6 Komponen Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor dan Fungsinya

Advertisement
Sistem bahan bakar pada kendaraan bermotor diperlukan untuk mengatur jumlah bensin yang akan dimasukan kedalam intake manifold dengan volume yang ideal sesuai RPM mesin.

Cara kerja sistem bahan bakar ini, adalah dengan mengabutkan bensin ditengah hembusan udara yang menuju ruang bakar mesin didalam intake manifold. Sistem ini, menggunakan komponen karburator untuk mengabutkan bensin.

Namun, ada beberapa komponen lain yang berpengaruh dalam sistem bahan bakar sepeda motor. Apa saja ?

Simak selengkapnya pada artikel dibawah ini.

Komponen Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor


6 komponen dibawah ini, masuk kedalam sistem bahan bakar sepeda motor tipe konvensional karena masih menggunakan karburator.

1. Fuel tank


Fuel tank atau tanki bensin adalah komponen yang berfungsi untuk menampung bahan bakar bensin pada sepeda motor yang akan digunakan sebagai bahan baku mesin menghasilkan tenaga.

Lokasi fuel tank, selalu lebih tinggi daripada mesin. Hal itu dikarenakan agar bensin dapat turun ke karburator tanpa perlu lagi dipompa. Sehingga sistem bahan bakar sepeda motor konvensional ini tidak lagi memerlukan fuel pump.

2. Tutup tanki

Tutup tanki, selain berfungsi sebagai pintu membuka dan menutup tanki bensin juga memiliki fungsi lain. Komponen ini akan berperan dalam menstabilkan tekanan udara didalam tanki melalui lubang ventilasi, sehingga tekanan udara didalam tanki bisa sama dengan tekanan udara luar.

Apabila lubang ventilasi ini tersumbat, bisa jadi ada gejolak tekanan didalam tanki yang imbasnya bensin lebih banyak turun ke karburator. Sehingga, akan timbul asap hitam dari knalpot karena campuran bensin terlalu banyak.

3. Selang bensin

Tak usah diperpanjang, selang bensin berfungsi untuk mengalirkan bensin dari tanki sampai ke karburator. Hanya ada satu selang pada sistem ini sehingga desainnya cukup simple.

4. Filter bensin

Filter bensin adalah komponen yang berfungsi menyaring bensin yang akan dialirkan ke karburator dari berbagai kotoran. Meski komponen ini terlihat sepele, tapi fungsinya ternyata cukup vital.

Apabila tidak ada filter bensin, maka semua kotoran ataupun kerak yang ada didalam aliran bensin dapat masuk kekarburator. Apabila itu terjadi, maka akan menimbulkan beberapa masalah seperti pilot jet yang mampet, atau pelampung yang mampet sehingga menutup suplai bensin kedalam karburator.

5. Kran bensin

Kran bensin hanya memiliki dua fungsi, yakni untuk membuka dan menutup aliran bensin dari tanki menuju karburator. Tujuan dari kran bensin ini, tidak lain sebagai kran pengatur bensin. Sama halnya dengan pipa air, pasti ada satu kran utama yang dapat menutup dan membuka semua aliran air disetiap sudut rumah.

Pada motor, penggunaan kran ini akan memberikan akses ke pemilik motor untuk menutup aliran bensin ketika motor akan ditinggal dalam waktu lama. Sehingga, tidak terjadi masalah pada karburator.

6. Karburator


Seperti yang sudah disinggung, karburator berfungsi mengabutkan bensin ditengah hembusan udara yang ada didalam intake manifold. Mengapa perlu dikabutkan ? pengabutan ini maksudnya, bensin akan diurai menjadi partikel terkecil dengan adanya jarak pada masing-masing partikel. Sehingga, bensin tersebut dapat menyatu dengan lebih baik ditengah hembusan udara.

Bagaimana cara kerjanya ?

Artikel tentang karburator sudah pernah bahas, anda bisa membacanya pada link berikut ; Prinsip kerja karburator.


Secara singkat, karburator bekerja dengan perbedaan tekanan antara ruang penampung bensin didalam karburator dengan intake manifold. Sesuai hukum Bernouli, saat ada udara berhembus maka tekanan udara akan berkurang. Akibatnya, bensin dapat masuk kedalam hembusan udara karena tekanannya lebih kecil dibandingkan ruang penampung bensin.

Mengenai pengaturan volume, ada yang namanya pilot jet dan jarum skep. Dua komponen tersebut yang akan memastikan suplai bensin ideal sesuai RPM mesin.

Bagaimana Dengan Sistem Bahan Bakar Injeksi ?


Selain tipe konvensional yang kita bahas diatas, sistem bahan bakar fuel injection sudah hampir digunakan oleh pabrikan motor.

Untuk prinsip kerjanya, juga sama yakni dengan memanfaatkan perbedaan tekanan. Namun, pada sistem injeksi, bensin didalam saluran bahan bakar yang akan dinaikan tekanannya sehingga akan timbul semburan bensin dari injektor.

Untuk komponennya, ada sedikit perbedaan seperti karburator sudah tidak ada lagi karena sudah diganti dengan injektor. Namun, masih ada katup gas dan ada katup ISC untuk mengontrol idle speed mesin. Selain itu, pada sistem Efi juga mewajibkan adanya fuel pump untuk menaikan tekanan bensin.

Demikian artikel menganai sistem bahan bakar sepeda motor. Semoga dapat menambah wawasan kita semua.