6 Perawatan Aki Kering Mobil Agar Awet + Tetap Prima

Advertisement
Merawat Aki Kering Mobil - Tak bisa dipungkiri, keberadaan aki atau baterai pada mobil itu sangat vital. Tanpa adanya aki, maka kita akan kesulitan untuk menyakakan mesin. Aki sendiri, ada beragam jenisnya. Dan yang populer belakangan yakni aki kering atau Maintenace free (MF). Apa itu aki kering ? apa bedanya dengan aki basah ? dan bagaimana perawatan aki kering agar awet ? simak ulasannya dibawah.


img by wattsupwiththat.com

Aki merupakan komponen elektrikal yang bisa menyimpan elektron melalui serangkaian reaksi elektrolit dengan plat logam. Secara umum, aki yang banyak dipasarkan itu menggunakan cairan elektrolit.

Belakangan populer nama aki kering, namun apakah anda tahu arti serta karakteristik aki kering itu sendiri ?

Aki atau accu memang tersusun atas beberapa plat yang terendam cairan elektrolit, tipe ini biasa disebut tipe VLA (Ventilated Lead Acid) atau di Indonesia populer dengan aki basah, sesuai namanya aki basah memiliki ventilasi yang dipakai sebagai media penguapan elektrolit baterai saat bekerja.

Sementara itu tipe aki kering atau disebut VRLA (Valve regulated lead acid) atau SLA (sealed lead acid) merupakan baterai dengan karakteristik yang tertutup. Karakter ini memungkinkan elektrolit baterai mengalami penguapan lebih sedikit, sehingga akan lebih awet. Namun, tipe ini juga memiliki katup. Katup ini akan terbuka pada kondisi tertentu saja untuk menjaga aki tidak menggembung.


cara merawat aki basah mobil
img by optimabatteryreview.com

Dalam hal penguapan ekektrolit yang sedikit, aki kering memiliki dua metode. Yakni metode AGM dan Gel. AGM (Absorb Glass Mate) merupakan plat khusus yang terbuat dari fiber glass untuk menyerap penguapan elektrolit didalam aki. Sementara pada tipe gel, elektrolit aki ditambahkan bahan khusus sehingga elektrolit lebih kental seperti gel. Hal ini menyebabkan daya penguapan elektrolit menjadi sangat minim.

Pada aki kering juga akan ditemui label MF (Maintenance Free), artinya memang tidak perlu dilakukan perawatan karena secara internal sifat aki ini tertutup. Namun, apapun barangnya jika tidak dilakukan perawatan maka akan cepat rusak juga.

Pada aki kering, label MF menjadi arti bahwa anda tidak perlu melakukan penambahan elektrolit secara berkala karena sifatnya tertutup. Namun secara umum aki kering juga perlu perawatan agar tetap awet.

Apa saja perawatan aki kering mobil ini ? simak selebgkapnya pada ulasan dibawah.


Tips Merawat Aki Kering Mobil


1. Jaga tegangan baterai dengan selalu memanaskan mesin

Memanaskan mesin kendaraan memang penting, selain untuk mempercepat mesin agar mencapai suhu kerja proses pemanasan ini juga digunakan untuk mengecek kondisi kelistrikan mesin.

Jika mobil anda hanya keluar hanya beberapa kali seminggu maka proses pemanasan ini cukup penting untuk menjaga tegangan aki tetap stabil. Perlu anda ketahui, selama kedua terminal baterai masih terhubung maka akan ada aliran arus meski sangat kecil. Dalam waktu lama tentu aliran ini akan mengurangi tegangan aki.

Sehingga ada dua cara, cara pertama jika anda akan meninggalkan mobil dalam waktu lama maka lepas kedua terminal baterai. Langkah kedua, cukup panaskan mesin sekitar 10 menit perhari untuk menjaga kinerja mesin dan baterai.

2. Bersihkan permukaan baterai dari debu dan kerak

Pada aki tipe VRLA yang memiliki katup tersembunyi anda harus menjaga kebersihan permukaan aki dari debu atau segala kototan yang menempel. Mengapa ? karena kotoran tersebut sangat berpotensi menyumbat katup ini.

Jika katup tersumbat maka proses penguapan aki akan terganggu, sehingga akan ditemui gembungan pada dinding samping aki. Tapi jika kita membersihkan area permukaan baterai secara rutin maka hal itu akan tercegah.

3. Jangan bebani baterai dengan komponen kelistrikan berat

Pada dasarnya, mobil dilengkapi dengan aki yang mampu menampung seluruh beban kelistrikan. Tapi dengan alasan style banyak yang memberikan aksesoris tambahan. Jika aksesoris itu hanya berupa lampu LED pada bumper, bukan masalah.

Tapi jika aksesoris yang digunakan memiliki beban kelsitrikan berat seperti sound dan HID, itu akan memperberat kinerja aki. Hal itu akan mempercepat proses penguapan elektrolit dan penurunan berat jenisnya. Sehingga umur baterai cenderung lebih singkat.

Solusinya jika anda tetap ingin memasang aksesoris berat pastikan mengganti unit baterai menggunakan tipe aki yang memiliki daya kapasitas yang besar namun tetap sama voltasenya pada 12 volt.

4. Pastikan kekencangan pengikat baterai

Hal lain yang patut menjadi perhatian adalah braket aki. Fungsi braket ini memang hanya sebagai penahan baterai. Namun meski demikian fungsinya komponen ini tidak bisa dianggap remeh. Karena braket akan menjaga aki tetap stabil dan tidak bergerak ketika mobil berjalan pada jalanan bergelombang.

Jika kondiso braket atau mur pengencang pada braket ini longgar maka aki bisa berubah-ubah ketika mobil berjalan. Tentu ini akan membahayakan aki itu sendiri. Dari terminal baterai, kondisi ini bisa membuat terminal kendor atau aus sehingga bisa meningkatkan resistansi baterai hingga mengalami lepas.

Oleh karena itu, pastikan baut braket aki dalam keadaan kencang dan baterai tidak bergerak ketika kita goyangkan.

5. Jaga kebersihan terminal aki


img by standardbatteryinc.com

Biasanya, baik terminal positif dan terminal negatif baterai akan ada kerak. Kerak ini terbentuk karena proses penguapan elektrolit baterai dan panas yang terbentuk dikedua terminal.

Jika dibiarkan, dikhawatirkan hal ini menjadi penyebab peningkatan resistance pada terminal baterai. Sehingga tegangan aki yang mencapai sistem tidak maksimal.

Untuk membersihkan, anda bisa mengusapnya menggenakan air panas. Untuk jaga-jaga beberapa pemilik mobil memberikan pelumas berupa grease atau gemuk diarea terminal.

6. Pastikan kondisi altenator regulator aman

Fungsi altenator adalah mengubah sebagaian putaran mesin ke energi listrik, sementara regulator berfungsi untuk mengatur kestabilan arus pengisian. Jika kedua komponen ini bermasalah maka akan menyebabkan pengisian yang tidak normal.

Jika hal itu terjadi, aki selaku penyimpan arus pengisian akan bekerja lebih ekstra. Kalaupun pengisian lebih kecil dari pemakaian listrik otomatis aki cepat soak.

Untuk mengetahui kondisi ini, sebenarnya pada beberapa bengkel besar sudah menggunakan batery tester yang dapat mengukur nilai SAE dari elektrolit serta tegangan pengisian mobil.

Demikian artikel lengkap mengenai cara merawat aki kering mobil dengan mudah. Semoga bisa menambah wawasan kita dan bermanfaat bagi kita semua.