Showing posts with label Kaki Kaki Motor. Show all posts

Cara Mudah Mengatasi Rem Cakram Motor Yang Seret

Rem cakram menggunakan prinsip jepitan untuk melakukan pengereman, tak jarang saat kampas rem menjepit piringan rem justru kampas rem tersebut macet sehingga membuat roda motor seret meski rem tidak ditekan.

Lalu apa penyebab rem cakram bisa seret dan bagaimana solusinya ?

Timbunan Kotoran Pada Kaliper Menjadi Penyebab Rem Seret


Penyebab utama yang menyebabkan rem motor seret adalah karena ada timbunan kotoran didalam kaliper rem.

Kalau anda memperhatikan kaliper rem, itu ada komponen tabung yang apabila tuas rem ditekan tabung tersebut akan menonjol dan menekan kampas rem agar menjepit piringan rem.

Tabung tersebut diberi nama piston.

Dalam kondisi normal, piston akan bergerak menonjol saat tuas rem ditekan dan saat tuas rem release, piston secara otomatis masuk kembali karena ada pegas didalamnya.

Apabila pada permukaan piston ini kotor, entah karena ada timbunan debu atau karat bisa menghambat pergerakan piston. Sehingga meski piston masih bisa menonjol, tapi piston akan tertahan dan tidak kembali ke posisi semula.

Lalu Bagaimana Solusinya ?

Untuk mengatasinya, kita perlu membersihkan bagian sisi piston. Caranya, anda bisa memanfaatkan air sabun untuk membersihkan semua kotoran yang menempel pada permukaan piston. Namun kalau ada karat, anda bisa gunakan amplas halus untuk meluruhkan karat.

Tapi, karena posisi piston ini ada didalam kaliper maka anda perlu melepas kaliper dari dudukannya.

Cara melepas kaliper ini sama seperti tata cara penggantian kampas rem, dimana dua baut breaket kaliper yang terhubung ke suspensi depan dilepas dahulu.

Langkah-langkahnya antara lain ;


  1. Lepas dua baut breaket kaliper (baut ini memiliki ukuran agak besar, dengan kepala baut L-hexagonal atau bintang meski ada juga beberapa yang menggunakan kepala baut segi enam).
  2. Lepas kaliper dari dudukannya
  3. Pisahkan braket kaliper dari unit kaliper dan kampas rem secara otomatis juga terlepas, ada beberapa kaliper yang menggunakan pengunci jadi sebelum melepas perhatikan apakah ada penguncinya atau tidak
  4. Disini anda bisa melihat tabung yang dimaksud, agar pembersihan bisa lebih maksimal kita perlu membuat sebagian piston ini menonjol. Caranya dengan menekan tuas rem dua atau tiga kali
  5. Setelah piston menonjol, anda bersihkan kotoran/karat yang ada dipermukaan piston
  6. Setelah selesai jangan lupa keringkan dan olesi permukaan piston menggunakan grease atau pelumas gel. Tujuannya agar pergerakan caliper bisa lebih lancar
  7. Sebelum memasang, cek dulu karet pistonnya. Kalau ada yang rusak maka karet ini perlu diganti karena kalau dibiarkan, akan memicu masalah serupa dikemudian hari
  8. Untuk memasangnya, pertama anda perlu memasukan lagi piston yang menonjol. Caranya dengan mengungkit piston menggunakan kunci ring berukuran besar (17 atau diatasnya)
  9. Setelah piston berhasil masuk, pasang kampas rem dan breaket rem. Lalu pasangkan unit kaliper ke roda.
Baca juga ; Cara mengganti kampas rem depan motor

Setelah kaliper sudah berhasil dipasang, kocok rem supaya piston bisa menyesuaikan jarak ideal. Proses ini penting karena kalau motor langsung dipakai, maka rem akan blong. Jadi untuk menghindarinya, kocok rem hingga terasa padat baru motor siap digunakan.

Shock Belakang Motor Jedak Jeduk, Apa Penyebabnya ?

Shock breaker adalah komponen yang sejatinya dipakai untuk membuat motor lebih empuk ketika melintas dijalan raya. Komponen shockbreaker ini akan menyerap getaran pada saat motor melintas, sehingga kita yang menungganginya akan lebih nyaman.

Tapi ada satu masalah yang nampaknya sering juga dialami pemilik motor. Masalah itu adalah shock breaker khususnya yang belakang bunyi jedak jeduk seperti saling bertabrakan.

Kira kira apa penyebabnya dan apa solusinya ? mari kita bahas secara rinci

Penyebab Shockbreaker Bunyi Jedak Jeduk


Bunyi yang dihasilkan pada shockbreaker umumnya disebabkan pada komponen shock absorber. Jadi pada shockbreaker belakang, anda akan melihat dua komponen utama yakni ;
Per, logam yang melilit-lilit yang fungsinya sebagai pegas
Shock absorber, tabung didalam per yang berfungsi menahan gerakan kejut per

Masalah yang menyebabkan bunyi jedak-jeduk, itu karena oli didalam shock absorber bocor. Padahal oli tersebut berfungsi menahan piston didalam tabung shock supaya tidak menabrak dinding tabung shock.

Supaya lebih jelas, anda bisa perhatikan ilustrasi berikut.

Shock absorber bekerja menggunakan tabung dan piston dimana pada piston terdapat saluran kecil namanya orifice. Ada dua ruangan yakni ruang diatas piston dan dibawah piston. Kedua ruang tersebut harusnya terisi oleh oli shock.

Ketika shockbreaker tertekan, maka piston akan bergerak keatas. Itu akan mengecilkan volume ruang diatas piston juga membesarkan volume ruang bawah piston. Karena ruangan mengecil, otomatis oli shock yang ada diruang atas piston berpindah ke ruang bawah melalui orifice.

Tapi orifice ini kecil sekali sehingga pergerakan naik turun piston bisa lebih terbatas.

Tapi kalai olinya bocor, maka piston didalam shock absorber tidak mendapatkan tahanan apapun. Hasilnya, ketika anda melintasi gundukan dengan kecepatan sedang akan terdengar bunyi jeduk.

Bunyi tersebut muncul karena piston menabrak bagian pembatas bawah silinder.

Umumnya bunyi jedak jeduk ini hilang ketika anda berboncengan atau ketika beban motor berat. Hal itu benar saja, karena ketika beban motor bertambah shockbreaker akan mendapatkan tekanan lebih, sehingga posisi piston menjadi lebih keatas. Itulah mengapa piston tidak menabrak bagian bawah silinder ketika melintasi gundukan.

Untuk mengecek kebocoran, bisa anda cek saja pada area tabung shockbreaker. Kalau ada bekas rembesan maka itu menjadi tanda kalau oli shock bocor. Biasanya juga disertai debu basah.

Lalu Apa Solusinya ?

Untuk mengatasinya, cukup isi kembali oli shock. Tapi pengisian oli shock beda dengan pengisian oli mesin yang tinggal tuang, pengisian oli shock perlu keahlian karena memang tidak ada tempat untuk memasukan oli.

Jadi lebih baik anda bawa saja ke tukang shockbreaker sebelum shockbreaker motor anda macet.

Karena kalau dibiarkan, lama kelamaan piston didalam shock absorber akan mengalami sket atau terkunci. Kuncian ini disebabkan karena piston terjebak didalam silinder tanpa oli. Hasilnya, shockbreaker akan terasa sangat keras atau orang menyebutnya shockbreaker mati.

Kalau sudah mati, maka susah diperbaiki sehingga harus diganti dengan yang baru. Tentu kalau dibandingkan dengan yang pertama biayanya pasti lebih mahal yang ini. Sehingga disarankan membawa motor ke bengkel shock kalau memang ada indikasi oli shock bocor.

Shock Belakang Motor Terlalu Empuk ? Ini Penyebabnya

Shockbreaker sejatinya dibuat untuk meredam getaran saat motor berjalan khususnya saat motor melintasi jalanan yang tidak rata. Sehingga kita yang menungganginya pun terasa lebih nyaman.

Tapi seperti apa shockbreaker yang nyaman itu ? apa yang empuk ?

Beberapa orang memang menyukai shockberaker yang empuk alasannya lebih mantul saat melintasi jalanan yang tidak rata. Tapi ternyata, shockbreaker yang terlalu empuk itu malah membuat berkendara menjadi tidak nyaman.

Tidak nyamanya seperti apa ?

Orang yang duduk dibelakang alias yang membonceng akan sangat terasa karena kalau shockbreaker terlalu empuk dia akan terpental-pental. Mungkin anda sendiri pernah membonceng sepeda motor yang shock belakangnya terlalu empuk.

Lalu bagaimana ketika motor itu melewati gundukan/jalan tidak rata ? tubuh kita cenderung terlempar keatas dan itu malah membuat kita menjadi tidak nyaman.

Lalu mengapa bisa demikian ?

Ternyata itu disebabkan karena ada kerusakan pada komponen shock breaker. Apa penyebabnya mari kita bahas dengan detail.

Penyebab Shock Breaker Terlalu Empuk


Ada dua bagian utama pada shockbreaker belakang motor yakni,

  • Per
  • Shock absorber


Seperti yang umum diketahui, per itu logam yang berputar-putar/melilit pada komponen shockbreaker. Per ini yang berfungsi sebagai menyerap getaran. Sementara shock absorber adalah tabung hidrolik yang terletak didalam per.

Apa fungsi tabung hidrolik ini ?

Fungsinya untuk menahan kejutan pergerakan per, jadi meski per mengalami tekanan pergerakan per tidak terlalu mengejutkan. Sehingga tidak sampai mementalkan penumpang motor.

Anda bisa baca bagaimana shock absorber bekerja pada artikel berikut ; Penjelasan lengkap cara kerja shock absorber

Kalau shock absorbernya rusak, alias tidak lagi dapat berfungsi otomatis per bergerak tanpa ada yang menahan. Sehingga pergerakan per lebih spontan.

Kerusakan yang umumnya terjadi pada shock absorber adalah kebocoran cairan hidrolik. Orang-orang menyebutnya kebocoran oli shock. Oli atau cairan hidrolik tersebut digunakan sebagai penahan pergerakan per,

Jadi kalau olinya bocor, otomatis shock absorber tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya.

Untuk solusinya, anda bisa saja menyuntikan oli shock ke shockbreaker motor anda tapi anda juga harus mengganti seal tabung ini. Alasannya, kalau sealnya masih bocor maka nanti olinya bakal bocor juga.

Kebocoran oli shock, bisa anda amati dengan melihat area tabung shockabsorber. Biasanya agak lembab dan tidak jarang ditemui debu basah yang menempel.

4 Penyebab Shock Depan Tidak Balik (Amblas)

Shock breaker depan pada sepeda motor dibuat dengan model tabung. Artinya, didalam shock breaker masih terdapat pegas yang berfungsi menyerap getaran jalan.

Selain itu, shock breaker depan pada motor juga berfungsi sebagai kaki atau fork yang terhubung ke roda depan. Sehingga model shock depan ini harus kokoh juga empuk.

Namun ada satu masalah yang sering dialami, yakni ketika shock breaker depan amblas alias tidak balik lagi setelah tertekan. Kira-kira apa penyebabnya ?

Penyebab Shockbreaker depan Amblas


1. Shock bengkok

Yang paling sering dialami adalah shockbreaker depan bengkok. Kebengkokan pada shockbreaker ini membuat as shock breaker terkunci saat masuk/tertekan. Akibatnya, shockbreaker amblas atau tidak balik lagi.

Kejadian bengkok pada shockbreaker ini sering dialami ketika terjadi benturan/tabrakan roda depan dengan obyek lain atau bisa juga karena motor yang melewati lubangan dengan kecepatan tinggi.

Tapi masalah ini sebenarnya bisa diatasi hanya dengan melakukan press terhadap shockbreaker. Biaya press shock ini kurang lebih 150 ribu rupiah. Namun, kalau saat shock amblas itu sampai mematahkan per maka perlu ganti satu set shocknya.

2. As shock breaker penuh karat/kerak

As shockbreaker ini adalah bagian tabung shock mengkilap yang masuk kedalam tabung besar. Biasanya kalau motor jarang sekali dipakai, bagian ini akan berkarat.

Karat inilah yang menghambat pergerakan shockbreaker. Sehingga akan timbul masalah seperti shockbreaker yang bunyi sampai yang paling parah adalah shock amblas.

Selain karena karat, pemasangan aksesoris seperti stiker dibagian ini biasanya akan meninggalkan lem. Lem tersebut kalau tidak dibersihkan dengan baik juga bisa menghambat pergerakan shockbreaker. Sehingga shockbreaker bisa macet.

Untuk mengatasinya, anda tinggal menekan-nekan bagian depan motor hingga shock berangsur balik lagi. Setelah shockbreaker kembali ke posisi semula, jangan lupa membersihkan bagian as ini sampai mengkilap.

3. Oli shockbreaker kering


Oli shockbreaker, bukan hanya berfungsi sebagai fluida hidrolik tapi juga sebagai pelumas. Ketika oli shock bocor dan sampai habis, maka pergerakan shockbreaker akan semakin terhambat. Sehingga beberapa masalah seperti shock keras, atau bahkan shockbreaker macet bisa dialami.

Kebocoran oli shock, bisa anda lihat pada bagian as shock yang terasa lebih lembab dari biasanya, yang normal as shock itu memang seperti ada olinya tapi tidak terlalu lembab. Tapi kalau ada bocor oli, as ini menjadi lebih lembab dan bagian seal shock breaker juga akan basah.

Sebenarnya oli shock bisa disuntikan lagi untuk menambah volumenya. Tapi pastikan dulu apa penyebab kebocorannya, kalau oli bocor karena seal yang rusak maka jangan lupa mengganti sealnya juga.

4. Per depan patah

Ini yang paling parah ketika shockdepan tidak balik. Per ini menjadi komponen utama yang menahan shockbreaker tetap naik. Kalau pernya patah, otomatis shock akan amblas dan tidak bisa dinaikan lagi.

Masalah ini juga terjadi secara tiba-tiba, contohnya ketika anda sedang melintasi polisi tidur tapi tidak menurunkan kecepatan. Maka per akan terkejut sehingga per patah dan shock depan langsung amblas begitu saja.

Biasanya ketika per patah, juga disertai bunyi besi patah.

Untuk solusinya, anda perlu mengganti satu unit shock breaker tentu dengan harga yang lumayan mahal.

Ban Motor Anda Sering Kempes, Cek 6 Penyebab Berikut

Ban motor yang mendadak kempes menandakan bahwa ada kebocoran pada area ban, namun kalau ban itu benar-benar bocor kadang ketika kempes maka angin akan habis dengan cepat terutama pada ban yang bukan berjenis tubeless.

Tapi, kalau bannya itu kempes secara perlahan dan ketika dipompa dalam beberapa hari ban akan kempes lagi. Maka itu perlu diperiksa dibagian lain seperti pentil dan velg.

Lalu yang paling menyebalkan, ban tetap sering kempes meski ban baru diganti. kira-kira apa penyebabnya ?


Penyebab Ban Motor Sering Kempes


1. Seal didalam pentil/niple mulai getas

Niple ban atau orang menyebutnya pentil digunakan sebagai tempat mengisi angin kedalam ban. Niple ini didesain agar udara dapat masuk kedalam ban namun memblok udara yang sudah ada didalam ban.

Untuk menunjang fungsi ini, niple ban menggunakan seal berbaghan karet.

Ada beberapa alasan yang bisa membuat seal tersebut getas seperti faktor pemakaian, atau faktor cuaca. Intinya ketika seal mulai getas maka daya sumbatnya akan berkurang sehingga udara yang harusnya ada didalam ban malah keluar secara perlahan.

Terkadang, juga sampai terdengar bunyi desiran angin tatkala anda memompa ban dengan tekanan yang tinggi. namun, ketika tekanan angin roda mulai melemah suara desiran tersebut hilang.

2. Ada materi yang mengganjal antara velg dan frame ban

Materi ini bisa berupa pasir atau kerikil kecil yang masuk ke sela-sela antara ban dan velg. Ini sering terjadi ketika anda melintasi jalan berlumpur, otomatis ban motor anda sering sekali terlumuri lumpur sampai ke velg-velgnya.

Materi pasir dan kerikil kecil yang ada didalam lumpur tersebut bisa masuk ke sela-sela antara frame ban dan velg. Akibatnya, ini akan mengganjal bagian frame ban yang harusnya rapat menempel ke velg. Sehingga angin ban akan keluar secara berangsur-angsur.

Selain partikel dari luar, serpihan-serpihan kerak velg dari bagian dalam juga bisa mengganjal sela-sela ini sehingga kebocoran dari area sambungan ban dan velg sering sekali terjadi.

Ini memang lebih sering terjadi pada ban tubeless tapi meski demikian, cara penangannya akan sulit karena tidak bisa ditambal menggunakan teknik tambal tubeless biasa karena posisinya ada di samping ban.

Untuk mengeceknya coba anda siapkan air sabun lalu lumuri bagian sambungan velg dan ban menggunakan air sabun tersebut, kalau ada bocor biasanya akan ada gelembung udara yang keluar.

3. Kondisi ban sudah tipis

Ban yang tipis rentan sekali bocor ketika melintasi batu. Selain itu, saat ban sudah tipis maka akan terbentuk retakan pada permukaan ban yang bisa membuat angin ban keluar.

Jadi ketika ban sudah tipis, lebih baik segera menggantinya tanpa menunggu bocor karena kalau dibawa pergi akan lebih merepotkan. Bagaimana nanti kalau bocor atau bahkan meledak di tengah jalan ? itu pasti akan merepotkan.

4. Ban yang kempes tapi tidak segera dipompa

Kalau penyebab yang ini muncul karena kebiasan pemilik motor yang tidak memompa ban meski sudah tahu ban kempes. Atau yang lebih parah, sering membawa beban berat tanpa memperhatikan kalau ban sudah kempes.

Memang saat digunakan tidak menunjukan gejala apapun. Tapi ada efek jangka panjangnya, ketika ban terbiasa dibawa dalam kondisi kempes akan muncul lekukan ban akibat ban yang menahan beban. Lekukan tersebut  bisa memicu retakan pada ban yang ujungnya menyebabkan ban kempes.

Jadi, penting untuk mengecek tekanan angin ban sebelum berpergian jauh.

5. Bocor halus

Ban yang bocor halus memang sulit dideteksi, pasalnya dari luar kondisi ban masih terlihat baru tapi ban sering sekali kempes.

Umumnya bocor halus ini terjadi karena ada lubang mikro dipermukaan ban. Kalau anda menggunakan ban tubeless, meski bocor halus ban masih tahan hingga beberapa hari tapi untuk ban biasa, biasanya hanya bertahan satu hari.

Untuk mengeceknya juga sama yakni dengan melumuri permukaan ban menggunakan air sabun untuk menemukan mana yang bocor. Namun untuk ban biasa, maka perlu dikeluarkan dulu ban dalamnya.

6. Velg yang mulai keropos

Velg terbuat dari logam, sementara logam bisa keropos. Hal itulah yang kadang menyebabkan muncul celah pada sambungan ban velg. Kalau penyebab nomor dua itu disebabkan faktor dari luar, sementara ini disebabkan karena kondisi velgnya sendiri yang sudah kurang bagus.

Jadi meski anda baru saja mengganti ban, nanti dalam waktu dekat ban juga akan kempes/bocor lagi.

Ban Tubeless Mendadak Kempes, Ini Penyebabnya (Beserta Solusi)

Orang bilang bam tubeless itu ban yang awet dan tidak bisa pecah. Memang hal itu benar sekali tapi ban tubeless juga bisa mengalami kebocoran sehingga jangan heran kalau disuatu hari anda menemui ban mobil atau motor anda kempes sendiri.

Hal ini karena struktur ban tubeless pada umumnya sama seperti ban biasa tapi pada ban tubeless tidak ada ban dalam. Sehingga angin langsung tertampung pada ban luar. Tentu saja, ban luar ini didesain khusus agar lebih rapat sehingga kebocoran harusnya tidak terjadi.

Tapi beda ceritanya apabila ada benda tajam seperti kawat, paku, atau lidi berukuran panjang yang menancap ban. Hal itu bisa menyebabkan angin didalam ban keluar sehingga ban kempes. Tapi tidak hanya tertancap benda tajam, ada beberapa hal yang bisa juga menyebabkan ban tubeless bocor.

Penyebab Ban Tubeless Kempes


1. Tertancap paku dibagian telapak ban/sisi ban

Yang paling sering adalah ban tertancap paku. Tapi ban tubeless itu beda dengan ban biasa, kalau ban biasa saat tertancap paku seketika itu juga angin langsung habis. tapi ban tubeless akan kempes secara perlahan.

Sehingga anda tidak tahu dimana lokasi paku itu tertancap dan tahu-tahu ban lebih kempes dari biasanya.

Untuk ban yang tertancap paku atau kawat, ada dua cara yang bisa digunakan untuk menambalnya.

  • Menggunakan lem power glue, caranya dengan memasukan lem pada permukaan ban yang berlubang (dalam keadaan kempes). Anda cukup masukan lem ke lubang pada ban dengan bantuan lidi atau jarum.
  • Memasukan serat penambal ban tubeless, cara ini paling banyak diaplikasikan pada oleh tukang tambal ban tubeless. Caranya, lubang pada ban akan diperbesar terlebih dahulu baru dimasukan serat penambal ban tubeless.


Cara kedua memang dinilai lebih kuat karena serat ini kalau terkena panas akan menyatu dengan ban. Sehingga semakin ban digunakan, tambalan akan semakin kencang.

2. Sambungan velg dengan ban ada yang bocor

Selain dibagian permukaan atau sisi ban, kadang ban tubeless juga bisa bocor dari bagian tepi atau sambungan velg. Hal ini karena saat pemasangan ban tubeless, ada lem (sealer) yang harus diberikan pada pinggir velg untuk merapatkan sisi ban.

Apabila pemberian lem ini kurang rata atau karena faktor velg yang sedikit bengkok, akan membuat salah satu permukaan sambungan ban dengan velg timbul celah. Dari celah inilah angin ban bisa keluar.

Untuk cara ini, anda perlu melepas ban dari velg, kemudian membersihkan sisa lem baik pada ban ataupun velg baru anda pasang lagi ban ke velg dengan sealer.

3. Niple ban bocor

Niple ban atau spentil ban kadang tidak terlalu diperhatikan, kalau ban bocor kita lebih fokus ke bagian permukaan ban. Tapi kalau niple ini kendor misalnya, tentu bisa menyebabkan angin ban berangsur bocor sehingga ban selalu kempes.

Untuk masalah ini, cukup mudah cek apakan niple kendor atau tidak. Kalau kendor kencangkan menggunakan alat pengencang niple ban.

4. Ban sudah tua, sehingga rentan bocor

Umur ban memang tidak bisa diprediksi, ada ban yang masih terlihat bagus meski sudah dipakai hampir 5 tahun. Tapi meski permukaan ban masih terlihat baru bukan berarti kualitas ban tersebut masih baik.

Karena, kalau kualitas ban sudah turun akibat faktor usia maka ban akan sangat rentan retak khususnya apabila anda melewati jalan berlubang, dan jalan berbatu. Dari retak inilah nantinya kebocoran kecil/bocor halus akan timbul.

Kalau anda cek menggunakan air sabun anda akan menemui banyak kebocoran kecil pada permukaan ban tubeless.

Untuk solusi yang paling aman itu penggantian ban, tapi karena mengganti ban tubeless itu perlu biaya yang tidak kecil beberapa orang mengakalinya dengan menambahkan ban dalam pada ban tubeless yang bocor tersebut.

Secara teori memang hal ini bisa dilakukan tapi tidak direkomendasikan, karena pada kecepatan tinggi akan ada gesekan antara permukaan dalam ban tubeless dengan permukaan ban dalam, dan itu sangat beresiko menyebabkan ban meledak.

Tapi, kalau penggunaan kendaraan santai dan tidak ngebut anda bisa menggunakan cara diatas sambil menunggu permukaan ban tubeless aus.

Tips merawat ban tubeless agar awet


Supaya ban awet, tahan lama dan tidak mudah bocor, ada beberapa tips yang bisa anda terapkan.

1. Perhatikan index load dan speed yang ada pada ban

Kalau anda melihat bagian sisi ban akan ada label ban beserta kode spesifikasinya, biasanya ada bebam maksimum dan kecepatan maksimum yang tertera. Pastikan anda tidak sering melebihi batas itu.

2. Pastikan arah rotasi ban benar

Kalau anda mengganti ban pada tenaga yang ahli mungkin ini tidak perlu diragukan, tapi kalau anda membeli ban sendiri dan memasangnya sendiri maka pastikan arah rotasi ban benar. Untuk melihat arah rotasinya ada dibagian sisi ban.

3. Tidak mengisi angin lebih dari batas tekanan maksimum

Umumnya ban diisi angin dengan tekanan 30 – 33 PSI, tapi patokan anda ada pada label pada sisi ban. Cari tekanan maksimum yang mampu ditahan ban dan jangan mengisi angin melebihi batas tersebut.

Sekian semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Membersihkan Rantai Motor Agar Kinclong dan Tidak Berisik

Rantai motor yang kotor tentu akan menyebabkan suara berisik hingga gemetar saat motor dijalankan. Hal ini karena kotoran seperti debu akan bergesekan dengan gear dan rantai sehingga menimbulkan efek getaran yang tidak nyaman terhadap handling motor.

Tak hanya itu, rantai yang kotor juga akan menurunkan daya tahan rantai. Dengan kata lain, kalau rantai kotor dan terus digunakan (tanpa dibersihkan) maka rantai bisa cepat aus dan putus.

Kabar baiknya, ada cara mudah dan ampuh yang bisa anda lakukan sendiri untuk membersihkan rantai dengan alat dan bahan seadanya.

Cara Membersihkan Rantai dan Gear Motor


1. Siapkan alat dan bahan

Alat dan bahan yang diperlukan sangat mudah ditemui, alat dan bahannya antara lain ;

  • Kuas, berfungsi untuk mengusap bahan pembersih ke rantai.
  • Wadah (mangkuk/gelas plastik) untuk menuangkan pembersih.
  • Bensin (pertamax/pertalite) digunakan sebagai perontok kerak dan karat pada rantai
  • Pembersih piring, digunakan untuk membersihkan semua kotoran pada rantai
  • Sikat gigi, diperlukan untuk membersihkan sela-sela rantai

2. Oleskan bensin ke permukaan rantai

Selanjutnya, parkir motor ditempat yang aman dengan standar tengah. Kalau alas motor anda lantai, lebih baik beri pelapis berupa kardus atau kain lap bekas agar lantai tidak terlalu kotor.

Lalu tuangkan bensin kedalam wadah, dan mulai mengoleskan bensin tersebut ke semua permukaan rantai menggunakan kuas.

Bensin ini mampu merontokan debu dan kerak yang mengeras pada permukaan rantai dan gear, perlu diperhatikan juga oleskan bensin tersebut dengan cepat. karena bensin mudah sekali menguap jadi kalau anda berlama-lama, bensin malah habis duluan sebelum rantai bersih.

Langkah pengolesan ini, hanya bersifat melunakan kotoran membandel. Jadi masih ada proses lanjutan untuk membilas rantai supaya bersih.

3. Siapkan larutan air dan pembersih piring

Setelah semua permukaan rantai diolesi bensin, anda siapkan larutan air dengan pembersih piring seperti sunlight dan mama lemon. Mengapa pembersih piring ?

Karena bahan pembersih tersebut lebih ampuh mengangkat minyak, jadi kalau digunakan pada rantai bisa membilsa oli dan sisa bensin pada permukaan rantai. Siapkan larutan ini pada wadah dengan volume yang agak banyak.

4. Oleskan larutan untuk merontokan sisa kotoran


Selanjutnya oleskan larutan air sabun tadi ke seluruh permukaan rantai dan gear hingga semua kotoran luntur bersama sabun. Langkah ini mungkin perlu waktu yang sedikit lama karena anda perlu membolak balikan proses ini hingga rantai benar-benar bersih (tidak ada kerak atau kotoran pada permukaan rantai).

5. Gunakan sikat gigi/kuas mini untuk membersihkan sela rantai

Yang paling sulit, itu ada pada sela-sela rantai. Biasanya bagian mata rantai dalam yang sulit diakses menggunakan kuas. Solusinya anda bisa gunakan sikat gigi atau kuas mini. Intinya pastikan semua kotoran pada permukaan rantai luntur, kalau masih ada kerak yang membandel gosok lagi menggunakan bensin.

6. Tunggu hingga rantai kering

Setelah permukaan rantai kering, tunggu hingga rantai dan gear kering. Cukup diamkan motor anda selama beberapa jam hingga rantai kering dengan sendirinya.

7. Semprotkan chain lube secukupnya untuk melumasi rantai


Terakhir, rantai harus disemprot dengan chain lube. Karena saat proses pembersihan diatas, bukan Cuma kotoran yang terbilas tapi pelumasan rantai juga terbilas. Sehingga efeknya rantai akan kering.

Anda bisa gunakan chain lube dengan merk apapun, yang terpenting usahakan untuk tidak menggunakan oli. Mengapa ?

Oli memang memiliki daya lumas baik tapi oli akan mengundag debu-debu jalanan untuk menempel. Jadi meski sudah bersih, rantai bakal kotor kembali ketika anda memacu motor dijalanan. Tapi kalau cahin lube, ada zat khusus yang mampu membuat debu tidak menempel.

Sekian artikel singkat tentang cara membersihkan rantai sepeda motor dengan sabun, semoga bisa menambah wawasan kita semua.

3 Jenis Velg Sepeda Motor Yang Umum Digunakan Di Indonesia

Apabila anda mengikuti perkembangan kendaraan roda dua di Indonesia, mungkin anda akan menyadari kalau dulu motor itu kebanyakan menggunakan velg jari-jari tapi motor-motor sekarang hampir semuanya sudah dibekali velg racing dari pabrikan.

Lalu, kira-kira apa tujuannya ? apa kelebihan dan kekurangan baik velg jari-jari dan velg racing ?

Ternyata memang benar, setiap jenis velg memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka dari itu, kita bahas saja secara rinci jenis-jenis velg beserta karakter dan kelebihannya masing-masing.

Macam Macam Velg Motor


Ada tiga jenis velg sepeda motor yang umum digunakan di Indonesia, yakni ;

1. Spoke wheel



Spoke wheel adalah nama teknis dari velg jari-jari, dari penampakannya saja seperti tidak perlu dijelaskan secara panjang lebar, karena memang bentuknya sangat khas dengan jari-jari yang menghubungkan bagian rim dengan poros roda.

Kelebihan velg jari-jari antara lain ;

  • memiliki bobot yang ringan, karena mayoritas berat ada dibagian rim (lingkaran velg), sementara jari-jari memiliki bobot cukup ringan.
  • Harganya cukup murah, sehingga untuk motor yang masih menggunakan velg jari-jari sebagai velg bawaan pasti harganya lebih murah dari pada versi CW.
  • Bisa distel ulang, apabila velg kurang balance maka velg bisa distel menggunakan alat khusus dan tidak perlu mengganti velg baru.


Namun ada kekurangannya, velg ini memiliki desain yang bagi sebagian orang membosankan dan kurang sporty. Jadi tak heran, saat ini model jari-jari mulai ditinggalkan oleh pabrikan motor.

2. Cast wheel

Tipe kedua adalah velg CW atau kira sering menyebutnya sebagai velg racing. Velg CW adalah velg yang terbuat dari bahan baja tuang, artinya dari bagian rim (lingkaran velg) sampai bagian center velg dibuat menyatu dengan proses cor.

Hasilnya velg terkesan lebih solid dan karena menggunakan proses cor (pencetakan logam) maka bentuk atau style velg bisa diatur sesuka hati ingin seperti apa.

Kelebihan velg CW antara lain ;

  • Kuat karena menggunakan bahan baja yang di cor.
  • Desain lebih sporty.


Sementara kekurangannya, velg CW memiliki bobot lebih berat daripada velg jari-jari sehingga akselerasi motor bisa sedikit terhambat.

Lalu apa velg CW bisa distel ulang ?

secara teknis tidak karena desainnya sudah solid, namun apabila kurang balance velg bisa dipress agar lebih balance.

3. U shape rim (velg setengah lingkaran)



Dikalangan drag racer dan anak muda, jenis velg setengah lingkaran menjadi primadona untuk melakukan costum motor mereka.

Lalu apa sebenarnya velg setengah lingkaran itu ?

Pada dasarnya jenis ini sama seperti jenis yang pertama (red : spoke wheel) namun bentuk rim atau lingkaran velg sudah disederhanakan lagi menjadi seperti bentuk huruf U atau setengah lingkaran. Selain itu, bahan velg juga umumnya diganti menggunakan aluminium.

Kelebihan velg ini ada pada bobotnya yang paling ringan, karena bahan aluminium merupakan logam yang memiliki berat ringan.

Sementara kelemahannya, ada pada kekuatan velg itu sendiri. Terutama saat terkena benturan yang keras, velg sangat berpotensi bengkok bahkan patah. Selain itu, handling motor khususnya dijalan berlubang akan sangat tidak enak.

Sehingga penggunaan velg setengah lingkaran ini hanya terbatas pada keperluan drag race dan tidak direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari.

Mungkin itu saja artikel singkat tentang jenis velg beserta penjelasannya semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Rantai Motor Anda Kaku ? Begini Cara Mengatasinya Tanpa Ke Bengkel

Bagi yang memiliki motor sport, atau bebek pernahkah anda mengalami rantai motor kaku ? ternyata rantai motor kaku ini disebabkan karena beberapa hal yang sepele.

Lalu bagaimana cara mengatasinya ? apakah kita bisa mengembalikan kondisi rantai seperti semula ? diartikel ini kita akan mengulas semua hal tentang rantai motor. Simak baik-baik,

Karat menjadi penyebab utama rantai kaku


Dari berbagai pengalaman yang ada, faktor utama yang menyebabkan rantai motor keras adalah karena ada karat pada mata rantai. Karat merupakan hasil dari proses oksidasi logam, karat ini akan melekat dengan kuat pada logam. Sehingga apabila ada dua mata rantai terkena karat dua mata rantai tersebut seperti terkena lem alias akan kaku.

Dan ternyata, kebiasaan sepele kita bisa mengundang karat hinggap pada rantai. Seperti ;

1. Sering membiarkan motor terkena hujan

Air hujan, itu mengandung zat polutan yang umumnya bersifat asam. Dan air asam ini sangat baik dalam proses pengaratan logam, artinya kalau rantai motor anda sering terkena hujan maka karat pun berpotensi hadir pada rantai motor anda.

2. Tidak pernah membersihkan debu/lumpur pada karat

Beberapa kondisi khususnya dimusim hujan, motor akan cepat sekali kotor tak terkecuali dibagian rantai. Kalau rantai motor kita kotor terlumuri lumpur, dan tidak kita bersihkan. Maka dalam beberapa minggu rantai akan berkarat.

3. Karena oli bekas

Penggunaan pelumas untuk melumasi rantai memang baik, tapi jangan gunakan oli bekas. Karena oli ini mengandung kerak sisa mesin yang bisa juga menimbulkan masalah lain seperti bunyi dan getaran. Selain itu, rantai yang beroli akan membuat debu menempel. Sehingga debu ini bisa membuat rantai motor kaku.

Lalu Bagaimana Cara Mengatasi Rantai Motor Yang Kaku


Ada tiga cara yang bisa anda lakukan untuk membersihkan karat pada rantai motor, antara lain ;

1. Gunakan air sabun

Apabila kondisi rantai motor kering namun ada banyak debu atau kotoran, anda bisa membersihkannya dengan air sabun. Caranya cukup mudah, anda hanya perlu menyiapkan air sabun lalu mengusapnya dengan bantuan spoon ke seluruh permukaan rantai.

Setelah selesain dan kering, semprotkan chain lube sebagai pelumas rantai motor.

Cara ini akan menghilangkan semua kotoran dari permukaan rantai, namun kalau ada karat maka anda harus lanjut ke cara berikutnya.

2. Gunakan chain lube/cairan khusus rantai


img : motos.ws

Cairan chain lube berfungsi seperti carbon cleaner yang akan membersihkan semua kerak pada permukaan logam. Anda bisa menggunakan cairan ini untuk menghilangkan karat pada rantai, juga bisa digunakan sebagai anti karat rantai.

Caranya, semprotkan chain lube ke permukaan rantai. Kalau ada kerak yang membandel, anda harus menyikatnya dengan sikat gigi bekas. Namun, cara ini kurang efektif kalau karat yang dihadapi tebal. Solusinya, anda bisa gunakan cara ketiga.

3. Gunakan bensin untuk merontokan karat

Untuk beberapa rantai yang memiliki karat cukup tebal dan luas, anda perlu menggunakan bantuan bensin untuk menghilangkannya.

Caranya,

  • Lepas rantai motor, anda bisa melepas rantai dengan mencongkel O ring yang ada pada salah satu mata rantai. Setelah O ring terlepas, rantai akan putus dan anda bisa menariknya keluar
  • Siapkan bensin atau solar dalam mangkuk atau baskom untuk merendam rantai motor
  • Rendam rantai motor kedalam bensin sekitar 20 sampai 30 menit. Perendaman ini berfungsi untuk melunakan karat yang menempel pada rantai
  • Sambil menunggu proses perendaman, anda bisa membersihkan gear rantai apabila berdebu atau berkarat menggunakan sikat dan bensin/solar
  • Lanjut untuk menyikat karat pada permukaan rantai hingga semua karat rontok
  • Rendam lagi rantai pada bensin untuk memastikan tidak ada karat yang tersisa
  • Setelah selesai tunggu hingga rantai kering baru pasang kembali rantai ke motor
  • Setelah selesai, jangan lupa semprotkan cairan chain lube untuk melumasi rantai. Kalau tidak ada, anda bisa pakai oli tetapi harus oli baru, bisa sisa oli saat mengisi oli motor.


Perhatikan juga, cara perendaman diatas tidak cocok untuk komponen berbahan karet. Artinya kalau O ring terbuat dari karet/plastik anda jangan rendam rantai ke bensin karena bisa melar. Solusinya anda harus menggosokan bensin menggunakan sikat bekas ke permukaan rantai tanpa mengenai O ring karet.


Tips Agar Rantai Motor Awet Tanpa Berisik


  • Jaga kebersihan rantai, pastikan tidak ada tumpukan debu pada rantai
  • Selalu lumasi rantai dengan chain lube minimal 3 bulan sekali
  • Kalau pakai oli sebagai pelumas, gunakan oli baru karena oli baru memiliki zat anti karat yang masih berfungsi dengan baik. Jangan pula berlebihan saat memberi oli pada rantai karena bisa mengundang debu untuk menempel
  • Setel ketegangan rantai dengan jarak bebas sekitar 3 cm
  • Selalu parkirkan motor diarea yang teduh


Demikian artikel tentang rantai motor keriting, semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita semua.

Rantai Motor Putus, Ini 4 Penyebab dan Solusinya

Pada sepeda motor jenis bebek dan sport keberadaan rantai (chain drive) masih memiliki fungsi yang sangat vital. Betapa tidak, rantai ini akan menyalurkan putaran dari output transmisi ke roda. Sehingga roda belakang motor dapat bergerak.

Namun apa jadinya kalau rantai motor ini putus ? tentu sekencang apapun mesin dihidupkan motor tidak akan bisa berjalan karena rantai ini satu-satunya penghubung tenaga antara transmisi ke roda motor.

Dan masalah rantai putus ini nyatanya sering dialami, dan yang lebih parah masalah ini sering terjadi saat kita dalam perjalanan.

Penyebab Rantai Motor Putus 


Sebenarnya masalah rantai putus ini bisa kita antisipasi dengan melakukan perawatan yang tepat. Beberapa hal yang dapat memicu rantai motor putus antara lain ;

1. Pengaruh penyetelan rantai yang terlalu tegang



Menyetel rantai memang penting, tapi penyetelan yang salah justru dapat menimbulkan petaka bagi motor. Contohnya apabila penyetelan rantai terlalu kencang, idealnya rantai masih memiliki jarak bebas sekitar 20 hingga 30 mm pada saat kondisi rantai dingin.

Kalau nyatanya jarak bebas kurang dari yang dituliskan otomatis akan ada ketegangan yang lebih tinggi pada rantai motor, dengan kata lain rantai motor akan lebih tertarik.

Hasilnya, meskipun rantai ini terbuat dari logam rantai bisa putus karena mendapatkan beban tarikan terus menerus. Apalagi kalau ditambah faktor luar lain seperti medan naik turun, atau beban motor lebih berat otomatis rantai bisa berpotensi putus.

Oleh sebab itu, tips pertama untuk mengantisipasi masalah rantai putus adalah dengan mengecek jarak bebas rantai tiap kali sebelum berkendara. Pastikan sesuai dengan spesifikasi yang tertera.

Baca pula cara menyetel rantai motor

2. Faktor beban motor atau medan yang terjal

Rantai pada motor bebek dan motor cross itu berbeda. Rantai motor cross dibuat lebih tebal sehingga lebih kuat karena medan yang ditempuh oleh motor cross itu off road. Ada tanjakan, ada turunan terjal.

Tetapi kalau motor bebek digunakan untuk naik turun seperti cross tentu saja rantainya bisa putus. Ini karena beban pada sepeda motor akan lebih berat saat menanjak, coba saja anda mengayuh sepeda pada tanjakan pasti terasa lebih berat.

Kalau beban motor lebih berat maka rantai juga akan menerima tekanan lebih, dan ini bisa memperpendek umur rantai motor. Oleh karena itu ketika anda akan membawa beban berat atau melintasi medan terjal anda cek dulu umur rantai dan kondisi fisik rantai. Kalau rantai sudah berumur lebih dari 25.000 KM ada baiknya anda membawa rantai cadangan plus satu set kunci untuk mengganti rantai motor.

3. Umur rantai sudah uzur

Rantai motor sudah dikatakan expired itu ketika umur rantai melebihi 25 ribu KM (setiap motor berbeda), kalau masa pakai motor anda sudah melebihi angka tersebut dan belum ada histori penggantian rantai maka rantai bisa putus kapanpun.

Ini karena setiap part pada motor itu pasti memiliki masa pakai, ada yang masa pakainya rendah seperti oli mesin dan ada pula yang masa pakainya lama seperti shock breaker dan gear set.

4. Karat pada rantai

Karat itu hasil dari oksidasi logam dalam hal ini logam pembentuk rantai, kita tahu sendiri logam yang karatan itu biasanya cepat rapuh sehingga kalau rantai sudah berkarat siap-siap saja dalam waktu dekat rantai bisa putus.

Sebenarnya karat yang hadir pada rantai motor itu disebabkan karena kita tidak melakukan perawatan terhadap rantai motor, beberapa hal yang memicu karat pada rantai adalah ;

  • Rantai sering terkena air hujan
  • Rantai tidak pernah dilumasi dengan chain lube (pelumas khusus rantai)
  • Motor jarang digunakan sehingga rantai jarang bergerak.


Kalau anda sudah melihat rantai mulai ada pada rantai motor maka siapkan saja rantai baru sebagai rantai cadangan karena rantai bisa putus kapan saja.

Hal-hal yang bisa anda lakukan untuk merawat rantai motor antara lain ;

  • Pastikan anda melumasi rantai motor anda (tidak perlu rutin asal rantai tidak kering)
  • Jangan gunakan oli bekas untuk melumasi rantai karena bisa memancing debu untuk melekat ke rantai
  • Pastikan anda memperhatikan ketegangan rantai tiap kali akan berkendara jarak jauh.


Bagaimana Solusinya Kalau Rantai Motor Putus ?


Opsi pertama segera ganti rantai motor yang putus, langkah penggantian diambil kalau kondisi fisik rantai sudah karatan atau karena masa pakai rantai sudah expired. Namun, kalau rantai itu putus karena faktor luar seperti faktor medan yang sangat terjal atau beban yang berlebihan maka anda bisa menyambungkanya kembali.


Caranya dengan menggunakan connecting chain baru (logam penyambung antar rantai), mungkin anda perlu memotong satu rantai dan kembali menyambungkannya menggunakan connecting chain yang baru. Proses ini bisa dilakukan dengan tang lancip.

Namun, karena kita memotong satu rantai maka panjang rantai akan semakin kecil sehingga perlu juga dilakukan penyetelan ulang.

Itu saja artikel singkat tentang penyebab dan cara atasi rantai motor putus semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Menyetel Rantai Motor Dengan Pas Sesuai Standar

Rantai motor yang terlalu kendor memang dapat menyebabkan beberapa gejala seperti motor yang berisik hingga tenaga motor yang berkurang. Oleh sebab itu, kita harus melakukan adjusment terhadap rantai motor karena sifat rantai (berbahan logam) itu dapat memuai sehingga dalam waktu tertentu rantai pasti akan kendor.

baca pula 5 penyebab rantai motor berisik

Namun, beberapa orang menganggap penyetelan rantai motor itu pekerjaan yang sulit padahal untuk mengencangkan rantai motor itu kita hanya memutar mur adjuster. Hanya saja, kita diwajibkan untuk memiliki kunci untuk memutar mur.

Tapi jangan khawatir, kunci yang dibutuhkan itu tidaklah neko-neko paling hanya kunci ring dan kunci pas. Sehingga, anda pun bisa melakukan penyetelan ini dirumah anda.

Lalu bagaimana caranya ? simak panduan stel rantai motor dibawah.

Cara Mudah Mengencangkan Rantai Motor Yang Kendor


Pertama, anda perlu menyiapkan kunci yang diperlukan. Seperti yang kami katakan, kunci yang diperlukan paling hanya kunci ring dan kunci pas. Untuk ukurannya, anda bisa melihat mur as roda dan mur adjuster rantai pada motor anda, biasanya untuk mur as roda menggunakan mur ukuran 17 sementara mur adjuster biasanya berukuran 12.

Sehingga kunci yang diperlukan adalah ;

  • Dua buah kunci ring 17 (bisa 14 17 dan 17 19)
  • Kunci pas 12


Mengapa perlu dua buah kunci ring 17 ? ini karena mur as roda ada dua dan untuk mengendorkannya kita perlu menahan salah satu mur baru mur satunya bisa dikendorkan.

1. Pakai standar tengah

Gunakan standar tengah agar roda belakang motor bisa terangkat sehingga penyetelan rantai bisa berlangsung dengan mudah.

2. Kendorkan mur as roda



Langkah pertama, letakan kunci ring pada kedua mur as roda (kiri dan kanan) putar salah satu kunci, biasanya saat awal mengendorkan akan terasa sangat keras. Sehingga anda perlu mengentak kunci, kalau mur berhasil berputar tahan mur as roda lainnya agar as roda bisa kita kendorkan.

Pastikan anda mengendorkan mur roda sewajarnya saja, karena kita tidak akan melepas roda belakang kita hanya membuat roda belakang bisa dimaju mundurkan.

3. Kendorkan baut breaket caliper rem belakang (khusus dual disc brake)



Khusus untuk motor dengan sistem rem dual disc brake atau rem belakang menggunakan cakram, anda perlu mengendorkan baut brekater caliper rem. Baut ini terletak pada swing arm suspensi belakang pada sisi kanan. Anda bisa melepasnya menggunakan kunci ring atau kalau sulit anda mungkin perlu kunci shock.

4. Putar mur adjuster rantai

Setelah semua baut terikat sudah dikendorkan, baru kita bisa melakukan penyetelan rantai. Untuk menyetelnya, anda hanya perlu memutar dua buah mur adjuster yang terletak dibagian ujung swing arm suspensi belakang.


Karena ada dua mur, anda harus memutarnya sama persis artinya kalau anda memutar mur adjuster kiri dua putaran maka putar juga mur adjuster kanan dua putaran. Kalau berbeda, akibatnya roda belakang kurang center sehingga bisa menimbulkan masalah baru.

Tipsnya, jangan langsung memutar mur adjuster dengan banyak putaran sekaligus tapi lakukan secara bertahap. Putar searah jarum jam untuk mengencangkan rantai.

  • Pertama, putar dua putaran pada mur adjuster kiri dan kanan.
  • Tes rantai menggunakan tangan apakah kira-kira rantai masih kendor atau sudah kencang.
  • Tes juga dengan memutar roda belakang apakah masih timbul bunyi berisik atau tidak.
  • Kalau masih kendor putar kembali mur adjuster kiri dan kanan dua putaran.
  • Lakukan cara ini secara bertahap hingga anda menemui setelan rantai yang anda anggap pas.


5. Kencangkan kembali semua mur dan baut

Setelah anda menemukan setelan rantai yang anda rasa pas, kencangkan mur as roda dan kencangkan juga baut breaket caliper rem.

Khusus untuk motor bebek atau motor dengan rem belakang menggunakan rem tromol, anda perlu menyetel ulang rem tromol setelah menyetel rantai. Ini karena setelah penyetelan rantai, posisi roda belakang akan semakin ke belakang sehingga rem tromol akan tertarik lebih dalam.

Akibatnya putaran roda belakang akan sedikit tertahan oleh rem. Oleh sebab itu, kendorkan sedikit rem tromol hingga putaran roda belakang lebih bebas.

Apa akibatnya kalau penyetelan rantai terlalu kencang.

Rantai bisa putus, inilah resiko yang bisa anda dapatkan kalau anda melakukan penyetelan rantai sendiri. Oleh sebab itu, pastikan anda menyetel rantai tidak terlalu tegang. Setidaknya rantai masih memiliki gerak bebas yang sesuai dengan spesifikasinya.


Untuk main amannya memang ke bengkel tapi apa salahnya mencoba sendiri, hanya saja ingat satu hal Do with your own risk. Itu saja yang bisa kami bagikan semoga bisa bermanfaat.

img by https://www.youtube.com/watch?v=pO1XPEkarNg

Rantai Motor Berisik, Cek 5 Penyebab Berikut + Solusinya

Masalah klasik yang sering menghinggapi motor-motor tipe underbone/bebek dan motor sport adalah masalah rantai roda yang bunyi berisik.

Bunyi yang dihasilkan oleh rantai ini cukup kasar, sehingga kurang nikmat apabila didengar dan membuat sensasi  berkendara kita menjadi hilang. Lantas, apa penyebab rantai motor berisik ? dan bagaimana cara mengatasinya ?

Penyebab Rantai Motor Bunyi Berisik


Secara umum, rantai motor itu terbuat dari bahan logam. Dan gear roda juga sama-sama terbuat dari bahan logam. Tentu kalau perawatannya salah, tumbukan dua logam ini akan menimbulkan bunyi berisik.

1. Kondisi Rantai Yang Kendor/Molor


Seperti yang kita ketahui, bahwa rantai motor itu terbuat dari bahan logam. Dan sifat logam, akan memuai apabila terkena panas. Masalahnya, letak rantai juga berdekatan dengan sumber panas (bak transmisi).

Sehingga, lambat laun rantai akan memuai dan membuat benturan antara gear dan rantai menjadi lebih jauh. Hal inilah yang menimbulkan bunyi yang lebih kencang apalagi kalau motor dipacu.

Masalah ini, harus segera anda atasi karena bukan bunyi berisik yang menjadi resiko utama. Tapi kalau rantai sangat kendor, dikhawatirkan rantai akan keluar jalur sehingga membahayakan kaki anda dan penumpang.

Cara mengatasinya ;

Solusinya, dengan melakukan penyetelan poros roda belakang. Setiap motor, memiliki poros roda yang dapat digeser kedepan dan kebelakang.

Apabila anda menggeser poros roda lebih kebelakang, maka jarak gear roda dan gear transmisi akan menjauh. Sehingga, rantai akan lebih tegang. Atur jaraknya agar rantai tidak terlalu tegang.

Selengkapnya : Cara stel rantai motor dengan tepat sesuai standar

2. Rantai Motor Kering/Tidak Dilumasi

img by kawasakininja300.com

Pelumas memiliki peran yang sangat sentral untuk meredam getaran dan bunyi pada rantai motor. Hal itu karena pelumas memiliki sifat melumasi atau melekat pada permukaan yang dilumasi.

Sehingga, saat ada pelumas baik pada gear roda maupun pada rantai maka kedua komponen ini tidak secara langung bertumbukan. Namun ada pelumas yang melapisinya, hal tersebut membuat bunyi tidak terdengar.

Namun, karena posisinya terbuka maka pelumas yang melekat pada rantai bisa luluh. Ini bisa dikarenakan faktor air, atau karena hembusan angin yang cukup kencang ketika motor melaju.

Sehingga, tidak ada lagi pelumas yang melekat pada rantai dan membuat kondisi rantai motor kering. Ini akan berpotensi menimbulkan suara berisik sekaligus berpotensi membuat rantai motor putus kalau terlalu tegang.

Cara mengatasinya ;

Solusinya, anda perlu memberikan pelumas pada rantai motor secara rutin. Cek kira-kira dua atau tiga bulan sekali rantai motor anda. Kalau permukaan rantai kering, berikan pelumas secukupnya.

Namun, masih banyak pemilik motor yang menggunakan pelumas mesin (oli) untuk melumasi rantai kendaraan. Memang, oli juga merupakan jenis dari pelumas namun oli mesin tidak cocok untuk rantai motor yang memiliki kondisi terbuka.

Oli ini, justru akan membuat debu mudah melekat pada rantai motor yang membuat rantai menjadi sangat kotor.

Pelumas yang disarankan adalah pelumas khusus rantai (chain lube) yang memiliki viscositas lebih rendah (lebih encer) dan memiliki zat despersant (pembilas kotoran).

3. Rantai Motor Yang Berkarat

img by bikebandit.com

Karat merupakan proses alami yang terjadi pada logam yang berioksidasi dengan udara. Namun, karat ini akan terjadi pada logam dalam keadan statis (tidak bergerak) sementara rantai motor karena selalu bergerak (berputar-putar) maka lebih aman dari karat.

Namun, bukan berarti rantai motor tidak bisa berkarat. Karena banyak juga kasus dimana rantai motor muncul karat tipis hingga tebal.

Tentunya, karat ini seperti kotoran padat yang menempel pada permukaan rantai. Saat rantai bergerak, maka karat ini akan membuat rantai tersebut bergetar hingga muncul suara berisik.

Cara mengatasinya ;

Untuk menghilangkan karat, memang tidak mudah. Anda perlu cairan khusus pembersih karat untuk melunturkan karat pada rantai. Cairan ini, bisa berupa solar, atau cairan khusus yang dijual di toko.

Pembersihan karat ini, juga disesuaikan dengan ketebalan karat, apabila karat pada rantai cukup tebal anda perlu melepas rantai dan merendamnya pada solar sambil disikat menggunakan sikat kawat.

Seusai rantai bersih dari karat, jangan lupa untuk memberinya chain lube atau pelumas khusus rantai motor agar rantai tidak kembali berkarat.

Selengkapnya : Cara ampuh membersihkan rantai motor agar kinclong dan tidak berisik

4. Rantai Motor Aus

Rantai motor yang aus bisa diartika sebagai rantai yang sudah melewati batas masa pakai. Memang rantai ini memiliki umur pemakaian dan saat batas pemakaian ini tercapai maka akan muncul beberapa gejala seperti rantai kendor, dan bunyi berisik.

Apabila rantai tidak kunjung diganti, maka rantai nantinya akan putus. Sehingga akan lebih merepotkan.

Ciri rantai yang sudah melewati batas pemakaian bisa dilihat dari roller rantai yang tidak halus (ada bekas goresan) serta kondisi rantai yang kurang fleksibel.

Saat anda menemui ciri tersebut, langsung bawa motor ke bengkel untuk mengganti rantai motor anda.

5. Gear Roda Tidak Center

Gear roda yang normal itu posisinya tetap lurus meski roda motor berputar cukup kencang. Namun, tak jarang pula ditemui gear roda yang tidak lurus. Sehingga saat berputar, gear terlihat oleng.

Tentu ini akan berdampak pada koneksi rantai dengan gear roda. Gear yang oleng membuat mata gigi pada gear yang harusnya masuk di tengah roller rantai justru menyentuh bagian samping dari rantai. Sehingga menimbulkan bunyi berisik.

Solusinya, anda perlu mengecek mengapa gear bisa oleng. Penyebab utama gear roda oleng adalah karena posisi baut poros roda kiri dan kanan (roda belakang) tidak lurus.

Kalau masalahnya seperti ini, maka anda hanya perlu meluruskan poros roda belakang motor. Namun kalau gear roda memang oleng, maka solusinya penggantian gear roda.


Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai penyebab rantai motor berisik. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Berapa Tekanan Angin Ban Motor Yang Pas ?

Ban menjadi salah satu faktor yang menentukan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Mengapa ? karena ban ini layaknya sepatu, kalau kondisinya bagus maka kita nyaman memakainya.

Salah satu hal yang belum diketahui banyak orang tekanan ban ideal motor. Mereka tahu ciri-ciri ban yang kekurangan angin, namun masih banyak yang belum mengetahui tekanan angin ban yang ideal.


img by tribunnews.com

Padahal, besar kecilnya tekanan angin akan mempengaruhi kekerasan ban. Dan ini, sangat mempengaruhi stabilitas serta kenyamanan berkendara.


  • Apabila ban terlalu kempes, maka ban akan menjadi berat karena tapaknya melebar. Sehingga motor akan lebih lambat dan ban gampang bocor.
  • Apabila ban terlalu keras, maka permukaan ban akan keras. Sehingga ketika melintas di jalan tidak rata akan sangat tidak nyaman karena daya serap ban berkurang.



Lantas berapa tekanan angin yang ideal untuk ban motor ?


Dilansir dari gridoto.com, tekanan angin ban untuk motor matic dan motor sport itu berbeda. Perbedaan ini, tentunya menyesuaikan dengan ukuran ban serta bobot kendaraan.

1. Tekanan ban motor bebek dan matic

Untuk motor-motor matic yang memiliki bobot ringan, maka tekanan angin pada roda depan sekitar 28 sampai 30 PSI. Artinya, anda bisa menggunakan 28 PSI apabila digunakan sendiri, dan 30 PSI saat berboncengan/membawa beban berat.

Sementara untuk roda belakang, sekitar 34 - 36 PSI. Sama seperti diatas, gunakan 34 PSI untuk single riding dan 36 PSI saat anda membawa beban tambahan.

2. Tekanan ban motor motor sport

Untuk jenis motor sport seperti Vixion, CB series, Ninja 250, GSX series ada perbedaan tekanan ban. Ini karena ukuran ban motor tipe ini berbeda dan bobot (curb weight) motor ini juga lebih berat dari pada motor jenis bebek.

Untuk roda depan, sekitar 32 sampai 34 PSI, sementata roda belakang 39 - 41 PSI.

Baca juga : Berapa tekanan angin ban mobil yang benar dan ideal ?

Mengapa tekanan ban depan dan belakang berbeda ?

Selain dari lebar ban, ternyata ada alasan lain yang menyebabkan tekanan ban belakang motor lebih besar.

Alsannya, karena roda belakang berperan sebagai roda penggerak motor. Sementara roda depan berperan sebagai roda pengendali motor. Artinya, beban yang diemban pada roda belakang lebih besar dibandingkan roda depan.

Karena ban belakang akan dibebani oleh bobot motor keseluruhan. Sehingga tekanan angin ban juga harus disesuaikan agar nanti ketika jalan, ban tidak kempes.

Ini juga menjadi alasan mengapa tapak ban belakang motor itu lebih lebar.


Cara cek tekanan angin ban


Setelah mengetahui tekanan ideal ban motor, anda harus sering-sering mengecek tekanan angin pada ban motor anda, khususnya ketika anda akan melakukan toring atau perjalanan jauh.

Untuk mengecek, memang tidak bisa dilakukan dengan tangan kosong. Kita butuh bantuan alat yang bernama "tyre pressure gauge". Alat ini bentuknya mirip dial gauge yang memiliki ujung untuk dimasukan ke niple ban.

Anda bisa mendapatkan alat ini ke toko aksesoris motor, atau pada online shop kepeecayaan anda. Sekarang sudah banyak dijual tyre pressure gauge portable dengan ukuran yang kompak. Sehingga harganya lebih murah dan lebih mobile.

Pakai angin biasa atau nitrogen ?

Pertanyaan ini, juga sering dilontarkan oleh pemilik motor. Kebanyakan motor produksi, menggunakan angin biasa sebagai pengisi ban. Tapi, ada juga beberapa motor yang menggunakan nitrogen.

Memang, nitrogen memiliki stabilitas lebih baik dan memiliki toleransi terhadap suhu yang juga tinggi. Dengan kata lain, nitrogen lebih tahan terhadap suhu yang tinggi. Sehingga tak mudah meletus (kalau tidak terkena paku).

Anda bebas menggunakan angin biasa atau nitrogen. Kalau anda akan melakukan perjalanan jauh, disarankan mengisi nitrogen. Karena dalam menempuh perjalanan jauh, suhu ban bisa meningkat cukup tinggi.

Sehingga agar ban awet dan tidak mengalami deformasi, gunakan nitrogen. Apalagi untuk ban tubeless, ban ini sangat cocok apabila anda menggunakan nitrogen sebagai isinya.

Sementara tekanan angin ban, sama seperti yang tertera diatas.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai tekanan angin ban motor matic, bebek dan sport. Semoga bisa menambah wawasan kita semua.

Cara Mudah Ganti Minyak Rem Motor Tanpa Ke Bengkel

Penggantian minyak rem dilakukan sebagai bentuk dari perawatan kita terhadap sistem rem motor. Itu karena sistem rem masuk ke salah satu komponen vital kendaraan yang mempengaruhi keselamatan kendaraan.

Jadi untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti rem blong maka kita perlu melakukan perawatan secara berkala.

Salah satu perawatan sistem rem adalah dengan mengganti minak rem motor. Ini dilakukan karena minyak rem juga seperti oli, dimana ada batas masa pakainya. Kalau kita terus menggunakan minyak rem tanpa diganti, maka kejadian seperti rem blong atau rem ngempos akan anda alami.

Mengapa kita perlu mengganti minyak rem ?

  • Dalam periode tertenu, kualitas minyak rem akan menurun. Sehingga perlu dilakukan pergantian. 
  • Menghindari kalau ternyata volume minyak rem didalam reservoir berkurang. 
  • Sebagai langkah pembersihan saluran hidrolis rem. 

Bagaimana cara mengganti minyak rem motor ?


Sebelum kita menggantinya, ada beberapa alat dan bahan yang perlu anda siapkan. Antara lain ;
  • Obeng (+) untuk membuka reservoir 
  • Kunci ring 10 untuk membuka niple bledder 
  • Selang kecil, untuk mengalirkan minyak rem bekas 
  • Penampung, untuk menampung minyak rem bekas. 
  • Kain lap, untuk melindungi body motor kalau ada tumpahan minyak rem. 
  • Minyak rem baru, bisa DOT 3 atau DOT 4. 

Langkah awal, anda harus meletakan kain lap pada bagian reservoir. Tepatnya di bagian stang motor kanan. Ini bertujuan agar nanti kalau ada tumpahan minyak rem, tidak langsung mengenai body motor, karena minyak rem mengandung zat asam yang mampu mengelupaskan cat dan meninggalkan bercak.

1. Pasang selang pada niple bledder


Langkah pertama, pasang selang kecil pada baut bleeder. Ini karena untuk menguras minyak rem akan kita lakukan melalui baut ini. Pertama buka penutup baut bleeder lalu posisikan kunci ring 10 pada baut bleeder.

Setelah itu anda bisa menancapkan ujung selang kecil pada niple bleeder sementara ujung lainnya anda letakan pada penampung minyak rem bekas.

2. Buang minyak rem rem

Langkah berikutnya, buka niple bleeder dengan memutar baut bleeder ke arah mengendorkan (kebalikan jarum jam). Putar hingga sekitar ¾ putaran. Lalu tekan rem hingga beberapa kali.

Pada proses ini, minyak rem dari dalam saluran hidrolis akan mengalir keluar melalui niple bleedder melewati selang dan tiba pada penampung. Terus kocok rem hingga aliran minyak rem terhenti.

Setelah tidak ada aliran minyak rem, tuas rem akan terasa ringan atau ngempos. Itu karena minyak rem didalam reservoir sudah terkuras namun masih ada sisa minyak rem didalam saluran hidrolis rem.

3. Buka sekrup reservoir


Gunakan obeng (+) untuk membuka reservoir minyak rem. Bagi yang belum familiar, reservoir ini adalah tanki penyimpan cadangan minyak rem. Bentuknya kotak yang memiliki dua buah sekrup sebagai penutup.

Lokasi reservoir ini mungkin agak masuk kedalam head cover motor. Jadi berhati-hatilah ketika anda melepaskan tutup. Karena kalau sampai ada tetesan minyak rem menyentuh body motor, bisa muncul bercak.

4. Isi reservoir dengan minyak rem baru

Langkah berikutnya, kita isi minyak rem baru kedalam reservoir. Sama seperti diatas, minyak rem baru juga memiliki zat asam yang mampu membuat cat motor terkelupas. Jadi tuang secara perlahan dan hati-hati.


Tips saat menuangkan minyak rem, gunakan kain lap tambahan sebagai pegangan kita terhadap botol minyak rem. Jadi botol minyak rem akan dilapisi oleh kain lap, agar nanti ketika ada minyak rem yang merembet ke bagian botol, bisa diserap oleh lap dan tidak mengenai body motor. Lalu jangan berlebihan dalam mengisi minyak rem. Cukup sampai level maksimal pada reservoir.

5. Kocok tuas rem


Lalu tekan/kocok minyak rem hingga beberapa kali, dengan kondisi baut bleeder masih terbuka. Ini akan menyebabkan minyak rem baru didalam reservoir masuk ke saluran hidrolis dan mendorong sisa minyak rem lama keluar menuju niple bleeder.

Tapi perhatikan juga volume minyak rem pada reservoir, jangan sampai minyak rem habis. Oleh karena itu, hentikan langkah mengocok tuas rem ini hingga minyak rem didalam reservoir hampir habis (masih ada sedikit minyak rem).

6. Tutup niple bleeder dan isi lagi minyak rem

Setelah langkah diatas, tutup baut bleeder menggunakan kunci 10 yang masih tertempel. Namun biarkan selang tetap menempel pada niple bleeder. Isi juga minyak rem baru kedalam reservoi hingga penuh (mencapai level maksimal).

7. Lakukan bleeding rem

Langkah selanjutnya, kita akan bleeding rem atau membuang angin pada rem cakram. Caranya, setelah minyak rem terisi penuh kita kocok /tekan tuas rem beberapa kali hingga terasa berat. Kalau tuas rem sudah terasa berat, maka tahan tuas rem lalu buka baut bleeder.

Saat anda membuka baut bleeder, maka minyak rem didalam saluran hidrolis akan keluar bersama gelembung udara dan tuas rem yang anda tahan akan melemah. Lalu kencangkan lagi baut bleeder ketika tuas rem sudah menyentuh stang (ketika tuas rem melemah).

Lakukan proses ini secara berulang, hingga tidak ada gelembung udara yang keluar ketika anda mengendorkan baut bleeder.

8. Penuhi minyak rem dan tutup reservoir

Kalau rem sudah normal atau tidak ada gelembung udara yang keluar dari niple maka kencangkan baut bleeder dan lepas selang dari niple bleeder lalu tutup lagi niple bleeder dengan penutupnya.

Sementara dibagian atas, isi lagi minyak rem hingga mencapai level maksimalnya. Setelah itu tutup reservoir dan kencangakan sekrupnya menggunakan obeng.

Langkah terakhir, cek apa ada tetesan minyak rem yang mengenai body motor. Kalau ada tetesan, harus dibersihkan secepatnya. Gunakan air bersih untuk membasuh bagian body yang terkena minyak rem.

Jangan lupa juga untuk mengetes motor ketika seluruh langkah diatas sudah dilakukan. Cek apakah rem berfungsi dengan normal, kalau ternyata masih ada blong. Anda perlu lakukan langkah bleeding kembali hingga rem benar-benar berfungsi dengan normal.

Pilih Minyak Rem Yang Mana ?

Sebelum anda mengganti minyak rem, anda harus menyiapkan minyak rem baru. Tapi yang mana, minyak rem itu tidak hanya satu jenis dan ada berbagai merk.

Untuk merknya, itu terserah anda tapi untuk tipenya usahakan pilih yang DOT 3 atau kalau bisa DOT 4. Apa bedanya ?

DOT 4 itu lebih mahal dibandingkan DOT 3, tapi soal kualitas DOT 4 lebih baik karena mampu bekerja secara efisien pada suhu yang lebih tinggi. Sehingga untuk motor sport baik 150 cc atau diatasnya, usahakan pilih minyak rem DOT 4 untuk mengimbangi kecepatan yang dihasilkan motor anda.

Demikian artikel lengkap dan jelas mengenai cara mengganti minyak rem motor secara otodidak. Semoga bisa menambah wawasan kita dan menambah ketrampilan kita semua.

9 Langkah Lengkap Mengganti Kampas Rem Depan Motor + Gambar

Mengganti kampas depan motor – Melakukan penggantian kampas rem, ternyata bisa anda lakukan sendiri dirumah. Dengan bantuan tool set anda bisa melakukan reparasi sepeda motor anda sendiri termasuk mengganti kampas rem.

Langkah awal adalah mempersiapkan alat dan bahannya, antara lain ;
  • Kunci L segi 6 (hexagonal Wrench)
  • Tang Kombinasi
  • Satu set kampas rem baru
  • Grease/oli

Cara Mengganti Kampas Rem Cakram Motor


Sebelum melepas, perlu diketahui ada dua jenis sistem rem cakram yang dipakai pada motor. Tipe single piston dan double piston. Untuk tipe single piston yang banyak digunakan pada motor keluaran dibawah 2010 (Supra series) memiliki konstruksi yang berbeda dengan tipe single piston yang banyak dipakai pada motor matic.

Tapi tenang saja karena kita akan membahas dua-duanya.

1. Buka baut pengikat braket rem


Langkah pertama adalah melepas baut pengikat braket rem, baut ini bisa anda temukan dengan mudah karena baut ini merupakan baut yang menghubungkan caliper rem dengan fork arm suspensi. Jadi ada dua baut dengan model segi enam, anda harus mengendorkannya dahulu menggunakan bantuan kunci L segi enam dan pemanjang.

Setelah  baut kendor, maka putar dengan tangan hingga baut itu terlepas.

2. Lepas baut pengikat kampas rem (khusus double piston)

Kalau anda sedang melepas kampas rem motor dengan tahun produksi dibawah 2010 maka banyak yang masih menggunakan konstruksi ini. Ada dua buah baut dengan kepala obeng (-), yang terletak ditengah caliper rem (lebih jelas simak gambar).


Kalau ternyata anda menemukannya, maka lepas dahulu dua baut tersebut. Anda bisa menggunakan bantuan obeng atau kunci lain yang pas untuk membuka baut tersebut (setiap motor tidak mesti sama kepala bautnya).

Namun kalau anda tidak dapat menemukan baut yang dimaksud, maka lanjut kelangkah berikutnya karena motor anda menggunakan kosntruksi rem cakram terbaru.

3. Lepas kaliper dari fork arm suspension

Karena baut pengikat braket sudah terlepas, maka langkah berikutnya kita hanya tinggal mendorong kaliper ke arah luar agar bisa terlepas dari dudukannya. Mungkin terdengar mudah, tetapi anda bisa saja merasakan kesulitan karena kampas dan piringan masih dalam posisi rapat (meski tidak menekan).

Triknya, dorong dari satu sisi dulu misal dari sisi atas. Kalau suda bergerak, anda bisa mengungkitnya menggunakan obeng. Tapi yang diungkit jangan kalipernya, tapi braketnya (besi lempengan yang terhubung antara kaliper dan fork arm suspensi).

4a. (Tipe dual piston) Lepas kampas rem

Untuk tipe konstruksi lama, anda bisa langsung melepaskan kampas rem dari dalam caliper tanpa bantuan alat lagi. Karena kampas rem terikat dengan baut pengikat yang sebelumnya sudah kita lepas.

4b. (Tipe single piston) Lepas pin kampas rem dahulu

Sementara untuk tipe konstruksi terbaru, kita diharuskan melepas pin kampas rem dahulu. Pin ini ada dua buah, tapi yang anda lepas cukup satu. Untuk melepas pin, pertama kita lepas dahulu snap ring atau kawat pengunci dari pin tersebut.


Penggunaan kawat pengunci ini bisa dibilang efektif karena menggantikan tipe lama yang menggunakan sistem baut (ulir). Melepasnya juga mudah, anda bisa menggunakan bantuan tang kombinasi untuk melepas pengunci atau menggunakan obeng mini untuk mengungkitnya. Biasanya ada dua buah pengunci pada satu pin, anda lepas dua-duanya.

Setelah urusan pengunci selesai, lalu tarik pin ke salah satu sisi menggunakan bantuan tang. Karena sudah tidak ada lagi pengunci maka saat ditarik, pin akan terlepas dan kampas rem bisa kita pisahkan dari caliper rem.

5. Lepas braket rem


Braket atau plat besi yang menghubungkan caliper dengan fork arm suspensi juga perlu kita lepas. Caranya anda hanya tinggal menariknya.

Sebelum lanjut, kita selesaikan dulu braket ini dengan membersihkan bagian core atau batang yang masuk kedalam caliper. Pada batang ini, ada kotoran berupa debu yang mengganggu pergerakan caliper sehingga kita perlu membersihkannya dengan lap.

Lalu sebelum nanti dipasang, batang ini juga harus di lumasi dengan pelumas (oli atau grease) agar pergerakan piston bisa lancar.

6. Siapkan kampas rem baru

Setelah semua sudah terlepas, kita harus melakukan penyesuaian dulu ke kampas dan caliper sebelum dipasang. Pertama pada kampas rem, beberapa teknisi menyarankan agar kita menumpulkan bagian sudut dari kampas rem.

Alasannya, nanti ketika kampas terpasang, bagian ini akan bergesekan dengan bagian dalam piringan rem yang tidak pernah terkena tekanan. Bagian ini memiliki permukaan yang kurang halus serta lebih tebal sepersekian mili. Akibatynya nanti kampas rem akan bunyi ketika motor berjalan.

Kita bisa menggerus bagian sudut ini menggunakan lempengan seng atau cutter. Lakukan langkah ini hanya untuk menumpukan bagian sudut, dan jangan berlebihan.

7. Tekan piston pada caliper rem

Sebelum memasukan kampas kedalam caliper, kita juga pelu mengkondisikan bagian caliper. Ketika kampas rem tipis, secara otomatis piston menjadi lebih menonjol. Ini adalah proses alami dari sistem hidrolik rem untuk melakuakan penyetelan celah rem otomatis.

Kalau kita pasang kampas baru yang lebih tebal, maka kampas tidak akan bisa masuk. Oleh karena itu kita harus menekan/memasukan piston didalam caliper agar permukaannya rata dengan permukaan caliper.


Caranya bisa anda gunakan kunci ring besar untuk mengungkit bagian piston seperti yang ditunjukan pada gambar.

8. Rakit kembali caliper ke fork arm suspension

Setelah proses penyesuaian telah dilakukan, langkah berikutnya adalah langkah pemasangan. Untuk urutan pemasangan, dimulai dari ;


  • Pemasangan braket, ini dilakukan hanya dengan memasukan braket kedalam lubang pada caliper yang telah disiapkan. Pastikan juga gerakan caliper pada braket tidak terhambat karena ini bisa mempengaruhi tekanan rem.
  • Pemasangan kampas rem, selanjutnya kampas rem yang sudah disiapkan dimasukan kedalam caliper. Ada dua buah kampas rem dengan bentuk yang berbeda. Kampas rem dengan bentuk lebih kecil, biasanya terletak dibagian dalam. Sementara kampas rem dengan bentuk lebih besar diletakan diatasnya.
  • Pasang pin kampas rem, baik pada tipe duo piston maupun single piston maka pasang pin kampas langsung agar posisi kampas tidak bergerak.
  • Untuk caliper tipe single piston, jangan lupa anda memasang kawat pengunci seperti semula. Untuk memasangnya cukup mudah anda hanya perlu memasukannya menggunakan tangan.
  • Setelah bagian caliper sudah dirangkai, pasangkan caliper tersebut ke fork arm suspensi. Pasang bautnya serta kencangkan sesuai spesifikasi.



9. Finishing

Langkah terakhir, adalah dengan melakukan pengetesan. Untuk kampas rem yang baru diganti, biasanya rem akan ngempos diawal. Ini dikarenakan celah antara kampas rem dan piringan sangat lebar.

Sehingga seusai mengganti kampas rem, kita jangan langsung menggeber motor dijalan. Pertama tekan rem hingga lebih dari tiga kali hingga rem terasa padat. Kalau rem sudah terasa padat, artinya celah rem sudah diset secara otomatis dan motor siap digunakan di jalan raya.

Untuk lebih jelas, anda bisa simak video dari chanel Youtube Saudara Motor berikut ;


Demikian artikel lengkap, jelas dan detail mengenai cara mengganti kampas rem depan/cakram sepeda motor beserta gambarnya. Semoga bisa menambah ketrampilan kita dan bermanfaat bagi kita semua.