6 Langkah Jumper Aki Yang Tekor Agar Mobil Nyala dan Aman

Advertisement
Apa yang akan anda lakukan kalau aki mobil anda tiba-tiba tekor ?

Beberapa orang akan panik karena kalau aki tekor, maka starter tidak akan berjalan mulus sehingga mesin pun akan sulit dihidupkan.

Tapi untuk orang yang mengerti tentang mesin, aki itu tidak berpengaruh terhadap kinerja mesin. Aki memang berfungsi sebagai sumber listrik mobil, tapi aki ini diperlukan saat proses starting. Sementara kalau mesin sudah menyala, maka kebutuhan listrik kendaraan akan disuplai oleh dinamo alternator.

Jadi bagaimana caranya kalau aki mobil tekor ?

Ada tiga cara, pertama anda ganti aki dengan yang baru, kedua mobil didorong, ketiga jumper aki. Dari ketiga cara tersebut, yang paling mudah dan efektif itu cara yang terakhir yakni dengan menjumper aki.

Lalu apa itu jumper aki dan bagaimana caranya ? simak selengkapnya dibawah.

Pengertian Jumper Aki

Jumper aki itu sebuah istilah dimana anda menyambungkan aki mobil anda yang tekor dengan aki mobil lain yang masih sehat secara paralel. Sambungan paralel ini, akan menyebabkan daya aki dari mobil lain tersebut mengalir ke kelistrikan mobil anda dengan tegangan 12 V.

Jadi sangat bisa untuk menyalakan starter.

Caranya juga cukup mudah, orang awam pun bisa melakukannya. Namun yang perlu diingat, aki yang akan dijadikan penjumper harus minimal sama kapasitasnya dengan aki yang tekor. Maksudnya, kalau aki yang tekor memiliki kapasitas 40 AH, maka aki penjumper minimal harus memiliki kapasitas sama.

Jadi kalau anda menjumper mobil bermesin diesel dengan mobil LCGC, maka tidak akan kuat. Karena kapasitas aki pada mesin diesel itu harus lebih besar (lebih besar daripada aki LCGC) mengingat tekanan kompresi diesel itu sendiri jauh lebih besar.

Lalu bagaimana caranya ? ini dia

Cara jumper aki mobil


img by car1.ca


Sebelum melakukan jumper aki, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan yaitu ;
  • Pertama mobil lain, maksudnya mobil yang akan dijadikan sumber listrik. Pastikan memilih mobil yang masih memiliki aki bagus (tegangan tidak kurang dari 12 V) selain itu pastikan juga tegangan aki sama dengan mobil anda.
  • Alat yang harus anda miliki adalah kabel jumper. Ingat, karena kita akan menghubungkan arus listrik yang nantinya akan dijadikan sumber system starter maka akan akan ada aliran arus yang cuku besar. Sehingga gunakan kabel yang memiliki ketebalan besar.


Kalau dua hal tersebut sudah kita penuhi, langkah berikutnya kita bisa langsung melakukan jumping. Bagaimana langkahnya ?


  1. Pertama buka kap mesin kedua mobil. Ini dilakukan karena kita akan menjumper bagian aki yang mana aki tersebut posisinya ada didalam kap mesin. Sehingga mau tidak mau kita perlu membuka kap mesin.
  2. Buka penutup terminal aki, pada beberapa mobil terdapat penutup atau cover pada terminal positifnya. Anda hanya perlu membuka tutup ini, tanpa harus melepas kabel akinya.
  3. Hubungkan aki pada kedua mobil dengan hubungan parallel menggunakan kabel jumper, hubungan parallel ini berarti terminal positif dihubungkan dengan terminal positif dan negative dihubungkan dengan negative.
  4. Tapi coba lihat dulu aki mobil anda, kalau tegangannya sangat drop disarankan untuk tidak memakai kabel terminal negative baterai. Maksudnya, jumper terminal negative baterai dengan  blok mesin mobil anda. Ini akan mencegah reaksi kimia secara langsung pada baterai yang bisa menimbulkan ledakan.
  5. Setelah baterai sudah terhubung, nyalakan mobil anda seperti biasa.
  6. Apabila mesin mobil anda sudah berhasil menyala, anda bisa melepas kabel jumper. Ini dikarenakan system kelistrikan mobil anda akan disuplai secara langsung oleh altenator, sehingga tak perlu sumber daya dari mobil lain lagi.


Mengapa mobil susah distarter ketika dijumper ?


Terkadang ditemui mobil yang mengalami susah start atau starter terasa berat ketika dijumper. Ini bisa disebabkan karena ada perbedaan yang mencolok antara spesifikasi mesin mobil anda dengan mobil yang dijadikan sumber listrik.

Kalau mobil anda berjenis SUV dengan mesin 2.000 cc dijumper dengan mobil MPV 1.500 cc mungkin masih bisa. Namun kalau dijumper menggunakan mobil hatchback 1.200 cc itu terasa berat.

Karena meski sama-sama 12 V namun aki pada hatchback itu didesain untuk menghidupkan mesin berkapasitas 1.200 cc, dan ketika aki dipaksa menyalakan mesin berkapasitas 2.000 cc maka itu akan terasa berat.

Oleh sebab itu, agar aki mobil yang dijadikan sumber tetap aman (tidak ikut tekor) pastikan anda memilih mobil sumber yang memiliki spesifikasi tidak terlalu jauh dengan mobil anda.


Demikian artikel mengenai cara jumper mobil yang akinya tekor. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.