-->
Showing posts with label Pengetahuan Umum. Show all posts
10 Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

10 Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif Menurut Para Ahli

Kalau kita cari definisi penelitian kualitatif, itu adalah sebuah metode penelitian yang mengedepankan kualitas atau kedalaman data-data yang sedang diteliti.

Tapi kalau kita merujuk pada definisi saja, kadang kita susah untuk mengidentifikasi apakah sebuah penelitian masuk dalam metode kualitatif atau bukan.

Nah, di artikel ini autoexpose akan membagikan ciri-ciri atau karakteristik penelitian kualitatif. Tentu ini bukan pendapat saya pribadi, melainkan ini menurut para ahli.

Karakteristik Penelitian Kualitatif

Secara umum ada 10 karakteristik penelitian kualitatif, yaitu.

  1. Naturalistic inquiry yaitu mempelajari situasi dunia nyata secara alamiah, tidak melakukan manipulasi, transparan pada apapun hasil yang diamati.
  2. Inductive analysis yaitu mendalami rincian dan kekhasan data guna menemukan kategori, dimensi, dan keterhubungan tiap data.
  3. Holistic perspective yaitu seluruh gejala yang dipelajari dipahami sebagai sistem yang kompleks lebih dari sekedar penjumlahan bagian-bagiannya.
  4. Qualitative data yaitu deskripsi terinci, atau kajian dilakukan sangat mendalam
  5. Personal insight yaitu peneliti punya hubungan langsung dan bergaul erat dengan orang-orang, situasi dan gejala yang sedang dipelajari.
  6. Dynamic systems yaitu memperhatikan proses, menganggap perubahan bersifat konstan dan terus berlangsung baik secara individu maupun budaya secara keseluruhan.
  7. Unique case orientation yaitu menganggap setiap kasus bersifat khusus dan khas.
  8. Context Sensitivity yaitu menempatkan temuan dalam konteks sosial, historis dan waktu.
  9. Emphatic Netrality yaitu penelitian dilakukan secara netral agar obyektif tapi bersifat empati.
  10. Design flexibility yaitu desain penelitiannya bersifat fleksibel, terbuka beradaptasi sesuai perubahan yang terjadi (tidak bersifat kaku).

Selain itu, ada juga ciri penelitian kualitatif menurut pendapat bodgan dan biklen yang sudah disintesiskan dengan pendapat lincoln, guba dan moleong (Suharsaputra 2012:186).

Ada 11 ciri penelitian kualitatif

  1. Latar alamiah, yaitu penelitian dilakukan pada situasi alamiah dalam suatu keutuhan.
  2. Manusia sebagai alat, artinya manusia/peneliti merupakan alat pengumpulan data yang utama.
  3. Metode kualitatif (metode yang digunakan adalah metode kualitatif).
  4. Analisis data secara induktif yang mengacu pada temuan di lapangan.
  5. Teori dari dasar/grounded theory (menuju pada arah penyusunan teori berdasarkan data).
  6. Deskriptif, atau data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka.
  7. Lebih mementingkan proses daripada hasil.
  8. Ada batas yang ditentukan oleh fokus, atau perlu batas penelitian atas dasar focus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian.
  9. Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data (punya versi lain tentang validitas, reliabilitas dan objektivitas).
  10. Desain bersifat sementara (desain penelitian terus berkembang sesuai dengan kenyataan lapangan).
  11. Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama (antarpeneliti dengan sumber data)

Jadi kalau disimpulkan, penelitian kualitatif itu punya ciri utama pada hasil penelitian yang umumnya berbentuk narasi. Penelitian kualitatif biasanya dilakukan untuk meneliti kualitas hubungan antar orang, hal-hal yang bersifat sosial budaya dan hal lain yang tidak berhubungan dengan data-data Yang tidak dapat diukur oleh angka yang pasti.

Oleh sebab itu, metode penelitian ini juga dipengaruhi oleh bagaimana peneliti menginterprestasikan data.

Ciri lain yang khas dari penelitian kualitatif, adalah tujuan penelitian. Penelitian kualitatif biasanya tidak dilakukan untuk menemukan solusi dari permasalahan yang spesifik, penelitian ini lebih banyak bertujuan untuk menggambarkan, atau menjelaskan sebuah fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sosial.

Lalu bagaimana dengan ciri-ciri penelitian kuantitatif ?

Penelitian ini punya tujuan untuk menemukan solusi dari permasalahan spesifik, biasanya penelitian ini memiliki teori dasar yang berasal dari penelitian yang dilakukan sebelumnya. Peneliti akan mengumpulkan data-data yang dapat diukur, jadi data yang diperoleh biasanya berbentuk angka.

Hasil penelitian, biasanya berbentuk konfirmasi. Karena peneliti sebenarnya sudah menduga solusi atas permasalahan yang sedang teliti yang berasal dari penelitian yang sudah ada. Penelitian ini dilakukan untuk menguji apakah solusi tersebut memiliki pengaruh nyata untuk mengatasi masalah atau tidak.

Ada 14 ciri penelitian kuantitatif

  1. Metode penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur satu atau lebih variable penelitian. Lebih dari itu penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengukur hubungan atau korelasi atau pengaruh antara dua variabel atau lebih
  2. Pada metode penelitian kuantitatif Permasalahan penelitiannya adalah menanyakan tentang tingkat pengaruh atau keeratan hubungan antara dua variabel atau lebih
  3. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk menguji teori yang sudah ada yang dipilih oleh peneliti
  4. Metode penelitian kuantitatif memfungsikan teori sebagai titik tolak menemukan konsep yang terdapat dalam teori tersebut, yang kemudian dijadikan variabel.
  5. Penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis sejak awal ketika peneliti telah menetapkan teori yang digunakan.
  6. Penelitian kuantitatif lebih mengutamakan teknik pengumpulan data kuesioner.
  7. Penelitian kuantitatif penyajian datanya berupa tabel distribusi pilihan jawaban para responden yang ditentukan oleh peneliti berupa angka.
  8. Penelitian kuantitatif menggunakan prespektif etik, yaitu data yang dikumpulkan dibatasi atau ditentukan oleh peneliti dalam hal pilihan indikator atau atribut variabel baik jumlah maupun jenisnya.
  9. Metode penelitian kuantitatif menggunakan definisi operasionalisasi kerana hendak mengukur variabel, karena definisi operasional pada dasarna merupakan petunjuk untuk mengukur variabel
  10. Penelitian kuantitatif penentu ukuran jumlah responden atau sampel dengan menggunakan presentase, rumus atau table populasi-sampel, sebagai penerapan prinip keterwakilan.
  11. Peneliti kuantitatif menggunakan alur penarikan kesimpulan berproses secara deduktif, yaitu konsep, variabel ke data.
  12. Metode penelitian kuantitatif instrument penelitiannya berupa kuesioner atau angket, yang juga berfungsi sebagai teknik pengumpulan data
  13. Analisis yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dilakukan setelah data terkumpul, dengan menggunakan perhitungan angka-angka atau analisis statistic.
  14. Penelitian kuantitatif kesimpulannya berupa tingkat hubungan antar variabel, sedangkan dalam penelitian kualitatif kesimpulannya berupa temuan konsep yang tersembunyi di balik data rinci berdasarkan interpretasi atau kesepakatan dari para responden atau informan.

5 Peralatan yang Berkaitan Dengan Hukum Bernoulli

5 Peralatan yang Berkaitan Dengan Hukum Bernoulli

Hai semua, balik di Autoexpose. Seperti biasa kita akan mempelajari segala sesuatu yang terkesan rumit tapi tenang saja. Disini akan saya coba jabarkan dengan bahasa yang paling mudah dimengerti.

Untuk post ini, kita akan mencari tahu alat apa saja yang berhubungan dengan penerapan hukum bernoulli.

Bicara soal hukum bernoulli, mungkin tidak asing karena kita sering mempelajarinya. Tapi tahukah kalian, ternyata banyak peralatan disekitar kita yang menggunakan prinsip bernoulli.

Lalu apa saja ?

Sebelumnya mungkin perlu saya tulis sedikit informasi tentang hukum bernoulli. Apa sih hukum bernoulli itu ?

Dikutip dari Wikipedia, hukum bernoulli adalah sebuah istilah pada mekanika fluida yang menyatakan bahwa, peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut. Hukum ini ditemukan oleh ilmuwan asal swiss bernama Daniel Bernoulli.

Jadi kalau disederhanakan, ketika ada zat cair yang mengalir maka tekanan pada zat cair itu lebih rendah dari tekanan sekitarnya. Semakin cepat alirannya, semakin besar juga perbedaan tekanannya. Nah tapi itu tidak hanya berlaku pada zat cair, karena prinsip ini juga bekerja pada gas.

Lalu apa saja alat yang menggunakan prinsip bernoulli ?

1. Karburator kendaraan

Ternyata karburator yang ada pada motor kalian itu menggunakan prinsip bernoulli. Karburator itu sebuah alat yang berfungsi mencampurkan bensin kedalam aliran udara. Nah untuk melakukan hal itu, karburator menggunakan hukum bernoulli.

Jadi udara yang terhisap oleh piston akan melewati venturi atau selang sempit. Otomatis kecepatannya naik dan seperti yang dijelaskan, tekanannya pasti turun. Penurunan tekanan ini digunakan untuk menghisap bensin jadi bensin secara otomatis tercampur dengan aliran udara pada venturi.

Semakin cepat mesin bekerja, semakin cepat pula aliran udaranya dan bensin yang terhisap juga semakin banyak. Itulah mengapa karburator mampu mencampurkan bensin dengan udara dengan kadar yang pas pada RPM berapapun.

2. Pompa Venturi

Kalian pernah melijhat pompa seperti ini ? kalau yang hobi aquarium, pasti pernah melihat atau bahkan memilikinya. Pompa ini punya fungsi ganda, yakni untuk menciptakan sirkulasi air dan sebagai aerator.

Pompa ini punya dua output. Output pertama adalah aliran air. Dan output kedua berfungsi sebagai aerator. Jadi, pada ouput kedua, bentuk salurannya tidak sama. Dan terdapat selang kecil menuju udara.

Saat pompa bekerja, maka air akan melewati saluran ini. Dan hukum bernoulli menyatakan, semakin cepat aliran maka semakin tinggi penurunan tekanannya. Nah akibatnya, udara dari selang kecil terhisap masuk ke aliran air.

Akhirnya aliran air memiliki gelembung udara untuk memperkaya oksigen didalam air.

3. Penyemprot serangga manual

Penyemprot serangga ini juga mungkin sering kita gunakan. Tinggal kita pompa, maka insektisida bisa keluar membasmi semua serangga.

Cara kerjanya juga menggunakan prinsip bernoulli.

Jadi ada dua komponen, pertama tabung pompa dan tanki insketisida. Tabung pompa akan menciptakan aliran udara. Kemudian udara itu diteruskan ke venturi atau selang kecil dan selang itu juga terhubung dengan tanki insektisida.

Jadi seperti karburator, insektisida akan terhisap karena tekanan didalam venturi itu lebih rendah dari tekanan didalam tanki.

4. Sprayer cat

Kalau kita main ke bengkel body repair, kita bisa menemukan karyawan yang sedang mengecat mobil. Dan teknik pengecatan yang dilakukan menggunakan sprayer yang terhubung ke kompressor.

Ini juga menggunakan prinsip bernoulli sama seperti penyemprot serangga.

Bedanya, ini tidak menggunakan tabung pompa tapi menggunakan kompressor. Jadi semprotannya lebih kencang sehinga proses pengecatan berlangsung lebih cepat.

5. Sayap pesawat terbang

Kalau kita melihat lebih jeli, bagian atas sayap pesawat itu melengkung. Ini bertujuan agar udara yang mengalir pada bagian atas sayap lebih kencang.

Dan seperti hukum bernoulli, semakin cepat aliran semakin rendah tekanannya. Sehingga tekanan ditas sayap pesawat itu lebih rendah daripada bagian bawah.

Hal ini membuat sayap bersama body pesawat terangkat keatas.

Tapi kan bobot pesawat itu besar, masa cuma begitu pesawat bisa terangkat ?

Itu karena semakin cepat aliran semakin besar perbedaan tekanannya. Jadi itulah sebabnya agar pesawat bisa terangkat, maka pesawat harus mencapai kecepatan tertentu. Kalau kecepatannya kurang, pesawat tidak akan naik.

Itu juga yang membuat saat pesawat take off, landasan pacu harus clear, karena pesawat harus tancap gas kalau mau naik.

Selain 5 hal diatas tentu masih banyak peralatan yang menggunakan prinsip bernoulli seperti venturi meter dan lainnya. Tapi sepertinya yang sering kita temui ya 5 hal diatas.

Jadi itulah 5 peralatan yang menerapkan hukum bernoulli. Semoga bermanfaat.

Kelebihan dan Kekurangan Rangkaian Seri Paralel

Dari zaman SD, kita sudah mempraktekan rangkaian seri dan paralel. Tapi apa anda tahu mengapa ada rangkaian seri dan paralel ? apa kelebihan dan kekurangan masing - masing ? dan untuk apa kegunaan rangkaian seri, untuk apa kegunaan rangkaian paralel ?

Ayo kita bahas.

Secara sederhana, rangkaian seri itu terhubung secara segaris. Yang dirangkai juga bukan cuma beban kelistrikan tapi sumber arus juga bisa dirangkai seri.

Mungkin perlu dijelaskan juga, beban kelistrikan itu merujuk pada komponen yang memerlukan listrik. Seperti lamu, sirine, dan lainnya. Setiap beban listrik, itu punya dua konektor. Satu untuk sumber arus dan satu untuk ground.

Ketika sebuah beban dirangkai secara seri, maka konektor ground tiap beban akan bertemu dengan konektor sumber arus. Jadi akan membentuk lingkaran seperti ini.



Lalu apa kelebihannya ?

1. Rangkaiannya sangat simple

Bisa anda lihat sendiri, misal saya mau pasang lampu secara seri, tinggal sambungin aja tiap konektor lampu-lampu itu. Kemudian dua konektor paling ujung disambungkan ke sumber listrik pake kabel.

2. Kuat arus yang ada pada tiap beban itu sama dengan sumber arus



Jadi kalau sumber arus punya arus 3 ampere, maka ketiga beban diatas juga akan menerima arus 3 ampere juga.

3. Sekali pencet, semua beban langsung nyala

Kelebihan berikutnya, apabila rangkaian seri ini diaplikasikan pada lampu variasi yang jumlahnya banyak tentu lebih efektif. Karena rangkaiannya segaris jadi hanya butuh satu saklar.

Dan ketika kita nyalakan saklarnya, semua lampu langsung nyala.

Tapi ada kekuranganya juga. Kekurangan rangkaian seri antara lain ;

1. Kalau satu beban mati, rangkaian terputus

Ini nih yang jadi ciri khas dari rangkaian seri. Misal ada tiga lampu, satu lampu mati maka semuanya tidak akan nyala karena jalur kelistrikannya terputus.

2. semakin banyak beban, semakin kecil tegangan yang diperoleh tiap beban

Meskipun kuat arusnya sama dengan sumber arusnya, tapi tidak dengan tegangannya. Justru tegangan bertolak belakang dengan kuat arusnya.

Jadi misal sumber arus 12 Volt, dan ada tiga lampu. Maka tiap lampu cuma dapat 4 volt. Kalau ada empat lampu, tiap lampu hanya dapat 3 volt. Oleh sebab itu, rangkaian ini kurang cocok dipakai untuk merangkai beban kelistrikan dengan power tinggi.

Lalu bagaimana dengan rangkaian paralel ?

Secara sederhana, rangkaian paralel disebut rangkaian bercabang karena kabel-kabelnya bercabang.



Jadi, misal saya punya tiga beban. Kalau mau dirangkai secara palarel, kita perlu siapkan dua kabel. Nanti tiap konektor beban kita hubungkan pada kabel itu. Dan kabel dihubungkan ke sumber arus. Jadi menyerupai anak tangga.

Terus apa kelebihannya ?

1. Kalau satu beban mati, yang lain tetap nyala

Nah kebalikan dengan seri, kalau di paralel ketika ada beban yang mati. Maka beban yang lain masih tetap nyala. Karena rangkaiannya tidak teputus.

2. Cocok dipakai di instalasi rumah

Alasannya, di rumah beban kelisitrikan itu banyak seperti lampu, TV, kulkas, AC, Mesin cuci dan yang lainnya. Dan semua itu punya power yang besar.

Kalau dirangkai secara seri, tentu kita harus menyalakan semua beban itu agar yang lain nyala. Karena pada rangkaian seri, kalau satu beban mati maka rangkaian terputus.

Dan pada rangkaian paralel, tegangan pada tiap beban itu sama dengan tegangan sumbernya. Jadi cocok dipakai untuk TV, kulkas, mesin cuci yang perlu tegangan tinggi.

Sementara kekurangannya, antara lain ;

1. Rangkaiannya ribet

Kalau lihat diagram diatas memang masih simple. Tapi pada kenyataanya, rangkaian ini bakal cukup ribet, karena lokasi beban satu dengan beban lain dengan sumber arusnya juga jauh.

Jadi kabel pasti akan kemana-mana. Dan hanya orang yang paham kelistrikan yang tahu jalur kelistrikannya yang mana. Kadang hal ini membuat kita sebagai orang awam kesulitan kalau ada masalah listrik.

2. Butuh banyak kabel

Seperti yang saya bilang tadi, akan ada banyak kabel pada rangkaian ini. Jadi pasti butuh biaya lebih.

Mungkin itulah sedikit kelebihan dan kekurangan rangkaian seri dan paralel. Semoga bermanfaat.

Bagaimana Prinsip Kerja Mesin Bubut ?

Bagaimana Prinsip Kerja Mesin Bubut ?

Dalam teknik pemesinan, mesin bubut merupakan perkakas yang sudah wajib untuk dikuasai. Lalu sebenarnya mesin bubut itu fungsinya buat apa saja dan bagaimana mesin bubut ini dapat bekerja ?

Pada artikel berikut, kita akan belajar pengertian, fungsi dan cara kerja mesin bubut.

Pengertian dan Fungsi Mesin Bubut

Mesin bubut digunakan untuk membentuk benda kerja khususnya yang berbentuk silinder agar memperoleh ketelitian yang sangat akurat.

Dengan kata lain, mesin bubut ini merupakan perkakas multiguna yang bisa digunakan untuk membuat komponen-komponen dalam mesin apapun.

Contohnya, membuat poros atau shaft.

Dalam membuat poros, tentu kita harus memperhitungkan berapa diameter shaft yang akan kita buat. Apabila kita menggunakan alat biasa seperti pahat atau gerinda maka hasilnya tidak akan halus dan diameternya pun akan berantakan.

Tapi dengan bantuan mesin bubut, diameter poros yang kita buat bisa sesuai perhitungan serta memiliki permukaan yang sangat halus.

Selain untuk membuat komponen baru, mesin bubut juga sering dipakai untuk memperbaiki komponen yang aus atau terkikis.

Praktik ini juga sering dipakai pada bidang perbengkelan kendaraan, biasanya dipakai untuk memperbaiki silinder mesin. Caranya, silinder ditimpa dengan daging las supaya bagian yang aus tersebut tertutup. Untuk meratakan bagian tersebut, kita menggunakan mesin bubut.

Selain logam, mesin bubut juga bisa dipakai pada benda kerja yang berbahan kayu.

Biasanya para pengrajin, menggunakan mesin bubut ini untuk membuat benda seperti kaki meja atau benda lain yang berbentuk silinder.

Kehadiran mesin bubut ini sangat memudahkan pekerjaan itu.

Lalu bagaimana prinsip kerja mesin bubut

Mesin bubut pada dasarnya sama seperti pahat, dimana pahat tersebut akan memahat benda kerja sehingga permukaan benda kerja jadi termakan.

Namun dalam kasus mesin bubut, benda kerja yang dipahat akan diputar pada kecepatan tertentu. Sementara pahatnya, hanya diposisikan supaya kontak dengan benda kerja yang berputar.

Untuk melakukan proses itu, maka mesin bubut dilengkapi dengan beberapa komponen. Seperti ;

1.Kepala tetap

Kepala tetap adalah bagian yang diam atau tidak bergerak. Didalam bagian ini, terdapat motor listrik untuk memutar benda kerja, persneling untuk mengubah momen putaran motor listrik, dan penjepit benda kerja untuk menjepit benda kerja.

2. Kepala geser

Kepala geser merupakan bagian yang berlawanan dengan kepala tetap, sesuai namanya bagian ini bisa digeser mendekati atau menjauhi kepala tetap.

Pada kepala geser terdapat poros pengunci, fungsi poros ini adalah untuk menahan bagian ujung benda kerja yang akan dibubut. Jadi untuk benda kerja yang memiliki ukuran panjang, sangat tidak aman apabila hanya menggunakan penjepit pada kepala tetap karena saat dibubut benda kerja pasti oleng sehingga terjadilah kecelakaan pembubutan.

Untuk menghindari hal itu, maka dibuatlah pengunci diujung satunya sehingga benda kerja terkunci dari dua sisi.

3. Eretan

Eretan atau penggeser pahat adalah komponen yang berfungsi untuk meletakan pahat dan menggerakan pahat. Pada eretan ini, pahat tidak hanya bisa digerakan pada satu sisi tapi bisa digerakan melintang, juga memanjang.

Sehingga pemakanan benda kerja bisa lebih variatif.

4. Alas

Alas atau rel adalah jalur untuk pergerakan kepala geser dan eretan. Jadi seperti yang dijelaskan diatas, kepala geser dan eretan itu bersifat mobile artinya bisa digeser mendekati atau menjauhi kepala tetap.

Namun, pergeseran itu terjadi pada jalur khusus. Sehingga pergeseran bisa terjadi secara sejajar dengan putaran benda kerja.

Jadi kesimpulannya.

Prinsip kerja mesin bubut adalah melakukan pengikisan benda kerja dengan mengenai pahat pada benda kerja yang berputar. Untuk memutar benda kerja, mesin bubut menggunakan motor listrik yang dibantu dengan persneling.

Dalam melakukan pembubutan, harus ada perhitungannya terutama untuk menentukan kecepatan putaran benda kerja. Kecepatan ini sangat dipengaruhi dengan material dari benda kerja dan jenis dari pahat yang digunakan.

Tujuan perhitungan itu, adalah untuk memastikan keamanan pembubutan serta memastikan benda kerja yang dibubut itu tidak retak/pecah karena kecepatan putarannya terlalu tinggi atau rendah.

Diartikel berikutnya, kita akan membahas jenis-jenis mesin bubut beserta perbedaannya dan parameter pembubutan.

Animasi Petir, Bagaimana Proses Terjadinya Petir ?

Petir.

Adalah fenomena alam yang sering terjadi di sekitar kita. Tapi apa kamu tahu, bagaimana petir itu terbentuk ?

Pada artikel ini saya akan menjelaskan proses terjadinya petir secara sederhana.

Apa itu petir ?

Petir adalah kilatan cahaya, bisa bikin kita kesetrum, dan muncul saat hujan.


Itu memang benar. tapi definisi secara ilmiah, petir adalah pergerakan elektron dari awan yang memiliki potensial rendah ke bumi dalam rangka menetralkan muatan pada awan itu sendiri.

Apa penjelasan itu terlalu rumit ?

Baiklah, secara sederhana petir adalah aliran listrik dengan tegangan super duper tinggi dari awan menuju bumi.

Bagaimana aliran listrik itu bisa terbentuk ?

Anda bisa cek video animasi berikut ;

Untuk memahami ini, kita perlu mempelajari tiga hal yaitu, muatan listrik, beda potensial, dan listrik statis.

1. Muatan Listrik

Setiap benda tersusun dari atom-atom yang saling mengikat. Atom sendiri memiliki dua jenis muatan, yakni muatan positif atau yang disebut proton, dan muatan negatif atau yang disebut elektron.

Apabila suatu benda memiliki jumlah proton lebih banyak daripada jumlah elektronnya, maka benda itu disebut bermuatan positif. Apabila jumlah elektronnya lebih banyak daripada jumlah proton, maka benda itu dikatakan bermuatan negatif. Namun kalau jumlah proton dan elektron sama, itu disebut bermuatan netral.

2. Beda potensial


Beda potensial adalah perbedaan muatan pada dua benda. jadi seperti yang sudah dijelaskan, benda yang memiliki lebih banyak elektron disebut bermuatan negatif sementara benda yang memiliki lebih banyak proton disebut bermuatan positif.

Maka benda itu memiliki perbedaan potensial karena memiliki perbedaan rasio elektron dan proton.

Apa yang terjadi ketika dua benda tersebut didekatkan ?

Itu akan memicu perpindahan elektron antar benda sampai dua benda itu memiliki keseimbangan muatan.

Perpindahan elektron ini ternyata memiliki energi, dan energi ini kita kenal sebagai energi listrik.

3. Listrik statis

Listrik statis adalah peristiwa perpindahan elektron dari satu benda ke benda lainnya. Pada peristiwa listrik statis, awalnya benda tersebut memiliki muatan yang seimbang, atau proton dan elektronnya sama.

Tapi karena ada gesekan antar benda tersebut, itu memaksa elektron berpindah dari satu benda ke benda lainnya sehingga muatannya jadi tidak seimbang dan menyebabkan dua benda tersebut memiliki beda potensial.

Lalu bagaimana penerapannya pada petir ?

Petir dapat terbentuk karena ada beda potensial yang sangat tinggi antara awan satu dengan awan lainnya atau antara awan dengan bumi.

Pada awalnya, awan memiliki muatan yang seimbang. Namun awan itu selalu bergerak dan sering bergesekan dengan gumpalan awan lainnya. Gesekan antar awan ini menyebabkan peristiwa listrik statis, yakni elektron terpaksa berpindah ke dari satu awan ke awan lainnya.

Hasilnya, beberapa awan memiliki muatan elektron sangat tinggi dan beberapa awan lainnya memiliki proton yang sangat tinggi.

Hal itu menyebabkan beda potensial yang sangat tinggi.

Sehingga elektron dengan jumlah yang sangat masif berpindah secara bersama-sama menuju tempat yang memiliki muatan elektron rendah, benda yang dituju bisa awan yang bermuatan positif atau bumi yang bersifat netral.


Apabila awan yang memiliki beda potensial itu saling berdekatan, maka perpindahan elektron hanya terjadi antar awan sehingga hanya menghasilkan pancaran cahaya dilangit.

Namun apabila semua awan dalam gumpalan itu bersifat negatif maka elektron akan bergerak menuju bumi. Pergerakan elektron yang sangat masif dan serentak pada media udara seperti itu, menyebabkan efek kilat dan suara gemuruh.

4 Tahap Pembuatan Bio Diesel Dari Kelapa Sawit

Bio diesel adalah bahan bakar yang berasal dari minyak nabati dan hewani, artinya sumber dari bahan bakar ini berasal dari hewan dan tumbuhan sehingga bisa diperbaharui.

Di Indonesia, nama bio solar sudah tak asing lagi. Pertamina memang sudah lama menjual bahan bakar solar yang dicampur dengan bio diesel.

Namun apakah anda tahu bagaimana pembuatan bio diesel dari kelapa sawit hingga menjadi bahan bakar siap pakai ?

Diartikel ini akan kita bahas secara detail.

Bahan baku bio diesel adalah CPO (crude palm oil)


Kalau solar biasa, itu diperoleh dari minyak mentah (crude oil) yang didistilasi hingga menjadi berbagai bahan bakar termasuk solar. Sementara bio diesel umumnya berasal dari CPO atau minyak yang diperoleh dari kelapa sawit.

Bukannya minyak kelapa sawit itu banyak dijadikan sebagai minyak goreng ?

Ternyata minyak kelapa sawit ini memiliki banyak produk turunan, dari minyak goreng, bahan kosmetik, hingga digunakan sebagai bahan bakar bio diesel.

Namun, agar CPO ini bisa digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel maka harus diolah dulu supaya sifat kimia menyerupai bahan bakar solar. Pengolahan ini kita sebut sebagai reaksi metanolisis.

Lalu bagaimana reaksi tersebut berjalan ?


Secara umum, ada 4 proses dalam pembuatan bio diesel

1. Proses transesterifikasi

Transesterifikasi atau disebut juga reaksi alcoholic adalah suatu reaksi yang berfungsi memisahkan metil ester (produk yang dijadikan bio diesel) dengan material terlarut lainnya didalam CPO.

Untuk menjalankan reaksi ini, perlu zat pereaksi dan katalis.

  • Alcohol digunakan sebagai pereaksi, jenis alkohol yang dipakai adalah metanol, etanol, isopropanol dan butyl. Tapi umumnya reaksi ini menggunakan metanol sebagai pereaksinya.
  • Katalis yang dipakai umumnya bersifat basa kuat seperti KOH dan NaOH.


Setelah kedua bahan diatas terpenuhi, selanjutnya bisa dilakukan proses transesterifikasi.

Transesterifikasi sendiri dilakukan dua kali, tujuannya untuk memperoleh metil ester dengan kemurnian yang tinggi.

Pada transesterifikasi pertama, CPO, metanol dan katalis dimasukan kedalam tanki reaktor. Tanki reaktor ini dilengkapi dengan pengaduk dan pemanas, hal ini karena reaksi ini tidak cukup ditambahkan dua bahan diatas tapi juga perlu dipanaskan.

Pemanasan dilakukan selama sekitar 2 jam, dengan suhu pemanasan mencapai 70 derajat celcius.

Setelah pemanasan selesai, reaktor didiamkan dalam beberapa menit hingga terbentuk endapan didasar CPO. Endapan itu adalah wujud dari zat terlarut dalam CPO berupa gliserin. Sehingga metil ester yang terbentuk sudah lebih murni namun belum cukup murni.


Sehingga perlu dilakukan proses transesterifikasi kedua, pada transesterifikasi kedua prosesnya sama saja tapi dilakukan lebih singkat. Hasilnya, juga berupa endapan gliserin namun tidak terlalu banyak.

Setelah transesterifikasi kedua selesai, metil ester yang didapat memiliki kemurnian hingga 99%.

2. Proses pencucian

Proses pencucian dilakukan untuk menetralkan kembali metil ester dari pereaksi dan katalis dari proses transesterifikasi.

Proses ini dilakukan dengan air untuk memisahkan gliserin yang mungkin masih terbawa, serta ditambahkan asam kuat seperti HCL untuk menetralkan metil ester mencapai PH 6,8 – 7,2.

3. Proses pengeringan

Pengeringan dilakukan untuk membuang air yang terdapat pada metil ester, sebelumnya pada proses pencucian air digunakan untuk memisahkan gliserin, sementara itu kita tahu air tidak bisa dibakar sehingga kalau bahan bakar mengandung air otomatis menjadi lebih sulit terbakar.

Proses pengeringan akan mengeluarkan air dadalam metil ester, caranya dengan diuapkan sampai air tersebut menguap.

Proses penguapan ini dilakukan dengan memanaskan metil ester sampai titik didih air.

4. Proses filtrasi

Filtrasi adalah proses penyaringan dengan saringan super kecil (lebih kecil dari 10 mikron). Tujuannya supaya partikel pengotor yang tidak tercuci pada proses pencucian, bisa disaring dan tidak mengotori hasil akhir dari bio diesel.

Setelah melewati proses filtrasi, bahan ini bisa kita bilang sebagai bio diesel murni atau bio diesel 100 %.

Bahan bakar ini sebenarnya bisa langsung digunakan atau bisa juga dicampurkan dengan solar untuk menghasilkan produk BBM campuran seperti B30 (bio diesel 30%).

B30, Ini Penjelasan Lengkap Tentang Bio Solar Beserta Manfaatnya

Pada akhir desember 2019, muncul pemberitaan terkait sikap diskriminasi Uni Eropa terkait produk CPO dari Indonesia, alasannya karena perkebunan kelapa sawit mengancam ketersediaan hutan.

Hal itu menjadi perbincangan publik, ditambah sikap pemerintah RI yang berani mengambil langkah atas sikap Uni Eropa. Salah satunya penerapan B30.

Disini kita tidak membahas berita tersebut, tapi saya yakin ada yang masih penasaran tentang B30, dan CPO atau minyak kelapa sawit.

Sebenarnya B30 itu nama bahan bakar, atau sebuah program ? lalu apa bedanya dengan bahan bakar biasa ? dan apa bisa dipakai untuk segala jenis mesin ?

B30 merupakan program untuk menerapkan pemakaian bio-diesel


Jadi B30 sebenarnya sebuah program untuk mencampurkan bahan bakar nabati dalam hal ini CPO sebesar 30%. Jadi nanti ketika program ini terlaksana, bio diesel atau bio solar yang dijual oleh pertamina memiliki komposisi 70% solar dan 30% minyak kelapa sawit.

Namun, jangan kira pembuatan bio diesel B30 itu hanya dioplos begitu saja. Untuk mencampurkan CPO dengan solar, harus melaui serangkaian proses yang diberi nama reaksi metanolisis hingga menghasilkan produk bio diesel dengan nilai cetane yang diharapkan.

Nama bio diesel sendiri sebenarnya sudah sangat akrab ditelinga kita, sebab bahan bakar ini banyak dijual di pom bensin. Artinya, program bahan bakar solar yang dicampur minyak kelapa sawit ini sebenarnya sudah berjalan sejak lama.

Tapi itu dilakukan secara bertahap, dari tahun 2008 kita sudah menerapkan bio diesel 2,5% hingga pada tahun 2018 sudah menerapkan B20 pada berbagai sektor.

Apa dampak penerapan B30 ?


Kalau bicara soal operasional mesin, mungkin ini tidak memberikan dampak yang signifikan tapi kalau kita melihatnya secara luas maka ada banyak manfaatnya antara lain ;

1. Dapat menurunkan kebutuhan bahan baku minyak bumi

Jelas karena B30 hanya menggunakan 70 persen minyak bumi sehingga ada penghematan sebesar 30 pesen. Padahal, bahan baku minyak yang diproduksi pertamina masih impor.

Dengan kata lain, penurunan kebutuhan minyak bumi ini akan mengurangi nilai impor kita.

2. CPO merupakan energi yang terbarukan karena berasal dari tumbuhan

Karena cpo ini berasal dari buah kelapa sawit yang merupakan tumbuhan maka minyak ini masuk kedalam energi yang dapat diperbaharui, sehingga untuk jangka panjang kita tidak dikhawatirkan dengan isu stok minyak bumi yang semakin menipis.

3. Menguntungkan petani sawit


Indonesia merupakan penghasil minyak sawit terbesar didunia, memang pasar CPO ini lebih banyak diekspor namun semenjak ada diskriminasi dari Uni Eropa beberapa khawatir akan CPO Indonesia yang melimpah ini.

Namun, dengan program B30 pada 2020, serta ada rencana sampai ke penerapan B100 atau 100 persen menggunakan minyak sawit tentu menjadi kabar gembira bagi petani sawit.

Karena kedepan kebutuhan akan CPO didalam negeri akan semakin meningkat.

Bagaimana Proses Pembuatan Bio Solar ?

Seperti yang disinggung diawal, ada proses namanya metanolisis.

Secara umum, proses ini diawali dengan menambahkan bahan Metanol dan katalis, hasil dari proses ini berupa bio solar yang masih tercampur dengan gliserin.

Untuk memisahkannya, dilakukan proses pencucian. Kemudian dikeringkan supaya kadar airnya hilang baru CPO sudah menjadi bio solar 100%.

Pada fase ini, bio solar murni ini bisa langsung digunakan atau dicampurkan dengan solar dari minyak bumi menjadi B30.

Untuk saat ini pemakaian bio solar masih terfokus pada mesin-mesin industri dan didistribusikan pada beberapa SPBU.

7 Komponen Power Supply / Catu Daya Beserta Fungsinya

Barang elektronika seperti TV, komputer memiliki perangkat yang namanya power supply. Power supply sendiri kalau diartikan menjadi “pemasok tenaga” Mungkin anda yang masih awam akan bingung ? mengapa power supply dibutuhkan ? mengapa tidak langsung dari stop kontak saja ?

Kita akan bahas semuanya dibawah.

Power supply adalah perangkat elektronika yang digunakan untuk mengolah sumber kelistrikan pada barang elektronika yang kompleks.

Jadi kalau disederhanakan, power supply itu Cuma mengolah sumber listrik dari stop kontak.

Mengapa power supply dibutuhkan ?

Alasannya, pada barang elektronika yang kompleks seperti komputer, Radio, dan TV ada banyak sekali perangkat elektronika yang membutuhkan arus DC dengan besar tegangan berbeda-beda. Sementara sumber listrik dari stop kontak itu AC 220V.

Jadi fungsi power supply itu untuk mengubah arus AC 220 V menjadi arus listrik dengan besar tegangan yang sesuai dengan kebutuhan tiap perangkat didalam barang elektronika tersebut.


Lalu bagaimana cara kerjanya ?

Sebelum sampai kesitu, anda perlu memahami rangkaian dan fungsi tiap komponennya terlebih dahulu. Dibawah sudah kami berikan 7 komponen power supply beserta fungsinya masing-masing.

Komponen Power Supply dan Fungsinya


7 komponen dibawah terdiri dari 4 komponen utama, yakni transformator, dioda, capacitor, dan IC voltage regulator. Serta 3 komponen tambahan seperti saklar, sekering, dan lampu indikator.


1. Transformator

Transformator atau banyak orang menyebutnya “trafo” adalah komponen elektronika yang bisa mengubah tegangan listrik. Trafo ada dua jenis, yakni trafo step up dan trafo step down.

Sesuai namanya, trafo step up dapat menaikan tegangan sementara trafo step down dapat menurunkan tegangan.

Pada power supply, jenis trafo yang dipakai adalah trafo step down karena tegangan yang dibutuhkan umumnya kecil, sehingga pada power supply transformator berfungsi mengubah arus input (AC 220 V) menjadi arus AC dengan tegangan lebih kecil.

2. Dioda

Dioda adalah komponen yang unik, karena satu sisi dapat meloloskan arus namun disisi yang berlawanan dapat memblok arus.

Kemampuan dioda yang unik ini dimanfaatkan pada power supply untuk mengubah arus AC menjadi DC. Pengubahan ini terjadi karena setengah gelombang arus AC terblok oleh dioda, sehingga menghasilkan arus setengah gelombang atau DC.


Agar pengubahan arus lebih efektif, dioda umumnya dirangkai membentuk lingkaran yang disebut dioda bridge. Dioda bridge terdiri dari empat dioda, dua input, satu output dan satu ke ground.

3. Capacitor

Capacitor adalah komponen elektronika multi fungsi, komponen ini dapat menyimpan arus apabila dihubungkan dengan sumber arus, dan langsung melepaskannya saat sumber arus hilang.

Namun pada power supply, capacitor digunakan untuk menyaring tegangan DC yang tidak stabil dari dioda bridge (tegangan riple). Perlu diketahui juga, besarnya tegangan setelah melewati pengubahan arus pada dioda bridge kadang menjadi tidak stabil.

Sehingga perlu komponen untuk menstabilkan frekuensi gelombangnya, komponen ini adalah kapasitor yang dirangkai secara paralel setelah dioda bridge.

4. IC voltage regulator

IC regulator adalah perangkat mikro-kontroler yang berfungsi untuk mengubah besar tegangan DC menjadi tegangan yang siap pakai oleh semua perangkat elektronika.

Jadi, ibaratnya IC regulator yang mematangkan tegangannya. Tegangan dari IC regulator ini bisa langsung dihubunkan sebagai sumber arus untuk perangkat elektonika tertentu.

5. Saklar

Saklar merupakan komponen tambahan pada power supply yang artinya kalau komponen ini tidak ada, sebenarnya power supply masih berjalan baik. Namun komponen tambahan ini digunakan agar power supply lebih mudah dalam pengoperasian.

Saklar berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan power supply tanpa mencabut stekernya.

Jadi kalau power supply ada saklarnya, maka kita tinggal menekan tombol untuk mengaktifkan atau menonaktifkan power supply. Pada barang elektronika, saklar ini menyatu dengan saklar untuk menghidupkan alat tersebut jadi misal kita menekan tombol ON saat menghidupkan komputer maka secara tidak langsung saklar power supply menjadi aktif sehingga power supply bekerja.

6. Sekering

Sekering adalah komponen yang berfungsi mengamankan komponen utama power supply, jadi sekering sebenarnya hanya sebagai jaga-jaga apabila ada arus besar yang masuk ke power supply.

Hal ini penting karena arus yang terlalu besar dapat merusak kompone seperti dioda dan IC regulator, karena tiap komponen memiliki kapasitasnya, kalau ternyata terjadi korsleting sehingga ada lonjakan arus sampai melebihi kapasitas komponen elektronika maka power supply akan rusak.

Oleh sebab itu, meski hanya sebagai pengaman (bukan komponen utama) sekering sudah seperti wajib.

Cara kerja sekering adalah dengan memutuskan jalur input ke transformator saat terdeteksi lonjakan arus.

7. Lampu indikator

Lampu indikator juga hanya sebagai komponen tambahan karena fungsinya Cuma sebagai indikator bahwa power supply sedang bekerja.

Umumnya, lampu yang digunakan adalah lampu LED yang memiliki daya kecil. LED ini disambungkan setelah capacitor atau sebelum masuk ke IC regulator.

Mengapa tidak diletakan pada output regulator ?

Ini karena output dari IC regulator biasanya tidak hanya satu, karena power supply tidak hanya memasok listrik untuk satu perangkat saja tapi semua perangkat didalam sistem elektronika.

Bagaimana power supply bekerja ?

Untuk mempelahari cara kerja power supply bisa anda lanjutkan pada artikel berikutnya Cara kerja power supply