12 Penyebab Mobil Terbakar Di Jalan

Advertisement
Sebagai kendaraan yang berbahan bakar bensin, tentu mobil memiliki resiko terbakar. Karena bensin itu merupakan bahan bakar yang mudah terbakar.

Selain itu, arus listrik juga dapat menyebabkan sebuah mobil kebakaran. Mungkin anda pernah mendengar berita mobil terbakar hanya karena korsleting arus listrik. Lantas apa penyebabbya ?

Secara teori, mobil tidak akan terbakar kalau tidak ada pemicunya. Dan pemicu ini, bisa berupa bensin dan panas (percikan listrik/suhu mesin berlebih). Kalau dua hal tersebut ketemu, maka kebakaran akan terjadi.

Lebih detail akan kita bahas pada artikel dibawah.


Penyebab Mobil Terbakar


Ada sekitar 12 hal yang menyebabkan sebuah mobil kebakaran. Penyebab-penyebab ini kebanyakan berasal kelalaian kita sendiri. Apa saja ? simak.

1. Kabel yang terkelupas

Kabel adalah komponen untuk menghubungkan arus listrik dari titik kr titik lain. Secara normal, arus listrik itu mengalir didalam kabel tepatnya pada kawat tembaga didalam kabel.

Sementara disisi luar kabel terdapat isolator karet yang dipakai untuk melindungi kawat tembaga agar tidak terhubung ke komponen lain. Apabila kabel terkelupas, artinya kawat tembaga terbuka dan berpotensi menempel pada komponen-komponen mobil.

Sementara itu, kita tahu kalau sistem kelistrikan mobil memiliki massa atau ground yang terhubung ke seluruh komponen mobil berbahan logam.

Apabila kabel yang terkelupas itu merupakan kabel dari positif baterai dan kondisinya terkelupas menempel pada komponen mobil berbahan logam maka akan terjadi hubungan singkat arus listrik.

2. Soket/koneksi terminal yang kurang kencang

img by myrideisme.com

Arus listrik itu secara otomatis mengalir ke arah masa melalui konduktor. Namun ketkka hubungan konduktor itu longgar maka arus listrik akan meloncat dari sumber arus ke konduktor tersebut.

Loncatan arus ini akan menyebabkan panas karena sebagian energi listrik yang meloncat tersebut berubah ke bentuk panas. Apabila dibiarkan panas tersebut akan melelehkan kabel hingga membakar seunit mobil.

3. Kosleting pada lampu/beban kelistrikan lain

Lampu merupakan salah satu contohnya. Lampu bekerja menggunakan filamen (tipe bulb) atau menggunakan dioda (tipe LED) yang dua ujungnya terhubung ke masa dan arus positif.

Apabila arus tersebut melewati filamen sebelum menyentuh masa maka arus listrik akan dikonversi ke bentuk cahaya. Tetapi apabila arus listrik langsung terhuhung ke masa tanpa melewati filamen akibatnya bisa terbakar.

Hal ini bisa saja terjadi pada terminal lampu, dimana posisi setiap terminal sangat berdekatan. Air juga bisa memicu terhubungnya arus positif dan masa secara langsung.

4. Ukuran kabel terlalu kecil

Dalam sistem kelistrikan, pemilihan kabel harus disesuaikan dengan arus listrik dan tegangan yang akan melewatinya. Untuk arus besar, contoh pada sistem starter tidak mungkin menggunakan kabel dengan diameter 2 mm.

Karena arus besar itu juga membawa energi yang besar, sehingga apabila dipaksakan kabel berukuran kecil maka kawat didalam kabel tidak akan kuat menahan energi listrik yang begitu besar.

Akibatnya sebagian elektron mengalir keluar dan membuat suhu disekitar kawat panas. Panas ini kalau dibiarkan akan menimbulkan kebakaran.

Kejadian ini biasa terjadi karena kesalahan teknis dalam instalasi aksesoris kelistrikan. Bisa lampu atau pada kelistrikan mesin.

5. Lokasi kabel yang menyentuh bagian panas mesin

Saat mesin bekerja, maka temperature mesin juga akan meningkat hingga sekitar 70 hingga 80 derajat celcius. Sementara itu, dibagian mesin ini juga banyak kabel-kabel kelistrikan mesin baik kabel sensor atau kabel aktuator.

Biasanya kabel kelistrikan mesin ini memiliki diameter yang kecil sehingga kalau pas menyentuh bagian panas mesin (bagian blok mesin, atau exhaust) maka isolator kabel akan meleleh dan kawat tembaga kabel akan terbuka,

Disini, ada dua hal pertama panas mesin yang membakar kabel dan arus listrik yang menempel bagian logam (masa) sehingga panas yang terbentuk akan lebih cepat dan lebih berpotensi terbakar.

Untuk urusan ini, bisa saja disebabkan karena kabel yang tidak memiliki braket (kabel variasi mesin) atau karena ada kesalahan manufacturing. Kalau dikarenakan manufacturing, biasanya ada langkah recall dari pihak yang bersangkutan.

6. Selang bensin pecah

img by autorepairbuilder.com

Selang bensin terbuat dari plastik yang getas. Memang, komponen ini ringan dan kuat, tetapi kalau terkena suhu panas dingin maka material selang akan mengeras.

Akibatnya, kelenturan berkurang dan kalau ada pergerakan sedikit saja bisa membuat selang pecah.

Padahal, selang ini berisi bahan bakar utama mesin yang sangat mudah terbakar. Sehingga kalau bensin menetes dari selang bensin dan terkena bagian panas mesin/knalpot akibatnya bisa terjadi kebakaran secara masif.

7. Seal injektor bocor

Seal adalah komponen untuk mencegah terjadinya kebocoran pada area fitting selang bensin dan delivery pipe. Selain pada delivery pipe, seal ini juga terdapat pada ujung injektor yang terhubung dengan delivery pipe,

Seal yang terbyat dari karet ini memiliki kelenturan yang membuatnya bisa menyesuaikan celah pada fitting tersebut. Tetapi, karet ini juga bisa mengeras. Akibatnya fitting menjadi tidak rapat dan bensin berpotensi bocor.

Kalau bensin bocor dari seal ini, maka bagian mesin akan sangat rawab untuk terbakar.

8. Kecelakaan/Mobil tertabrak

Faktor internal juga bukan melulu menyebabkan sebuah mobil kebakaran. Namun ada juga karena faktor eksternal.

Contohnya ketika mobil mengalami benturan. Benturan ini bisa terjadi dimana saja, misapada bagian depan maka akan menyebabkan mesin terdorong ke arah belakang.

Sehingga ada perubahan alur dari selang bahan bakar dan kabel juga berpotensi putus. Sehingga saat terjadi tabrakan, bensin bisa bocor dari selang dan langsung menyambar bagian panas mesin. Saat inilah kebakaran terjadi.

9. Mesin yang dimodifikasi

Memodifikasi mesin boleh-boleh saja, asal anda tahu spesifikasi teknis serta batasan-batasan dari komponen mesin anda. Hal itu dikarenakan apabila melakukan modifikasi yang berlebihan justru menimbulkan masalah.

Contoh dengan meningkatkan suplai udara dan bensin jauh lebih banyak dengan harapan tenaga mesin bisa jauh lebih besar. Tapi, temperature didalam ruang bakar juga meningkat dengan signifikan.

Kalau tidak memperhatikan ketahanan komponen lain maka panas yang dihasilkan oleh pembakaran mesin justru membuat komponen tersebut meleleh dan akhirnya terbakar.

10. Baterai yang meledak

Untuk kasus baterai meledak, memang jarang terjadi, Tetapi, untuk aki basah anda patut memperhatikan hal ini. Itu karena ketika terjadi pengisian daya baterai, ada gas yang dilepaskan oleh elektrolit baterai dan gas ini mudah terbakar.

Sehingga kalau ada percikan api, atau percikan listrik bisa memicu gas tersebut terbakar dan membakar seluruh bagian mesin.

Kapan pengisian daya baterai berlangsung ? ini akan berlangsung secara otomatis ketika mesin hidup. Jadi saat anda mengendarai mobil, proses pengisian baterai itu sedang berlangsung.

11. Catalytic converter terlalu panas

Catalytic converter fungsinya bukan sebagai penangkap panaa, tetapi berfungsi untuk mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan oleh mesin.

Tapi, karena gas buang dari mesin itu memiliki suhu yang cukup tinggi, material catalytic converter dibuat dari campuran besi dan kuningan. Sehingga kuat menahan gas buang bersuhu tinggi.

Hanya saja, suhu gas buang juga dipengaruhi oleh kapasitas dan power mesin. Jadi untuk mesin yang memiliki kapasitas besar dan daya tinggi maka suhu gas buang juga lebih tinggi.

Kalau kasusnya seperti point nomor sembilan, dimana ada modifikasi yang dilakukan. Catalytic juga harus menjadi perhatian, karena kalau ternyata suhu gas buang lebih besar dari suhu yang dapat ditahan catalytic maka komponen ini akan membara.

Sementara itu, umumnya lokasi catalytic ini berdekatan dengan peredam suara mesin yang terdapat pada body. Peredam ini berbahan karpet yang mudah terbakar. Akibatnya kalau catalytic menyentuh karpet, maka kebakaran pun bisa terjadi.

12. Kebocoran fluida pada ruang mesin

Fluida mesin itu termasuk oli mesin, oli transmisi, oli power steering, minyak rem, dan air pendingin. Beberapa fluida seperti oli mesin juga memiliki sifat mudah terbakar.

Sehingga, tak perlu percikan api. Tapi panas mesin juga bisa menyebabkan oli ini terbakar.

Hal ini akan ditandai dari keluarnya asap dari ruang mesin. Kalau dibiarkan maka mesin akan overheat hingga terjadi kebakaran.

Semua penyebab diatas, sangat dipengaruhi oleh perawatan kita sendiri terhadap mobil. Sehingga bisa disimpulkan untuk mobil yang terawat dan original memiliki resiko terbakar yang cukup kecil.

Demikian artikel lengkap mengenai penyebab mobil terbakar semoga bisa menambah wawasan kita semua.