Sistem Penerangan Mobil - Pengertian, Komponen dan Rangkaian

Advertisement
Sistem kelistrikan pada mobil ditujukan untuk menunjang sistem utama pada mobil juga ditujukan untuk menunjang sistem keselamatan mobil.

Salah satunya adalah sistem penerangan, sistem penerangan masuk kedalam komponen keselamatan mobil karena komponen ini akan memberikan pencahayaan terhadap jalan ke pengemudi.

Selain itu, sistem penerangan mobil juga berfungsi sebagai aksesoris untuk mempercantik tampilan mobil. Hal ini bisa anda lihat pada bagian bumper mobil yang sering diletakan lampu LED.

Lantas, apa saja yang masuk ke sistem penerangan ? apa saja komponen dan bagaimana rangkaiannya ?

A. Macam Macam Sistem Penerangan Pada Mobil


1. Headlamp


Lampu kepala adalah sistem penerangan utama mobil yang berfungsi untuk menerangi jalan raya agar pengemudi mobil bisa jelas melihat arah jalan.

Ada dua lampu pada headlamp, yakni lampu dekat lampu jauh.

  • Lampu dekat (low beam) memiliki jangkauan cahaya lebih pendek.
  • Lampu jauh (high beam) memiliki jangkauan cahaya lebih jauh.


Keduanya dipakai dalam kondisi yang berbeda, lampu dekat digunakan pada daerah pemukiman yang ramai. Sementara lampu jauh digunakan saat mobil melintasi daerah sepi dan cepat (seperti jalan tol).

Baca pula ; Rangkaian lampu kepala pada mobil

2. Fog lamp

Fog lamp pada dasarnya sama seperti lampu kepala, namun lampu ini diletakan dibagian bumper bagian bawah agar berdekatan dengan jalan. Ini sesuai dengan fungsinya, lampu kabut ditujukan untuk menembus kabut yang menyelimuti jalan.

Sehingga, meski intensitas lampu tidak seterang lampu kepala tapi karena letaknya berdekatan dengan permukaan jalan maka lampu ini mampu menembus kabut hingga menambah jarak pandang hingga beberapa meter.

Lampu kabut juga tidak hanya ada di bumper depan, untuk mobil-mobil berstandar global sudah dilengkapi dengan rear foglamp.

Fungsinya hampir sama namun, lampu ini hanya berfungsi menunjukan ke pengemudi dibelakang bahwa ada mobil didepannya. Sehingga meski jalan tertutup kabut, tabrakan bisa dihindari.

3. DRL


Daytime Running Light merupakan lampu yang digunakan untuk menandai sebuah mobil agar terlihat lebih jelas oleh pengguna jalan lain.

Sesuai namanya, lampu ini dihidupkan disiang hari. Seperti yang kita ketahui, di Indonesia sepeda motor wajib menyalakan lampu utama disiang hari. Namun di luar negeri sudah mewajibkan mobil untuk menyalakan lampu disiang hari.

Tujuannya, untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Tapi apabila kita nyalakan lampu utama, maka akan ada pemborosan energi. Karena lampu siang hari tak perlu terang asal terlihat bersinar.

Sehingga, dibuat satu lampu kusus berdaya rendah yang dinyalakan disiang hari.

4. Turn signal lamp


Lampu sein berfungsi sebagai penanda bahwa mobil akan belok ke arah tertentu. Tujuan lampu sein adalah untuk menghindari missed communication antar pengemudi di persimpangan jalan. Sehingga tidak terjadi tabrakan.

Mengapa lampu sein berkedip ?

Kedipan pada lampu sein sebenarnya dutujukan untuk menangkap fokus siapapun yang melihatnya. Karena secara psikologis kita akan lebih tertarik pada sesuatu yang dinamis.

Sehingga, meski lampu sein ukurannya kecil pengguna jalan bisa langsung menangkap sinyal bahwa ada kendaraan yang akan belok.

Bisa anda baca pada ; Rangkaian dan cara kerja lampu sein/hazard

5. Stop lamp

Stop lamp atau lampu tail adalah lampu penanda yang digunakan untuk menunjukan ke mobil dibelakang bahwa ada kendaraan didepannya.

Lampu ini akan bersinar berwarna merah saat lampu DRL dinyalakan. Disebut sebagai stop lamp karena lampu ini akan bersinar lebih terang ketika rem diinjak.

Hal ini secara otomatis meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan dibelakang. Sehingga kecelakaan juga bisa dihindari.

6. Reverse light

Lampu mundur merupakan lampu penanda yang menunjukan bahwa mobil akan berjalan mundur. Lampu mundur ini memiliki sinar yang kuning tapi lebih bening dibandingkan lampu kepala.

Lampu mundur akan hidup secara otomatis ketika tuas transmisi diposisikan pada posisi R atau mundur.

7. Hazard

Lampu hazard atau lampu tanda bahaya adalah lampu yang menunjukan sebuah mobil sedang berada pada kondisi darurat. Sehingga, menginformasikan ke pengguna jalan lain untuk berhati-hati dan memberi priorotas ke mobil tersebut,

Lampu ini pada dasarnya satu rangkaian dengan lampu sein hanya saja ada kontrol lampu dibuat terpisah, sehingga untuk menyalakan ini kita perlu menekan saklar berbentuk segitiga merah.

8. Licensed plate light

Lampu plat nomor adalah lampu yang digunakan untuk menyinari bagian plat nomor mobil. Biasanya, ini ada dibagian plat nomor belakang.

Saklar lampu plat nomor juga ikut saklar lampu utama. Sehingga apabila headlamp dihidupkan, lampu ini akan menyala secara otomatis.

9. Cabin light


Terakhir, kota tidak bisa melupakan bagian penerangan interior. Disini terdapat satu lampu dengan intensitas cahaya kecil yang terletak dibagian langit mobil.

Fungsi utama lampu ini cuma untuk memberi pencahayaan ke pengemudi atau siapapun didalam mobil saat malam hari. Namun, lampu ini dibuat redup agar tidak menghalangi dan menyilaukan pandangan pengguna jalan dibelakangnya.

B. Komponen Sistem Penerangan Mobil


Secara umun, ada empat kelompok komponen pada sistem penerangan. Yaitu sumber arus, saklar, wiring dan beban (lampu).

Apabila di kupas semuanya, setidaknya ada 6 komponen yang terdiri dari ;

  • Baterai (aki)
  • Switch/saklar
  • Fuse
  • Relay
  • Wiring
  • Lampu


Lebih lengkap bisa anda simak pada artikel : Komponen sistem penerangan dan fungsinya.

Demikian artikel tentang cara kerja sistem penerangan mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.