7 Komponen Motor Listrik + Fungsinya Masing-Masing

Advertisement
Komponen motor listrik - Pernahkah anda memperhatikan blender, atau kipas angin. Mengapa komponen tersebut bisa berputar ? Jika anda penasaran,tenang saja karena kali ini kita akan membahas prinsip kerja dan komponen motor listrik beserta fungsinya.

Dalam dunia elektronika, motor listrik menjadi komponen yang tidak dapat dipisahkan. Hal itu juga berlaku pada dunia otomotif. Motor listrik tidak dapat dipisahkan dalam sebuah mobil atau motor. Contoh penggunaan motor listrik pada mobil, bisa anda lihat pada sistem starter, Cooling Fan, dan power windows.

Sementara secara umum, motor listrik akan sangat mudah kita temui pada kehidupan sehari-hari. Contohnya kipas angin, pompa air, mesin cuci dan blender. Lantas tahukah anda mengapa benda-benda tersebut dapat berputar ?

Pengertian Motor Listrik


Dikutip dari wikipedia, Motor listrik adalah alat yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi gerak. Alat ini termasuk alat listrik dinamis karena menghasilkan gerakan. Prinsip kerja motor listrik adalah dengan memanfaatkan gaya tarik magnet.

kita tentu paham, ketika dua buah magnet dengan kutub yang sama didekatkan, maka kedua magnet ini akan bergerak menjauh. Sebaliknya apabila kutub magnet tersebut berbeda maka akan saling menarik. Prinsip inilah yang menjadi dasar motor listrik.

ketika sebuah batang magnet diletakan didalam medan magnet maka akan menghasilkan gerakan pada batang magnet tersebut. Batang ,agnet tersebut diletakan pada sebuah poros dengan rangkaian sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan gerakan putar ketika kedua komponen ini berinteraksi.

Komponen Motor Listrik

1. Stator Coil
2. Rotor Coil
3. Main Shaft
4. Brush
5. Bearing
6. Drive pulley
7. Motor Housing

Fungsi Tiap Bagian


1. Stator/Armature Coil

Stator termasuk komponen utama motor listrik. Karena komponen ini akan bersinggungan langsung dengan kinerja motor. Stator merupakan lilitan tembaga statis yang terletak mengililingi poros utama. Fungsi stator adalah untuk membangkitkan medan magnet pada di sekitar rotor.

komponen ini terdiri dari lempengan besi yang dililit oleh tembaga. Tembaga ini dihubungkan dengan sumber arus. Sehingga ketika lilitan tersebut dialiri arus listrik, akan menyebabkan kemagnetan pada stator. Pada sebuah motor umumnya memiliki tiga buah stator coil. Hal ini tergantung kapasitas motor itu sendiri tentunya. Semakin banyak jumlah kumparan, maka semakin besar kemagnetan yang dihasilkan. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kecepatan motor.

Namun untuk motor listrik berukuran mini, umumnya hanya melengkapi stator menggunakan magnet permanent. Sehingga arus yang digunakan juga lebih ringan. Lantas, apakah magnet permanent bisa digunakan pada motor listrik berdaya besar ? tentu bisa, namun putaran yang dihasilkan cenderung kecil. Itulah sebabnya lilitan magnet menjadi pilihan agar output juga memuaskan.

2. Rotor Coil/Komutator

Bagian ini juga menyerupai stator, bedanya rotor merupakan lilitan tembaga yang bersifat dinamis. Mengapa bersifat dinamis ? Karena lilitan ini menempel bersama main shaft atau poros utama motor yang akan berputar.
sama halnya dengan stator coil, semakin banyak jumlah lilitan pada rotor maka semakin besar pula putaran yang dihasilkan. Umumnya digunakan tembaga dengan diameter yang kecil. Hal ini bertujuan agar jumlah lilitan lebih banyak walau memerlukan panjang kawat yang besar.

ujung lilitan akan terhubung dengan sebuah rotor lain yang terletak di ujung poros utama.

3. Main Shaft

Poros utama adalah komponen logam yang memanjang sebagai tempat menempelnya beberapa komponen. Selain rotor coil, komponen yang menempel pada poros ini adalah drive pulley. Umumnya poros utama terbuat dari bahan aluminium yang anti karat. Selain itu komponen ini juga harus stabil pada putaran dan suhu tinggi.

4. Brush

Brush adalah sikat tembaga yang akan menghubungkan sumber arus litrik dengan rotor coil. Sikat ini menempel pada rotor kecil yang terletak diujung rotor utama. Gesekan yang terjadi akan mengalirkan arus dengan arah yang sama walaupun rotor berputar. Sehingga putaran dapat sinkron dan kontinyu.

Gesekan ini akan didukung oleh pegas yang terletak dibelakang sikat tembaga. Pegas ini akan selalu menekan brush sehingga sikat ini akan selalu menempel pada rotor walau berputar pada RPM tinggi.

Dalam sebuah motor harus dilengkapi dua buah brush. Brush ini akan menyuplai arus dan masa untuk rotor coil. Selain itu komponen ini menjadi penyebab populer yang mengakibatkan motor listrik mati. Kerak yang menempel pada permukaan brush akan menyebabkan aliran arus terhambat. Selain itu kondisi brush yang aus karena terus tergesek juga bisa menghambat aliran arus terhambat.

5. Bearing

Karena alat ini menghasilkan putaran, maka diperlukan komponen khusu yang akan dijadikan bantalan agar putaran berlangsung dengan mulus. Inilah fungsi dari bearing, sebagai bantalan antara permukaan poros dengan motor housing. Bearing umunya berbahan aluminium yang memiliki gaya gesek ringan. Sehingga tidak menghambat putaran motor.

6. Drive Pulley

Komponen ini terletak diujung bagian luar poros utama. Fungsinya untuk mentransfer putaran motor menuju komponen lain. Komponen ini umumnya berbentuk gear atau pulley, yang siap dihubungkan dengan komponen yang perlu digerakan dengan motor ini.

7. Motor Housing

Dibagian terluar motor listrik kita akan menemui sebuah plat besi yang digunakan untuk melindungi semua komponen electric motor. Selain itu, motor housing juga berfungsi untuk melindungi kita selaku pemakai dari putaran rotor yang sangat tinggi.

Itulah seluk beluk mengenai komponen motor listrik beserta fungsinya masing-masing. Semoga bisa menambah pengetahuan kita dan semoga bermanfaat