Showing posts with label Tips Mobil. Show all posts

Oli Power Steering Bocor, Apa Pengaruhnya ? Apa Penyebabnya ?

Salah satu tanda oli power steering yang bocor bisa anda lihat di kolong mobil. Biasanya ada tetesan oli berwarna merah gelap dibawah mobil. Ini artinya, oli power steering pada mobil anda bocor.

Lalu apa pengaruhnya kalau oli power steering mobil bocor ? apa penyebabnya dan bagaimana solusinya ? mari kita bahas secara lengkap.

Pengaruh Oli Power Steering Yang Bocor


Sistem power steering dibuat untuk meringankan beban pengemudian, jadi berkat adanya sistem power steering ini membelokan setir menjadi lebih ringan. Ada dua jenis sistem power steering, tipe hidrolik dan tipe elektrik.

Oli power steering adalah fluida untuk sistem power steering tipe hidrolik. Jadi kalau mobil anda menggunakan EPS (elektronik power steering) maka kalau ada ceceran oli dilantai itu bukan dari oli power steering karena EPS tidak menggunakan oli power steering.

Fungsi oli power steering tidak Cuma sebagai pelumas, oli ini lebih condong ke fungsi fluida hidrolik. Dengan kata lain, oli power steering berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari pompa power steering ke steering rack.

Lalu apa jadinya kalau olinya bocor ?

Ketika oli power steering bocor,  biasanya tidak akan menimbulkan gejala apapun. Tapi setelah oli didalam sistem power steering mulai berkurang hingga melewati level minim, baru masalah akan muncul.

Masalah yang akan muncul antara lain ;

  • Timbul suara mendengung ketika anda membelokan setir.
  • Suara kasar (dari pompa) ketika anda membelokan setir.
  • Setir terasa lebih berat dibandingkan biasanya


Kalau sudah muncul tanda-tanda tersebut anda perlu waspada karena kerusakan bisa menjalar ke bagian pompa hingga steering rack. Kalau pompa dan steering rack sudah kena, maka anda perlu menyiapkan budget minimal 2 juta rupiah untuk melakukan penggantian part.

Hal itu dikarenakan komponen seperti pompa dan steering rack itu sulit diperbaiki, kalaupun bisa diperbaiki tetap beresiko rusak kembali. Jadi jalan paling aman itu diganti dengan yang baru.

Oleh sebab itu, biasakan untuk mengecek volume oli power steering setiap kali anda akan mengemudi. Untuk mengeceknya cukup mudah, anda hanya perlu melihat reservoir oli power steering yang terletak didekat mesin.

Apa penyebab oli power steering bocor ?


Penyebabnya bisa bermacam-macam, tapi umumnya kebocoran oli power steering disebabkan tiga hal berikut ;

1. Klem selang yang kendor/terlepas

Selang power steering biasanya dipasang menggunakan klem pegas atau klem sekrup. Ketika klem ini sudah rapuh karena termakan usia, otomatis klem tidak bisa menahan selang untuk tetap melekat pada channelnya. Sehingga minyak power steering bisa bocor.

Selain klem yang rapuh, posisi klem yang kurang klop juga bisa menyebabkan kebocoran. Biasanya ini terjadi sehabis dilakukan perbaikan.

Sehingga ketika anda menemukan ceceran minyak power steering dilantai, coba cek klemnya dahulu karena kalau masalahnya Cuma klem maka hanya perlu diganti. Harganya cukup murah dan cara menggantinya juga cukup mudah.

2. Selang retak/pecah

Selang power steering yang terkena panas mesin atau karena termakan usia juga bisa mengalami kerusakan. Kerusakan pada selang ini berupa pecahan pada permukaan selang yang membuat oli power steering menetes.

Biasanya kalau selang pecah, kebocoran tidak terlalu terasa karena kebocoran ini hanya berupa tetesan-tetesan kecil.

Jadi kalau anda menemukan tetesan-tetesan kecil dilantai, bisa jadi itu masalah selang. Namun ketika mobil digunakan, biasanya tetesan akan semakin besar karena tekanan oli power steering akan naik.

3. Seal pada steering rack bocor

Masalah yang terakhir disebabkan karena seal pada steering rack bocor. Seal ini berfungsi mencegah kebocoran minyak rem pada as power steering. Kalau ada retak sedikit saja, maka oli power steering akan bocor.

Untuk masalah ini, kebocoran mungkin tidak terlalu terlihat namun ketika mobil digunakan maka kebocoran dengan jumlah besar bisa terjadi. Hal ini karena didalam steering rack, terdapat minyak rem bertekanan tinggi.

Untuk mengeceknya, hidupkan mesin dan belokan setir kekanan dan kekiri. Kalau ada kebocoran ketika setir dibelokan, maka itu pertanda bahwa seal rack power steering bocor.

Solusinya, adalah mengganti satu set rack power steering. Meski ada beberapa bengkel yang mampu mengganti sealnya saja, tapi ini juga beresiko karena suatu saat akan terjadi kebocoran lagi dititik yang sama atau dititik lain.

Oli Transmisi Bocor, Apa Pengaruhnya ? Apa cirinya ? Apa Berbahaya ?

Sebagai pelumas, oli transmisi tentu memiliki peran yang cukup penting didalam transmisi. Kalau olinya bocor, apa berpengaruh terhadap kinerja transmisi ? atau justru bisa membahayakan komponen transmisi itu sendiri ?

Hari akan kita bahas secara detail mengenai kebocoran oli transmisi.

Fungsi Oli Transmisi Sebagai Pelumas Gear


Pada dasarnya semua komponen logam yang bergesekan pasti diberikan pelumas berupa oli. Didalam mesin ada oli mesin, didalam gearbox ada oli transmisi dan didalam gardan terdapat oli gardan.

Jadi, oli ini tidak bisa dilepaskan dari komponen-komponen logam yang bergesekan.

Apa yang terjadi kalau olinya bocor ?

Pertama oli akan berkurang, sehingga volume oli didalam gearbox menjadi lebih sedikit. Kalau olinya kurang, otomatis proses pelumasan gearbox menjadi kurang maksimal.

Sehingga dari semua roda gigi yang bergesekan, ada beberapa roda gigi yang tidak mendapatkan pelumasan sehingga efeknya berupa getaran hingga keausan roda gigi didalam gearbox.

Tapi anda jangan khawatir dulu, pasalnya kebocoran oli transmisi manual itu tidak sebahaya kebocoran oli mesin.

Kalau pada oli mesin, kebocoran ini akan menyebabkan masalah-masalah serius. Anda bisa baca artikelnya disini 4 bahaya jika oli mesin mobil bocor

Namun didalam gearbox, masing-masing gear itu Cuma berinteraksi layaknya gear yang saling bertautan. Dengan kata lain tidak ada komponen yang bergesekan secara signifikan. Sehingga dalam kondisi oli minim pun, gear box masih bisa bekerja dengan normal.

Tapi, kalau masalah itu dibiarkan jelas gear didalam transmisi bisa mengalami keausan yang membuat mobil bergetar ketika dijalankan.

Jadi apa pengaruh bocor oli transmisi terhadap performa mobil ?

Secara garis besar tidak ada pengaruhnya sama sekali kecuali oli didalam transmisi bocor secara drastis yang menyebabkan olinya habis/kering. Baru itu menimbulkan dampak berupa getaran pada transmisi hingga yang paling parah poros transmisi macet karena komponen didalam gear box mengalami pemuaian.

Kalau kebocoran oli transmisi mengarah ke depan (kebagian kopling), itu akan menyebabkan kopling selip. Karena kopling mobil bersifat wet clutch (kering), kalau terkena oli maka akan menyebabkan kopling selip. Sehingga mobil susah dijalankan.

Apa ciri oli transmisi bocor ?

Terkadang pemilik mobil juga tidak menyadari bahwa oli transmisi bocor, tahu-tahu oli transmisi sudah habis.

Biasanya akan ada tetesan oli di lantai ketika mobil diparkir. Kalau anda menemukan tetesan oli dilantai saat mobil parkir, anda jangan dulu menghidupkan mesin. Karena tetesan oli tersebut bisa berasal dari oli mesin, minyak rem, oli power steering atau oli transmisi.

Untuk memastikan mana yang bocor, anda bisa lihat pada sekitar transmisi. Biasanya di area yang bocor tersebut, ada bekas rembesan yang dipenuhi dengan debu basah. Kalau anda menemukan debu basah diarea transmisi bisa jadi disitu ada kebocoran oli transmisi.

Area sekitar baut penguras oli transmisi dan perpak sambungan gearbox menjadi bagian yang rawan terjadi kebocoran.

Kalau memungkinkan, anda bisa tarik deep stick oli transmisi untuk mengetahui seberapa banyak oli didalam transmisi. Namun hanya beberapa mobil saja yang dilengkapi stick ini, lagi pula posisi transmisi yang ada dibawah body mobil cukup menyulitkan kita.

Lalu bagaimana dengan transmisi automatic ?

Untuk transmisi matic, tentu beda cerita. Oli transmisi matic itu bukan Cuma sebagai pelumas tapi juga sebagai cairan hidrolik. Jadi transmisi matic pada dasarnya sama seperti transmisi manual yang memiliki beberapa percepatan gigi.

Namun proses perpindahan gigi sudah berlangsung otomatis sesuai RPM dan kecepatan mobil. Dan perpindahan gigi pada transmisi otomatis diatur oleh sistem hidrolik yang menggunakan ATF (automatic transmission fluid).

Sehingga kalau kurang sedikit saja akan menyebabkan masalah pada transmisi, masalah yang muncul itu seperti mobil terasa nyentak pada kecepatan tertentu, mobil ndut-ndutan pada saat deselerasi hingga mobil tidak bisa dijalankan meski posisi tuas transmisi sudah di D.

Jadi kesimpulannya, anda patut waspada kalau terjadi kebocoran oli transmisi apalagi kalau mobil anda matic. Segera tambahkan oli transmisi kalau volume olinya sudah berkurang cukup drastis, lalu segera bawa ke bengkel untuk memperbaiki area yang mengalami kebocoran.

4 Bahaya Jika Oli Mesin Mobil Bocor

Oli mesin sejatinya berfungsi sebagai pelumas untuk komponen-komponen mesin yang saling bergesekan. Namun apa jadinya kalau oli yang harusnya stay didalam mesin itu bocor keluar, apa berpengaruh besar terhadap kinerja mesin ? atau hal tersebut justru merusak komponen mesin ?

Mari kita bahas bersama-sama.

Fungsi oli pada mesin itu cukup vital


Yang perlu kita garis bawahi pertama adalah fungsi dari oli ini. Oli ternyata memiliki fungsi yang sangat vital pada mesin, jika diibaratkan tubuh manusia maka oli ini berperan layaknya darah.

Kita tahu didalam mesin itu terdapat banyak sekali komponen-komponen yang bergesekan. Material semua komponen tersebut juga terbuat dari logam, yang kita ketahui kalau logam bergesekan dengan logam pasti akan menghasilkan friksi atau secara simple komponen tersebut akan terkikis.

Disinilah oli berperan, oli akan menjadi penengah atau sekat antara dua logam yang bergesekan. Jadi misal gesekan antara silinder dan ring piston. Kalau dilihat dengan mata telanjang, memang ring piston ini bergesekan dengan silinder namun kalau dilihat lebih dekat maka akan ada oil film atau lapisan oli ditengah-tengah komponen yang bergesekan tersebut.

Sehingga tidak terjadi gesekan antar logam secara langsung.

Oli juga bersifat licin sehingga mampu memperlicin gerakan komponen yang bergesekan.

Kembali ke pertanyaan awal, apa bahaya kalau oli mesin bocor ?

Jawabannya tergantung seberapa banyak oli yang bocor, kalau hanya sedikit oli yang bocor tentu itu bukan masalah (kondisi mesin masih O.K) tapi kalau oli didalam mesin sudah habis karena bocor, maka perlu waspada karena pasti ada komponen mesin yang kena.

Jadi bisa dikatakan bocor oli itu adalah masalah utamanya sementara kalau masalah utama tersebut dibiarkan maka oli didalam mesin bisa habis yang mengakibatkan bahaya pada mesin muncul.

Apa saja bahayanya ?

1. Komponen mesin aus dan perlu turun mesin untuk memperbaikinya

Seperti yang dikatakan diawal pembahasan, oli ini akan menyekat dua komponen yang bergesekan sehingga dua komponen tersebut tidak secara langsung berinteraksi. Tapi kalau olinya tidak ada karena bocor, maka tidak ada lagi sekat sehingga komponen-komponen mesin bisa bergesekan secara langsung.

Hasilnya, komponen tersebut akan mengalami keausan dan dalam waktu singkat anda akan menemui beberapa gejala seperti  ;

  • Tenaga mesin ngempos
  • Mesin sudah dihidupkan dipagi hari
  • Mesin overheating


Untuk mengatasinya anda perlu mengganti komponen yang dirasa aus tersebut. Untuk menggantinya, anda perlu membawa mobil ke bengkel dan dibengkel biasanya akan dilakukan tindakan turun mesin karena untuk melepas komponen internal mesin, mesin harus diturunkan dulu dari mobil.

Mengenai biaya, tentu ini masuk ke perbaikan berat sehingga biayanya bisa cukup mahal.

2. Suara mesin menjadi lebih kasar karena tidak ada pelumas dan berpotensi terkunci

Selanjutnya, kalau ini terjadi dijalan maka anda akan merasakan suara mesin yang cenderung lebih kasar. Selain itu, suhu mesin juga menjadi lebih panas. Biasanya indikator oli mesin akan menyala.

Maka anda harus segera menghentikan kendaraan dan mengecek kondisi oli mesin mobil. Pasalnya kalau tetap dipaksakan maka mesin bisa terkunci. kondisi ini muncul karena suhu mesin terlalu panas yang membuat piston memuai sehingga terkunci didalam silinder. Ditambah tidak adanya pelumas sehingga gerakan piston juga menjadi lebih berat.

Yang lebih parah, kalau piston sudah terkunci maka mobil tidak bisa dihidupkan lagi dan perlu penanganan bengkel.

3. Jika oli bocor ke kopling maka akan menyebabkan selip

Kalau olinya bocor dari seal crankshaft belakang maka oli bisa mengarah ke kampas kopling. Sementara itu kampas kopling mobil itu bersifat kering, jadi  kalau terkena oli maka akan menyebabkan kopling selip.

Sehingga mobil akan terasa lebih sulit digunakan.

4.  Kalau oli bocor dijalan, itu bisa membahayakan pengguna jalan lain

Oli bersifat licin, kalau oli yang licin ini bocor dijalan maka itu berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Contohnya untuk kendaraan sekelas bus atau truk yang memiliki muatan berat. Kalau melintas di jalan yang ada ceceran olinya, maka roda truk tersebut bisa selip saat melakukan pengereman.

Dan kalau kendaraan ini selip, juga bisa membahayakan pengguna jalan lainya lagi. Jadi jangan sepelekan bocor oli ini. Apabila anda merasa ada yang aneh pada suara mesin, ditambah ada indikator yang menyala didashboard maka jangan ragu untuk menepi dan mengecek kondisi mesin.

4 Perbedaan Aki Kering (MF) dan Aki Basah

Di dunia otomotif dikenal dua jenis aki yaitu aki kering dan aki basah. Apa anda sudah tahu perbedaan kedua jenis aki tersebut ? dan mana yang terbaik ? mari kita bahas secara detail.

Sebelum membahas perbedaannya, anda perlu memahami bahwa ada aki kering tipe gel ada juga aki kering MF yang banyak beredar di pasaran.

Aki kering tipe gel itu menggunakan elektrolit yang lebih kental seperti jelly, sedangkan aki MF pada dasarnya sama seperti aki basah namun dibuat lebih tertutup sehingga kalau dilihat dari luar aki kering tipe gel dan aki MF itu sama persis.

Yang akan kita bahas di sini adalah perbedaan antara aki basah (reguler) dengan aki MF, karena aki MF yang paling banyak digunakan pada mobil-mobil saat ini. Sementara aki kering tipe gel hanya digunakan pada mobil-mobil premium karena harga aki kering tipe gel ini bisa mencapai 2 juta rupiah.

Lalu apa bedanya antara aki MF dan aki basah ?

4 Perbedaan Aki MF dan Aki Basah


1. Tampilan fisik

Kalau dilihat secara fisik, anda akan menemukan perbedaan yang sangat mencolok. Pertama pada aki basah, biasanya cover aki lebih transparan sehingga kita bisa melihat ketinggian air aki secara langsung.

Namun pada aki MF, covernya ada yang berwarna hijau ada juga yang berwarna hitam jadi kita tidak bisa melihat level ketinggian air aki. Namun, pada aki MF terdapat indikator elektrolit. Kalau warnanya hijau berarti aki masih baik, tapi kalau kondisinya merah maka aki perlu diganti.

Perbedaan fisik lainnya ada di bagian atas aki. Kalau aki basah, anda akan menemukan enam buah tutup yang masing-masing bisa dibuka dengan mudah. Namun pada aki MF, permukaan atas aki rata. Dengan kata lain tidak ada penutup aki, namun sebenarnya ada tempat untuk membuka bagian aki hanya saja penutup ini dibuat tidak menonjol dan diberi perekat yang sangat kuat. Sehingga sulit untuk dibuka.

2. Proses penguapan elektrolit

Penguapan terjadi saat proses penggunaan dan pengisian aki, jadi baik pada aki basah maupun aki MF sama-sama mengalami penguapan elektrolit. Namun pada aki MF penguapan dibuat seminimal mungkin sehingga volume air aki bisa bertahan cukup lama.

Sedangkan pada aki basah, terdapat ventilasi di tiap tutupnya sehingga proses penguapan elektrolit bisa lebih cepat.

Bisa disimpulkan, penguapan pada aki basah itu lebih cepat dibandingkan aki MF. Namun, aki karena tutup aki basah bisa dibuka dengan mudah maka kalau air akinya kurang, kita tinggal mengisi air aki dengan mudah. Sementara aki MF kalau air akinya kurang, tidak bisa kita isi.

3. Masa pakai aki

Mungkin anda mengira aki MF itu memiliki masa pakai lebih lama, tapi sebenarnya tidak juga. Alasannya seperti yang dijelaskan diatas, aki ini memang memiliki penguapan elektrolit yang minim namun kalau air akinya sudah berkurang maka tidak bisa diisi lagi sehingga perlu diganti.

Air aki didalam aki MF bisa bertahan antara 1 tahun sampai 2 tahun tergantung pengguaan aki.

Sementara pada aki basah, meski penguapannya lebih besar air akinya dapat diisi dengan mudah. Jadi asal kita selalu menjaga volume air aki tetap normal maka aki akan terus bertahan. Biasanya aki akan rusak setelah bertahun-tahun saat elemen lain seperti separator atau pole aki mengalami kerusakan.

4. Harga

Dari segi harga, aki MF itu lebih mahal dibandingkan aki basah. Alasannya sesuai peruntukannya, aki MF dengan label MF (Maintenance free) dibuat agar aki tidak lagi memerlukan perawatan. Jadi kalau mobilnya dibekali aki MF, kita tidak perlu merawat akinya sampai aki tersebut rusak sendiri.

Sementara aki basah, kita harus mengecek volume air aki dan juga berat jenisnya secara rutin. Sehingga dari segi harga, aki basah lebih terjangkau.

Bagaimana dengan performanya ?

Secara umum performa aki itu ditentukan sesuai (AH)Ampere Houre yang ada pada aki. Ada yang 40 Ah ada juga yang 60 Ah. Jadi entah itu aki MF atau aki basah, tidak berpengaruh terhadap performa.

Namun, beberapa aki MF sudah dilengkapi stabilizer tegangan. Stabilizer ini akan menstabilkan tegangan pada angka 12 volt hingga aki tersebut habis. Aki dengan stabilizer arus ini cocok digunakan untuk mobil-mobil injeksi.

Apakah Aki Kering Bisa Di Cas Ulang ? Ini Penjelasannya

Ada banyak pertanyaan pada banyak orang terkait aki kering yang katanya tidak bisa dicas ulang dan mengharuskan diganti kalau dayanya habis.

Apa benar demikian ? mari kita bahas selengkapnya.

Sistem kelistrikan kendaraan itu berbeda dengan baterai pada gadget

Mungkin ada yang beranggapan kalau aki pada kendaraan itu seperti baterai pada gadget yang memiliki daya listrik, dan setelah dayanya habis maka perlu di cas ulang atau diganti.

Aki pada kendaraan itu bisa bertahan dalam waktu lama (hingga 2 tahun) karena sebenarnya proses charging terus berlangsung. Jadi artinya, tanpa anda sadari aki pada motor/mobil anda itu selalu dalam kondisi charged.

Lalu siapa yang menge-cas aki ?

Itu adalah tugas mesin, pada mesin kendaraan ada sebuah sistem yang diberi nama sistem pengisian. Fungsinya untuk mengubah sebagian putaran mesin menjadi energi listrik, yang kemudian energi listrik tersebut digunakan untuk cas aki.

Sehingga bisa dikatakan, ketika mesin menyala maka pengecasan aki sedang berlangsung.

Kembali ke pertanyaan awal, apa aki kering bisa dicas ?

Jawabannya tentu bisa tapi buat apa ? karena pengisian aki itu sudah berlangsung secara otomatis oleh sistem pengisian pada mesin. Kecuali ada masalah pada mesin atau ada masalah pada sistem pengisian.

Contohnya apabila mesin susah hidup (khususnya pada mobil) biasanya kita akan terus menyalakan starter hingga berkali-kali. Semakin lama starter dihidupkan, maka daya listrik didalam aki akan semakin terkuras. Kalau mesin belum juga hidup namun daya listrik didalam aki sudah habis, baru itu perlu dilakukan cas ulang menggunakan alat charger.

Namun, mengapa aki memiliki masa pakai ?

Secara logika, kalau aki bisa melakukan cas otomatis harusnya aki bisa bertahan selamanya. Tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan, baterai apapun baik pada ponsel, laptop, atau aki semuanya memiliki masa pakai.

Hal ini dikarenakan elektrolit didalam aki itu memiliki batas pemakaian, kalau semakin sering digunakan maka elektrolit aki tersebut akan semakin lemah dan akhirnya tidak bisa lagi menyimpan listrik. Sehingga daya pada aki akan cepat habis atau sering disebut aki tekor.

Kalau sudah begitu, aki tidak bisa dicas ulang menggunakan charger karena percuma elektrolit didalam aki tidak bisa lagi menyimpan listrik.

Lalu apa harus diganti akinya ?

Secara umum, kalau elektrolit aki sudah lemah aki harus diganti. Tapi, tergantung jenis akinya. Kalau aki kering tipe gel maka harus diganti, tapi kalau aki beasah tipe MF dan tipe ventilasi ada solusi tanpa penggantian aki.

Lalu apa solusinya ? dan apa bedanya aki kering gel dengan aki MF dan tipe ventilasi ?

1. Aki kering tipe gel

Aki kering tipe gel merupakan aki kering yang asli, hal ini dikarenakan elektrolit pada aki berbentuk seperti jelly. Kalau pada aki biasa, elektrolitnya berupa air zurr namun pada aki kering elektrolitnya lebih kental seperti jelly atau gel.

Gel ini memiliki fungsi yang sama dengan air zurr yakni untuk menyimpan arus listrik. Namun semakin lama digunakan, gel ini akan semakin mengering dan akhirnya tidak bisa menyimpan arus listrik. Kalau sudah begini, maka aki harus diganti satu unit dengan yang baru.

2. Aki MF (maintenance free)


Aki kering yang sering disebut orang-orang sebenarnya tipe aki MF. Hal itu karena kalau dilihat luarnya tidak ada perbedaan antara aki kering gel dan aki MF. Yang membedakan hanya harganya, aki kering gel bisa dihargai hingga 2 juta rupiah namun aki MF sekitar 400 hingga 800 ribuan.

Aki MF sebenarnya juga aki basah, namun aki ini dibuat secara tertutup. Ini memungkinkan penguapan air aki menjadi minim dan air aki tidak tumpah saat aki di jungkir balikan. Sehingga aki basah ini tidak perlu perawatan alias maintenance free.

Biasanya ada label VRLA (valve regulated lead acid) atau SMF (sealed maintenance free) pada aki ini.

Sama seperti gel, elektrolit aki basah ini juga akan lemah semakin seringnya aki digunakan. Namun air aki ini bisa diganti tanpa mengganti unit aki.

Hanya saja, kita tidak bisa menggantinya sendiri karena sulit. Aki MF memiliki tutup yang diberi segel menggunakan perekat yang sangat rapat. Untuk membukanya perlu teknik khusus dan untuk menyegelnya kembali juga perlu teknik khusus.

Jadi orang-orang lebih memilih mengganti satu unit aki MF kalau sudah tekor dengan alasan sulit untuk diganti airnya. Tapi kalau anda datang ke spesialis aki, mungkin masalah itu bisa teratasi.

3. Aki reguler


Tipe yang terakhir adalah aki reguler, aki ini merupakan aki basah atau aki dengan elektrolit berupa air zurr. Namun pada tipe ini, tutup aki bisa kita buka dengan mudah sehingga kalau air aki sudah lemah, kita tinggal mengisi air akinya dengan mudah.

Terakhir setelah anda mengganti air aki jangan lupa cas dulu akinya, karena meski elektrolitnya baru daya listrik didalam aki masih kosong.

Bagaimana Cara Menghilangkan Noda Pada Cat Mobil Putih ?

Untuk menghilangkan noda pada body mobil khususnya mobil dengan cat putih sebenarnya tidak terlalu rumit.

Anda hanya perlu mencuci mobil dan kalau ingin terlihat kinclong, berilah lapisan wax pada body mobil. Namun pada mobil dengan cat putih, nampaknya butuh perawatan ekstra.

Hal itu disebabkan mobil dengan cat putih akan lebih mudah terlihat kotor kalau terkena sedikit kotoran. Apalagi warna cat putih ini bisa berubah menjadi kekuning-kuningan. Tentu dapat merusak estetika tampilan mobil anda.

Belum lagi ada beberapa noda yang tidak bisa dihilangkan dengan air sabun.

Lalu bagaimana cara membersihkan noda pada cat mobil putih ?

Itu tergantung nodanya apa. Kalau nodanya hanya lumpur, anda bisa mencucinya dengan air sabun. Tapi kalau nodanya membandel, seperti kotoran burung yang mengering, bekas lem, atau noda aspal tentu perlu langkah khusus.

Teknik pembersihannya, adalah dengan menggunakan cairan khusus yang dapat melunakan noda membandel tersebut.

Yang paling mudah adalah solar atau bensin, solar selain sebagai bahan bakar juga bisa melunakan kotoran seperti noda aspat atau bekas lem.

Caranya seperti ini ;

  • Bersihkan bagian body yang bernoda menggunakan air untuk menghilangkan debu dan pasir yang menempel, sehingga tersisa noda yang membandel saja.
  • Siapkan lap fiber atau kain bekas yang lembut dan mampu menyerap cairan.
  • Basahi lap dengan solar secukupnya lalu usapkan lap basah tersebut ke area body yang bernoda, ini akan melunakan noda-noda tersebut.
  • Siapkan lap lain untuk mengangkat sisa kotoran yang sudah lunak pada area body yang bernoda.
  • Terakhir, bersihkan lagi menggunakan air bersih.


Apa solar tidak merusak cat mobil ?

Kalau pemakaiannya wajar dan benar itu tidak masalah. Intinya, saat anda mengusap kain ke body mobil yang bernoda, pastikan lap dalam kondisi basah dengan solar dan jangan terlalu keras menekan lap ke body mobil.

Tapi kalau anda merasa khawatir, anda bisa menggunakan tar remover.

Tar remover adalah cairan khusus yang dibuat untuk membersihkan noda aspal pada body mobil. Karena dibuat khusus untuk body mobil, maka cairan ini 100% aman untuk cat. Caranya juga sama seperti yang diatas.

Bagaimana dengan noda watermark pada mobil ?

Satu lagi noda yang cukup sulit dihilangkan adalah noda watermark. Noda ini biasanya berbentuk seperti bekas air atau area body yang menguning/kecoklatan.

Noda ini disebabkan umumnya pemilik langsung menutup body mobil dengan cover saat ada area body mobil yang masih basah. Untuk membersihkannya, ada cara-cara khusus

1. Menggunakan clay bar


Clay bar itu seperti sabun padat pada mobil, fungsinya bukan Cuma membersihkan kotoran mobil namun juga bisa mengkilapkan body mobil serta membuat tekstur body mobil menjadi halus.

Namun permasalahannya, harga clay bar ini cukup mahal. Untuk clay kit bisa dihargai mencapai 500 ribu rupiah (satu paket berisi clay bar, quick detailer, dan lap microfiber)

2. Menggunakan wax


Dibandingkan clay kit, tentu wax memiliki harga yang lebih terjangkau karena anda bisa memilih mau beli yang volume berapa.

Tapi menggunakan wax perlu waktu pengerjaan lebih lama, karena pertama kita harus mencuci dulu mobil untuk menghilangkan debu atau pasir. Setelah itu, gosokan wax ke body mobil menggunakan bantuan lap microfiber. Saat menggosok ini, tidak satu kali gosokan noda langsung hilang, melainkan perlu bolak-balik menggosokan lap ke area yang sama untuk benar-benar menghilangkan noda.

Selain sebagai penghilang noda, wax ini juga bisa mengkilapkan serta memperhalus tekstur body mobil.

3. Menggunakan compound


Compound itu bahan yang paling jitu mengangkat kotoran seperti watermark ini. Namun kalau digunakan dengan salah dan berlebihan, justru lapisan clear coat atau pernis mobil akan terkikis.

Hal ini dikarenakan sifat compound itu mirip amplas yang mampu mengikis kotoran.

Jadi pemakaiannya, haruslah ditangai oleh orang profesional.

Pekerjaan ini masuk ke ranah detailing, meski terkesan sepele karena hanya membersihkan body mobil, pekerjaan ini juga menuntut pengetahuan serta skill yang tinggi.

Jadi, anda untuk lebih mudah tinggal bawa saja ke gerai detailing dan masalah kelar. Namun kalau anda ingin DIY, bisa anda coba.

Cara Mudah Membersihkan Noda Aspal Pada Body Mobil

Noda aspal dikenal sebagai noda yang sulit sekali dihilangkan bahkan noda ini berpotensi merusak lapisan cat mobil.

Namun apalah daya, tanpa kita sadari noda ini terciprat ke bagian body mobil. Entah karena musim hujan atau kebetulan kita melintasi jalan yang baru jadi. Bagian-bagian yang sering terkena noda aspal adalah bagian dibawah pintu. Bagian ini sangat rentan posisinya dibawah dan dekat roda.

Tapi ternyata ada cara mudah yang bisa anda lakukan sendiri untuk menghilangkan noda aspal ini.

Caranya seperti mengusap kotoran biasa namun kita menambahkan bahan kusus yaitu Tar Remover.

Tar remover adalah cairan khusus yang mampu melunakan kotoran-kotoran membandel seperti aspal atau bekas lem pada body mobil tanpa merusak cat mobil. Sehingga bisa kita bersihkan dengan mudah.

Lalu bagaimana caranya ?

cairan pembersih noda pada mobil putih


  • Pertama anda beli dulu cairan pembersih ini yang banyak tersedia di bengkel-bengkel mobil. Harganya 40 sampai 80 ribuan.
  • Kemudian siapkan lap fiber atau kain bekas juga tak masalah asal lembut dan bisa menyerap cairan
  • Tuangkan/basahi lap dengan cairan tar remover
  • Usapkan lap basah tersebut ke bagian body yang bernoda
  • Beri sedikit tekanan pada noda apabila noda tersebut agak membandel
  • Kalau lap kering, basahi lagi hingga semua aspal pada body terangkat


Dan selesai, noda aspal pada body mobil anda hilang.

Namun, agar mobil kembali kinclong, jangan lupa mencuci mobil anda dan beri wax supaya mobil terlihat baru lagi.

Apa ada cairan lain selain tar remover ?

Beberapa bahan seperti minyak, bensin, atau solar sepertinya juga bisa menghilangkan noda aspal ini. Tapi kalau anda mau menggunakan bahan selain tar remover, gunakan solar.

Alasannya, solar tidak mudah menguap (dibandingkan bensin) dan juga sifat solar bisa melarutkan kotoran-kotoran membandel. Caranya juga sama, basahi lap dengan solar lalu usapkan lap basah tersebut ke body mobil yang terkena noda.

Selain membersihkan noda aspal, solar ini juga cukup ampuh membersihkan noda lain seperti kotoran burung yang mengering.

Apa solar tidak merusak cat mobil ?

Dalam pemakaian yang tidak berlebihan, itu tidak masalah. Namun disarankan, setelah mengusapnya menggunakan solar bersihkan mobil menggunakan kanebo basah atau sekalian dicuci. Setelah itu anda bisa berikan wax pada bagian bekas noda tadi.

5 Masalah Pada Sistem Rem Mobil Yang Sering Muncul

Ada banyak masalah pada sistem rem yang patut kita waspadai. Mengingat sistem rem itu adalah mekanisme yang cukup vital pada kendaraan sehingga kita sendiri harus bisa memastikan bahwa kondisi sistem rem selalu dalam kedaan baik.

Dibawah ini akan kami jelaskan apa saja kerusakan yang sering menghampiri sistem mobil. Harapannya, anda bisa mewaspadai beberapa point yang sangat rentan terkena kerusakan.

5 Kerusakan Paling Sering Muncul Pada Sistem Rem


1. Bunyi berdecit ketika rem ditekan

Bunyi ini muncul karena kampas rem tipis. Kampas rem cakram khususnya memiliki plat kecil yang diberi nama brake wear indicator. Plat kecil ini bertugas sebagai pengingat atau indikator kalau kampas rem sudah tipis.

Jadi kalau anda mendengar bunyi berdecit, atau bunyi gesekan logam dengan logam ketika pedal rem ditekan maka itu tandanya kampas rem sudah tipis dan perlu diganti.

Selain karena kampas rem yang sudah tipis, bunyi berdecit pada rem saat ditekan juga bisa disebabkan karena ada cairan seperti oli atau air pada permukaan kampas rem. Kalau bunyinya karena air, maka itu tidak masalah. Dalam beberapa saat juga akan hilang sendiri, namun kalau bunyinya karena terkena oli biasanya akan bertahan lebih lama.

Untuk menghilangkannya anda perlu membersihkan permukaan kampas rem dan piringan rem menggunakan sprayer brake cleaner yang bisa anda dapatkan di bengkel manapun.

Baca juga 5 ciri kampas rem mobil habis

2. Rem ngempos/empuk ketika ditekan

Masalah yang kedua yang sering sekali dialami oleh pemilik mobil. Rem ngempos bisa diartikan rem yang tidak pakem atau bahkan blong. Ciri – cirinya, saat peda rem ditekan maka akan terasa empuk dan rem tidak pakem.

Namun, ketika anda kocok pedal rem hingga berulang-ulang biasanya rem kembali normal.

Itu bisa disebabkan oleh beberapa hal antara lain ;

a.Rem masuk angin
Rem mobil umumnya menggunakan sistem hidrolis, yang namanya sistem hidrolis itu menggunakan prinsip fluida bertekanan. Kalau ada udara didalam fluida tersebut, maka rem akan ngemopos karena udara itu dapat dikompresi sehingga akan menyerap tekanan hidrolis didalam sistem rem.


Untuk masalah rem masuk angin, anda dapat memperbaikinya dengan melakukan bleeding. Detailnya sudah dibahas di artikel ini Cara bleeding rem mobil yang masuk angin

b. Master rem rusak
Master rem adalah komponen yang berfungsi mengubah tekanan mekanis ke tekanan fluida. Biasanya kalau seal didalam master rem bocor, maka tekanan yang diberikan oleh pedal rem tidak sepenuhnya masuk ke fluida.

Sehingga tekanan fluida menjadi lebih rendah dari tekanan yang kita berikan pada pedal rem.

Hal inilah yang menyebabkan pedal rem menjadi lebih empuk. Untuk solusinya, adalah penggantian master rem.

3. Pedal rem keras/berat ketika ditekan

Apabila anda menekan pedal rem saat mesin mati, maka pedal rem akan terasa berat. Itu normal, yang tidak normal adalah ketika anda menekan pedal rem saat mesin hidup dan terasa berat.

Itu disebabkan karena booster rem yang bermasalah. Masalahnya dimana ?

Bisa karena membran didalam booster rem bocor, atau selang vakum dari booster rem ke intake manifold bocor.

Untuk mendeteksinya, pertama anda harus memeriksa bagian selang vakumnya dahulu. Selang ini memiliki diameter kecil (mirip selang bahan bakar) yang berbahan karet. Posisinya ada di intake manifold hingga ke area master rem.

Kalau anda menemukan retakan atau koneksi selang tersebut lepas, maka cukup diperbaiki selangnya saja. Tapi kalau selang baik-baik saja, kemungkinan masalahnya ada didalam booster rem.

4. Rem tidak balik ketika injakan pedal rem dilepas

Masalah keempat ini sering menghinggapi mobil-mobil yang lama tidak digunakan. Penyebabnya karat, korosi, kotoran didalam silinder aktuator rem.

silinde roda by plantsauto.com

Karat didalam aktuator rem, akan menyebabkan kinerja aktuator rem macet. Sehingga ketika anda menekan pedal rem, rem bisa digunakan dan pakem. Tapi, ketika anda melepas pijakan pedal rem, rem tersebut masih aktif.

Ketika anda tekan lagi pedal rem, maka akan terasa ngempos.

Untuk masalah ini bisa diperbaiki dengan membongkar bagian aktuator rem (caliper pada rem cakram dan silinder roda pada rem tromol). Biasanya, piston didalam aktuator rem akan dibersihkan dari segala kotoran dan diberikan grease agar bisa kembali licin.

Namun, kalau sealnya rusak maka sealnya harus diganti juga.

5. Getaran ketika pedal rem ditekan

Mungkin anda sering mengalami masalah ini, dimana ada getaran ketika anda menekan pedal rem. Setelah ditelisik, penyebabnya bermacam-macam. Ada yang karena baut kaliper kendor, atau karena pin kaliper kurang pelumasan, atau bisa juga karena penggunaan kampas rem aftermarket.

Kampas rem after market itu bukan OEM dari pabrikan mobil anda, mungkin harga kampas rem aftermarket itu lebih murah namun itu bersifat universal. Sementara tiap mobil memiliki karakter rem yang beda-beda jadi kampas remnya pun harus didesain dengan detail yang beda pula.

Sehingga penggunaan kampas rem yang bukan ori, bisa menyebabkan masalah seperti getaran.

Solusinya, mau tidak mau anda harus mengganti kampas rem dengan yang orinya.