ciri bunyi nguing karena kerusakan laher kipas pendingin, bunyinya hanya terdengar kadang-kadang saja karena bunyinya hanya muncul saat kipas nyala. Sementara kipas pendinging mobil itu nyala hanya saat suhu mesin panas.

Jadi untuk mendeteksinya, buka kap mesin dalam kondisi mesin hidup dan AC nyala. Lalu perhatikan kinerja kipas, ketika kipas nyala dan bunyi nging terdengar maka itu berarti laher kipas rusak. Solusinya, harus diganti baik diganti lahernya atau diganti satu set kipas.

Sama seperti point pertama, ini juga tidak terlalu berbahaya selama kipas masih berputar dengan normal. Tapi kalau bunyi itu sampai menghambat putaran kipas baru itu berbahaya.