5 Ciri Kampas Kopling Mobil Habis

Advertisement
Kopling sudah menjadi komponen yang cukup vital pada mobil bertransmisi manual, karena keberadaanya sangat mempengaruhi performa mobil khususnya ditanjakan.

Fungsi utama kopling sebenarnya untuk memutuskan aliran tenaga dari mesin ketransmisi saat kita akan mengoper gigi. Ketika oper gigi dilakukan, otomatis ada perbedaan percepatan pada transmisi. Perbedaan percepatan itu akan membuat mobil nyentak, itulah alasannya kopling dileakan supaya mobil tetap tenang saat oper gigi dilakukan.

Salah satu komponen yang paling sering rusak pada sistem kopling adalah kampas kopling. Sebenarnya, bukan rusak juga melainkan sudah masanya harus ganti.

Hal itu disebabkan karena kampas kopling memang dibuat untuk masa pakai tertentu, ketika permukaan kampasnya sudah habis maka perlu diganti.

Lalu apa ciri kampas kopling yang sudah habis ? simak ulasannya dibawah.

Ciri Ciri Kampas Kopling Mobil Habis


1. RPM mesin suka meraung

RPM mesin yang meraung artinya RPM mesin sering meninggi tanpa diimbangi dengan penambahan kecepatan mobil secara signifikan.

Simpelnya, misal biasanya untuk menempuh kecepatan 40 KM/jam menggunakan gigi 3 RPM mesin hanya sekitar 2.000 RPM. Tapi kalau kampas kopling tipis, maka pada kondisi yang sama RPM mesin bisa mencapai 3.000 RPM bahkan lebih.

Itu disebabkan karena ada slip kopling. Slip kopling ini disebabkan karena permukaan kampas kopling yang mencegah terjadinya slip sudah terkikis habis.

2. Akselerasi dan power mobil melemah

Kalau ciri yang pertama bisa dirasakan saat anda jalan flat, tapi kalau yang ini sangat terasa ketika anda berakselerasi. Kampas kopling yang mulai habis akan menurunkan akselerasi mobil juga powernya.

Lagi-lagi, itu disebabkan karena adanya slip kopling. Ketika akselerasi, mesin bekerja cukup baik tapi tidak dengan kecepatannya yang cenderung lebih telat daripada biasanya.

Untuk power, bisa terasa ketika anda menanjak. Saat mobil menanjak, itu perlu power yang lebih besar. Sehingga ketika kampas kopling habis, powernya kurang otomatis mobil tidak kuat menanjak.

3. Muncul suara gemuruh saat kopling dioperasikan

Suara-suara ini disebabkan karena gesekan antar plat kopling. Bagi yang belum tahu, kopling sebenarnya bekerja dengan memanfaatkan gesekan antar dua jenis plat. Yakni plat kopling dan plat penekan. Plat kopling adalah piringan yang dilapisi bahan seperti keramik yang kita sebut kampas kopling, sementara plat penekan terbuat dari logam solid yang tebal.

Ketika dua plat tersebut bergesekan, tidak terdengar bunyi apapun karena ada lapisan kampas yang selain mencegah selip juga meredam bunyi gemuruh. Namun lain ceritanya ketika kampas koplingnya habis.

Suara-suara yang tidak wajar akan terdengar dengan jelas saat kopling dioperasikan.

4. Susah oper gigi

Kalau gejala yang ini mungkin banyak dirasakan, dan tidak mesti penyebabnya dari sektor transmisi. Karena gigi yang susah dioper juga bisa disebabkan karena kopling yang bermasalah.

Masalahnya, plat kopling dan plat penekan melekat ketika pedal kopling ditekan. Sehingga putaran mesin ketransmisi belum sepenuhnya terbebas. Itulah sebabnya, gigi susah dioper.

5. Pedal kopling terasa lebih tinggi dibanding biasanya

Ketinggian pedal kopling juga bisa dijadikan indikator ketebalan kampas kopling. Ketika kampas kopling masih tebal, maka kopling masih agak dalam. Artinya, untuk membebaskan putaran mesin pedal kopling masih bisa ditekan agak dalam.

Sementara ketika kampas kopling tipis bahkan habis, maka sedikit saja pedal kopling ditekan putaran mesin sudah terbebas.

Solusi untuk mengatasi kopling ini adalah dengan mengganti kampas kopling.

Biaya mengganti kampas kopling tidak terlalu mahal, namun ketika matahari kopling sudah kena juga otomatis biayanya akan lebih mahal.