Cara Menghitung Mikrometer Sekrup (Panduan Lengkap + Gambar)

Advertisement
Micrometer sekrup adalah alat ukur teknik yang digunakan untuk mengukur ketebalan suatu komponen, atau mengukur celah, ataupun kedalaman suatu komponen. Micrometer dipakai karena tingkat akurasinya cukup tinggi, alat ukur ini memiliki ketelitian hingga 0,01 mm.

Namun berbeda dengan jangka sorong yang memiliki ketelitian 0,05 mm, membaca hasil pengukuran pada micrometer itu memiliki teknik sendiri.

Nyatanya, meski banyak orang bisa menggunakan mikrometer namun masih banyak pula orang yang belum mengetahui bagaimana cara yang benar membaca hasil pengukuran mikrometer sekrup. Oleh sebab itu, diartikel ini kita akan membahas bagaimana cara membaca hasil pengukuran mikrometer sekrup.

Kalau masih ada yang bingung cara menggunakannya, bisa baca langkah-langkah menggunakan mikrometer sekrup.

Agar penjelasan lebih jelas, anda harus mengenali 4 komponen utama pada micrometer sekrup. Komponen tersebut terdiri dari ;

  1. Skala utama, pada garis skala ini terdapat nilai-nilai yang menunjukan nilai utama dari suatu pengukuran. Nilai-nilai ini memiliki jarak 1 mm.
  2. Sleeve, sleeve adalah tempat dimana skala utama menempel. Posisi sleeve diam dan menempel frame mikrometer.
  3. Skala nonius, skala nonius akan menunjukan angka desimal dari hasil pengukuran. Ada sekitar 50 garis skala nonius dengan masing-masing garis mewakili 0,01 mm.
  4. Thimble, thimbel adalah komponen tempat dimana skala nonius menempel. Berbeda dengan sleeve, thimber dapat diputar dan posisinya bisa bergerak kekanan dan kekiri.


Lalu Bagaimana Cara Membaca Mikrometer ?


Dalam panduan ini, kami akan mencontohkan empat hasil pengukuran yakni ;


Pada gambar diatas, anda akan melihat bahwa skala utama menunjukan angka 7 mm. angka ini didapat dari dua garis setelah angka 5 di atas garis skala. Ini artinya, hasil pengukuran 7 mm.

Langkah kedua, kita menentukan angka desimal. Caranya dengan melihat garis pada skala nonius yang lurus dengan garis skala utama. Pada contoh diatas, anda bisa melihatnya ada 3 garis setelah angka 15. Itu artinya angka desimal ini menunjukan nilai 0,18 mm.

Hasil pengukuran itu diperoleh dengan menambahkan nilai pada skala utama dan skala nonius, sehingga 7 + 0,18 = 7,18 mm. hasil pengukuran pada contoh diatas adalah 7,18 mm.

Pada contoh kedua, sekilas terlihat sama namun kalau anda jeli maka ada yang berbeda pada skala utama. Skala utama menunjukan dua garis setelah angka 0 tapi ada garis dibawah skala utama yang muncul. Ini artinya hasil pengukuran telah melewati setengah dari nilai skala utama yang ditunjukan. Ini berarti hasil pengukuran akan ditambah 0,50 mm sehingga nilai awal 2,0 + 0,50 = 2,50 mm.

Sementara untuk skala nonius, sama caranya seperti contoh pertama. Hasilnya 0,18 mm. hasil pengukuran akhir akan diperoleh 2,50 + 0,18 = 2,68 mm.

Pada contoh ketiga ini, anda pastinya sudah tahu hasilnya kalau sudah bisa memahami contoh pertama dan kedua. Pada contoh ketiga ini, skala utama menunjukan nilai 22 mm dan skala nonius menunjukan nilai 0,20 mm. sehingga hasil pengukuran akhir memiliki nilai 22,20 mm.

Contoh terakhir, bisa saja anda temui kalau anda sedang mengukur ketebalan sebuah plat. Kalau hasilnya seperti diatas, maka anda jangan bingung. Skala utama menunjukan nilai 0 mm dan skala nonius menunjukan nilai 0,20 mm. sehingga hasil akhir akan menunjukan nilai 0,20 mm.

Mudah bukan, cara membaca mikrometer sekrup ini ? ternyata lebih mudah daripada membaca jangka sorong. Namun, meski ketelitian mikrometer itu sudah disetting tinggi, ada satu hal yang mempengaruhi akurasi pengukuran. Yakni ketepatan kalibrasi, kalibrasi adalah proses penyesuaian skala utama dengan bantuan batang yang memang sudah memiliki ukuran pas.

Setelah proses kalibrasi selesai, dan benar prosesnya maka anda tidak perlu takut dengan hasil pengukuran anda. Karena pasti akurat.

Demikian artikel singkat tentang tips baca hasil mikrometer sekrup, ini berlaku untuk semua jenis mikrometer baik inside, outside ataupun deep micrometer. Semoga menambah wawasan kita.