Showing posts with label Tips Mobil. Show all posts

Cara Mudah Atasi Pedal Kopling Yang Berdecit

Menghilangkan bunyi decitan pada pedal kopling bukan hal yang sulit, pasalnya anda sendiri pun bisa melakukannya walau tanpa memiliki alat-alat bengkel.

Tapi sebelumnya kita perlu tahu apa saja hal yang menyebabkan pedal kopling ini berdecit saat dioperasikan sehingga nantinya kita bisa lebih mudah memahami cara penyelesaiannya.

Lalu apa penyebab pedal kopling berdecit ?


Ternyata penyebabnya juga cukup sepele.

Pedal kopling akan berdecit saat dioperasikan karena ada bagian yang bergesekan namun kering. Maksudnya, pedal kopling itu memiliki engsel. Dari engsel itulah pedal kopling bisa dioperasikan maju mundur.

Namun karena kering, dari engsel inilah bunyi decitan bisa muncul. Seperti engsel pintu atau jendela yang kering juga akan menimbulkan bunyi saat digerakan.

Selain engsel pada pedal kopling yang kering, apa masih ada penyebab lainnya ? jelas ada

1. Per kopling berkarat

Mungkin tak jarang yang tahu kalau per kopling yang kondisinya berkarat, kering itu juga bisa menimbulkan bunyi saat kopling diinjak.

Bunyi itu berasal dari material pegas itu sendiri yakni baja lentur yang mulai kaku sehingga menimbulkan bunyi.

2. Silinder didalam master kopling kering

Didalam master kopling, terdapat silinder dan piston yang fungsinya untuk menekan cairan hidrolik agar tenaga tekanan kopling sampai ke bawah.

Kadang pula gesekan antara piston didalam silinder master kopling menimbulkan bunyi. bunyi ini bisa berasal karena kondisinya kering, ada kotoran yang mengganjal atau ada kerak.

3. Engsel pada release fork kering 

Dibagian bawah atau dibagian bak kopling ada komponen bernama release fork atau garpu pembebas yang bertugas menekan pressure plate supaya bisa menekan plat kopling atau membebaskannya.

Ternyata engsel pada release fork ini juga bisa kering dan kalau kering bisa berdecit. Masalah ini hampir sama dengan yang dibahas diawal, maka cara mengatasinya pun sama saja.

Lalu bagaimana cara mengatasinya ?

Untuk menghilangkan bunyi decitan itu anda hanya perlu melumasi bagian-bagian yang kering, khususnya engsel pada pedal kopling.

Pelumas seperti apa dan bagaimana caranya ?

Anda bisa menggunakan peluamas berbasis gel atau cair seperti grease, WD 40, atau oli sisa juga tidak masalah. Tapi untuk aplikasi yang lebih mudah anda bisa gunakan cairan pelumas model spray seperti WD 40 atau sejenisnya. Tapi kalau tidak ada anda juga bisa pakai oli.

Caranya, tinggal semprotkan pelumas ini pada engsel-engsel yang ada pada pedal kopling, dan release fork (dibagian kolong mobil). Jangan lupa semprotkan bagian pernya juga.

Kalau bunyinya masih terdengar, kemungkinan sumber bunyinya berasal dari master silinder kopling. Untuk masalah ini anda perlu melepas kaitan pedal dengan batang master silinder. Biasanya ini dikaitan dengan sebuah pengait kawat, untuk membukanya anda bisa menggunakan bantuan tang.

Setelah terlepas, putar-putar batang master silinder (putar 180 derajat kekanan, lalu balik lagi putar 180 derajat ke kiri). Ini digunakan untuk meratakan area silinder sehingga tidak ada kotoran atau kerak yang mengganjal.

Terakhir pasang kembali batang silinder ke pedal kopling.

Ada Bunyi Saat Kopling Mobil Dilepas, Apa Penyebabnya ?

Mungkin anda pernah menemui kondisi ketika memindahkan gigi tranmsisi mobil, ada bunyi yang muncul saat kopling direlease/dilepas.

Bunyi itu bisa bunyi yang wajar tapi juga bisa karena ada kerusakan pada sektor kopling. Hari ini Autoexpose akan memberikan beberapa komponen yang bisa menyebabkan kopling mobil bunyi saat dilepas.

Penyebab Kopling Bunyi Saat Dilepas


1. Kampas kopling sudah tipis

Ketika kampas kopling mobil tipis, maka beberapa gejalanya akan muncul salah satunya kopling yang bunyi dan getar saat dilepas. Bunyi kopling karena kampas yang tipis itu seperti bunyi slip atau gesekan.

Biasanya juga tercium bau terbakar dari area bawah mobil.

Ini bisa menimbulkan bunyi karena ada gesekan antara flywheel dan plat kopling karena kampasnya aus. Kalau kampasnya masih tebal, tetap ada gesekan tapi gesekan itu hanya berlangsung sangat singkat serta bunyinya bisa diredam. Jadi tidak terasa.

Ketika kampas kopling sudah tipis, gesekan antara flywheel dan plat kopling akan lebih nampak sehingga bisa bisa menimbulkan bunyi yang terdengar sampai kabin.

2. Permukaan flywheel atau pressure plate tidak rata

Kopling mobil itu terdiri dari tiga plat, yakni flwheel, plat kopling dan pressure plate. Flywheel dan pressure plate sama-sama berperan sebagai pemberi putaran sementara plat kopling akan menerima putaran.

Ketika kopling bekerja, gesekan antara flywheel, pressure plate bersama plat kopling akan mengikis lapisan kampas kopling. Itulah sebabnya kampas kopling mobil bisa habis. tapi tak jarang juga, permukaan flwheel atau pressure plate terkena kikis.

Itu bisa disebabkan karena saat kampas kopling tipis tapi tidak kunjung diganti.

Kalau pressure plate atau flywheel sudah terkikis maka permukaannya menjadi tidak rata. Hasilnya kopling akan bergetar, imbasnya berupa bunyi dan getaran saat kopling dilepas.

3. Pegas kopling lemah

Pegas kopling bertugas untuk menekan pressure plate agar ketika plat didalam kopling bisa menempel dengan kencang. Kekuatan pegas ini juga cukup besar sehingga kopling mobil tidak mengalami selip.

Tapi ketika pegas kopling sudah melemah, tekanan pressure plate ke plat kopling juga menjadi berkurang. Sehingga saat awal-awal kopling tersambung (pedal kopling dilepas) slip kopling lebih berpotensi muncul meski kondisi kampas kopling masih bagus.

Ini tentu saja akan menimbulkan bunyi dan getaran.

4. Bunyi itu berasal dari persneling

Selanjutnya bunyi saat kita dengan ketika melepas kopling juga bisa berasal dari gigi transmisi, entah karena RPM mesin terlalu kecil saat kita lepas kopling atau posisi gigi terlalu besar itu bisa menyebabkan bunyi.

Secara umum bunyi ini memang tidak bermasalah selama bunyinya tidak muncul terus. Tapi ketika di gigi satu bunyi ini tetap muncul maka besar kemungkinan ada masalah pada sektor transmisi.

Jadi kesimpulannya

Apabila bunyi yang anda dengar seperti bunyi gemertak, itu bisa disebabkan karena posisi gigi terlalu besar atau RPM mesin terlalu kecil saat lepas kopling. Dan itu wajar.

Tapi kalau bunyi itu seperti gesekan, disertai getaran dan ada bau terbakar pula maka itu masalah kopling. Umumnya kampas kopling yang sering kena apalagi kalau usia kampas kopling mobil anda sudah cukup lama, tapi tidak menutup kemungkinan bagian lain juga yang kena.

Ini bisa dicek lebih lanjut di bengkel. Untuk penggantian set kopling, biayanya beragam. Setidaknya anda perlu menyiapkan 2 juta rupiah untuk penggantian set kopling. Jarang bengkel yang hanya mengganti satu partnya saja, karena pada sistem kopling ketika satu part diganti dan lainnya tidak maka dalam waktu dekat part yang tidak diganti bisa juga rusak.

Sehingga untuk menyingkat waktu dan tenaga, penggantian dilakukan satu set.

4 Penyebab Kopling Mobil bunyi Saat Diinjak + Solusinya

Hari ini akan saya share beberapa hal yang menyebabkan kopling mobil anda bunyi saat diinjak beserta solusinya. Tapi sebelum itu alangkah lebih baik kita bahas dulu apa itu kopling supaya penjelasan nantinya bisa masuk.

Kopling adalah komponen yang digunakan untuk memutuskan putaran mesin ke transmisi saat akan terjadi perpindahan gigi.

Kopling ini bekerja menggunakan tiga plat yang saling bertempelan. Dua plat yakni flwheel dan pressure plate berfungsi sebagai pemberi putaran dan plat kopling sebagai penerima putaran. Posisi plat-plat tersebut, plat kopling terletak diantara flywheel dan pressure plate.

Saat kondisi normal atau pedal kopling tidak diinjak, plat ini bertempelan sehingga tenaga dari mesin akan diteruskan ke transmisi tapi saat pedal kopling diinjak ketiga plat ini akan merenggang. Sehingga tenaga mesin hanya berputar sampai flywheel dan pressure plate, sementara plat kopling tidak berputar.

Proses kerja seperti itu tentu saja bisa membuat komponen-komponen kopling mengalami kerusakan, salah satunya kopling yang bunyi saat diinjak.

Lalu apa penyebabnya ?

Penyebab Kopling Bunyi Saat Di tekan


1. Release bearing aus/rusak

Release bearing adalah sebuah bantalan didalam kopling yang berfungsi untuk menghubungkan release fork yang statis (diam) dan unit kopling yang berputar.

Jadi lebih mudahnya release bearing merupakan bantalan untuk membebaskan/merenggangkan tiga plat didalam kopling. Ada kalanya karena faktor usia atau faktor material yang kurang bagus, bantalan ini mengalami keausan.

Saat release bearing aus, maka akan timbul suara gesekan. Suara ini akan muncul selama kita menekan pedal kopling.

Solusinya mau tidak mau harus diganti yang baru.

2. Mekanisme penggerak kopling kering


Kopling mobil-mobil sekarang memang sudah menggunakan mekanisme hidrolik sebagai penggeraknya. Tapi dari pedal sampai ke master kopling, dan di daerah silinder aktuator masih banyak ditemui engsel-engsel yang kalau kering akan menimbulkan bunyi.

Solusinya adalah dengan mengoleskan grease atau menyemprotkan cairan pelumas seperti pelumas rantai motor.

3. Pergerakan kopling terlalu kecil


Maksudnya adalah gerak renggang dari pressure plate terlalu kecil padahal pedal kopling sudah ditekan sampai mentok. Tentu saja ini akan menimbulkan bunyi karena kopling belum 100% terbebas, sehingga akan menimbulkan suara gesekan seperti slip antara pressure plate dan plat kopling.

Masalah ini bisa disebabkan karena setelan jarak bebas kopling yang terlalu besar juga bisa karena sistem hidrolik kopling masuk angin.

Jadi solusinya, pertama cek setelan jarak bebas kopling. Biasanya untuk menyetel jarak bebas pedal kopling ada dibagian pedal kopling, untuk menyetelnya anda perlu memutar mur pada adjuster.

Kemudian jangan lupa untuk mengecek minyak rem. Kalau kondisinya kurang, sangat mungkin terjadi masuk angin. Jadi jangan hanya ditambah tapi lakukan bleeding terlebih dahulu.

4. Plat kopling/plat penekan oleng

Plat kopling yang paling tipis diantara plat lainnya sangat berpotensi oleng atau bengkok. Akibatnya saat pressure plat merenggang, masih ada area plat kopling yang menempel dengan pressure plate dan flywheel.

Sehingga akan menimbulkan suara gesekan seperti kopling selip.

Untuk masalah satu ini solusinya Cuma satu yakni anda perlu mengganti plat kopling dengan yang baru.

4 Penyebab Kopling Lengket dan Solusinya

Kopling digunakan untuk memisahkan putaran mesin dengan transmisi, sehingga saat kita akan memindahkan gigi, mobil tidak terhentak akibat poros mesin yang berputar.

Kopling akan bekerja ketika kita menginjak pedal kopling. Saat ini, sambungan antara plat kopling dan plat penekan akan merenggang sehingga putaran mesin tidak sampai memutar poros transmisi.

Tapi ketika kita melepaskan injakan pedal kopling, plat kopling dan plat penekan kembali terhubung sehingga putaran mesin bisa kembali dihubungkan.

Permasalahan kopling lengket terjadi saat pedal kopling diinjak yang harusnya terbebas justru tetap terhubung. Ini akan menyebabkan putaran mesin dan transmisi tidak terbebas dengan sempurna sehingga kita akan kesulitan memindahkan gigi.

Lalu apa yang menyebabkan hal itu ?

Mari kita bahas secara detail dibawah plus solusinya.

Penyebab Kopling Lengket


Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kopling lengket, antara lain ;

1. Kopling terendam air

Kopling mobil itu bersifat kering yang artinya kopling ini bekerja tanpa memerlukan cairan pelumas apalagi air. Pada beberapa jenis kopling air justru akan semakin memperburuk kondisi kopling.

Hal ini karena material asbes yang menjadi bahan dasar kampas kopling kurang baik apabila terkena air. Sehingga kampas kopling justru tetap melekat pada plat penekan meski plat penekan sudah direnggangkan.

Masalah ini biasanya muncul sehabis anda menerjang genangan banjir. Kalau hanya dicuci, air tidak akan masuk ke rumah kopling. Tapi saat menerjang banjir apalagi sampai membenamkan setengah roda maka air sangat berpotensi masuk ke rumah kopling.

2. Mobil tidak dipakai dalam waktu yang cukup lama

Mobil-mobil yang di anggurkan dalam waktu yang cukup lama (biasanya sampai tahunan) akan muncul masalah ketika akan digunakan lagi. Salah satunya di sektor kopling.

Ini terjadi karena saat mobil tidak digunakan, kondisi kampas kopling terus tertekan (karena secara default saat mobil tidak digunakan kampas kopling memang tertekan). Tapi ini terjadi dengan waktu yang cukup lama.

Dipengaruhi juga dengan faktor cuaca, maka kopling cenderung akan lengket. Jadi saat kita menekan pedal kopling akan terasa sangat keras bahkan kopling benar-benar tidak bisa dioperasikan.

Hal itu, bisa disebabkan banyak faktor. Pertama dari master silinder yang berkarat akan mengganggu pergerakan pedal kopling. Selain itu, dari sisi kampas kopling sendiri akan melekat ke plat penekan sehingga cukup berat saat kita menginjak pedal kopling.

3. Kampas kopling sudah habis

Ketika kampas kopling akan habis, maka akan muncul beberapa gejala seperti loss power, gigi susah dimasukan dan kopling yang terkadang keras.

Kopling keras dan susah oper gigi disebabkan karena plat kopling dan plat penekan tidak terbebas dengan sempurna saat pedal kopling diinjak alias lengket.

Penyebabnya, karena sudah tidak ada lagi lapisan kampas yang melapisi plat kopling. Sementara bahan dari plat kopling juga logam, maka saat plat kopling bergesekan dengan plat penekan yang juga berbahan logam akan membuatnya aus dan bahkan menempel.

Saat ini anda akan mencium bau terbakar yang cukup menyengat dari bagian kolong mobil. Dan saat dibongkar, plat kopling akan gosong.

4. Plat kopling atau flywheel oleng


Plat kopling oleng artinya kondisi plat kopling tidak lurus 0 derajat saay berputar alias oleng. Keolengan plat kopling ini akan menyebabkan kopling tetap terhubung meski plat penekan sudah direnggangkan.

Hal ini terjadi lantaran ada bagian kopling yang terbebas tapi ada juga bagian yang masih menempel sehingga akan menyulitkan kita saat akan oper gigi.

Selain plat koplingnya, plat penekan serta flywheel juga bisa oleng. Oleh sebab itu, masalah ini tergolong serius meski jarang terjadi.

Lalu Bagaimana Solusinya ?


Untuk penyebab satu dan dua, kita bisa memaksa kopling untuk terbebas dengan bantuan putaran mesin. Caranya dengan menghentakan plat kopling menggunakan putaran mesin.

Pertama posisikan mobil diarea terbuka, lalu masukan gigi pada gigi satu atau dua dan nyalakan mesin. Saat mesin dihidupkan dalam posisi gigi masuk, maka mobil akan terhentak. Hentakan itu juga bisa membuat kopling kembali terbebas.

Namun untuk penyebab ketiga dan keempat, rasanya kopling tetap lengket apabila menggunakan cara diatas,

Karena kondisi plat kopling memang sudah tidak bagus dan perlu diganti. jadi kalau hingga 5 kali proses diatas tidak membuahkan hasil, mau tidak mau anda harus membongkar kopling mobil anda.

5 Ciri Kampas Kopling Mobil Habis

Kopling sudah menjadi komponen yang cukup vital pada mobil bertransmisi manual, karena keberadaanya sangat mempengaruhi performa mobil khususnya ditanjakan.

Fungsi utama kopling sebenarnya untuk memutuskan aliran tenaga dari mesin ketransmisi saat kita akan mengoper gigi. Ketika oper gigi dilakukan, otomatis ada perbedaan percepatan pada transmisi. Perbedaan percepatan itu akan membuat mobil nyentak, itulah alasannya kopling dileakan supaya mobil tetap tenang saat oper gigi dilakukan.

Salah satu komponen yang paling sering rusak pada sistem kopling adalah kampas kopling. Sebenarnya, bukan rusak juga melainkan sudah masanya harus ganti.

Hal itu disebabkan karena kampas kopling memang dibuat untuk masa pakai tertentu, ketika permukaan kampasnya sudah habis maka perlu diganti.

Lalu apa ciri kampas kopling yang sudah habis ? simak ulasannya dibawah.

Ciri Ciri Kampas Kopling Mobil Habis


1. RPM mesin suka meraung

RPM mesin yang meraung artinya RPM mesin sering meninggi tanpa diimbangi dengan penambahan kecepatan mobil secara signifikan.

Simpelnya, misal biasanya untuk menempuh kecepatan 40 KM/jam menggunakan gigi 3 RPM mesin hanya sekitar 2.000 RPM. Tapi kalau kampas kopling tipis, maka pada kondisi yang sama RPM mesin bisa mencapai 3.000 RPM bahkan lebih.

Itu disebabkan karena ada slip kopling. Slip kopling ini disebabkan karena permukaan kampas kopling yang mencegah terjadinya slip sudah terkikis habis.

2. Akselerasi dan power mobil melemah

Kalau ciri yang pertama bisa dirasakan saat anda jalan flat, tapi kalau yang ini sangat terasa ketika anda berakselerasi. Kampas kopling yang mulai habis akan menurunkan akselerasi mobil juga powernya.

Lagi-lagi, itu disebabkan karena adanya slip kopling. Ketika akselerasi, mesin bekerja cukup baik tapi tidak dengan kecepatannya yang cenderung lebih telat daripada biasanya.

Untuk power, bisa terasa ketika anda menanjak. Saat mobil menanjak, itu perlu power yang lebih besar. Sehingga ketika kampas kopling habis, powernya kurang otomatis mobil tidak kuat menanjak.

3. Muncul suara gemuruh saat kopling dioperasikan

Suara-suara ini disebabkan karena gesekan antar plat kopling. Bagi yang belum tahu, kopling sebenarnya bekerja dengan memanfaatkan gesekan antar dua jenis plat. Yakni plat kopling dan plat penekan. Plat kopling adalah piringan yang dilapisi bahan seperti keramik yang kita sebut kampas kopling, sementara plat penekan terbuat dari logam solid yang tebal.

Ketika dua plat tersebut bergesekan, tidak terdengar bunyi apapun karena ada lapisan kampas yang selain mencegah selip juga meredam bunyi gemuruh. Namun lain ceritanya ketika kampas koplingnya habis.

Suara-suara yang tidak wajar akan terdengar dengan jelas saat kopling dioperasikan.

4. Susah oper gigi

Kalau gejala yang ini mungkin banyak dirasakan, dan tidak mesti penyebabnya dari sektor transmisi. Karena gigi yang susah dioper juga bisa disebabkan karena kopling yang bermasalah.

Masalahnya, plat kopling dan plat penekan melekat ketika pedal kopling ditekan. Sehingga putaran mesin ketransmisi belum sepenuhnya terbebas. Itulah sebabnya, gigi susah dioper.

5. Pedal kopling terasa lebih tinggi dibanding biasanya

Ketinggian pedal kopling juga bisa dijadikan indikator ketebalan kampas kopling. Ketika kampas kopling masih tebal, maka kopling masih agak dalam. Artinya, untuk membebaskan putaran mesin pedal kopling masih bisa ditekan agak dalam.

Sementara ketika kampas kopling tipis bahkan habis, maka sedikit saja pedal kopling ditekan putaran mesin sudah terbebas.

Solusi untuk mengatasi kopling ini adalah dengan mengganti kampas kopling.

Biaya mengganti kampas kopling tidak terlalu mahal, namun ketika matahari kopling sudah kena juga otomatis biayanya akan lebih mahal.

Ganti Oli Persneling Manual, Berapa Biayanya ?

Pelumas pada sebuah mobil itu bukan Cuma oli mesin, ada juga oli perseneling dan oli gardan. Namun sebagian pemilik mobil tidak terlalu mengurusi pelumas selain oli mesin khususnya oli perseneling dan oli gardan.

Padahal, kedua bagian itu juga masih mempengaruhi performa mesin.

Lalu, untuk penggantian olli persneling manual, kira-kira dilakukan saat jarak tempuh berapa dan berapa biayanya ? mari kita bahas

Kapan Harus Ganti Oli Transmisi Manual ?


Secara umum, oli transmisi itu bisa bertahan dengan baik hingga pemakaian 40 ribu KM atau kalau dirata-rata sampai 2 tahunan.

Kalau anda melihat manual book mobil anda, juga ada berapa standar penggantian oli transmisi manual. Biasanya memang diangka 40 ribu KM meski ada juga yang kurang.

Tetapi, anda juga patut memperhatikan beberapa hal. Karena ada beberapa hal yang mengharuskan oli transmisi harus diganti meski belum menempuh jarak 40 ribu KM.

Beberapa hal tersebut antara lain ;

1. Bunyi dengung dari bagian persneling

Bunyi dengung ini bisa berasal dari persinggungan antar gear didalam transmisi. Kalau kualitas olinya masih bagus, bunyi ini bisa diredam dengan sempurna tapi kalau kualitas oli sudah turun maka bunyi dengung akan terdengar.

2. Gigi susah dipindahkan

Tuas persneling yang susah dipindahkan bisa menunjukan beberapa gejala seperti kampas kopling tipis juga bisa karena oli transmisi yang perlu diganti. Kalau tidak disertai dengan gejala loss power, maka kopling masih aman sehingga masalah ini bisa disebabkan karena oli transmisi perlu diganti.

3. Ada bunyi/getaran dari transmisi

Bunyi-bunyian ini umum sekali muncul terutama kalau oli yang dipakai sudah turun kualitasnya. Ada beberapa hal yang mempercepat penurunan kualitas oli, seperti pemilihan SAE yang salah juga bisa karena faktor luar seperti mobil yang menerjang banjir.

Jadi ketika anda mendengar bunyi-bunyi tidak nyaman dari bagian persneling coba ganti olinya terlebih dahulu.

Berapa biaya mengganti oli transmisi manual ?

Bicara soal biaya itu relatif, karena biaya penggantian ini dipengaruhi oleh harga oli yang anda pilih dan besaran ongkos jasa ganti oli itu sendiri.


Umumnya, harga oli transmisi manual itu berkisar 40 ribu – 100 ribu rupiah per liter. Kapasitas oli transmisi manual, itu kurang dari 2 liter sehingga kita asumsikan beli olinya 2 liter. Ongkosnya, juga bervariasi tapi umumnya tidak lebih dari 50 ribu (kalau hanya ganti oli saja).

Jadi estimasi total biaya yang diperlukan itu sekitar (kita anggap harga olinya 60 ribu) 170 ribu rupiah.

Biaya segitu bisa bertahan hingga 40 ribu KM atau sekitar 2 tahun, jadi menurut kami masih cukup terjangkau. Kecuali kalau ada masalah pada transmisi, maka biaya perbaikannya akan menjadi lebih mahal karena perlu menguras oli.

Jadi kami sarankan, meski tidak ada gejala pada mobil anda gantilah oli transmisi dengan interval maksimal 40 ribu KM sekali.

Hal itu dikarenakan, sebagus apapun kualitas oli yang anda beli tetap akan turun juga seiring bertambahnya pemakaian.

Untuk pemilihan SAE atau kekentalan oli, umumnya menggunakan SAE 80-90. Tapi itu disesuaikan juga dengan spesifikasi/rekomendasi pabrikan. Yang penting jangan gunakan oli mesin untuk oli transmisi, karena oli mesin itu sangat encer. Kalau diisi didalam transmisi, justru akan membuat transmisi berisik.

Umur Kampas Kopling Mobil Berapa Lama ?

Para pemilik mobil biasanya fokus melakukan perawatan disektor mesin serta eksterior mobil, sementara bagian yang tidak terlihat seperti kopling juga memerlukan perawatan.

Padahal, fungsi kopling ini bisa dibilang vital juga. Karena kopling menjadi jembatan tenaga antara mesin dan transmisi. Kalau kopling bermasalah, maka tenaga yang ditransfer ke transmisi menjadi lebih kecil sehingga akselerasi mobil lemah, dan power mobil juga lemah.

Masalah yang paling umum dan sering pada sistem kopling, adalah kampas kopling habis. Bagi yang tidak tahu, kampas kopling itu bentuknya seperti piringan yang dilapisi semacam bahan keramik dibagian lingkaran luarnya. Bahan keramik tersebut memiliki permukaan yang kasar bahannya lebih lunak daripada logam.

Sehingga ketika menerima putaran dari mesin, kopling tidak mengalami selip.


Ketika kampas kopling habis, itu artinya lapisan keramik pada piringan kopling sudah habis tergerus. Sehingga kopling tidak mampu menerima putaran mesin dengan maksimal. Itulah yang menyebabkan performa mobil turun.

Sekarang pertanyaannya, berapa lama kampas kopling akan bertahan sebelum akhirnya habis ?

Pertanyaan tersebut sebenarnya relatif, karena memang tidak ada jawaban yang baku. Masalahnya ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi usia kampas kopling. Dari mulai faktor kualitas bahan kampas kopling, gaya pengemudian, seberapa sering mobil digunakan, hingga medan yang ditempuh oleh mobil mempengaruhi umur kampas kopling.

Tapi umumnya, kampas kopling masih bisa digunakan dengan baik hingga 30 ribu KM.

Itu adalah angka rata-rata, faktanya dilapangan bisa lebih dari itu bahkan kampas kopling juga bisa bertahan hingga 50 ribu KM kalau gaya pengemudiannya tidak ugal-ugalan serta jarang menempuh medan berat.

Tapi sebagai patokan kapan waktu untuk mengganti kampas kopling, anda bisa melihat dari ciri atau gejala yang muncul. Jadi jangan gunakan Kilometer atau periode waktu sebagai patokan saat akan mengganti kampas kopling. Tapi gantilah kampas kopling kalau gejaka kampas tipis muncul.

Apa saja gejalanya ?

1. Sulit masuk gigi

Ketika tuas transmisi susah dipindahkan pada posisi berapapun, bukan berarti ada masalah pada transmisinya. Karena itu justru banyak disebabkan karena faktor kopling yang mulai tipis.

Alasannya, ketika ada masalah pada kopling seperti kampas kopling yang tipis maka kopling akan lebih sulit terbebas. Sehingga gigi transmisi terasa sulit untuk dipindahkan.

2. Kopling terasa lebih tinggi

Baru menginjak sedikit saja, mesin sudah meraung. Itu merupakan tanda berikutnya, kalau kampas hampir habis maka mesin mudah sekali selip. Sehingga baru menekan pedal kopling sedikit saja, sudah terjadi selip pada kopling yang menyebabkan mesin meraung.

3. Mobil mengalami penurunan performa

Ini merupakan tanda yang paling dirasa, ketika kampas kopling habis maka performa mobil akan mengalami penurunan. Dari mulai akselerasi, kalau biasanya untuk mencapai kecepatan 60 KM/jam bisa ditempuh dalam waktu 5 detik, maka ini bisa molor sampai 8 hingga 10 detik.

Tanda penurunan performa lainnya akan sangat terlihat ketika mobil menanjak, bisa dipastikan mobil tidak akan kuat meski anda sama sekali tidak menginjak pedal koplingnya.

Disarankan kalau tanda-tanda tersebut muncul segera ganti kampas kopling, karena kalau terlambat maka masalah bisa menjalar ke komponen lainnya.

Lalu berapa biayanya untuk ganti kampas kopling mobil ? anda bisa lanjutkan pada artikel berikutnya. Ini dia linknya Biaya ganti kampas kopling mobil.

Oli Power Steering Bocor, Apa Pengaruhnya ? Apa Penyebabnya ?

Salah satu tanda oli power steering yang bocor bisa anda lihat di kolong mobil. Biasanya ada tetesan oli berwarna merah gelap dibawah mobil. Ini artinya, oli power steering pada mobil anda bocor.

Lalu apa pengaruhnya kalau oli power steering mobil bocor ? apa penyebabnya dan bagaimana solusinya ? mari kita bahas secara lengkap.

Pengaruh Oli Power Steering Yang Bocor


Sistem power steering dibuat untuk meringankan beban pengemudian, jadi berkat adanya sistem power steering ini membelokan setir menjadi lebih ringan. Ada dua jenis sistem power steering, tipe hidrolik dan tipe elektrik.

Oli power steering adalah fluida untuk sistem power steering tipe hidrolik. Jadi kalau mobil anda menggunakan EPS (elektronik power steering) maka kalau ada ceceran oli dilantai itu bukan dari oli power steering karena EPS tidak menggunakan oli power steering.

Fungsi oli power steering tidak Cuma sebagai pelumas, oli ini lebih condong ke fungsi fluida hidrolik. Dengan kata lain, oli power steering berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari pompa power steering ke steering rack.

Lalu apa jadinya kalau olinya bocor ?

Ketika oli power steering bocor,  biasanya tidak akan menimbulkan gejala apapun. Tapi setelah oli didalam sistem power steering mulai berkurang hingga melewati level minim, baru masalah akan muncul.

Masalah yang akan muncul antara lain ;

  • Timbul suara mendengung ketika anda membelokan setir.
  • Suara kasar (dari pompa) ketika anda membelokan setir.
  • Setir terasa lebih berat dibandingkan biasanya
Baca juga 4 penyebab setir mobil terasa lebih berat

Kalau sudah muncul tanda-tanda tersebut anda perlu waspada karena kerusakan bisa menjalar ke bagian pompa hingga steering rack. Kalau pompa dan steering rack sudah kena, maka anda perlu menyiapkan budget minimal 2 juta rupiah untuk melakukan penggantian part.

Hal itu dikarenakan komponen seperti pompa dan steering rack itu sulit diperbaiki, kalaupun bisa diperbaiki tetap beresiko rusak kembali. Jadi jalan paling aman itu diganti dengan yang baru.

Oleh sebab itu, biasakan untuk mengecek volume oli power steering setiap kali anda akan mengemudi. Untuk mengeceknya cukup mudah, anda hanya perlu melihat reservoir oli power steering yang terletak didekat mesin.

Apa penyebab oli power steering bocor ?


Penyebabnya bisa bermacam-macam, tapi umumnya kebocoran oli power steering disebabkan tiga hal berikut ;

1. Klem selang yang kendor/terlepas

Selang power steering biasanya dipasang menggunakan klem pegas atau klem sekrup. Ketika klem ini sudah rapuh karena termakan usia, otomatis klem tidak bisa menahan selang untuk tetap melekat pada channelnya. Sehingga minyak power steering bisa bocor.

Selain klem yang rapuh, posisi klem yang kurang klop juga bisa menyebabkan kebocoran. Biasanya ini terjadi sehabis dilakukan perbaikan.

Sehingga ketika anda menemukan ceceran minyak power steering dilantai, coba cek klemnya dahulu karena kalau masalahnya Cuma klem maka hanya perlu diganti. Harganya cukup murah dan cara menggantinya juga cukup mudah.

2. Selang retak/pecah

Selang power steering yang terkena panas mesin atau karena termakan usia juga bisa mengalami kerusakan. Kerusakan pada selang ini berupa pecahan pada permukaan selang yang membuat oli power steering menetes.

Biasanya kalau selang pecah, kebocoran tidak terlalu terasa karena kebocoran ini hanya berupa tetesan-tetesan kecil.

Jadi kalau anda menemukan tetesan-tetesan kecil dilantai, bisa jadi itu masalah selang. Namun ketika mobil digunakan, biasanya tetesan akan semakin besar karena tekanan oli power steering akan naik.

3. Seal pada steering rack bocor

Masalah yang terakhir disebabkan karena seal pada steering rack bocor. Seal ini berfungsi mencegah kebocoran minyak rem pada as power steering. Kalau ada retak sedikit saja, maka oli power steering akan bocor.

Untuk masalah ini, kebocoran mungkin tidak terlalu terlihat namun ketika mobil digunakan maka kebocoran dengan jumlah besar bisa terjadi. Hal ini karena didalam steering rack, terdapat minyak rem bertekanan tinggi.

Untuk mengeceknya, hidupkan mesin dan belokan setir kekanan dan kekiri. Kalau ada kebocoran ketika setir dibelokan, maka itu pertanda bahwa seal rack power steering bocor.

Solusinya, adalah mengganti satu set rack power steering. Meski ada beberapa bengkel yang mampu mengganti sealnya saja, tapi ini juga beresiko karena suatu saat akan terjadi kebocoran lagi dititik yang sama atau dititik lain.