Showing posts with label Tips Mobil. Show all posts

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau Tidak Sedap Didalam Mobil

Bicara mengenai bau, pasti semua orang ingin mencium bau yang wangi. Termasuk didalam mobil, kabin mobil yang didesain secara tertutup kalau terdapat sumber bau sedikit saja bisa menimbulkan bau yang sangat tidak sedap.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik mobil untuk memperhatikan kebersihan didalam mobil. Namun terkadang yang semakin membuat kita bingung, ada bau yang tidak sedap atau bahkan bau busuk yang tercium didalam mobil tapi kita sudah merasa menjaga kebersihan mobil.

Ternyata, penyebab bau didalam mobil itu tidak hanya dari kebiasaan pemilik mobil. Artinya meski anda sudah menjaga kabin sebersih mungkin, tidak menjamin kalau bau didalam mobil anda selalu wangi.

Beberapa hal yang menyebabkan bau didalam mobil antara lain ;

1. Asap rokok

Bagi sebagian orang, asap rokok akan terasa nikmat. Tetapi, kalau ada orang merokok didalam mobil maka akan ada potensi asap rokok yang melekat ke door trim, karpet jok, atau bahkan langit kabin. Asap rokok yang melekat pada bahan-bahan ini yang dapat menimbulkan bau tidak sedap.

Jadi, meski sekarang tidak ada yang merokok didalam mobil coba pikirkan sebelumnya apakah ada orang yang sering merokok didalam mobil anda.

2. Atap kabin/jok yang basah

Pernahkan anda mencium bau baju yang tidak kering namun langsung disimpan dilemari, baunya pasti tidak sedap. Itu karena kandungan air yang terjebak pada kain dalam waktu yang lama dapat memunculkan bau dan jamur pada permukaan kain. Selain air, keringat yang menempel ke jok juga termasuk.

Tentu hal ini akan memunculkan bau yang tidak sedap. Dan kadang, bau seperti inilah yang sulit dideteksi. Karena mungkin kita merasa tidak pernah membasahi bagian interior mobil, dan mungkin saja itu merupakan tindakan ketidak sengajaan orang lain.

Intinya, kalau bagian kabin basah terus tidak dikeringkan maka akan meninggalkan bau yang tidak sedap.

3. Pembusukan sampah organik

Tak sedikit mobil yang dilengkapi tempat sampah mini, dan tak jarang pula tempat sampah ini diisi dengan sampah-sampah organik. Mungkin anda sudah tahu, kalau sampah organik mengalami pembusukan yang sangat cepat. Jadi wajar kalau dalam beberapa jam, kabin mobil bisa tercium bau busuk karena ada yang membuang kulit buah misalnya.

4. Ada tikus yang terjebak dan mati

Penyebab yang keempat juga berasal di luar kendali kita. Pasalnya, tikus memang sering masuk ke sela-sela mobil. Jadi kalau tikus kebetulan masuk ke sela-sela yang ada pada kabin kemudian terjebak dan mati, maka dalam beberapa hari anda akan mencium bau busuk yang sangat menyengat.

5. Filter AC yang sudah sangat kotor

Filter AC awalnya berfungsi sebagai penyaring udara yang dihembuskan sistem AC. Tetapi, kadang karena lupa atau bahkan tidak dibersihkan filter AC ini akan sangat kotor dan apek. Sehingga bau apek ini bisa menyebar lewat udara yang dihembuskan sistem AC.

6. Faktor dari luar kabin

Faktor dari luar kabin bisa termasuk bau kopling (saat menanjak khususnya), bau oli yang terbakar, atau bau wax apabila mobil anda baru saja dipoles. Intinya, kalau ada bau aneh yang tidak biasa dan tercium samar-samar, mungkin saja itu berasal dari luar kabin.

Lalu Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Didalam Kabin ?


Ada beberapa cara sederhana yang bisa anda lakukan untuk menghilangkan bau didalam kabin, antara lain ;

1. Bersihkan semua isi kabin mobil anda

Semua isi didalam mobil yang bisa dikeluarkan, maka keluarkan semuanya. Dari tempat sampah mini, karpet, hingga barang-barang yang ada dibagasi juga keluarkan semua. Lalu, cek semua barang yang dikeluarkan tadi apakah sumber bau berasal dari salah satu barang atau tidak.

Kalau ada indikasi sumber bau, maka segera cuci. Untuk karpet mobil, anda bisa mencucinya menggunakan air sabun dan busa. Lalu jemur karpet ini.

Setelah semua isi kabin keluar periksa sela-sela kabin untuk menemukan apakah ada sampah atau bangkai hewan yang terselip. Karena seperti yang dikatakan diatas, sumber bau ini bisa berasal dari sela-sela kabin.

2. Buka filter AC dan bersihkan

Filter AC lokasinya ada didalam console atau laci sebelah kiri. Kalau anda melepas laci tersebut, maka anda akan melihat box yang didalamnya terdapat filter AC. Coba bersihkan filter AC menggunakan angin bertekanan rendah atau kalau tidak ada, anda bisa mengusap-usapnya dengan busa kering.

3. Kalau jok berbahan kulit, bisa dilepas dan dicuci

Terkadang, jok mobil dipenuhi keringat atau tumpahan air. Sehingga, sumber bau bisa berasal dari jok ini. Tapi apabila jok mobil anda dilengkapi sarung jok berbahan kulit atau apapun (kecuali beludru), anda bisa membersihkannya dengan mudah.

Bisa dengan menyikatnya menggunakan sikat halus, atau dengan mencucinya langsung dengan air sabun lalu keringkan.

4. Cek bagian lantai kabin, kalau ada kotoran bersihkan menggunakan air sabun

Sama halnya dengan jok, tapi untuk bagian langit dan jok anda cuku gosok bagian yang kotor menggunakan sikat gigi bekas yang dicelup ke air sabun. Tata caranya bisa anda cek pada artikel berikut Cara membersihkan jamur pada plafon mobil

Cara ini sederhana tapi mampu mengangkat jamur dan kotoran yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap.

5. Bersihkan bagian door trim dan langit mobil menggunakan air sabun

Untuk bagian doortrim juga sama caranya dengan langkah yang diatas, tapi untuk door trim yang berbahan keras (plastic) supaya lebih efektif bisa anda gunakan busa.

6. Jemur mobil dengan kondisi semua pintu terbuka

Kalau urusan kabin sudah dibersihkan, dan anda tidak lagi mencium bau tidak sedap jangan dulu untuk memasukan semua barang. Tetapi jemur dulu mobil diarea yang teduh selama sekitar 30 menit dengan kondisi semua pintu terbuka lebar. Tapi kalau kondisi kabin cukup basah, anda harus menjemurnya dibawah terik matahari.

7. Beri pengharum ruangan

Terakhir anda bisa tambahkan pengharum ruangan untuk menyegarkan aroma kabin.

Selain 7 cara diatas, ada satu cara lagi yang paling efektif yakni dengan membawa mobil ke salon mobil. Dikatakan efektif karena kita Cuma menunggu, dan mobil akan digarap oleh tangan profesional. Jadi bisa dipastikan bersih meski harus merogoh kocek cukup dalam.

Yang perlu diperhatikan, kalau bau tidak sedap masih kategori ringan mending anda saja yang membersihkan tanpa harus membawanya ke salon mobil. Tetapi kalau bau tidak sedap muncul setelah mobil kebanjiran, mending langsung menghubungi salon mobil.

7 Tanda Ban Mobil Harus Ganti

Sama seperti komponen mobil lain, ban juga komponen yang memiliki masa pakai. Umur ban mobil pun tidak bisa kita predikis, ada ban mobil yang mampu bertahan hingga 3 tahun dan ada pula yang hanya bertahan 1 tahun.

Sehingga untuk mengetahui apakah ban mobil masih bagus atau tidak, kita harus mengeceknya secara langsung.

Tapi tak banyak yang tahu, apa ciri ciri ban mobil yang harus segera diganti. Oleh sebab itu, diartikel ini akan kita bahas bagaimana cara mengecek apakah ban mobil masih bagus, atau perlu diganti.

9 Tanda Ban Mobil Perlu Diganti

img : gshservice.com

1. Ketebalan tread melewati TWI

Yang pertama, permukaan tread ban mulai tipis. Untuk mengeceknya, cukup mudah. Anda hanya tinggal melihat kedalaman alur yang ada dipermukaan ban. Biasanya di tengah alur tersebut terdapat karet TWI (tread wear indicator).

TWI ini dijadikan patokan apakah tread ban tipis atau tidak, kalau kedalaman alur ban rata dengan TWI maka artinya tread ban tipis dan ban perlu diganti.

2. Ada benjolan pada ban

img ; pakwheels.com

Benjolan bisa disebabkan karena lapisan sabuk ban (lapisan dalam ban) mengalami deformasi. Penyebabnya bisa karena panas, atau sering dipakai pada jalan yang tidak rata.

Resiko ban benjol ini, ban rentan bocor dan rentan meledak. Selain itu, handling mobil juga akan terganggu. Sehingga apabila anda melihat benjolan pada ban mobil anda, sebaiknya anda ganti ban mobil tersebut.

3. Ban botak dibagian tengah

Selanjutnya, ban botak hanya dibagian tengah. Terkadang, ada kondisi dimana kedalaman alur ban masih tebal namun dibagian tengah, ban sudah gundul. Ini juga menjadi salah satu tanda ban yang harus ganti.

Pasalnya, ban gundul dibagian tengah akan mengurangi ketahanan ban dibagian permukaan tengah. Sehingga apabila melewati jalan tidak rata atau melewati kerikil sangat rentan bocor. Solusinya, anda perlu ganti ban dengan yang baru.

4. Ban botak dibagian samping

Selain dibagian tengah, ada pula kondisi dimana ban botak hanya dibagian samping entah bagian dalam atau bagian luar ban. Ini disebabkan biasanya karena faktor suspensi yang bermasalah, bisa karena bushing suspensi yang mulai rusak atau karena pegas suspensi yang mulai lemah.

Apabila anda menemui kondisi ini, lakukan pengecekan sistem suspensi dan ganti ban. Tetapi apabila hanya satu atau dua ban yang mengalami botak samping ini, anda bisa rotasi ban sesuai arah rotasinya.

5. Ban belum pernah ganti selama 3 tahun

Seperti yang dijelaskan diawal, umur ban tidak mesti. Ada yang sanggup digunakan hingga 3 tahun ada juga yang tidak sampai. Apabila ban mobil anda sudah berumur tiga tahun namun pemakaian mobil sangat jarang mungkin tidak masalah.

Tetapi apabila sampai 3 tahun ban belum diganti dengan intensitas pemakaian mobi sering, maka ban harus segera diganti.

6. Permukaan ban retak


Ban yang retak bisa disebabkan karena faktor umur, maupun faktor cuaca yang ekstrem. Mobil yang sering melintasi jalan berkerikil juga rentan mengalami retak, apabila permukaan atas maupun samping ban sudah retak segera ganti ban tersebut.

Memang, ban yang retak masih bisa dipakai tapi ketahanan ban akan berkurang serta handling mobil juga akan terganggu. Kecuali permukaan yang retak hanya sedikit, mungkin masih bisa ditoleransi.

7. Permukaan ban bergelombang

Mungkin anda pernah menemui permukaan atas ban bergelombang, ini bisa disebabkan oleh banyak hal salah satunya karena faktor wheel aligment yang kurang seimbang. Sehingga ketika anda menemui salah satu ban mobil bergelombang, segera lakukan spooring balancing.

Sementara ban yang bergelombang tersebut, jelas harus diganti karena bisa menurunkan daya tahan ban serta mengurangi handling.

8. Permukaan ban berserabut

Sama halnya dengan ban yang bergelombang, ban berserabut juga bisa disebabkan karena faktor wheel alignment yang tidak seimbang. Sehingga kalau anda menemui kondisi seperti ini, lakukan saja spooring balancing. Tapi untuk ban yang berserabut bisa tetap dipakai apabila kedalaman alur tread masih diatas minimal.

Atau solusi lain, anda bisa lakukan rotasi ban agar keausan ban bisa lebih merata. Namun, kalau tidak memugkinkan (kondisi ban sudah tipis) maka ganti saja.

9. Ban sudah sering bocor dan sering ditambal

Untuk ban yang sering bocor, maka jumlah tambalan pada ban tersebut juga menjadi lebih banyak. Sementara itu, ban tambalan kurang baik dalam ketahanan artinya semakin banyak jumlah tambalan maka resiko ban bocor atau bahkan meledak juga lebih besar.

Solusinya, anda perlu mengganti ban tersebut dengan yang baru apalagi kalau anda akan menempuh perjalanan jauh.

Tips Mengganti Mobil Agar Berkendara Tetap Nyaman


Biasanya saat kita mengganti ban baru, kita bingung karena dihadapkan pada banyak sekali pilihan. Anda juga harus mengetahui jenis-jenis ban karena tiap ban memiliki spesialisasi tersendiri.


  • Pilih ban dengan merk dan spesifikasi sama seperti ban sebelumnya
  • Ganti empat ban sekaligus, ini akan menjaga handling tetap baik
  • kalau ada ban yang masih bagus, anda bisa ganti hanya bagian depan atau belakang saja


demikian artikel tentang tanda ban mobil harus diganti, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Mengetahui Kualitas Oli Mesin Mobil

Oli mesin merupakan salah satu komponen yang harus terus dijaga kualitasnya, pasalnya oli mesin yang buruk akan berdampak pada pelumasan yang buruk pula.

Hasilnya, mesin mobil akan lebih cepat rusak.

Kita para pemilik mobil, umumnya mempercayakan perawatan mobil pada bengkel saat service. Tapi, kondisi mobil itu tidak selalu sama.

Misal untuk mobil yang sering dipakai padan jalanan macet, maka KM mobil tetap kecil tapi running hours mesin sebenarnya cukup lama. Sehingga, kualitas oli mesin akan berkurang lebih cepat.

Kalau kita ikuti jadwal service, mungkin sebelum tanggal service kualitas oli mobil sudah berkurang jauh. Solusinya, kita juga perlu melakukan perawatan minimal mengecek kualitas dan kuantitas oli mesin.

Lalu bagaimana caranya ? simak artikel dibawah.

Cara Cek Kualitas Oli Mobil


Untuk mengetahui apakah oli mesin masih bagus atau perlu diganti, kita perlu melihat sampel oli dari mesin. Untuk mengambil sampel oli mesin, kita bisa lakukan dari deep stik oli. Caranya sebagai berikut ;

1. Pastikan kendaraan terparkir di tempat yang landai

Ini akan mempengaruhi akurasi pembacaan kuantitas oli mesin. Kalau posisi mobil miring, maka tinggi permukaan oli juga akan miring. Akibatnya pembacaan yang tertera pada stik oli bisa lebih banyak atau lebhih sedikit dari aslinya.

2. Tunggu beberapa menit hingga mesin dingin

Sebelum anda mencabut deep stik oli, rasakan dulu suhu mesin mobil anda. Kalau mesin masih panas/baru digunakan maka tunggu beberapa menit hingga suhu mesin hangat.

Mengapa harus menunggu suhu mesin agar turun ?

Ini juga berpengaruh pada akurasi pembacaan volume oli. Saat mesin masih panas/baru saja digunakan, oli mesin masih menempel pada semua komponen mesin yang dilewati jalur pelumas hingga menyisakan sebagian oli didalam oil pan.

Kalau kita cabut stik oli saat suhunya masih panas, maka oli akan kurang. Padahal, oli sebenarnya belum kembali ke oil pan.

3. Buka kap mesin dan cabut deep stik oli

Setelah suhu mesin turun, cabut deep stik oli dari mesin. Untuk mencabutnya kami rasa cukup mudah, karena tinggal ditarik saja. Yang terpenting tarik dengan arah lurus dari lubang stik oli.

Karena kalau arah tarikan tidak lurus, stik oli bisa patah.

4. Bersihkan deep stik oli lalu masukan kembali ke mesin

Setelah deep stik oli terlepas, bersihkan ujung deep stik oli menggunakan kain lap. Setelah itu, masukan kembali deep stik oli kedalam mesin seperti semula.

Ini dilakukan karena saat pertama anda mencabut deep stik, pembacaan volume oli pasti akan penuh karena sebelumnya deep stik sudah terlumuri oli ketika mesin hidup. Jadi, kita lap dulu olinya baru pembacaan kedua bisa lebih akurat.

5. Cabut kembali deep stik oli dan baca hasilnya

img : milesgarage.co.uk

Cabut kembali stik oli dan lihat ujung deep stik. Pada ujung deep stik, pastikan ketinggian oli mesin masih diantara upper level dan lower level. Kalau ketinggian oli mendekati lower level, anda bisa tambahkan oli dengan volume 100-400 ml.

Namun, apabila ketinggian oli berada ditengah antara upper dan lower level tidak ditambah bukan masalah. Selanjutnya, periksa sedikit oli yang menempel pada deep stik untuk mengetahui kualitasnya.

Ciri -ciri oli mesin harus diganti

  • Untuk mesin bensin, warna oli akan lebih coklat/gelap dari warna asalnya. Sementara mesin diesel, meski baru ganti warnanya cenderung hitam.
  • Ada serpihan logam (gram) pada oli, ini bisa dirasakan dengan menyentuh oli.
  • Oli sangat encer, apabila deep stik oli cepat kering setelah dicabut dari mesin bisa menjadi patokan bahwa kekentalan oli sudah turun drastis. Sehingga sifat pelumas oli sudah berkurang


Apabila ketiga gejala diatas anda temui, jangan ragu untuk mengganti oli mesin walau jadwal service belum tiba saatnya. Khususnya seperti kondisi yang dijelaskan diatas (jalanan macet) dimana mesin bekerja lebih lama dari normalnya maka wajar kalau jadwal ganti oli dimajukan.

Itulah tips singkat tentang cara cek oli mobil, semoga menambah wawasan kita semua.

8 Tips Aman Mengemudi Di Tanjakan Agar Tidak "Nggusur"

Di musim liburan, banyak orang memilih objek wisata yang bertema alam seperti pegunungan atau perbukitan. Namun, untuk mencapai objek wisata di pengunungan kita harus bisa menempuh perjalanan yang bisa dibilang curam.

Dikatakan curam karena posisi pegunungan itu naik turun dan berkelok. Meski anda adalah pengemudi yang mahir, belum tentu anda bisa menaklukan medan pegunungan ini kalau belum tahu tekniknya. Apalagi dengan yang pemula ?

Ditambah kondisi jalan yang kadang macet, hujan, diperparah dengan muatan mobil yang kadang tidak ringan. Ini semua mempersulit pengoperasian kendaraan untuk mencapai puncak yang diinginkan. Oleh sebab itu, sebelum anda menempuh perjalanan naik alangkah lebih baiknya anda memahami teknik mengemudi di tanjakan serta kesehatan kendaraan anda.

Agar lebih jelas, kami telah merangkum tips selamat menyetir di tanjakan atau turunan untuk menghadapi segala kondisi.

Tips Aman Mengendarai Mobil Di Tanjakan


1. Pastikan beban mobil anda tidak melebihi batas kemampuan mesin kendaraan

Pertama, kita harus tahu berapa batas kemampuan mobil kita. Kita tak perlu mengukur menggunakan alat untuk mengetahui kemampuan mesin, kita kira-kira saja. Untuk mobil dengan mesin 1.200 cc kebawah akan sedikit kesulitan untuk naik dalam posisi penumpang full.

Contoh mobil dengan mesin kecil namun kabin luas (mampu menampung 7 orang) adalah LCGC. Mobil ini memang murah, tapi performanya pas-pasan. Jadi kalau terpaksa didalam mobil full passanger, anda harus extra hati-hati saat akan naik.

Anda tetap bisa mengemudikan mobil ini ke puncak dengan posisi gigi terkecil (gigi 1) dengan RPM yang agak tinggi. Dengan RPM yang lebih tinggi, tenaga dan torsi yang dihasilkan juga akan lebih tinggi. Namun, untuk menggunakan cara ini anda harus menjaga jarak dengan kendaraan didepan dengan lebih jauh sehingga anda memiliki cukup ruang untuk memacu kendaraan.

2. Sebelum melakukan perjalanan, pastikan kopling dan rem tidak dalam kondisi tipis/bermasalah

Untuk mobil manual, kopling menjadi komponen utama keberhasilan mengemudi di tanjakan di susul dengan rem. Kalau kondisi kopling bermasalah, atau yang biasa dialami itu kampas kopling tipis maka kopling akan lebih mudah selip.

Sehingga, mobil anda memiliki mesin besar dan anda juga memacu mesin dengan RPM lebih tinggi mobil tetap kekurangan tenaga. Tenaga ini akan hilang karena selip pada kopling tadi.

Untuk mengetahui apakah kampas kopling tipis atau tidak, bisa dirasakan saat proses oper gigi. Apakah terasa sulit atau tidak ? kalau masih gampang dan halus maka kopling masih normal. Selain itu, kalau pedal kopling terasa lebih jauh bisa jadi kampas rem mobil tipis.

3. Selain kopling, pastikan wiper juga O.K karena gunung sering hujan

Pegunungan itu identik dengan hujan, kalau hujan turun kita memang aman karena didalam mobil. Tapi air hujan itu bisa mengganggu penglihatan kita karena air akan menempel pada kaca depan. Oleh sebab itu, selain kopling dan rem wiper juga menjadi komponen yang tidak kalah penting saat anda akan menempuh perjalanan naik.

4. Pakai gigi 1, atau 2 ? sesuaikan dengan kemiringan jalan

Kalau kita menanyakan ke orang lain, pake gigi berapa untuk nanjak ? ada yang menjawan pakai gigi 1, ada pula yang menjawab pakai gigi 2. Tapi yang paling tepat, itu situasional.

Untuk menanjak, anda juga bisa menggunakan gigi 3. Kalau semakin rendah gigi, maka torsi mobil akan semakin kuat tapi itu akan mengurangi kecepatan kendaraan. Posisi ini sangat cocok untuk naik di tanjakan curam atau tanjakan yang macet.

Sementara untuk tanjakan yang lebih landai, anda bisa menggunakan gigi 2 atau 3 kalau jalanan tergolong lenggang.

5. Saat naik atau turun, usahakan posisi tangan kanan memegang tuas rem parkir

Ini berfungsi sebagai jaga-jaga agar saat kendaraa didepan mengerem mendadak, mobil kita tidak meluncur ke belakang. Untuk mobil manual, itu punya tiga pedal. Saat naik, posisi kaki kita menginjak pedal gas dan kopling, sementara pedal rem tidak terinjak.

Disini, peran rem tangan akan sangat berguna untuk menahan kendaraan dikala kondisi seperti diatas muncul.

Tapi bagaimana kalau mobil menggunakan e-parking brake ?

Elektronik parking brake, tidak lagi menggunakan tuas untuk rem parkir melainkan sudah menggunakan tombol secara elektronik. Umumnya, mobil dengan kelas E-parking brake seperti ini sudah dilengkapi dengan fitur lain seperti ABS, HSA (hill start assist), ESC (electronic stability control). Anda hanya tinggal mengaktifkan semua fitur tadi, maka kendaraan bisa mengerem secara otomatis ketika anda berhenti ditengah tanjakan.

6. Gunakan teknik setengah kopling, hanya saat kondisi jalan macet

Teknik setengah kopling populer digunakan untuk menanjak, tapi resiko dari teknik ini adalah mempercepat keausan kampas kopling. Ini karena pada dasarnya, setengah kopling adalah menahan kampas kopling agar tetap mengambang (tidak tertekan full namun juga tidak terbebas). Sehingga mobil tetap berjalan dengan kecepatan lebih rendah meski gas mesin sudah tinggi.

Kalau ini dipakai secara terus menerus, mungkin sepulang perjalanan sistem kopling mobil anda akan terbakar sehingga anda harus keluar banyak biaya lagi untuk memperbaikinya.

Namun, teknik setengah kopling ini juga terbukti ampuh untuk membuat mobil berjalan di tanjakan khususnya saat mobil berhenti di tengah jalan yang menanjak. Anda boleh menggunakan setengah kopling, tapi disarankan hanya saat kondisi macet.

7. Meski disamping ada jurang, jangan mengemudi terlalu ke tengah

Ini dia sensasi mengemudi di pegunungan, sebelah kiri jurang dan sebelah kanan tebing. Pada sisi jurang, pengemudi biasanya akan refleks untuk lebih mengarahkan kendaraan ke tengah jalan. Padahal, jalan ini juga jalan dua arah yang dipakai pengguna jalan lain untuk melintas dengan arah berlawanan.

Kalau anda mengarahkan mobil lebih ke tengah, ini akan mengganggu pengguna jalan lain. Apalagi ketika ini terjadi di tikungan. Sehingga kemacetan bisa terjadi.

Jadi, jangan ragu. Stay on track saja, kecuali ada rambu-rambu yang menyatakan jalanan rusak baru anda harus lebih ke tengah.

8. Pastikan kondisi ban serep O.K

Kalau di perkotaan, ban bocor itu bukan masalah. Tapi di pegunungan, ban bocor bisa jadi masalah yang cukup besar. Karena disekitar masih dipenuhi hutan dan jarang sekali ada tukang tambal ban. Jadi kalau ban bocor, harapan anda ada pada ban serep. Oleh sebab itu, pastikan ban serep dalam konsisi O.K

Itulah 8 tips simpel agar aman untuk mengemudi di tanjakan. Ada satu lagi, pastikan anda tidak menyalip kendaraan lain di tanjakan/turunan. Karena ini akan sama-sama beresiko bagi anda dan pengguna jalan yang lain.

Lalu bagaimana dengan mobil matic ?

Mobil matic itu hanya ada dua pedal, jadi rasanya tidak perlu dibahas lagi. Mengemudikan mobil matic ditanjakan sama seperti mengemudikannya di jalanan rata. Hanya saja, kalau ingin lebih pas gunakan posisi D1 pada selektor transmisi otomatis. Posisi ini, akan mengunci posisi gigi tetap kecil sehingga kinerja mesin dan transmisi tidak kerepotan.

Cara Mudah Mengecek Air Aki Mobil

Salah satu komponen mobil yang sensitif adalah aki. Karena sensitifnya aki, kita sebagai pemilik mobil harus selalu mengecek kondisi komponen tersebut. Karena kalau tidak, aki bisa drop/tekor bahkan meledak. Imbasnya, mesin mobil tidak bisa distart karena sistem starter itu menggunakan aki sebagai sumber tenaganya.

Aki sendiri, dibagi menjadi dua kelompok utama yakni ;

  • Aki basah, merupakan aki dengan elektrolit yang bisa diisi ulang melalui tutupnya.
  • Aki kering, merupakan jenis aki tertutup yang tidak perlu diisi elektrolitnya (maintenance free)


Dalam hal ini, pengecekan aki harus dilakukan baik pada aki kering atau aki basah. Tapi khusus untuk aki basah kita wajib melakukan pengecekan elektrolit/air akinya karena sifat aki basah ini terbuka (memiliki ventilasi pada tiap tutup aki). Sehingga air aki berpotensi kurang.

Mengapa air aki perlu dicek ?

Aki basah merupakan tipe ventilated battry yang memiliki lubang ventilasi di tiap selnya. Sehingga air aki didalam sel baterai sangat berpotensi kelua, inilah yang dapat menyebabkan air aki habis. Padahal, pada air aki ini reaksi kimia yang menghasilkan energi listrik berjalan. Sehingga kalau air aki kurang bahkan habis, aki tidak mampu menghasilkan cukup energi listrik.

Lalu bagaimana cara memeriksanya ?

Cara mengecek air aki


Untuk mengecek air aki, caranya cukup mudah karena anda harusnya bisa melihat langsung level ketinggian air aki pada box aki. Supaya lebih detail, ini langkah pengecekan air aki yang aman.

1. Siapkan lap (bisa kain bekas)

Fungsi lap ini adalah untuk membersihkan box aki yang kadang tertutup debu. Debu yang menempel pada box aki dapat menghalangi level aki, sehingga pembacaaan akan sulit dilakukan. Tapi kalau kita mengelapnya, otomatis ketinggian air aki lebih mudah dibaca.

2. Cari penanda/level akinya



Level air aki ini, umumnya terletak dibagian depan aki. Anda dapat menemukannya pada sisi yang mencantumkan merk aki tersebut, biasanya level ini hanya tertulis “upper level” dan “lower level”. Kalau anda menemukan level ini, jangan lupa untuk membersihkan area ini dengan lap agar pembacaan level air aki bisa lebih mudah.

3. Kalau susah diakses, anda harus melepas aki dari mobil

Terkadang, ada mobil yang memiliki tata letak ruang mesin yang sangat amat sesak (biasanya kendaraan penggerak depan). Sehingga saat kita akan mengecek bagian depan aki pun terhalang oleh komponen mesin lainnya.

Solusinya, anda harus melepas/menurunkan aki dari kendaraan. Caranya cukup mudah, anda hanya perlu melepas dua terminal aki menggunakan kunci 10 lalu melepas braket/penahan aki juga dengan kunci 10. Setelah terminal dan braket aki dilepaskan, anda bisa langsung mengangkat aki kemudian menurunkannya dari mobil agar lebih mudah dibaca.

4. Cek ketinggian aki tiap sel

Untuk mengecek ketinggian air aki, anda hanya perlu melihat ketinggian permukaan air aki pada level penanda air aki. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, level penanda ini biasanya ada disisi depan (yang ada merk akinya).

Box aki ini, biasanya transparan sehingga anda bisa melihat permukaan air aki yang terletak didalam aki. Pastikan permukaan air aki ada diantara lower level dan upper level. Namun, pastikan juga aki sudah diletakan dipermukaan yang rata agar pengecekan bisa lebih akurat.

Tapi, bagaimana kalau air aki tidak tembus ?


Biasanya untuk aki yang sudah berumur lama kondisi box aki akan sedikit buram sehingga menyulitkan untuk mengecek level aki. Jalan keluarnya, anda bisa menggunakan senter. Tapi kalau belum tembus juga, cara terakhir anda harus membuka semua tutup aki lalu melihat air akinya. Kalau air aki sampai diatas sel aki (sel aki terendam air aki) maka bisa dikatakan itu masih penuh.

Tapi bagaimana kalau kurang ?

Kalau kurang, anda bisa menambahkannya dengan air aki yang bisa dibeli di bengkel-bengkel motor/mobil. Harganya pun cukup terjangkau paling hanya 10 ribu anda bisa mendapatkan satu botol air aki.

Perawatan pada aki basah agar lebih awet

1. Selalu bersihkan terminal aki

Kadang terminal aki dipenuhi oleh kerak karbon imbas dari reaksi kimia didalam aki. Karbon ini bisa menghambat aliran listrik dari aki, sehingga anda harus membersihkan kerak pada terminal aki menggunakan air panas.

2. Pastikan tutup aki tidak ada yang tersumbat

Tutup aki yang tersumbat, menjadi pemicu aki menggelembung. Untuk menghindarinya, anda harus selalu menjaga agar tutup aki tidak tersumbat. Caranya bisa menggunakan angin bertekanan, atau dengan dicuci.

3. Anda bisa membeli busa cover aki untuk melindungi area tutup aki dari debu

Kalau ingin efektif, anda bisa membeli busa penutup aki yang dipasang untuk melindungi permukaan atas aki dari debu yang beterbangan. Ini akan mencegah tutup aki yang tersumbat.

Selengkapnya ; 6 tips perawatan aki mobil

Itulah sedikit tips tentang cara mengecek air aki mobil, tips ini juga bisa anda terapkan untuk mengecek aki sepeda motor. Semoga bisa menambah wawasan kita.

6 Tips Perawatan Aki Pada Mobil

Pada kendaraan dijaman sekarang sudah tidak dipungkiri lagi bahwa peran baterai atau aki dalam kendaraan sangatlah penting. Baterai berperan dari awal mobil hendak bergerak sampai mobil tersebut berhenti kembali. Yaitu pada sistem pengapian, sistem pengisian, sistem pada control unit, dan sistem kelistrikan pada interior dan eksterior dalam mobil yang membuat mobil lebih nyaman dan aman dikendarai atau disebut sistem baterai SLI ( Starting, Lighting, dan Ignition).

Karena berbagai kelebihan dan peran pentingnya pada kendaraan, baterai harus rutin dirawat agar tetap memberikan suplai tegangan yang dibutuhkan pada sistem kelistrikan mobil.

Baterai yang umum digunakan pada mobil ada 2 tipe yaitu baterai basah dan baterai kering. Baterai basah menggunakan cairan elektrolit yaitu campuran asam sulfur dan air sebagai reaksi kimia untuk menghasilkan tegangan. Sementara baterai kering berisikan kalsium yang berupa seperti gel. Sebelum perawatan ada baiknya pemilik harus tau cara melepas dan memasang baterai dengan benar. Dahulukan melepas kabel klem negatif saat melepas baterai dan mendahulukan memasang kabel klem positif saat memasang baterai, cara ini adalah teknik agar menghindari korslet atau percikan bungan api jika tegangan terhubung kebumi (ground) secara langsung.

cara merawat aki basah biar awet

Perawatan baterai terdiri dari pengecekan visual, pembersihan, pengetesan dan pengisian baterai jika diperlukan. Terminal baterai yang berada diatas baterai dan dudukan baterai harus tetap bersih. Bagian bagian yang berkarat dapat dibersihkan dengan larutan soda kue dan air biasa. Jangan sampai larutan tersebut masuk kedalam baterai (baterai basah).

Bagian bagian yang harus diperhatikan selama perawatan adalah

  1. Kabel terminal positif atau negatif baterai dalam keadaan bagus, tidak sobek, putus dll. 
  2. Terminal baterai bersih
  3. Level elektrolit  yang tepat
  4. Rumah dan tutup bagian atas baterai bersih
  5. Dudukan baterai bersih dan bebas dari karat 
  6. Klem penahan baterai bersih dan mampu menahan baterai dengan kuat


Pada baterai basah cairan elektrolit harus sekitar 6mm sampai 8mm diatas bagian atas separator (pemisah) baterai. Air harus ditambah ke masing masing sel jika perlu, agar elektrolit berada pada level yang benar. Jangan mengisi berlebihan karena dapat menyebabkan elektrolit tumpa selama proses charging, menyebabkan karat pada terminal, dudukan baterai, dan bagian bagian yang berdekatan.

Ada beberapa cara pengecekan level elektrolt. Elektrolit dapat dilihat dengan melepas tutup pengisian dan melihat dari lubang tersebut.  Ada juga baterai dengan rumah transparan yang memiliki tanda level atas dan level bawah di rumah baterainya, sehingga pengecekan lebih cepat tanpa melepas ventilasi pengisiannya.

Baca pula ; Cara mudah mengecek air aki

cara mengisi air aki mobil

Pengetesan Baterai


Ada dua metode yang biasa digunakan untuk melakukan pengetesan baterai

1. Test hydometer (baterai basah)



Hydometer digunakan untuk mengukur massa jenis elektrolit pada masing masing sel. Semua hasil pengukuran kurang lebih sama. Jika ada bagian sel yang hasilnya jauh lebih kecil dari yang lain dapat mengindikasikan kerusakan pada sel tersebut. Jika semua hasilnya rendah mka harus di charge dahulu lalu dilakukan pengetesan lagi. Jangan memindahkan elektrolit dari satu sel ke sel yang lain.

2. Baterai tester ( baterai kering)


merawat aki kering jarang dipakai

Pengetesan dilakukan dengan cara memasukkan data spesifikasi baterai dan kabel baterai tester di sambungkan ke terminal baterai. Perlu diketahui bahwa kabel jepit warna merah ke terminal positif dan warna itam ke termina negatif.

Charging Baterai


Proses pengisian baterai dilakukan dengan menghubungkan kabel positif charger ke positif baterai dan negatif charger ke negatif baterai. Charger menyediakan tegangan sedikit lebih banyak agar arus dapat mengalir dari charger ke baterai.

mengatasi aki tekor pada mobil

Penulis sendiri sebagai seorang mekanik brand mercedes-benz bertujuan membagikan ilmu kepada pembaca agar mengerti dan bisa merawat baterai mobilnya sendiri sebelum terjadi problem yang bisa merugikan pemilik mobil.

Ditulis oleh : Miftahul Aidil Fitrah Sibuea

Waspada Rem Blong, Ini 4 Tanda Minyak Rem Mobil Habis

Apakah anda memiliki permasalahan terkait rem ? dan apakah anda tahu dimana letak pangkal masalahnya ? bisa saja masalah rem yang anda alami itu berasal dari minyak rem yang kurang. Lalu apa saja ciri cirinya ? simak ulasan dibawah.

Sebelumnya, perlu ditekankan bahwa minyak rem ini memiliki peran yang sangat vital pada rem mobil yang umumnya menerapkan sistem hidrolik. Jadi setiap kali ada permasalahan terkait rem hidrolik ini, jangan anggap remeh dan segera cari tahu penyebabnya.

Resiko minyak rem yang habis


  1. Rem sering blong saat pagi hari/awal mengemudikan mobil di hari itu. Ini disebabkan karena ada udara didalam saluran hidrolik rem (rem masuk angin)
  2. Rem bisa blong saat anda melintasi tanjakan/turunan. Ini disebabkan karena kerataan permukaan minyak rem akan miring karena posisi mobil miring, sehingga ada kondisi dimana permukaan minyak rem lebih rendah dari niple masuk saluran hidrolik rem. Dan ini menyebabkan masuk angin.
  3. Resiko kerusakan pada komponen mobil, kalau ada kebocoran minyak rem. Minyak rem juga bersifat asam, sehingga kalau terkena komponen mobil maka akan membekas.


Pertama, anda perlu memahami ada dua penyebab yang membuat minyak rem didalam mobil itu berkurang. Yakni ;

  • Kampas rem yang tipis, kampas rem yang tipis akan memaksa piston untuk terdorong lebih keluar. Sehingga ada penambahan ruang hidrolik didalam kaliper dan ruang ini akan diisi oleh minyak rem dari reservoir.
  • Ada kebocoran, kebocoran minyak rem bisa terjadi dimana saja. Bisa pada seal antar komponen hidrolik rem, ataupun pada sambungan selang rem. Intinya kalau minyak rem bocor, maka volume minyak rem akan semakin berkurang.


Lalu, apa tanda tanda minyak rem mobil yang habis ?

Ciri Minyak Rem Habis


Sebagai pengemudi tentu kita tidak bisa memeriksa setiap saat kondisi minyak rem, sehingga untuk mengetahui ada masalah atau tidak, ya kita harus peka merasakan tanda-tandanya. Termasuk saat minyak rem mobil habis, umumnya akan memunculkan beberapa ciri seperti berikut ini.

1. Brake warning light menyala

Tanda yang pertama adalah brake warning light atau lampu indikator rem. Lampu indikator ini ada pada dashboard mobil anda dan akan menyala apabila ada masalah pada sistem rem termasuk masalah minyak rem yang kurang.

Indikator ini berbeda dengan indikator ABS. kalau ABS itu bentuknya lingkaran dengan tulisan “ABS”. tapi lampu indikator rem juga berbentuk lingkaran dengan tanda pentung ditengahnya, umumnya lampu ini akan bersinar merah atau kuning.

2. Rem ngempos/blong saat berada pada turunan

Mungkin anda pernah merasakan dimana rem terasa ngeblog saat anda melewati turunan. Ini bisa menjadi tanda minyak rem yang hampir habis. Alasannya, saat posisi mobil miring maka posisi minyak rem juga tidak rata-rata air.

Sehingga ada bagian yang lebih rendah dan ada bagian yang lebih tinggi. Kalau bagian yang lebih rendah itu adalah niple masuk ke saluran hidrolik maka rem akan ngeblong karena yang masuk kesistem hidrolik rem itu udara. Inilah yang membuat pedal rem terasa ngempos saat ditekan.

3. Rem ngempos dipagi hari/saat awal mobil digunakan

Selain di jalanan turunan, pedal rem yang ngempos juga akan terasa saat pertama kali anda menginjak pedal rem dihari itu. Ketika mobil didiamkan dalam waktu beberapa jam, maka udara didalam saluran hidrolik rem bisa mengembang.

Sehingga saat pedal rem ditekan, tekanan itu hanya akan mengompress udara didalam saluran hidrolik. Dan pedal rem akan kembali keras ketika anda sudah mengocok rem beberapa kali hingga udara didalam saluran hidrolik rem dalam kondisi tertekan.

Dari mana udara ini masuk ?

jelas dari niple masuk saluran hidrolik rem didalam reservoir karena volume minyak rem ada dibawah rata-rata. Udara ini bisa masuk saat kondisi minyak rem terguncang (yang membuat permukaan bawah reservoir sering terlihat).

4. Ada bekas tetesan minyak rem dilantai garasi

Tanda yang terakhir, anda akan menemukan tetesan minyak rem dilantai pada garasi anda apabila ada kebocoran minyak rem. Warna minyak rem itu kuning kecoklatan, jadi apabila ada kebocoran minyak rem akan sangat mudah dikenali.

Kalau anda mendeteksi tanda-tanda diatas, langkah awal adalah dengan membuka kap mesin lalu cek volume minyak rem. Untuk mengecek minyak rem, anda bisa melihat ketinggian minyak rem pada tabung reservoir yang transparan atau dengan membuka tutup reservoir untuk melihat minyak rem secara langsung.

Kalau ternyata minyak rem positif kurang, jangan langsung menambahkannya. Anda perlu mengecek apakah ada kebocoran atau tidak pada jalur hidrolik rem. Kalau selang dan sambungan sistem hidrolik rem kering, anda bisa mengisi minyak rem ke reservoir sampai volume maksimal.

Tapi, untuk amanya anda harus membawa mobil anda ke bengkel. Karena kalau anda pernah merasakan rem ngempos, itu tandanya ada udara didalam sistem hidrolik rem dan meski minyak rem sudah penuh udara ini tidak bisa keluar tanpa melakukan bleeding.

Selain itu, minyak rem yang kurang pasti ada sesuatu yang salah. Entah karena ada kerusakan yang tidak nampak atau karena kampas rem sudah sangat tipis. Lalu, apa langkah selanjutnya saat minyak rem terdeteksi berkurang atau bahkan habis ?


  1. Kalau minyak rem berkurang, cek 4 ciri diatas mana yang tampak pada mobil anda.
  2. Kalau berkurangnya minyak rem dikarenakan kampas rem yang tipis, solusinya cukup mengganti kampas rem dan anda jangan menambahkan minyak rem lagi kedalam reservoir. Karena piston pada caliper akan di press, sehingga minyak rem akan terdorong naik kembali.
  3. Kalau berkurangnya minyak rem dikarenakan ada indikasi bocor, segera perbaiki komponen yang bermasalah sebelum mengisi minyak rem.
  4. Apabila sebelumnya ada gejala rem blong meski hanya kadang-kadang, anda harus melakukan bleeding atau buang angin. Tata caranya bisa anda simak pada artikel berikut Cara buang angin pada rem mobil
  5. Kalau anda kesulitan, lebih baik bawa saja mobil ke bengkel demi keamanan dan keselamatan kendaraan. Karena mekanik yang sudah ahli pasti tahu bagaimana prosedur yang aman untuk mengatasi masalah ini.


Itu saja artikel singkat tentang tanda minyak rem mobil habis. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

PERSIAPKAN, 11 Tips Aman Sebelum Tempuh Perjalanan Jauh

Libur panjang dan lebaran adalah momen yang membuat banyak orang pergi keluar kota untuk berlibur atau mudik ke kampung halaman. Selain menggunakan transportasi umum, mereka yang punya kendaraan pribadi lebih memilih menyetir mobil sendiri bersama sanak keluarga ke kota tujuan.

Yang harus diingat, saat mudik perjalanan yang ditempuh itu bisa ratusan kilometer belum macetnya. Sehingga waktu tempuh bisa mencapai lebih dari 5 jam. Sebelumnya kita telah membahas hal apa saja yang perlu anda siapkan sebelum menyetir jarak jauh.

Di artikel ini, kita akan membahas persiapan mobil sebelum menempuh perjalanan jauh.

Pengecekan Mobil Sebelum Berkendara Jarak Jauh



Kita tentu tidak mau ada trouble saat kita sedang berkendara apalagi berkendara dengan jarak yang cukup panjang. Sehingga, anda harus memastikan semua komponen pada mobil anda berfungsi dengan normal.

Lalu apa yang perlu dicek sebelum menjalankan mobil ? Setidaknya ada 9 pengecekan yang harus dilakukan antara lain ;

1. Pastikan anda sudah service ke bengkel resmi sebelum berkendara

Wajib hukumnya anda membawa mobil anda ke bengkel untuk service besar seminggu sebelum berkendara jarak jauh. Dengan service ini, semua komponen mobil akan dicek tentu oleh tangan profesional dan dengan alat yang memadai.

Saar service, katakan juga ke service advisor bahwa anda akan membawa mobil tersebut untuk berkendara jarak jauh. Sehingga para teknisi akan melakukan pengecekan secara menyeluruh ke komponen-komponen terkecil sekalipun.

2. Cek roda dan ban



Ban mobil anda harus dalam kondisi baik, definisinya pastikan kedalaman tread yang terlalu tipis. Bisa anda lihat pada TWI (tread wear indicator) yang belum rata dengan permukaan ban. Selain itu, pastikan permukaan ban tidak ada benjolan atau retak. Kalau ada gejala ban rusak, segera lakukan penggantian karena kalau dipaksakan bukan hanya bocor tapi ban juga meledak.

Yang tak kalah penting, ban serep juga harus OK. Pastikan kondisinya tidak bocor karena kita tidak tahu apakah saat menempuh perjalanan nanti ban mobil kita akan bocor atau tidak.

3. Pastikan semua oli dalam kondisi normal

Cek stik oli mesin dan lihat level olinya, kalau masih dalam range normal maka itu tidak masalah. Pastikan juga pada service sebelumnya anda sudah mengganti oli mesin mobil anda.

Selain oli mesin, beberapa oli yang juga perlu dicek antara lain ;

  • Oli transmisi, khusus untuk transmisi matic lebih baik ganti oli baru sebelum tempuh perjalanan jauh.
  • Oli power steering, mengeceknya juga sama dengan membuka tutup reservoir oli power steering dan lihat pada level olinya.
  • Brake fluid, minyak rem harus dalam kondisi penuh (ada pada batas atas). Kalau dalam kurun waktu 2 tahun belum pernah ganti minyak rem, segera ganti minyak rem dengan yang baru saat service.
  • Oli gardan, khusus untuk mobil berpenggerak belakang (seperti Avanza dan Innova) oli gardan juga harus penuh. Untuk mengeceknya mungkin sedikit tricky, sehingga anda bisa tanyakan ke teknisi saat service.


4. Bawa 1 liter oli mesin cadangan untuk jaga-jaga

Ini untuk jaga-jaga, khususnya bagi anda yang akan menyetir jarak jauh menggunakan mobil yang berumur lebih dari 5 tahun. Masalah bocor oli, memang sering terjadi pada kendaraan terlebih pada mobil-mobil berumur. Meski sebelumnya sudah kita cek di bengkel dan tidak ada masalah, siapa tahu saat anda memacu kendaraan dengan waktu cukup lama masalah bocor oli muncul.

Sehingga untuk solusi daruratnya, anda harus menuangkan oli ke mesin secara bertahap untuk menjaga oli agar tidak sampai habis.

5. Pastikan kondisi rem baik dan kampas rem masih tebal



Selain minyak rem, sistem aktuator rem juga menjadi pertimbangan penting dalam braking system pada mobil. Pastikan, rem terasa padat dan pakem saat digunakan serta pastikan juga kondisi kampas rem masih tebal.

Pengecekan kampas rem dilakukan saat service, kalau kondisinya mengambang (agak tipis tapi masih bisa dipakai) mending ganti saja karena kita akan menempuh perjalanan jarak jauh dengan waktu pengoperasian rem yang juga lebih lama.

6. Pastikan air radiator normal, dan semua saluran sistem pendingin OK

Cek air pendingin/air radiator, pastikan dalam posisi normal (tidak kurang dan tidak berlebihan). Anda bisa mengeceknya dengan melihat pada reservoir tank, kalau tinggi air ada pada range level air maka itu normal.

Pastikan juga semua selang radiator dalam kondisi baik, artinta tidak ada yang lembek. Karena kalau selang lembek, panas mesin yang terbentuk saat anda berkendara bisa memicu terjadinya kebocoran air radiator.

7. Semua lampu harus dalam kondisi menyala

Lampu depan, lampu belakang, sein, dan fog lamp. Pastikan semuanya dalam kondisi menyala, untuk jaga-jaga anda juga bisa membawa bolam lampu cadangan satu untuk lampu depan dan satu untuk lampu rem (lampu belakang).

8. Aki juga harus dalam kondisi normal



Kondisi aki yang baik memang harus dibuktikan dengan pengecekan tegangan dan arus (untuk aki MF/kering). Sementara untuk aki basah, harus dilakukan pengecekan tegangan dan berat jenis air aki. Anda bisa meminta teknisi untuk melakukan pengecekan ini saat service.

Atau, anda juga bisa melihat kode warna pada indikator aki, beberapa aki menyediakan indikator ini. Kalau masih berwarna hijau maka aki masih baik.

9. Bila perlu lengkapi spare fuse pada fuse block

Pada ruang mesin, anda akan menemukan fuse box. Yakni sebuah box berwarna hitam yang apabila dibuka berisi kumpulan sekering dan relay. Biasnya, pada tutup fuse box terdapat tempat untuk sekering cadangan.

Fungsi sekering cadangan ini adalah sebagai pengganti apabila ada salah satu sekering putus. Kalau sekering putus, maka salah satu sistem kelistrikan mobil akan mati, sehingga untuk mengantisipasi hal ini anda bisa membeli sekering cadangan.

10. Pastikan anda membawa beberapa tool

Tool yang diperlukan antara lain ;

  • Kunci roda
  • Dongkrak
  • Pompa ban portable
  • Obeng (- dan +)


Alat-alat sederhana itu, diperlukan apabila ada sedikit masalah pada mobil anda ditengah jalan. Jadi, untuk jaga-jaga anda bisa melengkapi mobil dengan tool sederhana itu.

11. Pastikan sistem wiper normal

Yang perlu diperhatikan adalah karet wiper, pastikan beroperasi dengan normal mampu menyapu air tanpa meninggalkan sisa embun atau baret. Wiper ini juga diperlukan karena kita tidak tahu kondisi cuaca saat kita berkendara, kalau hujan wiper akan sangat berguna untuk menyapu air hujan pada kaca mobil.

Itulah 11 tips sederhana untuk persiapan mobil sebelum berkendara jarak jauh, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

9 Tips Agar Kuat Dan Selamat Nyetir Jarak Jauh

Anda pasti sering merencanakan agenda liburan di akhir pekan atau di hari libur panjang, biasanya acara liburan ini dilakukan bersama dengan keluarga ke luar kota. Bagi yang punya kendaraan pribadi, pasti akan menggunakan mobilnya sebagai kendaraan mencapai tempat liburan itu.

Apalagi pas menjelang lebaran, akan banyak sekali pemudik yang pulang kampung dari perantauan. Para pemudik tersebut juga menggunakan macam-macam transportasi, ada yang menggunakan bus, kereta dan yang punya mobil pribadi biasanya memilih menyetir sendiri.

Namun, berkendara ratusan kilometer dalam satu waktu itu ternyata tidak mudah. Ini karena dalam mengemudi, kita dituntut selalu fokus sementara untuk menempuh perjalan jauh hingga ratusan kilometer dibutuhkan waktu hingga berjam-jam. Itu artinya kita dituntuk fokus hingga berjam-jam, kalau kita lengah potensi kecelakaan akan terjadi.

Oleh sebab itu, diartikel ini akan dibagikan tips-tips aman saat akan menempuh perjalanan jauh.

Tips Mengemudi Tempuh Perjalanan Jauh


Kami merangkum beberapa sumber, ada sekitar 10 point penting yang perlu diperhatikan saat akan melakukan perjalanan jarak jauh antara lain ;

1. Pastikan anda sudah cukup tidur sebelum berkendara

Karena kita akan melakukan perjalan jauh hingga ratusan kilometer, maka yang terpenting kita perlu menjaga fokus kita agar tetap terjaga supaya kuat membawa mobil jarak jauh. Oleh sebab itu, sebelum melakukan perjalan jauh pastikan anda sudah cukup tidur.

Saat fase istirahat ini juga hindari minuman berkafein, selain itu pastikan perut anda sudah terisi saat akan melakukan perjalanan jauh. Hindari makanan-makanan pedas karena bisa memicu perut mules, ada baiknya anda memakan makanan berserat sebelum berkendara jarak jauh.

2. Pastikan anda membawa bekal cukup

Bekal yang dimaksud bukan cuma snak, tapi juga obat-obatan. Seperti yang kita katakan diatas, perjalanan ini mungkin akan berlangsung hingga beberapa jam. Sehingga anda harus menyediakan kebutuhan seperti obat untuk semua penumpang dalam mobil.

Terutama kalau anda membawa anak-anak, pastikan anda membawa obat masuk angin, obat anti mabok kendaraan, obat mual dan obat demam.

3. Pastikan kendaraan anda dalam kondisi prima

Prima dalam hal ini harus dibuktikan melalui serangkaian pengecekan dibengkel. Kalau kita cek sendiri, mungkin bisa tapi tidak akurat karena untuk mengecek semua komponen kendaraan diperlukan alat khusus.

Setidaknya, beberapa komponen yang harus prima antara lain ;

  • Kondisi ban harus baik (kalau bisa baru)
  • Busi dan Oli mesin harus sudah diganti
  • Semua lampu dalam kondisi menyala
  • Klakson juga harus menyala
  • Tidak ada masalah apapun pada mesin
  • Air radiator pastikan penuh
  • Selang radiator pastikan tidak lemah/lembek
  • Baterai/aki harus dalam kondisi prima


4. Saat anda berkendara, beri jeda untuk istirahat

Istirahat di rest area sangat dianjurkan kalau anda menempuh perjalanan hingga lebih dari 5 jam. Ini karena semakin lama anda berkendara, semakin hilang kosentrasi dan fokus pada diri anda. Kalau anda paksakan diri anda, maka bisa fatal akibatnya. Sopir bus profesional pun akan beristirahat pada rumah makan saat menempuh perjalanan diatas 5 jam.

Interval yang pas untuk istirahat itu sekitar 2 jam sekali, artinya setelah 2 jam anda berkendara anda harus beristirahat setidaknya 15 sampai 30 menit. Selain mengembalikan fokus dan konsentrasi anda, istirahat ini juga akan mendinginkan mesin mobil sehingga tidak ada masalah pada mobil.

5. Kalau ada, menyetirlah secara bergantian

Kalau saat anda berkendara anda membawa orang lain yang juga mahir menyetir, jangan ragu untuk memintanya menggantikan anda. Dengan mengemudi secara bergantian, anda dan teman anda memiliki jeda waktu cukup lama untuk mengistirahatkan diri. Sehingga keselamatan berkendara jauh lebih terjaga.

6. Saat akan masuk jalan tol, pastikan anda sudah sediakan air mineral

Air mineral sangat penting untuk menjaga anda dari dehidrasi, dehidrasi ini yang mampu mengganggu fokus dan konsentrasi berkendara anda sehingga kekurangan air bisa fatal akibatnya.

Mengapa saat akan masuk jalan tol ? ini karena sekarang di musim libur panjang dan musim mudik kita sering menjumpai kemacetan didalam tol. Dan didalam jalan tol, itu tidak ada toko kelontong atau minimarket (selain di rest area) sehingga anda harus mengantisipasi segalanya dari awal (sebelum masuk tol).

7. Jangan menggunakan aroma/pewangi yang menyengat

Gunakan pewangi kaben beraroma natural atau papermint, selain lebih asri ini juga bisa membantu anda untuk tetap terjaga. Hindari menggunakan pewangi yang terlalu menyengat karena dalam waktu lama justru akan membuat anda tidak nyaman.

8. Pastikan ban serep tidak bocor

Ban serep akan sangat berguna saat salah satu ban utama mobil bocor, sehingga kita harus memastikan kalau kondisi ban baik. Peralatan lain seperti dongkrak dan kunci roda juga jangan anda lupakan, karena saat ditengah jalan anda harus mengganti ban anda tidak akan menemui bengkel sehingga anda harus bisa melakukannya sendiri.

9. Jangan tunggu level bensin hingga E untuk isi ulang

Kalau kita berkendara didalam kota, mungkin oke saja mengisi bensin saat level bensin sudah menyentuh E. tapi kalau kita sedang menempuh perjalanan jarak jauh, jangan lakukan hal itu. Ini karena kita tidak tahu dimana saja letak pom bensin, sehingga kalau level bensin seperempat dan anda sudah menemui pom bensin mending lakukan isi ulang.

Itu saja tips singkat tentang mengemudi jarak jauh semoga bisa menambah pengetahuan kita.

AWAS Selip, Ini 5 Ciri Ban Mobil Harus SEGERA Diganti

Setiap kali digunakan, permukaan ban mobil akan semakin terkikis. Sehingga dalam interval waktu tertentu ban akan mengalami keausan dan membuatnya tidak layak lagi digunakan. Kerusakan yang paling sering dialami adalah ban botak atau gundul.

Namun masalahnya, beberapa orang tidak menyadari berapa lama ban mobil dapat bertahan sebelum dilakukan penggantian. Padahal, efek dari ban gundul ini cukup berbahaya bagi keselamatan pengemudi.

Efek ban gundul pada mobil

Permukaan ban memiliki alur yang dinamakan tread. Fungsi tread ini adalah untuk mencengram permukaan jalan, sehingga saat roda berputar tidak terjadi slip terhadap jalan. Kalau ban gundul, maka alur ini akan semaki hilang. Akibatnya daya cengkram ban terhadap jalan akan berkurang.

Dan ini akan memunculkan beberapa akibat seperti ;

  • Mobil beresiko slip saat mengerem
  • Mobil sulit dikendarai di jalanan licin
  • Mobil sulit dikendarai saat bermanuver
  • Ban mobil lebih mudah bocor


Pada artikel sebelumnya kita telah membahas umur ban mobil yang secara maksimal bisa mencapai 10 tahun.

Tapi umur tersebut tidak dapat dijadikan patokan bagi semua ban, karena faktor luar justru menjadi penyebab utama yang membuat ban mobil harus diganti. Dengan kata lain, anda perlu mengganti ban mobil kalau sudah ada indikasi ban rusak meski umur ban masih tergolong baru.

Lalu, apa saja ciri-ciri ban mobil yang rusak dan harus diganti ? simak dibawah.

Ciri Ciri Ban Mobil Rusak Dan Perlu Ganti


Dilansir dari auto.howstuffwork.com ada 5 tanda yang umumnya muncul saat ban mobil anda sudah tidak layak pakai. Antara lain ;

1. Kedalaman tread ban mengecil


img : tireamerica.com

Tread adalah alur atau garis-garis yang terdapat pada permukaan ban. Fungsi tread ini adalah sebagai grip ban terhadap permukaan jalan sehingga ban bisa mencengkram permukaan jalan tanpa terjadinya selip.

Namun, dalam pengoperasiannya permukaan ban pasti akan bergesekan dengan permukaan jalan entah saat roda berbelok atau ketika roda mengerem. Imbasnya permukaan ban akan semakin terkikis dan menyebabkan kedalaman tread ini semakin rendah.

Kedalaman tread yang dikatakan minim adalah kalau sudah menyentuh angka 1,6 mm kebawah. Untuk mengetahuinya, anda perlu mengukur kedalaman tread ban menggunakan tread depth gauge atau depth vernier caliper. Tapi kalau anda tidak memiliki alat ini, anda bisa lanjut ke ciri berikutnya dibawah.

2. TWI mulai terlihat


img : autointhebox.com

TWI (tread wear indicator) adalah indikator yang digunakan untuk menentukan apakah kedalaman tread masih normal atau sudah terlalu rendah tanpa melakukan pengukuran.

TWI ini berbentuk seperti tonjolan karet yang terletak didalam alur tread. Saat ban masih baru, TWI ini akan tenggelam didalam alur tread, namun saat TWI ini mulai rata dengan permukaan ban itu tandanya kedalaman tread ban sudah kritis dan ban harus segera diganti.

3. Ada retakan pada ban bagian samping



Tidak semua ciri yang menunjukan ban harus diganti itu ada pada area permukaan ban yang menyentuh aspal. Bagian samping ban juga harus anda perhatikan, kalau ada gejala seperti retakan pada bagian samping ban itu menunjukan kondisi karet ban sudah mulai getas dan hal ini sangat mungkin terjadi ledakan.

Oleh sebab itu, anda harus segera mengganti ban mobil saat anda menemui retakan diarea samping ban.

4. Ada benjolan pada permukaan ban


img : pakwheels.com

Benjolan (bulges/blister) bisa muncul pada permukaan ban khususnya diarea samping ban, ini bisa disebabkan karena banyak hal. Faktor luar seperti kondisi jalan dan tetesan bahan kimia juga bisa menjadi pemicu terjadinya benjolan pada permukaan ban.

Tentu saja, benjolan ini mengindikasikan ada yang tidak beres pada ban mobil anda. Resikonya ban bisa meledak pada titik benjolan itu karena pada ban yang menggelembung tersebut tekanannya lebih tinggi.

Sehingga segera ganti ban mobil anda kalau anda menemui gejala seperti ini.

5. Getaran yang berlebih saat mengemudi

Getaran yang terasa saat mengemudi memang bisa mengindikasikan banyak hal, seperti shock breaker yang mulai rusak, roda yang tidak balance, atau karena kaki-kaki kendaraan yang mulai rusak. Getaran ini juga bisa terasa saat kita mengemudikan kendaraan dijalan yang kurang rata.

Namun bagi anda yang sudah sangat sering mengendarai mobil, pasti bisa membedakan mana getaran yang normal dan mana getaran yang abnormal. Dan kondisi ban ternyata juga bisa menimbulkan getaran.

Ini biasanya terjadi karena kondisi ban kanan dan kiri dalam satu axle sudah tidak pas (salah satu aus berlebih) sehingga saat kita memacu kendaraan akan terasa getaran yang abnormal.

Solusinya, anda bisa melakukan rotasi ban terlebih dahulu tapi kalau kondisi fisik ban sudah sangat tidak layak (seperti yang dijelaskan pada point-point atas) maka segera lakukan penggantian.

Tips Memilih Ban Terbaik Untuk Mobil

Ada beberapa jenis dan merk ban yang banyak dijual dipasaran. Untuk memilih mana ban yang terbaik, anda harus menyesuaikannya dengan kebutuhan mobil anda.

  • Gunakan ban dengan bentuk alur sejajar kalau dipakai pada perkotaan (jalan halus datar). Ini akan meringankan akselerasi mobil
  • Gunakan ban dengan bentuk alur melintang atau V kalau mobil lebih sering dipakai di jalanan naik turun atau seperti pada pegungungan. Ini akan menambah daya cengkram ban terhadap jalan.
  • Gunakan ban dengan ketebalan tinggi kalau mobil sering dipakai di jalanan yang tidak rata. Ini akan membuat ban lebih tahan terhadap benda tajam.
  • Pastikan saat mengganti roda, anda mengganti satu set roda mobil (empat ban sekaligus) meski salah satu ban mobil masih baik. Ini akan berpengaruh pada stabilitas mobil, karena kalau ban yang dipakai beda jenis mobil bisa bergetar dan kurang nyaman dikendarai.


Itu saja artikel singkat tentang ciri ban harus diganti, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Mengendarai Mobil Matic Dengan Benar dan Aman

Mobil dengan transmisi matic memang bukan terobosan baru pada dunia otomotif, sistem transmisi matic sudah banyak diterapkan sejak awal tahun 2000 pada mobil-mobil premium. Namun sekarang, transmisi matic hampir diterapkan pada setiap segmen mobil termasuk LCGC.

Bagi yang baru pertama kali mengendarai mobil matic, pasti akan sedikit kebingungan bagaimana cara menyetirnya ? bagaimana cara mengendarainya ?

Pada panduan dibawah, kita akan belajar bagaimana teknis pengendalian mobil matic secara benar dan aman.

Cara Menyetir Mobil Matic


Sebenarnya untuk mengendalikan mobil matic itu sama seperti mobil manual hanya saja karena perpindahan gigi sudah berlangsung otomatis maka kita perlu sedikit menyesuaikan. Pertama, kita kenali dulu fungsi tiap posisi pada tuas transmisi matic.


  • P (park) berfungsi untuk menahan poros output transmisi agar tidak bergerak sehingga meski kondisi jalan tidak rata, mobil tidak akan berpindah.
  • R (reserve) berfungsi sebagai perintah mundur. Saat tuas diposisikan pada R maka kendaraan akan bergerak mundur.
  • N (netral) putaran dari mesin tidak diteruskan ke roda namun poros transmisi tidak ditahan, sehingga mobil bisa didorong.
  • D (drive) berfungsi sebagai perintah maju. Saat tuas diposisikan pada D, maka kendaraan akan bergerak maju dan proses perpindahan gigi akan terjadi secara otomatis sesuai RPM mesin.
  • 2 (mode manuak kecepatan 2 ) saat tuas diposisikan pada 2 maka posisi roda gigi ada pada gigi atas dan tidak terjadi penurunan percepatan transmisi.
  • L (mode manual low) pada mode low, digunakan untuk membatasi perpindahan gigi agar terjadi di gigi bawah. Pada posisi ini perpindahan gigi tidak terjadi sampai gigi atas, biasanya dipakai saat menanjak.


Lalu bagaimana caranya ?

1. Injak rem

Langkah pertama, anda perlu menginjak pedal rem menggunakan kaki kiri dan kaki kanan berada diatas pedal gas namun tidak sampai menginjak pedal gas.

2. Tekan shift lock button

Shift lock buton adalah tombol pengunci tuas transmisi agar tidak berpindah dari posisi P ke posisi bawahnya, kalau anda tidak menekan shift lock maka tuas transmisi tidak dapat dipindahkan. Posisi tombol ini biasanya ada pada tuas transmisi bagian depan atau samping.


Shift lock harus ditekan bersama dengan penginjakan pedal rem, kalau pedal rem tidak ditekan maka shift lock tidak dapat ditekan karena antara shift lock dan pedal rem ada dalam satu kaitan.

3. Posisikan tuas transmisi ke D

Masih dalam posisi menginjak rem dan menekan shift lock, dorong tuas transmisi ke posisi D. saat pedal rem dan shift lock ditekan harusnya tuas transmisi bisa dipindahkan dengan mudah.

4. Release rem secara perlahan

Kalau tuas sudah ada di posisi D, lepaskan injakan pedal rem secara berlahan tanpa menginjak pedal gas. Maka mobil akan bergerak dengan kecepatan rendah.

Saat ini anda harus beradaptasi terlebih dahulu sebelum menambah kecepatan mobil. Release pedal rem sepenuhnya hingga mobil bergerak dengan kecepatan sekitar 8 km/jam.

5. Tambahkan kecepatan kendaraan

Kalau anda sudah berhasil beradaptasi, jangan ragu untuk menginjak pedal gas. Namun harus diingat, anda harus menginjaknya secara perlahan juga agar mobil tidak nendang kedepan. Kalau pedal gas diinjak sedikit, maka kendaraan akan berlari dengan kecepatan kencang. Semakin dalam pedal gas diinjak maka semakin kencang pula kecepatan kendaraan.

Untuk mengentikan laju kendaraan, anda harus release pedal gas dan menginjak pedal rem sampai full brake. Setelah kendaraan berhenti, anda bisa memposisikan tuas transmisi ke posisi lain misal R, atau mencoba mode manual (L dan 2).

6. Pastikan anda posisikan tuas ke P seusai mengendari mobil matic.

Seperti yang dijelaskan diatas, pada posisi P sistem transmisi dalam poisisi netral namun poros output transmisi akan tertahan, sehingga roda kendaraan pun akan tertahan. Ini akan mencegah mobil bergerak sendiri saat diparkir di tempat yang miring.

Hal lain yang patut diperhatikan terkait mobil matic ;

  • Mesin mobil matic tidak bisa distarter kalau anda tidak injak rem.
  • Mesin mobil matic tidak bisa distarter kalau posisi tuas transmisi selain P dan N.
  • Saat posisi tuas ada pada D, jangan injak rem dan gas secara bersama-sama. Biasanya check engine akan menyala.
  • Pada mobil dengan sistem transmisi CVT mungkin ada sedikit perbedaan teknis pengendalian.


Itu saja tips sederhana yang bisa kita bahas bersama-sama, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cukup SEPELE, Ini 3 Penyebab Knocking (Ngelitik) Pada Mesin

Engine knock adalah suatu kondisi dimana mesin mengeluarkan suara detonasi atau suara mirip ketukan logam saat dinyalakan. Dalam kondisi normal, mesin mobil baik diesel maupun bensin akan mengeluarkan suara yang halus karena suara pembakaran diredam oleh exhaust threatment.

Namun, saat terjadi knocking suara yang ditimbulkan keluar dari blok mesin. Artinya suara detonasi ini tidak keluar melalui saluran pembuangan/knalpot melainkan suara ini terdengar dari balik kap mesin tepatnya di blok mesin.

Lalu apa penyebabnya ? kita akan bahas penyebab engine knocking di artikel ini namun sebelumnya kita ulas terlebih dahulu pengertian dari knocking ini.

Apa yang dimaksud dengan detonasi ?

Engine knock atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan “detonasi” atau lebih familiar “ngelitik” merupakan hasil dari premature ignition. Premature ignition sendiri adalah siklus pembakaran mesin yang berlangsung tidak sempurna/prematur.

Premature ignition dapat terjadi dimuali dari adanya beberapa gumpalan gas didalam ruang bakar saat langkah kompresi. Sebelum busi menyala, gumpalan gas tersebut terbakar dengan sendirinya (self burning). Self burning ini biasanya terjadi akibat tekanan saat langkah kompresi melebihi titik nyala bahan bakar. Sehingga akan terjadi beberapa pembakaran sebelum busi menyala, hasil pembakaran ini berupa gelombang energi yang dapat menimbulkan efek suara ketukan yang kita sebut sebagai suara ngelitik.

Lalu Apa Penyebab Knocking Pada Mesin ?


Detonasi dapat disebabkan oleh beberapa hal, dilansir dari auto.howstuffwork.com ada 3 penyebab detonasi pada mesin yakni ;

1. Bensin beroktane rendah

Bensin beroktane rendah memang tidak akan menimbulkan knocking kalau dipakai pada mesin dengan rasio kompresi mesin rendah (dibawah 10 : 1). Namun untuk mesin-mesin sekarang banyak yang memiliki rasio kompresi diatas 10 : 1. Sehingga penggunaan bensin oktane rendah akan menimbulkan knocking atau detonasi.

Solusinya, anda harus tahu rasio kompresi mesin kendaraan anda itu berapa. Lalu sesuaikan bahan bakar dengan rasio kompresi mesin kendaraan anda. Sementara untuk mesin diesel, nilai cetane yang jadi patokannya. Perhitungannya juga sama, semakin besar rasio kompresi mesin maka semakin besar pula nilai cetane yang diperlukan.

2. Banyak deposit didalam ruang bakar

Deposit adalah kotoran padat yang menempel di permukaan ruang bakar. Dalam jumlah besar, deposit ini akan menaikan rasio kompresi mesin yang ujungnya bisa terjadi knocking. Mengapa ?

Ini karena deposit didalam ruang bakar akan memperkecil volume ruang bakar, sehingga sesuai rumus rasio kompresi saat ruang bakar semakin kecil maka rasio kompresinya akan semakin besar. Rasio kompresi yang semakin tinggi harus menuntut bahan bakar dengan oktane lebih tinggi lagi, sehingga kalau bensin yang dipakai sudah sesuai dengan rasio kompresi mesin maka knocking akan terjadi khususnya saat mesin panas.

Solusinya adalah dengan melakukan tune-up untuk membersihkan kerak dan deposit didalam ruang bakar.

3. Busi yang kurang tepat

Mesin-mesin pada kendaraan dulu mungkin masih bisa menggunakan jenis busi A dan B secara bergantian. Namun, sekarang busi juga berperan untuk mengontrol komponen internal mesin. Sehingga setiap mobil pasti memiliki rekomendasi busi yang harus dipakai.

Kalau busi yang dipakai tidak sesuai rekomendasi pabrikan, maka akan terjadi beberapa masalah seperti RPM tidak stabil, mesin brebet hingga terjadi detonasi.

Solusinya, selalu turuti rekomendasi pabrikan terkait spare part (baik busi, filter hingga oli) pada mobil anda.

Setelah tiga penyebab diatas sudah anda atasi, harusnya masalah knocking bisa hilang dari mesin mobil anda. Supaya mesin kendaraan anda terhindar dari knocking, kuncinya hanya ada dua. Yakni ;

  • Selalu gunakan bensin dengan oktane tinggi (oktane 90 atau lebih).
  • Selalu service kendaraan anda secara rutin ke bengkel resmi.


Itulah tips singkat yang bisa saya bagikan, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

6 Cara Sederhana Merawat Mobil Matic Agar Awet & Nggak Gampang Rusak

Akhir-akhir ini, transmisi matic nampaknya sudah banyak diterapkan pada mobil. Bukan hanya mobil berlabel premium tapi mobil sekelas LCGC pun ternyata sudah dibekali dengan transmisi matic.

Ini dikarenakan sistem tranmsisi matic memberi kemudahan tersendiri pada pengemudi karena perpindahan gigi sudah diatur secara otomatis. Sehingga kita selaku pengemudi cukup menginjak pedal gas dan rem.

Namun, tak banyak yang tahu kalau transmisi matic itu memiliki perawatan yang berbeda dengan mobil transmisi manual. Perawatannya juga tidak begitu rumit asal anda tahu bagaimana caranya, yang parah itu kalau mobil matic salah perawatan atau bahkan tidak dirawat sama sekali. Pasti akan ada masalah pada sektor transmisi yang akan mengganggu kenyamanan berkendaran kita, kendala yang paling umum adalah nyentak atau “ndut-ndutan” ketika kita berkendara.

Untuk menghindarinya, kita harus melakukan perawatan secara tepat. Lalu apa saja perawatannya ?

1. Pastikan anda menuruti jadwal ganti oli transmisi


Interval penggantian oli transmisi matic berbeda dengan transmisi manual, secara umum transmisi matic memiliki umur lebih singkat. Ini bukan tanpa alasan, oli transmisi manual punya masa pakai lebih lama karena fungsinya hanya melumasi gear transmisi. Sementara pada transmisi otomatis, selain sebagai pelumas oli juga dijadikan sebagai fluida untuk mengatur sistem perpindahan gigi yang berlangsung secara otomatis.

Seperti yang kita singgung diatas, transmisi matic pada dasarnya sama seperti transmisi manual yang memiliki perbandingan gigi yang bertingkat. Namun untuk memindahkan dari percepatan satu ke berikutnya sudah berlangsung secara otomatis menggunakan sistem hidrolik (menggunakan oli transmisi) sesuai beban dan kecepatan kendaraan.

Umumnya, transmisi matic harus diganti dalam interval 30 ribu KM (setiap mobil berbeda, anda bisa lihat pedoman buku service). namun khusus daerah yang sering dilanda macet, penggantian oli transmisi lebih baik dilakukan secara cepat. Ini karena meski kendaraan tidak bergerak (dalam posisi mesin hidup) maka sirkulasi oli transmisi tetap berlangsung.

2. Gunakan oli khusus ATF (automatic transmission fluid)


Saat melakukan penggantian oli transmisi, pastikan anda menggunakan oli khusus yang ditujukan untuk transmisi otomatis. Oli ini memiliki label ATF yang merupakan singkatan dari Automatic transmission fluid.

Jadi, pastikan anda menggunakan ATF dengan kekentalan yang direkomendasikan oleh pabrikan (anda bisa bertanya service advisor saat service mengenai kekentalan oli transmisi).

3. Jangan biarkan mobil nganggur terlalu lama

Mobil yang nganggur terlalu lama biasanya akan melemahkan ketahanan beberapa komponennya karena komponen yang seharusnya berinteraksi justru nganggur. Termasuk pada gear set didalam transmisi matic, kalau jarang sekali dipakai justru dapat menimbulkan masalah ketika dipakai untuk jarak jauh.

Kecuali mobil yang baru keluar dari pabrik, karena semua komponennya masih mengkilap dan mobil baru belum pernah dipacu dalam waktu cukup lama. Tapi kalau mobil yang biasa anda pakai kemudian tiba-tiba anda harus menganggurkannya dalam waktu lama, jangan lupa untuk cek ke bengkel sebelum memakainya.

4. Gunakan posisi 1 atau L saat menanjak


Pada selector/tuas transmisi ada beberapa posisi, ada P, ada N, ada D dan kadang ada juga posisi 1,2,L. kalau posisi P dan N anda pasti sudah paham fungsinya, untuk posisi D digunakan untuk melaju, dalam posisi ini perpindahan gigi akan berlangsung secara otomatis.

Sementara posisi 1 dan 2 itu sama seperti transmisi manual, untuk posisi 1 maka anda menetapkan transmisi pada gigi 1 (sistem transmisi tidak melakukan perpindahan perbandingan gigi secara otomatis) posisi 1 ini cocok saat anda melaju pada tanjakan, karena tidak ada perpindahan gigi sehingga kinerja transmisi bisa lebih ringan saat menanjak.

Beberapa mobil ada posisi L, ini artinya Low yang digunakan juga untuk menanjak atau membawa beban berat. Pada poisisi L ini, sistem transmisi bisa melakukan perpindahan secara otomatis namun hanya ada pada range yang rendah.

5. Jangan posisikan tuas ke P sebelum mobil benar-benar berhenti

Posisi P itu khusus digunakan untuk menahan mobil agar tidak bergerak, apa jadinya kalau mobil belum berhenti anda langsung posisikan tuas transmisi ke P ? akan ada bunyi “krek-krek-krek”. Awalnya transmisi masih normal, tapi kalau keterusan penahan gigi parkir akan aus sehingga meski anda menetapkan posisi tuas ke P mobil masih bisa berjalan.

6. Bila perlu pasang cover bawah mesin untuk melindungi box transmisi dari loncatan batu

Ada beberapa mobil yang belum dilengkapi dengan cover bawah, kelihatannya ini tidak ada gunanya tapi cover bawah mesin itu berperan sebagai pencegah batu atau material keras lain agar tidak bertumbukan dengan carter mesin dan blok transmisi.

Ada beberapa kasus oli transmisi bocor karena blok transmisi terluka terkena batu. Sehingga untuk mencegah hal semacam ini ada baiknya anda mengecek bagian kolong mobil apakah sudah dilengkapi cover belum.

Itu saja tips sederhana namun banyak dilupakan oleh pemilik mobil matic, semoga tips diatas bisa menambah wawasan kita semua.

Apa Itu Overheat Pada Mobil Dan Motor ? Mari Kita Kupas Tuntas Mengenai Overheat

Kita sering mendengar kata “overheat”, kata ini sering ditujukan pada kendaraan seperti mobil atau motor dan juga barang elektronik seperti laptop. Lalu apa sebenarnya arti dari overheat ? apa akibat overheat ? dan apa penyebab oveheat ? mari kita bahas satu persatu.

Pengertian Overheat Pada Kendaraan


Overheat adalah suku kata dari bahasa Inggris yang apabila diterjemahkan akan memberikan dua kata yakni Over = berlebih, dan Heat = panas.

Sehingga bisa dikatakan, overheat adalah suatu kondisi yang mengalami panas yang berlebih. Namun, komponen apa yang sering terkena overheat ? pada kendaraan bermotor, kondisi overheat itu merujuk pada mesin yang mengalami panas overheat.

Sehingga, apabila diartikan apa itu overheat pada mobil atau motor maka jawabannya overheat adalah suatu kondisi dimana suhu mesin mengalami peningkatan diatas suhu kerja.

Apa Akibat dari mesin yang overheat ?


Mesin memang bekerja mengubah energi kimiawi (pembakaran) menjadi energi gerak. Hasil dari pembakaran itu pastilah akan menimbulkan panas. Sehingga mesin dan panas itu dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Namun sesuatu yang berlebihan juga tidak baik, sehingga panas mesin yang berlebihan juga akan berakibat buruk terhadap mesin itu sendiri.

Akibatnya, antara lain sebagai berikut ;

1. Kerusakan seal yang memicu terjadinya kebocoran oli

Seal adalah komponen perapat antara dua komponen yang saling terhubung. Biasanya seal ini terbuat dari karet, namun sifat karet akan rusak apabila dipanaskan secara berlebihan. Sehingga, seal akan rusak dan oli mesin bisa bocor.

2. Melelehkan komponen berbahan plastik disekitar mesin

Mesin mobil saat ini, hampir semuanya menggunakan teknologi elektronik. Akibatnya, pada mesin kita akan menemui banyak kabel-kabel sensor. Kabel ini terbuat dari karet dan mendapatkan pelindung plastik.

Selain itu, pada sensor juga terdapat komponen yang mudah meleleh. Tepatnya pada soket sensor. Sehingga panas berlebih pada mesin berpotensi melelehkan semua komponen berbahan plastik didekat mesin.

3. Mesin mogok akibat pemuaian komponen

Sifat logam akan memuai apabila terkena panas, semakin tinggi panas yang diterima maka akan semakin besar pula pemuaian yang terjadi pada logam.

Pada mesin, hampir semua komponen vital terbuat dari mesin. Contoh piston, blok silinder, poros engkol dan komponen lainnya. Apabila terjadi overheating, maka blok mesin akan memuai sehingga diameter blok silinder akan mengecil, lalu piston juga akan memuai sehingga diameter piston akan membesar.

Saat diameter silinder mengecil dan diamter membesar, maka akan terjadi lock piston. Yakni dimana piston terkunci didalam silinder karena seharusnya diameter piston lebih kecil daripada diameter silinder, yang terjadi justru diameter piston menyamai diameter silinder. Sehingga piston tidak dapat bergerak. Ini akan membuat mesin mogok dan tidak dapat dihidupkan.

Lalu Apa Penyebab Mesin Overheat ?


Penyebabnya, ada beragam diantaranya ;
  1. Kipas pendingin mati
  2. Air radiator habis (bisa karena bocor)
  3. Ada sumbatan pada saluran air pendingin
  4. Oli mesin yang habis (bisa karena bocor)

Keempat hal diatas, dapat memicu terjadinya panas berlebih khususnya pada sektor pendingin. Sistem pendingin akan sangat berperan dalam mengendalikan suhu mesin, sehingga kalau ada sedikit gangguan pada sistem pendingin otomatis mesin bisa overheating.

Pada suhu berapa mesin dikatakan overheat ?

Mesin dikatakan overheat itu kalau suhunya melebihi suhu kerja mesin. Suhu kerja mesin adalah temperatur dimana mesin dapat bekerja paling efektif, umumnya suhu kerja mesin ini ada pada angka 80 hingga 95 derajat celcius.

Apabila suhu mesin mencapai 95 derajat dan tidak kunjung turun, maka bisa dipastikan ada gejala overheat. Kalau suhunya masih di limit 95 sampai 98 derajat itu belum menunjukan akibat apapun sehingga matikan mesin dan cepat perbaiki masalahnya.


Untuk mendeteksi apakah mesin dalam kondisi overheat atau tidak, anda bisa melihat indikator temperatur mesin pada dashboard. Kalau jarum masih menunjukan angka setengah dari gauge, maka itu masih normal. Namun kalau jarum mulai menunjukan level merah, maka itu pertanda aga gejala overheat pada mesin.

Langkah Yang Diambil Saat Terdeteksi Overheat



  1. Ketika anda mendeteksi jarum sudah menunjuk ke level merah maka langsung pinggirkan mobil anda jangan menunggu sampai jarum mentok.
  2. Saat mobil berhenti, jangan dulu anda mematikan mesin.
  3. Buka kap mesin, lalu amati apakah kipas hidup atau tidak.
  4. Kalau kipas mati, berarti itulah masalahnya.
  5. Namun kalau kipas masih normal (berputar) kemungkinan ada masalah pada air pendingin.
  6. Matikan mesin anda, lalu tunggu sekitar 10 sampai 20 menit hingga suhu mesin turun.
  7. Saat suhu mesin sudah turun, anda memang bisa langsung mengecek volume air pendingin. Namun ini agak berbahaya, karena saat anda membuka tutup radiator/tutup reservoir akan ada semburan air pendingin akibat tekanan yang tinggi.
  8. Solusinya, anda harus membuka tutup tersebut dengan dilapisi lap. Anda jangan langsung membukanya, tapi kendorkan tutup secara perlahan hingga tekanan didalam air pendingin habis. Kalau sudah tidak ada tekanan dari dalam anda bisa membukanya dan melakukan pengisian air.


Langkah diatas, masuk ke penangan secara darurat. Kekurangan air pendingin, bisa diakibatkan karena ada kebocoran sistem pendingin jadi tetap bawa ke bengkel untuk dituntaskan masalahnya.

Demikian artikel tentang apa itu overheat pada mobil semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Tekanan Kompresi Mesin Bensin, Berapa Standarnya ?

Tekanan kompresi adalah suatu nilai yang menunjukan seberapa besar tekanan udara didalam ruang bakar dalam posisi piston berada di TDC (top dead center) atau titik mati atas.

Pengaruh tekanan kompresi ini ada pada proses pembakaran mesin, kita tahu mesin bensin menggunakan udara yang dicampur dengan molekul bensin dalam takaran tertentu sebagai bahan bakar.

Campuran tersebut tidak dapat dibakar begitu saja menggunakan percikan busi, namun campuran tersebut perlu dinaikan tekanannya agar lebih mudah terbakar.

Sehingga, ketika campuran udara dan bensin telah dikompresi api sekecil apapun dapat membakar seluruh campuran. Dan ini akan berimbas pada pembakaran sempurna pada mesin yang menghasilkan power yang sempurna pula.

Apabila tekanan kompresi kurang atau lemah, ini akan berimbas pada pembakaran itu sendiri. Akibatnya mesin akan sulit dihidupkan karena campuran udara dan bensin tidak bisa terbakar.

Lantas, berapa standar tekanan kompresi pada mesin bensin ?



Tekanan kompresi motor bensin dibuat berdasarkan power mesin yang ingin dicapai. Artinya, nilai tekanan kompresi yang tinggi itu bisa membuat hasil dari proses pembakaran lebih efisien dan maksimal. Sehingga selain lebih bertenaga, mesin juga lebih ramah lingkungan.

Secara umum, tekanan kompresi mesin bensin ada di angka 140 PSI/ 9.5 bar hingga 220 PSI/15 bar. Tekanan kompresi dikatakan lemah apabila menunjukan nilai 100 PSI/7 bar kebawah, dalam kondisi ini pembakaran akan sulit terjadi dan kalaupun terjadi pembakaran pasti powernya kurang maksimal.

Baca pula ; ini normalnya tekanan kompresi pada mesin diesel

Pengaruh tekanan kompresi terhadap power mesin

Seperti yang saya utarakan diatas, campuran bensin dan udara akan lebih mudah terbakar saat tekanan kompresinya dinaikan. Ini artinya, tekanan kompresi yang tinggi memberi keuntungan pada sektor pembakaran yang lebih merata, dan efisien.

Sehingga bisa disimpulkan mesin dengan tekanan kompresi atau rasio kompresi mesin tinggi akan berimbas pada power yang semakin kuat juga.

Namun, tekanan kompresi ini juga dipengaruhi oleh faktor bahan bakar dalam hal ini bensin. Bensin memiliki titik knocking. Knocking sendiri adalah kondisi dimana bensin dapat terbakar karena temperature dan tekanan udara yang tinggi.

Titik knocking bensin ini dipengaruhi oleh nilai oktan bensin, artinya semakin besar nilai octane maka semakin tinggi juga titik knockingnya.

Oleh sebab itu, mesin dengan tekanan kompresi yang tinggi harus menggunakan bensin dengan nilai octane lebih besar.

Apa yang menyebabkan tekanan kompresi mesin lemah ?

Dalam satu kondisi kita bisa menemui dimana tekanan kompresi mesin lemah, kalau sudah begini biasanya bengkel akan mengambil tindakan turun mesin untuk membongkar bagian blok mesin untuk dilakukan reparasi.

Yang menyebabkan tekanan kompresi lemah itu beragam, semuanya memang karena faktor pemakaian. Antara lain ;
  1. Ring piston aus
  2. Blok silinder aus
  3. Packing/gasket kepala silinder aus
  4. Katup mesin bocor



Biasanya, saat kompresi sebuah kendaraan mengalami penurunan maka akan menunjukan beberapa gejala seperti ;
  1. Asap putih keluar dari knalpot
  2. Power mesin kurang
  3. Mesin susah dihidupkan dipagi hari
  4. Ada suara ngobos pada mesin


Untuk mengetahui berapa tekanan kompresi pada mesin kendaraan anda, anda memerlukan sebuah alat yang dinamakan engine compression tester.



Cara mengukur kompresi mesin cukup mudah, anda bisa menggunakan lubang busi sebagai tempat nipple compression tester diletakan.

Setelah nipple sudah diletakan, start mesin sambil menginjak pedal gas secara penuh (full throttle open).



Nantinya pada gauge akan tertera berapa nilai tekanan kompresi pada mesin kendaraan anda, sehingga akan ketahuan apakah tekanan kompresi mesin masih normal atau justru mengalami penurunan.

Demikian artikel mengenai standar tekanan kompresi mesin bensin, semoga bisa menambah wawasan kita semua