-->
Showing posts with label Info Mesin Motor. Show all posts
Suara Mesin Motor Kasar Saat Panas, Apa Penyebabnya ?

Suara Mesin Motor Kasar Saat Panas, Apa Penyebabnya ?

Suara mesin bisa menunjukan kondisi mesin, apakan baik-baik saja atau ada masalah. Seperti misalnya kalau suara mesin kasar, besar kemungkinan ada komponen-komponen didalam mesin yang sudah aus dan perlu diganti.

Lalu apa saja hal-hal yang menyebabkan suara mesin kasar terutama saat panas ?

1. Pegas katup lemah

Pegas katup itu pegas yang terletak pada sistem katup mesin kendaraan. Fungsinya untuk mengembalikan posisi katup ke posisi terutup.

Jadi mesin menyala karena ada pembakaran bensin dan udara. Bensin dan udara ini dimasukan kedalam mesin melalui katup, pas katup membuka campuran udara dan bensin masuk dan setelah campuran masuk pegas katup akan mengembalikan posisi katup agar nutup kembali.

Ketika pegas katup lemah, maka kecepatan penutupan katup jadi lebih lambat.

Mungkin saat mesin masih rpm rendah efeknya tidak terasa, tapi ketika mesin digas apalagi ketika sudah panas suara mesin jadi cenderung kasar.

Untuk mengatasi pegas katup ini ya dengan menggantinya dengan yang baru.

2. Bearing didalam mesin aus

Bearing atau bantalan berfungsi sebagai tumpuan untuk poros-poros yang berputar didalam mesin. Jadi pada poros engkol terdapat bearing, camshaft ada bearingnya, batang piston juga punya bearing.

Dan bearing-bearing ini bisa aus, aus itu berarti permukaan bearing sudah tidak rata.

Hal ini bisa disebabkan banyak hal, salah satunya karena telat ganti oli. Oli yang sudah kotor tapi tidak diganti, maka kotoran pada oli bisa masuk ke sela-sela bearing dan menggores bearing. Sehingga bearing jadi aus.

Efeknya terjadap mesin, suaranya jadi lebih kasar dan tidak enak untuk didengar.

3. Oli mesin telat ganti

Normalnya, oli mesin harus diganti dengan interval sekitar 5000 kilometer. Apa jadinya kalau oli tidak diganti sampai batasnya terlampaui ?

Umumnya, kualitas oli akan turun. Jadi daya lumas dan daya redam suaranya juga berkurang.

Oli sebagai pelumas, dapat meredam suara gesekn antar kompopnen mesin. Kalau kualitas oli turun, maka suara gesekan antar komponen mesin tidak diredam dengan baik. Sehingga muncul suara kasar.

Selain itu, semakin panas suhu mesin biasanya oli akan semakin encer. Kalau oli semakin encer, maka daya redam suaranya juga jadi lebih turun lagi. Sehingga efek dari penyebab ini akan terasa sekali ketika mesin sudah dalam kondisi panas.

4. Mungkin suara kasar berasal dari luar mesin

Tidak jarang juga, suara kasar itu bukan berasal dari mesin tapi dari bagian lain. Misal braket yang kurang kencang, body motor yang mulai tidak klop, atau hal lain di luar mesin.

Suara kasar ini juga kadang tersamar karena hanya muncul diwaktu tertentu, jadi kita harus jeli apakah suara kasar ini memang berasal dari mesin atau itu efek dari bagian luar mesin.

Sekian informasi tentang penyebab suara mesin motor kasar saat panas. Semoga bermanfaat.

Wajib Tahu, Ini Kelemahan Bore Up Pada Sepeda Motor

Wajib Tahu, Ini Kelemahan Bore Up Pada Sepeda Motor

Kita tahu bore up adalah cara instan meningkatkan performa motor secara signifkan. Tapi yang instan-instan biasanya punya banyak resiko.

Lalu apa saja resiko atau kelemahan melakukan bore up pada mesin sepeda motor ?

1. Mesin lebih cepat panas

Mesin yang sudah di korek, punya performa lebih tinggi otomatis panas yang dihasilkan lebih besar daripada mesin yang masih standar.

Apalagi mesin yang sudah di bore up, bore up berarti menambah kapasitas mesin. Penambahan kapasitas mesin, berarti volume bensin dan udara yang terbakar lebih banyak tiap siklusnya. Sehingga panas yang dihasilkan juga pasti lebih banyak.

Untuk mengatasi masalah mesin yang cepat panas ini, biasanya para pemilik motor menambah kapasitas olinya. Jadi misal yang biasanya 0.8 liter, setelah dibore up oli yang diisi ke mesin bulat 1 liter.

Hal ini karena panas mesin bisa menguapkan oli. Dengan menambah kapasitas oli, maka resiko oli kering pun bisa diminimalisir.

2. Harus sering ganti oli

Motor yang sudah di bore up tidak bisa diperlakukan sama seperti motor-motor yang masih standar. Seperti yang sudah saya bilang diatas, bore up ini menghasilkan pembakaran yang lebih besar.

Sehingga panas mesin juga lebih besar.

Ini berimbas pada masa pemakaian oli yang lebih singkat. Sehingga untuk motor-motor yang sudah di bore up, maka interval penggantian oli mesin lebih pendek dibandingkan motor-motor yang masih standar.

3. Kurang cocok diajak touring

Bore up motor, biasanya dilakukan untuk keperluar racing. Karena dengan cara ini, top speed dan akselerasi motor bisa bertambah cukup signifikan.

Berbeda dengan touring, aktifitas touring tidak memerlukan kecepatan. Tapi durabilitas mesin alias ketahanan mesin jika dinyalakan terus menerus selama berjam-jam.

Kalau motor bore up dipaksakan untuk touring, resikonya overheating sampai piston macet. Sehingga mesin tidak bisa dinyalakan lagi.

4. Bensin lebih boros

Sudah pasti mesin dengan kapasitas lebih tinggi memakan lebih banyak bensin. Ini juga berlaku pada motor-motor bore up, bore up yang meningkatkan kapasitas mesin juga meningkatkan konsumsi bensinya.

Jadi jangan heran motor merknya sama, tapi yang sudah di bore up lebih boros bensin.

Mungkin itu saja 4 kelemahan bore up motor. Semoga bermanfaat.

Apa Itu Bore Up Motor ? Apa Efeknya ? Ini Penjelasannya

Apa Itu Bore Up Motor ? Apa Efeknya ? Ini Penjelasannya

Bore up identik dengan aktifitas modifikasi pada sepeda motor. Lantas, apa itu bore up motor ? apa efeknya terhadap motor ?

Secara sederhana bore up adalah sebuah teknik untuk memperbesar diameter silinder pada mesin. Karena diameter silinder diperbesar, maka kapasitas atau cc mesin juga bertambah.

Efeknya, performa motor meningkat secara signifikan.

Bore up dilakukan dengan cara mencari piston dengan ukuran lebih besar dari pada piston aslinya. Kemudian, karena menggunakan piston pengganti dengan diameter lebih besar otomatis tidak akan masuk kalau dipasang di mesin.

Oleh sebab itu, blok silinder harus dibubut untuk memperbesar diameter silindernya agar bisa dimasuki piston.

Karena aktifitas ini cukup rumit, banyak resiko yang bisa terjadi apabila mekanik yang melakukan bore up ini kurang berpengalaman.

Hal ini karena ada proses pembubutan blok silinder.

Pembubutan blok silinder bertujuan untuk memperbesar diameter silinder, tapi itu membuat ketebalan silinder menjadi lebih tipis. Sehingga mesin rawan panas dan rawan jebol.

Oleh sebab itu, menentukan ukuran piston pengganti ini bukan sembarangan. Tapi ada hitung-hitungannya. Jangan sampai diameter piston melebihi limit blok silinder yang masih mampu ditampung agar mesin tidak jebol.

Selain itu, proses pembubutan blok silinder juga harus dilakukan dengan sangat presisi. Apabila ada keolengan diameter silinder saat proses pembubutan, resikonya kompresi bocor sehingga mesin justru tidak nyala.

Hal lain yang tidak boleh tertinggal, ketika melakukan bore up mesin maka bukan cuma mengganti piston dan memperbesar diameter silinder.

Ada beberapa komponen seperti noken as, karburator, yang juga harus disesuaikan. Jadi biaya untuk melakukan bore up ini tergolong mahal.

Meski demikian apabila berhasil, bore up ini bisa meningkatkan kapasitas mesin dari yang awalnya 150 cc menjadi 200 cc, dan sebagainya.

Jadi kesimpulannya, bore up itu dipakai untuk meningkatkan performa mesin secara signifikan. Namun, bore up tidak direkomendasikan untuk motor harian. Pasalnya, motor yang sudah di bore up memerlukan perawatan yang lebih rumit.

Seperti oli yang harus diganti lebih sering, tidak boleh dipakai dalam waktu lama, dan businya juga harus khusus racing.

Apa Yang Dimaksud Dengan Baterai Kering ? Ini Penjelasannya

Apa Yang Dimaksud Dengan Baterai Kering ? Ini Penjelasannya

Saat ini banyak kendaraan terutama sepeda motor yang menggunakan aki kering. Sebenarnya yang dimaksud baterai kering itu apa sih ?

Apa bedanya dengan aki basah ?

Pada dasarnya, aki kering dan aki basah itu sama saja isinya. Bedanya, aki basah memiliki tempat untuk mengisi air aki sementara aki kering tidak ada tempatnya.

Aki basah atau yang biasanya ada tutupnya itu punya cairan elektrolit yang ketika bereaksi dengan timbal akan menghasilkan arus listrik.

Lambat laun, volume cairan elektrolit berkurang sehingga perlu ditambah cairan baru melalui tutup itu.

Pada aki kering, juga punya cairan elektrolit sama seperti aki basah. Tapi aki kering tidak memiliki tutup untuk mengisi ulang air aki.

Bagaimana kalau air akinya berkurang ?

Perlu dipahami, cairan elektrolit pada aki basah itu bisa berkurang karena menguap melalui ventilasi yang terdapat pada tutup aki. Artinya, keluarnya cairan elektrolit ini memang disengaja. Tujuannya agar tekanan didalam aki itu tetap stabil.

Tapi pada aki kering, tidak dilengkapi ventilasi seperti aki basah. Jadi air akinya tidak bocor kemanapun.

Untuk mengatasi kenaikan tekanan saat aki digunakan, terdapat sebuah absorber yang terbuat dari glass mate. Komponen ini, mampu menyerap tekanan didalam aki sehingga tekanan didalam aki tidak terlampau tinggi.

Hal itu juga yang membuat cairan elektrolit aki kering tidak bocor meski aki dibolak-balikan.

Oleh sebab itu, aki kering sering juga disebut aki free maintenance. Karena memang tidak diperlukan perawatan, kalau aki basah kita harus cek air akinya apa kurang atau tidak. Tapi pada aki kering, kita tak perlu cek.

Meskipun demikian, aki kering juga punya masa pakai. Ketika cairan elektrolit sudah lemah maka kapasitas simpan aki juga menjadi berkurang. Dan ini waktunya aki untuk diganti. Waktu pemakaian aki kering juga bisa cukup lama, bahkan untuk motor bisa sampai 3 tahun atau lebih.

Jadi kesimpulannya, baterai kering pada kendaraan adalah sebuah komponen penyimpan arus listrik yang memiliki elektrolit tertutup. Sehingga tidak dimungkinkan air aki untuk bocor. Dan karena tidak ada kebocoran pada area luar aki maka banyak orang nyebut aki ini sebagai aki kering karena memang diluar itu kering.

3 Jenis Karburator Yang Banyak Dipakai Pada Sepeda Motor

3 Jenis Karburator Yang Banyak Dipakai Pada Sepeda Motor

Karburator adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mensuplai bensin kedalam aliran udara dengan perbandingan yang ideal pada semua RPM.

Dari berbagai merk motor, ternyata karburator itu tidak cuma satu macam.

Setidaknya, ada tiga jenis karburator yang banyak dipakai pada sepeda motor.

1. Karburator tipe venturi tetap

Jenis yang pertama adalah karburator tipe venturi tetap. Ini adalah tipe karburator paling basic. Dimana terdapat sebuah venturi dengan diameter yang paten atau tidak bisa diubah-ubah.

Venturi adalah saluran sempit yang terdapat pada saluran intake yang bertujuan untuk mempercepat aliran udara. Sehingga bensin mampu terhisap.

Pada karburator tipe venturi tetap, diameter venturi ini sudah ditetapkan dan tidak bisa diubah. Untuk mengubah kecepatan mesin, dilakukan dengan sebuah katup yang diposisikan dibelakang venturi.

2. Karburator tipe variable venturi

Tipe kedua adalah variable venturi, pada tipe ini diameter venturi bisa berubah-ubah. Jadi seperti yang sudah saya katakan di atas, kalau venturi ini merupakan saluran kecil yang terdapat pada saluran intake.

Semakin kecil diameternya, maka semakin terbatas udara yang dilewatkan.

Pada karburator tipe variable venturi, pengubahan diameter venturi dilakukan untuk mengatur kecepatan mesin.

Jadi ketika stasioner, diameter venturi berada pada level minimal. Dan saat venturi terbuka penuh maka mesin RPM mesin akan tinggi.

Pada sepeda motor, tipe ini yang paling banyak dipakai terutama untuk motor 150 cc kebawah. Alasannya, sistemnya cukup sederhana.

Karburator variable venturi sendiri, punya beberapa tipe seperti PE, PWK, PJ, dan PWM. Tipe-tipe ini dibedakan berdasarkan bentuk skep, skep itu komponen yang berfungsi mengatur diameter venturi. Ternyata, bentuk dari skep ini akan mempengaruhi karakter dari mesin.

3. Karburator tipe vakum

Bisa dibilang, tipe ini merupakan gabungan antara karburator tipe variable dengan tipe karburator tipe variable tetap.

Dikatakan gabungan karena pada tipe ini, untuk mengendalikan kecepatan mesin dilakukan oleh katup gas yang posisinya setelah venturi sama seperti tipe venturi tetap.

Namun, diameter venturi pada tipe ini juga bisa berubah-ubah namun yang mengendalikan pengubahan venturi ini bukan handle gas.

Melainkan sebuah ruang vakum yang terhubung ke intake manifold. Jadi, venturi akan secara otomatis berubah berdasakan RPM mesin.

Itulah penjelasan singkat tentang jenis -jenis karburator yang banyak di gunakan pada sepeda motor.

Sangat Vital, Fungsi Karburator Pada Mesin Kendaraan

Sangat Vital, Fungsi Karburator Pada Mesin Kendaraan

Kalau ada masalah pada mesin, pasti yang disalahkan kalau bukan busi ya karburator. Memanngnya apa sih fungsi karburator ini ? apa pengaruhnya terhadap mesin ?

Karburator adalah sebuah perangkat yang digunakan pada mesin untuk memasukan bensin ke intake manifold dengan kadar yang pas pada semua RPM.

Jadi, agar mesin bisa menyala perlu tiga elemen. Yakni oksigen yang terkandung pada udara intake, bensin sebagai bahan bakar dan api yang diproduksi busi.

Untuk melakukan proses pembakaran bisa berlangung secara ideal, maka perbandingan volume bensin dan udara itu harus diset pada angka 14 : 1 atau satu molekul bensin untuk 14 molekul udara.

Masalahnya, volume udara yang terhisap kedalam mesin itu bisa sedikit bisa juga banyak tergantung RPM mesin.

Nah karburator berfungsi untuk memasukan bensin ke dalam aliran udara pada intake manifold dengan rasio 14 : 1 pada semua RPM. Artinya ketika mesin stasioner, bensin yang dikeluarkan oleh karbu sedikit, dan suplai bensin akan bertambah seiring bertambahnya RPM mesin.

Lalu bagaimana karburator bisa melakukan tugas itu ?

Karburator menggunakan prinsip yang sama seperti pesawat terbang yakni hukum bernoulli. Hukum ini menjelaskan penurunan tekanan pada fluida yang mengalir.

Jadi saat mesin dinyalakan, udara akan terhisap kedalam ruang bakar melalui intake manifold. Hisapan udara itu menyebabkan adanya aliran udara pada intake manifold. Dan sesuai hukum bernoulli, semakin cepat aliran fluida/udara maka tekanan akan semakin rendah.

Karburator memanfaatkan perbedaan tekanan tersebut untuk mencampurkan bensin kedalam aliran udara. Saat stasioner, tekanan pada intake manifold hanya minus sedikit sehingga bensin yang terhisap masuk kedalam aliran udara juga sedikit.

Semakin tinggi RPM, semakin tinggi juga minus tekanannya. Otomatis bensin yang terhisap juga semakin banyak.

Karburator sudah tidak dipakai lagi

Meski demikian, karburator sudah tidak digunakan lagi pada kendaraan yang diproduksi sekarang.

Alasannya, akurasi untuk menjaga rasio 14 : 1 itu rendah. Efeknya, kalau campuran bensin terlalu kaya (kurang dari 14 : 1) maka emisi yang dihasilkan bisa membahayakan lingkungan. Kalau campuran bensin terlalu kurus, maka power mesin jadi kurang.

Oleh sebab itu, kendaraan sekarang menggunakan sistem injeksi elektronik yang bisa menjaga rasio 14 : 1 secara lebih akurat karena menggunakan data-data sensor yang lebih realtime.

Itulah fungsi utama karburator pada mesin kendaraan, semoga bermanfaat.

Motor Matic Susah Di Starter, Apa ya Penyebabnya ?

Motor Matic Susah Di Starter, Apa ya Penyebabnya ?

 Motor matic tidak bisa distarter, apa ya penyebabnya ?

Biasanya kiita langsung menyimpulkan busi sebagai akar masalah yang membuat motor itu susah dihidupkan.

Tapi apa hanya busi ?

Nyatanya banyak komponen lain yang bisa membuat motor anda tidak bisa distarter.

Lalu apa saja ?

Mari kita bahas.

1. Switch rem rusak

Mungkin anda tahu kalau motor matic, tidak akan bisa distarter kalau tidak menarik tuas rem. Sistem ini ada karena sebagai pengaman, jadi pas mesin nyala motor tidak langsung jalan.

Untuk melakukan ini, pada rem motor terdapat switch yang terhubung ke sistem starter.

Jadi kalau kita tarik rem, switch akan aktif dan starter bisa nyala.

Kebayang kalau switch ini rusak. Starter tidak akan nyala berapa kalipun anda memencet tombol starternya.

Untuk mendeteksi kerusakan pada switch starter, sebenarnya tidak sulit. Indikasinya, starter motor benar-benar mati (tidak hidup sama sekali) tapi kelistrikan (lampu sein) dan klakson masih normal dan mesin bisa dinyalakan normal pakai kick starter.

Untuk mengatasinya, anda perlu mengganti switch ini.

2. Aki tekor

Aki itu berfungsi sebagai sumber listrik sebagai energi untuk menyalakan motor starter. Kalau aki tekor, listrik yang tersimpan pada aki itu lemah sehingga motor starter juga lemah.

Kalau motor starter lemah, putaran starter jadi lambat sehingga pembakaran didalam mesin sulit terjadi.

Itulah yang membuat mesin jadi susah distarter.

Indikasi aki tekor, umumnya bisa dilihat dari kelistrikan lain seperti lampu sein yang berkedip cepat, dan klakson yang sember.

Solusinya anda perlu mengganti aki.

Apakah recharge aki bisa mengatasi hal ini ?

Recharge aki berguna untuk mengisi kembali daya aki yang benar-benar kosong. Dan recharge aki hanya bisa dilakukan pada aki yang masih sehat namun kosong daya. Sementara aki tekor, artinya kapasitas penyimpanan aki jadi jauh berkurang.

Jadi percuma saja anda recharge aki.

3. Brush motor starter aus

Brush adalah konektor didalam motor starter untuk menghubungkan arus aki ke rotor coil. Sehingga motor starter dapat berputar kencang.

Kalau brush ini aus, maka koneksinya jadi terganggu sehingga arus yang disalurkan ke rotor coil tidak maksimal.

Itu membuat putaran motor starter jadi lebih lambat sehingga efeknya sama seperti aki tekor.

Namun pada kasus ini, kelistrikan lain masih berfungsi normal hanya starter elektriknya yang susah nyala.

Solusinya, tidak perlu mengganti satu unit motor starter. Cukup ganti brushnya saja.

4. Kerusakan pada sensor mesin

Motor matic sekarang sudah menggunakan injeksi. Motor injeksi tidak bisa terlepas dari sensor-sensor yang saling berhubungan.

Kalau salah satu sensor itu bermasalah, maka akan menimbulkan gejala-gejala pada mesin. Seperti mesin susah nyala, mesin brebet, loss power dan lainnya.

Kasus ini mungkin jarang terjadi apalagi pada motor-motor dibawah 5 tahun. Tapi bukan hal yang mustahil, motor anda mengalami masalah ini.

Tanda paling mencolok itu indikator check engine akan berkedip.

Indikator kuning bergambar mesin ini akan berkedip dengan interval tertentu yang menandakan kerusakan pada salah satu komponen sistem injeksi.

Untuk masalah ini anda perlu membawa motor anda ke bengkel motor injeksi. Karena harus di scan untuk mengetahui komponen mana yang rusak.

Mungkin 4 hal itu yang sering menjadi penyebab mengapa motor susah distarter selain busi. Semoga bermanfaat.

Starter Motor Kadang Bisa Kadang Tidak, Apa Penyebabnya ? Cek 3 Komponen Berikut

Starter Motor Kadang Bisa Kadang Tidak, Apa Penyebabnya ? Cek 3 Komponen Berikut

 Starter motor kadang hidup kadang tidak, apa sebabnya ?

Fitur elektrik starter sangat memudahkan kita untuk menyalakan mesin. Tapi kalau fitur ini bermasalah, bisa mengganggu.

Contohnya ketika starter motor kadang bisa kadang tidak. Kadang motor distarter mau hidup, tapi kadang distarter tidak mau nyala.

Kira-kira apa ya penyebabnya ?

Masalah seperti ini bisa disebabkan banyak hal. Bisa dari sisi fitur elektrik starternya yang bermasalah dan juga bisa dari mesinnya yang bermasalah.

Supaya lebih jelas saya akan berikan beberapa hal yang menyebabkan starter motor anda susah nyala.

1. Aki mulai tekor

Aki itu berfungsi untuk menyediakan sumber listrik bagi elektrik starter. Jadi wajar kalau akinya mulai tekor, arus yang disuplai oleh aki melemah. Sehingga putaran motor starter jadi lambat.

Padahal mesin butuh putaran starter yang lumayan kencang agar bisa terjadi pembakaran.

Hal inilah yang membuat mesin kadang bisa kadang tidak pas distarter.

Biasanya, dipagi hari atau ketika motor tidak dipakai dalam beberapa jam starternya akan sulit. Alasannya karena aki belum terisi.

Tapi kalau motor baru dipakai, pas distarter biasanya normal. Itu karena akinya sudah lebih terisi.

Masalah aki tekor juga bisa dibilang sering sekali dialami. Terutama pada motor matic.

Lalu solusinya ?

Ganti aki motor anda.

2. Tekanan kompresi drop

Drop tekanan kompresi bisa disebabkan karena silinder aus, klep bocor, ring piston aus dan masalah mesin lainnya.

Ini membuat pembakaran susah terjadi terutama ketika suhu mesin masih dingin. Jadi wajar dipagi hari motor lebih sulit hidup pas distarter, tapi pas suhu mesin lebih hangat, biasanya distarter masih bisa.

Gejalanya memang hampir sama dengan aki tekor.

Tapi ada bedanya. Kalau aki tekor, mesin bisa dinyalakan dengan mudah pakai kick starter. Tapi kalau bocor kompresi, mau pakai kick starter atau apapun tetap susah nyala.

Dan power mesin yang mengalami bocor kompresi juga jadi lebih rendah. Sehingga mesin terasa loss power.

3. Brush motor starter aus

Brush atau sikat adalah komponen yang menghubungkan arus dari aki ke rotor coil yang ada didalam motor starter.

Kalau brush ini aus, maka koneksi arus listrik jadi tidak maksimal.

Dengan kata lain, masalah ini membuat listrik yang ada pada motor starter lemah sehingga putaran starter jadi lebih lambat.

Efeknya, sama seperti aki tekor. Starter motor kadang bisa kadang juga tidak bisa.

Solusinya juga harus diganti brushnya.

Tapi bagaimana cara membedakan kerusakan karena brush dan aki tekor ?

Cek kelistrikan lainnya, seperti klakson dan lampu. Kalau bunyi klakson masih lantang dan lampu sein masih berkedip secara normal maka aki masih O.K. jadi bisa disimpulkan kerusakannya ada pada brush motor starter yang aus.

Mungkin itulah 3 hal yang sering menjadi penyebab mengapa starter motor bermasalah. Semoga bisa bermanfaat.

Motor Injeksi Susah Langsam, Cek 4 Penyebab Berikut

Motor Injeksi Susah Langsam, Cek 4 Penyebab Berikut

 Motor injeksi susah langsam. Pas gas dilepas, mesin malah mati. Kira-kira apa ya penyebabnya ? temukan jawabannya di bawah.

Sekarang hampir semua motor yang diproduksi sudah pake sistem injeksi. Yang katanya, lebih baik daripada karburator. Memang benar, sistem injeksi lebih baik dari pada karburator dalam segi apapun.

Tapi kalau ada masalah seperti yang anda alami, mesin kok tidak bisa langsam ? pas gas di lepas mesin malah mati. Kita pusing gimana cara benerinnya.

Karena motor injeksi itu serba elektronik. Jadi selain butuh pengetahuan yang mendalam, kita juga butuh alat yang mumpuni untuk mengatasi tiap troublenya.

Tapi ada kabar bagus, masalah mesin yang susah langsam itu tidak berkaitan dengan kerusakan komponen. Melainkan cuma ada komponen yang perlu dibersihkan.

Bisa sih, ada komponen seperti sensor yang rusak. Tapi dari banyak kasus yang ditemui di bengkel, penyebabnya paling hanya kotoran pada throtle body atau injektor.

Supaya tidak bingung, saya akan jelaskan satu persatu apa masalahnya.

Penyebab Motor Injeksi Susah Langsam

1. Throtle body kotor

Throtle body itu katup gas, jadi ini adalah pengganti karburator. Fungsinya, buat ngatur seberapa banyak udara yang masuk ke mesin. Didalam TB ada semacam katup, semakin lebar katup ini terbuka maka semakin banyak udara yang masuk. Dan semakin banyak udara yang masuk semakin kencang mesin berputar.

Itu artinya, saat langsam katup ini ada pada pembukaan paling kecil. Lalu apa jadinya kalau ada kotoran yang menyumbat ?

Tentu aliran udaranya berkurang.

Awalnya, itu membuat mesin cuma brebet-brebet nggak jelas. Lama kelamaan, mesin jadi susah langsam karena pas gasnya dilepas, saluran udara terutup oleh kotoran. Jadi udara nggak bisa masuk dan mesin jadi mati.

Solusinya gimana ?

Cuma dibersihkan. Anda juga bisa membersihkannya sendiri tapi TB harus dilepas supaya bisa dibersihlkan maksimal. Untuk hasil yang maksimal, gunakan pembersih karbon untuk mengangkat semua kerak pada throtle body.

2. Saluran ISC kotor

ISC adalah sebuah perangkat untuk mengatur RPM idle mesin. Mungkin anda pernah menyadari, ketika mesin masih dingin (contohnya di pagi hari) putaran langsam mesin lebih tinggi daripada ketika mesin panas.

Nah yang ngubah-ngubah putaran langsam itu adalah ISC. Tapi sama seperti kasus pertama, saluran pada ISC juga berpotensi tersumbat.

Jadi, kalau motor anda susah langsam, coba bersihkan saluran ISC juga.

3. Ada kotoran di saluran bahan bakar

Sistem injeksi itu punya saluran bensin yang bertekanan. Di ujung saluran bensin, terdapat injektor dengan nozle atau lubang output yang kecil. Sehingga bensin bisa dikabutkan (tidak mengucur).

Tapi apa jadinya kalau ada kotoran yang masuk ke saluran bensin ?

Kotoran itu akan menumpuk pada injektor. Akibatnya semprotan bensin dari injektor menjadi berkurang. Efeknya, pada putaran langsam.

Karena putaran langsam itu cuma butuh kadar bensin rendah jadi tekanan pompa bensin juga rendah. Dengan tekanan rendah, bensin tidak mampu keluar kalau ada sumbatan. Tapi pas digas, tekanannya naik bensin bisa keluar lagi.

Itulah yang membuat mesin jadi susah langsam.

Solusinya ya dibersihkan, tapi kan susah kalau harus membongkar injektor dan kawan-kawannya.

Tenang saja, ada cara yang lebih mudah. Anda cukup tuangkan cairan pembersih injektor lalu tuangkan ke dalam tanki bensin. Saat mesin dinyalakan, cairan ini secara otomatis akan menghancurkan deposit-deposit pada sepanjang saluran bensin. Sehingga saluran bensin bersih kembali.

4. Aki Motor Tekor Banget

Emang pengaruh ya aki tekor sama putaran langsam ? pada beberapa motor injeksi iya.

Alasannya, saat aki tekor banget artinya aki sudah nggak bisa nyimpen listrik maka kebutuhan listrik harus ditanggung sepenuhnya oleh spull.

Dan listrik yang dihasilkan oleh spull itu bergantung pada RPM mesin. Jadi gampangnya, saat RPM mesin rendah arus yang dihasilkan besar tapi kalau RPM rendah, arusnya kecil.

Nah masalahnya, ketika gas dilepas atau putaran stasioner, arus yang dihasilkan spull tidak mampu menanggung semua beban kelistrikan. Akibatnya mesin mati.

Untuk mengeceknya, coba anda cek lampu dan klakson. Kalau lampu redup plus klakson sember berarti ada masalah pada aki.

Aki perlu diganti.

Mungkin 4 hal diatas yang sering jadi penyebab mengapa motor injeksi sulit langsam. Semoga bermanfaat.

3 Penyebab Motor Injeksi Susah Dihidupkan + Solusinya

Sering kita menemui keadaan dimana saat motor akan dipakai, tiba-tiba mesinnya ngadat alias susah dihidupkan. Apalagi motor kita sudah injeksi, lantas apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya ?

Hari ini Autoexpose akan membahas 3 hal yang paling sering menyebabkan motor injeksi susah hidup.

Sistem injeksi itu berbeda dengan karburator, sistem injeksi mirip seperti mesin diesel dimana bahan bakar dari tanki harus selalu tersambung tanpa ada celah udara. Karena kalau ada sedikit saja udara yang masuk maka sistem injeksi bisa masuk angin.

Sementara untuk pengontrolnya, sistem injeksi menggunakan ECU yakni perangkat micro controller yang mengatur durasi dan timming pembukaan injektor. Sehingga kadar bensin yang masuk ke ruang bakar bisa ideal pada RPM berapapun.

Lalu apa yang menyebabkan motor injeksi susah dihidupkan ?


Secara  umum, motor yang susah hidup itu bisa disebabkan karena kegagalan pengapian, bensin yang tidak sampai ke ruang bakar atau bocor kompresi.

Namun, yang paling sering dialami ada 3 yakni ;

1. Tegangan aki melemah

img by hondacommunity.net

Pada motor injeksi aki memiliki peran yang penting khususnya saat mesin akan dihidupkan. Pasalnya, aki tidak hanya dipakai untuk elektrik starter tapi juga untuk menyuplai sumber daya pada ECU.

Ketika tegangan aki turun walau belum drop, maka tegangan yang masuk ke ECU juga menjadi lebih rendah dari normalnya (12 V). hal ini akan menyebabkan ECU error, sehingga selain elektrik starter yang lemah mesin juga sulit sekali dihidupkan bahkan sampai aki drop.

Untuk masalah ini, anda tidak perlu pusing cukup gunakan kick starter. Karena kalau Aki drop yang berpengaruh itu sistem elektrik starter dan ECU sebelum mesin hidup. Namun ketika mesin berhasil dihidupkan menggunakan kick starter, maka kelistrikan motor akan disuplai oleh spull.

Jadi meski akinya drop motor injeksi tetap bisa nyala.

Baca juga : 5 Hal yang menyebabkan aki motor cepat tekor

2. Brush pada motor starter aus


Selanjutnya juga masih berhubungan dengan sistem starter, gejala aki drop dan brush starter yang aus itu hampir sama. Karena ketika tombol start ditekan, motor starter terkesan loyo dan tidak bertenaga.

Namun, kalau disebabkan karena aki drop biasanya lampu akan redup dan klakson akan sember. Kalau disebabkan oleh starter brush yang aus, maka kelistrikan lainnya seperti lampu dan klakson tetap prima.

Jadi ketika starter motor anda terasa loyo cek lampu dan klakson, kalau masih prima maka anda perlu mengganti starter brush.

3. Bensin didalam tanki hampir habis


Pada beberapa motor, akan muncul gejala susah start saat bensin didalam tanki hampir habis. hal itu karena pompa bensin pada motor injeksi itu terendam didalam tanki.

Kalau tankinya penuh, lubang masuk pada pompa terendam sepenuhnya. Tapi kalau bensinnya hampir habis, lubang masuk ini bisa saja kemasukan udara. Sehingga sistem injeksi bisa masuk angin.

Jadi kalau anda menemui gejala motor susah hidup dan ternyata indikator bensin sudah menunjukan E, langsung saja isi bensinnya. Untuk mengatasi motor injeksi masuk angin, cukup putar kunci kontak ke ON dan OFF selama sekitar 4 kali. Baru hidupkan seperti biasa.

Untuk penyebab lain yang bisa membuat motor injeksi susah hidup antara lain ;

  • Busi mati, tapi ini terjadi pada motor yang jarang diservis.
  • Ada sensor yang rusak/kabel putus, kalau masalah kelistrikan seperti ini maka cek engine yang berwarna kuning pada dashboard akan menyala. Kalau sudah begini, segera bawa motor ke bengkel untuk di scan.
  • Bocor kompresi, ini juga sering terjadi pada motor yang berusia diatas 8 tahunan. Saat kompresi bocor, mesin akan susah hidup ketika mesinnya masih dingin atau dipagi hari. Gejala lain yang menunjukan bocor kompresi adalah power mesin yang menurun drastis.


Sekian artikel tentang motor injeksi yang susah distarter, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Motor Karbu Kehabisan Bensin, Begini Cara Menghidupkannya

Kehabisan bensin ditengah jalan memang sangat memalukan juga mengesalkan, karena hal sepele ini kita jadi menuntun motor untuk sampai ke penjual bensin terdekat. Tapi kalau penjual bensinnya jauh ?

Belum lagi kalau ditanya orang yang bersimpangan dengan kita, itu yang sebenarnya membuat kita malu.

Lantas, apakah motor yang kehabisan bensin itu bisa langsung dinyalakan seperti biasa atau ada teknik khusus ? mari kita bahas.

img by batamclick.com

Bensin merupakan bahan bakar utama sepeda motor, semua orang tahu itu. Tapi apa yang terjadi kalau bahan bakar ini habis hingga kering ? tentu mesin akan langsung mogok karena bensinnya memang tidak menetes.

Efeknya ternyata beda antara motor injeksi dan motor karburator,

Motor yang masih menggunakan karbu, kalau bensinnya habis maka motor akan sulit dihidupkan sesaat bensin diisi. Itu karena bensinnya masih mengalir untuk mengisi ruang didalam karburator.

Jadi kalau motor anda masih pakai karburarator lalu kehabisan bensin maka jangan panik saat mau dihidupkan mesinnya tidak langsung menyala.

Lalu bagaimana cara menghidupkannya ?

Setelah bensin diisi, gunakan kick starter dalam posisi kunci kontak OFF kurang lebih 3 kali. Ini bertujuan untuk menyedot bensin dari tanki supaya bisa masuk mengalir kedalam karburator. Setelah itu, anda ON-kan kunci kontak dan hidupkan mesin menggunakan elektrik starter atau menggunakan kick starter.

Kalau belum hidup juga, kemungkinan masih ada udara didalam karburator. Untuk itu gunakan kick starter saat akan menyalakan mesin dengan gas dibuka sedikit.

Sementara untuk motor injeksi ternyata punya resiko lebih besar dibandingkan motor yang masih menggunakan karburator. Alasannya, ada perbedaan sistem suplai bahan bakar antara motor injeksi dan karbu.

Mungkin anda juga sudah tahu kalau motor injeksi itu menggunakan teknologi seperti komputer, tapi komputer seperti apa ? pada sistem injeksi ada tiga komponen utama yaitu elektrik fuel pump, injektor, dan ECU.

Elektrik fuel pump bertugas memompa bensin dari tanki ke injektor, injektor bertugas menyuplai bensin ke ruang bakar, dan ECU bertugas mengatur kinerja dua komponen tersebut atau dengan kata lain ECU adalah processornya.

Kalau bensin habis, maka fuel pump tetap menyala dan ini akan membuat angin masuk melalui fuel pump. Efeknya masuk angin seperti pada mesin diesel.

Sehingga untuk menghidupkannya perlu dilakukan bleeding, untuk lebih lengkapnya bisa anda simak pada artikel berikut Begini cara mengidupkan motor injeksi yang kehabisan bensin.

Sekian artikel dari saya semoga menambah wawasan kita semua.

4 Penyebab Mesin Motor Mati Saat Digas + Solusinya

Pernahkah anda mengalami kejadian dimana ketika anda akan menaikan gas motor, mesin tiba-tiba brebet dan mati.

Masalah itu memang kerap terjadi pada motor-motor yang masih menggunakan karburator. Karburator sendiri merupakan komponen yang berfungsi mengabutkan bensin kedalam intake manifold dengan kadar yang ideal secara konvensional.

Disebut kovensional karena prinsip kerja dari karburator ini masih menggunakan perbedaan tekanan didalam karburator. Sementara untuk motor-motor sekarang hampir semuanya menggunakan injeksi yang sudah berstandar elektronik.

Lalu, apa saja hal yang menyebabkan motor mati saat digas ? simak selengkapnya dibawah.

Penyebab Mesin Motor Mati Saat Digas


1. Main jet tersumbat

Main jet adalah saluran bensin yang berfungsi mengabutkan molekul bahan bakar dari ruang penampung bensin (ruang pelampung) didalam karburator menuju intake manifold.

Yang perlu diketahui, ada dua saluran bensin didalam karburator yaitu main jet dan pilot jet. Keduanya sebenarnya sama saja yang membedakan hanya fungsinya. Pilot jet bekerja saat idle atau kecepatan langsam sementara main jet bekerja ketika katup gas mulai terbuka.

Ketika main jet tersumbat, motor akan hidup dengan normal saat langsam. Tapi begitu digas, suplai bensin dari main jet terputus sehingga mesin justru mati.

Untuk mengatasi masalah ini sebenarnya cukup mudah, anda hanya perlu membersihkan main jet. Biasanya debu dan kotoran yang terbawa aliran udara dari filter menyumbat saluran ini. Jadi untuk membersihkannya, anda perlu membongkar karburator dan bersihkan setiap saluran dengan ditiup atau disemprotkan carbon cleaner.

2. Karburator kemasukan air

Air dan bensin sama-sama zat cair dan air bisa masuk kedalam sistem bahan bakar motor lewat tanki bensin (air bisa berasal dari rembesan dari luar atau uap air didalam ruang tanki).

Saat air ini masuk ke karburator, air memang akan terpisah. Hanya saja ketika gas motor dinaikan, otomatis RPM mesin naik dan itu akan mempercepat kecepatan aliran bensin yang menuju intake manifold.

Disinilah air dapat terhisap dan masuk ke intake manifold, tapi karena air bukan bahan bakar mesin justru akan brebet dan kemudian mati.


Kejadian ini sebenarnya bisa diatasi dengan menguras ruang pelampung karburator dengan membuka sekrup yang ada pada mangkuk karbu. Tapi kalau ada cukup banyak air didalam tanki, anda perlu menguras tanki motor.

3. Karet vakum sobek (khusus karburator tipe vakum)


Khusus untuk motor yang menggunakan karburator tipe vakum seperti Satria FU dan Megapro, motor yang brebet hingga mati saat digas biasanya disebabkan karena karet vakum yang sobek.

Karet ini berfungsi untuk mengangkat jarum skep saat gas dinaikan. Ketika jarum skep terangkat, main jet akan terbuka. Tapi kalau karet vakum sobek, jarum skep tidak akan terangkat meski gas sudah dinaikan full.

Akibatnya main jet dalam kondisi tertutup dan mesin malah mati saat digas.

Solusinya, anda perlu mengganti karet vakum yang terletak dibagian atas karburator.

4. Busi lemah

Faktor busi juga bisa menjadi hal yang menyebabkan mesin motor mati ketika digas. Busi yang lemah akan menghasilkan api busi yang kecil. Hasilnya, mesin akan brebet dan tak jarang mesin malah mati ketika digas.

Untuk mengecek busi, ada dua cara yaitu dengan melihat ujungnya. Kalau ujung busi sudah hitam pekat maka itu menjadi tanda busi perlu diganti, cara yang kedua anda bisa melihat secara langsung api yang dihasilkan oleh busi sehingga anda bisa tahu secara jelas apa api busi memang lemah atau masih kuat.

Caranya bisa anda simak diartikel berikut cara mudah cek api busi motor

Sekian artikel tengang motor mati saat digas, semoga semakin menambah wawasan kita semua.

3 Penyebab Gas Motor Susah Turun + Solusinya

Pernahkah anda mengalami masalah dimana ketika motor digas normal, tapi pas gasnya dilepas RPM mesin terlambat turun ?

Apa penyebabnya ?

Mari kita bahas secara mendalam diartikel ini.

Penyebab Gas Motor Telat Turun


Gas pada sepeda motor pada dasarnya adalah mekanisme yang mengatur lubang udara didalam intake manifold. Jadi saat gas tidak ditarik, lubang udara pada intake sangat kecil sehingga hisapan mesin menjadi lebih berat dan hasilnya RPM mesin rendah.

Namun saat digas, lubang udara pada intake akan membesar. Itu akan memicu peningkatan kecepatan udara yang melewati intake ditambah peningkatan kadar bensin yang masuk dari karburator. Hasilnya, RPM mesin langsung naik.

Ketika gas motor dilepas, maka lubang intake secara otomatis kembali ke posisi minimum sehingga RPM mesin harusnya juga kembali ke RPM rendah.

Masalah seperti gas motor yang telat turun, atau justru saat dilepas gas motor seperti tertahan itu bisa disebabkan beberapa hal, seperti ;

1. Tali gas penuh karat/kotoran



Tali gas pada motor terbuat dari kawat seperti kabel rem sepeda. Tali gas ini dibungkus menggunakan pembungkus isolator yang tidak lembek. Sehingga meski letak antara karburator dan handle gas tidak segaris, tali gas tetap bisa beroperasi dengan normal.

Yang sering terjadi adalah ada karat didalam tali gas, kita tahu kalau kawat yang digunakan itu berbahan dasar logam yang bisa saja karatan.

Karat tersebut tentu saja bisa menghambat pergerakan tali gas, sehingga saat gas ditarik terasa lebih berat dan saat gas dilepaskan, maka gas motor cenderung tertahan.

Solusi untuk tali gas yang karatan ini sebenarnya cukup diberi pelumas. Anda bisa gunakan pelumas apapun, bisa oli atau penetrating oil atau carbon cleaner yang mampu meluruhkan karat.

Caranya, pun sangat simple. Pertama anda lepas tali gas dari sepeda motor lalu masukan pelumas kedalam pembungkus tali gas sambil tali gas digerakan. Maka tali gas akan kembali berfungsi dengan normal.

2. Skep baret

Skep adalah komponen yang berbentuk seperti tabung, fungsinya sebagai pengatur lubang udara didalam intake. Jadi, saat gas motor tidak ditarik posisi skep ada dibawah.

Saat gas ditarik, skep akan naik sehingga lubang udara membesar. Ketika gas dilepas, skep akan kembali turun. Cara kerja skep memang hanya naik turun saja.

Tapi kalau ada baret pada permukaan skep bisa menjadi penghambat naik turun skep. Skep bisa saja tersangkut diposisi atas saat gas sedang diturunkan. Hasilnya, RPM mesin tetap tinggi meski anda tidak menyentuh handle gas.

Untuk mengatasinya, selain mengganti skep anda bisa mengamplas terlebih dahulu bagian yang baret tersebut. Gunakan amplas halus agar tidak terlalu menggerus permukaan skep. Buat supaya baret tersebut tersamar maka skep akan bekerja naik turun dengan normal.

3. Pegas skep sangat lemah

Pegas ini berfungsi mendorong skep agar kembali turun saat gas dilepas, posisi pegas ada diatas skep sehingga ketika gas ditarik pegas akan tertekan. Saat gas dilepas, pegas ini akan meregang sesuai kekuatan regangannya.

Kalau pegas masih bagus, maka bisa meregang dengan cepat saat gas diturunkan. Hasilnya RPM mesin lebih responsif, tapi kalau pegas sudah lemah maka RPM mesin cenderung telat turun saat gas diturunkan.

Kalau masalah ini bisa diselesaikan dengan mengganti pegas skep dengan yang baru.

Mesin Motor Mati Saat Gas Dilepas, Cek 3 Penyebab Berikut

Ada berbagai hal yang memicu terjadinya gangguan pada mesin sepeda motor, seperti misalnya pada gejala mesin mogok.

Mesin motor yang tiba-tiba mogok itu bisa disebabkan oleh banyak hal. Bisa karena businya mati atau hanya kemasukan air, bisa juga dari faktor karburatornya.

Tapi kadang gejala yang muncul pada mesin itu sedikit membingungkan, karena mesin akan mati saat gas dilepas. Dengan kata lain, saat dihidupkan sambil digas mesin bekerja dengan normal. Namun saat gas dilepas, mesin brebet lalu mati.

Kira-kira apa penyebabnya ?

Mari kita bahas secara lebih rinci

Penyebab Mesin Mati Saat Lepas Gas


Masalah ini seringnya terjadi pada motor-motor yang masih menggunakan karburator karena suplai bensin masih dilakukan secara konvensional. Sementara untuk motor injeksi sudah menggunakan sistem berbasis komputer untuk menyuplai bensin, sehingga rasanya jarang mengalami masalah seperti ini.

Beberapa hal yang menyebabkan motor mati saat lepas gas antara lain ;

1. Setelan karburator yang kurang tepat

Ada dua sekrup untuk setting karburator, pertama adalah sekrup untuk mengatur katup gas dan kedua adalah sekrup untuk mengatur suplai bensin saat idle.

Sekrup pertama yang mengatur katup gas, akan mengatur besar kecilnya angin dari filter yang akan masuk ke mesin. Ketika sekrup ini dikencangkan, maka katup gas akan lebih terbuka. Ini akan memicu lebih banyak angin yang masuk sehingga RPM idle mesin naik.

Sebaliknya, kalau dikendorkan maka katup gas akan semakin tertutup sehingga efeknya akan menurunkan RPM idle.

Sementara sekrup kedua yang mengatur volume bensin bekerja dengan memanfaatkan celah pada pilot jet. Pilot jet adalah saluran yang digunakan untuk menyalurkan bensin dari mangkuk karbu ke intake manifold saat idle.

Jadi, saat sekrup ini dikencangkan maka celah pada pilot jet akan menjadi lebih sempit sehingga bensin yang keluar dari pilot jet menjadi lebih sedikit. Kalau dikendorkan, maka suplai bensin menjadi lebih banyak karena celah pilot jet menjadi lebih besar.

Ketika setelan sekrup karbu kurang tepat, misalnya sekrup pilot jet terlalu kecil maka akan terjadi kekurangan bensin karena kadar bensin lebih sedikit dari biasanya. Hasilnya, mesin sulit hidup di RPM idle.

Tapi mesin tetap bisa dinyalakan sambil menarik gas, itu karena ada saluran lagi namanya main jet yang menjadi saluran untuk menyuplai bensin dari mangkuk karbu ke intake manifold saat katup gas terbuka.

Jadi mesin tetap nyala karena bensin disuplai bukan dari pilot jet melainkan dari main jet. Meski demikian, ketika gas dilepas otomatis katup gas tertutup dan main jet tidak aktif lagi. Ini akan membuat mesin kembali mati karena suplai bensin dari pilot jet masih belum beres.

2. Pilot jet mampet

Yang kedua disebabkan karena ada sesuatu yang menyumbat pilot jet. Untuk masalah diatas, masih bisa teratasi dengan mudah apabila anda melakukan resetting karbu. Namun untuk masalah ini, sekeras apapun anda menyetting karbu tetap masalahnya tidak hilang.

Alasannya karena sumber masalahnya bukan dari setelan karbu melainkan dari pilot jet karbu. Ketika pilot jet tersumbat maka celah pilot jet menjadi lebih kecil meski sekrup pilot jet sudah diset sangat longgar.

Sehingga tetap saja suplai bensinnya kurang memadai.

3. Karburator kemasukan air

Air dan bensin meski sama-sama zat cair itu berbeda jauh. Bensin merupakan sumber yang menghidupkan api, sementara air dapat memadamkan api.

Ketika ada air masuk ke mangkuk karbu, maka molekul air tersebut bisa terserap masuk ke intake manifold melalui main jet sehingga mesin akan brebet. Tapi bukan Cuma itu, saat gas mesin diturunkan ke idle mesin juga cenderung mati.

Itu disebabkan karena cairan yang keluar dari pilot jet adalah campuran antara air dan bensin sehingga hanya ada sebagian bensin yang tersuplai. Sementara itu, saat digas karena volume cairan yang keluar dari main jet lebih banyak maka mesin masih tetap bisa nyala meski terkadang tersendat-sendat.

Lalu bagaimana solusinya ?

Ketika anda menemui masalah diatas, maka anda bisa lakukan hal ini ;

  • Pertama anda seting dulu dua sekrup karburator, caranya dengan menghidupkan mesin lalu tahan gas agar mesin tidak mati.
  • Kemudian, kencangkan sekitar 2-3 putaran sekrup gas/angin hingga mesin tidak mati meski gas tidak ditahan.
  • Kendorkan sekrup pilot jet maka RPM mesin akan naik.
  • Terakhir, kendorkan sekrup angin hingga RPM mesin ada pada sekitar 1.000 RPM.

Namun kalau solusi diatas tidak membawa hasil apa-apa, ada kemungkinan pilot jet mampet atau ada air didalam karbu. Kalau sebelumnya motor anda kehujanan atau sehabis dicuci, maka karburator kemasukan air paling mungkin menjadi penyebabnya.

Baik masalah pilot jet atau karbu yang kemasukan air, sama-sama harus dibongkar untuk dilakukan pembersihan. Kalau anda merasa ini terlalu rumit, anda bisa hubungi bengkel kepercayaan anda.

Begini Cara Mudah Membuat Mesin Motor Lebih Halus

Mesin sepeda motor yang sudah berusia cukup lama memang sering terdengar kasar dan kurang nyaman. Hal itu sebenarnya wajar karena faktor pemakaian membuat antar komponen mesin mengalami keausan.

Tapi apakah ada cara-cara yang bisa kita lakukan untuk membuat suara motor setidaknya sedikit lebih halus tanpa mengganti komponen-komponen inti didalam mesin ?

Memang agak sulit tapi ada satu cara yang biasa orang pakai untuk membuat suara mesin motor mereka terdengar lebih halus.

Caranya adalah dengan mengganti oli mesin menggunakan oli yang lebih kental.

Kata mereka, oli yang lebih kental bisa membuat suara mesin lebih halus. Apa benar demikian, apa alasannya ? mari kita bahas selengkapnya.

Pengaruh Kekentalan Oli Terhadap Suara Mesin


Viskositas atau kekentalan oli dibuat berdasarkan kebutuhan mesin, dulu di era 1990-an, mesin kendaraan yang diproduksi masih menggunakan sistem cor manual yang memiliki clerence atau celah antar komponen lebar.

Sehingga oli kental pun masih bisa dipakai.

Namun mulai tahun 2000-an, teknologi pembuatan mesin serta rekayasa material mesin sudah berkembang dengan sangat pesat. Hasilnya, mesin-mesin sekarang memiliki kerapatan yang cukup tinggi.

Sehingga butuh pelumas yang lebih encer, agar oli bisa masuk ke celah-celah sangat sempit tersebut. Disini penggunaan oli multi grade 10W-40 mulai marak digunakan.

Namun, oli encer ternyata memiliki beberapa dampak. Kami sudah membahasnya pada artikel sebelumnya dengan topik akibat pemakaian oli mesin encer yang salah satunya bisa membuat suara mesin menjadi lebih kasar.

Alasannya, itu karena oli encer memiliki lapisan oil film yang cukup tipis sehingga kurang baik melumasi bagian atau komponen mesin dengan celah-celah besar.

Kalau mobilnya baru (kurang dari 5 tahun), maka penggunaan oli encer tidak akan menimbulkan dampak apapun karena memang kondisi komponen mesin masih presisi.

Tapi untuk mobil yang berusia lebih dari 5 tahun, banyak komponen mesin yang mulai aus. Sehingga celah antar komponen yang sebelumnya sangat rapat menjadi lebih lebar. Kalau kita tetap gunakan oli encer, maka suara mesin akan menjadi lebih kasar.

Sehingga solusi yang paling mudah adalah mengganti oli yang lebih kental, minimal SAE 20W.

Dengan menggunakan oli lebih kental, lapisan oil film pun menjadi lebih tebal sehingga cukup untuk mengisi celah komponen mesin yang mulai aus tersebut.

Tapi apa tidak ada efek sampingnnya ?

Penggunaan oli mesin yang lebih kental, akan membuat tarikan mesin menjadi lebih berat. Karena suatu benda akan lebih ringan bergerak didalam cairan yang encer dibandingkan cairan yang lebih kental.

Sehingga akselerasi mesin akan lebih lambat.

Intinya anda bisa ganti oli mesin motor anda dengan oli yang lebih kental asal jangan terlalu jauh dari rekomendasi pabrikan, kalau rekomendasi adalah 10W maka anda bisa gunakan oli 20W saja.

Kalau terlalu kental, justru oli tidak bisa masuk ke celah-celah komponen mesin sehingga pelumasan mesin tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya. Dan ini beresiko membuat mesin mengalami keausan lebih besar.

Apa Itu Tune Up Motor ? Kapan Waktunya ? Berapa Biayanya ?

Dalam dunia service, kita sering mendengar istilah tune up. Sebagai orang awam, kita mengartikan tune up sebagai serangkaian penyetelan mesin motor. Tapi apa sebenarnya tune up itu ? proses apa saja yang dilakukan saat tune up ? kapan waktu motor di tune up ? berapa kisaran biaya tune up motor ?

Mari kita bahas selengkapnya

Pengertian dan Tujuan Tune Up Sepeda Motor


Secara umum Tune up bisa diartikan proses pengembalian performa motor ke performa standar. Mengapa perlu dikembalikan ?

Setiap kali mesin bekerja, terjadi perubahan-perubahan minor pada komponen mesin. Contoh di noken as yang setiap kali bekerja akan mengalami keausan meski keausannya sangat kecil tapi kalau diakumulasikan akan terlihat perbedaanya.

Selain di noken as, filter udara juga mengalami perubahan. Saat motor masih baru, filter ini cenderung bersih sehingga udara yang melewatinya bisa lebih lancar. Tapi setelah motor dipakai dalam waktu yang lama, permukaan filter cenderung lebih kotor sehingga menyumbat aliran udara.

Perubahan-perubahan itulah yang membuat mesin perlu distandarkan ke kondisi awal supaya performa mesin juga bisa tetap terjaga. Selain disektor, mesin tupe up juga berlaku disektor chasis seperti dibagian rantai atau di area setir.

Apa saja proses yang dilakukan saat tune up ?

Kita membaginya pada beberapa sektor, sektor mesin, sektor chasis dan sektor transmisi

1. Tune up sektor mesin


Pada sektor, mesin beberapa point yang diperiksa antara lain ;

a. pengecekan pelumas mesin (oli)
proses ini dilakukan untuk mengecek apakah kualitas oli masih bagus atau perlu diganti.

b. pengecekan busi
pengecekan busi dilakukan untuk mengetahui apakah pembakaran didalam mesin berlangsung sempurna atau tidak (berdasarkan warna ujung busi) serta menyetel celah elektroda busi.

c. pemeriksaan filter udara
pemeriksaan ini umumnya hanya dibersihkan, kecuali kondisi filter sudah hitam terlumuri oleh debu maka perlu diganti.

d. pemeriksaan filter bensin
filter bensin akan menyaring kotoran yang terbawa aliran bensin, pemeriksaan ini dilakukan untuk membersihkan kotoran yang tersaring oleh filter bensin.

e. pengecekan karburator/throtle body
untuk motor yang masih karburator, maka akan ada overhoule karburator serta penyetelan ulang karburator. Sementara pada motor injeksi, biasanya hanya pembersihan throtle body dan pembersihan ISC valve.

f. flushing sistem injeksi
khusus untuk motor injeksi, maka ada pembersihan injektor dari segala sumbatan. Caranya dengan flushing menggunakan alat khusus.

g. penyetelan katup
celah katup mesin akan distel ulang sesuai spesifikasi untuk mendapatkan performa mesin yang maksimal

2. Tune up sektor chasis


Pada sektor chasis, komponen yang dicek antara lain ;

a. kemudi motor
komponen yang dicek pada sistem kemudi antara lain komstir, apakah oblak atau tidak dan segitiga motor apakah masih balance atau perlu dipress.

b. penyetelan rantai roda
rantai roda akan dikencangkan kalau terlalu longgar, dan akan diganti ketika gear rantai sudah terdeteksi aus.

c. pemeriksaan ban dan velg
ban akan diukur threadnya, kalau sudah aus maka pihak bengkel akan merekomendasikan penggantian ban pada pemilik motor. Untuk bagian velg, akan dicek keseimbangannya, kalau kurang balance velg akan di press (untuk velg racing).

d. pengecekan kampas rem
ini dilakukan untuk mengetahui ketebalan kampas rem motor apakah masih tebal atau sudah habis.

e. pemeriksaan fluida rem/minyak rem
pemeriksaan volume minyak rem, apakah minyak rem penuh atau kurang.

f. pemeriksaan roller pada motor matic
khusus untuk motor matic, ada komponen bernama roller yang terdapat pada pulley depan CVT. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengecek apakah semua roller masih bagus atau ada yang aus. Kalau ada yang aus, pihak bengkel akan memberitahu pemilik untuk mengganti roller yang aus.

g. pemeriksaan oli gardan pada motor matic
motor matic juga memiliki oli gardan, meski volumenya sedikit tapi oli ini juga harus diganti dalam interval tertentu.

3. Tune up sektor kelistrikan


Di sektor kelistrikan, point yang dicek antara lain ;

a.tegangan aki
pengecekan ini akan memberitahukan kondisi aki yang sebenarnya, apakah masih normal 12 volt, atau perlu di recharge atau bahkan mulai soak.

b. tegangan pengisian motor
tegangan dari spull akan dicek apakah sesuai dengan standar atau kurang.

c. rangkaian pengapian motor
rangkaian kelistrikan seperti CDI dan Ignition coil akan dicek apakah masih normal atau ada masalah.

d. lampu dan klakson
semua beban kelistrikan seperti semua lampu, dan klakson akan dihidupkan untuk mencari tahu apakah ada yang mati atau tidak.

Lalu Kapan dan Berapa Biaya Tune Up Motor ?

Tune up idealnya dilakukan dengan interval 2.000 KM sekali atau setiap 3 bulan sekali. Angka ini juga sebenarnya bukan patokan, karena ada beberapa motor yang masih bagus performanya hingga 3.000 KM.

Salah satu yang mempengaruhinya, adalah karena faktor penggunaan. Kalau anda sering menggunakan motor apalagi dijalur yang berdebu, maka interval 2.000 KM sudah menjadi interval yang pas. tetapi untuk anda yang suka membawa motor slow dan jarang pula melintasi area berdebu mungkin masih bisa tahan sampai 3.000 bahkan sampai 4.000 KM.

Selain dari jarak tempuh, tune up juga dilakukan ketika ada masalah pada motor seperti mesin yang brebet atau tenaga mesin berkurang.

Untuk biayanya pun beragam, untuk jenis motor-motor matic dan bebek mungkin akan dihargai 50 sampai 70 ribu untuk ongkos jasanya saja sementara untuk motor sport bisa 100 ribu atau lebih.

Kalau ada penggantian part seperti oli, busi, filter atau yang lainnya tentu akan memakan biaya lebih mahal lagi. Jadi kalau akan melakukan tune up, siapkan dana sekitar 200 ribu. Kalaupun banyak part yang minta ganti, anda bisa memilah mana part yang paling penting dan harus diganti dulu.

Sementara untuk part lain yang minta ganti apalagi kalau harganya mahal, bisa anda tunda.