Showing posts with label Info Mesin Motor. Show all posts

4 Penyebab Mesin Motor Mati Saat Digas + Solusinya

Pernahkah anda mengalami kejadian dimana ketika anda akan menaikan gas motor, mesin tiba-tiba brebet dan mati.

Masalah itu memang kerap terjadi pada motor-motor yang masih menggunakan karburator. Karburator sendiri merupakan komponen yang berfungsi mengabutkan bensin kedalam intake manifold dengan kadar yang ideal secara konvensional.

Disebut kovensional karena prinsip kerja dari karburator ini masih menggunakan perbedaan tekanan didalam karburator. Sementara untuk motor-motor sekarang hampir semuanya menggunakan injeksi yang sudah berstandar elektronik.

Lalu, apa saja hal yang menyebabkan motor mati saat digas ? simak selengkapnya dibawah.

Penyebab Mesin Motor Mati Saat Digas


1. Main jet tersumbat

Main jet adalah saluran bensin yang berfungsi mengabutkan molekul bahan bakar dari ruang penampung bensin (ruang pelampung) didalam karburator menuju intake manifold.

Yang perlu diketahui, ada dua saluran bensin didalam karburator yaitu main jet dan pilot jet. Keduanya sebenarnya sama saja yang membedakan hanya fungsinya. Pilot jet bekerja saat idle atau kecepatan langsam sementara main jet bekerja ketika katup gas mulai terbuka.

Ketika main jet tersumbat, motor akan hidup dengan normal saat langsam. Tapi begitu digas, suplai bensin dari main jet terputus sehingga mesin justru mati.

Untuk mengatasi masalah ini sebenarnya cukup mudah, anda hanya perlu membersihkan main jet. Biasanya debu dan kotoran yang terbawa aliran udara dari filter menyumbat saluran ini. Jadi untuk membersihkannya, anda perlu membongkar karburator dan bersihkan setiap saluran dengan ditiup atau disemprotkan carbon cleaner.

2. Karburator kemasukan air

Air dan bensin sama-sama zat cair dan air bisa masuk kedalam sistem bahan bakar motor lewat tanki bensin (air bisa berasal dari rembesan dari luar atau uap air didalam ruang tanki).

Saat air ini masuk ke karburator, air memang akan terpisah. Hanya saja ketika gas motor dinaikan, otomatis RPM mesin naik dan itu akan mempercepat kecepatan aliran bensin yang menuju intake manifold.

Disinilah air dapat terhisap dan masuk ke intake manifold, tapi karena air bukan bahan bakar mesin justru akan brebet dan kemudian mati.


Kejadian ini sebenarnya bisa diatasi dengan menguras ruang pelampung karburator dengan membuka sekrup yang ada pada mangkuk karbu. Tapi kalau ada cukup banyak air didalam tanki, anda perlu menguras tanki motor.

3. Karet vakum sobek (khusus karburator tipe vakum)


Khusus untuk motor yang menggunakan karburator tipe vakum seperti Satria FU dan Megapro, motor yang brebet hingga mati saat digas biasanya disebabkan karena karet vakum yang sobek.

Karet ini berfungsi untuk mengangkat jarum skep saat gas dinaikan. Ketika jarum skep terangkat, main jet akan terbuka. Tapi kalau karet vakum sobek, jarum skep tidak akan terangkat meski gas sudah dinaikan full.

Akibatnya main jet dalam kondisi tertutup dan mesin malah mati saat digas.

Solusinya, anda perlu mengganti karet vakum yang terletak dibagian atas karburator.

4. Busi lemah

Faktor busi juga bisa menjadi hal yang menyebabkan mesin motor mati ketika digas. Busi yang lemah akan menghasilkan api busi yang kecil. Hasilnya, mesin akan brebet dan tak jarang mesin malah mati ketika digas.

Untuk mengecek busi, ada dua cara yaitu dengan melihat ujungnya. Kalau ujung busi sudah hitam pekat maka itu menjadi tanda busi perlu diganti, cara yang kedua anda bisa melihat secara langsung api yang dihasilkan oleh busi sehingga anda bisa tahu secara jelas apa api busi memang lemah atau masih kuat.

Caranya bisa anda simak diartikel berikut cara mudah cek api busi motor

Sekian artikel tengang motor mati saat digas, semoga semakin menambah wawasan kita semua.

3 Penyebab Gas Motor Susah Turun + Solusinya

Pernahkah anda mengalami masalah dimana ketika motor digas normal, tapi pas gasnya dilepas RPM mesin terlambat turun ?

Apa penyebabnya ?

Mari kita bahas secara mendalam diartikel ini.

Penyebab Gas Motor Telat Turun


Gas pada sepeda motor pada dasarnya adalah mekanisme yang mengatur lubang udara didalam intake manifold. Jadi saat gas tidak ditarik, lubang udara pada intake sangat kecil sehingga hisapan mesin menjadi lebih berat dan hasilnya RPM mesin rendah.

Namun saat digas, lubang udara pada intake akan membesar. Itu akan memicu peningkatan kecepatan udara yang melewati intake ditambah peningkatan kadar bensin yang masuk dari karburator. Hasilnya, RPM mesin langsung naik.

Ketika gas motor dilepas, maka lubang intake secara otomatis kembali ke posisi minimum sehingga RPM mesin harusnya juga kembali ke RPM rendah.

Masalah seperti gas motor yang telat turun, atau justru saat dilepas gas motor seperti tertahan itu bisa disebabkan beberapa hal, seperti ;

1. Tali gas penuh karat/kotoran



Tali gas pada motor terbuat dari kawat seperti kabel rem sepeda. Tali gas ini dibungkus menggunakan pembungkus isolator yang tidak lembek. Sehingga meski letak antara karburator dan handle gas tidak segaris, tali gas tetap bisa beroperasi dengan normal.

Yang sering terjadi adalah ada karat didalam tali gas, kita tahu kalau kawat yang digunakan itu berbahan dasar logam yang bisa saja karatan.

Karat tersebut tentu saja bisa menghambat pergerakan tali gas, sehingga saat gas ditarik terasa lebih berat dan saat gas dilepaskan, maka gas motor cenderung tertahan.

Solusi untuk tali gas yang karatan ini sebenarnya cukup diberi pelumas. Anda bisa gunakan pelumas apapun, bisa oli atau penetrating oil atau carbon cleaner yang mampu meluruhkan karat.

Caranya, pun sangat simple. Pertama anda lepas tali gas dari sepeda motor lalu masukan pelumas kedalam pembungkus tali gas sambil tali gas digerakan. Maka tali gas akan kembali berfungsi dengan normal.

2. Skep baret

Skep adalah komponen yang berbentuk seperti tabung, fungsinya sebagai pengatur lubang udara didalam intake. Jadi, saat gas motor tidak ditarik posisi skep ada dibawah.

Saat gas ditarik, skep akan naik sehingga lubang udara membesar. Ketika gas dilepas, skep akan kembali turun. Cara kerja skep memang hanya naik turun saja.

Tapi kalau ada baret pada permukaan skep bisa menjadi penghambat naik turun skep. Skep bisa saja tersangkut diposisi atas saat gas sedang diturunkan. Hasilnya, RPM mesin tetap tinggi meski anda tidak menyentuh handle gas.

Untuk mengatasinya, selain mengganti skep anda bisa mengamplas terlebih dahulu bagian yang baret tersebut. Gunakan amplas halus agar tidak terlalu menggerus permukaan skep. Buat supaya baret tersebut tersamar maka skep akan bekerja naik turun dengan normal.

3. Pegas skep sangat lemah

Pegas ini berfungsi mendorong skep agar kembali turun saat gas dilepas, posisi pegas ada diatas skep sehingga ketika gas ditarik pegas akan tertekan. Saat gas dilepas, pegas ini akan meregang sesuai kekuatan regangannya.

Kalau pegas masih bagus, maka bisa meregang dengan cepat saat gas diturunkan. Hasilnya RPM mesin lebih responsif, tapi kalau pegas sudah lemah maka RPM mesin cenderung telat turun saat gas diturunkan.

Kalau masalah ini bisa diselesaikan dengan mengganti pegas skep dengan yang baru.

Mesin Motor Mati Saat Gas Dilepas, Cek 3 Penyebab Berikut

Ada berbagai hal yang memicu terjadinya gangguan pada mesin sepeda motor, seperti misalnya pada gejala mesin mogok.

Mesin motor yang tiba-tiba mogok itu bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa karena businya mati atau hanya kemasukan air, bisa juga dari faktor karburatornya.

Tapi kadang gejala yang muncul pada mesin itu sedikit membingungkan, karena mesin akan mati saat gas dilepas. Dengan kata lain, saat dihidupkan sambil digas mesin bekerja dengan normal. Namun saat gas dilepas, mesin brebet lalu mati.

Kira-kira apa penyebabnya ?

Mari kita bahas secara lebih rinci

Penyebab Mesin Mati Saat Lepas Gas


Masalah ini seringnya terjadi pada motor-motor yang masih menggunakan karburator karena suplai bensin masih dilakukan secara konvensional. Sementara untuk motor injeksi sudah menggunakan sistem berbasis komputer untuk menyuplai bensin, sehingga rasanya jarang mengalami masalah seperti ini.

Beberapa hal yang menyebabkan motor mati saat lepas gas antara lain ;

1. Setelan karburator yang kurang tepat

Ada dua sekrup untuk setting karburator, pertama adalah sekrup untuk mengatur katup gas dan kedua adalah sekrup untuk mengatur suplai bensin saat idle.

Sekrup pertama yang mengatur katup gas, akan mengatur besar kecilnya angin dari filter yang akan masuk ke mesin. Ketika sekrup ini dikencangkan, maka katup gas akan lebih terbuka. Ini akan memicu lebih banyak angin yang masuk sehingga RPM idle mesin naik.

Sebaliknya, kalau dikendorkan maka katup gas akan semakin tertutup sehingga efeknya akan menurunkan RPM idle.

Sementara sekrup kedua yang mengatur volume bensin bekerja dengan memanfaatkan celah pada pilot jet. Pilot jet adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan bensin dari mangkuk karbu ke intake manifold saat idle.

Jadi, saat sekrup ini dikencangkan maka celah pada pilot jet akan menjadi lebih sempit sehingga bensin yang keluar dari pilot jet menjadi lebih sedikit. Kalau dikendorkan, maka suplai bensin menjadi lebih banyak karena celah pilot jet menjadi lebih besar.

Ketika setelan sekrup karbu kurang tepat, misalnya sekrup pilot jet terlalu kecil maka akan terjadi kekurangan bensin karena kadar bensin lebih sedikit dari biasanya. Hasilnya, mesin sulit hidup di RPM idle.

Tapi mesin tetap bisa dinyalakan sambil menarik gas, itu karena ada saluran lagi namanya main jet yang menjadi saluran untuk menyuplai bensin dari mangkuk karbu ke intake manifold saat katup gas terbuka.

Jadi mesin tetap nyala karena bensin disuplai bukan dari pilot jet melainkan dari main jet. Meski demikian, ketika gas dilepas otomatis katup gas tertutup dan main jet tidak aktif lagi. Ini akan membuat mesin kembali mati karena suplai bensin dari pilot jet masih belum beres.

2. Pilot jet mampet

Yang kedua disebabkan karena ada sesuatu yang menyumbat pilot jet. Untuk masalah diatas, masih bisa teratasi dengan mudah apabila anda melakukan resetting karbu. Namun untuk masalah ini, sekeras apapun anda menyetting karbu tetap masalahnya tidak hilang.

Alasannya karena sumber masalahnya bukan dari setelan karbu melainkan dari pilot jet karbu. Ketika pilot jet tersumbat maka celah pilot jet menjadi lebih kecil meski sekrup pilot jet sudah diset sangat longgar.

Sehingga tetap saja suplai bensinnya kurang memadai.

3. Karburator kemasukan air

Air dan bensin meski sama-sama zat cair itu berbeda jauh. Bensin merupakan sumber yang menghidupkan api, sementara air dapat memadamkan api.

Ketika ada air masuk ke mangkuk karbu, maka molekul air tersebut bisa terserap masuk ke intake manifold melalui main jet sehingga mesin akan brebet. Tapi bukan Cuma itu, saat gas mesin diturunkan ke idle mesin juga cenderung mati.

Itu disebabkan karena cairan yang keluar dari pilot jet adalah campuran antara air dan bensin sehingga hanya ada sebagian bensin yang tersuplai. Sementara itu, saat digas karena volume cairan yang keluar dari main jet lebih banyak maka mesin masih tetap bisa nyala meski terkadang tersendat-sendat.

Lalu bagaimana solusinya ?

Ketika anda menemui masalah diatas, maka anda bisa lakukan hal ini ;

  • Pertama anda seting dulu dua sekrup karburator, caranya dengan menghidupkan mesin lalu tahan gas agar mesin tidak mati.
  • Kemudian, kencangkan sekitar 2-3 putaran sekrup gas/angin hingga mesin tidak mati meski gas tidak ditahan.
  • Kendorkan sekrup pilot jet maka RPM mesin akan naik.
  • Terakhir, kendorkan sekrup angin hingga RPM mesin ada pada sekitar 1.000 RPM.

Namun kalau solusi diatas tidak membawa hasil apa-apa, ada kemungkinan pilot jet mampet atau ada air didalam karbu. Kalau sebelumnya motor anda kehujanan atau sehabis dicuci, maka karburator kemasukan air paling mungkin menjadi penyebabnya.

Baik masalah pilot jet atau karbu yang kemasukan air, sama-sama harus dibongkar untuk dilakukan pembersihan. Kalau anda merasa ini terlalu rumit, anda bisa hubungi bengkel kepercayaan anda.

Begini Cara Mudah Membuat Mesin Motor Lebih Halus

Mesin sepeda motor yang sudah berusia cukup lama memang sering terdengar kasar dan kurang nyaman. Hal itu sebenarnya wajar karena faktor pemakaian membuat antar komponen mesin mengalami keausan.

Tapi apakah ada cara-cara yang bisa kita lakukan untuk membuat suara motor setidaknya sedikit lebih halus tanpa mengganti komponen-komponen inti didalam mesin ?

Memang agak sulit tapi ada satu cara yang biasa orang pakai untuk membuat suara mesin motor mereka terdengar lebih halus.

Caranya adalah dengan mengganti oli mesin menggunakan oli yang lebih kental.

Kata mereka, oli yang lebih kental bisa membuat suara mesin lebih halus. Apa benar demikian, apa alasannya ? mari kita bahas selengkapnya.

Pengaruh Kekentalan Oli Terhadap Suara Mesin


Viskositas atau kekentalan oli dibuat berdasarkan kebutuhan mesin, dulu di era 1990-an, mesin kendaraan yang diproduksi masih menggunakan sistem cor manual yang memiliki clerence atau celah antar komponen lebar.

Sehingga oli kental pun masih bisa dipakai.

Namun mulai tahun 2000-an, teknologi pembuatan mesin serta rekayasa material mesin sudah berkembang dengan sangat pesat. Hasilnya, mesin-mesin sekarang memiliki kerapatan yang cukup tinggi.

Sehingga butuh pelumas yang lebih encer, agar oli bisa masuk ke celah-celah sangat sempit tersebut. Disini penggunaan oli multi grade 10W-40 mulai marak digunakan.

Namun, oli encer ternyata memiliki beberapa dampak. Kami sudah membahasnya pada artikel sebelumnya dengan topik akibat pemakaian oli mesin encer yang salah satunya bisa membuat suara mesin menjadi lebih kasar.

Alasannya, itu karena oli encer memiliki lapisan oil film yang cukup tipis sehingga kurang baik melumasi bagian atau komponen mesin dengan celah-celah besar.

Kalau mobilnya baru (kurang dari 5 tahun), maka penggunaan oli encer tidak akan menimbulkan dampak apapun karena memang kondisi komponen mesin masih presisi.

Tapi untuk mobil yang berusia lebih dari 5 tahun, banyak komponen mesin yang mulai aus. Sehingga celah antar komponen yang sebelumnya sangat rapat menjadi lebih lebar. Kalau kita tetap gunakan oli encer, maka suara mesin akan menjadi lebih kasar.

Sehingga solusi yang paling mudah adalah mengganti oli yang lebih kental, minimal SAE 20W.

Dengan menggunakan oli lebih kental, lapisan oil film pun menjadi lebih tebal sehingga cukup untuk mengisi celah komponen mesin yang mulai aus tersebut.

Tapi apa tidak ada efek sampingnnya ?

Penggunaan oli mesin yang lebih kental, akan membuat tarikan mesin menjadi lebih berat. Karena suatu benda akan lebih ringan bergerak didalam cairan yang encer dibandingkan cairan yang lebih kental.

Sehingga akselerasi mesin akan lebih lambat.

Intinya anda bisa ganti oli mesin motor anda dengan oli yang lebih kental asal jangan terlalu jauh dari rekomendasi pabrikan, kalau rekomendasi adalah 10W maka anda bisa gunakan oli 20W saja.

Kalau terlalu kental, justru oli tidak bisa masuk ke celah-celah komponen mesin sehingga pelumasan mesin tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Dan ini beresiko membuat mesin mengalami keausan lebih besar.

Apa Itu Tune Up Motor ? Kapan Waktunya ? Berapa Biayanya ?

Dalam dunia service, kita sering mendengar istilah tune up. Sebagai orang awam, kita mengartikan tune up sebagai serangkaian penyetelan mesin motor. Tapi apa sebenarnya tune up itu ? proses apa saja yang dilakukan saat tune up ? kapan waktu motor di tune up ? berapa kisaran biaya tune up motor ?

Mari kita bahas selengkapnya

Pengertian dan Tujuan Tune Up Sepeda Motor


Secara umum Tune up bisa diartikan proses pengembalian performa motor ke performa standar. Mengapa perlu dikembalikan ?

Setiap kali mesin bekerja, terjadi perubahan-perubahan minor pada komponen mesin. Contoh di noken as yang setiap kali bekerja akan mengalami keausan meski keausannya sangat kecil tapi kalau diakumulasikan akan terlihat perbedaanya.

Selain di noken as, filter udara juga mengalami perubahan. Saat motor masih baru, filter ini cenderung bersih sehingga udara yang melewatinya bisa lebih lancar. Tapi setelah motor dipakai dalam waktu yang lama, permukaan filter cenderung lebih kotor sehingga menyumbat aliran udara.

Perubahan-perubahan itulah yang membuat mesin perlu distandarkan ke kondisi awal supaya performa mesin juga bisa tetap terjaga. Selain disektor, mesin tupe up juga berlaku disektor chasis seperti dibagian rantai atau di area setir.

Apa saja proses yang dilakukan saat tune up ?

Kita membaginya pada beberapa sektor, sektor mesin, sektor chasis dan sektor transmisi

1. Tune up sektor mesin


Pada sektor, mesin beberapa point yang diperiksa antara lain ;

a. pengecekan pelumas mesin (oli)
proses ini dilakukan untuk mengecek apakah kualitas oli masih bagus atau perlu diganti.

b. pengecekan busi
pengecekan busi dilakukan untuk mengetahui apakah pembakaran didalam mesin berlangsung sempurna atau tidak (berdasarkan warna ujung busi) serta menyetel celah elektroda busi.

c. pemeriksaan filter udara
pemeriksaan ini umumnya hanya dibersihkan, kecuali kondisi filter sudah hitam terlumuri oleh debu maka perlu diganti.

d. pemeriksaan filter bensin
filter bensin akan menyaring kotoran yang terbawa aliran bensin, pemeriksaan ini dilakukan untuk membersihkan kotoran yang tersaring oleh filter bensin.

e. pengecekan karburator/throtle body
untuk motor yang masih karburator, maka akan ada overhoule karburator serta penyetelan ulang karburator. Sementara pada motor injeksi, biasanya hanya pembersihan throtle body dan pembersihan ISC valve.

f. flushing sistem injeksi
khusus untuk motor injeksi, maka ada pembersihan injektor dari segala sumbatan. Caranya dengan flushing menggunakan alat khusus.

g. penyetelan katup
celah katup mesin akan distel ulang sesuai spesifikasi untuk mendapatkan performa mesin yang maksimal

2. Tune up sektor chasis


Pada sektor chasis, komponen yang dicek antara lain ;

a. kemudi motor
komponen yang dicek pada sistem kemudi antara lain komstir, apakah oblak atau tidak dan segitiga motor apakah masih balance atau perlu dipress.

b. penyetelan rantai roda
rantai roda akan dikencangkan kalau terlalu longgar, dan akan diganti ketika gear rantai sudah terdeteksi aus.

c. pemeriksaan ban dan velg
ban akan diukur threadnya, kalau sudah aus maka pihak bengkel akan merekomendasikan penggantian ban pada pemilik motor. Untuk bagian velg, akan dicek keseimbangannya, kalau kurang balance velg akan di press (untuk velg racing).

d. pengecekan kampas rem
ini dilakukan untuk mengetahui ketebalan kampas rem motor apakah masih tebal atau sudah habis.

e. pemeriksaan fluida rem/minyak rem
pemeriksaan volume minyak rem, apakah minyak rem penuh atau kurang.

f. pemeriksaan roller pada motor matic
khusus untuk motor matic, ada komponen bernama roller yang terdapat pada pulley depan CVT. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek apakah semua roller masih bagus atau ada yang aus. Kalau ada yang aus, pihak bengkel akan memberitahu pemilik untuk mengganti roller yang aus.

g. pemeriksaan oli gardan pada motor matic
motor matic juga memiliki oli gardan, meski volumenya sedikit tapi oli ini juga harus diganti dalam interval tertentu.

3. Tune up sektor kelistrikan


Di sektor kelistrikan, point yang dicek antara lain ;

a.tegangan aki
pengecekan ini akan memberitahukan kondisi aki yang sebenarnya, apakah masih normal 12 volt, atau perlu di recharge atau bahkan mulai soak.

b. tegangan pengisian motor
tegangan dari spull akan dicek apakah sesuai dengan standar atau kurang.

c. rangkaian pengapian motor
rangkaian kelistrikan seperti CDI dan Ignition coil akan dicek apakah masih normal atau ada masalah.

d. lampu dan klakson
semua beban kelistrikan seperti semua lampu, dan klakson akan dihidupkan untuk mencari tahu apakah ada yang mati atau tidak.

Lalu Kapan dan Berapa Biaya Tune Up Motor ?

Tune up idealnya dilakukan dengan interval 2.000 KM sekali atau setiap 3 bulan sekali. Angka ini juga sebenarnya bukan patokan, karena ada beberapa motor yang masih bagus performanya hingga 3.000 KM.

Salah satu yang mempengaruhinya, adalah karena faktor penggunaan. Kalau anda sering menggunakan motor apalagi dijalur yang berdebu, maka interval 2.000 KM sudah menjadi interval yang pas. tetapi untuk anda yang suka membawa motor slow dan jarang pula melintasi area berdebu mungkin masih bisa tahan sampai 3.000 bahkan sampai 4.000 KM.

Selain dari jarak tempuh, tune up juga dilakukan ketika ada masalah pada motor seperti mesin yang brebet atau tenaga mesin berkurang.

Untuk biayanya pun beragam, untuk jenis motor-motor matic dan bebek mungkin akan dihargai 50 sampai 70 ribu untuk ongkos jasanya saja sementara untuk motor sport bisa 100 ribu atau lebih.

Kalau ada penggantian part seperti oli, busi, filter atau yang lainnya tentu akan memakan biaya lebih mahal lagi. Jadi kalau akan melakukan tune up, siapkan dana sekitar 200 ribu. Kalaupun banyak part yang minta ganti, anda bisa memilah mana part yang paling penting dan harus diganti dulu.

Sementara untuk part lain yang minta ganti apalagi kalau harganya mahal, bisa anda tunda.

5 Penyebab Motor Injeksi Mati Mendadak

Sekarang hampir semua sepeda motor menerapkan sistem injeksi, hal itu dikarenakan sistem injeksi menawarkan performa yang efisien. Sehingga pemakaian bensin bisa lebih irit tapi tidak menurunkan power mesin.

Meski demikian pernahkan anda mengalami masalah dimana motor tiba-tiba mati dan susah saat akan dinyalakan lagi ?

Kalau motor yang masih pakai karburator, maka kalau tidak di businya berarti karburatornya. Namun berbeda dengan injeksi yang berbasis elektronik.

Kerusakan pada sistem injeksi perlu dianalisa lebih lanjut menggunakan bantuan scanner. Jadi tidak bisa kita deteksi secara asal.

Tapi tenang saja, karena menurut beberapa pengalaman pengguna ada beberapa penyebab yang paling mungkin memicu motor injeksi yang tiba-tiba mogok.

Apa itu ?

Penyebab Motor Injeksi Mogok



1. Busi mati

Baik motor karburator atau motor injeksi busi tetap menjadi komponen yang vital. Kerusakan pada busi alias busi yang mati menyebabkan mesin mogok.

Beberapa hal yang memicu busi mati, bisa karena kondisi busi yang seharusnya diganti tapi tidak diganti. busi yang sudah tidak layak, memang masih bisa digunakan tetapi sangat rentan mati.

Perlu diketahui, sebagus apapun busi pasti memiliki masa pakai. Hal itu karena busi bekerja pada suhu ekstrem mengingat letak busi ini ada didalam ruang bakar yang berinteraksi langsung dengan pembakaran didalam mesin.

Umumnya busi motor masih sanggup dipakai hingga pemakaian 10.000 KM. Tapi ada beberapa kondisi yang mempercepat kerusakan busi, salah satunya karena suplai bensin yang lebih boros.

Untuk mengecek apakah busi masih normal atau sudah mati, bisa anda baca pada artikel berikut Cara mudah cek busi apa masih hidup atau sudah mati

2. Saringan udara terlalu kotor


Fungsi saringan udara memang sebagai penyaring udara dari debu dan kotoran, sehingga udara yang masuk ke ruang bakar bisa lebih jernih.

Tapi saat saringan udara terlalu kotor, maka ada dua kemungkinan. Yang pertama, aliran udara akan terhambat oleh sumbatan kotoran pada permukaan saringan. Ini akan menambah beban mesin sehingga saat idle mesin bisa tiba-tiba mati.

Sudah sepatutnya filter udara dibersihkan pada interval 5.000 KM. Tapi kalau anda merasa terlalu repot karena filter udara motor memang biasanya tersembunyi, maka anda jangan lupakan jadwal service. Karena saat service, filter udara pasti dibersihkan.

Baca pula ; 5 langkah membersihkan filter udara motor dengan benar

3. Klep mesin terganjal

Klep atau katup berfungsi sebagai pintu keluar masuk material dari dan ke luar mesin. Artinya, material untuk proses pembakaran yakni udara dan bensin dimasukan melalui katup hisap.

Sementara material gas sisa pembakaran, dikeluarkan melalui katup buang.

Masalah klep yang terganjal, itu menyebabkan klep tidak tertutup dengan rapat. Sehingga saat langkah kompresi, material pembakaran akan keluar dari celah klep yang kurang rapat.

Hal itulah yang menyebabkan pembakaran tidak terjadi alias mesin mogok.

Apa yang menyebabkan klep terganjal ?

Ini bisa berasal dari karbon sisa pembakaran, pembakaran mesin itu menghasilkan material residu seperti gas karbonmonoksida dan terkadang ada karbon padat juga.

Material padat ini, kalau mengganjal klep otomatis membuat klep tidak bisa tertutup rapat. Sehingga masalah diatas bisa terjadi.

Ini bisa diatasi dengan melakukan pembersihan klep mesin, untuk membersihkan klep anda perlu melepas klep dari mesin melalui bagian kepala silinder. Jadi tidak perlu turun mesin melainkan hanya kepala silindernya yang dilepas.

4. Injektor tersumbat

Sumbatan pada injektor bisa berasal dari kotoran yang terbawa aliran bensin. Memang, ada saringan bensin tapi ada juga kotoran dengan ukuran partikel lebih kecil dari serat saringan bensin.

Kalau kotoran tersebut terkumpul pada ujung injektor, maka bisa menyumbat injektor. Hasilnya bensin hanya menetes dari injektor bahkan tidak keluar sama-sekali.

Masalah ini sebenarnya bisa dihindari dengan rutin melakukan flushing sistem injeksi, proses flushing ini memerlukan bahan pembersih khusus yang dicampurkan ke bensin. Sehingga proses flushing bisa berjalan secara otomatis.

Lebih lengkap tentang pembersihan injektor, bisa anda baca pada artikel berikut 3 cara membersihkan injektor motor.

5. Kerusakan pada sensor injeksi

Ketika ada kerusakan pada sensor injeksi, maka indikator mesin atau cek engine akan berkedip. Kerusakan sensor memang tidak hanya membuat motor mogok, terkadang cek engine berkedip namun mesin masih terasa normal.

Tetapi, cek engine adalah sistem koreksi otomatis pada sistem injeksi yang akan memberitahu kita kalau ada masalah pada sistem injeksi.

Kedipan pada cek engine, menandakan ada masalah. Untuk mengetahui apa masalahnya kita memerlukan scanner. Namun, beberapa motor khususnya motor Honda anda bisa memperhatikan pola kedipannya untuk mengetahui sensor mana yang rusak.

Ketika sensor yang rusak sudah ketemu, bukan juga berarti sensornya benar-benar rusak. Kadang masalahnya Cuma soket sensor yang kurang klop atau ada kabel sensor yang terkelupas atau bahkan putus.

Jadi sebelum mengganti sensor, pastikan rangkaian kabelnya tersambung dengan baik.

5 Hal Yang Menyebabkan Motor Sering Mogok + Solusinya

Apa ada lagi masalah yang sangat menyedihkan selain motor yang tiba-tiba mogok padahal kita sedang buru-buru ?

Memang motor mogok menjadi momok yang menakutkan khususnya kaum wanita karena kalau motor sudah mogok alias tidak bisa dihidupkan alamat kita bakal tuntun motor sampai ketemu bengkel. Lalu bagaimana ceritanya kalau kejadian ini terjadi pas malam hari ?

Anda tidak perlu khawatir, karena motor mogok itu bisa kita atasi sendiri kalau tahu penyebabnya apa. Dibawah akan kita bahas secara lengkap hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan motor mati mendadak/mogok.

Penyebab Motor Mogok


1. Busi mati

Yang paling sering menyebabkan motor mogok adalah karena faktor busi, busi adalah komponen kecil yang terpasang pada bagian kepala silinder. Komponen ini tersambung dengan kabel tebal karena fungsi busi adalah mengubah energi listrik menjadi percikan api.

Ketika busi mengalami masalah, maka api busi tidak keluar sehingga mesin tidak bisa dinyalakan.

Sebenarnya, busi pada motor memiliki umur yang relatif panjang. Tetapi ada beberapa hal yang membuat busi cepat rusak, salah satunya karena pemakaian bensin beroktan rendah juga setelan bahan bakar yang terlalu boros.

Itu akan membuat bagian ujung busi lebih cepat kotor sehingga akan mengganggu kinerja busi itu sendiri.

Lalu apa solusinya ?

Anda buka businya menggunakan kunci busi (setiap motor pasti disediakan kunci busi dari pabrikan). Lalu bersihkan ujung busi dari kerak, kalau busi sudah hitam maka sulit untuk dibersihkan lagi sehingga kalau kondisi busi sudah benar-benar mati anda perlu ganti businya.

Baca juga : cara cek kondisi busi apa masih hidup atau sudah mati

2. Aki tekor


Aki ini berhubungan dengan proses elektrik starter, kalau akinya full maka satu kali start mesin langsung hidup. Namun kalau akinya mulai tekor, maka putaran starter melemah sehingga mesin lebih sulit dihidupkan.

Ini terjadi khususnya pada motor matic, motor matic itu kalau starternya tekor maka harus pakai kick starter. Sementara kick starter ini letaknya ada dicover transmisi dan terhalangi oleh stand tengah motor.

Sehingga hanya untuk menghidupkan motor, kita harus repot-repot menurunkan stand tengah motor.

Beberapa orang mungkin tidak masalah melakukan itu, tetapi sebagian lainnya khususnya kaum wanita merasa cukup kerepotan.

Alhasil, mereka terus menekan tombol starter sampai aki benar-benar tekor. Ketika aki sudah kosong/tekor, maka jalan satu-satunya menggunakan kick starter.

Dan kalau mesin di OFF, kita perlu lakukan kick starter lagi karena aki yang sudah tekor, daya yang mampu disimpan menjadi lebih terbatas sehingga kurang kuat untuk menyalakan starter.

Baca juga ; 5 hal sepele yang membuat aki cepat tekor

3. Mesin kemasukan air

Kalau anda menerjang banjir, air bisa masuk ke mesin melalui corong udara. Letak corong udara ini memang tersembunyi tetapi ketika menerjang banjir dengan ketinggian tertentu (hingga setengah roda) maka air bisa masuk ke mesin dengan mudah.

Akibatnya mesin mogok, dan tidak berhenti sampai disitu. Ketika mesin mogok karena air, anda tidak bisa menghidupkannya secara langsung karena kondisi didalam mesin itu masih basah.

Sehingga perlu waktu untuk sekedar mengeringkan.

Jadi, solusinya coba anda nyalakan motor menggunakan kick starter beberapa kali. Kalau belum hidup, berarti kondisi didalam mesin sangat basah, kalau sudah begini anda buka businya dan keringkan. Dalam posisi busi terbuka, terus engkol mesin menggunakan kick start. Ini akan mempercepat pengeringan ruang bakar mesin.

4. Masalah pada karburator


Khusus untuk motor yang masih menggunakan karburator, ada beberapa hal pada karburator yang bisa membuat motor anda tiba-tiba mogok. Antara lain ;

Setelan idle RPM terlalu kecil, sehingga mesin tidak bisa dihidupkan tanpa digas.

  • Pilot jet tersumbat, ini akan menghalangi keluarnya bensin ke ruang bakar. Sehingga mesin susah dinyalakan.
  • Karet vakum pecah, khusus untuk motor yang menggunakan karburator vakum ini bisa membuat motor susah dinyalakan. Kalaupun bisa hidup, motor akan langsung mogok saat digas.
  • Kran karburator masih tertutup, kalau ini adalah faktor lupa
Baca juga : 5 masalah yang paling sering pada karburator

5. Soket-soket CDI belum klop

Yang juga sering terlewat, adalah soket-soket CDI motor. Kadang soket ini kendor karena tidak sengaja terkena geseran. Jadi, saat anda sudah meneliti semua penyebab diatas dan mesin belum kunjung hidup coba cek soket-soket CDI.

Tekan soket tersebut hingga benar-benar klop. Soket-soket ini bisa anda temukan dengan mencari ujung dari kabel busi. Anda akan menemukan coil, kalau dirunut lagi anda akan menemukan CDI motor.

Bagaimana dengan motor injeksi ?

Kalau motor injeksi mogok, itu ada dua penyebabnya. Kalau tidak businya, maka sistem injeksinya. Jadi apabila motor injeksi anda mogok, cek saja businya.

Namun kalau mogoknya motor disertai kedipan cek engine, besar kemungkinan ada kerusakan pada sektor injeksi. Bisa sensornya, bisa pompa bensinnya, atau injektornya.

Untuk masalah ini, kita tidak bisa mengatasinya tanpa alat dan pengetahuan yang mumpuni. Alangkah lebih baik anda untuk menghubungi bengkel terdekat.

Tips mengantisipasi motor mogok ditengah jalan

Semua orang pasti tidak mau motornya mogok pas sedang perjalanan. Oleh karena itu, kita harus mengantisipasinya sejak awal. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain ;

  • Jangan lupa service rutin khususnya untuk motor injeksi, apalagi kalau akan menempuh perjalanan antar kota, service ini wajib.
  • Bawa peralatan bengkel yang umum seperti obeng dan kunci busi.
  • Untuk lebih aman, bawa busi cadangan untuk mengantisipasi kalau businya tiba-tiba mati.
  • Jangan lupa menyimpan nomor bengkel langganan anda kalau sewaktu motor anda mogok, anda punya bantuan.

Indikator Honda Beat Berkedip ? Begini Cara Membacanya

Lampu indikator yang terdapat pada setiap motor injeksi merupakan sebuah mekanisme untuk menoreksi kinerja sistem injeksi pada motor tersebut. Jadi ketika kunci kontak dihidupkan, sistem ini akan melakukan scanning otomatis terhadap semua komponen yang berkaitan dengan sistem injeksi.

Ini ditandakan melalui lampu indikator yang menyala sekitar 0,3-1 detik saat baru memutar kunci ke ON. Ketika tidak ditemukan masalah, maka lampu indikator akan mati namun kalau terdeteksi masalah maka lampu indikator ini akan berkedap-kedip.

Dari pola kedipan lampu indikator ini, sebenarnya bisa kita cari masalahnya karena setiap pola kedipan memiliki arti tersendiri.

Lalu bagaimana cara membacanya ? dibawah akan kita beri langkah-langkahnya beserta arti dari pola kedipannya. Ini kita ambil menggunakan referensi Honda Beat Fi karena motor ini termasuk jenis motor yang paling laku di Indonesia.

Cara Membaca Kedipan Indikator Honda Beat


Sebelumnya, anda perlu tahu bahwa ada dua jenis kedipan lampu yakni

  1. kedipan pendek yang berlangsung selama 0,3 detik, kedipan ini memiliki arti 1
  2. kedipan panjang yang berlangsung selama 1,3 detik, kedipan ini memiliki nilai 10
  3. setiap kedipan dalam satu pola itu memiliki jeda yang singkat, ketika jedanya lama (lebih dari 1 detik) itu berarti periode atau pola kedipan sudah berakhir.


Contohnya, lampu indikator berkedip sekali dengan durasi 1,3 detik diikuti dua kedipan pendek. Itu bisa dibaca 10 + 2 = 12. Jadi kode kerusakannya adalah 12.

Lalu apa saja arti dari setiap kedipan itu ?

  • 1 = Kerusakan pada sensor MAP, ini menyebabkan pembacaan terhadap kevakuman didalam intake manifold eror. Akibat yang ditimbulkan, akselerasi kurang dan mesin kurang power di RPM tinggi
  • 7 = kerusakan sensor suhu mesin, sensor suhu mesin ini adalah EOT (engine oil temperature) akibat yang ditimbulkan mesin akan sulit dihidupkan saat suhu mesin dingin.
  • 8 = kerusakan sensor thottle position, ini akan menyebabkan mesin yang sering mati sendiri serta masalah saat mesin digas (brebet).
  • 9 = Kerusakan sensor IAT (intake air temperature), akibatnya tenaga mesin kurang dan akselerasi juga berkurang.
  • 11 = kerusakan pada vehicle speed sensor, akibatnya speedometer akan mati dan ISS pada motor tidak berfungsi.
  • 12 = Kerusakan pada injektor, akibatnya mesin akan brebet bahkan tidak nyala saat distart.
  • 21 = kerusakan sensor oksigen, sensor ini terletak diknalpot yang berfungsi mendeteksi emisi mesin. Kalau terdeteksi kerusakan, maka bensin bisa lebih boros serta kadang ada letupan dari knalpot.
  • 29 = Kerusakan pada IACV (intake air control valve) ini menyebabkan mesin susah dihidupkan hingga membuat pemakaian bensin lebih boros.
  • 33 = ECM mengalami eror, eror disini bukan berarti ECM rusak tapi bisa juga karena ada crash pada progam ECM. Akibatnya macam-macam, dari mulai mesin brebet, mesin mati sendiri, hingga mesin mogok.
  • 52 = Kerusakan pada CKP sensor, akibatnya timming pengapian menjadi berantakan sehingga mesin susah hidup,
  • 54 = Kerusakan pada BAS (bank angle sensor), sensor ini berfungsi mematikan mesin saat motor terjatuh. Kalau rusak, maka BAS tidak berfungsi alisa mesin masih tetap hidup saat motor terjatuh.


Dari semua data diatas, rata-rata kerusakan disebabkan dari sensor. Tapi sensor tidak berarti rusak, jadi ketika terdeteksi salah satu kode maka jangan langsung menganggap sensor rusak tapi cek dulu kabelnya, cek juga soketnya.

Banyak juga kedipan lampu itu disebabkan karena soket yang kendor, atau bahkan kabel yang terkelupas/putus.

Motor Digas Tapi Tidak Mau Jalan, Apa Penyebabnya ?

Gas motor sejatinya digunakan untuk membuat sepeda motor bergerak, karena kalau kita tarik gasnya mesin akan bekerja lebih keras sehingga sepeda motor bisa berjalan. Semakin dalam kita tarik gas, semakin cepat pula kecepatan motor.

Tapi ada satu masalah yang cukup menggelitik, yakni ketika digas mesin O.K tapi mengapa motor tidak mau jalan padahal gigi sudah masuk ?

Ternyata masalah ini juga sering dialami khususnya bagi pemotor yang sedang menempuh perjalanan naik gunung. Lalu apa penyebabnya ? simak dibawah.

Penyebab Motor Digas Tidak Mau Jalan


Salah satu faktor yang paling mungkin menyebabkan masalah diatas adalah dari kopling. Kopling adalah komponen yang berfungsi memutuskan putaran mesin ke transmisi ketika gigi transmisi akan dimasukan atau ketika akan pindah gigi.

Fungsi kopling ini akan mencegah motor nyentak ketika gigi dimasukan namun kondisi motor belum jalan. Kalau tidak ada kopling, begitu gigi dimasukan maka motor langsung nyentak kedepan.

Ada dua jenis kopling yang umum dipakai pada sepeda motor manual, yakni kopling manual (menggunakan tuas) dan kopling ganda (tanpa tuas). Biasanya motor-motor bebek menggunakan kopling ganda.

Keduanya sebenarnya sama saja hanya cara kerjanya saja yang berbeda. Anda bisa mempelajari keduanya dari artikel berikut

Lalu apa yang terjadi pada kopling sehingga motor ngelos ?

Yang terjadi adalah kampas kopling tipis, kopling itu bekerja menggunakan gesekan antara dua plat. Yakni plat berbahan logam dan berbahan keramik. Keramik ini digunakan karena permukaannya yang kasar sehingga mampu menerima beban dari putaran mesin.

Ketika kopling terus bergesekan, maka plat yang dilapisi keramik itulah yang akan semakin habis. kalau lapisan keramik itu habis, maka kopling menjadi mudah selip. Dalam kondisi yang parah, selip pada kopling ini akan menyebabkan motor ngelos atau motor yang tetap diam saja meski gas motor sudah full open.

Kopling ini terletak pada setiap motor bahkan motor matic yang langsung digas saja masih memiliki kopling.

Namun kopling pada motor matic bentuknya tidak seperti plat, melainkan seperti sepatu rem tromol. Meski bentuknya beda, kalau kampas kopling habis maka akibatnya sama. Motor akan ngelos.

Biasanya, pada motor matic akan timbul gejala seperti suara decitan yang berasal dari bagian transmisi ketika akselerasi. itu adalah gejala awal yang mengindikasikan bahwa kampas kopling mulai tipis. Kalau terus dipaksakan jalan, maka masalah motor ngelos bisa terjadi.

Solusi untuk masalah kampas kopling ini adalah satu, yakni dengan mengganti kampas kopling dengan yang baru. Itupun kalau komponen lain seperti plat penekan belum rusak. Kalau plat penekan juga mengalami keausan, maka anda perlu mengganti satu set kopling.

Apa ada penyebab lain yang membuat motor ngelos ?

Menurut beberapa penuturan pemotor, masalah seperti motor yang kerendam air juga bisa memicu motor ngelos. Ini disebabkan karena oli motor yang tercampur dengan air sehingga memicu terjadinya selip kopling.

Jadi kalau masalah motor yang tidak jalan pas digas ini muncul sehabis anda menerjang banjir, coba kuras oli mesinnya terlebih dahulu. Kalau tercampur dengan air, warnanya akan berubah seperti susu. Solusinya segera ganti olinya.

Masalah lain yang juga bisa menjadi penyebab, adalah v belt yang putus. Ini terjadi pada motor matic, v belt pada motor matic berfungsi sebagai penyalur tenaga putar pada sistem CVT. Kalau v belt ini putus maka sama saja dengan motor yang rantai rodanya putus.


Mesin akan terasa meraung karena tidak mendapatkan beban.

Karena letak v belt ini ada didalam cover transmisi, maka untuk mengeceknya anda perlu membuka cover ini.

6 Langkah Bersihkan Busi Motor Secara Otodidak (MUDAH)

Busi adalah salah satu komponen mesin yang amat sangat penting, karena fungsi busi adalah sebagai pemantik api untuk memicu terjadinya pembakaran. Sehingga kalau api pada busi kecil atau bahkan tidak ada maka tidak ada pembakaran didalam mesin alias mesin mogok.

Tak sedikit kasus busi mati gara-gara perawatan yang buruk, apalagi letak busi ada didalam ruang bakar yang tiap saat selalu terkena efek langsung pembakaran dengan intensitas tinggi. Dari kondisi ini, bisa kita bayangkan bahwa busi itu bekerja pada kondisi yang ekstrem. Oleh karena itu perawatan busi secara berkala perlu dilakukan.

Kabar baiknya kita bisa melakukan perawatan busi ini dirumah dengan peralatan seadanya, contohnya dengan membersihkan elektroda busi dan melakukan penyetelan celah busi. Ini bisa dilakukan siapa saja dengan modal kunci busi yang sudah tersedia di tiap motor.

Lalu bagaimana caranya ?

Cara Mudah Membersihkan Busi Agar Mesin Kembali Nendang


Sebelumnya, kita harus memastikan kondisi mesin sudah dingin atau minimal mesin tidak digunakan elama 2 jam terakhir. Tujuannya agar proses bongkar pasang busi bisa lebih mudah,

1. Lepas dulu busi dari mesin

Terdengar cukup mudah, melepas busi memang mudah kita hanya perlu menempatkan kunci busi lalu memutar lengan kunci hingga busi terlepas. Namun, perlu diperhatikan posisi kunci busi harus lurus atau segaris dengan sumbu busi.

Ini melepas busi akan terasa keras karena faktor panas yang dihasilkan akan semakin melekatkan busi dengan kepala silinder. Sehingga kalau posisi kunci kurang lurus maka kepala busi bisa patah dan bagian busi akan tertancap didalam kepala silinder tanpa bisa dilepas.

2. Rendam busi menggunakan bensin atau carbon cleaner

Setelah busi terlepas langsung rendam busi kedalam cairan pembersih seperti carbon cleaner, atau carbu cleaner ataupun kalau tidak ada bensin juga bisa. Rendam bagian ujung elektrodanya saja didalam wadah kecil. Ini bertujuan agar kerak yang melekat pada ujung busi bisa lebih mudah saat kita sikat nantinya.

3. Sikat busi menggunakan sikat kawat



Dalam proses ini, kita memerlukan sebuah sikat kawat karena untuk melepaskan kerak dari ujung busi kita perlu sebuah sikat yang cukup kasar seperti sikat kawat. Sikatlah bagian ujung busi yang berwarna hitam terutama dibagian center elektroda dan plat masa (ujung busi yang melengkung).

4. Kalau tidak ada sikat kawat, gunakan amplas halus

Gunakan amplas halus kalau anda tidak memiliki sikat kawat, sama anda juga harus mengamplas bagian center elektroda dan bagian masa (khususnya dibagian celah busi harus benar-benar bersih dari kerak). Setelah dibersihkan menggunakan sikat atau amplas, lalu rendam kembali busi ke bensin untuk membilas kotoran yang masih menempel.


Seusai proses pembilasan, lihat bagian ujung busi kalau masih ada sedikit tumpukan kerak lanjut amplas kembali tapi kalau anda rasa sudah bersih maka segera keringkan dengan menggunakan kain perca.

5. Lakukan penyetelan celah busi (opsional)

Penyetelan celah busi bertujuan untuk mengatur kembali celah antara center elektroda dengan masa sesuai standar. Umumnya celah busi itu 0,8 sampai 0,9 mm tapi ada juga yang sampai 1 mm tergantung jenis businya.

Untuk menyetel celah busi anda perlu feeler gauge yakni semacam alat ukur ketebalan sebuah celah. Memang hanya bengkel yang punya alat ini oleh sebab itu langkah penyetelan ini hanya bersifat opsional atau kalau tidak dilakukan juga tidak masalah.

6. Pasang busi ke mesin dengan prosedur yang benar

Setelah proses penyetelan celah busi, anda bisa langsung memasang busi ke mesin menggunakan bantuan kunci busi. Dalam hal ini, perlu diingat jangan berlebihan dalam mengencangkan busi. Biasanya kita akan mengencangkan busi sekuat tenaga agar kompresi tidak bocor.

Padahal sudah ada ring aluminium pada busi yang suda bisa mencegah kebocoran kompresi saat tertekan sedikit saja. Lagipula ulir busi itu ulir halus sehingga kalau busi sudah mentok kita tinggal mengencangkannya sekitar 30 derajat saja sudah cukup kencang.

Dikhawatirkan kalau terlalu kencang memasang busi, anda akan kesulitan saat melepas busi dikemudian hari. Ingat perawatan busi seperti ini tidak dilakukan satu kali tapi dilakukan secara rutin tiap beberapa interval (bisa 5.000 KM). sehingga pastikan anda memperhitungkan aspek itu.

Itu saja artikel singkat yang bisa kami bagikan semoga bisa menambah wawasan kita.

Tekanan Kompresi Terlalu Tinggi, Apa Akibatnya ? Apa Penyebabnya ?

Dalam permesinan, tekanan kompresi memiliki peran penting terhadap proses pembakaran mesin. Memang, dalam terjadinya pembakaran tekanan  kompresi ini tidak secara langsung berpengaruh karena syarat terjadinya pembakaran harus ada bahan bakar, api dan oksigen.

Namun, kalau anda pernah melihat tabung gas pompa. Tabung ini menggunakan bahan bakar minyak namun sebelum digunakan, tabung perlu dipompa dahulu. Apa tujuannya ?

Ternyata ini bertujuan agar proses pembakaran bisa berlangsung lebih mudah dan lebih besar semburan apinya. Pada mesin pun demikian, tekanan kompresi berpengaruh untuk memudahkan terjadinya pembakaran dan membuat daya ekspansi hasil pembakaran lebih besar.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana kalau tekanan kompresi pada mesin itu berlebihan atau terlalu tinggi ? apa efeknya ? agar jelas, mari kita pelajari selengkapnya dibawah.

Akibat Tekanan Kompresi Terlalu Tinggi


Sejatinya, nilai tekanan kompresi akan disesuaikan dengan output yang diinginkan. Artinya kalau ada perubahan pada tekanan kompresi pastilah ada akibat pada output mesin.

1. Mesin ngelitik

Engine knocking atau mesin ngelitik adalah kondisi dimana muncul suara ketukan pada blok silinder saat mesin hidup. Ini terjadi karena ada pre-ignition.

Pre-ignition adalah pembakaran yang terjadi sebelum busi menyala. Kondisi ini muncul karena suhu didalam ruang bakar saat langkah kompresi melebihi titik nyala bensin. Bensin akan langsung terbakar dengan sendirinya saat ada udara memiliki suhu lebih tinggi dari titik nyala bensin. Peningkatan suhu ini bisa disebabkan karena tekanan kompresi yang terlalu tinggi.

Baca pula : 4 penyebab mesin motor ngelitik

2. RPM mesin melambat

Efek selanjutnya, seperti pada mesin diesel. Mesin diesel memiliki power yang kuat namun top RPM tidak sekencang mesin bensin. Itu karena semakin tinggi tekanan kompresi, semakin berat pula langkah pistonnya. Sehingga bisa dikatakan tekanan kompresi tinggi dapat membuat RPM mesin lebih berat.


Lantas, Apa Penyebab Tekanan Kompresi Menjadi Lebih Tinggi ?


Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan tekanan kompresi meningkat seperti ;

1 .Kerak menumpuk didalam ruang bakar

Kerak didalam ruang bakar bisa muncul karena beberapa hal, intinya kerak didalam ruang bakar ini akan membuat volume ruang bakar menjadi lebih kecil.

Mengapa ?

Karena kerak ini menempati volume yang harusnya ditempati oleh udara, sehingga dengan adanya kerak ini maka udara akan terdorong ke 

2. Akibat turbo tambahan

Ada beberapa perlakukan modifikasi ekstrim yang salah satunya dengan menambahkan turbo tambahan yang mengarah pada mesin. Tujuannya, agar udara yang disuplai menjadi lebih banyak dan lancar namun semakin banyak udara yang dimasukan kedalam mesin maka tekanan kompresinya juga akan semakin meningkat.

Apa sebabnya ?

Ini karena tekanan kompresi diperoleh dari penyempitan ruang didalam silinder mesin. Didalam ruang tersebut sudah ada udara, akibatnya saat penyempitan ruangan udara akan tertekan sehingga tekanan udaranya naik.

Kalau volume udara awal sebelum terjadinya penyempitan ruang itu lebih banyak, otomatis tekanannya akan semakin meningkat ketika dikompresi. Inilah yang menyebabkan rasio kompresi pada mesin turbo itu lebih tinggi.

Sebenarnya hal diatas (memakai turbo tambahan) benar-benar bisa menaikan tenaga mesin, namun yang perlu dicatat anda harus menggunakan bensin dengan oktan yang lebih tinggi. Kalau bensin tidak diganti, bukannya tenaga yang nambah justru mesin akan ngelitik.
Demikian artikel mengenai penyebab dan akibat tekanan kompresi terlalu tinggi. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

3 Penyebab Tekanan Kompresi Motor Balik Ke Karburator

Tekanan kompresi berbalik ke arah intake dan karbu itu bisa membuat kinerja mesin terganggu. Kira-kira apa penyebabnya ? dan bagaimana cara mengatasinya ? simak ulasannya dibawah.

Salah satu masalah yang mungkin sedang anda alami adalah ketika tekanan kompresi mesin motor berbalik ke arah intake hingga karburator.

Masalah ini ternyata bisa disebabkan karena faktor kesalahan teknis dalam melakukan penyetelan celah katup.

Apa maksudnya ?

Celah katup yang terlalu sempit bisa berpotensi membuat tekanan kompresi mesin balik ke karburator. Ini terjadi khususnya saat mesin dalam kondisi panas.

Ketika temperatur mesin panas, beberapa komponen mesin akan mengalami pemuaian. Pemuaian ini merupakan hal yang pasti terjadi pada logam akibat dari peningkatan suhu.

Salah satu komponen yang mengalami pemuaian adalah batang katup. Saat batang katup memuai, panjang batang katup ini akan mengalami peningkatan. Dengan kata lain, saat suhu mesin semakin panas maka batang katup akan semakin memanjang.

Akibatnya, sudah bisa ditebak.



Bagian ujung katup akan bergerak dan menekan kearah rocker arm. Sehingga meski cam/nok tidak menekan katup, katup akan sedikit terbuka akibat terdorong oleh pemuaian batang katup.

Inilah yang membuat tekanan kompresi balik ke karburator kalau yang mengalami pemuaian ini pada katup intake.

Saat mesin berada pada langkah kompresi, udara akan ditekan oleh piston. Dalam langkah kompresi ini, kedua katup harus tertutup rapat. Apabila katup intake terbuka sedikit saja, maka udara yang dikompresi akan keluar melalui katup intake dan menuju karburator.

Berbeda apabila celah katup normal, pemuaian yang terjadi tidak akan membuat batang katup menyentuh rocker arm. Sehingga katup tetap tertutup dan kompresi tidak bocor ke karburator.

Apa akibatnya saat kompresi balik ke karbu ?

1. Tenaga motor hilang

Yang pertama, jelas tenaga motor akan berkurang keseluruhannya. Dikarenakan tekanan kompresi akan mempengaruhi pembakaran mesin, kalau kompresinya berbalik ke karburator maka udara + bensin didalam ruang bakar itu menjadi lebih sedikit.

Ini akan membuat mesin hanya menghasilkan sedikit tenaga dari pembakaran yang terjadi. Sehingga motor tidak kuat nanjak saat mesin panas, tidak kuat membawa beban berat dan tidak mampu mencapai TOP speed seperti biasanya.
2. Berpotensi menyumbat injector

Akibat lainnya, kalau ini terjadi pada motor injeksi maka akan membahayakan injektor. Karena seharusnya, arah peletakan injektor itu searah dengan aliran udara didalam intake.

Namun pada kasus ini, udara justru berbalik arah sehingga berpotensi membuat injektor tersumbat.

Baca pula : 3 cara membersihkan injektor motor sendiri tanpa ribet

Lantas, bagaimana cara mengatasinya ?

Ada beberapa cara, pertama anda harus mengingat apakah dalam beberapa waktu belakangan motor anda sehabis diservis, atau dibongkar atau anda sendiri telah menyetel celah katupnya.



Kalau ada historinya maka segera lakukan penyetelan ulang untuk celah katup motor anda. Stel dengan celah 0,2 mm pada intake valve dan 0,3 mm pada exhaust valve.

Selengkapnya : Cara stel klep Satria FU sendiri tanpa ke bengkel

Tapi kalau celah katup normal namun masalah tetap belum hilang ? apa penyebabnya ?

Selain dari penyetelan celah katup yang terlalu sempit, ada juga masalah lain yang berpotensi membuat tekanan kompresi bocor ke karburator.

1. Daun katup kuran span

Saat dilakukan pembongkaran mesin (yang mengharuskan melepas katup), maka katup itu tidak bisa langsung dipasang begitu saja. Melainkan harus dipaskan dahulu dengan dudukan katup pada head cylinder. Proses ini disebut sekir katup.

Tujuan sekir katup adalah agar sudut kemiringan daun katup bisa pas dengan sudut kemiringan dudukan katup. Kalau tidak dilakukan penyekiran, atau kalau proses sekir ini tidak benar maka ada sedikit perbedaan sudut kemiringan antara daun katup dan sudut katup.

Akibatnya ada celah yang bisa membuat kompresi bocor. Ini juga berlaku saat ada penggantian katup, penyekiran wajib dilakukan agar daun katup bisa span dengan dudukannya.



Kalau kasus ini terjadi, langkah perbaikannya adalah dengan sekir ulang.

2. Batang katup bengkok

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan batang katup bengkok. Antara lain karena suhu mesin yang terlalu tinggi sehingga membuat batang katup menjadi lebih lunak.

Batang katup yang bengkok, bisa membuat posisi katup kurang lurus pada dudukannya. Sehingga akan ada celah yang berpotensi menimbulkan kebocoran.

Solusinya, anda perlu mengganti katup yang bengkok tersebut.

Demikian artikel mengenai penyebab tekanan kompresi motor balik ke karburator. Semoga  bisa menambah wawasan kita.

Motor Tidak Bisa Hidup Setelah Mati Dalam Waktu Lama, Ini Penyebabnya

Ada saja alasan yang mengharuskan kita untuk meninggalkan motor kita dalam waktu yang lama. Contoh saat kita merantau, beberapa orang memilih meninggalkan motornya dirumah karena dinilai lebih aman.

Namun masalah sebenarnya ada saat kita akan menghidupkan motor yang sebelumnya telah kita tinggal dalam waktu lama.

Masalah ini akan hadir saat kita mulai menekan tombol starter atau mengengkol kick starter. Mesin tidak dapat hidup seperti sedia kala, kira-kira apa penyebabnya ?


Agar mesin motor bisa hidup, maka pembakaran didalam mesin pun harus berlangsung dengan sempurna. Syarat terjadinya pembakaran didalam mesin, harus ada udara, bensin, api (busi) dan tekanan kompresi.

Saat motor dianggurin dalam waktu yang cukup lama, terkadang ada satu atau lebih syarat yang tidak terpenuhi. Sehingga mesin motor sulit dinyalakan. Apa saja penyebabnya ?

1. Aki motor tekor

Meski sebelum anda meninggalkan motor aki sudah terisi penuh, saat anda kembali dalam kurun waktu beberapa bulan aki bisa tekor.

Ini terjadi karena ada proses self-discharge, yakni reaksi kimia yang terjadi didalam aki untuk mengeluarkan arus listrik namun dengan kapasitas sangat kecil. Meski kapasitasnya sangat kecil kalau dilakukan secara lama tetap hasilnya akan besar.

Sehingga, jangan kaget kalau saat anda menghidupkan motor ternyata putaran starter tidak sekencang biasanya.

Selengkapnya : Penyebab aki motor injeksi tekor

Solusinya cukup mudah, anda hanya perlu menggunakan kick start untuk menghidupkan motor yang sudah diberhentikan dalam waktu lama.

2. Bensin tidak turun

Kejadian bensin yang mampet memang sering terjadi, khususnya pada motor karbu yang sudah ditinggalkan dalam waktu yang lama.

Ini bisa disebabkan karena ada udara yang terjebak didalam karburator. Dan udara ini akan menghambat aliran masuk bensin dari tanki.

Sehingga, meski kita sudah mengengkol mesin dengan susah payah, mesin juga tak kunjung hidup karena bensin tidak tersalurkan ke ruang bakar.

Solusinya, anda perlu membuka sekrup pada mangkuk karburator. Ini akan membuang seluruh bensin didalam karburator dan memicu aliran bensin dari tanki untuk turun ke karbu. Sehingga bensin tidak lagi mampet.

3. Tekanan bensin drop (injeksi)

Bagi anda yang memiliki motor yang sudah menggunakan sistem bahan bakar injeksi bukan berarti motor anda tanpa masalah.

Sistem injeksi itu memanfaatkan bensin bertekanan agar bensin bisa memancar dari dalam injector. Tanpa tekanan, atau kalau tekanan bensin lemah maka bensin tidak akan keluar dari injector alias motor mogok.

Saat motor kita gunakan setiap hari, tekanan bensin memang bisa stabil meski mesin dalam keadaan mati. namun kalau motor kita tinggal dalam waktu yang lama tekanan bensin didalam saluran bensin bisa drop.

Sehingga efeknya sama seperti mesin diesel yang masuk angin. Saat kita menghidupkan motor, mesin tidak mau hidup. Solusinya, kita perlu melalukan pompaan bensin dulu. Caranya dengan membolak-balikan kunci kontak ke posisi ON-OFF.

Saat kunci diputar ke posisi ON maka akan terdengar bunyi dengungan disertai menyalanya lampu indicator. Itu tandanya pompa bensin menyala, saat lampu indicator mati putar kembali kunci ke OFF lalu ulangi langkah itu beberapa kali. Baru anda boleh starter mesin.

Selengkapnya : Cara mudah menghidupkan motor injeksi yang mogok

Demikian artikel singkat mengenai penyebab motor susah hidup setelah mati dalam waktu lama. Semoga bisa menambah wawasan kita.

Lampu Indikator Mesin Vixion Menyala/Berkedip, Apa Penyebabnya ?

Bagi pemilik Vixion kedipan lampu indikator menjadi sesuatu yang bikin jantung berdebar kencang.

Betapa tidak, lampu indikator ini menyiratkan bahwa ada kerusakan pada sistem injeksi motor. Sementara itu, kita tahu bengkel di pinggir jalan saja suka nyerah kalau berhubungan dengan masalah injeksi.

Ini karena kerusakan pada sektor injeksi mesin, hanya bisa dideteksi oleh alat scan yang hanya dimiliki oleh Yamaha.

Lantas, apa yang harus dilakukan kalau lampu indkator ini berkedip atau bahkan nyala terus ?


Bagi mekanik, lampu indikator berwarna kuning ini disebut dengan MIL (malfunction indicator light) atau beberapa menyebutnya lampu check engine.

Lampu indikator ini berfungsi layaknya notifikator yang akan memberitahukan bahwa ada fault atau ada yang tidak beres pada kelistrikan mesin.

Dalam kondisi normal, lampu ini akan hidup beberapa detik saat kunci kontak ON lalu akan mati dan tidak hidup lagi. Namun, kalau lampu tidak mau mati atau bahkan kedap-kedip, maka terdeteksi adanya eror pada kelistrikan mesin.

1. Penyebab Lampu MIL berkedip

Apabila lampu MIL ini berkedip dengan interval waktu tertentu, maka itu mengindikasikan ada kerusakan pada sensor mesin.

Biasanya, lama lampu MIL menyala tiap intervalnya memiliki waktu yang berbeda tergantung kode kerusakannya. Misal nyala lampu MIL memiliki interval 1 2 (1 kali berkedip selama 1 detik, 2 kali berkedip 0.5 detik).

Itu artinya ada kerusakan pada sensor CKP. Selain interval ini, masih banyak kode kedipan lampu MIL vixion, anda bisa melihatnya pada tabel dibawah.


Lantas, apa yang perlu dilakukan kalau kode kerusakan sudah diketahui ?

Perlu anda ketahui, kedipan diatas tidak tentu menunjukan kerusakan sensor. Karena lampu MIL akan tetap berkedip apabila salah satu kabel sensor putus.

Artinya, kedipan ini bisa menunjukan kabel sensor putus, atau terkelupas, atau ada korsleting pada sensor, atau karena senskr itu rusak.

Cara terbaik adalah dengan mendatangi bengkel resmi Yamaha untuk mengetahui apa kerusakan persisnya.

2. Lampu MIL berkedip dengan interval cepat

Ada sumber yang menyatakan bahwa tegangan aki yang rendah akan membuat lampu indikator injeksi berkedip.

Dalam kondisi normal, tegangan aki motor ada di angka 12 volt. Namun, saag tegangan aki turun ke nilai 10 volt, maka anda akan menemui lampu MIL yang sering kedap-kedip.

Masalah ini, juga diikuti dengan beberapa gejala lain seperti mesin yang perlu start panjang untuk dapat hidup serta kalau tegangannya sampai 6 Volt mesin tidak bisa lagi dihidupkan alias mogok.

Solusinya mudah, anda hanya perlu mengecek tegangan aki motor menggunakan Volt meter. Apabila kurang, maka segera charge aki atau ganti air aki kalau menggunakan aki basah.

3. Lampu indilator menyala terus


Terkadang ada kondisi dimana lampu indikator injeksi selalu menyala tanpa berkedip.

Kondisi ini bisa menunjukan masalah pada ECU selaku kontroler mesin. Apabila dalam kondisi ini mesin masih sanggup hidup bisa saja itu karena ada korsleting pada terminal ECU.

Namun, kalau kondisi ini disertai mesin brebet atau bahkan mesin mati sama sekali maka bisa saja itu karena ECU benar-benar rusak.

Biasanya kerusakan ECU terjadi karena faktor luar, seperti karena terendam atau benturan. Jadi, apabila Vixion anda memiliki riwayat terendam atau benturan bisa saja ECU motor bermasalah.

Untuk urusan ini, bengkel resmi Yamaha masih menjadi pilihan terbaik. Dengan alat yang mumpuni, maka kerusakan pada Vixion kesayangan anda akan ditemukan jalan keluarnya.

Demikian artikel lengkap mengenai penyebab Lampu indikator vixion menyala. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Honda Beat Mogok dan Tidak Mau Hidup, Ini Penyebab + Mengatasinya

Honda beat bisa dibilang sebagai penguasa segmen motor matic low entry di Indonesia. Dengan desain yang lumayan ditambah teknologi dari Honda selaku produsen motor paling terkemuka di Indonesia membuat pamor Honda beat semakin meningkat.

Namun, tak ada gading yang tak retak. Secanggih apapun teknologi pada sepeda motor pasti tetap menyimpan kelemahan.

Salah satu keluhan yang kerap dirasakan oleh pemilik Honda Beat khususnya yang injeksi adalah masalah motor yang sering mogok secara tiba-tiba atau mendadak.

Masalah motor mogok memang sudah sangat umum ditemui, tapi ini terjadi pada motor injeksi. Dimana semua kontrol mesin sudah berbasis komputer, lantas bagaimana solusinya ?

Baca pula : Cara mudah menghidupkan motor injeksi yang mogok

Penyebab Motor Beat Mati atau Mogok Tiba-tiba


Menurut banyak pemilik Beat, masalah utama yang membuah motor beat ini mati dan tidak bisa di starter adalah karena masalah kelistrikan mesin.

Ada dua penyebab, yakni ;

1. Kabel dari spul putus


img by limpung.com

Spul dan kiprok adalah dua komponen yang sangat berpengaruh terhadap sistem pengisian sepeda motor.

Selain sebagai pengisian aki motor, didalam spul juga terdapat pick up coil yang dijadikan sebagai sensor untuk mendeteksi Top mesin, istilahnya disebut sebagai CKP sensor.

Nantinya, kabel CKP ini dijadikan acuan untuk waktu penyalaan busi, sehingga busi bisa menyala pas saat piston berada pada langkah kompresi akhir.

Masalah yang kerap muncul adalah kabel sensor ini sering terputus. Putusnya kabel sensor ini bisa disebabkan oleh banyak hal, bisa karena faktor panas mesin (mengingat layout mesin motor matic ada didalam sehingga perpindahan panas kurang baik).

Atau bisa juga karena faktor eksternal (ada korsleting atau kabel menyentuh bagian sudut tajam mesin atau karena kabel tertarik saat shock breaker mengayun).

Apa yang terjadi ?

Apabila kabel sensor ini putus maka busi tidak akan bisa menyala, karena sensor TOP mesin yang ada pada CKP sensor tidak mengirimkan sinyal (karena kabel putus) sehingga motor tiba-tiba mogok dan tidak bisa lagi di hidupkan.

Untuk memastikannya, anda bisa mengecek kabel sensor ini yang berwarna Putih/Kuning (putih strip kuning) yang menjalar dari spul (didekat kipas pendingin) menuju bagian dibawah jok.

Cek juga kabel pengisian lain seperti warna putih (kabel ke lampu) atau yang berwarna kuning (kabel ke aki). Karena kalau kabel itu (khususnya kuning) terputus maka aki akan langsung tekor dan motor juga bisa mati mendadak.

2. Korsleting kabel body ke blok mesin

Masalah berikutnya sering terjadi pada motor Beat generasi baru yang sudah dilenglapi teknologi ESP (starter halus).

Masalah korsleting listrik memang menjadi salah satu hal bisa membuat sebuah kendaraan terbakar, karena dalam proses korsleting akan terjadi aliran arus langsung dari terminal positif ke negatif baterai tanpa melalui beban, sehingga arusnya mampu membakar kendaraan anda.

Namun, kejadian terbakar karena korsleting tidak akan terjadi
ada motor Beat anda. Karena setiap motor sudah dilengkapi dengan sekering yang besarnya antara 10 hingga 20 Ampere.

Kalau korsleting arus terjadi, maka sekering ini akan terputus dan membuat sebagian kelistrikan motor down.

Inilah yang membuat sistem pengapian motor tidak menyala, sehingga motor mati dan tidak mau hidup pas distarter,

Apa yang menyebabkan korsleting ?


Menurut pengalaman para pengguna Honda Beat, pada area mesin banyak terdapat kabel-kabel yang berdekatan atau bergesekan dengan blok mesin.

Padahal, blok mesin adalah bagian dari masa (negatif baterai) dan merupakan sumber panas.

Sehingga, kalau misal motor anda melewati jalan berlubang maka kabel disekitar mesin akan bergerak-gerak dan membuat kabel sesekali menempel pada mesin.

Karena mesin dalam kondisi panas, maka isolator kabel bisa terkelupas sehingga, ada titik dimana kabel mengalami hubungan langsung atau korsleting dengan masa.

Untuk masalah ini, anda diharuskan mengecek kondisi sekering dahulu di kotak sekering. Lokasinya kotak sekering Honda Beat ada didekat aki yang berada di pijakan kaki (buka cover pijakan kaki).

Untuk mengeceknya, anda bisa melihat kondisi sekering secara visual apakah kawat didalam sekering putus atau tidak. Ada sekitar 6 sekering yang perlu anda cek.

Apabila ada sekering yang putus, langsung anda ganti dengan sekering baru yang memiliki kapasitas sama persis.

Namun, sebelum menghidupkan motor ada baiknya anda mengecek jalur kelistrikan pada area mesin.

Ini bertujuan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

  • Caranya dengan membuka semua cover yang menutup mesin (bisa menggunakan obeng).
  • Cari semua kabel yang lokasinya berdekatan dengan blok mesin/frame motor.
  • Gunakan selotip untuk menebalkan isolator kabel-kabel yang berpotensi menempel pada blok mesin.
  • Anda juga bisa memanfaatkan kabel ties untuk menahan kabel body agar tidak menempel ke mesin.


Setelah semua selesai, anda bisa menyalakan mesin. Namun kalau masih belum hidup juga, bisa anda baca artikel berikut : Cara menghidupkan motor injeksi mogok.

Di artikel itu akan dijelaskan apa saja penyebab motor injeksi mogok plus cara memperbaikinya. Tapi secara khususnya, dua masalah diatas yang sering muncul pada Honda Beat.

Demikian artikel mengenai penyebab dan mengatasi Honda Beat mati mendadak. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Mesin Motor Bunyi Klotok - Klotok, Cek 3 Penyebab Ini

Bagi banyak orang, motor sudah menjadi alat transportasi yang utama. Kemana-mana selalu mengandalkan kendaraan ini, meski jarak yang ditempuh hanya 50 M.

Karena hal ini pula motor sering terena masalah, umumnya masalah-masalah yang akan menerpa motor adalah masalah yang berkaitan dengan masa pakai komponen.

Apa maksudnya ?

Setiap komponen didalam mesin memiliki batas pemakaian maksimal. Saat kompomen mesin sudah melewati batas maksimal maka kondisi komponen tersebut akan aus dan ukurannya tidak lagi standar, sehingga muncul beberapa permasalahan.

Seperti masalah bunyi klotok-klotok, bunyi ini sering sekali didengar saat kita menghidupkan mesin motor dan ketika motor di gas bunyi tersebut semakin menjadi-jadi.

Lantas, apa penyebabnya ?

Penyebab Mesin Motor Bunyi Klotok


1. Tensioner lemah


img by motorbalap.com

Tensioner adalah komponen yang berfungsi untuk menegangkan rantai timming. Bagi yang belum tahu, rantai timming atau biasa disebut sebagai rantai keteng adalah komponen untuk menghubungkan putaran crankshaft dan camshaft.

Tujuannya, agar mekanisme katup pada mesin bisa bekerja sesuai interval putaran mesin.

Baca pula : Prinsip kerja mekanisme katup mesin

Namun yang namanya rantai bisa molor saat terkena panas. Sementara letak rantai timming ini ada disamping blok mesin yang mana menjadi komponen dengan suhu paling panas.

Sehingga, saat mesin digeber dalam waktu lama rantai ini bisa molor. Fungsi tensioner sebenarnya untuk mengatasi masalah rantai molor tersebut.

Cara kerja tensioner yakni dengan memanfaatkan pegas yang mendorong rantai ke arah dalam.

Kalau pegas ini lemah, maka percuma saja. Rantai yang molor tidak dapat di tegangkan, sehingga bisa timbul bunyi berisik didalam mesin.

Baca pula ; Penyebab mesin CB150R bunyi klotok-klotok

2. Rantai timming kendor



Selain faktor tensioner, rantai timming yang sudah terlalu kendor juga bisa menjadi pengebabnya.

Seperti diutarakan diatas, saat ketegangan rantai melemah maka pegas pada tensioner akan menekan rantai hingga kembali tegang. Namun, daya dorong pegas ini juga memiliki batas jangkauan.

Apabila tensioner sudah mendorong rantai hingga mencapai batas jangkaunya, dan ternyata rantai masih juga kendor maka itu disebabkan karena rantai timming yang sudah molor secara permanen.

Hal ini bisa disebabkan karena rantai yang berbahan logam akan mengalami pemuaian apabila terus menerus terkena panas. Sehingga, akan ada satu titik dimana rantai akan molor hingga tak bisa kembali normal.

Kalau urusan ini, langkah perbaikan yang bisa anda ambil adalah mengganti rantai timming.

Baca pula ; Cara Ampuh Atasi Mesin Satria Fu Kasar

3. Celah katup terlalu lebar



Apa itu celah katup ?

Bagi anda yang belum terlalu familiar dengan mesin motor pasti bingung mengapa ada celah pada katup.

Celah katup adalah sebuah jarak tertentu antara rocker arm dengan batang katup.

Celah ini sebenarnya sebagai langkah antisipasi terhadap potensi pemuaian batang katup. Batang kat serta semua komponen yang berkaitan dengan katup mesin itu berbahan logam, karena hal itu pula pemuaian akan sangat berpotensi terjadi.

Ketika batang katup memuai, maka panjang batang katup semakin panjang. Apabila tidak ada celah katup, pemanjangan batang katup ini akan mendorong katup terbuka meski posisi aslinya tertutup, hasilnya kompresi bocor.

Sehingga bisa disimpulkan celah katup itu berfungsi mencegah terjadinya bocor kompresi ketika suhu mesin panas.

Namun, karena ada celah ini pula suara ketukan antara batang katup dengan rocker arm akan timbul.

Apabila celahnya terlalu lebar, otomatis suara ketukan yang dihasilkan juga semakin keras. Akibatnya akan terdengar suara seperti "tek tek tek" secara berkala pada mesin.

Bagaimana solusinya ?

Mudah, anda hanya perlu melakukan penyetelan ulang celah katup menggunakan shim.

Selengkapnya : Cara stel klep Satria FU sendiri

4. Poros nok oblak



Penyebab terakhir bisa terjadi pada poros nok atau camshaft.

Camshaft adalah poros yang memiliki tonjolan untuk menekan rocker arm agar katup bisa terbuka.

Umumnya, poros nok terletak didalam kepala silinder dengan bantalan gesek (bukan bantalan roller). Apabila digunakan secara terus menerus, gesekan antara bearing dan poros nok akan menggerus permukaan poros nok sedikit demi sedikit.

Sehingga apa yang disebut dengan "keausan poros nok" akan terjadi.

Apa akibatnya ?

Pertama keausan ini akan membuat diameter poros nok yang menyentuh bearing semakin kecil sehingga apabila camshaft digoyangkan akan terasa oblak.

Padahal, camshaft akan menekan bagian katup yang memiliki pegas cukup kuat. Sehingga, oblak pada poros nok akan mengeluarkan suara "klotok klotok".

Masalah yang terakhir ini memang agak sulit dideteksi, karena bunyinya hampir sama dengan bunyi celah katup yang terlalu lebar juga timming chain kendor.

Untuk mengecek apakah camshaft normal atau tidak, anda perlu membuka bagian cover head cylinder lalu goyangkan camshaft menggunakan tangan ke bagian atas bawah (sesuai dengan arah gerakan piston).

Apabila terasa oblak walau sedikit itu tandanya camshaft mengalami keausan. Segeran ganti untuk menghilangkan bunyi.

Tapi bagaimana kalau masalahnya bukan dari hal diatas ? anda bisa simak artikel berikut ; 7 penyebab motor berisik + solusinya

Demikian artikel mengenai penyebab mesin motor bunyi klotok klotok semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Tarikan Motor Berat, Cek 7 Penyebab Berikut + Solusinya

Power kendaraan menjadi hal yang cukup penting karena ini akan menunjang bagaimana performa keseluruhan kendaraan di jalan raya. Apalagi kalau kita melewati jalanan naik turun, tenaga motor kita perlu besar agar bisa naik.

Namun, apa jadinya kalau tarikan motor kita terasa berat dan nahan. Meski handle gas sudah kita tarik dalam namun motor tetap tidak mau berakselerasi dan terkesan “ngeden”. Tentu ini akan menyusahkan kita kalau sedang melakukan touring.

Karena sudah pasti anda akan ketinggalan jauh dengan teman-teman anda.

Lantas, mengapa dan apa penyebab dari tarikan motor berat ini ? dan bagaimana juga cara memperbaikinya ? simak ulasan berikut.

Penyebab Tarikan Motor Berat


Secara umum, tarikan motor yang berat itu disebabkan karena tenaga maksimal yang ada di roda belakang motor tidak sebesar biasanya. Ada banyak hal yang membuat ini bisa terjadi, antara lain ;

1. Ukuran main jet kecil (didalam karburator)


main jet adalah saluran kecil yang terletak didalam karbutator berfungsi untuk menyalurkan bensin kedalam saluran intake dengan volume yang ideal.

Besar kecilnya saluran ini akan mempengaruhi seberapa banyak bensin yang masuk ke dalam mesin, biasanya bagian ini pula yang menjadi tempat para mekanik mengoprek motor untuk meningkatkan performa mesin.

Namun, ada satu masalah pada main jet yang justru membuat tarikan motor berat.

Masalah tersebut hadir apabila main jet tersumbat atau bahkan mengalami penyusutan. Intinya, ukuran main jet menjadi lebih kecil dibanding biasanya. Ini tentu akan membuat suplai bensin menjadi lebih sedikit sehingga power yang dihasilkan mesin juga ngempos.

Bagaimana solusinya ?

Kalau main jet mampet, kita bisa membersihkan saluran main jet dengan melakukan start sambil menutup katup choke hingga beberapa kali. Namun kalau ada penyusutan main jet, maka anda perlu mengganti main jet motor anda dengan ukuran yang lebih besar.

Baca juga 6 Kerusakan karburator yang paling sering dialami

2. Ada penyumbatan pada intake atau knalpot


Intake manifold dan exhaust manifold seharusnya bersih dari sumbatan karena dua komponen ini menjadi tempat keluar masuk material pembakaran. sehingga, kondisinya harus lancar tanpa hambatan.

Apabila ada sumbatan ditengah saluran intake, maka aliran udara hisap menuju mesin akan terganggu. Hal ini membuat jumlah udara yang masuk ke mesin lebih sedikit dibandingkan biasanya sehingga akselerasi motor akan tertahan.

Apabila saluran knalpot yang mengalami penyumbatan, maka aliran gas buang yang akan menumpuk. Sehingga akan memberikan tekanan balik menuju mesin yang membuat langkah piston lebih berat, tentu imbasnya tarikan akan terasa pelan.

3. Faktor pengapian mesin (CDI dan Busi)

Api yang keluar dari busi juga bisa mempengaruhi tenaga yang dikeluarkan oleh mesin. Ini karena api busi ini digunakan untuk membakar campuran udara dan bensin yang sudah dikompresi, kalau apinya kecil otomatis laju pembakaran tidak maksimal.

Sehingga, masih ada molekul gas yang tidak terbakar. Ini sama saja mesin bekerja dengan jumlah udara dan bensin lebih sedikit, hasilnya tentu tenaga mesin akan berkurang. Sehingga pas digas, mesin terasa nahan.

Masalah ini, bisa disebabkan pada rangkaian sistem pengapian atau pada busi itu sendiri. Tapi yang paling umum, terjadi pada busi. Ketika busi sudah sangat hitam dan berkerak, maka potensi ini akan terjadi.

4. Faktor oli mesin yang kurang sesuai

Oli mesin memiliki fungsi untuk melumasi seluruh komponen mesin yang bergesekan. Berkat adanya oli mesin, maka gesekan antar komponen mesin tidak akan membuang banyak tenaga sehingga power yang keluar ke roda bisa maksimal.

Namun, pengisian oli yang tidak sesuai justru akan membuat kinerja mesin semakin berat. Misal saat kita menggunakan oli dengan SAE lebih tinggi, maka tarikan motor akan terasa berat meski suaranya lembut. Ini karena oli SAE tinggi lebih kental, sementara komponen mesin memiliki celah cukup kecil.

Selain itu, pengisian oli yang terlalu penuh juga akan memperberat putaran poros engkol. Ini karena oli sebagai cairan akan menahan putaran poros engkol di bak engkol apabila volumenya berlebihan, sehingga ketika akselerasi, motor tidak bisa lari.

Oleh sebab itu, gunakan oli mesin multi grade (SAE 10w-40) dengan volume pengisian yang sesuai.

5. Ukuran roller terlalu berat (motor matic)


Pada motor matic, terdapat komponen bernama roller. Roller sebenarnya berfungsi layaknya pemberat yang akan mengatur pembesaran pulley primer didalam bak transmisi.

Apabila roller yang dipakai ringan, maka akselerasi mesin akan ringan karena tidak terbebani namun ini akan membuat top speed motor kurang maksimal. Sebaliknya, penggunaan roller yang berat akan meningkatkan top speed motor namun akselerasi akan berkurang.

Apabila anda memiliki motor matic yang pernah diganti rollernya, tiba-tiba ada gejala mesin berat. Maka bisa jadi, roller yang digunakan saat ini memiliki berat lebih besar.

Baca pula : Ini fungsi roller pada motor matic (LENGKAP)

6. Rantai motor yang kendor

Rantai motor yang kendor, ternyata tidak hanya akan mengeluarkan suara yang kasar. Tapi, juga menyerap sebagian tenaga mesin. Sehingga, tenaga yang sampai ke roda tidak maksimal.

Ini terjadi karena rantai kendor, cenderung bergerak naik turun ketika motor berjalan. Semakin cepat laju motor, maka semakin cepat pula gerakan rantai motor ini. Gerakan naik turun ini, tentunya menyerap sebagian tenga mesin. Sehingga meski mesin mengeluarkan tenaga maksimal namun pada roda tidak maksimal tenaganya.

Solusinya, kita perlu melakukan pengencangan rantai. Apabila rantai kencang, maka rantai tetap diam (tidak bergerak naik-turun) meski motor melaju cukup kencang. Sehingga tenaga dari mesin bisa 100% disalurkan ke roda.

Baca pula : Cara mengencangkan rantai motor dengan mudah

7. Ban kempes atau lebar tapak ban terlalu besar


Ban yang kempes memiliki tapak yang lebih lebar, sementara tapak ban lebar akan membuat luas penampang roda terhadap jalan semakin besar. Semakin besar luas penampang roda maka berat motor akan semakin bertambah.

Sehingga, meski tenaga mesin serta rantai dalam keadaan baik namun karena beban motor semakin bertambah maka tetap saja loyo. Motor terasa tertahan ketika digas.

Solusinya, anda harus selalu mengecek kondisi ban. Selain itu kalaupun anda akan mengganti ban motor dengan ukuran lebih besar, pastikan anda mengupgrade mesin. Sehingga, ini tidak mempengaruhi performa mesin.

Baca pula : Ini data standar tekanan angin ban motor

Demikian artikel mengenai penyebab tarikan motor berat, semoga bisa menambah wawasan kita semua.