Ban Tubeless Mendadak Kempes, Ini Penyebabnya (Beserta Solusi)

Advertisement
Orang bilang bam tubeless itu ban yang awet dan tidak bisa pecah. Memang hal itu benar sekali tapi ban tubeless juga bisa mengalami kebocoran sehingga jangan heran kalau disuatu hari anda menemui ban mobil atau motor anda kempes sendiri.

Hal ini karena struktur ban tubeless pada umumnya sama seperti ban biasa tapi pada ban tubeless tidak ada ban dalam. Sehingga angin langsung tertampung pada ban luar. Tentu saja, ban luar ini didesain khusus agar lebih rapat sehingga kebocoran harusnya tidak terjadi.

Tapi beda ceritanya apabila ada benda tajam seperti kawat, paku, atau lidi berukuran panjang yang menancap ban. Hal itu bisa menyebabkan angin didalam ban keluar sehingga ban kempes. Tapi tidak hanya tertancap benda tajam, ada beberapa hal yang bisa juga menyebabkan ban tubeless bocor.

Penyebab Ban Tubeless Kempes


1. Tertancap paku dibagian telapak ban/sisi ban

Yang paling sering adalah ban tertancap paku. Tapi ban tubeless itu beda dengan ban biasa, kalau ban biasa saat tertancap paku seketika itu juga angin langsung habis. tapi ban tubeless akan kempes secara perlahan.

Sehingga anda tidak tahu dimana lokasi paku itu tertancap dan tahu-tahu ban lebih kempes dari biasanya.

Untuk ban yang tertancap paku atau kawat, ada dua cara yang bisa digunakan untuk menambalnya.

  • Menggunakan lem power glue, caranya dengan memasukan lem pada permukaan ban yang berlubang (dalam keadaan kempes). Anda cukup masukan lem ke lubang pada ban dengan bantuan lidi atau jarum.
  • Memasukan serat penambal ban tubeless, cara ini paling banyak diaplikasikan pada oleh tukang tambal ban tubeless. Caranya, lubang pada ban akan diperbesar terlebih dahulu baru dimasukan serat penambal ban tubeless.


Cara kedua memang dinilai lebih kuat karena serat ini kalau terkena panas akan menyatu dengan ban. Sehingga semakin ban digunakan, tambalan akan semakin kencang.

2. Sambungan velg dengan ban ada yang bocor

Selain dibagian permukaan atau sisi ban, kadang ban tubeless juga bisa bocor dari bagian tepi atau sambungan velg. Hal ini karena saat pemasangan ban tubeless, ada lem (sealer) yang harus diberikan pada pinggir velg untuk merapatkan sisi ban.

Apabila pemberian lem ini kurang rata atau karena faktor velg yang sedikit bengkok, akan membuat salah satu permukaan sambungan ban dengan velg timbul celah. Dari celah inilah angin ban bisa keluar.

Untuk cara ini, anda perlu melepas ban dari velg, kemudian membersihkan sisa lem baik pada ban ataupun velg baru anda pasang lagi ban ke velg dengan sealer.

3. Niple ban bocor

Niple ban atau spentil ban kadang tidak terlalu diperhatikan, kalau ban bocor kita lebih fokus ke bagian permukaan ban. Tapi kalau niple ini kendor misalnya, tentu bisa menyebabkan angin ban berangsur bocor sehingga ban selalu kempes.

Untuk masalah ini, cukup mudah cek apakan niple kendor atau tidak. Kalau kendor kencangkan menggunakan alat pengencang niple ban.

4. Ban sudah tua, sehingga rentan bocor

Umur ban memang tidak bisa diprediksi, ada ban yang masih terlihat bagus meski sudah dipakai hampir 5 tahun. Tapi meski permukaan ban masih terlihat baru bukan berarti kualitas ban tersebut masih baik.

Karena, kalau kualitas ban sudah turun akibat faktor usia maka ban akan sangat rentan retak khususnya apabila anda melewati jalan berlubang, dan jalan berbatu. Dari retak inilah nantinya kebocoran kecil/bocor halus akan timbul.

Kalau anda cek menggunakan air sabun anda akan menemui banyak kebocoran kecil pada permukaan ban tubeless.

Untuk solusi yang paling aman itu penggantian ban, tapi karena mengganti ban tubeless itu perlu biaya yang tidak kecil beberapa orang mengakalinya dengan menambahkan ban dalam pada ban tubeless yang bocor tersebut.

Secara teori memang hal ini bisa dilakukan tapi tidak direkomendasikan, karena pada kecepatan tinggi akan ada gesekan antara permukaan dalam ban tubeless dengan permukaan ban dalam, dan itu sangat beresiko menyebabkan ban meledak.

Tapi, kalau penggunaan kendaraan santai dan tidak ngebut anda bisa menggunakan cara diatas sambil menunggu permukaan ban tubeless aus.

Tips merawat ban tubeless agar awet


Supaya ban awet, tahan lama dan tidak mudah bocor, ada beberapa tips yang bisa anda terapkan.

1. Perhatikan index load dan speed yang ada pada ban

Kalau anda melihat bagian sisi ban akan ada label ban beserta kode spesifikasinya, biasanya ada bebam maksimum dan kecepatan maksimum yang tertera. Pastikan anda tidak sering melebihi batas itu.

2. Pastikan arah rotasi ban benar

Kalau anda mengganti ban pada tenaga yang ahli mungkin ini tidak perlu diragukan, tapi kalau anda membeli ban sendiri dan memasangnya sendiri maka pastikan arah rotasi ban benar. Untuk melihat arah rotasinya ada dibagian sisi ban.

3. Tidak mengisi angin lebih dari batas tekanan maksimum

Umumnya ban diisi angin dengan tekanan 30 – 33 PSI, tapi patokan anda ada pada label pada sisi ban. Cari tekanan maksimum yang mampu ditahan ban dan jangan mengisi angin melebihi batas tersebut.

Sekian semoga bisa menambah wawasan kita semua.