Agar Tidak Tertipu, Kenali 12 Ciri Mobil Bekas Banjiran (Update)

Advertisement
Ciri mobil bekas banjiran - Banjir merupakan hal yang tidak bisa kita prediksikan kapan datangnya, di kota-kota besar seperti Jakarta masalah ini sudah seperti rutinitas. Ditambah dengan banyaknya area parkir basement yang memperparah efek apabila ada genangan air datang.

Daerah-daerah basement ini menjadi tempat paling rawan ketika terjadi hujan atau luapan sungai, selain lokasinya yang sangat rendah/dibawah tanah, tempat ini juga memiliki drainase yang tak sebagus parkiran biasa. Oleh sebab itu, jika ada genangan air sebentar saja semua mobil akan terendam. Dan bukan beberapa centi, kadang mobil bisa terendam hingga lebih dari satu meter.

Tentu, ini berefek pada kesehatan mobil itu sendiri. Mengingat mobil tidak diciptakan untuk berada di air sehingga jika ada genangan air memasuki bagian vital mobil seperti mesin dan powertrain maka akan mengganggu kinerja mobil, bahkan sampai ada kasus turun mesin karena hal ini.

Jika pemilik memiliki asuransi, itu tidak memberatkan. Namun jika mobil tidak diasuransikan, biaya perbaikan bisa hampir menyentuh harga mobil baru. Mengapa cukup mahal ? karena banyak komponen - komponen vital yang error dan perlu diganti. Misal ECM selaku pengontrol elektronik mesin, komponen elektronik ini bisa rusak apabila terendam air. Untuk mengatasinya kita perlu mengganti ECM yang harganya pun tidak murah.

Karena hal itu, banyak pemilik mobil yang mobilnya kebanjiran memilih menjual mobil mereka. Bagi anda yang sedang mencari mobil bekas, anda perlu teliti. Jangan sampai niat untuk membeli mobkas kualitas baik namun murah menjadi sumber pengeluaran besar karena harus memperbaiki kerusakan sebelumnya.


Lantas apa saja ciri-ciri mobil bekas banjiran ?

img by radionz.co.nz

Anda bisa mengecek beberapa sektor berikut, meski sudah dibersihkan beberapa tanda sulit untuk dihilangkan.

1. Tercium Bau Tidak Sedap Pada Intrerior

Anda pasti tahu seperti apa bau pada kain yang basah namun tidak dikeringkan. Bau ini terkesan kurang sedap, dan pada mobil yang pernah kebanjiran, pada interior akan tercium bau-bau seperti ini.

Bau ini, muncul akibat kursi yang berbahan kain dan busa tidak kering secara maksimal, dan terkena panasnya suhu ruang kabin saat siang hari. Ini akan memunculkan bau yang cukup tidak sedap, biasanya pemilik akan menyemprotkan pengharum ruangan pada interior.

Jika anda mencium bau pengharum ruangan yang cukup menyengat bisa jadi ini adalah akal-akalan pemilik untuk menghilangkan bau tidak sedapnya, anda perlu mengecek langsung pada bagian jok dengan memeriksa baunya dengan dekat.

2. Warna Interior Mobil Tidak Sinkron

Umumnya, interior mobil yang kebanjiran akan basah. Jika tidak dikeringkan maka kejadiannya seperti diatas bau tidak sedap yang sulit hilang. Namun, apabipa dikeringkan akan memudarkan warna material interior.

Misal pada bagian doortrim, jika dikeringkan dibawah terik maka akan memudarkan sebagian warnanya, jika anda menemui mobil dengan warna interior yang belang/tidak sama kecerahannya maka bisa jadi, ada riwayat terendam banjir pada mobil tersebut.

3. Ada Jamur/Bekas Noda Disekitar Material Interior

Jamur, juga bisa datangada semua mobil baik yang terendam banjir atau tidak. Biasanya jamur ini muncul pada dashboard, bagian atap, doortrim dan jok mobil. Penyebab utamanya ada uap air yang menempel pada bagian ini dan tidak kering.

Jika uap kecil saja bisa menyebabkan jamur, apalagi air rendaman banjir ? sudah dipastikan akan ada jamur yang menempel pada beberapa permukaan interior mobil. Biasanya jamur ini akan muncul dua sampai tiga hari pasca terendamnya mobil.

4. Terdapat Lumpur Pada Sela-Sela Interior


img by icarusgold.com

Meski sudah dibersihkan, ada bagian yang sulit dijangkau pada interior mobil. Bagian yang sulit terjangkai akan sulit dibersihkan sehingga akan meninggalkan bekas.

Banjir, umumnya penuh dengan lumpur dan kotoran. Kotoran dan lumpur ini akan mengendap pada semua yang terendam, baik pada jok maupun pada sela-sela interior. Tugas anda mengecek bagian sele-sela didalam interior untuk mengecek apa ada lumpur dan kotoran. Jika mobil tidak pernah terendam banjir, maka bagian ini cenderung bersih karena sulit dijangkau dan lokasinya dibagian dalam mobil.

5. Banyak Body Mobil Yang Berkarat

Selanjutnya, air bekas banjir juga mengandung berbagai zat penyebab karat. Jika air ini mengenai body mobil berbahan logam maka itu bisa berpotensi menyebabkan karat.

Cobalah cek beberapa bagian mobil yang berbahan logam, bisa dari interior. Buka bagian karpet mobil untuk melihat bagian bawah apakah ada karat atau tidak, begitu juga bagian luar khususnya bagian chasis/frame mobil, akan terlihat banyak karat.

6. Cek Rangkan Kelistrikannya

Bagian yang bisa juga anda cek, adalah bagian rangkaian kelistrikan mobil. Air memang menjadi musuh bagi barang elektronika, ini karena aliran listrik didalam barang elektronika bisa berantakan karena ada air yang masuk.

Untuk itu, cek beberapa sistem kelistrikan mobil dari mulai lampu sampai indikator pada dashboard. Pastikan semua normal atau tidak ada indicator yang menyala pada dashboard.

7. Bagian Mesin Juga Biasanya Ada Bekas Lumpur



Sama halnya dengan bagian interior, bagian mesin malah memiliki dampak yang leboh parah. Karena bagian mesin sangat terbuka sehingga air dari bawah bisa langsung menggenangi komponen vital mesin.

Bekas dari genangan air ini adalah lumpur yang mengendap pada lekukan-lekukan komponen. Endapan ini, akan sulit dibersihkan mengingat sempitnya ruanh gerak pada ruang mesin. Satu-satunya cara membersihkan mesin dari lumpur adalah dengan membongkarnya.

Ini bisa anda jadikan tolak ukur apakah mobil pernah kebanjiran, cek bagian-bagian mesin yang sulit dijangkau misal pada intake, atau pada bagian bawah mesin. Gunakan juga senter untuk membantu anda, jika mobil pernah kebanjiran maka ada lumpur coklat kering pada komponen-komponen mesin.

Baca pula : Cara cek mesin mobil bekas banjir

8. Filter Udara Kaku

Untuk memastikannya lagi, coba buka box filter udaranya. Filter udara memang terpasang pada bagian atas mesin, jika ketinggian air saat banjir tidak terlampu tinggi maka filter udara akan aman. Namun jika banjor cukup tinggi hingga hampir menenggelamkan mobil maka bagian filter juga tak luput dari efeknya.

Filter udara mobil itu bersifat kering, sehingga jika kondisi filter basah otomatis ada potensi mobil bekas terendam atau bekas menerjang banjir. Kalaupun filter ini dikeringkan pasti strukturnya akan mengempis dan agak kaku.

9. Oli Mesin Agak Coklat Susu dan Kental

Oli mesin yang normal itu berwarna coklat kehitaman dan encer, jika ada air masuk kedalam bagian carter atau oil pan maka akan bercampur dengan oli mesin. Hasilnya, fisik oli akan berubah dari yang warnanya coklat kehitaman menjadi coklat susu dengan kekentalan yang lebih besar.

Kondisi ini umumnya bisa anda temui meski oli mesin sudah diganti. Mengapa ? karena saat kita menguras oli melalui lubang pembuangan hanya sebagian oli yang keluar sementara hampir seperempatnya masih menempel pada komponen mesin karena berbentuk lebih kental. Jika kita isi oli baru, maka akan tercampur lagi olinya.

10. Saat Dikendarai Terasa Tidak Halus (Banyak getaran)

Cara selanjutnya, anda juga bisa mencoba hidupkan mesin. Kinerja mesin mungkin tidak terlalu berefek apabila air sudah kering, mungkin akan sedikit bergetar, tapi coba jalankan mobil dan rasakan bagaimana kenyamanannya.

Terlepas dari kondisi interior, mobil bekas banjiran memiliki pengemudian yang kurang nyaman karena bagian powertrain juga kemasukan air. Misal pada kopling dan transmisi, kopling mobil haruslah kering kondisinya karena jenis kopling mobil adalah kopling gesek kering.

Jika ada air masuk kedalam kopling, apalagi airnya mengandung lumpur dan kotoran maka akan ada greget-greget saat mobil dijalankan. Pada transmisi juga bisa kejadian tercampurnya air dengan pelumas transmisi. Ini akan menimbulkan suara dan getaran tersendiri saat dikemudikan.

Sementara itu, jika mobil matic anda bisa cek pada kondisi wheel bearing yang juga terkena air. Wheel bearing yang terendam banjir akan sedikit berkarat ditambah gemuk yang melumasinya akan tercampur dengan lumpur bekas air bah. Sehingga sama akan muncul greget-gregetan ketika mobil dijalankan.

11. Periksa Sela-Sela Bagian Exterior

Umumnya, ekstrior mobil yang kotor karena banjir bisa kembali kinclong jika dicuci dan dipoles kembali. Tapi, ada bagian-bagian yang sulit terjangkau misal pada sela-sela lampu atau pada sela-sela jendela.

Cek bagian ini, apakah ada bekas lumpur atau kotoran. Normalnya, bagian ini bersih tapi jika seperti yang disebutkan diatas maka bisa jadi mobil memang pernah terendam banjir.

12. Harga Yang Ditawarkan Tidak Wajar

Terakhir, analisa harga mobil yang ditawarkan. Mobil-mobil yang dijual karena bermasalah umumnya memiliki harga yang cukup rendah dibandingkan harga bekas umumnya. Sebelum anda memeriksa kondisi mobil ini, ada baiknya anda mencari informasi terkait harga bekas jenis mobil yang ditawarkan.

Jika mobil itu memang bermasalah atau pernah kebanjiran, maka pemilik cenderung ingin cepat-cepat menjualnya selagi ada yang mau meski harganya jatuh. Dengan kata lain, jika harga mobil itu ditawarkan cukup rendah, jangan senang dulu. Cek dulu bagian-bagian diatas.

Karena percuma jika anda membeli mobil bekas murah namun setelahnya harus keluar banyak biaya lagi untuk perbaikan.

Demikian artikel lengkap dan detail mengenai tanda tanda mobil bekas banjiran, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi kita semua.