4 Tips Pengecekan Mesin Mobil Sehabis Menerjang Banjir

Advertisement
Mesin mobil kebanjiran - Banjir menjadi momok bagi sebagian pengguna kendaraan baik motor maupun mobil. Kondisi ini memaksa kita untuk memilih beberapa pilihan seperti mencari rute lain atau nekat melewatinya.

Jika jalan itu hanya satu-satunya jalan, masa iya kita akan menunggu airnya surut ? 90% akan menerjangnya. Meski kita tahu efek kendaraan yang menerjang banjir akan mogok tapi dengan PDnya kita nekat melakukan hal tersebut.

Tapi, tahukah anda bahwa akibat mobil atau motor yang menerjang banjir itu bukan mesin yang mati saja, tapi ada efek lain yang leboh parah, antara lain ;

1. Kosleting

Saat ini mobil-mobil baru sudah banyak mengaplikasikan teknologi elektronik pada kontrol mesinya. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan arus listrik. Memang, secara normal semua sirkuit elektrikal pada mobil itu dilapisi pelindung.

Namun, semua sirkuit dan socket elektrikal pada mesin tidak dirancang untuk direndam didalam air. Akibatnya, jika air menggenangi mesin sampai mengenai ECM atau socket sensor maka yang terjadi adalah hibungan pendek arus listrik.

Ini terjadi karena air juga bisa menghantarkan arus listrik. Meski kecil tapi jika terletak didalam soclet elektrikal juga menyebabkan arus pada beberapa terminal terhubung. Tentunya ini bisa menyebabkan terjadinya short atau kosleting jika yang terhubung adalah terminal power dan ground.

Akibatnya, sebuah sistem elektrikal akan mati. Ini karena seseaat setelah terjadi kosleting, fuse akan memutuskan hubungan arus listrik sehingga tidak menimbulkan kebakaran.

2. Water hammer

Water hammer adalah sebutan untuk menjelaskan sebuah kondisi dimana air masuk kedalam mesin, tepatnya keruang bakar. Ini akan menyebabkan kondisi dimana piston menekan air didalam ruang bakar saat langkah kompresi.

Kita tahu, air adalah material yang tidak bisa dikompresi. Sehingga yang terjadi berikutnya, batang piston atau connecting rod mengalami kebengkokan. Kebengkokan ini akan mempengaruhi ketinggian piston akibatnya volume ruang bakar pun berubah.

Perbedaan volume ruang bakar ini bisa menyebabkan tekanan kompresi satu silinder dengan silinder yang lain berbeda, sehingga saat busi menyala otomatis pembakarannya pun berbeda. Lalu berikutnya mesin akan terkesan pincang dan bergetar.

Kondisi ini sering terjadi pada mesin dengan letak air inlet hose yang lebih rendah. Hal ini tentunya mempermudah air untuk masuk ke air induction system dan melalui ini air tersebut masuk kedalam ruang bakar saat langkah hisap.

3. Oli yang Tercampur

Akibat mobil menerjang banjir berikutnya, adalah air yang juga masuk kedalam mesin tapi bukan pada ruang bakar, tepatnya ada di ruang karter.

Disini adalah tempat menyimpan oli mesin, sehingga saat air memasuki ruang karter otomatis akan terjadi percampuran antara air dan oli yang menyebabkan perubahan wujud oli baik dari kekentalan, maupun warnanya.

Oli akan berubah seperti bubur berwarna coklat yang kental. Kondisi ini tentunya berbahaya karena oli yang bersifat kental tidak mampu melumasi bagian-bagian kecil mesin.

Air bisa masuk kedalam ruang karter juga diawali dari akibat nomor tiga. Jadi air yang masuk ke ruang bakar kemudian dikompresi akan keluar melalui celah ring piston. Memang celah ini sempit, tapi karena tekanan piston juga tak main-main maka air seperti menembak ke arah bak oli.

Tentunya anda semua tidak mau jika mobil kesayangan kita harus turun mesin gara-gara hal sepele yang seharusnya bisa kita hindari. Namun, untuk anda yang memilih menerjang banjir maka cek kondisi berikut ini untuk memastikan tidak terjadi apa-apa pada mesin setelah menerjang banjir.


Apa Saja Yang Dicek Setelah Menerjang Banjir ?

img by cermati.com 

Jika mobil anda masih bisa hidup dengan normal setelah menerjang genangan air maka sistem kelistrikan mesin dan komponen dalam mesin masih aman. Tapi jika mesin mobil anda tiba-tiba brebet bahkan mogok setelah melewati genangan air, jangan hidupkan terlebih dahulu. Cek hal berikut.

1. Cabut stick oli

Fungsi stick oli sebenarnya untuk mengetahui ketinggian/volume oli mesin. Melalui stik ini kita juga bisa meneliti bagaimana kondisi oli mesin melalui ceceran oli yang menempel pada indikator stick.

Cabutlah stick oli kemudian perhatikan ujungnya, jika oli yang menempel pada indikator masih berwujud oli asli dan masih encer maka itu tandanya oli mesin belum terkontaminasi dengan air.

Tapi jika warna serta viskosotasnya berubah menjadi coklat dan kental maka itu tandanya air sudah bercampur dengan oli. Akan berbahaya jika anda hidupkan mesin.



Solusinya adalah pengurasan dan penggantian oli mesin, mungkin penggantian yang akan dilakukan bukan seperti biasa karena dalam kasus ini oli lama harus benar-benar keluar, sehingga proses flushing akan lebih spesial.

2. Cek Socket elektrikal

Untuk cek mesin setelah banjir berikutnya bisa anda lakukan pada socket-socket penting khususnya dibagian-bagian bawah seperti socket sensor AC, sensor air pendingin, socket sensor O2, socket kipas pendingin, socket starter dan socket altenator.

Bagaimana cara mengeceknya ? pertama cabut terminal negatif baterai untuk meminimalkan aliran arus, kemudian cabut socket yang kira-kira terkena air dan amati. Jika kondisinya basah atau ada gelembung air maka keringkan dulu sebelum dipasang. Bisa menggunakan kain lap atau angin.

3. Cek Fuse blok

Jika semua socket sudah kering maka kita lanjutkan untuk mengecek bagian fuse blok atau kotak pengaman arus. Box ini terletak pada area samping pada ruang mesin, bisa samping kiri atau kanan semua mobil beda. Tapi anda bisa dengan mudah menemukannya karena kotak ini berwarna hitam dan ada tulisan "fuse blok" biasanya.

Bagaimana cara mengeceknya ? ada dua cara yakni

  • Cara manual, dengan mencabut fuse yang berhubungan dengan mesin seperti cooling fan, altenator, starter, dan main fuse. Kemudian perhatikan kawat didalam fuse jika terputus maka fuse dalam posisi terputus.
  • Cara kedua dengan bantuan alat ukur berupa test lamp atau volt meter, caranya hubungkan terminal baterai dan pasang capit tester ke terminal negatif baterai, kemudian colokan ujung tester ke terminal fuse yang menonjol dari arah atas. Dengan kata lain kita tak perlu melepasnya.


4. Cek filter udara

Pengecekan filter udara juga penting dilakukan apabila anda telah menerjang banjir dengan ketinggian yang lumayan, apalagi mesin langsung brebet dan bergetar.

Buka box filter dan lihat kondisi filter, normalnya filter udara pada mobil kering. Tapi jika basah otomatis axa air yang melewati filter dan masuk kedalam mesin.

Untuk urusan ini kita perlu melakukan pengecekan kompresi pada semua silinder untuk mengetahui apakah connecting rod bengkok atau tidak. Untuk melakukan pengecekan ini anda harus membawanya ke bengkel dan jika memang bengkok maka anda perlu menggantinya.

4 hal diatas, merupakan komponen yang perlu dicek pertama kali. Jika anda akan mengecek kondisi keseluruhan mesin sehabis menerjang banjir maka cek pula hal berikut

1. Pengecekan dinamo (altenator dan motor starter)

Baik altenator dan motor starter berbentuk sama seperti dinamo yang bekerja menggunakan prinsip elektromagnetik. Air yang masuk kedalam komponen ini, bisa mengganggu proses induksi sehingga jika mobil anda mengalami gejala starter yang berat atau bahkan susah setelah melewati banjir mungkin ada masalah pada motor starter.

2. Sirip/kisi radiator

Memang tidak mempengaruhi performa secara langsung, tapi genangan banjir biasanya mengandung berbagai kotoran baik yang memiliki partikel kecil ataupun besar. Jika kotoran itu menyumbat kisi kisi atau sirip radiator maka proses pendinginan air tidak berjalan maksimal.

3. Kompresor AC

Umumnya kompresor AC terletak disamping mesin bagian bawah, bentuknua juga tertutup sehingga air seharusnya tidak masuk. Tapi bagaimana dengan magnetic clutch ? jik ada kotoran yang masuk kesela-sela magnetic clutch maka kompresor akan berbunyi. Sehingga jika ada bunyi kasar saat AC on ketika sehabis melewati banjir maka itu tanda kalau magnetic clutch kotor.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai cara cek mesin mobil bekas banjiran. Biasanya mobil-mobil bekas banjir memiliki nilai jual yang turun drastis. Itu karena performa dan kenyamanannya sudah sangat berkurang, untuk mengembalikan performa dan kenyamanan butuh biaya yang tidak sedikit.

Oleh sebab itu banyak yang memilih menjualnya meski harganya turun drastis. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan kita.