5 Penyebab Volume Oli Mesin Sering Berkurang + Solusinya

Advertisement
Oli Mobil Berkurang - Bagi pemilik mobil mungkin sering melakukan pengecekan pada bagian mesin khususnya dibagian oli mesin. Beberapa menunjukan volume masih baik namun sering juga indikator pada deep stick oli menunjukan volume yang berkurang. Lantas apa penyebabnya ?



Penyebab utama, pasti kita akan berfikiran adanya kebocoran pada sektor oli mesin. Hal itu memang benar saja, oli mesin yang tiba-tiba habis pada mesin pasti disebabkan karena oli tersebut mengalir keluar.

Namun, dimana letak kebocoran itu ? pertanyaan ini yang kadang membuat kita bingung. Dengan kondisi mesin mobil yang cukup rapat maka akan menyulitkan kita untuk melakukan pengecekan. Untuk itu diartikel ini kita akan membahas berbagai letak kebocoran oli mesin serta penyebab lain untuk masalah oli yang sering berkurang.


Penyebab Oli Mesin Cepat Habis


1. Kebocoran di bagian drain plug

Drain plug merupakan komponen yang berfungsi untuk membuang oli dari dalam mesin. komponen ini berbentuk baut yang diulirkan kedalam bagian bawah carter.

Memang, baut ini sudah dilengkapi dengan seal khusus namun dengan bertambahnya umur mesin dutambah pula dengan kondisi baut yang sering dibuka disuhu panas akan meningkatkan kerusakan ulir.

Untuk masalah ini, rembesan oli akan mengendap di daerah drain plug dan pengaruh terhadap berkurangnya oli cukup lambat namun jika kondisi kebocoran sudah parah maka dalam waktu dekat oli bisa cepat habis.

solusinya, anda bisa menggunakan bantuan sealtip pipa untuk merapatkan atau melakukan penggantian baut jika baut penguras ini telah selek/lanas.

2. Kebocoran dibagian carter atau oil pan

Selain dari drain plug oli mesin bisa juga bocor dari carter mesin. oil pan atau carter memiliki fungsi untuk menampung oli mesin yang akan digunakan untuk melumasi seluruh komponen.

Bentuk oil pan ini seperti bak yang dibaut ke blok mesin dengan lapisan lem sealant. Di area sambungan inilah biasanya oli merembes, hal itu bisa disebabkan karena kerapatan lem yang kurang baik sehingga oli yang bisa masuk ke celah kecil bisa dengan mudah keluar.

solusinya anda harus melakukan reinstall komponen oil pan dengan menggunakan pelapis lem sealant yang memiliki kualitas bagus. Pastikan juga saat akan melapisi carter dengan lem baru, lem lama sudah terangkat secara keseluruhan dari permukaan oil pan maupun blok mesin.

3. Akibat Penguapan oli

Oli mesin bisa saja menguap apabila suhu mesin tinggi. Namun biasanya tiap mesin sudah memperhitungkan nilai penguapan oli dan suhu maksimal yang bisa dicapai mesin dengan merekomemdasikan jenis oli yang memiliki kualutas baik.

Uap oli tersebut keluar melalui saluran PCV yang terhubung dengan saluran intake manifold, sehingga uap oli ikut terbakar saat proses pembakaran di ruang bakar.

Penyebab lain bisa juga karena kondisi filter PCV sudah rusak, filter ini berfungsi untuk mengendapkan oli yang terbawa ke saluran PCV. Sehingga jika filter ini rusak otomatis oli bisa masuk ke sistem induksi udara.

Untuk masalah ini, anda perlu memeriksa bagian ujung saluran PCV yang biasanya terletak didekat saluran filter udara. Jika banyak rembesan oli maka bisa dipastikan ada kerusakan dibagian filter, jika tidak maka anda hanya perlu menggunaka oli dengan kualitas lebih baik dan multi grade jika bisa agar penguapan bisa ditahan.

4. Kerusakan Seal klep

Selain kebocoran yang nampak ke bagian luar mesin, ada pula kebocoran yang berasal dari dalam mesin. Contohnya jika seal katup mengalami robek atau kerusakan maka oli dari dalam kepala silinder yang harusnya melumasi mekanisme katup akan terbawa masuk ke saluran intake / exhaust. Sehingga sudah dipastikan volume oli akan berkurang.

Untuk memastikan, ada beberapa gejala seperti kondisi oli yang cepat sekali berkurang kemudian asap kendaraan berwarna putih namun tidak ada masalah pada power dan proses starting.

Solusinya anda perlu membongkar bagian kepala silinder mesin untuk melepas katup. Hal ini dikarenakan melakukan penggantian seal klep perlu melepas katup itu sendiri, pekerjaan ini juga tergolong berat karena sudah masuk ke rabah overhoule mesin.

5. Keausan ring piston dan silinder mesin

Untuk masalah terakhir juga sering terjadi khususnya pada mesin diesel yang sudah bermumur. Alasannya, mesin ini lebih berat kinerjanya sehingga silinder dan ring piston lebih cepat mengalami keausan.

gejalanya hampir sama dengan point nomor empat namun pada kasus ini, ada gejala pada power mesin yang drop serta kesulitan saat melakukan proses starting di beberapa kondisi.

Untuk memastikannya, anda bisa melakukan test kompresi dan solusinya adalah melakukan penggantian ring atau melakukan boring pada silinder mesin. Pekerjaan ini juga tergolong berat karena sudah menyentuh pembongkaran mesin secara keseluruhan, sehingga waktu yang diperlukan bisa berhari-hari.

Selain ke lima hal diatas ada juga penyebab yang cukup sepele yakni karena kurang saat melakukan pengisian ulang oli mesin. Ini biasa terjadi setelah kita selesai mengganti oli mesin dan filternya.

Penjelasannya, oli yang kita isi saat melakukan penggantian akan masuk seluruhnya ke bagian oil pan, saat mesin dinyalakan maka oli tersebut akan bersirkulasi ke filter dan ke seluruh komponen mesin.

Oli yang berada didalam filter ini, tidak akan kembali ke carter saat mesin mati. Sehingga seusai kita mematikan mesin maka deep stick oil akan menunjukan pengurangan volume oil hingga 300 ml. Untuk itu ketika mengisi ulang oli mesin, isi dengan lebihan sedikit agar filter juga terisi.

Demikian artikel singkat tentang penyebab dan mengatasi oli mesin cepat habis pada mobil semoga bermanfaat.