Cara Kerja Radiator Pada Mobil + Gambarnya

Advertisement
Radiator adalah komponen utama dalam sistem pendingin air pada kendaraan. Fungsi radiator adalah untuk memindahkan panas dari air pendingin ke udara bebas, sehingga disinilah kunci yang menyebabkan suhu air pendingin tetap stabil (tidak overheat).



Lalu bagaimana radiator ini bekerja ? bagaimana bisa sebuah radiator memindahkan panas dari air pendingin ? mari kita bahas selengkapnya dibawah.

Baca pula :

Prinsip kerja radiator


Radiator, bekerja berdasarkan proses perpindahan panas (termodinamika). Konstruksi radiator, terbagi menjadi empat bagian utama yaitu ;

  • Inlet Tank, Komponen ini terletak diatas pada radiator kerja vertikal, atau terletak disamping pada readiator tipe vertikal. Fungsinya sebagai penampung air panas dari mesin yang akan didinginkan. Inlet tank tersambung dengan selang output dari mesin. 
  • Saluran Penghubung, saluran ini memiliki dimensi yang tipis. Fungsinya untuk mengalirkan air dari inlet tank menuju outlet tank. Dalam satu unit radiator memiliki puluhan selang penghubung. 
  • Sirip Udara, sirip ini berfungsi melepaskan panas ke udara. Sirip kawat ini terletak diantara saluran penghubung pada seluruh permukaan radiator. 
  • Outet Tank, Otput tank menjsdi penampung air pendingin yang sudah melewati proses pendinginan. Suhu Air pada outlet tank sudah menurun sehingga siap digunakan kembali untuk mendinginkan mesin. 
Cara kerja radiator bermula ketika air bersuhu tinggi masuk kedalam inlet tank. Dari inlettank, Air tersebut langsung masuk kedalam beberapa saluran penghubung.

Saluran penghubung menggunakan bahan logam yang dapat menghantarkan panas, sehingga panas dari air akan berpindah kedinding saluran penghubung yang memiliki suhu lebih rendah.

Karena disekitar saluran terhubung ada sirip udara yang juga berbahan logam, maka suhu air akan langsung ditransfer ke seluruh permukaan sirip. Saat mesin hidup dipagi hari, suhu panas yang telah mencapai sirip akan dilepaskan ke udara hingga suhu udara sekitar menyamai suhu radiator.



Agar proses transfer panas kembali berlanjut, maka perlu diciptakan aliran udara disekitar sirip agar udara panas bisa berganti dengan udara bersuhu rendah. Proses ini terjadi ketika mobil bergerak, udara akan masuk melalui grill depan. Selain itu sistem cooling fan juga bertanggung jawab dalam urusan aliran udara radiator.

Sehingga karena suhu air terus ditransfer ke udara luar, maka pada pangkal saluran penghubung suhu air bisa menurun. Air yang sudah turun suhunya dimasukan kedalam outlet tank yang selanjutnya akan digunakan kembali untuk mengambil panas mesin.

Dari cara kerja diatas, bisa disimpulkan bahwa pendinginan air pada radiator melalui rangkaian perpindahan panas dengan alur ; Air panas - Dinding saluran penghubung - Sirip udara - udara luar - suhu air turun.

Akibat radiator rusak

Dari pernyataan diatas, maka fungsi radiator sangatlah vital. Apabila terjadi kerusakan, misal ada kebocoran maka air akan keluar dari rangkaian sistem pendingin. Sehingga air pendingin habis dan mesin overheat.

Meski terbuat dari logam, radiator juga bisa jebol atau bocor. Hal ini dikarenakan adanya tekanan berlebih pada radiator. Kita tahu, bahwa meningkatnya suhu air, maka tekanan juga meningkat. Jika tekanan melebihi kemampuan radiator, maka radiator bisa jebol. Selain itu, banyak kejadian radiator lecet. walau terletak dibalik bumper, ternyata radiator juga bisa lecet. Alasanya ada kerikil yang masuk dari grill mengenai radiator. Sehingga berpotensi merusak.

Selain itu, radiator juga bisa mampet. Saluran penghubung radiator memiliki lubang cukup kecil. Jika ada kotoran atau kerak masuk kedalam radiator bisa berpotensi mengganggu proses pendinginan.

Cara mengecek kondisi radiator


Dari permasalahan radiator rusak, maka bisa menyebabkan berbagai masakah. Yang paling parah adalah ketika mesin sudah terkunci akibat mengalami overheat. Tak ada cara lain selain melakukan overhoule atau turun mesin. Oleh karena itu, jangan sungkan untuk melakukan pengecekan kondisi radiator, Apa saja yang dicek ?

1. Permukaan Radiator dari lecet

Langkah awal bisa anda lakukan secara visual dengan melakukan pengecekan permukaan radiator. Apabila lecet, maka bisa berpotensi merusak, namun jika hanya lecet kecil dibagian sirip tidak terlalu membahayakan.

2. Permukaan radiator dari rembesan benda cair

Pemeriksaan ini dilakukan sebelum melakukan perjalanan jauh, pastikan anda memeriksa bukan hanya radiator tapi juga seluruh saluran sistem pendingin dari kebocoran. Kebocoran air pendingin ditandai adanya tetesan air dibawah mesin. Namun tidak semua tetesan air berarti bocor. Untuk itu lakuakan pengecekan secara visual. Kebocoran bisa dilihat dari adanya rembesan pada radiator atau selang.

3. Cek menggunakan radiator pressure tester

Jika anda memiliki alat ini, maka akan lebih efektif. Radiator pressure tester akan mendeteksi kebocoran sistem pendingin dengan menggunakan tekanan. Artinya alat ini akan memberikan tekanan pada sistem pendingin, apabila tekanan stabil maka tidak terjadi kebocoran, sebaliknya jika saat didiamkan tekanan menurun, maka ada kebocoran.

Tips Perawatan Radiator

Agar awet, kita perlu melakukan perawatan. Selain itu mencegah akan lebih mudah ketimbang membereskan radiator yang bermasalah. Beberapa tips agar radiator awet antara lain ;

  • Cek volume air pendingin 
  • Cek fungsional Kipas pendingin 
  • Cek tingkat kebersihan air pendingin 

Demikian pembahasan kita tentang fungsi dan prinsip kerja radiator mobil. Meski awalnya sistem ini dirancang untuk kendaraan berjenis mobil, namun saat ini sudah banyak sepeda motor yang menerapkan liquid Cooling. Perawatan cooling Sytem pada mobil dan motor kurang lebih sama. Semoga bermanfaat.