-->
Showing posts with label Info Mesin Mobil. Show all posts
Fungsi Crankshaft Pada Mesin dan Perbedaan Dengan Camshaft

Fungsi Crankshaft Pada Mesin dan Perbedaan Dengan Camshaft

Kalau kita belajar tentang bagaimana mesin kendaraan bekerja, ada komponen pasti ada yaitu crankshaft dan camshaft.

Kedua komponen ini sama-sama berbentuk poros tapi beda kegunaan. Lalu crankshaft itu apa ? apa fungsi crankshaft ? dan apa bedanya dengan camshaft.

Pengertian dan fungsi poros engkol

Crankshaft atau poros engkol adalah komponen yang bertugas mengkonversi gerakan naik turun piston menjadi gerakan rotasi.

Untuk menghasilkan energi, mesin harus melakukan pembakaran didalam ruang bakar. Hasil dari pembakaran itu adalah ekspansi atau daya mengembang.

Karena pembakaran ini terjadi di ruang bakar yang notabene adalah ruang tertutup, maka daya ekspansi akan mendorong piston. Sehingga piston terdorong dan bergerak kebawah. Tapi gerakan piston hanya gerakan sejajar, sementara bentuk energi yang dibutuhkan untuk memutar roda kendaraan adalah gerakan rotasi.

Sehingga gerakan searah piston diubah menjadi gerakan rotasi oleh crankshaft.

Dalam melakukan fungsinya, crankshaft tidak sendirian. Poros engkol dapat mengkonversi bentuk energi dengan bantuan connecting rod atau batang piston.

Jika dianalogikan, crankshaft adalah kayuhan sepeda. Sementara piston adalah lutut anda. Untuk mengubah gerakan naik turun lutut menjadi gerakan rotasi, dibutuhkan kaki dan kayuhan sepeda.

Crankshaft berbentuk seperti poros disertai pemberat. Pemberat pada crankshat digunakan sebagai penyeimbang putaran mesin. Kita tahu mesin 4 tak, artinya dalam dua putaran engkol hanya terjadi satu kali pembakaran.

Itu membuat putarannya tidak seimbang, sehingga dibuat pemberat sehingga putarannya lebih stabil.

Lalu apa bedanya dengan camshaft ?

Camshaft itu poros nok, poros nok ada dikepala silinder. Fungsinya untuk mengatur pembukaan katup buang dan katup hisap.

Jadi meski sama-sama berbentuk poros, tapi bentuk dan fungsinya sangat berbeda. Camshaft berbentuk poros dengan tonjolan, sementara crankshaft berbentuk poros dengan lengan dan pemberat.

Dari segi fungsinya, crankshaft berfungsi mengubah gerakan naik turun piston menjadi gerakan rotasi sementara camshaft berfungsi membuka katup-katup mesin sesuai gilirannya.

Namun, khusus pada mesin 2 tak anda tidak menemui komponen camshaft. Alasannya, mesin 2 tak tidak menggunakan katup seperti mesin-mesin 4 tak. Jadi tidak diperlukan poros nok.

3 Perbedaan Oli Mesin dan Oli Transmisi Pada Mobil

3 Perbedaan Oli Mesin dan Oli Transmisi Pada Mobil

Salah satu cara perawatan mobil adalah dengan mengganti olinya, oli pada mobil itu bermacam-macam. Ada oli mesin ada juga oli transmisi.

Saat kita service kendaraan, kadang hanya oli mesin yang diganti kadang juga baik oli mesin dan transmisi diganti.

Sebenarnya apa sih perbedaan oli mesin dan oli transmisi ?

1. Beda fungsi

Oli mesin dan oli transmisi punya perbedaan pada fungsi. Memang secara garis besar, kedua oli ini sama-sama untuk melumasi.

Tapi secara lebih spesifik, ruang lingkup oli mesin dikhususkan untuk melumasi komponen yang ada didalam mesin. Komponen didalam mesin ini sangat erat hubungannya dengan panas karena mesin itu menghasilkan panas.

Oleh sebab itu, selain melumasi oli mesih juga harus bisa mendinginkan komponen-komponen yang dilumasi.

Sementara oli transmisi hanya melumasi gear pada gearbpx.

Gear pada gearbox tidak menghasilkan panas berlebih seperti pada mesin. Sehingga fungsi oli hanya untuk melumasi gear-gear agar tidak terjadi keausan.

2. Beda kekentalan

Oli mesin lebih encer dibandingkan oli transmisi. Hal itu dikarenakan celah antar komponen pada komponen mesin itu lebih sempit dibandingkan celah komponen didalam gearbox.

Didalam mesin, oli harus mampu masuk ke celah antara silinder dengan piston yang celahnya sangat sempit. Selain itu, oli juga harus bisa bersirkulasi dengan lancar dari bawah menuju atas.

Untuk meningkatkan mobilitas oli agar bersirkulasi dengan lancar, maka oli mesin punya kekentalan 10w sampai 40 SAE.

Sementara oli transmisi biasanya punya kekentalan 80 sampai 90 SAE, hal itu dikarenakan oli yang kental bisa meredam bunyi perkaitan antar roda gigi. Sehingga pertautan roda gigi didalam gearbox tidak akan menimbulkan suara kasar.

Meski demikian, baik oli transmisi atau oli mesin akan lebih encer apabila telah mencapai batas penggunaan.

3. Beda waktu penggantian

Interval penggantian oli mesin lebih cepat dibandingkan oli transmisi. Oli mesin harus diganti pada interval 5000 kilometer maksimal 10.000 kilometer.

Sementara oli transmisi yang manual bisa bertahan sampai 40.000 km.

Perbedaan interval ini bisa disebabkan karena karakter oli itu sendiri yang oli mesin lebih encer, sehingga perlu lebih sering diganti. Selain itu, mesin sebagai komponen vital harus diperhatikan kualitas olinya. Jadi wajar kalau oli harus segera diganti sebelum oli benar-benar turun kualitasnya.

Untuk biaya penggantian mana yang lebih mahal ? oli transmisi atau oli mesin ?

Mungkin kalau dilihat dari volumenya, oli mesin punya volume lebih banyak. Sehingga sehingga biayanya lebih mahal mengganti oli mesin.

Mungkin itu saja artikel tentang perbedaan oli mesin dan oli transmisi. Semoga bermanfaat.

Oli Gardan Mobil Berapa Liter ? Ini Datanya

Oli Gardan Mobil Berapa Liter ? Ini Datanya

Sama halnya dengan mesin, gardan atau differential juga harus diperhatikan interval penggantian olinya.

Namun banyak yang tidak tahu berapa kapasitas oli gardan pada mobil.

Hari ini kami akan merangkum beberapa data terkait data kapasitas oli gardan pada mobil.

Sekilas Tentang Oli Gardan

Oli gardan itu berbeda dengan oli mesin baik dari segi fungsi maupun fisiknya. Oli gardan hanya berfungsi melumasi roda gigi didalam gardan, yang celah roda giginya lebar.

Oleh sebab itu oli gardan itu lebih kental daripada oli mesin. Kekentalan oli gardan bisa mencapai SAE 90.

Untuk interval penggantiannya, umumnya ada di angka 40 ribu kilometer, oli gardan bisa bertahan sangat lama karena lebih kental dan fungsinya yang simple. Berbeda dengan oli mesin yang lebih kompleks, maka interval penggantiannya pun lebih singkat.

Meski demikian, oli gardan hanya bisa anda temui pada mobil-mobil dengan penggerak roda belakang atau RWD. Sementara mobil-mobil penggerak roda depan atau FWD, dengan ciri mesin yang sejajar dengan sumbu roda, pelumas untuk gardan sudah diperoleh dari oli transmisi.

Jadi untuk mobil mobil penggerak roda depan seperti Honda Mobilio, Suzuki Ertiga maka tidak perlu pusing mikirin oli gardan.

Cukup oli transmisinya, karena posisi gardan pada mobil FWD menyatu dengan transmisi. Jadi oli transmisi sekaligus melumasi gardan.

Lalu bagaimana dengan mobil RWD seperti Toyota Avanza, Kijang Innova ?

Ini beberapa data kapasitas olinya

  • Toyota Avanza 2.5 liter
  • Toyota Kijang Innova 3 liter
  • Toyota Fortuner 3 liter
  • Suzuki APV 1.5 liter
  • Toyota Rush 2.5 liter
  • Daihatsu Grand Max 1 liter

 

Kapasitas oli gardan diatas bisa menjadi rujukan berapa liter oli yang perlu anda beli. Karena dalam proses pengisiannya, oli akan diisi sampai meluber pada lubang pengisan. Jadi mungkin untuk kijang innova tidak sampai 3 liter oli sudah meluber.

Untuk seperti apa olinya, anda bisa membeli oli khusus untuk gardan dengan SAE 80-90.

Mungkin itu saja informasi tentang data spesifikasi kapasitas oli gardan pada beberapa mobil. Semoga bermanfaat.

Knalpot Mobil Keluar Banyak Air, Normal atau Tanda Ada Kebocoran ?

Knalpot Mobil Keluar Banyak Air, Normal atau Tanda Ada Kebocoran ?

 Anda mungkin pernah menjumpai tetesan air yang keluar dari knalpot mobil saat mesin mobil dinyalakan.

Knalpot ini merupakan saluran pembuangan gas sisa pembakaran dari mesin, dengan kata lain knalpot itu terhubung langsung ke mesin.

Jadi kalau ada air yang keluar dari knalpot, kita pasti menduga jangan-jangan air radiator didalam mesin itu bocor sampai ke knalpot.

Tapi apakah benar begitu ?

Kita akan membahasnya.

Perlu diketahui, tetesan air adalah molekul H2O yang dihasilkan dari proses pembakaran. Sama seperti pernafasan manusia, oksigen yang kita hirup akan mengeluarkan karbondioksida plus uap air.

Pada mesin injeksi, pembakaran yang terjadi didalam mesin itu sudah disempurnakan. Karena rasio antara berapa bensin dan berapa udara yang masuk ke mesin itu sudah diperhitungkan dengan sangat teliti secara realtime oleh para sensor.

Jadi, pembakaran yang diperoleh itu tergolong sempurna. Sehingga akan menghasilkan gas buang berupa karbon dan tambahan uap air.

Tapi kenapa kadang uap air ini menetes dalam bentuk cair dan kadang tidak muncul tetesan ?

Alasannya sederhana, karena knalpot itu kan panas. Uap air yang dihasilkan proses pembakaran tidak akan mengembun karena suhu didalam knalpot itu panas.

Tapi dipagi hari, ketika suhu udara dingin ditambah suhu knalpot juga masih dingin karena mesin belum dinyalakan. Maka saat mesin dinyalakan, uap air yang dihasillkan dari proses pembakaran akan mengembun menjadi tetesan air.

Lama-kelamaan, saat suhu knalpot itu semakin tinggi tetesan air itu berubah menjadi asap tipis. Asap tipis ini juga bukan berasal dari permasalahan mesin, tapi dari uap air yang tidak mengembun.

Jadi kesimpulannya, tetesan air dari knalpot itu wajar selama kondisinya seperti yang saya sebutkan diatas. Suhu knalpot masih dingin.

Apakah ada kemungkinan tetesan itu berasal dari air radiator ?

Bisa saja, tapi kalau anda menggunakan radiator coolant khusus biasanya ada warnanya entah merah atau hijau. Jadi mendeteksinya juga mudah.

Tapi kalau anda pakai air biasa sebagai radiator coolant, air akan menguap sebelum menetes di knalpot. Selain itu, kalau ada kebocoran air radiator maka sebelum airnya sampai ke knalpot, mesin sudah menunjukan gejala.

Seperti overheat dan mesin brebet atau nyala tidak stabil.

Kalau ada masalah-masalah seperti itu, segera hubungi bengkel. Bisa jadi ada masalah yang serius.

2 Penyebab Busi Mobil Cepat Rusak + Cara Antisipasinya

Anda pasti setuju kalau busi itu menjadi salah satu komponen mesin yang rewel, artinya kalau sudah rusak biasanya menimbulkan gejala yang menyusahkan bahkan kadang bisa merembet ke komponen lainnya.

Tapi kan ada rekomendasi umur busi, biasanya kalau servis dibengkel kita akan diberi tahu apabila pemakaian busi sudah mendekati masa pakainya pihak bengkel merekomendasikan kita untuk menggantinya.

Itu benar sekali untuk busi yang normal, tapi ada beberapa kondisi yang membuat busi cepat rusak sehingga meski belum mencapai batas sudah ada gejala kerusakan.

Nah diartikel ini saya akan membagikan hal apa saja yang bisa mempengaruhi umur busi.

1. Bahan bakar yang digunakan kurang bagus

Dilansir dari Gridoto.com, Diko Oktaviano selaku Technical Support and Product Specialist NGK Busi Indonesia membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, Kualitas bahan bakar yang kurang bagus akan membuat jelaga atau kerak karbon di ruang bakar, menempel dipermukaan piston dan lama kelamaan akan menempel di busi.


Jelaga atau kerak karbon ini merupakan isolator atau bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listirk, sementara busi kita tahu sendiri bisa hidup karena listrik.

Itu artinya, kerak karbon ini bisa menghambat proses pemercikan api pada busi sehingga api busi menjadi lebih kecil.

Api busi yang kecil akan menyebabkan misfire, sehingga gejala lainnya mesin akan brebet.

Sebenarnya, apabila busi langsung dibersihkan busi masih bisa selamat. Yang jadi masalah, hal itu dibiarkan sehingga kerak tersebut benar-benar melekat dan terus menumpuk.

Kalau kerak sudah menumpuk, dibersihkan pakai apapun juga akan sangat susah sehingga busi harus diganti.

2. Air Fuel Ratio yang tidak pas

Air fuel ratio itu kadar bensin yang masuk ke ruang bakar, kadar bensin ini tidak asal disemprotkan lewat injektor tapi ada perhitungannya. Idealnya, perbandingan antara bensin dan udara adalah 1 : 14 artinya 1 molekul bensin demgan 14 molekul udara.

Kalau kurang atau lebih, itu akan berdampak pada performa mesin juga berdampak pada komponen yang ada didalam ruang bakar salah satunya bensin.

Kadar bensin yang terlalu banyak akan menyebabkan asap hitam, mungkin anda pernah lihat kebakaran pada SPBU, itu mengeluarkan asap hitam karena ada banyak sekali bahan bakar yang terbakar.

kebakaran SPBU, bogor.tribunnews.com

Begitu pula didalam mesin, kalau kadar bensin terlalu banyak maka akan menghasilkan asap hitam. Kalau asap hitam itu melekat pada busi, maka kejadiannya sama persis dengan yang pertama, busi terselimuti kerak dan susah untuk dibersihkan sehingga perlu diganti.

Lalu apa solusinya ?

Yang pertama, gunakan bensin dengan oktane tinggi apalagi kalau mobil anda sudah injeksi. Yang kedua bersihkan filter udara dan filter bahan bakar secara rutin (bisa dengan servis rutin ke bengkel) maka busi mobil anda bisa lebih awet.

WASPADA, Ini Akibat Busi Mobil Kotor + Cara Membersihkannya

Kinerja busi yang menjadi ujung tombak pengapian bisa terganggu apabila elektrodanya kotor. Elektroda yang kotor ternyata bukan hal yang bisa dikendalikan.

Hal itu karena seiring pemakaian mobil, busi pun semakin sering bekerja. Sementara pembakaran mesin akan menghasilkan zat residu yang kita kenal sebagai polusi. Polusi hasil pembakaran ini bukan Cuma gas karbon monoksida tapi juga kerak karbon.


Kerak inilah yang berpotensi menempel pada elektroda busi sehingga menyebabkan busi kotor.

Dan penumpukan kerak karbon ini juga membawa efek negatif terhadap performa mesin kendaraan.

Salah satunya, mesin pincang atau bahkan brebet.

Ini disebabkan karena kerak karbon ini akan menghalangi percikan api busi, sehingga pembakaran akan tidak sempurna dan itu menyebabkan mesin brebet atau bahkan pincang.

Bahkan kalau penumpukan kerak ini sudah cukup parah, busi tidak dapat memercikan api sehingga tidak terjadi pembakaran alias busi menjadi mati. Kalau ini dibiarkan maka busi bisa mengalami kerusakan.

Kondisi busi yang dipenuhi kerak juga bisa menjadi indikator pembakaran mesin, kalau ada banyak kerak karbon itu menandakan adanya ketidak seimbangan antara kadar udara dengan bensin saat terjadi pembakaran.

Yang paling mungkin, itu disebabkan karena kadar bensin berlebihan atau campuran terlalu kaya sehingga ada molekul bensin yang berubah menjadi kerak karbon didalam mesin.

Lalu bagaimana cara membersihkannya ?

Ternyata untuk membersihkan busi ini cukup mudah, anda hanya perlu melepas busi mobil lalu bersihkan menggunakan sikat kawat atau amplas, agar lebih mudah semprotkan dulu cairan carbon cleaner atau cairan lainnya yang mampu merontokan kerak karbon.
Setelah busi bersih jangan lupa perhatikan sistem bahan bakar mobil anda, pastikan anda menggunakan bensin dengan oktan yang sesuai dengan spesifikasi mesin.

Bahan bakar yang tidak sesuai juga bisa menyebabkan penumpukan karbon.

Apalagi pada mobil injeksi, pastikan anda melakukan servis rutin untuk mencaga agar sirkulasi pada sistem injeksi tidak terganggu.

Tapi apabila busi sudah dipenuhi kerak berwarna putih, saya sarankan untuk menservis dulu sisem bahan bakarnya terutama untuk mengetahui apakah ada komponen yang mampet atau bahkan jebol.

Setelah itu ganti busi dengan yang baru, busi yang sudah dipenuhi kerak akan turun performanya sehingga lebih baik ganti yang baru.
4 Hal Yang Menyebabkan Turun Mesin Pada Mobil Anda

4 Hal Yang Menyebabkan Turun Mesin Pada Mobil Anda


Banyak orang yang menganggap turun mesin adalah hal yang cukup menyusahkan, memang kita tidak menurunkan mesin mobil kita sendiri melainkan kita mengunakan jasa bengkel tapi apa anda tahu berapa lama proses turun mesin ini ?

Untuk menurun sampai membongkarnya bisa sampai seharian, belum lagi untuk melakukan penggantian part, belum lagi kalau kondisi bengkel ramai. Intinya turun mesin bukanlah hal yang sehari langsung selesai.

Lalu dari biayanya, kalau mobil kita sudah lewat masa garansi mesin maka jangan heran biaya total turun mesin ini bisa tembus 5 juta. Karena pekerjaan ini masuk ke pekerjaan berat, ditambah mesin sekarang itu lebih rumit jadi butuh skill dan pengetahuan yang juga lebih mumpuni, ditambah lagi saat turun mesin maka anda diwajibkan mengganti beberapa seal yang dilepas meski sebelumnya seal tersebut tidak bocor.

Alasannya, seal tersebut hanya bersifat sekali pakai. Jadi meski awalnya tidak bocor, kalau seal sudah dicopot maka nanti kalau dipasang lagi tak berapa lama akan bocor.

Tapi yang jadi dilema adalah, turun mesin ini bukanlah opsi perbaikan. Maksud saya, turun mesin ini merupakan satu-satunya cara untuk memperbaiki beberapa kerusakan berat pada mesin. Jadi tidak ada asap kalau tidak ada apinya, turun mesin juga tidak akan terjadi kalau tidak ada kerusakan beratnya.

Lalu apa saja kerusakan berat yang dimaksud ?

1. Kompresi bocor

Tekanan kompresi adalah bentuk untuk memaksimalkan tenaga pembakaran mesin, seperti tabung gas. Apabila gas dari dalam tabung gas dikeluarkan lalu dibakar (melalui kompor misalnya) maka hanya akan ada kobaran api.

Tapi apabila gas didalam tabung yang terbakar, maka bukan Cuma kobaran tapi juga akan ada ledakan. Ledakan itu bisa terjadi karena bahan bakar yang terkompresi atau memiliki tekanan tinggi sehingga begitu terbakar langsung melepaskan energi berupa ledakan.

Didalam mesin pun seperti itu, untuk menggerakan piston didalam mesin dilakukan dengan meledakan sedikit campuran udara dan bensin bertekanan tinggi didalam ruang bakar. Energi yang dihasilkan ledakan tersebut digunakan untuk menggerakan piston sehingga mesin bisa menghasilkan energi putaran.

Tapi mengapa tidak ada suara ledakan ?

Itulah hebatnya, yang pertama karena hanya sedikit bahan bakar maka suara ledakannya tidak sekeras ledakan tabung gas. Kemudian suara ledakan kecil tersebut diredam pada sistem knalpot hasilnya, suara mesin terdengar cukup halus.

Point yang ingin saya sampaikan disini adalah, tekanan kompresi mempengaruhi kekuatan dari ledakan tersebut. Semakin rendah tekanan kompresinya maka semakin rendah pula tenaga yang dihasilkan.

Lalu apa yang menyebabkan tekanan kompresi lemah ?
  • Ring piston aus
  • Silinder blok aus
  • Packing kepala silinder bocor


Tiga hal tersebut menjadi biang kerok yang menyebabkan tekanan kompresi turun, dan untuk mengganti komponen diatas maka harus dilakukan dengan turun mesin karena komponen tersebut berada di jantung mesin jadi mesin perlu dibongkar total untuk mengganti komponen diatas.

2. Water hammer

Water hammer adalah istilah ketika air masuk kedalam ruang bakar. Kita tahu piston itu bergerak naik turun didalam ruang bakar, apabila piston bergerak turun maka volume ruang bakar membesar dan itu dilakukan untuk memasukan bensin dan oksigen. Sementara saat piston bergerak naik, volume ruang bakar akan mengecil dan itu akan menaikan tekanan bensin dan oksigen.

Lalu bagaimana kalau didalam ruang bakar tersebut kemasukan air, yang kita tahu sendiri air tidak bisa dikompresi.

Biasanya yang kalah adalah connecting rod atau gagang piston, komponen ini akan bengkok sehingga akan mempengaruhi sudut pergerakan piston.

Hasilnya, mesin seperti pincang dan bergetar. Maka solusinya juga harus turun mesin karena letak dari komponen ini berada di jantung mesin.

3. Piston macet

Kita tahu kalau tenaga mesin itu dihasilkan dari gerak naik turun piston, artinya kelancaran pergerakan piston juga menjadi kunci keberhasilan kinerja mesin.

Oleh sebab itulah ada oli mesin yang salah satu fungsinya untuk memperlancar pergerakan piston. Namun apa jadinya kalau oli mesin bocor lalu kering ?

Maka piston tidak mendapatkan pelumasan yang cukup, tanpa pelumasan pergerakan piston akan semakin berat sehingga tidak menutup kemungkinan piston aus dan macet.

Selain oli mesin yang kurang, overheat atau temperatur mesin yang berlebihan juga bisa memicu piston memuai sehingga piston terkunci didalam silinder. Fenomena ini disebut engine lock, maka untuk mengatasinya kita perlu membongkar mesin dan mengganti komponen yang tergores akibat piston yang macet tersebut.

4. Mesin sudah sangat tua dan belum pernah dibongkar

Beberapa mesin yang sudah berumur tua masih beroperasi dengan baik, tapi tetap saja setiap komponen mesin memiliki umur begitu pula komponen seperti bearing didalam mesin juga memiliki batas umur.

Apabila kondisi mesin sudah sangat tua dan belum pernah dibongkar sebelumnya maka kinerja mesin akan sangat menurun, bisa saja dari suara dan tenaga sudah jatuh sangat jauh.

Oleh karena itu, apabila anda akan me-restore mesin mobil tua anda maka anda perlu melakukan penggantian beberapa part mesin supaya performa mesin juga kembali seperti semula.

5 Akibat Engine Mounting Rusak + Cara Antisipasinya

Engine mounting dibuat sebagai peredam getar mesin, tujuannya supaya getaran yang dihasilkan mesin tidak dirasakan pengemudi dan penumpang didalam kabin.

Namun dalam aplikasinya, engine mounting juga bisa berperan seperti suspensi bagi mesin saat mobil melewati jalan tidak rata. Mesin yang juga memiliki bobot lumayan berat, akan bergoyang-goyang saat body mobil bergoyang.

Hal itu akan mempercepat kerusakan engine mounting. Lalu apa saja akibat atau pengaruhnya ketika engine mounting rusak ?

Pengaruh Engine Mountung Rusak


Engine mounting terbuat dari rubber dengan frame baja tuang. Bahan rubber ini bisa getas sehingga karet mounting bisa pecah. Inilah yang menyebabkan engine mounting rusak. Akibatnya akan seperti ini

1. Getaran dari mesin yang cukup terasa

Karena fungsi utama engine mounting adalah untuk meredam getaran mesin, sudah pasti ketika mounting rusak getaran mesin pasti akan lebih terasa.

Getaran yang terasa tidak hanya berasal dari pembakaran mesin, tapi juga berasal dari transmisi. Mesin dan transmisi itu tersambung, sehingga saat mesin bergoyang-goyang maka transmisi pun demikian. Ini akan menambah besar getaran yang terasa.

2. Kisi radiator/kipas akan rusak

Untuk mobil yang masih menggunakan kipas berbasis belt (non-elektrik fan) seperti mobil-mobil bermesin diesel, letak kipas ada pada mesin sementara yang elektrik fan, kipas itu diletakan diradiator.

Pada kipas non elektrik karena letaknya pada mesin, maka ketika mesin bergoyang kipas juga ikut bergoyang.

Akibatnya kipas berpotensi menggesek kisi-kisi radiator.

Ini tentu akan menyebabkan dua hal, yang pertama kisi radiator rusak sehingga radiator bocor dan kedua daun kipas akan patah sehingga pendinginan mesin akan terganggu.

3. Selang bahan bakar akan terganggu

Selang bahan bakar digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tanki ke mesin. Artinya selang ini menghubungkan bagian mesin yang bergoyang-goyang dengan tanki yang diam pada body mobil.

Ini akan menyebabkan efek seolah-olah selang bensin digoyang-goyangkan. Ketika satu dua kali mungkin tidak masalah tapi kalau berkali-kali ini bisa membuat selang bensin bocor, pecah atau bahkan terlepas.

Sehingga efeknya cukup berbahaya juga.

4. Selang radiator berpotensi bocor

Kasus ini juga hampir sama dengan yang diatas, dimana ketika mesin bergoyang maka selang seperti digoyang-goyangkan karena selang ini menghubungkan bagian mesin dan radiator yang diam pada body mobil.

Akibatnya, koneksi selang bisa kendor dan air radiator bisa bocor dari koneksi ini.

Ini juga cukup berbahaya karena saat air pendingin bocor maka mesin berpotensi mengalami overheat.

5. Berbahaya bagi komponen disekitar mesin yang berpotensi terbentur body mobil

Contoh komponen yang menempel pada mesin adalah alternator, motor starter, dan kompresor AC. Ketika mounting normal, goyangan mesin tidak terlalu besar sehingga komponen-komponen tersebut masih aman dari benturan.

Tapi ketika goyangan mesin terlalu besar, komponen-komponen tersebut berpotensi terbentur dengan body sehingga bisa merusak komponen-komponen tersebut.

Apa solusinya agar akibat diatas tidak terjadi ?

Akibat-akibat diatas tentu saja bisa anda alami kalau anda tidak segera mengganti engine mounting saat terdeteksi kerusakan.

Untuk mendeteksi kerusakannya, ada tanda atau ciri yang bisa anda amati. Salah satunya terkait getaran tidak normal tadi, selain itu juga terdengar bunyi tek-tek saat mesin distart.

Kalau tanda tersebut sudah muncul, coba goyangkan mesin menggunakan tangan. Kalau mesin mudah digoyangkan, maka engine mounting memang rusak dan mengharuskan untuk segera diganti.