Showing posts with label Materi Kelistrikan Mobil. Show all posts

1 Ampere Berapa Watt ? Ini Dia Cara Menghitungnya

Dalam dunia kelistrikan tidak bisa dipisahkan dengan tiga jenis satuan, yakni volt, ampere dan watt.

Volt adalah satuan untuk tegangan atau voltage, ampere adalah satuan untuk jumlah arus yang mengalir, watt adalah daya listrik yang diperlukan sebuah beban kelistrikan untuk dapat menyala.

Mungkin anda masih penasaran, kira-kira dalam satu ampere arus listrik itu berapa watt ?

Kita akan coba menjelaskannya dengan bahasa sesimpel mungkin agar bisa anda pahami dengan mudah.

Persamaan Nilai Antara Ampere dan Watt


Pertama yang perlu diketahui, antara kuat arus dan daya listrik itu dua hal yang berbeda sehingga nilainya tidak bisa dikonversi seperti halnya gram dan kilogram. Tapi daya listrik yang mampu disuplai saat 1 ampere arus mengalir, tentu bisa kita cari.

Bagaimana cara mencarinya ?

Anda cukup gunakan rumus berikut : P = V x I

P adalah simbol dari daya listrik (watt)
V adalah simbol dari tegangan listrik (Volt)
I adalah simbol dari kuat arus listrik (ampere)

Dalam hal ini kita akan menggunakan dua contoh,

1. Pada listrik rumah

Listrik rumah memiliki tegangan 220 Volt, maka daya yang bisa disuplai setiap satu ampere adalah sebagai berikut ;

P = V x I = 220 x 1 = 220 watt.

Itu artinya, setiap satu ampere listrik mengalir maka mampu menyuplai kebutuhan listrik hingga 220 watt.

2. Pada aki/baterai kendaraan

Aki mobil atau motor memiliki tegangan lebih rendah yakni hanya 12 volt. Sehingga daya listrik yang mampu disuplai setiap satu ampere juga berbeda dengan contoh yang pertama ;

P = V x I = 12 x 1 = 12 watt

Artinya pada mobil setiap satu ampere arus mengalir maka hanya mampu menyuplai beban listrik 12 watt.

Lalu apa kesimpulannya ?

Seperti yang kita bahas diatas, antara kuat arus dan daya listrik itu dua hal yang berbeda dan tidak dapat dikonversi. Ketika ada pertanyaan 1 ampere berapa watt ? maka jawabannya bervariasi tergantung tegangan listriknya.

Kalau diibaratkan dalam sebuah aliran air didalam selang menuju bak penampung, maka tegangan berperan sebagai selang, air berperan sebagai kuat arus, sementara bak penampung sebagai beban kelistrikan yang memerlukan daya.


Apabila ada dua selang dengan diameter 12 cm dengan 220 cm, lalu kita alirkan air dengan kecepatan yang sama. Mana yang lebih banyak ? jelas yang selang 220 cm. padahal kecepatan aliran air sama tapi karena diameter selangnya beda otomatis hasilnya juga beda.

Kelistrikan juga demikian, meskipun arus yang mengalir sama-sama 1 ampere tapi karena tegangannya berbeda maka daya listriknya pun akan berbeda.

Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

9 Komponen Sistem Power Window Mobil Beserta Fungsinya

Dulu untuk menaik-turunkan kaca mobil kita perlu memutar engkolan dari bagian pintu mobil. Tapi sekarang, untuk menaikan dan menurunkan kaca mobil kita hanya menekan tombol. Ini biasa kita sebut dengan sistem power window

Tapi apakah anda tahu mekanisme didalam power window ?

Memang benar, power window menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama. Tapi motor listrik itu memiliki output berupa putaran, sehingga sebuah sistem power window pun perlu dilengkapi dengan beberapa komponen untuk menunjang mekanisme naik turun kaca.

Lalu apa saja komponen power window tersebut ? selengkapnya simak dibawah.

Komponen Sistem Power Window beserta Fungsinya

img by lanceautoelectrics.com

Secara umum, ada dua kelompok pada power window yakni kelompok elektrikal dan mekanikal. Kelompok elektrikal yakni komponen-komponen yang berhubungan dengan aktifasi motor listrik. Sementara kelompok mekanikal yakni komponen-komponen yang berhubungan dengan mekanisme pengubah gerak putar menjadi gerakan naik turun kaca.

Dan akan kita bahas dua-duanya secara rinci.

1. Aki/Baterai (sumber arus)

Aki adalah komponen penyimpan listrik yang akan menyediakan sumber tenaga untuk semua sistem kelistrikan termasuk power window. Kita tahu kalau motor listrik itu menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya, dan aki atau baterai ini yang menyediakan bahan bakar berupa listrik tersebut.

Meskipun demikian, sifat aki hanyalah penyimpan listrik dan tidak menghasilkan arus listrik karena komponen yang menghasilkan arus listrik itu altenator pada sistem pengisian.

2. Sekering

Sekering berfungsi untuk mengamankan rangkaian kelistrikan dari arus dengan ampere besar, ampere itu satuan yang menunjukan intensitas arus. Jadi semakin besar amperenya maka semakin banyak/intens pula listrik yang dialirkan. Resiko arus besar ini, kabel bisa terbakar.

Dan sekering akan menghalau hal ini, cara kerjanya sekering menggunakan kawat tipis. Dimana kawat tersebut akan putus apabila arus yang mengalir mencapai intesitas tertentu. Apabila kawat pada sekering putus, maka arus listrik dari aki pun tidak bisa disalurkan ke rangkaian kelistrikan sehingga aman dari kejadian terbakar.

3. Saklar

Saklar adalah komponen untuk mengaktifkan suatu rangkaian kelistrikan. Pada power window, saklar digunakan untuk mengendalikan kaca jendela agar bergerak naik atau turun, saklar pada sistem power window sendiri ada dua macam yakni ;

  • Driver switch
  • Passenger switch


Dua saklar tersebut sebenarnya sama, tetapi khusus untuk driver switch memiliki empat buah tombol yang dapat mengendalikan keempat kaca pada empat pintu. Sementara passenger switch hanya memiliki satu tombol untuk mengendalikan satu kaca.

Untuk lokasi sesuai namanya, driver switch terletak pada pintu sisi pengemudi sementara passenger switch terletak pada ketiga pintu lainnya.

4. Kabel penghubung

Kabel penghubung berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari aki sampai ke motor listrik, kabel-kabel yang digunakan pada sistem power window umumnya berdiameter kecil, kecuali kabel yang menuju motor memiliki diameter lebih besar.

Umumnya kabel-kabel ini memiliki warna yang berbeda. Perbedaan warna ini menunjukan kode-kode tertentu, jadi untuk melihat kabel warna ini untuk apa anda harus melihat service literature mobil yang bersangkutan.

5. Power window motor

Power window motor berfungsi sebagai aktuator yang akan mengubah energi listrik menjadi gerakan putaran. Kecepatan putaran pada motor power window umumnya sudah diset pada RPM tertentu, sehingga gerakan naik turun power window bisa tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

Arah putaran motor power window pun bisa bervariasi, putaran dengan arah berbeda akan menghasilkan gerakan kaca yang berbeda pula (naik vs turun). Yang mempengaruhi arah putaran motor, itu masih menjadi tugas saklar.


6. Transfer gear

Kelima komponen diatas masuk ke kelompok elektrikal, sementara ini kita masuk ke kelompok mekanikal.

Transfer gear berfungsi untuk menyalurkan putaran dari output motor ke pulley. Mekanisme didalam transfer gear itu, ada sebuah pulley yang dililit oleh kawat baja. Saat pulley berputar maka kawat baca akan tertarik seperti halnya rantai pada motor.

Dan yang memutar pulley adalah gear ouput dari power window.

7. Kawat penghubung

Kawat penghubung berfungsi layaknya rantai yang akan menarik glass holder saat pulley didalam transfer gear berputar.

Kawat ini bersifat elastis sehingga bisa melilit pulley sekaligus menarik glass holder, saat pulley berputar maka lilitan kawat akan bergerak dan hasilnya ujung kawat pun akan tertarik. Karena ujung kawat terhubung ke glaas holder, maka glass holder pun akan terangkat.

8. Glass holder

Glass holder adalah braket penahan kaca mobil, braket ini akan menahan kaca agar tidak jatuh. Sementara itu holder ini juga terhubung ke ujung kawat penghubung. Sehingga saat glass holder tertarik, otomatis kaca akan bergerak mengikuti glass holder.

9. Glass holder track

Merupakan jalur atau track yang dijadikan lintasan pergerakan glass holder. Jadi sebelumnya, glass holder sudah terpasang pada sebuah track dimana track ini akan menjaga holder agar hanya bisa bergerak naik turun secara akurat.

Sehingga saat kawat menarik holder, pergerakan kaca tidak berlebihan dan bisa pas mentok ke atas.

Mungkin itu saja artikel singkat tentang bagian – bagian power window pada mobil, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Kerja Kopling Magnet Kompresor AC Mobil + Gambar

Sistem AC pada mobil, pada dasarnya sama seperti AC split dimana ada komponen kompresor, kondensor dan evaporator. Tapi pada mobil, semua komponen itu dibuat lebih simple agar bisa masuk ke dalam mobil.

Salah satunya kompresor, kompresor berfungsi untuk menekan freon agar dapat menyembur pada evaporator. Dalam melakukan kinerjanya, kompersor memanfaatkan putaran mesin. Tapi kompresor tidak bekerja selama mesin hidup karena ini berpengaruh terhadap suhu dan tekanan freon.

Lebih sederhananya, apabila kompresor tetap bekerja saat mesin digas (RPM tingg) tentu tekanan freon akan meningkat dan bisa menimbulkan kebocoran freon tentunya. Oleh karena itu, pada pulley kompresor terdapat sistem kopling. Lalu seperti apa cara kerja kopling kompresor ini ? mari kita bahas secara detail.

Pengertian dan Fungsi Kopling Kompresor


Kopling kompresor adalah perangkat yang digunakan sebagai pemutus dan penyambung putaran dari pulley kompresor ke poros kompresor. Jadi pada kompresor, pulley kompresor dan poros kompresor itu tidak terletak dalam satu tautan.

Pulley kompresor terhubung ke pulley mesin melalui V belt, sementara poros kompresor akan diam (idle) saat kopling kompresor off meski pulley kompresor sedang berputar kencang.

Lalu kapan kopling bekerja ?

Kopling akan ON saat kita menyalakan AC, saat kopling ON maka akan ada tautan antara pulley kompresor dan poros kompresor sehingga putaran pada pulley kompresor bisa diteruskan ke poros.

Meski fungsinya hampir sama dengan kopling powertrain, ini jelas memiliki sistem yang berbeda. Hal ini dikarenakan kopling pada kompresor menggunakan jenis magnetic clutch. Jadi kopling akan terhubung karena gaya tarik magnet.

Bagaimana Cara Kerja Kopling Magnet ?


Sebelumnya anda mungkin paham, kalau magnet itu memiliki daya tarik terhadap logam. Dengan kata lain apabila kita letakan logam diarea medan magnet maka logam akan bergerak sesuai arah medan magnet.

Pada sistem kopling magnet kompresor, ada tiga komponen utama yakni ;

  1. Pulley kompresor
  2. Metal clutch
  3. Magnetic coil


Pulley kompresor, berfungsi sebagai penerima putaran input dari pulley mesin. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pulley ini tersambung melalui V belt sehingga RPM pulley kompresor sama dengan RPM pulley mesin. Dalam sistem kopling, pulley ini mirip fungsinya seperti kampas kopling.

Metal clutch itu mirip plat penekan yang berfungsi untuk menekan pulley kompresor. Sama halnya seperti plat penekan, metal clutch akan menekan bagian pulley untuk menyambungkan putaran ke poros.

Magnetic coil adalah perangkat yang akan membentuk medan magnet, medan magnet ini yang akan menarik metal clutch supaya menekan pulley. Komponen ini memanfaatkan listrik untuk membentuk medan magnet.

Lalu seperti apa mekanismenya ?

1. Saat AC OFF

Dalam kondisi AC OFF, magnetic coil tidak mendapatkan arus listrik sehingga tidak ada kemagnetan pada coil. Karena hal ini, maka metal clutch tidak tertarik atau posisinya masih free. Pada posisi ini, ada celah antara permukaan metal clutch dengan permukaan pulley.

Karena celah itulah, sekencang apapun putaran pulley tidak akan membuat metal clutch berputar. Pada kondisi ini, kompersor belum bekerja sehingga AC masih OFF.

2. Saat AC dinyalakan


Ketika kita tekn saklar AC, maka HVAC control module atau processor pengontrol kelistrikan AC mobil akan mengirimkan arus listrik ke magnetic coil. Akibatnya, terjadi kemagnetan karena didalam magnetic coil ini terdapat inti besi yang dililit tembaga. Saat lilitan tembaga itu dialiri listrik maka akan ada daya tarik pada sekitar inti besi tersebut.

Daya tarik/daya magnet ini akan menarik metal clutch yang berbahan logam ke arah pulley. Hal ini akan membuat metal clutch menekan pulley compressor. Akibatnya putaran pada pulley bisa diteruskan ke metal clutch.

Sementara itu, metal clutch bertautan dengan poros kompressor, sehingga putaran pada metal clutch juga akan membuat compressor bekerja. Pada kondisi ini, tekanan freon naik menyebabkan adanya aliran freon didalam saluran AC sehingga AC terasa dingin.

Kopling Magnet Kompersor Bekerja Secara Otomatis

Hal itu dikarenakan tidak ada saklar yang bisa menghidupkan atau mematikan kopling magnet ini, saklar pada dashboard itu Cuma hanya menaktifkan skema kelistrikan AC secara keseluruhan. Jadi yang mengontrol kopling magnet itu HVAC control module dengan bantuan beberapa sensor.

Sensor apa saja ?


  • Refrigerant pressure sensor, untuk mendeteksi tekanan freon karena saat tekanan freon mencapai maksimal magnetic clutch akan off secara otomatis. Ini akan mencegah over pressure pada freon.
  • CKP sensor, digunakan untuk mendeteksi RPM mesin karena semakin tinggi RPM mesin maka semakin besar pula tekanan freon. Sensor ini akan mengetahui berapa RPM mesin sehingga mengindari adanya kelebihan tekanan.
  • Cabin temp sensor dan ambient temp sensor, dua sensor ini sama-sama mendeteksi temperatur pada cabin dan pada luar kabin. Fungsinya untuk sebagai feedback apakah suhu AC yang diset sudah tercapai atau belum. Kalau suhu sudah tercapai maka magnetic clutch akan off untuk menghindari AC terlalu dingin.


Tiga sensor utama ini, akan mengirimkan sinyal ke HVAC control module atau ECU. Pada ECU akan dilakukan perhitunga, hasil perhitungan ECU akan mengirim sinyal pada relay kopling magnet agar ON. Saat relay ini ON maka listrik mengalir dari aki ke magnetic coil.

Komponen Kopling Magnet Kompressor


  • Aki
  • Fuse
  • Relay
  • Sensor
  • ECU/HVAC control module
  • Magnetic coil
  • Metal clutch
  • Compressor pulley


Sekian artikel tentang cara kerja kopling pada kompressor AC. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Kerja Relay 4 Kaki & 5 Kaki + Gambar Rangkaiannya

Saat menghadapi sebuah rangkaian kelistrikan khususnya pada kendaraan, kita sering mendengar istilah relay. Apa anda tahu, fungsi dari relay ? bagaimana cara kerja relay ? seperti apa isi dari relay tersebut ? dan seberapa penting peran relay dalam rangkaian kelistrikan ?

Diartikel ini, akan kita bahas secara detail semua hal mengenai relay pada perangkat elektronik.

Pengertian dan Fungsi Relay


Secara sederhana, relay itu seperti jembatan yang menghubungkan arus dengan jalur yang dipersingkat. Contohnya pada rangkaian klakson, untuk membuat klakson bekerja diperlukan arus listrik yang lumayan besar.

Sementara rangkaian klakson ini, dari aki masuk ke kabin kemudian ke saklar yang terletak dikemudi lalu disalurkan ke klakson yang ada diruang mesin. Tentu rangkaian kelistrikannya terbelit-belit. Disamping itu, tipikal arus DC bisa kehilangan arus apabila berjalan pada rangkaian yang panjang.

Disinilah relay bekerja, relay akan mempersingkat rangkaian kelistrikan dari aki yang ada diruang mesin langsung disalurkan ke klakson tanpa berputar-putar mengitari semua rangkaian kelistrikan.

Lalu, bagaimana cara rangkaian klakson dihidupkan ? itu akan kita bahas dibawah. Tapi intinya, anda sudah paham fungsi dan peranan relay dalam sebuah rangkaian kelistrikan.

Cara Kerja Relay


Prinsip kerja relay, adalah dengan mengalirkan arus utama dengan pemicu arus yang lebih kecil. Dengan kata lain, ada dua rangkaian yang melewati relay.


  • Pertama Rangkaian arus utama yang berfungsi menyalurkan arus besar dari aki ke beban (lampu, klakson, dan lain sebagainya).
  • Rangkaian kedua berfungsi untuk mengendalikan kapan rangkaian utama akan terhubung. Rangkaian sekunder ini, terhubung ke saklar. Sehingga dari rangkaian sekunder ini kita bisa mengendalikan rangkaian primer pada relay.


Lalu bagaimana cara kerjanya ?

Perhatikan gambar diagram relay dibawah.


Terlihat, didalam relay ada dua komponen utama yakni coil dan contact point. Rangkaian primer, terdiri dari terminal 30 – contact point – terminal 87. Sementara rangkaian sekunder, terdirid dari terminal 85 – coil- terminal 86.

Dalam kondisi rangkaian cut off (rangkaian belum aktif), contact point dalam keadaan mengambang. Sehingga tidak akan ada arus dari aki ke beban. Namun, apabila ada arus pada rangkaian sekunder maka akan timbul kemagnetan pada coil. Kemagnetan ini akan menarik contact point kearah bawah, sehingga  contact point akan menghubungkan terminal 30 dan 87.

Hal ini, menyebabkan aliran listrik dari terminal 30 menuju terminal 87 lalu disalurkan ke beban. Sehingga rangkaian kelistrikan akan terhubung.

Contoh aplikasi relay pada rangkaian lampu


1. Saat saklar lampu OFF

Ketika saklar lampu off, maka arus dari aki hanya sampai ke terminal 30 karena contact point didalam rangkaian primer relay masih mengambang. Disisi lain, rangkaian sekunder relay juga belum mendapatkan aliran listrik dikarenakan saklar lampu masih off.


2. Saat saklar lampu ON

Ketika kita tekan saklar lampu, maka saklar akan menghubungkan arus intesitas rendah ke rangkaian sekunder relay. Hal ini menyebabkan munculnya kemagnetan pada coil, akibatnya contact point tertarik dan rangkaian primer relay tersambung.

Karena contact point tersambung, otomatis arus yang stand by di terminal 30 maju ke terminal 87 dan diteruskan ke lampu sebelum sampai ke masa. Hasilnya, lampu menyala.

Jenis – Jenis Relay


Apabila dilihat dari status rangkaian, ada dua jenis relay.

  • NO (normaly open), jenis ini memiliki contact point yang terbuka atau mengambang ketika relay tidak aktif.
  • NC (normalu close), jenis ini memiliki contact point yang tertutup atau tersambung ketika relay tidak aktif. Dan saat relay aktif, contact point akan terbuka/terputus. Fungsi relay tipe NC ini adalah sebagai pemutus rangkaian kelistrikan ketika relay aktif.


Apabila dilihat dari jumlah kakinya, ada 4 jenis relay yang biasa dipakai.

  • Relay 3 kaki, relay ini hanya memiliki 3 kaki yakni terminal 30, 87 dan 86. Sementara untuk terminal 85 ditiadakan karena langsung tersambung ke kaki 30 karena sama-sama menggunakan arus positif.
  • Relay 4 kaki, jenis ini paling banyak digunakan khususnya pada rangkaian kelistrikan kendaraan. Ini persis seperti yang dijelaskan diatas.
  • Relay 5 kaki, relay 5 kaki memiliki satu tambahan terminal yakni terminal 87a. fungsi terminal ini, adalah sebagai output kedua. Artinya ada dua output dari relay yakni 87 dan 87a, saat coil diaktifkan maka arus akan berpindah dari 87 ke 87a.
  • Relay 8 kaki, jenis ini merupakan jenis relay terbesar karena memiliki rangkaian yang cukup rumit. Fungsinya sebagai penalaran pada beberapa rangkaian kelistrikan. Tipe ini jarang dipakai pada rangkaian kelistrikan ringan seperti pada kendaraan.


Kerusakan yang sering terjadi pada relay, ada pada coil yang kadang terputus. Kita tahu, kalau coil ini yang akan menggerakan contact point agar terbuka atau tertutup. Prinsip kerja coil ini, mirip trafo yang akan menghasilkan kemagnetan ketika dialiri arus listrik. Tetapi, efeknya coil akan cepat panas sehingga resiko putus kabel pun lebih tinggi.

Apabila ada koneksi yang terputus pada relay, otomatis relay tidak akan berfungsi.

Untuk mengeceknya, ada cara mudah. Pertama letakan tangan anda diatas relay lalu hidupkan saklar rangkaian seperti biasa. Kalau anda merasa ada getaran ketika contact point terhubug, maka relay masih O.K. namun kalau anda tidak merasakan apapun, terlebih relay tidak panas dalam waktu lama meski saklar ON, itu menjadi pertanda bahwa relay sudah rusak.

Demikian artikel tentang cara kerja dan rangkaian relay 12 volt pada kelistrikan mobil dan motor, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Materi Sistem Power Window Paling Rinci (Pengertian, Rangkaian, dan Cara Kerja)

Salah satu aspek kenyamanan mengemudi, adalah sirkulasi udara. Umumnya sirkulasi udara akan disuplai oleh HVAC system. Namun, HVAC menggunakan daya mobil karena menggunakan rangkaian motor blower sehingga bisa membuat mobil boros.

Selain HVAC, ternyata ada satu lagi sirkulasi udara didalam mobil yakni window atau jendela.

Setiap mobil pasti memiliki jendela, dan umumnya jendela ini bisa dibuka tutup. Dulu, untuk membuka tutup jendela dipakai sebuah engkolan yang terletak pada door trim. Tapi, itu cukup menyusahkan karena kita harus memutar engkolan tersebut untuk membuka atau menutup jendela mobil yang kadang juga tidak ringan.

Tapi pada mobil-mobil sekarang, hal itu sudah sulit ditemui karena hampir semua mobil sudah menggunakan electric power window. Lalu bagaimana cara kerja dan rangkaian electric power window ? simak selengkapnya dibawah.

A. Pengertian Electric Power Window


Electric power window adalah suatu rangkaian mekatronik (mekanik dan elektronik) yang bertugas untuk membuka dan menutup kaca jendela pada pintu mobil hanya dengan sentuhan tombol.

Aktor utama pada elektronik power window, adalah motor listrik yang terpasang dibalik door trim. motor listrik ini, dihubungkan pada sebuah mekanisme dimana ketika motor berputar maka mekanisme itu akan menggerakan kaca keatas atau kebawah tergantung arah putaran motor.

Secara umum, mekanisme power window sama dengan kaca jendela manual yang menggunakan engkolan. Hanya saja, titik putar engkolan dihubungkan ke poros motor listrik. Sehingga, ketika motor diaktifkan, mekanisme tersebut akan bekerja menaikturunkan kaca jendela.

B. Rangkaian & Cara Kerja Power Window


Lalu, seperti apa rangkaian kelistrikannya ? anda bisa lihat gambar dibawah.


Rangkaian kelistrikan power window diatas, merupakan rangkaian paling sederhana dari sistem elekctronik power window pada sebuah mobil. Ada beberapa komponen yang perlu anda pahami lebih dulu ;

  1. Driver power window motor, ini adalah motor power window yang terletak pada kaca jendela di sisi pengemudi.
  2. Passenger power window motor, ini adalah motor power window yang terletak pada kaca jendela pintu kiri (pintu penumpang)
  3. Driver power window swicth, saklar utama yang ada disisi driver. Karena berfungsi sebagai saklar utama, saklar ini bisa mengontrol dua sisi motor power window sekaligus.
  4. Passenger power window swicth, ini adalah saklar pada sisi pengemudi (pintu kiri). Saklar ini hanya bisa mengontrol power window pada sisi pengemudi saja.


Rangkaian diatas, menunjukan skema power window untuk dua pintu depan (pintu kanan sebagai pintu driver, dan pintu kiri sebagai pintu passenger). Sementara untuk skema yang menunjukan power window untuk empat pintu, rangkaiannya akan lebih rumit karena ada empat motor dan empat saklar. Tetapi, apabila anda bisa memahami skema diatas maka mudah untuk memahami skema power window 4 motor.

Lalu bagaimana cara kerjanya ?

1. Saat kaca dinaikan

Rangkaian pertama, menunjukan rangkaian power window dalam posisi Off dengan kata lain tidak ada aliran arus dari aki ke motor power window. Ketika anda mengungkit tombol saklar power window keatas, maka akan ada hubungan pada plat (c).
  • Dalam hal ini, akan ada aliran arus listrik dari sumber (a) melewati fuse, masuk ke saklar utama (b).
  • Dari saklar utama, masuk ke plat up (c).
  • Arus listrik diteruskan hingga output (d) saklar utama mengikuti jalur plat c.
  • Arus listrik diteruskan hingga masuk kedalam motor power window (e).
  • Keluar dari motor power window (f) arus masuk lagi ke saklar utama melalui rangkaian lain (g).
  • Arus disalurkan ke plat (h) yang terhubung ke line ground (i). line ground ini, secara langsung terhubung ke masa atau terminal negatif aki (j). sehingga rangkaian motor power window dapat aktif.


Dalam hal ini, motor akan berputar ke arah tertentu yang membuat mekanisme penggerak kaca jendela mendorong kaca keatas.

2. Saat kaca diturunkan

Ketika anda menekan tombol saklar power window, maka kaca akan turun. Dalam hal ini, akan ada aliran arus listrik sebagai berikut ;
  • Arus listrik dari sumber arus (a) masuk ke saklar utama power window (b).
  • Karena saklar down yang dipilih, maka plat (h) yang terhubung ke sumber arus.
  • Arus dari plat (h), kemudian diteruskan ke output saklar utama (g).
  • Arus listrik kemudian terhubung ke motor window melalui titik (f).
  • Output dari motor (e), arus akan disalurkan kembali ke saklar utama melalui titik (d).
  • Disisi lain, plat (c) terhubung ke line ground (i). Sehingga arus dari titik (d), terhubung ke plat (c), lalu terhubung ke masa melalui line ground.


Dalam hal ini, arus listrik juga melewati motor dan sampai ke ground namun dengan arah yang terbalik (dari titik f ke e). hal ini, membuat arah putaran motor juga terbalik. Sehingga mekanisme penggerak kaca akan menggerakan kaca dengan arah yang terbalik juga atau turun.

C. Komponen Electric Power Window


Selain komponen kelistrikan yang disebutkan diatas, ada beberapa komponen lain yang tergabung dalam sistem power window. Antara lain ;

  • Transfer gear, merupakan mekanisme pengubah gerakan putar motor ke tarikan kabel.
  • Glass holder, berfungsi sebagai pemegang kaca mobil.
  • Glass holder cable, berfungsi sebagai tali yang menarik glass holder sehingga bisa bergerak keatas dan kebawah.
  • Glass holder track, merupakan sebuah track atau lintasan untuk tempat bergeraknya glass holder. Sehingga kaca mobil bisa bergerak naik turun dengan arah dan timming yang tepat.


Komponen mekanisme diatas, mungkin saja penamaannya berbeda pada tiap merk mobil. Meski berbeda, fungsi dan cara kerjanya tetap sama.

Demikian meteri singkat tentang rangkaian dan cara kerja power window pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Kenali 3 Jenis Bolam Lampu Mobil Beserta Kelebihannya Masing-Masing

Sebagai sistem yang menunjang keselamatan mobil, lampu yang ada pada mobil haruslah memenuhi beberapa spesifikasi seperti terang tapi tidak menyilaukan, hemat daya, serta tahan lama.

Sehingga lampu untuk kendaraan baik motor atau mobil harus dibuat khusus mengikuti tegangan aki kendaraan (12 V) namun tetap jelas menerangi jalan. Dilihat dari bentuk serta karaktersitik lampunya, ada 3 jenis lampu yang biasa dipakai pada mobil.

Yakni ;

  • Lampu Halogen (standar)
  • Lampu HID (Xenon/Projie)
  • Lampu LED


Lalu, apa saja kelebihan masing-masing ? simak selengkapnya dibawah.

Jenis Bolam Lampu Mobil Beserta Fungsinya


1. Bolam Halogen

Bolam lampu Halogen merupakan bolam lampu yang paling umum dan paling banyak dijumpai sebagai bolam standar kendaraan baik motor atau mobil.

Secara fisik, lampu ini berbentuk seperti bolam pada umumnya dengan filamen/kawat didalam lampu. Ini karena lampu halogen masih memanfaatkan kawat yang memijar saat dialiri arus listrik. Jumlah filamen didalam lampu ini pun beragam, ada yang satu kawat (single filamen) ada juga yang dual filamen.

Untuk yang dual filamen, maka ada tiga terminal pada soket lampu. Fungsinya agar bolam lampu mampu bersinar dalam dua tingkat yang berbeda. Misal untuk low beam dan high beam, meski dua lampu itu berbeda tapi tetap menggunakan satu bolam halogen.

Untuk standar, lampu halogen akan bersinar kuning keputihan. Tetapi dengan menambahkan layer warna pada kaca bolam dapat merubah sinar lampu.

Kelebihan bolam halogen yakni ada pada harganya yang murah serta support digunakan pada semua jenis kendaraan. Namun kekurangannya, umur lampu tidak lebih awet dan dibandingkan jenis lampu lainnya halogen masih kalah terang.


2. Lampu HID (high intensity discharge)

Seperti namanya, lampu HID merupakan lampu dengan intensitas cahaya tinggi (high intensity). Secara fisik, lampu HID berbeda dengan halogen. Lampu HID akan terlihat lebih tertutup, dan cara kerja lampu HID pun berbeda dengan halogen.

Kalau halogen menggunakan filamen pijar, lampu HID menggunakan gas Xenon yang ada didalam bolam. Gas ini dapat bersinar terang saat dialiri arus listrik, semakin besar tegangan yang mengalir maka semakin tinggi pula intensitas yang terbentuk.

Lampu HID sebenarnya sudah diaplikasikan pada mobil mewah sejak tahun 90-an. Hanya saja, karena sinarnya yang sangat terang lampu ini dapat menyilaukan pengguna jalan lain. Sehingga penggunaan HID masih kalah dibandingkan halogen.

Lampu HID sering dijadikan pilihan para pemilik kendaraan untuk membuat sinar lampu kendaraannya cukup terang. Biasanya, lampu HID ini juga dipasang bersama lensa projie agar cayaha lampu bisa lebih terfokus.

Tapi HID ada kelemahannya, selain menyilaukan mata pengguna jalan lain lampu HID juga tidak dapat berdiri sendiri. Melainkan memerlukan perangkat ballast untuk menaikan tegangan aki. Sehingga rangkaiannya lebih rumit dari jenis lampu lainnya.

img : jdmaccessories.com.au

3. Lampu LED

LED merupakan kependekan dari Light Emitting dioda. Seperti namanya, lampu LED memanfaatkan komponen dioda untuk menghasilkan cahaya. Cara kerjanya, lampu LED akan menggunakan dua jenis bahan pada dioda yakni P-type semiconductor dan N-type semi conductor.

Arus positif akan dialirkan melewati P-type semiconductor, dan arus negatif baterai dialirkan melewati N-type semiconductor. Saat aliran ini terjadi, maka cahaya akan terbentuk dari dioda.

Dulu, lampu LED ini masih mengeluarkan intensitas cahaya rendah sehingga diaplikasikan pada lampu non penerangan. Seperti lampu kabin atau lampu dashboard. Tetapi, sekarang lampu LED sudah mengalami perkembangan sehingga bisa digunakan pada segmen apapun.

Kelebihan lampu LED antara lain ;

  • Lebih terang bahkan dengan HID sekalipun
  • Lebih hemat daya
  • Mudah dipersonalisasi (menjadi berbagai bentuk)
  • Warna cahaya beragam, dari putih hingga yang berwarna-warni.
  • Lebih awet


Karena semua kelebihan itu, sekarang hampir semua kendaraan baik mobil atau motor menggunakan lampu LED sebagai penerangan.

Sementara kekurangannya, lampu LED tidak bisa dipasang secara terbalik. Karena seperti dioda pada umumnya, pemasangan dioda tidak bisa terbalik.

Apabila anda akan mengganti bolam lampu kendaraan dengan tipe LED, sekarang lampu LED sudah dibuat dalam beberapa soket seperti soket H4. Sehingga anda bisa mengganti lampu kepala mobil yang biasanya menggunakan halogen dengan LED. Apalagi kalau ditambahkan lensa projector, maka cahaya yang dihasilkan pun akan lebih terfokus.

Sekian artikel tentang jenis-jenis bola lampu mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

9 Jenis Lampu Mobil Beserta Fungsinya Masing-Masing

Setiap mobil tidak hanya dilengkapi dengan satu lampu saja. Karena selain sebagai penerangan, lampu juga berfungsi sebagai pemberi isyarat untuk menunjang keselamatan berkendara.

Dan lampu-lampu mobil ini, juga memiliki regulasi tersendiri. Artinya kita tidak bisa mengganti lampu seenaknya tanpa memperhatikan fungsi dari lampu tersebut.

Misal untuk lampu rem itu harus bersinar merah karena menandakan “Stop”. Jadi kita tidak boleh mengganti lampu rem dengan sinar kuning apalagi biru. Selain lampu rem, apalagi jenis-jenis lampu pada mobil ?

Mari kita bahas diartikel berikut.

9 Jenis Lampu Pada Mobil



Ada 9 macam lampu pada eksterior mobil yang memiliki berbagai macam fungsinya masing-masing.

1. Lampu senja (lampu kota)

Lampu senja atau lampu kota adalah lampu yang membantu penglihatan pengemudi terhadap mobil didepannya saat cuaca tidak begitu cerah. Lampu kota ini, biasanya dihidupkan disiang hari pada saat cuaca mendung. Ini bertujuan untuk membantu pengemudi lain didepannya mengetahui bahwa ada mobil yang melintas.

Letak lampu senja, ada didalam lampu kepala. Lampu ini akan menyala pertama kali saat anda menekan saklar lampu utama.

Pada mobil modern, lampu senja sudah digantikan dengan perangkat DRL (daytime running light) yang umumnya menggunakan jenis lampu LED agar lebih futuristik dan hemat tenaga.

2. Lampu tail (stop lamp)

Stop lamp atau tail lamp, terletak pada bagian belakang mobil. Lampu ini akan menyala saat lampu senja menyala, artinya lampu tail dan lampu senja memiliki satu saklar. Fungsinya juga untuk membantu pengemudi lain dibelakang untuk menyadari keberadaan mobil.

Sinar lampu tail ini, berwarna merah tetapi agak redup (lebih redup dari lampu rem). Umumnya, lampu tail menggunakan bolam lampu dual filamen. Dimana satu filamen digunakan untuk lampu tail, dan filamen satunya dipakai untuk lampu rem.

Namun pada mobil modern, baik lampu tail atau rem sudah menggunakan rangkaian LED yang disusun menjadi garis lampu tertentu. Sehingga nampak lebih mewah dan futuristik.

Baca juga : Jenis-Jenis Bolam Lampu Pada Mobil

3. Lampu dekat (low beam)

Lampu dekat adalah lampu penerangan utama mobil yang berperan untuk menerangi area jalan didepan mobil. Dinamakan lampu dekat karena jangkauan sinar lampu cukup dekat, kira-kira dibawah 5 M. lampu ini dinyalakan saat mobil melintasi daerah ramai, daerah pemukiman, dan daerah yang memiliki pencahayaan cukup.

4. Lampu jauh (high beam)

Lampu jauh juga berfungsi sebagai penerangan utama mobil sama seperti lampu dekat, namun jangkauan high beam ini lebih jauh, bisa mencapai 10 M. sehingga lampu jauh ini sering dinyalakan ketika mobil melintasi jalan bebas hambatan, atau didaerah yang minim pencahayaan.

Bolam yang dipakai pada low beam dan high beam, umumnya satu bolam. Bolam yang digunakan biasanya berjenis halogen dual filamen. Dimana satu filamen digunakan untuk low beam, dan satu filamen lainnya digunakan untuk high beam. Untuk memperjauh jangkauan, ada tambahan reflektor didalam kotak lampu kepala.

Baca juga : rangkaian lampu kepala pada mobil dan motor

5. Lampu kabut (fog lamp)

Lampu kabut atau fog lamp berfungsi untuk menerangi area jalan yang berkabut. Sesuai namanya, lampu ini akan membantu pengemudi untuk melihat jalanan yang dipenuhi oleh kabut. Agar mampu menerangi permukaan jalan secara maksimal, fog lamp dipasangkan dibagian bumper bawah dengan sinar kuning terang.

Selain fog lamp depan, beberapa mobil juga dilengkapi dengan rear fog lamp dengan sinar merah terang. Fungsinya untuk memberi tanda ke pengemudi dibelakang terakait keberadaan mobilnya di area yang berkabut.

6. Lampu rem (brake light)

Fungsi lampu rem adalah untuk memberi sinyal ke pengemudi dibelakang bahwa mobil sedang mengerem. Lampu rem akan bersinar merah terang, lebih terang daripada lampu tail. Sehingga ketika lampu ini menyala, pengemudi dibelakang juga bersiap mengerem. Ini akan mencegah terjadinya miss communication antar pengemudi di jalanan.

Seperti yang dikatakan diawal, lampu rem biasanya menggunakan bolam yang tergabung dengan lampu tail. Ada yang menggunakan dual filamen, namun ada juga yang menggunakan single filamen. Untuk bolam dual filamen penjelasannya ada diatas.

Sementara untuk bolam single filamen, akan ada perbedaan tegangan yang mengalir saat lampu rem menyala. Artinya tegangan lampu rem itu lebih besar dari pada tegangan lampu tail. Sehingga sinar lampu juga akan ikut meningkat saat lampu rem diaktifkan.

7. Lampu sein (turn signal lamp)

Fungsi lampu sein adalah untuk memberi sinyal ke pengguna jalan lain bahwa mobil kita akan belok ke salah satu arah. Lampu ini akan bersinar kuning, karena itu identik peringatan dan kehati-hatian.

Lampu sein, dapat kedap-kedip karena ada flasher sebagai komponen tambahan yang akan menimbulkan efek flip-flop pada tegangan yang masuk ke lampu.

Baca juga : Rangkaian lampu sein pada kendaraan

8. Lampu Hazard

Tak jauh berbeda dengan lampu sein, lampu hazard juga merupakan lampu bersinar kuning yang berkedap-kedip. Tapi bedanya, lampu hazard akan mengedipkan keempat lampu sein (kanan kiri) secara bersamaan.

Fungsi lampu hazard adalah sebagai tanda bahaya, atau menandakan bahwa mobil sedang berada pada kondisi darurat. Lampu ini sering dinyalakan saat sebuah mobil mengantarkan seorang dalam kondisi gawat darurat, atau beberapa kondisi darurat lain.

9. Lampu mundur

Lampu mundur adalah lampu yang berfungsi sebagai penanda bahwa mobil akan bergerak mundur. Lampu ini terletak dibagian belakang mobil, dengan sinar kuning keputihan.

Lampu mundur, akan menyala secara otomatis saat kita memposisikan tuas transmisi ke posisi mundur.

Tambahan, Lampu kabin

Lampu kabin masuk ke salah satu jenis lampu pada mobil, namun lampu ini terletak didalam interior. Fungsinya untuk menerangi kabin mobil saat malam hari. Namun sinar lampu kabin ini berwarna kuning dan justru redup.

Ini disebabkan karena sinar lampu kabin yang terlalu terang dapat mengganggu pandangan pengemudi yang ada dibelakang mobil kita.

Perbedaan Generator AC dan Generator DC

Generator adalah komponen kelistrikan yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Secara mudah, berkat adanya generator ini kita bisa menikmati listrik di rumah secara terus menerus.

Prinsip kerja generator adalah dengan menggunakan gaya elektromagnetik, dimana ketika ada konduktor bergerak didalam medan magnet maka akan aliran listrik yang mengalir pada konduktor tersebut.

Namun diartikel ini kita tidak membahas bagaimana cara kerja generator apalagi rumus-rumus yang berhubungan dengan generator, diartikel ini akan kita bahas perbedaan Generatot AC dan Generator DC.

Mungkin anda sering mendengar kata generator AC dan generator DC, tapi apakah anda detail tentang dua jenis generator tersebut ? kalau persamaannya ;

  • Sama-sama mengubah energi mekanik ke energi listrik
  • Menggunakan prinsip kerja yang sama


Lalu perbedaannya ?

Perbedaan Generator DC dan AC


Letak perbedaan generator AC dan DC ada pada desain rotor dan statornya, desain ini akan memungkinkan arus yang mengalir berbeda meski menggunakan prinsip yang sama. Agar lebih rinci, kita ulas satu-persatu.

1. Generator AC

Secara sederhana, generator AC memiliki dua macam komponen yakni ;

  • Rotor
  • Stator


Rotor adalah komponen yang berputar (rotate), sementara stator adalah komponen yang diam (state). Pada generator AC, medan magnet akan diciptakan oleh rotor sementara stator berperan sebagai konduktor yang akan menerima pergerakan elektron.

Artinya, pada generator AC medan magnet berputar didalam kumparan listrik. Biasanya medan magnet tersebut diciptakan menggunakan permanent magnet, dengan kata lain generator dapat menghasilkan arus AC karena ada magnet berputar didalam kumparan.

Mengapa bisa ?

Saat magnet berputar, maka kutub utara dan selatan magnet akan bolak balik ada diposisi atas dan bawah. Efek dari gerakan bolak balik ini, berimbas pada perpotongan garis gaya magnet yang selalu bolak balik dan akan menyebabkan arah arus juga bolak balik. Sehingga apabila diukur, arus AC akan berbentuk gelombang sempurna dengan satu bukit dan satu jurang.

2. Generator DC

Generator DC juga memiliki dua komponen utama yakni ;

  • Stator
  • Rotor


Sama halnya dengan generator AC, stator pada generator DC juga berperan sebagai komponen yang diam dan rotor sebagai komponen yang bergerak. Namun perbedaannya, magnet permanen berperan sebagai stator sementara kumparan listrik berperan sebagai rotor.

Sehingga bisa dikatakan, generator dapat menghasilkan arus DC karena kumparan berputar didalam medan magnet.

Mengapa bisa demikian ?

Ini karena permanent magnet sebagai penyedia medan magnet bersifat statis dengan kutub utara dan selatan yang bersifat tetap. Sementara kumparan yang akan menerima aliran elektron bergerak pada medan magnet yang statis tersebut. Sehinga perpotongan garis gaya magnet akan berlangsung searah saja, dan arus yang dihasikan pun searah/DC.


Apabila diukur, maka bentuk gelombang dari arus DC ini hanya terdiri dari bukit saja tanpa adanya jurang.

Karena kumparan berada pada komponen yang berputar (rotor) maka diperlukan komponen tambahan seperti slip ring. Yang berfungsi menerima arus dari kumparan yang berputar agar bisa dialirkan ke kabel penghantar.

Perbedaan arus AC dan arus DC

Arus bolak-balik dan arus searah merupakan sama-sama arus listrik meski tipikalnya berbeda. Pasti kedua arus ini memiliki sifat dan karakter tersendiri, perbedaan tersebut antara lain ;

  • Arus AC aman ditransfer jarak jauh tanpa kehilangan daya, sementara arus DC akan kehilangan daya saat ditransfer semakin jauh.
  • Frekuensi arus AC berkisar 50hz-60hz, sementara arus DC 0hz karena bentuk gelombangnya tidak sempurna (hanya terdiri dari bukit).
  • Arus AC bisa bergerak berbalik arah pada konduktor, sementara arus DC hanya bergerak maju pada suatu konduktor.
  • Secara umum arus AC digunakan untuk instalasi listrik dengan skala luas, sementara arus DC biasa dipakai pada kereta listrik atau perangkat elektronik seperti HP dan Laptop.


Apakah arus AC bisa diubah ke DC dan sebaliknya ?

Tentu bisa, misal pada mobil dan motor. Mobil umumnya menggunakan altenator yang menghasilkan arus AC sebagai pembangkit listrik, namun karena aki hanya bisa menyimpan arus DC maka diperlukan dioda sebagai pengubah arus AC menjadi DC.

Sebaliknya, untuk mengubah arus DC menjadi AC maka diperlukan inverter.

Demikian artikel singkat tentang perbedaan generator AC dan generator DC, semoga dapat menambah wawasan kita semua.