4 Komponen Sistem Pengapian Mobil dan Motor + Fungsinya

Advertisement
Komponen sistem pengapian sepeda motor - Sistem pengapian adalah sebuah rangkaian elektronik yang berfungsi untuk menghasilkan percikan bunga api pada busi untuk melakukan proses pembakaran.

Sistem pengapian bekerja melalui proses induksi elektromagnetik untuk menghasilkan tegangan mencapai 20 KV. Selengkapnya, simak cara kerja sistem pengapian beserta rangkaiannya.

Sistem pengapian memiliki macam-macam jenis. Setiap jenis pengapian memiliki prinsip kerja yang sama namun memiliki perbedaan pada cara kerja. Macam-macam sistem pengapian yaitu ;

1. Sistem pengapian Konvensional
2. Sistem pengapian Elektronik (Transistor)
3. Sistem pengapian DLI
4. Sistem pengapian CDI

Khusus untuk sistem pengapian sepeda motor  (CDI), memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Karena sistem pengapian CDI bekerja menggunakan prinsip pengosongan arus. Sistem pengapian ini, lebih popular digunakan pada sepeda motor 4 tak.


Nama Komponen Sistem Pengapian Sepeda Motor

Komponen pengapian konvensional

Secara umum, sistem pengapian pada sepeda motor memiliki komponen yang tidak jauh berbeda. Macam-macam komponen sistem pengapian CDI adalah sebagai berikut ;

1. Baterai

Baterai berfungsi untuk menyuplai arus listrik yang akan dijadikan sumber untuk proses pengapian. Arus dari baterai bersifat DC dan bertegangan 12 Volt. Sumber dari baterai digunakan pada sistem pengapian CDI DC.

2. Spul AC

Fungsi spul layaknya altrnator. Komponen ini akan menghasilkan tegangan AC atau bolak-balik yang dihasilkan saat mesin menyala. Komponen ini dapat digunakan agar sepeda motor dapat tetap hidup tanpa dilengkapi baterai.

3. Kunci kontak

Kunci kontak adalah komponen yang akan menjadi sinyal untuk menyalakan dan menonaktifkan sistem pengapian pada mesin. Saat kunci kontak berada pada posisi ON, maka arus dari baterai akan mengaliri sistem pengapian.

4. Ignition Coil

Ignition coil berfungsi untuk menghasilkan tegangan tinggi dari 12 V mencapai 20 KV melalui proses induksi elektromagnet. Koil pengapian juga memiliki banyak jenis, untuk lebih jelas simak Cara kerja ignition coil beserta skema diagram.

5. CDI unit

CDI unit adalah komponen yang akan melakukan proses pengosongan arus. Komponen capasitor menjadi bahan elektronika yang dapat menyimpan dan menyalurkan arus listrik.

Di dalam CDI unit terdapat beberapa komponen antara lain, dioda. Fungsi dioda untuk menyearahkan arus yang didapat dari spul AC. Komponen lainya adalah transformator untuk menaikan tegangan arus induksi agar listrik yang masuk kedalam capasitor berlangsung cepat.

6. Pulse igniter

Pulse igniter berfungsi seperti sensor CKP. Komponen ini akan mengirimkan sinyal yang menandakan timing pengapain mesin dengan frekuensi tertentu.

7. Kabel busi

Kabel busi menjadi penghubung antara ignition coil dengan busi. Kabel ini di desain khusus karena akan mengalirkan listrik bertegangan tinggi. Sehingga kabel ini memiliki karet isolator yang lebih tebal dari kabel pada umumnya.

8. Busi

Busi menjadi komponen terakhir pada sistem pengapian. Busi akan mengkonversi energi listrik menjadi percikan api didalam silinder mesin. Simak mengapa busi dapat mengeluarkan api? Untuk lebih detail.

Untuk skema rangkaian sistem pengapian CDI, bisa simak gambar dibawah,
Skema pengapian cdi

Rangkaian pengapian cdi


Komponen pengapian pada mobil

Komponen pengapian elektronik

Selain komponen-komponen diatas, masih ada lagi beberapa komponen terkait sistem pengapian. Namun komponen dibawah terdapat pada sistem pengapian pada mobil.

1. Platina

Platina adalah komponen pemutus arus listrik yang berfungsi memutuskan arus primer koil. Komponen ini, akan menggantikan fungsi CDI pada sistem pengapian konvensional.

Platina bekerja saat kaki platina tersentuh oleh cam. Hal itu menyebabkan kontak point terputus yang mengakibatkan aliran arus juga terputus.

2. Transistor

Transistor adalah salah satu komponen sistem pengapian elektronik yang menggantikan fungsi platina dan CDI. Transistor merupakan saklar elektronik yang dapat memutus dan menyambungkan arus melalui trigering signal pada kaki basis. Selengkapnya, baca sistem pengapian elektronik pada mobil.

3. Distributor

Distributor awalnya berfungsi untuk membagi tegangan dari ignition coil menuju masing-masing busi sesuai Firing Order. Pada sepeda motor mono silinder, tidak dilengkapi dengan distributor karena hanya memiliki sebuah silinder.

Sementara pada mobil memiliki 4 silinder atau lebih. Sehingga perlu dilengkapi dengan komponen distributor.

Untuk sistem pengapian DLI, tidak lagi menggunakan distributor. Karena masing-masing silinder sudah dilayani oleh satu buah koil.

4. Advancer

Sentrifugal advancer dan vacum advancer adalah dua buah komponen yang fungsinya mengubah timing pengapian. Dua komponen ini wajib hadir pada sistem pengapian konvensional dan pengapian semi transistor.

Governoor sentrifugal advancer akan mengubah timing pengapian berdasarkan RPM mesin menggunakan gaya sentrifugal. Sementara vacum advancer bekerja berdasarkan kevakuman intake manifold untuk mengatur timing pengapian berdasarkan beban mesin.

Artikel Pendukung :



Pada sistem pengapian tanpa distributor (DLI) tidak dilengkapi dengan dua komponen ini. Sistem DLI sudah menggunakan banyak sensor untuk melakukan pemajuan pengapian (ESA).