Showing posts with label Info Mesin Mobil. Show all posts

5 Akibat Engine Mounting Rusak + Cara Antisipasinya

Engine mounting dibuat sebagai peredam getar mesin, tujuannya supaya getaran yang dihasilkan mesin tidak dirasakan pengemudi dan penumpang didalam kabin.

Namun dalam aplikasinya, engine mounting juga bisa berperan seperti suspensi bagi mesin saat mobil melewati jalan tidak rata. Mesin yang juga memiliki bobot lumayan berat, akan bergoyang-goyang saat body mobil bergoyang.

Hal itu akan mempercepat kerusakan engine mounting. Lalu apa saja akibat atau pengaruhnya ketika engine mounting rusak ?

Pengaruh Engine Mountung Rusak


Engine mounting terbuat dari rubber dengan frame baja tuang. Bahan rubber ini bisa getas sehingga karet mounting bisa pecah. Inilah yang menyebabkan engine mounting rusak. Akibatnya akan seperti ini

1. Getaran dari mesin yang cukup terasa

Karena fungsi utama engine mounting adalah untuk meredam getaran mesin, sudah pasti ketika mounting rusak getaran mesin pasti akan lebih terasa.

Getaran yang terasa tidak hanya berasal dari pembakaran mesin, tapi juga berasal dari transmisi. Mesin dan transmisi itu tersambung, sehingga saat mesin bergoyang-goyang maka transmisi pun demikian. Ini akan menambah besar getaran yang terasa.

2. Kisi radiator/kipas akan rusak

Untuk mobil yang masih menggunakan kipas berbasis belt (non-elektrik fan) seperti mobil-mobil bermesin diesel, letak kipas ada pada mesin sementara yang elektrik fan, kipas itu diletakan diradiator.

Pada kipas non elektrik karena letaknya pada mesin, maka ketika mesin bergoyang kipas juga ikut bergoyang.

Akibatnya kipas berpotensi menggesek kisi-kisi radiator.

Ini tentu akan menyebabkan dua hal, yang pertama kisi radiator rusak sehingga radiator bocor dan kedua daun kipas akan patah sehingga pendinginan mesin akan terganggu.

3. Selang bahan bakar akan terganggu

Selang bahan bakar digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tanki ke mesin. Artinya selang ini menghubungkan bagian mesin yang bergoyang-goyang dengan tanki yang diam pada body mobil.

Ini akan menyebabkan efek seolah-olah selang bensin digoyang-goyangkan. Ketika satu dua kali mungkin tidak masalah tapi kalau berkali-kali ini bisa membuat selang bensin bocor, pecah atau bahkan terlepas.

Sehingga efeknya cukup berbahaya juga.

4. Selang radiator berpotensi bocor

Kasus ini juga hampir sama dengan yang diatas, dimana ketika mesin bergoyang maka selang seperti digoyang-goyangkan karena selang ini menghubungkan bagian mesin dan radiator yang diam pada body mobil.

Akibatnya, koneksi selang bisa kendor dan air radiator bisa bocor dari koneksi ini.

Ini juga cukup berbahaya karena saat air pendingin bocor maka mesin berpotensi mengalami overheat.

5. Berbahaya bagi komponen disekitar mesin yang berpotensi terbentur body mobil

Contoh komponen yang menempel pada mesin adalah alternator, motor starter, dan kompresor AC. Ketika mounting normal, goyangan mesin tidak terlalu besar sehingga komponen-komponen tersebut masih aman dari benturan.

Tapi ketika goyangan mesin terlalu besar, komponen-komponen tersebut berpotensi terbentur dengan body sehingga bisa merusak komponen-komponen tersebut.

Apa solusinya agar akibat diatas tidak terjadi ?

Akibat-akibat diatas tentu saja bisa anda alami kalau anda tidak segera mengganti engine mounting saat terdeteksi kerusakan.

Untuk mendeteksi kerusakannya, ada tanda atau ciri yang bisa anda amati. Salah satunya terkait getaran tidak normal tadi, selain itu juga terdengar bunyi tek-tek saat mesin distart.

Kalau tanda tersebut sudah muncul, coba goyangkan mesin menggunakan tangan. Kalau mesin mudah digoyangkan, maka engine mounting memang rusak dan mengharuskan untuk segera diganti.

6 Komponen Yang Dicek Saat Tune Up Mobil Injeksi

Pada artikel yang lalu kita pernah membahas tata cara tune up pada mobil secara umum. Sementara sekarang ini mobil-mobil yang diproduksi sudah menggunakan sistem injeksi.

Sehingga tata cara tune up pun sedikit berbeda. Mobil injeksi yang lebih banyak menerapkan sisi elektrikal mesin memerlukan pengecekan menggunakan scan sementara pada mobil-mobil konvensional, hanya kunci-kunci umum saja bisa kita gunakan untuk tune up.

Lalu apa saja yang dicek saat melakukan tune up pada mobil injeksi ?

1. Sektor Air Induction system

Di sektor air induction system, ada tiga komponen yang dicek yaitu ;

a.filter udara

filter udara atau saringan udara digunakan untuk menyaring debu/kotoran yang terbawa udara bersih yang akan disuplai ke mesin. Cara kerja filter ini adalah dengan memanfaatkan bahan berpori kecil untuk memblok semua jenis kotoran.

Hasilnya, kotoran yang terfilter akan menumpuk pada permukaan filter. Untuk itulah pembersihan filter ini dilakukan.

Biasanya, filter hanya dibersihkan menggunakan air gun. Tapi kalau kondisinya sudah sangat kotor, filter harus diganti.

b.throttle body

img by napaonline.com

pada mobil injeksi memang tidak ada karburator, tetapi katup gas masih tetap ada. Dan saat melakukan tune up, bagian katup gas ini harus dibersihkan karena biasanya ada kerak yang memempel.

Kerak tersebut bisa menjadi penyebab RPM mesin tidak stabil, sehingga perlu dibersihkan. Untuk membersihkannya, kita harus melepas throttle body dan bersihkan menggunakan bantuan carb jet/carbon cleaner.

c.ISC valve

Idle speed control (ISC) digunakan sebagai pengatur RPM idle mesin injeksi. Kalau kondisinya kotor, RPM idle mesin menjadi tidak stabil. Sehingga perlu dibersihkan.

Namun tidak semua mesin injeksi dilengkapi ISC, untuk teknologi terbaru yang menggunakan TAC (throttle actuator control) ISC sudah tidak ada lagi karena idle RPM sudah diatur secara langsung oleh katup gas yang di buka tutup oleh sebuah motor listrik.

2. Sektor sistem pendingin

Di sektor sistem pendingin, hanya sedikit yang dicek

a.ketinggian air pendingin

Ini dapat diukur melalui level gauge yang ada pada reservoir tank atau dengan membuka tutup radiator secara langsung.

b.kebocoran air pendingin

Proses ini dilakukan secara sepintas dengan melihat apakah ada bekas rembesan pada selang-selang sistem pendingin atau tidak.

Untuk SOPnya, menggunakan radiator pressure gauge. Kalau tekanan turun saat dilakukan pengukuran, maka ada kebocoran pada sistem pendingin. Tapi kalau tidak ada alat ini, maka kita lakukan secara manual dengan bantuan senter.

3. Sektor pengapian

Di sektor pengapian hubungannya dengan pembakaran mesin, yang dicek antara lain ;


a.busi

Busi yang digunakan secara terus menerus maka akan meninggalkan bekas hitam kecoklatan. Tapi tak jarang pula disertai kerak, apalagi bensin yang digunakan memiliki oktan rendah.

Sehingga busi perlu dibersihkan juga distel celah businya. Untuk membersihkan busi, amplas bisa menjadi alatnya sementara untuk menghilangkan kerak hitam anda bisa gunakan carbon cleaner atau solar.

b.permbersihan ruang bakar

untuk membersihkan ruang bakar kita tidak perlu melepas kepala silinder, cukup menyemprotkan combsution cleaner yang secara otomatis merontokan kerak didalam ruang bakar.

Kerak ini terbentuk saat proses pembakaran tidak berlangsung ideal, bisa karena campuran bensin dan udara tidak pas atau karena faktor oktan bahan bakar yang rendah.

4. Pelumas-pelumas mesin

Cek juga pelumas-pelumas pada mesin. Pelumas ini tidak hanya oli mesin tapi juga meliputi ;

  • Oli power steering
  • Minyak rem
  • Oli transmisi


Untuk mengeceknya, saya rasa anda sudah hafal betul karena deep stick untuk mengetahui level oli sudah ada pada mesin. Kecuali untuk minyak rem, anda hanya perlu mencocokan ketinggian minyak rem didalam reservoir dengan level yang ada pada body reservoir tersebut, kalau buram anda bisa gunakan senter.

5. Pengecekan aki/baterai

img : todayifoundout.com

Mobil injeksi umumnya menggunakan aki MF (maintenance free) atau orang biasa menyebutnya aki kering. Sesuai namanya aki MF ini tidak perlu kita cek-cek lagi karena desainnya tertutup sehingga kita tidak akan tahu seberapa tinggi elektrolit didalam aki.

Meski demikian, saat melakukan tune up kita perlu mengecek indikator lain seperti tegangan aki dan CCA (cold crank amp). Untuk mengeceknya anda harus menggunakan battery tester yang akan mengecek aki kering mobil secara otomatis.

Hasil dari battery tester bisa kita gunakan untuk menyimpulkan apakah aki masih baik, perlu di cas atau perlu diganti.

6. Scanning sistem injeksi


Terakhir, saat melakukan tune up mobil injeksi kita juga wajib melakukan scanning pada sistem elektrikal mobil. Scanning ini bersifat umum, artinya tidak hanya disektor mesin tapi disektor body juga ikut dicek.

Sehingga kalau ada salah satu sensor yang terindikasi rusak, akan terbaca pada scanner ini.

Untuk melakukan scanning, pertama anda harus memiliki alat scannya terlebih dahulu. Alat scan ini ada yang original dari pabrikan (tentu harganya sangat mahal) ada juga yang versi aftermarket (universal) tetapi belum tentu cocok untuk mobil anda.

Caranya cukup mudah, tinggal colokan scanner ke DLC mobil lalu operasikan scanner maka secara otomatis sistem elektrikal mobil akan terbaca. Posisi DLC ini umumnya ada diarea kabin sisi driver. Jadi cari saja disekitar dashboard atau console.

Dari keenam sektor diatas, memang cukup rumit apabila kita kerjakan sendiri. Oleh sebab itu lebih baik percayakan mobil anda pada bengkel kepercayaana anda. Untuk masalah biayanya itu relatif, anda bisa simak lebih lengkap disini Berapa biaya tune up mobil ?

Sekian artikel tentang tune up mobil injeksi semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Berapa Biaya Tune Up Mobil Di Bengkel Umum & Resmi ?

Setiap orang pasti ingin mobilnya selalu dalam kondisi prima meski mobil sudah digunakan hingga puluhan ribu kilometer. Tapi pertanyaannya, apakah kondisi mobil akan tetap sama setelah digunakan dengan kilometer hingga puluhan ribu ?

Tentu tidak, karena pasti ada komponen yang aus dan ada komponen yang kotor sehingga perlu dilakukan service.

Itulah tujuan tune up secara umum, yakni untuk mengembalikan performa mobil agar tetap prima seperti baru.

Lalu berapa kisaran biaya tune up mobil ? apakah sama biayanya tune up di bengkel umum dan di bengkel resmi ? akan kita bahas secara mendalam.

Perbedaan Tune Up dan Service Biasa

Perlu anda ketahui lebih dulu bahwa tune up itu berbeda dengan service rutin yang biasa dilakukan dengan interval 5.000 – 10.000 KM. Service rutin hanya meliputi bagian-bagian yang ringkas saja seperti pembersihan filter udara, pembersihan rem, dan pengecekan oli-oli pada mobil tanpa melakukan pembongkaran lebih lanjut apalagi melakukan penggantian part.

Sementara tune up adalah pekerjaan yang lebih kompleks (umumnya dilakukan pada interval 20.000 – 40.000 KM), karena yang diservice itu sampai ke ruang bakar. Selain itu, tak jarang juga penggantian part diperlukan.

Sehingga keseluruhan biaya tune up lebih banyak daripada service biasa.

Sekarang berapa biaya tune up mobil ?


Menurut pengakuan beberapa pemilik mobil, tune up di bengkel umum itu bisa menghabiskan dana 1 – 2 juta rupiah. Itu saja belum termasuk penggantian.

Apa saja yang dikerjakan ?

Bagian-bagian yang diservice meliputi ;

  1. Pembersihan filter udara
  2. Penggantian filter bahan bakar
  3. Penggantian oli mesin + filter oli
  4. Pembersihan busi
  5. Pembersihan throttle body
  6. Pembersihan injektor
  7. Pembersihan ruang bakar
  8. Scanning sistem injeksi
  9. Pembersihan & penyetelan rem
  10. Pembersihan filter AC

Untuk lebih jelas tentang apa saja yang dikerjakan, bisa anda simak pada artikel berikut bagian-bagian yang dicek saat tune up mobil injeksi

Khusus untuk filter dan busi, biasanya pihak bengkel akan membersihkannya saja. Tapi kalau kondisinya sudah sangat parah (tidak bisa dibersihkan) maka bengkel akan menyarankan kita untuk menggantinya. Tentu bengkel juga akan memberikan estimasi harganya jadi anda bebas pilih mau ambil atau tidak.

Sehingga total kalau anda mau full tune up, biayanya bisa tembus 3 juta rupiah. Jadi kalau KM mobil anda sudah mendekati 20 ribu KM, siapkan dana itu. Kalaupun tidak mencukupi, anda bisa pilih part mana yang diganti dan mana yang tidak.

Lalu bagaimana kalau tune up di bengkel umum ?

Dibengkel umum ternyata biayanya bisa lebih murah, menurut pengakuan beberapa orang biayanya tidak kurang dari 1 juta bahkan ada yang 500 ribu rupiah sudah beres. Tapi itu juga belum termasuk harga part pengganti.

Mengapa lebih murah ?

Pertama bengkel umum yang dimilki perorangan tidak menetapkan profit terlalu tinggi, selain itu jenis pekerjaan tune up juga tidak sedetail di bengkel resmi.

Jenis pekerjaan seperti scanning sistem injeksi dan pembersihan injektor biasanya tidak disertakan sehingga dapat menekan biaya. Ketika ada part yang perlu diganti pun, harga part bisa lebih murah karena di bengkel resmi ada pilihan spare part mau pakai yang ori atau yang after market.

Namun kelemahan tune up di bengkel umum, kita masih belum tahu apakah mekanik di bengkel tersebut memang tahu seluk beluk merk mobil anda. Kalau mobilnya Avanza mungkin bengkel manapun bisa mengandle karena mesin mobil ini mudah dipahami dan cukup banyak pemiliknya.

Tapi untuk merk seperti BMW, Mazda, Chevrolet yang memiliki mesin lebih rumit serta lebih sedikit pemiliknya tentu sedikit pula orang yang menguasai mesinnya.

Kecuali bengkel umum yang spesialis merk mobil tertentu, biasanya pemiliknya pernah bekerja sebagai mekanik di bengkel resmi merk tersebut. Jadi anda bisa percayakan sepenuhnya.

4 Akibat Pemakaian Oli Mesin Yang Terlalu Encer

Oli mesin menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam hal perawatan mesin kendaraan, saat kita mengganti oli mesin kendaraan umumnya kita mengikuti rekomendasi pabrikan.

Tetapi, diluar sana terdapat banyak sekali merk-merk oli aftermarket yang menawarkan performa lebih tinggi. hal itulah yang memicu kita menggunakan oli mesin diluar rekomendasi pabrikan.

Namun, apa jadinya kalau oli yang kita pilih untuk mesin kendaraan ternyata lebih encer ? apa pengaruhnya terhadap mesin ?

Kita akan membahasnya pada artikel ini.

Pengaruh Kekentalan Oli Terhadap Mesin


Kekentalan atau viskositas meski terkesan sepele tapi memberi dampak pada pergerakan tiap komponen mesin, contohnya ketika kita mengaduk sendok didalam dua bejana yang berisi air dan minyak goreng.

Mana yang lebih enteng ? jelas air karena air lebih encer dibandingkan minyak.

Oli mesin pun demikian, oli yang lebih kental akan lebih menghambat pergerakan komponen mesin dibandingkan oli yang lebih encer.

Berarti oli encer itu lebih bagus ?

Tidak seperti itu juga, karena baik oli yang encer atau kental sama-sama memiliki peruntukannya. Sehingga kita perlu melihat jenis mesinnya terlebih dahulu.

Untuk mesin berkapasitas besar umumnya memiliki celah-celah komponen yang lebar, sehingga cocok menggunakan oli yang lebih kental. Sementara untuk mesin jaman sekarang yang memiliki celah sangat sempit memerlukan oli yang encer agar bisa menjangkau celah terkecil mesin.

Jadi kalau mobil atau motor anda masih tergolong generasi baru, anda bisa menggunakan oli dengan kekentalan 10W. Namun kalau mobil atau motor anda termasuk mobil lama (atau mobil dengan umur lebih dari 5 tahun) anda lebih baik gunakan oli yang lebih kental.

Lalu Apa Akibatnya Jika Menggunakan Oli Terlalu Encer ?

img by deltalube.com

Penggunaan oli yang terlalu encer dari standar akan memberi dampak ;

1. Suara mesin lebih kasar

Ketika anda menggunakan oli mesin yang lebih encer, maka suara mesin akan terdengar lebih kasar. Hal ini karena meski oli encer bagus untuk melumasi celah-celah sangat sempit namun saat melumasi celah yang lebih besar menjadi kurang maksimal.

Sehingga daya redam terhadap gesekannya pun menjadi berkurang.

Inilah yang memicu mesin mengeluarkan suara yang lebih berisik atau kurang halus dari biasanya.

2. Oli mudah menguap

Oli mesin yang juga pada dasarnya zat cair juga dapat menguap, penguapan oli mesin dipicu karena panas mesin itu sendiri. Kalau oli mesin kental, penguapannya bisa lebih tertahan karena molekulnya lebih terikat.

Namun untuk oli yang lebih encer, memiliki batas temperatur yang lebih rendah sehingga mudah sekali menguap kalau sistem pendinginannya tidak didesain untuk oli encer.

Sehingga anda akan sering menjumpai kejadian dimana volume oli sering kurang padahal tidak ada gejala bocor oli.

3. Durabilitas mesin berkurang

Durabilitas atau ketahanan mesin juga akan mengalami penurunan kalau oli yang digunakan terlalu encer. Hal ini karena oli encer kurang maksimal dalam hal pelumasan pada area-area dengan persinggungan besar.

Sehingga keausan komponen mesin justru lebih cepat.

4. Emisi bertambah buruk

Untuk mesin-mesin yang sudah berumur, umumnya celah pada ring piston sudah agak membesar. Ketika anda gunakan oli encer, oli ini akan mudah sekali masuk ke ruang bakar. Sehingga oli akan ikut terbakar didalam ruang bakar dan meninggalkan emisi yang lebih buruk.

Meski demikian, oli encer juga memberi satu dampak positif yang cukup bagus yakni dapat meringankan tarikan mesin. Hal ini seperti kasus air dan minyak diatas, dimana benda akan lebih ringan bergerak pada cairan dengan kekentalan rendah.

Jadi lebih baik pilih oli encer atau oli kental ?

Encer kentalnya oli sebenarnya mengikuti kondisi mesin kendaraan, jadi jangan lihat olinya namun lihatlah mesin kendaraan anda. kalau memang kendaraan anda tergolong produksi baru (sekitar 2010 keatas), umumnya sudah memiliki presisi tingkat tinggi yang olinya pun perlu oli encer (sekitar 10W-40).

Namun untuk mesin-mesin yang diproduksi dibawah tahun 2010, lebih baik anda gunakan oli dengan kekentalan lebih minimal 20W-50.

Pembakaran Sempurna Mesin Bisa Dilihat Dari Kondisi Busi

Memiliki kendaraan yang irit tapi juga bertenaga menjadi keinginan banyak orang. Tetapi, irit lebih mengarah ke penghematan yang imbasnya ada pada performa mesin lebih rendah sementara kalau ingin mesinnya lebih bertenaga maka bensinya menjadi lebih boros.

Bagaimana dengan teknologi injeksi ?

Sistem injeksi adalah solusi atas masalah diatas, dimana campuran udara dan bensin yang masuk ke ruang bakar diatur secara real-time oleh teknologi berbasis komputer.

Hasilnya, pembakaran didalam mesin lebih sempurna sehingga mesin lebih efisien (seimbang antara irit dan power).

Namun, apa pembakaran yang efisien hanya terdapat pada injeksi ? bagaimana dengan sistem karburator ? apa bisa mendapatkan pembakaran yang lebih sempurna ?

Secara umum, efisiensi pembakaran mesin itu dipengaruhi oleh perbandingan kadar udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. Sistem injeksi atau sistem karburator itu hanyalah alat untuk mencampurkan dua molekul tersebut.

Jadi, asal campurannya pas maka baik injeksi maupun karburator bisa mendapatkan pembakaran yang sempurna.

Lalu apa ciri- ciri pembakaran yang sempurna ?

Ternyata, kita bisa mengetahui apakah pembakaran mesin berlangsung efisien atau tidak dari elektroda busi.

Secara umum ada tiga kondisi yang sering ditemui pada elektroda busi.

1. Elektroda busi berwarna cokelat


Warna cokelat pada elektroda busi menandakan bahwa pembakaran didalam mesin itu berlangsung secara sempurna atau efisien. Warna cokelat disini bisa beragam, umumnya cokelat seperti the.

Ini menandakan campuran udara dan bensin pada mesin, sudah tercampur secara ideal.

2. Elektroda busi berwarna hitam pekat


Warna hitam pekat pada elektroda busi menandakan adanya kelebihan bahan bakar, maka ini bisa diartikan campuran bensin lebih boros atau lebih kaya, sehingga pembakarannya pun kurang efisien.

Pada pembakaran seperti ini, biasanya asap knalopot bau bensin serta kadang mengeluarkan asap hitam.

Memang, ini membuat mesin lebih powerful tapi efeknya busi cepat mati, lebih boros bensin, serta akselerasi menjadi lebih berat.

3. Elektroda busi berwarna putih


Warna putih pada elektroda busi menandakan campuran bensin yang kurus atau kurang dari kadar normalnya. Kondisi ini menandakan bahwa bensin yang masuk ke ruang bakar lebih sedikit dibandingkan normalnya.

Akibatnya, mesin akan lebih sulit dihidupkan serta mesin gampang mati sendiri.

Lalu bagaimana cara membuat pembakaran mesin lebih sempurna ?

Kalau masih pakai karburator, kita bisa mengatur campuran udara dan bensin ini dengan mengganti ukuran pilot jet pada karburator sepeda motor. Dalam ranah modifikasi, biasanya ada variasi ukuran pilot jet, ada yang lebih besar untuk memperbanyak campuran bensin juga bisa diganti yang lebih sempit untuk memperirit bensin.

Tetapi kalau injeksi, sepertinya susah kecuali anda bisa me-remap ECU pada sistem injeksi. Namun, sistem injeksi sudah dibuat secara default untuk mencapai pembakaran yang sempurna. Ketika anda menjumpai kondisi busi yang lebih putih, bisa jadi itu karena ada sumbatan pada selang bensin.

Bisa dari fuel pump, atau dari injektor. Jadi cara yang bisa anda ambil, adalah dengan melakukan flushing sistem injeksi.

Jangan lupa gunakan bensin dengan oktan yang pas dengan tekanan kompresi kendaraan anda. karena jenis bensin yang dipakai juga mempengaruhi pembakaran mesin.

4 Bahaya Jika Oli Mesin Mobil Bocor

Jangan sepelekan ketika anda mendapati volume oli mesin pada mobil anda dibawah rata-rata. Pasalnya, masalah sepele seperti ini bisa membawa akibat yang cukup serius. Bahkan untuk memperbaikinya, kita perlu mengeluarkan biaya hingga jutaan.

Lalu apa akibatnya kalau oli mesin bocor sampai habis ?

Mari kita bahas bersama-sama.

Fungsi oli pada mesin itu cukup vital


Yang perlu kita garis bawahi pertama adalah fungsi dari oli ini. Oli ternyata memiliki fungsi yang sangat vital pada mesin, jika diibaratkan tubuh manusia maka oli ini berperan layaknya darah.

Kita tahu didalam mesin itu terdapat banyak sekali komponen-komponen yang bergesekan. Material semua komponen tersebut juga terbuat dari logam, yang kita ketahui kalau logam bergesekan dengan logam pasti akan menghasilkan friksi atau secara simple komponen tersebut akan terkikis.

Disinilah oli berperan, oli akan menjadi penengah atau sekat antara dua logam yang bergesekan. Jadi misal gesekan antara silinder dan ring piston. Kalau dilihat dengan mata telanjang, memang ring piston ini bergesekan dengan silinder namun kalau dilihat lebih dekat maka akan ada oil film atau lapisan oli ditengah-tengah komponen yang bergesekan tersebut.

Sehingga tidak terjadi gesekan antar logam secara langsung.

Oli juga bersifat licin sehingga mampu memperlicin gerakan komponen yang bergesekan.

Kembali ke pertanyaan awal, apa bahayanya kalau oli mesin bocor ?

Jawabannya tergantung seberapa banyak oli yang bocor, kalau hanya sedikit oli yang bocor tentu itu bukan masalah (kondisi mesin masih O.K) tapi kalau oli didalam mesin sudah habis karena bocor, maka anda perlu waspada karena pasti ada akibat yang timbul.

Apa saja bahayanya ?

1. Komponen mesin aus dan perlu turun mesin untuk memperbaikinya

Seperti yang saya katakan, oli ini akan melapisi dua komponen yang bergesekan sehingga dua komponen tersebut tidak secara langsung tegesek. Tapi kalau olinya habis karena bocor, maka tidak ada lagi pelapis sehingga komponen-komponen mesin bisa bergesekan secara langsung.

Hasilnya, komponen tersebut akan mengalami keausan dan dalam waktu singkat anda akan menemui beberapa gejala seperti  ;

  • Tenaga mesin ngempos
  • Mesin sudah dihidupkan dipagi hari
  • Mesin overheating

Komponen mana saja yang berpotensi aus saat oli bocor ?

a. ring piston

Ring piston itu berfungsi sebagai perapat antara piston yang bergerak naik turun dengan lubang silinder. Ketika oli mesin habis, ring piston yang berbahan logam akan bergesekan secara langsung degan silinder.

Hasilnya, permukaan ring piston akan semakin menipis sehingga fungsinya sebagai perapat antara piston dan silinder menjadi gagal. Itu akan menyebabkan hasil pembakaran mesin bocor, sehingga tenaga mesin berkurang dan mesin juga susah dihidupkan.

b. blok silinder

Blok silinder juga sama dengan ring piston, apabila olinya habis maka silinder dan ring piston akan tergesek secara langsung. Disini tinggal kuat-kuatan material, apabila ring piston punya bahan yang lebih kuat maka silinder yang kalah.

Sehingga diameter silinder menjadi semakin lebar dan itu akan membuat piston sangat longgar. Hasilnya, tenaga mesin juga akan berkurang dan mesin akan susah dihidupkan.

Untuk mengatasinya anda perlu mengganti komponen yang dirasa aus tersebut. Biasanya, ini dibuktikan melalui tes kompresi. Apabila hasil tes kompresi lebih rendah dari standar, maka mesin perlu dibongkar untuk melihat secara langsung apakah ring piston atau silindernya yang kena.

Mengenai biaya, tentu ini masuk ke perbaikan berat sehingga biayanya bisa cukup mahal.

2. Suara mesin menjadi lebih kasar

Selanjutnya, kalau ini terjadi dijalan maka anda akan merasakan suara mesin yang cenderung lebih kasar.

Ini terjadi karena gesekan antar komponen mesin yang berbahan logam pasti menimbulkan suara. Kalu oli masih penuh, suara itu tidak terdengar karena oli ini akan melapisi gesekan komponen. Tapi kalau olinya bocor, maka gesekan antar komponen mesin akan terdengar cukup jelas.

Beberapa komponen yang berbunyi kasar antara lain ;

  • Rantai timming
  • Poros nok
  • Ring piston


Selain itu, suhu mesin juga menjadi lebih panas, karena gesekan antar logam itu juga akan menghasilkan panas sehingga panas mesin akan bertambah dengan lebih cepat.

Biasanya kalau sudah separah ini, indikator oli mesin akan menyala.

Itu tandanya anda harus segera menghentikan kendaraan dan mengecek kondisi oli mesin mobil. Pasalnya kalau tetap dipaksakan maka mesin bisa terkunci.

kondisi ini muncul karena suhu mesin terlalu panas dan membuat piston memuai sehingga diameter piston menyamai diameter silinder, hasilnya piston akan terjebak dan tidak bisa bergerak didalam silinder atau lock.

Untuk menghindarinya, anda harus memastikan sistem pendinginan (kipas radiator) nyala. Kalau tidak, hentikan mobil dengan mesin masih hidup lalu nyalakan AC pada suhu terdingin. Itu secara otomatis menghidupkan kipas radiator pada kecepatan tertingginya.

Tidak disarankan untuk menyiram/mengusap mesin menggunakan air dingin. Karena saat logam panas didinginkan, maka akan membuat struktur logam retak.

3. Jika oli bocor ke kopling maka akan menyebabkan selip

Kalau olinya bocor dari seal crankshaft belakang maka oli bisa mengarah ke kampas kopling. Sementara itu kampas kopling mobil itu bersifat kering, artinya bekerja efektif tanpa lapisan oli.

Apabila ada oli masuk ke kopling, maka permukaan kampas kopling menjadi lebih licin. Sehingga menyebabkan kopling selip. Saat kopling mobil selip, maka mobil akan susah dijalankan karena meski pedal kopling sudah dilepas full, mobil tetap tidak mau jalan.

Untuk mengatasinya bagaimana ?

Anda perlu membongkar kopling untuk membersihkan ceceran olinya, dan mengganti seal crankshaft. Pembersihan ini perlu dilakukan karena oli pada dasarnya sulit dikeringkan apalagi lokasinya tertutup didalam bak kopling.

4.  Kalau oli bocor dijalan, itu bisa membahayakan pengguna jalan lain

Oli bersifat licin, kalau oli yang licin ini bocor dijalan, itu bisa membahayakan pengguna jalan lain.

Contohnya pada kendaraan sekelas bus atau truk yang memiliki muatan berat. Kalau melintas di jalan yang ada ceceran olinya, maka roda truk tersebut bisa selip saat melakukan pengereman.

Dan kalau kendaraan ini selip, juga bisa membahayakan pengguna jalan lainya lagi.

Selain itu sepeda motor yang biasanya suka bermanuver, ketika ban motor sudah halus bertemu jalan yang ada ceceran olinya maka motor bisa kehilangan traksi akhirnya terjatuh. Jadi jangan sepelekan bocor oli ini.

Apabila anda merasa ada yang aneh pada suara mesin, ditambah ada indikator yang menyala didashboard maka jangan ragu untuk menepi dan mengecek kondisi mesin.

Komponen Apa Saja Yang Menyebabkan Oli Mesin Bocor ?


Komponen yang berpotensi membuat oli mesin bocor, adalah komponen seal atau perapat antar bagian mesin contohnya seal crankshaft. Seal ini berfungsi merapatkan poros engkol yang beputar dengan blok silinder.

Tapi kalau kondisi seal sudah agak rusak, oli akan mudah sekali keluar karena saat mesin hidup tekanan oli meningkat.

Selain seal crankshaft, letak kebocoran oli mesin biasanya terjadi pada :

  • Sambungan carter/oil pan dengan blok silinder
  • Sambungan cover timming chain
  • Sambungan cover head cylnder


Lalu apa solusinya ? tinggal ganti saja dengan yang baru, lagi pula harga seal-seal ini cukup terjangkau dibandingkan komponen-komponen mesin lainnya. Proses penggantiannya pun tidak terlalu rumit sehingga biayanya tidak terlalu mahal.

Tak Perlu Panasi Mobil Anda Tiap Hari, Ini Alasannya

Untuk urusan mobilitas dengan jarak tidak terlalu jauh, kita lebih memilih kendaraan roda dua. Alasannya lebih praktis, dibandingkan menggunakan mobil.

Sehingga mobil pun hanya dianggurin digarasi, dan mobil ini hanya akan keluar suatu waktu saja saat memang diperlukan.

Dan pertanyaannya, apakah mobil yang lama nganggur perlu dipanaskan setiap hari ? atau tidak perlu ? dan kalau perlu, bagaimana cara memanaskan mobil yang benar ?

Untuk itulah anda harus membaca artikel ini hingga tuntas.


Apa Mobil Perlu Dipanasi Setiap Hari ?


Pertanyaan pertama, apakah mobil yang tidak dipakai harus dipanasi setiap hari ? ini kan namanya buang-buang bensin, dan bisa dikatakan pemborosan.

Pertama yang perlu anda pahami adalah fungsi dari pemanasan mobil itu sendiri, kira-kira apa tujuan utamnya mesin mobil dipanasi ?

Ternyata mobil dipanasi itu bertujuan agar nanti saat mobil dipakai di jalan, bisa lebih efisien. Maksudnya, saat suhu mesin masih dingin maka hasil pembakaran mesin akan banyak yang terserap untuk menaikan suhu mesin sehingga kalau dalam suhu dingin ini mobil langsung dipacu, tenaganya kurang nendang dan bisa lebih boros.

Tapi dengan memanaskan mesin, atau menyiapkan suhu mesin agar sudah panas sebelum berkendara maka bisa membuat kinerja mesin efisien.

Dari pernyataan itu, maka didapatlah kesimpulan bahwa memanaskan mobil itu harusnya dilakukan saat mobil itu akan digunakan. Jadi kalau mobilnya tidak mau digunakan, buat apa dipanaskan ?


Apalagi sekarang semua mobil sudah berteknologi injeksi, yang meski sudah sebulan mesinnya mati pun bisa dihidupkan dengan normal tanpa hambatan.

Jadi kembali ke pertanyaan awal, apakah mobil perlu dipanasi setiap hari ? iya kalau mobil anda digunakan setiap hari tapi kalau anda hanya menggunakan mobil kadang-kadang, maka mobil tidak perlu sering dipanasi.

Bagaimana dengan mobil karburator ?

Namun khusus untuk mobil yang masih menggunakan karbu, memang agak menyulitkan. Alasanya kalau mesin mobil mati dalam waktu lama, maka aliran bensin tersebut bisa macet. Sehingga saat akan dihidupkan sangat menyita waktu dan tenaga.

Oleh karena itu, minimal seminggu sekali mobil karbu harus dipanaskan. Saat memanaskan juga tak perlu lama-lama dan tak perlu menyalakan AC.

Cara Memanaskan Mesin Mobil Dengan Benar


Semua orang juga tahu ntuk memanaskan mobil tidak dijemur dibawah terik matahari, tetapi dengan menyalakan mesinnya. Lalu untuk apa sub bab ini ?

Memang semua orang tahu bagaimana cara memanaskan mobil, tapi apakah sudah benar ? karena kalau cara memanasinya tidak benar, justru bisa jadi pemborosan dan kurang efektif dalam menaikan suhu mesin.

Ada beberapa point penting antara lain ;

1. Sebelum menyalakan mesin, pastikan indikator dashboard aman



Ini mungkin terkesan sepele, tapi kita tidak tahu apakah didalam mesin ada masalah terkait elektrikalnya atau tidak.

Biasanya kalau ada masalah seputar kelistrikan mesin, maka ada indikator pada dashboard yang menyala. Tapi indikator tersebut tidak langsung menyala, saat kita putar kunci kontak ke ON maka semua indikator akan menyala sekitar beberapa detik baru semuanya mati.

Saat akan memanaskan mesin, jangan langsung start seusai memposisikan kunci ke ON. Tapi tunggu hingga semua indikator mati, kalau semua indikaor tidak ada yang menyala maka kelistrikan mesin aman anda bisa langsung hidupkan mesin.

2. Durasi saat memanaskan mesin

Yang kedua terkait lamanya proses pemaasan mesin ini, kalau ditanya berapa lama mesin mobil dipanaskan ? jawabannya pasti relatif karena proses termodinamika setiap mesin mobil juga berbeda-beda, ada yang cepat ada pula yang lambat.

Untuk memposisikan mesin dalam suhu kerjanya, sebenarnya anda bisa menggunakan kipas radiator sebagai acuannya. Kalau kipas radiator belum berputar, maka tandanya mesin masih dalam proses warm up. Tapi kalau kipas radiator sudah berputar itu tandanya mesin sudah mencapai suhu kerja.

Lalu berapa lama hingga kipas radiator ini berputar ?

Untuk mesin bensin, mungkin bisa mencapai 10 sampai 15 menit sementara mesin diesel bisa diatas 15 menit baru kipas berputar. Cukup lama bukan ?

Oleh karena itu lamanya proses pemanasan mesin ini disesuaikan dengan traffic jalan raya dan penggunaan mobil. Misal mobil akan digunakan hanya untuk berangkat dari rumah ke kantor melewati traffic yang padat dan cenderung macet, maka anda tidak perlu menunggu sampai kipas radiator berputar. Cukup panaskan maksimal 3 menit maka mobil aman dipakai.

Lagi pula kalau anda tinggal didaerah perkotaan yang memiliki traffic cukup padat, mobil cenderung bergerak pelan. Sehingga proses pemanasan mesin tidak perlu lama-lama.

3. Pakai AC atau tidak ?


Usahakan kalau anda sedang memanaskan mesin, AC tidak dihidupkan. Alasannya, saat AC dinyalakan maka kipas radiator pun akan berputar, kalau kipas radiator berputar proses pendinginan mesin juga berjalan padahal mesin baru saja mau dipanaskan.

Sehingga untuk mempercepat proses pemanasan mesin, jangan dulu hidupkan kipas radiator.

Tapi kalau anda akan mengecek apakah kipas radiator hidup atau tidak, anda bisa hidupkan AC. Kalau kipas radiator hidup, berarti sistem pendingin mesin harusnya berjalan dengan normal pula.

4. Tidak perlu digas, biarkan idle


Mengapa tidak boleh digas ? alasannya saat mesin baru hidup, sirkulasi oli didalam mesin belum 100% melumasi semua bagiannya. Sehingga kalau digeber dalam kondisi seperti ini, komponen dalaman mesin bisa cepat aus.

Sehingga saat memanaskan mesin, cukup biarkan pada idle RPM saja. Standar RPM mobil injeksi sekitar 8.000 RPM tidak dengan AC. Tapi kalau AC nyala, RPMnya bisa tembus 9.000

5. Memperhitungkan tekanan bahan bakar

Khusus untuk mobil injeksi yang tidak dinyalakan dalam waktu lebih dari sebulan biasanya tekanan bahan bakarnya drop. Padahal tekanan bahan bakar inilah yang membuat bensin bisa tersemprot keluar dari injektor, kalau tekanannya drop maka bensin tidak keluar dari injektor sehingga mesin susah hidup saat start pertama.

Solusinya, sebelum anda menyalakan starter mobil anda harus memutar kunci kontak ke posisi ON dan OFF bolak balik minimal 3 kali. Ini dilakukan untuk memicu agar fuel pump bekerja lebih untuk menaikan tekanan bahan bakar.

Saat kita memutar kunci ke ON, maka fuel pump otomatis bekerja selama sekitar 3 detik. Ini akan menaikan tekanan bahan bakar, tapi kalau dilakukan sekali mungkin tekanannya kurang sehingga anda perlu memutar kunci ke ON/Off selama 3 kali agar fuel pump bekerja lebih lama.

7 Ciri Gasket/Packing Kepala Silinder Mesin Bocor

Gasket atau packing kepala silinder berfungsi untuk merapatkan dua komponen utama mesin yakni blok silinder dan kepala silinder. Tujuan perapatan ini jelas untuk mencegah kebocoran kompresi, bocor oli, dan bocor air radiator.

Penempatan packing ini diberlakukan karena antara blok silinder dan kepala silinder sama-sama terbuat dari logam cor. Sifat logam yang keras dan kaku akan menimbulkan celah-celah mikro saat dua permukaan logam tersebut dilekatkan. Dalam hal ini, packing terbuat dari bahan yang lebih lunak untuk merapatkan celah mikro antara blok silinder dan kepala silinder.

Sehingga tekanan kompresi dari dalam ruang bakar tidak mampu bocor melalui sambungan ini. Namun, ada satu masalah klasik yakni kerusakan gasket kepala silinder. Tentu kerusakan pada gasket ini akan berimbas pada performa mesin lalu apa ciri-ciri gasket kepala silinder bocor ? simak ulasannya dibawah.

Ciri – Ciri Gasket Kepala Silinder Bocor

img : turbobuicks.com

Secara umum kerusakan gasket tidak dapat dideteksi kalau tidak dilihat secara langsung ke komponennya. Namun dilansir dari extremehowto.com ada 6 gejala yang dirasakan packing kepala silinder mulai rusak. Antara lain ;

1. Ada kebocoran air radiator dibawah manifold

Seperti yang dijelaskan diatas, salah satu fungsi gasket kepala silinder adalah untuk merapatkan jalur water jacket dari dalam blok silinder ke kepala silinder. Sehingga kalau ada kerusakan pada packing maka air dari dalam water jacket mampu merembes keluar.

Rembesan ini akan terlihat dibawah intake dan exhaust manifold. Kebocoran air radiator dibawah manifold ini bisa terjadi kalau gasket masih mengalami kerusakan ringan.

2. Asap putih mengepul dari knalpot

Selain keluar merembes ke bagian bawah manifold, dalam kondisi yang lebih parah air pendingin bisa keluar ke dalam ruang bakar. Ingat, air pendingin juga memiliki tekanan sehingga saat mesin menyala tekanan air pendingin mampu mendorong air keluar ke berbagai arah termasuk kedalam ruang bakar.

Disamping itu, ada oli yang juga ikut bocor karena fungsi gasket ini juga sebagai perapat jalur oli dari blok silinder ke kepala silinder. Sehingga kalau ada oli dan air radiator masuk ke ruang bakar serta ikut terbakar maka akan menimbulkan kepulan asap putih. Kalau mobil anda sudah mengeluarkan asap putih atau kebiruan maka waspada segera cek mesin kendaraan anda.

3. Mesin sering overheating

Overheating adalah kondisi dimana suhu mesin melebihi suhu kerjanya dalam waktu yang tidak singkat. Ini bisa terjadi karena volume air radiator kurang. Penyebab air radiator kurang bisa karena air ini bocor melalui gasket yang rusak.

Sehingga jelas, overheating tidak hanya terjadi saat radiator mobil bocor tapi saat packing kepala silinder bocor juga bisa terjadi overheating.

4. Ada gelembung udara didalam tanki radiator

Gelembung udara tercipta karena ada udara yang masuk kedalam sebuah saluran fluida yang tertutup. Dalam hal ini, saluran sistem pendingin didalam mesin harusnya tertutup namun kalau ada gelembung itu artinya ada sisi yang terbuka pada saluran air pendingin. Salah satunya bisa terjadi pada gasket head cylinder yang melengkung/bocor.

5. Oli mesin agak kental dan warnanya agak cokelat

Ciri-ciri lain, air radiator ini juga bisa bocor dan masuk ke dalam saluran oli didalam blok silinder. Sehingga ada percampuran antara oli mesin dan air radiator meski dalam takaran yang sedikit. Semakin banyak air yang bercampur, maka akan mengubah wujud oli menjadi lebih kental dengan warna coklat keputihan (tidak coklat kehitaman).

6. Air radiator sering habis tanpa dideteksi kebocoran secara kasap mata

Kalau ada kebocoran sistem pendingin, pasti meninggalkan bekas berupa tetesan air dibawah mesin (dilantai). Namun kalau anda mendeteksi air pendingin sering kurang namun tidak ada tetesan air dibawah mesin maka bisa menjadi indikasi kebocoran gasket kepala silinder, karena air tersebut bocor kedalam ruang bakar dan ikut terbakar sehingga tidak meninggalkan bekas tetesan.

Kalau ada salah satu gejala diatas yang muncul pada mobil anda, segera lakukan pengecekan kondisi oli mesin, rembesan dibawah manifold, dan volume air pendingin. Kalau semuanya tidak normal segera bawa mobil ke bengkel untuk dilakukan perbaikan.

7. (tambahan) Power mesin akan berkurang drastis

Sebagai tambahan, biasanya power mesin juga akan menurun. Memang gejala terakhir ini jarang terlihat namun kalau kondinya sudah sangat parah biasanya akan berimbas pada power yang turun. Penurunan power ini disebabkan karena tekanan kompresi bocor dari gasket yang rusak. Sehingga hasil pembakaran juga tidak akan maksimal.

Lalu bagaimana solusinya ?

Yang paling mungkin adalah dengan mengganti gasket dengan yang baru, tapi kalau kondisinya masih belum terlalu parah anda bisa mengoleskan sealant khusus head cylinder gasket. Sealant ini memang berbeda dengan sealant biasa jadi jangan gunakan sealant yang biasa.

Untuk lebih detail, segera bawa mobil anda ke bengkel terdekat untuk mencari solusi yang tepat.

Itu saja artikel singkat tentang ciri ciri packing kepala silinder yang bocor/rusak. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.