6 Instrumen Penting Dalam Penelitian Kualitatif

Advertisement
Dalam melakukan pengambilan data penelitian kita mengenal instrumen penelitian. Secara umum, instrumen penelitian adalah alat bantu untuk kesuksesan proses pengambilan data entah itu menggunakan metode observasi, wawancara atau lainnya.

Lalu apa contoh instrumen yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif ? kita akan membahasnya secara detail diartikel ini.

Pengertian Instumen Penelitian


Menurut Suharsimi Arikuntoro, Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang dipilih & digunakan oleh peneliti dalam melakukan kegiatannya untuk mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis & dipermudah olehnya.

Sementara menurut sugiyono, Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih & digunakan oleh peneliti dalam melakukan kegiatannya untuk mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis & dipermudah olehnya.

Jadi sudah jelas bahwa instrumen penelitian adalah alat bantu untuk mempermudah proses pengumpulan data.

Dalam melakukan riset kualitatif, kita tahu kedalaman data menjadi yang utama. Untuk bisa menjangkau data lebih dalam, maka seorang peneliti memerlukan alat-alat bantu baik digunakan oleh dirinya atau responden untuk mempemudah proses pengambilan data.

Lalu apa saja yang masuk kedalam instrumen penelitian ?

Tenyata instrumen ini sangat fleksibel karena dipengaruhi jenis penelitiannya. Sebagai contoh pada penelitian fenomena alam, maka memerlukan alat bantu yang dapat mengukur gejala-gejala alam. Sementara untuk riset sosial maka yang diperlukan adalah alat bantu untuk digunakan responden seperti angket/kusisioner.

Meski demikian, dibawah akan kita bahas instrumen penelitian yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif.

Contoh Instrumen Penelitian Kualitatif


1. Peneliti

Peneliti menjadi instrumen paling utama dalam penelitian kualitatif, lalu apa yang dilakukan seorang peneliti sebagai instrumen utama ?

Peneliti akan memberikan pandangan subjektifnya terhadap fokus penelitian. Dengan kata lain, dari semua data yang peneliti kumpulkan peneliti akan menyusun kesimpulan bedasarkan perspektif pribadinya.

Oleh sebab itu, saat akan melakukan penelitian kualitatif peneliti harus divalidasi. Karena menurut Sugiyono, Peneliti kualitatif sebagai human instrumen berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya.

Sehingga harus divalidasi akan kemampuan peneliti dalam kemampuannya memahami metode penelitian.

2. Panduan interview

Untuk peneliti yang menggunakan wawancara sebagai metode pengumpulan datanya, maka peneliti perlu menyusun interview guide atau panduan wawancara yang digunakan untuk memperlancar proses wawancara.

Panduan ini tidak digunakan untuk responden, karena responden yang diwawancarai akan menjawab sesuai apa yang ditanyakan peneliti.

Jadi panduan ini digunakan oleh peneliti itu sendiri supaya tetap on-track dalam mendalami sebuah pernyataan saat wawancara. Panduan ini berisikan kata apa yang harus dibuka untuk membuka wawancara, pertanyaan pembuka dan arah dari wawancara.

Meski demikian, ada beberapa peneliti yang tidak memerlukan panduan ini. Alasannya, peneliti tersebut sudah melakukan penelitian tersebut berulang kali sehingga sudah berpengalaman.

3. Angket/kuisioner

Angket ini sebenarnya hampir sama dengan wawancara tapi angket tidak mempertemukan secara langsung antara responden dan peneliti. Angket ini berperan  untuk menghubungkan antara peneliti dengan responden sehingga bisa dikatakan alat bantu penelitian atau instrumen penelitian.

Angket ini memang banyak digunakan pada penelitian kuantitatif, tapi bisa juga digunakan pada penelitian kualitatif dengan syarat peneliti harus memahami diluar kepala tentang apa yang sedang ditelitinya.

Karena peneliti tidak bisa mendalami secara bebas sepeti halnya saat wawancara langsung. Angket pada penelitian kualitatif umumnya berisi pertanyaan terbuka yang dijawab dengan uraian panjang oleh responden.

4. Alat tulis

Mungkin tidak perlu dijelaskan panjang lebar, alat tulis ini tidak mesti buku besar tapi juga buku harian atau lembar-lembar yang dapat mencatat data.

Tapi berbeda dengan alat bantu lainnya, alat tulis ini berfungsi pada moment-momen yang tidak diduga. Jadi seorang peneliti harus selalu membawa buku catatan dan bolpoinnya kapanpun saat melakukan observasi.

5. Alat rekam



Alat rekam juga sama seperti alat tulis, dimana fungsinya untuk merekam kejadian-kejadian tak terduga. Alat rekam juga bisa digunakan untuk merekam kejadian yang direncanakan seperti eksperimen atau wawancara.

6. Dokumen/literatur



Dalam melakukan penelitian kualitatif, ada metode pengumpulan data yang bernama studi literatur. Yakni dengan mempelajari dokumen-dokumen atau literatur yang terkait fokus penelitian sebagai bahan pembanding atau mendalami apa yang sedang diteliti.

Baca pula 5 Teknik Pengumpulan Data Kualitatif Yang Banyak Digunakan + Penjelasan

Jadi lebih simpelnya, dokumen ini bisa membantu peneliti menemukan data-data penelitian. Sehingga masuk ke instrumen penelitian.

Selain keenam contoh diatas, masih ada banyak lagi contoh instrumen penelitian seperti buku tes, software survey (apabila dilakukan online), alat-alat ukur.