Motor Matic Mogok di Tengah Jalan, Tenang Ini 7 Penyebabnya (Sepele)

Advertisement
Kendaraan yang paling enak digunakan yakni Motor. Alasanya, berukuran ringkas, irit, dan mudah mengendalikannya. Tapi, permasalan yang membayangi kendaraan bermotor adalah mogok atau mati total. Mengapa bisa demikian ? Untuk menjawab hal tersebut, diartikel ini akan saya share berbagai penyebab motor matic mogok atau mati total.




Mengapa banyak orang memilih motor matic ?


Motor matic, atau berasal dari motor automatic adalah jenis motor yang menggunakan transmisi otomatis sehingga kita selaku pengendara tidak perlu mengoperasikan perseneling dan kopling.


Karena hal itu, banyak konsumen memilih jenis motor matic karena selain lebih mudah, berat motor juga lebih ringan sehingga cocok digunakan oleh siapapun.


Motor matic memiliki kelebihan antara lain,



  • Mudah digunakan karena cukup putar gas
  • Menggunakan rem tuas/tangan sehingga mudah dalam pengereman
  • Tidak berisik, mayoritas motor matic memiliki suara yang halus

Namun, skuter ini juga memiliki beberapa kekurangan antara lain,


  • Boros bahan bakar
  • Perawatan juga lebih rumit
  • Top speed kurang maksimal


Sehingga bisa disimpulkan bahwa jenis sepeda motor ini cocok digunakan untuk jalan santai seperti didalam perkotaan atau pedesaan. Jika motor matic mogok, kira-kira apa penyebabnya ?



Penyebab Skuter Matic Mati Total


Meski mengusung sistem transmisi otomatis, matic juga punya mesin yang sama seperti motor-motor lain. Jika terjadi masalah maka penyebabnya bisa berasal dari,


1. Busi mati


Masalah ini umum terjadi khususnya jika motornya berusia cukup tua. Apa yang menyebabkan busi mati ?


Busi fungsinya untuk memercikan bunga api didalam ruang bakar. Percikan api ini digunakan untuk proses pembakaran mesin. Jika apinya tidak keluar, otomatis tidak terjadi pembakaran alias mogok.


Penyebabnya bermacam-macam, bisa internal busi yang patah (Elektroda patah) atau pada busi resistor biasanya terjadi pelonjakan resistance. Sehingga apinya cenderung kecil.


Bisa juga disebabkan karena celah busi yang cukup lebar. Untuk urusan celah busi, anda tidak perlu menggantinya. Cukup stel ulang celah busi di angka 0.8 - 1.0 mm menggunakan feeler gauge.


Tapi jika internal busi yang rusak, mau diapakan juga tidak akan berpengaruh, solusinya dengan melakukan replacing atau penggantian. Penyebab busi cepat rusak bisa berasal dari ketidak tepatan spesifikasi busi dengan mesin motor kita, perlu diketahui juga mesin 100 cc dengan 150 cc itu businya beda.


2. Masalah pada karburator


Karburator, fungsinya untuk menyuplai aliran bensin dengan jumlah yang sudah ditentukan. Karburator menggunakan prinsip perbedaan tekanan. Bensin akan keluar secara otomatis saat ada udara melewati venturi.


Jika terjadi masalah, otomatis perbandingan udara dan bensin yang masuk ke mesin jadi tidak pas. Jika aliran bensin tersendat, maka campurannya tergolong kurus, hasilnya motor nyendat dan di RPM rendah akan mati.


Pada kondisi yang lebih parah, penyumbatan bisa terjadi pada noozle didalam karburator. Hasilnya, bensin tidak keluar sama sekali, sehingga tidak ada proses pembakaran pada mesin alias mogok.


Sebaliknya juga sama, jika aliran bensin ke ruang bakar cukup deras maka homogenitas akan menurun serta menyebabkan campuran kaya. Hasilnya, saat digas motor bisa brebet bahkan mati.


Saat ada aliran bensin berlebih ke ruang bakar, itu akan menyelimuti elektroda busi. Hasilnya busi yang basah akan sulit keluar api, sehingga mesin akan sulit dihidupkan.


3. Bensin habis


Untuk penyebab ketiga, saya rasa ini cukup sepele. Jika sampai terjadi itu bisa saja karena keteledoran anda yang tidak memeriksa kondisi bahan bakar terlebih dahulu.


4. Injektor bermasalah (Efi)


Khusus untuk motor matic injeksi, keberadaan karburator sudah digantikan dengan rangkaian elektic fuel injection. Artinya untuk menyuplai bahan bakar tidak lagi menggunakan prinsip perbedaan tekanan, namun sudah dikalkulasi secara elektronik.


Namun, hal itu bukan berarti masalah mesin akan hilang. Justru, saat injektor bermasalah akan lebih rumit lagi penanganannya.


Injektor yang rusak bisa menyebabkan aliran bensin tidak keluar atau tersendat-sendat. Akibatnya mesin bisa brebet hingga mati. Hal-hal yang menyebabkan injektor rusak antara lain;



  • Solenoid yang terputus (Komponen internal injektor)
  • Kabel injektor putus, bisa karena terkena benda tajam atau digigit tikus.
  • Sekering utama putus, hal ini bisa saja menandakan adanya short voltage.


5. Fuel pump mati


Pada mesin injeksi, fuel pump sangat diperlukan. Fungsinya untuk menciptakan tekanan bahan bakar. Jika fuel pump rusak otomatis tidak ada tekanan bahan bakar, sehingga bensin tidak mampu keluar dari injektor.


Kondisi ini bisa disebankan sekering fuel pump yang terputus. Selain itu sama seperti injektor, kelistrikan termasuk kabel dan motor pump juga berpotensi putus.


6. Baterai habis


Pada motor karbu, baterai sebenarnya tidak terlalu diperlukan untuk mesin, karena kebutuhan kelistrikan mesin sudah disuplai oleh kiprok. Namun pada motor injeksi, baterai dibutuhkan untuk mengoperasikan fuel pump. Jika fuel pump tidak dipompa saat awal start, maka tekanan bahan bakar akan turun dan mesin susah hidup.


Untuk mengecek kondisi baterai sebenarnya cukup mudah, cukup posisikan kunci kontak ke posisi ON, biasanya seluruh panel di spedometer akan bergerak. Jika tidak ada gerakan, bisa dipastikan baterai sangat drop.


7. Kiprok rusak


Untuk urusan ini, baik motor karbu atau motor injeksi bisa saja mengalaminya. Kiprok atau altenator fungsinya untuk menghasilkan arus listrik, listrik terdebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan mesin seperti pengapian dan lampu.


Jika kiprok rusak, otomatis tidak ada suplai arus listrik. Sehingga baterai menjadi komponen penyuplai terakhir. Namun baterai tanpa diisi juga akan kehabisan daya, sehingga motor akan mogok saat voltage pada baterai drop meski kita sedang berjalan.


Penyebab nomor 7 ini sering dialami pada motor yang mati mendadak saat jalan.


Baca juga





Sekian artikel dari saya, semoga bisa bermanfaat bagi kita dan jangan lupa untuk share artike ini di social media anda, karena semakin banyak kebaikan yang kita tebar semakin banyak pula manfaat yang kita terima.