-->
Showing posts with label Info Mesin Motor. Show all posts
Bisakah Motor Nyala Tanpa Aki ? Ini penjelsan Detailnya

Bisakah Motor Nyala Tanpa Aki ? Ini penjelsan Detailnya

 Aki tekor menjadi salah satu problem yang sering kali dialami para pemilik motor.

Tapi apa yang terjadi kalau aki dicopot, alias motor nggak pakai aki. Apa motor masih bisa nyala ?

Di artikel ini kita akan bahas hal itu dengan detail. Jadi jangan lewatkan sedetikpun.

Aki atau baterai adalah alat untuk menyimpan energi listrik. Listrik pada baterai ini, akan dipakai untuk menghidupkan lampu, klakson, serta untuk menghidupkan mesin sendiri kita perlu energi listrik.

Jadi bisa dikatakan, kelistrikan pada kendaraan bukan cuma sebagai aksesoris. Tapi itu juga jadi hal penting supaya mesin bisa menyala.

Meski kelistrikan itu penting, sebenarnya baterai bukan jadi komponen yang mempengaruhi mesin.

Kenapa bisa begitu ?

Kalau motor anda akinya tekor, apa mesinnya akan sama sekali mogok ? Tidak juga.

Aki tekor, akan membuat starter mesin mati. Jadi kita harus pakai kick starter. Setelah itu mesin bisa nyala, dan lampu juga bisa nyala meski redup meski akinya tekor.

Itu artinya aki bukan jadi komponen utama yang mempengaruhi nyala tidaknya mesin.

Lalu kenapa bisa begitu ?

Ini terjadi karena baterai cuma sebagai penyimpan listrik. Perlu diingat, baterai atau aki tidak bisa memproduksi listrik. Komponen ini berfungsi layaknya power bank yang kalau di cas, dia akan menyimpan arus listrik.

Lalu dari mana asal kelistrikan pada motor ?

Kami perkenalkan, ini adalah spul. Atau dinamo pengisian pada sepeda motor.

Dinamo ini akan menghasilkan arus listrik saat mesin berputar.

Untuk menghasilkan arus listrik, sebenarnya sangat sederhana. Spul ini terdiri dari beberapa kumparan sebagai stator, dan magnet permanen sebagai rotor.

Rotor magnet ini, terhubung ke poros engkol mesin. Jadi, ketika mesin nyala, otomatis rotor ini akan berputar.

Ketika rotor berputar, terjadi persinggungan antara garis gaya magnet pada rotor magnet, dengan kumparan pada stator.

Sehingga terbentuklah aliran arus listrik.

Arus listrik inilah yang dipakai motor sebagai sumber untuk lampu, klakson, menghidupkan busi hingga untuk mengisi aki.

Jadi ketika mesin dimatikan, aki selalu dalam posisi full charge.

Namun, dinamo pengisian ini masih memiliki kelemahan. Tegangan yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh putaran mesin.

Standar tegangan pada kendaraan itu 12 volt. Namun, saat kecepatan tinggi tegangan yang dihasilkan dinamo ini bisa lebih dari 12 volt.

Ketika tegangan kelistrikan melebihi batas, maka itu bisa merusak komponen kelistrikan lainnya.

Untuk mengatasinya, spul selalu dipasang sepaket dengan volteg regulator. Atau orang-orang suka menyebutnya dengan kiprok.

Kiprok akan membatasi tegangan dari dinamo agar tidak melebihi 12 volt, meski mesin sedang pada RPM tinggi.

Dengan dua komponen ini, harusnya tidak masalah kalau aki dilepas. Karena ketika anda menghidupkan mesin menggunakan kick start, poros engkol akan berputar. Dan putaran dari kick start, sudah bisa menghasilkan aliran listrik untuk menghidupkan busi.

Ketika busi berhasil menyala, maka mesin akan hidup dan listrik akan tersuplai dengan sendirinya.

Tapi bagaimana dengan motor injeksi ?

Khusus untuk motor injeksi, ada komponen yang namanya pompa bensin. Pompa ini bekerja secara elektrik, dan sebelum mesin nyala pompa harus nyala sejenak agar tekanan bensin naik.

Oleh sebab itu, motor injeksi harus punya sumber listrik sebelum mesin nyala.

Sumber listrik ini bukan berari aki. Karena pada beberapa motor, sudah dilengkapi dengan kapasitor. Kapasitor ini sebenarnya mirip seperti baterai tapi versi lebih mini.

Jadi ketika kunci kontak on, kapasitor akan melepaskan arus listrik ke sistem injeksi. Sehingga pompa masih bisa nyala. Ketika kita nyalakan pakai kick starter, mesin akan nyala.

Namun, tidak semua motor menggunakan kapasitor. Jadi ada motor injeksi yang bisa nyala tanpa aki, ada juga yang tidak bisa.

Mungkin itu saja info untuk video kali ini, semoga bermanfaat dan jangan lupa subscribe.
Apa Yang Membuat Suara Knalpot Tiap Motor Beda ? Ini Penjelasannya

Apa Yang Membuat Suara Knalpot Tiap Motor Beda ? Ini Penjelasannya

Kalo kalian perhatiin suara setiap motor itu beda. Emang sih, mesinnya juga beda-beda, tapi perbedaan suara knalpot ini sangat signifikan. Antara motor bebek, matic sama sport meski kapasitas mesinnya sama itu suara beda banget.

Belum lagi kalo kita ganti pake knalot racing, suaranya makin beda.

Sebenarnya ada apa sih didalem knalpot ?

Jadi, knalpot itu bukan cuma saluran buat gas buang. Tapi komponen ini juga berfungsi sebagai peredam suara mesin.

Yang perlu diketahui, mesin melakukan pembakaran untuk menghasilkan energi. Pembakaran ini menghasilkan efke ledakan yang suaranya juga besar. Sementara itu, ada regulasi yang mengatur tingkat kebisingan suara kendaraan bermotor.

Jadi disinlah knalpot dibuat sebagai peredam suara.

Nah untuk gimana caranya knalpot bisa meredam suara, itu ada beberapa jenis.

1. Straight muffler

Pertama jenis yang paling umum dipake di sepeda motor adalah tipe straight muffler. Gambarannya, ada sebua tabung knalpot, dimana didalam tabung ada saluran exhaust yang ada pori-porinya.

Disekitar saluran exhaust tedapat fiber glass yang berfungsi untuk menyerap gelombang suara.

Jadi gas buang dari mesin masuk ke saluran exhaust. Disini suara dipecah ke berbagai pori-pori disekitar saluran exhaust. Suara lalu diserap oleh fiber glass sehingga suara yang keluar dari knalpot itu sudah berkurang frekuensinya.

Alasan tipe ini banyak dipakai pada sepeda motor, itu karena simpel plus tidak menimbulkan efek exhaust back pressure. Apa itu exhaust back pressure ?

Itu adalah efek sumbatan pada knalpot. Jadi ketika gas buang tidak lancar, maka gas buang akan terkumpul di dalam saluran exhaust. Sehingga gas exhaust yang baru tidak bisa keluar. Ini bisa menyebabkan mati mesin.

Tipe straight muffler ini tidak menimbulkan sumbatan pada saluran exhaust. Karena dari exhaust manifold, salurannya nyambung sampai ke luar knalopot tanpa halangan.

2. tipe resonansi

Pada tipe ini, tabung knalpot lebih lebar dan biasaya pipih. Cara kerjanya dengan memantulkan suara pada dinding sekitar knalpot. Ini menyebabkan efek perubahan energi dari suara menjadi getaran. Sehingga bunyi dari pembakaran mesin bisa berkurang.

Gambarannya, didalam muffler ini terdapat tiga ruangan. Gas buang masuk ke saluran inlet menuju ruang 3. saluran ini juga punya pori-pori, sehingga sebagian suara akan keluar lewat pori-pori ke ruang 2, dan sebagian besar gas buang keluar ke ruang 3.

Di ruang tiga terjadilah pemantulan suara. Lalu gas buang dibalikin ke ruang satu melalui saluran transfer. Pada ruang satu, pemantulan suara kembali dilakukan.

Setelah itu gas buang masuk ke saluran outlet dan langsung keluar dari knalpot.

Saluran outlet juga memiliki pori-pori di ruang dua, jadi diruang dua bisa terjadi tabrakan suara dari saluran inlet dan outlet. Ini membuat suara jadi lebih padat. Sehingga suara mesin terkesan sangat halus.

Tipe resonansi ini banyak dipake pada mobil, atau mesin dengan jumlah silinder lebih dari satu. Asalannya, bisa kalian lihat sendiri ukuran besar dan gas buang tidak langsung keluar. Tapi akan bolak-balik didalam mufler.

Inilah yang beresiko menimbulkan exhaust back pressure. Namun pada mesin 4 silinder, itu tidak menjadi masalah besar. Karena mesin punya tenaga yang konstan untuk mendorong gas buang. Jadi exhaust back pressure nggak akan terjadi.

Lalu gimana dengan knaloot racing ?

Sesuai namanya , jadi knalpot racing itu dibuat untuk balapan. Yang namanya balapan past yang diutamakan itu kecepatan. Salah satu caranya dengan memperlancar aliran gas buang mesin.

Jadi knalpot racing menggunakan tipe straight muffler dengan ukuran selang yang diperbesar.

Tapi kalau selangnya diperbesar, maka fiber glass sebagai peredam akan berkurang. Inilah yang membuat daya redam knalpot racing tidak sebagus knalpot standar.

Atau gampangnya, knalpot racing itu lebih berisik karena peredamnya lebih kecil dibandingkan knalpot standar.

Jadi kesimpulannya, suara knalpot bisa beda-beda itu tergantung besar kecilnya selang didalam knalpot, jenis peredamnya, seberapa tebal peredamnya, dan seberapa panjang knalpot itu.

Suara Mesin Motor Kasar Saat Panas, Apa Penyebabnya ?

Suara Mesin Motor Kasar Saat Panas, Apa Penyebabnya ?

Suara mesin bisa menunjukan kondisi mesin, apakan baik-baik saja atau ada masalah. Seperti misalnya kalau suara mesin kasar, besar kemungkinan ada komponen-komponen didalam mesin yang sudah aus dan perlu diganti.

Lalu apa saja hal-hal yang menyebabkan suara mesin kasar terutama saat panas ?

1. Pegas katup lemah

Pegas katup itu pegas yang terletak pada sistem katup mesin kendaraan. Fungsinya untuk mengembalikan posisi katup ke posisi terutup.

Jadi mesin menyala karena ada pembakaran bensin dan udara. Bensin dan udara ini dimasukan kedalam mesin melalui katup, pas katup membuka campuran udara dan bensin masuk dan setelah campuran masuk pegas katup akan mengembalikan posisi katup agar nutup kembali.

Ketika pegas katup lemah, maka kecepatan penutupan katup jadi lebih lambat.

Mungkin saat mesin masih rpm rendah efeknya tidak terasa, tapi ketika mesin digas apalagi ketika sudah panas suara mesin jadi cenderung kasar.

Untuk mengatasi pegas katup ini ya dengan menggantinya dengan yang baru.

2. Bearing didalam mesin aus

Bearing atau bantalan berfungsi sebagai tumpuan untuk poros-poros yang berputar didalam mesin. Jadi pada poros engkol terdapat bearing, camshaft ada bearingnya, batang piston juga punya bearing.

Dan bearing-bearing ini bisa aus, aus itu berarti permukaan bearing sudah tidak rata.

Hal ini bisa disebabkan banyak hal, salah satunya karena telat ganti oli. Oli yang sudah kotor tapi tidak diganti, maka kotoran pada oli bisa masuk ke sela-sela bearing dan menggores bearing. Sehingga bearing jadi aus.

Efeknya terjadap mesin, suaranya jadi lebih kasar dan tidak enak untuk didengar.

3. Oli mesin telat ganti

Normalnya, oli mesin harus diganti dengan interval sekitar 5000 kilometer. Apa jadinya kalau oli tidak diganti sampai batasnya terlampaui ?

Umumnya, kualitas oli akan turun. Jadi daya lumas dan daya redam suaranya juga berkurang.

Oli sebagai pelumas, dapat meredam suara gesekn antar kompopnen mesin. Kalau kualitas oli turun, maka suara gesekan antar komponen mesin tidak diredam dengan baik. Sehingga muncul suara kasar.

Selain itu, semakin panas suhu mesin biasanya oli akan semakin encer. Kalau oli semakin encer, maka daya redam suaranya juga jadi lebih turun lagi. Sehingga efek dari penyebab ini akan terasa sekali ketika mesin sudah dalam kondisi panas.

4. Mungkin suara kasar berasal dari luar mesin

Tidak jarang juga, suara kasar itu bukan berasal dari mesin tapi dari bagian lain. Misal braket yang kurang kencang, body motor yang mulai tidak klop, atau hal lain di luar mesin.

Suara kasar ini juga kadang tersamar karena hanya muncul diwaktu tertentu, jadi kita harus jeli apakah suara kasar ini memang berasal dari mesin atau itu efek dari bagian luar mesin.

Sekian informasi tentang penyebab suara mesin motor kasar saat panas. Semoga bermanfaat.

Wajib Tahu, Ini Kelemahan Bore Up Pada Sepeda Motor

Wajib Tahu, Ini Kelemahan Bore Up Pada Sepeda Motor

Kita tahu bore up adalah cara instan meningkatkan performa motor secara signifkan. Tapi yang instan-instan biasanya punya banyak resiko.

Lalu apa saja resiko atau kelemahan melakukan bore up pada mesin sepeda motor ?

1. Mesin lebih cepat panas

Mesin yang sudah di korek, punya performa lebih tinggi otomatis panas yang dihasilkan lebih besar daripada mesin yang masih standar.

Apalagi mesin yang sudah di bore up, bore up berarti menambah kapasitas mesin. Penambahan kapasitas mesin, berarti volume bensin dan udara yang terbakar lebih banyak tiap siklusnya. Sehingga panas yang dihasilkan juga pasti lebih banyak.

Untuk mengatasi masalah mesin yang cepat panas ini, biasanya para pemilik motor menambah kapasitas olinya. Jadi misal yang biasanya 0.8 liter, setelah dibore up oli yang diisi ke mesin bulat 1 liter.

Hal ini karena panas mesin bisa menguapkan oli. Dengan menambah kapasitas oli, maka resiko oli kering pun bisa diminimalisir.

2. Harus sering ganti oli

Motor yang sudah di bore up tidak bisa diperlakukan sama seperti motor-motor yang masih standar. Seperti yang sudah saya bilang diatas, bore up ini menghasilkan pembakaran yang lebih besar.

Sehingga panas mesin juga lebih besar.

Ini berimbas pada masa pemakaian oli yang lebih singkat. Sehingga untuk motor-motor yang sudah di bore up, maka interval penggantian oli mesin lebih pendek dibandingkan motor-motor yang masih standar.

3. Kurang cocok diajak touring

Bore up motor, biasanya dilakukan untuk keperluar racing. Karena dengan cara ini, top speed dan akselerasi motor bisa bertambah cukup signifikan.

Berbeda dengan touring, aktifitas touring tidak memerlukan kecepatan. Tapi durabilitas mesin alias ketahanan mesin jika dinyalakan terus menerus selama berjam-jam.

Kalau motor bore up dipaksakan untuk touring, resikonya overheating sampai piston macet. Sehingga mesin tidak bisa dinyalakan lagi.

4. Bensin lebih boros

Sudah pasti mesin dengan kapasitas lebih tinggi memakan lebih banyak bensin. Ini juga berlaku pada motor-motor bore up, bore up yang meningkatkan kapasitas mesin juga meningkatkan konsumsi bensinya.

Jadi jangan heran motor merknya sama, tapi yang sudah di bore up lebih boros bensin.

Mungkin itu saja 4 kelemahan bore up motor. Semoga bermanfaat.

Apa Itu Bore Up Motor ? Apa Efeknya ? Ini Penjelasannya

Apa Itu Bore Up Motor ? Apa Efeknya ? Ini Penjelasannya

Bore up identik dengan aktifitas modifikasi pada sepeda motor. Lantas, apa itu bore up motor ? apa efeknya terhadap motor ?

Secara sederhana bore up adalah sebuah teknik untuk memperbesar diameter silinder pada mesin. Karena diameter silinder diperbesar, maka kapasitas atau cc mesin juga bertambah.

Efeknya, performa motor meningkat secara signifikan.

Bore up dilakukan dengan cara mencari piston dengan ukuran lebih besar dari pada piston aslinya. Kemudian, karena menggunakan piston pengganti dengan diameter lebih besar otomatis tidak akan masuk kalau dipasang di mesin.

Oleh sebab itu, blok silinder harus dibubut untuk memperbesar diameter silindernya agar bisa dimasuki piston.

Karena aktifitas ini cukup rumit, banyak resiko yang bisa terjadi apabila mekanik yang melakukan bore up ini kurang berpengalaman.

Hal ini karena ada proses pembubutan blok silinder.

Pembubutan blok silinder bertujuan untuk memperbesar diameter silinder, tapi itu membuat ketebalan silinder menjadi lebih tipis. Sehingga mesin rawan panas dan rawan jebol.

Oleh sebab itu, menentukan ukuran piston pengganti ini bukan sembarangan. Tapi ada hitung-hitungannya. Jangan sampai diameter piston melebihi limit blok silinder yang masih mampu ditampung agar mesin tidak jebol.

Selain itu, proses pembubutan blok silinder juga harus dilakukan dengan sangat presisi. Apabila ada keolengan diameter silinder saat proses pembubutan, resikonya kompresi bocor sehingga mesin justru tidak nyala.

Hal lain yang tidak boleh tertinggal, ketika melakukan bore up mesin maka bukan cuma mengganti piston dan memperbesar diameter silinder.

Ada beberapa komponen seperti noken as, karburator, yang juga harus disesuaikan. Jadi biaya untuk melakukan bore up ini tergolong mahal.

Meski demikian apabila berhasil, bore up ini bisa meningkatkan kapasitas mesin dari yang awalnya 150 cc menjadi 200 cc, dan sebagainya.

Jadi kesimpulannya, bore up itu dipakai untuk meningkatkan performa mesin secara signifikan. Namun, bore up tidak direkomendasikan untuk motor harian. Pasalnya, motor yang sudah di bore up memerlukan perawatan yang lebih rumit.

Seperti oli yang harus diganti lebih sering, tidak boleh dipakai dalam waktu lama, dan businya juga harus khusus racing.

Apa Yang Dimaksud Dengan Baterai Kering ? Ini Penjelasannya

Apa Yang Dimaksud Dengan Baterai Kering ? Ini Penjelasannya

Saat ini banyak kendaraan terutama sepeda motor yang menggunakan aki kering. Sebenarnya yang dimaksud baterai kering itu apa sih ?

Apa bedanya dengan aki basah ?

Pada dasarnya, aki kering dan aki basah itu sama saja isinya. Bedanya, aki basah memiliki tempat untuk mengisi air aki sementara aki kering tidak ada tempatnya.

Aki basah atau yang biasanya ada tutupnya itu punya cairan elektrolit yang ketika bereaksi dengan timbal akan menghasilkan arus listrik.

Lambat laun, volume cairan elektrolit berkurang sehingga perlu ditambah cairan baru melalui tutup itu.

Pada aki kering, juga punya cairan elektrolit sama seperti aki basah. Tapi aki kering tidak memiliki tutup untuk mengisi ulang air aki.

Bagaimana kalau air akinya berkurang ?

Perlu dipahami, cairan elektrolit pada aki basah itu bisa berkurang karena menguap melalui ventilasi yang terdapat pada tutup aki. Artinya, keluarnya cairan elektrolit ini memang disengaja. Tujuannya agar tekanan didalam aki itu tetap stabil.

Tapi pada aki kering, tidak dilengkapi ventilasi seperti aki basah. Jadi air akinya tidak bocor kemanapun.

Untuk mengatasi kenaikan tekanan saat aki digunakan, terdapat sebuah absorber yang terbuat dari glass mate. Komponen ini, mampu menyerap tekanan didalam aki sehingga tekanan didalam aki tidak terlampau tinggi.

Hal itu juga yang membuat cairan elektrolit aki kering tidak bocor meski aki dibolak-balikan.

Oleh sebab itu, aki kering sering juga disebut aki free maintenance. Karena memang tidak diperlukan perawatan, kalau aki basah kita harus cek air akinya apa kurang atau tidak. Tapi pada aki kering, kita tak perlu cek.

Meskipun demikian, aki kering juga punya masa pakai. Ketika cairan elektrolit sudah lemah maka kapasitas simpan aki juga menjadi berkurang. Dan ini waktunya aki untuk diganti. Waktu pemakaian aki kering juga bisa cukup lama, bahkan untuk motor bisa sampai 3 tahun atau lebih.

Jadi kesimpulannya, baterai kering pada kendaraan adalah sebuah komponen penyimpan arus listrik yang memiliki elektrolit tertutup. Sehingga tidak dimungkinkan air aki untuk bocor. Dan karena tidak ada kebocoran pada area luar aki maka banyak orang nyebut aki ini sebagai aki kering karena memang diluar itu kering.

3 Jenis Karburator Yang Banyak Dipakai Pada Sepeda Motor

3 Jenis Karburator Yang Banyak Dipakai Pada Sepeda Motor

Karburator adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mensuplai bensin kedalam aliran udara dengan perbandingan yang ideal pada semua RPM.

Dari berbagai merk motor, ternyata karburator itu tidak cuma satu macam.

Setidaknya, ada tiga jenis karburator yang banyak dipakai pada sepeda motor.

1. Karburator tipe venturi tetap

Jenis yang pertama adalah karburator tipe venturi tetap. Ini adalah tipe karburator paling basic. Dimana terdapat sebuah venturi dengan diameter yang paten atau tidak bisa diubah-ubah.

Venturi adalah saluran sempit yang terdapat pada saluran intake yang bertujuan untuk mempercepat aliran udara. Sehingga bensin mampu terhisap.

Pada karburator tipe venturi tetap, diameter venturi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa diubah. Untuk mengubah kecepatan mesin, dilakukan dengan sebuah katup yang diposisikan dibelakang venturi.

2. Karburator tipe variable venturi

Tipe kedua adalah variable venturi, pada tipe ini diameter venturi bisa berubah-ubah. Jadi seperti yang sudah saya katakan di atas, kalau venturi ini merupakan saluran kecil yang terdapat pada saluran intake.

Semakin kecil diameternya, maka semakin terbatas udara yang dilewatkan.

Pada karburator tipe variable venturi, pengubahan diameter venturi dilakukan untuk mengatur kecepatan mesin.

Jadi ketika stasioner, diameter venturi berada pada level minimal. Dan saat venturi terbuka penuh maka mesin RPM mesin akan tinggi.

Pada sepeda motor, tipe ini yang paling banyak dipakai terutama untuk motor 150 cc kebawah. Alasannya, sistemnya cukup sederhana.

Karburator variable venturi sendiri, punya beberapa tipe seperti PE, PWK, PJ, dan PWM. Tipe-tipe ini dibedakan berdasarkan bentuk skep, skep itu komponen yang berfungsi mengatur diameter venturi. Ternyata, bentuk dari skep ini akan mempengaruhi karakter dari mesin.

3. Karburator tipe vakum

Bisa dibilang, tipe ini merupakan gabungan antara karburator tipe variable dengan tipe karburator tipe variable tetap.

Dikatakan gabungan karena pada tipe ini, untuk mengendalikan kecepatan mesin dilakukan oleh katup gas yang posisinya setelah venturi sama seperti tipe venturi tetap.

Namun, diameter venturi pada tipe ini juga bisa berubah-ubah namun yang mengendalikan pengubahan venturi ini bukan handle gas.

Melainkan sebuah ruang vakum yang terhubung ke intake manifold. Jadi, venturi akan secara otomatis berubah berdasakan RPM mesin.

Itulah penjelasan singkat tentang jenis -jenis karburator yang banyak di gunakan pada sepeda motor.

Sangat Vital, Fungsi Karburator Pada Mesin Kendaraan

Sangat Vital, Fungsi Karburator Pada Mesin Kendaraan

Kalau ada masalah pada mesin, pasti yang disalahkan kalau bukan busi ya karburator. Memanngnya apa sih fungsi karburator ini ? apa pengaruhnya terhadap mesin ?

Karburator adalah sebuah perangkat yang digunakan pada mesin untuk memasukan bensin ke intake manifold dengan kadar yang pas pada semua RPM.

Jadi, agar mesin bisa menyala perlu tiga elemen. Yakni oksigen yang terkandung pada udara intake, bensin sebagai bahan bakar dan api yang diproduksi busi.

Untuk melakukan proses pembakaran bisa berlangung secara ideal, maka perbandingan volume bensin dan udara itu harus diset pada angka 14 : 1 atau satu molekul bensin untuk 14 molekul udara.

Masalahnya, volume udara yang terhisap kedalam mesin itu bisa sedikit bisa juga banyak tergantung RPM mesin.

Nah karburator berfungsi untuk memasukan bensin ke dalam aliran udara pada intake manifold dengan rasio 14 : 1 pada semua RPM. Artinya ketika mesin stasioner, bensin yang dikeluarkan oleh karbu sedikit, dan suplai bensin akan bertambah seiring bertambahnya RPM mesin.

Lalu bagaimana karburator bisa melakukan tugas itu ?

Karburator menggunakan prinsip yang sama seperti pesawat terbang yakni hukum bernoulli. Hukum ini menjelaskan penurunan tekanan pada fluida yang mengalir.

Jadi saat mesin dinyalakan, udara akan terhisap kedalam ruang bakar melalui intake manifold. Hisapan udara itu menyebabkan adanya aliran udara pada intake manifold. Dan sesuai hukum bernoulli, semakin cepat aliran fluida/udara maka tekanan akan semakin rendah.

Karburator memanfaatkan perbedaan tekanan tersebut untuk mencampurkan bensin kedalam aliran udara. Saat stasioner, tekanan pada intake manifold hanya minus sedikit sehingga bensin yang terhisap masuk kedalam aliran udara juga sedikit.

Semakin tinggi RPM, semakin tinggi juga minus tekanannya. Otomatis bensin yang terhisap juga semakin banyak.

Karburator sudah tidak dipakai lagi

Meski demikian, karburator sudah tidak digunakan lagi pada kendaraan yang diproduksi sekarang.

Alasannya, akurasi untuk menjaga rasio 14 : 1 itu rendah. Efeknya, kalau campuran bensin terlalu kaya (kurang dari 14 : 1) maka emisi yang dihasilkan bisa membahayakan lingkungan. Kalau campuran bensin terlalu kurus, maka power mesin jadi kurang.

Oleh sebab itu, kendaraan sekarang menggunakan sistem injeksi elektronik yang bisa menjaga rasio 14 : 1 secara lebih akurat karena menggunakan data-data sensor yang lebih realtime.

Itulah fungsi utama karburator pada mesin kendaraan, semoga bermanfaat.