Proses Terbentuknya Angin : Ternyata ini yang membuat angin dapat terbentuk

Advertisement

Kalian pastinya pernah dong liat anak-anak main layangan. Layang-layang itu dapat terbang karena ada angin kan. Tapi pernah nggak sih kalian bertanya-tanya, angin itu datangnya dari mana ? dan bagaimana angin itu bisa terbentuk ?

Nah di artikel ini kita bakal belajar nih, tentang proses terbentuknya angin.

img ayobandung.com


Kalau kita cek di wikipedia, angin adalah aliran udara dalam jumlah besar yang diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara. Agak panjang yah, okeh kita sederhanakan saja angin adalah udara yang bergerak.

Pertanyaannya, kenapa udara bisa bergerak ?

Ternyata ada dua sebab, sebab pertama karena udara dipaksa bergerak. Caranya dengan mengibaskan kipas angin. Yang kedua udara dapat bergerak secara alami karena ada perbedaan tekanan udara.

Nah angin yang dipakai untuk bermain layangan itu termasuk angin alami, artinya angin ini terbentuk karena perbedaan tekanan udara.

Sekarang, mekanisme terbentuknya angin. Nggak mungkin dong, angin tiba-tiba ada tanpa proses yang mendahuluinya ?

Jadi Prinsip terbentuknya angin itu seperti ini, udara memiliki sifat untuk bergerak ke tekanan yang lebih rendah. Contohnya gampang, anda tahu ban motor kan. Apa yang terjadi ketika kita pencet niple ban motor ?

Udara dari dalam ban mengalir keluar, aliran udara tersebut terjadi karena tekanan udara didalam ban lebih tinggi dibandingkan tekanan udara diluar ban.

Sekarang mari aplikasikan pada angin.

Angin atau udara bergerak ini terjadi ketika dua wilayah memiliki tekanan udara berbeda. Perbedaan tekanan ini disebabkan karena perbedaan intensitas atau waktu penyinaran matahari.

Jadi, misal kita punya dua wilayah A dan B. wilayah A tersinari oleh matahari, sementara wilayah B tidak mendapatkan sinar matahari.

Pada kondisi ini, suhu udara pada wilayah A tinggi sementara pada wilayah B dingin. Sifat udara apabila dipanaskan akan memuai, ketika udara memuai berat jenisnya menjadi lebih ringan sehingga udara bergerak naik ke atmosfer. Karena banyak molekul udara pada wilayah A bergerak naik, maka hanya menyisakan sedikit molekul udara didekat permukaan. Kondisi ketika hanya ada sedikit molekul udara yang mengisi sebuah ruang bisa disebut bertekanan rendah.

Sementara pada wilayah B yang dingin, udara justru mengempis. Berat jenisnya juga bertambah berat sehingga molekul udara dari atas turun dan berkumpul didekat permukaan. Sehingga posisi molekul udara saling berhimpitan. Kondisi dimana banyak molekul udara mengisi sebuah ruang disebut juga bertekanan tinggi.

Karena terdapat perbedaan tekanan udara antara wilayah A dan B, maka molekul udara dari wilayah B bergerak ke wilayah A. pergerakan udara secara horizontal inilah yang kita sebut sebagai angin.

Lalu diatmosfer pun demikian, tekanan udara di atmosfer wilayah A lebih tinggi karena udara dari bawah bergerak keatas. Sementara atmosfer wilayah B bertekanan rendah karena udaranya pada turun ke permukaan. Sehingga udara dari atmosfer di wilayah A bergerak ke atmosfer diwilayah B. terjadilah sebuah putaran angin, sehingga angin itu terus bergerak selama perbedaan tekanan itu masih terjadi.