Apa Itu Overheat Pada Mobil Dan Motor ? Mari Kita Kupas Tuntas Mengenai Overheat

Advertisement
Kita sering mendengar kata “overheat”, kata ini sering ditujukan pada kendaraan seperti mobil atau motor dan juga barang elektronik seperti laptop. Lalu apa sebenarnya arti dari overheat ? apa akibat overheat ? dan apa penyebab oveheat ? mari kita bahas satu persatu.

Pengertian Overheat Pada Kendaraan


Overheat adalah suku kata dari bahasa Inggris yang apabila diterjemahkan akan memberikan dua kata yakni Over = berlebih, dan Heat = panas.

Sehingga bisa dikatakan, overheat adalah suatu kondisi yang mengalami panas yang berlebih. Namun, komponen apa yang sering terkena overheat ? pada kendaraan bermotor, kondisi overheat itu merujuk pada mesin yang mengalami panas overheat.

Sehingga, apabila diartikan apa itu overheat pada mobil atau motor maka jawabannya overheat adalah suatu kondisi dimana suhu mesin mengalami peningkatan diatas suhu kerja.

Apa Akibat dari mesin yang overheat ?


Mesin memang bekerja mengubah energi kimiawi (pembakaran) menjadi energi gerak. Hasil dari pembakaran itu pastilah akan menimbulkan panas. Sehingga mesin dan panas itu dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Namun sesuatu yang berlebihan juga tidak baik, sehingga panas mesin yang berlebihan juga akan berakibat buruk terhadap mesin itu sendiri.

Akibatnya, antara lain sebagai berikut ;

1. Kerusakan seal yang memicu terjadinya kebocoran oli

Seal adalah komponen perapat antara dua komponen yang saling terhubung. Biasanya seal ini terbuat dari karet, namun sifat karet akan rusak apabila dipanaskan secara berlebihan. Sehingga, seal akan rusak dan oli mesin bisa bocor.

2. Melelehkan komponen berbahan plastik disekitar mesin

Mesin mobil saat ini, hampir semuanya menggunakan teknologi elektronik. Akibatnya, pada mesin kita akan menemui banyak kabel-kabel sensor. Kabel ini terbuat dari karet dan mendapatkan pelindung plastik.

Selain itu, pada sensor juga terdapat komponen yang mudah meleleh. Tepatnya pada soket sensor. Sehingga panas berlebih pada mesin berpotensi melelehkan semua komponen berbahan plastik didekat mesin.

3. Mesin mogok akibat pemuaian komponen

Sifat logam akan memuai apabila terkena panas, semakin tinggi panas yang diterima maka akan semakin besar pula pemuaian yang terjadi pada logam.

Pada mesin, hampir semua komponen vital terbuat dari mesin. Contoh piston, blok silinder, poros engkol dan komponen lainnya. Apabila terjadi overheating, maka blok mesin akan memuai sehingga diameter blok silinder akan mengecil, lalu piston juga akan memuai sehingga diameter piston akan membesar.

Saat diameter silinder mengecil dan diamter membesar, maka akan terjadi lock piston. Yakni dimana piston terkunci didalam silinder karena seharusnya diameter piston lebih kecil daripada diameter silinder, yang terjadi justru diameter piston menyamai diameter silinder. Sehingga piston tidak dapat bergerak. Ini akan membuat mesin mogok dan tidak dapat dihidupkan.

Lalu Apa Penyebab Mesin Overheat ?


Penyebabnya, ada beragam diantaranya ;
  1. Kipas pendingin mati
  2. Air radiator habis (bisa karena bocor)
  3. Ada sumbatan pada saluran air pendingin
  4. Oli mesin yang habis (bisa karena bocor)

Keempat hal diatas, dapat memicu terjadinya panas berlebih khususnya pada sektor pendingin. Sistem pendingin akan sangat berperan dalam mengendalikan suhu mesin, sehingga kalau ada sedikit gangguan pada sistem pendingin otomatis mesin bisa overheating.

Pada suhu berapa mesin dikatakan overheat ?

Mesin dikatakan overheat itu kalau suhunya melebihi suhu kerja mesin. Suhu kerja mesin adalah temperatur dimana mesin dapat bekerja paling efektif, umumnya suhu kerja mesin ini ada pada angka 80 hingga 95 derajat celcius.

Apabila suhu mesin mencapai 95 derajat dan tidak kunjung turun, maka bisa dipastikan ada gejala overheat. Kalau suhunya masih di limit 95 sampai 98 derajat itu belum menunjukan akibat apapun sehingga matikan mesin dan cepat perbaiki masalahnya.


Untuk mendeteksi apakah mesin dalam kondisi overheat atau tidak, anda bisa melihat indikator temperatur mesin pada dashboard. Kalau jarum masih menunjukan angka setengah dari gauge, maka itu masih normal. Namun kalau jarum mulai menunjukan level merah, maka itu pertanda aga gejala overheat pada mesin.

Langkah Yang Diambil Saat Terdeteksi Overheat



  1. Ketika anda mendeteksi jarum sudah menunjuk ke level merah maka langsung pinggirkan mobil anda jangan menunggu sampai jarum mentok.
  2. Saat mobil berhenti, jangan dulu anda mematikan mesin.
  3. Buka kap mesin, lalu amati apakah kipas hidup atau tidak.
  4. Kalau kipas mati, berarti itulah masalahnya.
  5. Namun kalau kipas masih normal (berputar) kemungkinan ada masalah pada air pendingin.
  6. Matikan mesin anda, lalu tunggu sekitar 10 sampai 20 menit hingga suhu mesin turun.
  7. Saat suhu mesin sudah turun, anda memang bisa langsung mengecek volume air pendingin. Namun ini agak berbahaya, karena saat anda membuka tutup radiator/tutup reservoir akan ada semburan air pendingin akibat tekanan yang tinggi.
  8. Solusinya, anda harus membuka tutup tersebut dengan dilapisi lap. Anda jangan langsung membukanya, tapi kendorkan tutup secara perlahan hingga tekanan didalam air pendingin habis. Kalau sudah tidak ada tekanan dari dalam anda bisa membukanya dan melakukan pengisian air.


Langkah diatas, masuk ke penangan secara darurat. Kekurangan air pendingin, bisa diakibatkan karena ada kebocoran sistem pendingin jadi tetap bawa ke bengkel untuk dituntaskan masalahnya.

Demikian artikel tentang apa itu overheat pada mobil semoga bisa menambah wawasan kita semua.