8 Tips Aman Mengemudi Di Tanjakan Agar Tidak "Nggusur"

Advertisement
Di musim liburan, banyak orang memilih objek wisata yang bertema alam seperti pegunungan atau perbukitan. Namun, untuk mencapai objek wisata di pengunungan kita harus bisa menempuh perjalanan yang bisa dibilang curam.

Dikatakan curam karena posisi pegunungan itu naik turun dan berkelok. Meski anda adalah pengemudi yang mahir, belum tentu anda bisa menaklukan medan pegunungan ini kalau belum tahu tekniknya. Apalagi dengan yang pemula ?

Ditambah kondisi jalan yang kadang macet, hujan, diperparah dengan muatan mobil yang kadang tidak ringan. Ini semua mempersulit pengoperasian kendaraan untuk mencapai puncak yang diinginkan. Oleh sebab itu, sebelum anda menempuh perjalanan naik alangkah lebih baiknya anda memahami teknik mengemudi di tanjakan serta kesehatan kendaraan anda.

Agar lebih jelas, kami telah merangkum tips selamat menyetir di tanjakan atau turunan untuk menghadapi segala kondisi.

Tips Aman Mengendarai Mobil Di Tanjakan


1. Pastikan beban mobil anda tidak melebihi batas kemampuan mesin kendaraan

Pertama, kita harus tahu berapa batas kemampuan mobil kita. Kita tak perlu mengukur menggunakan alat untuk mengetahui kemampuan mesin, kita kira-kira saja. Untuk mobil dengan mesin 1.200 cc kebawah akan sedikit kesulitan untuk naik dalam posisi penumpang full.

Contoh mobil dengan mesin kecil namun kabin luas (mampu menampung 7 orang) adalah LCGC. Mobil ini memang murah, tapi performanya pas-pasan. Jadi kalau terpaksa didalam mobil full passanger, anda harus extra hati-hati saat akan naik.

Anda tetap bisa mengemudikan mobil ini ke puncak dengan posisi gigi terkecil (gigi 1) dengan RPM yang agak tinggi. Dengan RPM yang lebih tinggi, tenaga dan torsi yang dihasilkan juga akan lebih tinggi. Namun, untuk menggunakan cara ini anda harus menjaga jarak dengan kendaraan didepan dengan lebih jauh sehingga anda memiliki cukup ruang untuk memacu kendaraan.

2. Sebelum melakukan perjalanan, pastikan kopling dan rem tidak dalam kondisi tipis/bermasalah

Untuk mobil manual, kopling menjadi komponen utama keberhasilan mengemudi di tanjakan di susul dengan rem. Kalau kondisi kopling bermasalah, atau yang biasa dialami itu kampas kopling tipis maka kopling akan lebih mudah selip.

Sehingga, mobil anda memiliki mesin besar dan anda juga memacu mesin dengan RPM lebih tinggi mobil tetap kekurangan tenaga. Tenaga ini akan hilang karena selip pada kopling tadi.

Untuk mengetahui apakah kampas kopling tipis atau tidak, bisa dirasakan saat proses oper gigi. Apakah terasa sulit atau tidak ? kalau masih gampang dan halus maka kopling masih normal. Selain itu, kalau pedal kopling terasa lebih jauh bisa jadi kampas rem mobil tipis.

3. Selain kopling, pastikan wiper juga O.K karena gunung sering hujan

Pegunungan itu identik dengan hujan, kalau hujan turun kita memang aman karena didalam mobil. Tapi air hujan itu bisa mengganggu penglihatan kita karena air akan menempel pada kaca depan. Oleh sebab itu, selain kopling dan rem wiper juga menjadi komponen yang tidak kalah penting saat anda akan menempuh perjalanan naik.

4. Pakai gigi 1, atau 2 ? sesuaikan dengan kemiringan jalan

Kalau kita menanyakan ke orang lain, pake gigi berapa untuk nanjak ? ada yang menjawan pakai gigi 1, ada pula yang menjawab pakai gigi 2. Tapi yang paling tepat, itu situasional.

Untuk menanjak, anda juga bisa menggunakan gigi 3. Kalau semakin rendah gigi, maka torsi mobil akan semakin kuat tapi itu akan mengurangi kecepatan kendaraan. Posisi ini sangat cocok untuk naik di tanjakan curam atau tanjakan yang macet.

Sementara untuk tanjakan yang lebih landai, anda bisa menggunakan gigi 2 atau 3 kalau jalanan tergolong lenggang.

5. Saat naik atau turun, usahakan posisi tangan kanan memegang tuas rem parkir

Ini berfungsi sebagai jaga-jaga agar saat kendaraa didepan mengerem mendadak, mobil kita tidak meluncur ke belakang. Untuk mobil manual, itu punya tiga pedal. Saat naik, posisi kaki kita menginjak pedal gas dan kopling, sementara pedal rem tidak terinjak.

Disini, peran rem tangan akan sangat berguna untuk menahan kendaraan dikala kondisi seperti diatas muncul.

Tapi bagaimana kalau mobil menggunakan e-parking brake ?

Elektronik parking brake, tidak lagi menggunakan tuas untuk rem parkir melainkan sudah menggunakan tombol secara elektronik. Umumnya, mobil dengan kelas E-parking brake seperti ini sudah dilengkapi dengan fitur lain seperti ABS, HSA (hill start assist), ESC (electronic stability control). Anda hanya tinggal mengaktifkan semua fitur tadi, maka kendaraan bisa mengerem secara otomatis ketika anda berhenti ditengah tanjakan.

6. Gunakan teknik setengah kopling, hanya saat kondisi jalan macet

Teknik setengah kopling populer digunakan untuk menanjak, tapi resiko dari teknik ini adalah mempercepat keausan kampas kopling. Ini karena pada dasarnya, setengah kopling adalah menahan kampas kopling agar tetap mengambang (tidak tertekan full namun juga tidak terbebas). Sehingga mobil tetap berjalan dengan kecepatan lebih rendah meski gas mesin sudah tinggi.

Kalau ini dipakai secara terus menerus, mungkin sepulang perjalanan sistem kopling mobil anda akan terbakar sehingga anda harus keluar banyak biaya lagi untuk memperbaikinya.

Namun, teknik setengah kopling ini juga terbukti ampuh untuk membuat mobil berjalan di tanjakan khususnya saat mobil berhenti di tengah jalan yang menanjak. Anda boleh menggunakan setengah kopling, tapi disarankan hanya saat kondisi macet.

7. Meski disamping ada jurang, jangan mengemudi terlalu ke tengah

Ini dia sensasi mengemudi di pegunungan, sebelah kiri jurang dan sebelah kanan tebing. Pada sisi jurang, pengemudi biasanya akan refleks untuk lebih mengarahkan kendaraan ke tengah jalan. Padahal, jalan ini juga jalan dua arah yang dipakai pengguna jalan lain untuk melintas dengan arah berlawanan.

Kalau anda mengarahkan mobil lebih ke tengah, ini akan mengganggu pengguna jalan lain. Apalagi ketika ini terjadi di tikungan. Sehingga kemacetan bisa terjadi.

Jadi, jangan ragu. Stay on track saja, kecuali ada rambu-rambu yang menyatakan jalanan rusak baru anda harus lebih ke tengah.

8. Pastikan kondisi ban serep O.K

Kalau di perkotaan, ban bocor itu bukan masalah. Tapi di pegunungan, ban bocor bisa jadi masalah yang cukup besar. Karena disekitar masih dipenuhi hutan dan jarang sekali ada tukang tambal ban. Jadi kalau ban bocor, harapan anda ada pada ban serep. Oleh sebab itu, pastikan ban serep dalam konsisi O.K

Itulah 8 tips simpel agar aman untuk mengemudi di tanjakan. Ada satu lagi, pastikan anda tidak menyalip kendaraan lain di tanjakan/turunan. Karena ini akan sama-sama beresiko bagi anda dan pengguna jalan yang lain.

Lalu bagaimana dengan mobil matic ?

Mobil matic itu hanya ada dua pedal, jadi rasanya tidak perlu dibahas lagi. Mengemudikan mobil matic ditanjakan sama seperti mengemudikannya di jalanan rata. Hanya saja, kalau ingin lebih pas gunakan posisi D1 pada selektor transmisi otomatis. Posisi ini, akan mengunci posisi gigi tetap kecil sehingga kinerja mesin dan transmisi tidak kerepotan.